"aish, ini memalukan!"

Sepanjang lorong gerutuan terus terdengar, ia berjalan dengan kepala menunduk dan sebelah tangan yang menutup wajahnya. "awas kalau kalian kutemukan Lee Donghae! Lee Hyukjae!"

"berhenti marah-marah, Hyun!"

"tapi ini memalukan!"

"mereka sama dengan kita, mereka juga tak tahu kalau itu salah,"

"tapi tetap saja, kenapa mereka harus menyebarkannya keseluruh sekolah? Menyebalkan!"

Tak ada tanggapan lagi, Ki Bum yang sejak tadi mendenar gerutuan Kyuhyun hanya tersenyum simpul melihat adiknya yang berjalan sambil menutupi wajahnya.

Ya, Ki Bum rasa jika itu menimpanya ia juga akan malu. Tapi mungkin ia akan mencoba mengabaikannya, tidak seperti bocah itu. Kim Kyuhyun, ia terus marah-marah sejak masuk area sekolah.

Semua ini karena berita sakitnya sudah tersebar keseluruh antero sekolah, sebenarnya bukan itu yang memalukan, tapi bagian lainnya.

Dua sahabatnya mngatakan pada semua orang kalau Kyuhyun sakit, dan tentu saja semua orang mengungkapkan simpatinya pada pria berperawakan tinggi itu hari ini, dan bagi Kyuhyun itu memalukan. Apalagi ia tak benar-benar sakit parah seperti yang dua sahabatnya sebarkan.

Astaga, dalam hal ini Ki Bum bersyukur tak memiliki sahabat seperti dua sahabat adiknya, mereka punya mulut yang besar.

"Kim Kyuhyun!"

"Kim Kyuhyun!"

Mereka ada disana, Lee Donghae dan Lee Hyukjae. Melihat Kyuhyun datang, mereka berdua melompat kegirangan, menghampiri Kyuhyun yang tanpa mereka sadari memasang ekspresi siap menerkam.

"Kyu, kenapa kau sekolah? Apa kau sudah lebih baik?"

"apakah kepalamu sakit? Haruskah aku menggendongmu?"

Donghae dan Eunhyuk berebut meraba wajah Kyuhyun, bertanya banyak hal yang sungguh terasa mengganggu bagi Kyuhyun yang memang tengah marah.

Akan tetapi Kyuhyun tetap diam, entah apa maksudnya. Mungkin membiarkan dua sahabatnya puas dulu bicara, baru ia akan beraksi? Ah, entahlah.

Ki Bum melenggang meninggalkan Kyuhyun dan dua sahabatnya yang ribut kedalam kelas, melihat ekspresi Kyuhyun tentu ia tahu apa yang selanjutnya akan terjadi. Jadi daripada terkena imbasnya, lebih baik ia pergi sebelum terlambat.

"kalian sudah puas bicara?" Tanya Kyuhyun dengan nada bicaranya yang terdengar dingin.

Donghae dan Eunhyuk masih terus meraba Kyuhyun, mengungkapkan simpati dan kepedulian mereka yang terasa berlebihan di mata Kyuhyun.

"kalian tahu? aku tidak sakit kanker,"

Donghae dan Eunhyuk memandang Kyuhyun bingung. "maksudmu? Kau kan sakit,"

"benar, kau sendiri yang bilang saat kami datang menjengukmu," bela Eunhyuk, mereka berdua mengangguk-nganggukan kepala, membenarkan apa yang mereka katakan.

"baiklah, lupakan mengenai bagian itu, tapi…"

Kalimat Kyuhyun menggantung, maniknya menatap tajam Donghae dan Eunhyuk yang memasang wajah polos tanda ketidak mngertian mereka mengenai apa yang Kyuhyun katakan.

"apakah kalian yang menyebarkan kalau aku sakit keseluruh sekolah?"

Secara bersamaan Donghae dan Eunhyuk mengangguk membenarkan, mereka semakin bingung. Memangnya apa yang salah dengan itu?

"tentu kami yang-"

"KENAPA KALIAN MENYEBARKANNYA?!" teriak Kyuhyun keras, semua orang di lorong dan di kelas memalingkan wajah kearah suara Kyuhyun berasal.

Sedangkan Ki Bum, ia hanya tersenyum kecil dibalik buku yang menutup wajahnya. Lihat? Inilah yang Ki Bum maksud tadi. Kim Kyuhyun sangat menakutkan ketika ia marah.

Donghae dan Eunhyuk mengerut takut, "jadi kau tak sakit kanker?" Tanya Eunhyuk pelan,

Kyuhyun tak menjawab, ia hanya diam sambil terus menatap Eunhyuk dan Donghae lekat. Tatapannya tajam seolah dengan tatapannya itu ia bisa merobek semua yanga ada di depannya.

Eunhyuk dan Donghae saling melempar pandangan, sekarang mereka tahu dimana letak kesalahan mereka dan mengapa Kyuhyu marah.

Dalam hati Eunhyuk merutuk, mengapa Leeteuk tak mengatakan mengenai ini padanya? Ia yakin pamannya itu sudah tahu.

"Hae," panggil Eunhyuk pelan,

Donghae memalingkan wajahnya menatap Eunhyuk, wajah mereka menampakkan ekspresi yang sama, sepertinya mereka benar-benar ketakutan.

Seolah sedang berbicara melalui tatapan mereka, secara bersamaan Eunhyuk dan Donghae mengangguk, dan beberapa detik kemudian tanpa kyuhyun sadari. Mereka berdua berlari meninggalkan Kyuhyun yang menatap keduanya dengan tatapan kaget.

Bingo! mereka kabur.

"YA!LEE DONGHAE! LEE HYUKJAE! BERHENTI!"

Kyuhyun ikut berlari mengejar kedua sahabatnya seraya berteriak memanggil mereka berdua, "YA! IKAN BAU! IKAN TERI! KALIAN HARUS BERTANGGUNG JAWAB!"

Semua orang menggelengkan kepala mereka, ini bukan sesuatu yang asing bagi mereka. Memang begitulah anak-anak musim panas, selalu membuat ribut di sekolah, dan justru itulah yang membuat mereka istimewa.

"Ki Bum-ah, adikmu membuat keributan lagi,"

Ki Bum mendongak menatap orang yang baru saja menaruh sebuah surat diatas mejanya.

Ditaruhnya buku yang sejak tadi ia baca, "apa ini?"

"Bukalah!" seru orang tersebut sembari duduk dikursi di depan meja Ki Bum.

Ki Bum membacanya, bibirnya terkatup rapat seraya menghembuskan napasnya keras. "kenapa kau memperlihatkannya padaku, Siwon-ah?"

"sabeum-nim(kepala instruktur) ingin kau aktif kembali," jelas Siwon penuh harap. Ya, ia berharap sahabatnya ini aktif kembali dan melanjutkan berlatih dan melatih bersamanya.

Ki Bum meletakkan surat yang tadi dibacanya keatas telapak tangan Siwon, "kau ingat? Aku sudah berhenti Siwon-ah." Tolaknya halus.

"tapi kau masih menginginkannya, kan?" desak Siwon, ia tahu benar Ki Bum sangat menyukai beladiri ini.

Ki Bum tak mengatakan apapun, ia berlalu meninggalkan Siwon. Hatinya kini berkecamuk tak menentu, ia sepertii berada di persimpangan, siapa yang harus ia utamakan? Egonya? Ataukah adiknya? Tanpa banyak berpikir tentu pilihan Ki Bum akan jatuh pada pilihan kedua.

Baginya Kyuhyun harga mati, tak ada sebuah pertimbangan yang akan Ki Bum lakukan jika ini menyangkut adiknya, meski pilihan itu harus membuat ia melupakan apa yang ia inginkan.

.

"Bum-ah, aku akan makan siang dengan Donghae dan Eunhyuk!"

Tanpa menunggu ijin dari Ki Bum, Kyuhyun keluar dari kelas menuju kelas kedua sahabatnya. Hari ini Donghae dan Eunhyuk berjanji akan membelikannya pitzza, karena itu ia akan makan siang dengan kedua sahabatnya tersebut.

Sementara Ki Bum masih tetap betah di tempat duduknya, ia menghela napasnya beberapa kali dan lalu memandang surat yang kini ada ditangannnya.

Surat yang tadi pagi Siwon bawa, dan ternyata ia menyelipkannya di dalam buku milik Ki Bum.

Berkali-kali Ki Bum membacanya, ia mulai meragu. Layaknya anak remaja seusianya, pikirannya yang tengah labil membuatnya sulit untuk menetapkan pilihan.

Disisi lain ia punya tanggung jawab untuk menjaga Kyuhyun, meski tak ada yang menyuruhnya untuk berhenti berlatih taekwondo, akan tetapi ia tak bisa menjaga Kyuhyun sepenuhnya jika ia juga masih sibuk dengan urusannya sendiri.

Namun disisi lainnya lagi, egonya terus mendorong agar ia memenuhi keinginannya. Ia ingin melakukan segala kesibukkannya seperti dulu, aktif di organisasi sekolah, ekstrakurikuler dan berlatih taekwondo bersama Siwon dan teman-temannya yang lain.

Jemari Ki Bum mulai bergerak-gerak, kebiasaannya ketika ragu dan gugup.

Apa yang harus ia lakukan sekarang?

.

"aku tidak mau tahu! Pokoknya kalian harus membelikanku CD game baru!"

"kami sudah membelikanmu pizza Kyu, kami juga sudah membelikanmu CD game baru untuk hadiah ulang tahun!"

Eunhyuk mengangguk, "Donghae benar! Bahkan tadi kau makan paling banyak."

Sebelah bibir Kyuhyun terangkat, ia mencibir, "kalian pikir itu cukup? Kalian sudah membuatku malu oleh semua orang di sekolah!"

Donghae dan Eunhyuk merunduk, aigoo, kalimat itu benar-benar sukses membuat mereka patuh. Kyuhyun menjadikan kesalahan mereka sebagai alasan untuk memerintahkan kedua sahabatnya, sebenarnya ia tak tega juga membuat Donghae dan Eunghyuk terus merasa bersalah seperti ini, tapi menikmatinya sebentar saja, tak apa, kan?

"bisakah kau tak usah mengungkitnya, Kyu?"

Kyuhyun tersenyum, terdengar jelas dari nada bicaranya Eunhyuk sangat menyesal. Kini ia yakin, ia tak pernah salah memilih teman, Eunhyuk dan Donghae adalah yang terbaik untuknya.

"baiklah, tapi kalian te-"

"bukankah itu Ki Bum?"

Kalimat Kyuhyun terpotong, ia melihat kearah Donghae menunjuk. Disana, tak jauh dari tempatnya, orang yang sangat ia kenal tengah berdiri terdiam di depan sebuah gedung…

Gedung untuk latihan bela diri. Kyuhyun mencoba melihat apa yang Ki Bum lihat di dalam sana, ia melihatnya. Ada beberapa orang yang tengah berlatih taekwondo, seni beladiri yang amat Ki Bum kagumi.

"sedang apa Ki Bum disana?" Tanya Eunhyuk entah pada siapa, sama dengan Donghae dan Kyuhyun, ia juga ikut menatap Ki Bum, mencoba mencari tahu apa yang sedang kembaran temannya itu lakukan.

"Kyu, bukannya Ki Bum suka bela diri taekwondo? Dia aktif ikut di tempat pelatihan dekat sekolah, bukan?"

Kyuhyun tak lekas menjawab pertanyaan Donghae, sesuatu yang selama ini ia kira bukan masalah, justru kini terlihat seperti sebuah masalah yang ditumpuk hingga menggunung dan menyakiti seseorang.

Menyakiti Ki Bum hyungnya.

"Donghae-ya, Eunhyuk-ah, kalian kekelas saja lebih dulu, ada yang harus aku lakukan,"

Mereka mengangguk bersamaan, "baiklah," patuh mereka.

Donghae dan Eunhyuk tahu benar maksud Kyuhyun, kadang ada waktu dimana mereka tak boleh masuk terlalu dalam kedalam kehidupan orang lain. seperti sekarang, mereka tahu Kyuhyun harus menyelesaikan sesuatu yang menyangkut sang kakak.

Sepeninggal Eunhyuk dan Donghae, Kyuhyun melangkahkan kakinya mendekat pada Ki Bum. Ki Bum masih belum beranjak, ia tak tahu jika di belakangnya telah berdiri Kyuhyun yang terus memperhatikannya.

"Bum,"

Reflek Ki Bum berbalik, di belakangnya Kyuhyun tengah tersenyum dengan cengiran khasnya.

"apa yang sedang kau lihat?" Tanya Kyuhyun pura-pura tak tahu, padahal sejak tadi ia sudah berda disana memperhatikan Ki Bum hyungnya menatap penuh minat pada beberapa orang yang tengah berlatih didalam sana.

"tidak ada," kata Ki Bum pelan,

"tunggu sebentar, bukankah mereka sedang berlatih taekwondo?"

Ki Bum ikut melirik kearah tatapan Kyuhyun, "entahlah,"

"Bum-ah, kau tak ingin ikut berlatih? Kau tahu, kau sangat keren ketika mengenakan dobok(seragam taekwondo)," seru Kyuhyun bersemangat dengan ibu jarinya yang ia angkat tinggi.

Sekali lagi Ki Bum melirik kearah dalam gedung, memperhatikannya sejenak, dan lalu menggeleng, "tidak, aku sudah tak tertarik" ujarnya bohong seraya berlalu meninggalkan tempat tersebut.

"sungguh?"

Tak ada jawaban dari Ki Bum, ia menghindar dari Kyuhyun, mencoba lepas dari tatapan Kyuhyun yang ia tahu takkan pernah bisa ia bohongi.

"kenapa kau berhenti jika menginginkannya?"

Kyuhyun menyamakan langkahnya dengan Ki Bum, "mulailah lagi, aku tahu kau menginginkannya, Bum-ah,"

Ditariknya lengan Ki Bum hingga langkah pemuda itu terhenti, Kyuhyun menatap lekat bola mata Ki Bum. Jelas terlihat disana, tatapan sendu milik seorang Kim Ki Bum yang sangat Kyuhyun hapal.

"berhenti mengoceh tentang sesuatu yang tak penting, Kim Kyuhyun," Ki Bum menghentakkan genggaman Kyuhyun dilengannya.

"jangan menyangkal, aku tahu kau menginginkannya,"

"siapa bilang? Aku sudah bosan,"

Ki Bum melanjutkan langkahnya, meninggalkan Kyuhyun yang bergeming di tempatnya, "siapa bilang? Sikapmu yang menunjukkannya hyung," gumam Kyuhyun tanpa sepengetahuan Ki Bum.

.

Pelajaran tengah berlangsung, beberapa siswa focus pada apa yang mereka pelajari, sisanya ada yang tertidur, melamun, dan bahkan menggambar di buku pelajaran mereka, kegiatan yang normal bukan?

Ki Bum tampak melamun dengan lipatan kertas ditangannya, ia tak sadar, selama pelajaran berlangsung, Kyuhyun terus menatapnya.

Sesekali pandangannya beralih pada lipatan kertas ditangan Ki Bum hyung-nya, ia bertanya-tanya, mengapa Ki Bum terus menggenggam kertas tersebut? Apa itu sesuatu yang penting.

Ia menghela napas, bagaimana caranya agar Ki Bum mau berlatih lagi taekwondo? Ki Bum sangat keras kepala dan tak mudah untuk diyakinkan.

Suara langkah terdengar di lorong depan Kelas, perhatian Kyuhyun teralihkan, seseorang berlalu melewati kelasnya. Orang itu, Kyuhyun yakin dia bisa membantunya.

"sonsaengnim, aku ijin ke toilet," ujar Kyuhyun seraya mengangkat tangannya dan beranjak.

Mendengar suara Kyuhyun Ki Bum mengalihkan perhatiannya pada sang adik.

"jangan bermain game di toilet!"

"Ki Bum sudah menyita psp ku," bela Kyuhyun dengan jari telunjuknya yang tepat menunjuk Ki Bum.

Yoo sonsaengnim memandang Ki Bum, meminta kepastian, "benarkah Ki Bum-ah?"

Tanpa ragu Ki Bum mengangguk, memang di hari-hari tertentu psp Kyuhyun ia sita, ini terjadi sejak kejadian beberapa minggu lalu saat mreka bertengkar karena Ki Bum menyembunyikan psp Kyuhyun.

"baiklah, tapi jangan terlalu lama,"

"ye, sonsaengnim,"

Kyuhyun berlari keluar kelas seolah ia benar-benar ingin pergi ke toilet, tapi bukan itu tujuannya, ia mencari seseorang, seseorang yang bisa membantunya.

Kyuhun masuk ke toilet pria, ia menggedor semua bilik memastikan orang yang ia cari memang ada diantara pintu itu.

"tunggu," terdengar seruan dari dalam, itu suara orang yang Kyuhyun cari, ternyata dugaannya tak salah.

Pintu toilet terbuka, ia merapihkan seragamnya dan hendak pergi. Akan tetapi Kyuhyun mencekal lengannya, mencegahnya keluar dari ruangan itu.

"ada apa Kyuhyun?"

"Siwon, kau masih aktif di tempat pelatihan, bukan?" Tanya Kyuhyun to the point, ia memang tak punya banyak waktu sekarang. Kalau lebih lama sedikit saja Yoo sonsaengnim mungkin takkan mengijinkannya masuk kelas.

Siwon mengangguk pelan, "memangnya kenapa?"

Senyuman terukir dibibir Kyuhyun, ia rasa jalannya mulai terbuka, "kau bisa membantuku?" pintanya dengan senyumannya yang kian merekah.

.

"Bum-ah, aku pergi dengan Donghae! Jangan cemas!"

Kyuhyun melambai di balik punggung Donghae yang tengah mengendarai sepeda motornya, Donghae menjemputnya tepat saat bus datang, karena itu Ki Bum sama sekali tak bisa melarang adiknya.

"padahal udara dingin sekali hari ini," gumam Ki Bum di dalam bus, tak bisa di pungkiri ia sangat mencemaskan Kyuhyun yang naik sepeda motor di cuaca seperti ini.

Tiga hari yang lalu Kyuhyun baru keluar dari rumah sakit, dan sekarang ia seolah melakukan sesuatu yang disengaja. Ingin sakit lagi? Dasar bocah itu.

.

Bel tanda pelajaran akan dimulai terdengar di seluruh penjuru sekolah, Ki Bum menatap bangku Kyuhyun yang masih kosong dengan gusar. Beberapa kali ia menekan layar di ponselnya, mengirim pesan dan menghubungi adiknya.

Tapi tak satupun panggilannya diangkat, bahkan pesannya tak ada yang Kyuhyun balas.

Ki Bum cemas, tentu saja. Dari awal ia sudah curiga, tidak biasanya Kyuhyun berangkat ke sekolah bersama Donghae. Ini hanya terjadi jika mereka berdua tengah berselisih, dan seingat Ki Bum ia tak sedang punya masalah dengan Kyuhyun.

"Kim Kyuhyun, sebenarnya kau kemana?" gumam Ki Bum berulang kali.

Ia menghentakkan kakinya dan beranjak, Ki Bum keluar dari kelasnya menuju kelas Donghae dan Eunghyuk yang berada disebelah kelasnya.

Perhatian Ki Bum tertuju pada dua bangku yang terletak paling belakang, bangku Donghae dan juga Eunhyuk. Ia mencoba mencari keberadaan mereka, namun hasilnya nihil. Ki Bum dan Donghae tak berada di kelas.

Sebuah kesimpulan Ki Bum ambil, mereka, Kyuhyun, Donghae dan Eunhyuk. Mereka bolos bersama-sama.

.

"Kyu, haruskah kita bolos dari pelajaran pertama?" Tanya Eunhyuk, tak tenang.

"harus! Kalau tidak seperti ini tak akan meyakinkan," seru Kyuhyun, diteguknya sekotak susu ditangannya.

Kini mereka tengah berada di sebuah café internet yang letaknya tak terlalu jauh dari lingkungan sekolah.

"tapi Kyu, kalau ayahku tahu aku membolos lagi, bisa-bisa aku di bunuh!" Donghae merajuk di bilik sebelah kanan Kyuhyun.

Ia mungkin memang nakal, tapi sejak kejadian tawuran yang membuatnya, Kyuhyun, Eunhyuk dan beberapa temannya digiring kekantor polisi. Ia mulai kembali menata dirinya, apalagi ayahnya marah besar kala itu.

"aku juga, kalian tak pernah tahu bagaimana menyeramkannya Leeteuk hyung ketika marah, bahkan aku hampir di pulangkan ke Amerika," cerita Eunhyuk tak mau kalah.

Leeteuk memang sangat baik, tentu saja ketika ia baik, tapi ketika ia marah… . Eunhyuk tak pernah ingin membayangkannya.

"ya, kalian, kan sudah meminta ijin pada wali kelas kalian, kalaupun kita ketahuan bolos. Tenanglah, aku akan bertanggung jawab,"

Donghae dan Eunhyuk tersenyum bersamaan, meski Kyuhyun terlihat urakan. Tapi tak pernah sekalipun magnae Kim itu mengingkari janjinya, mereka yakin Kyuhyun tak akan lepas tangan dari perbuatannya.

.

Ki Bum berlari keluar kelas, Kyuhyun benar-benar membolos seharian. Hari ini ia kecolongan, seharusnya ia tak pernah membiarkan Kyuhyun lepas dari pengawasannya.

Pria berkaca mata itu sungguh cemas, meski ia yakin Kyuhyun sedang bersama teman-temannya, tapi bagaimana jika terjadi sesuatu diluar sana?

Apalagi, Eunhyuk dan Donghae juga tak bisa di hubungi. Menurut teman-teman sekelas mereka Eunhyuk dan Donghae sudah membuat ijin, tapi mengapa bisa bersamaan? Bukan, kah, ini aneh?

Sebenarnya Ki Bum bisa saja menanyakan mengenai Eunhyuk pada Leeteuk hyung, akan tetapi bagaimana dengan noonanya? Ahra noona juga pasti kan tahu mengenai ini, dan ia tak mau membuat noonanya khawatir.

"Ki Bum-ah!"

Ki Bum menghentikan langkahnya, seseorang datang menghampiri sembari melambaikan tangannya.

"ne, hyung,"

"kau mau kemana? Kau terlihat terburu-buru," komentar Yesung melihat tingkah Ki Bum yang nampak tergesa.

"Kyuhyun hilang," ujar Ki Bum,

Manik Yesung membola, bagaimana Kyuhyun bisa hilang? Itulah pertanyaan pertama yang muncul di benaknya. Ketika Yesung akan melontarkan pertanyaan tersebut, tiba-tiba Ki Bum meraba ponselnya.

Ki Bum meraih ponselnya yang bergetar dari saku blazer, sebuah nama terpampang begitu indah dilayanrnya, itu dari Kyuhyun!

"yoboseo? Kyu-"

'Ki Bum-ah cepat kemari! Yaa! Donghae awas!'

"Yoboseo? Kyuhyun? Kau dimana?"

'aku- ya! Eunhyuk-ah! Kau tidak apa-apa?! Ya! Aku sedang di- Ya! Young Joon breng***! Jangan lari kau!'

"Kim Kyuhyun kau dimana?!" teriak Ki Bum panic, Yesung yang berdiri disampingnya hingga terperanjat mendengar teriakan hobae terdekatnya itu.

'aku di belakang bangunan tempatmu berlatih taekwondo! KI Bum-ah, aku mohon cepat datang! Mereka semakin banyak!'

"aku a-"

'tut.. tut.. tut..'

Panggilan terputus, tanpa memperdulikan Yesung, Ki Bum berlari menuju gerbang sekolah. Mendengar suara Kyuhyun, ia yakin anak itu terlibat tawuran lagi. Di sebrang sana terdengar begitu riuh dan ribut. Ia harus segera menyelamatkan Kyuhyun.

.

Ki Bum semakin mempercepat langkahnya, ia harus segera sampai, ia tak mau terjadi sesuatu pada Kyuhyun. Tidak boleh.

Kini Ki Bum sudah sampai di sebuah lapangan basket yang berada tepat di belakang gedung tempatnya berlatih taekwondo, tapi apa yang ia temukan?

Disini…

"selamat datang Ki Bum-ah," sambut seseorang ramah, di tepuknya punggung Ki Bum pelan seraya tersenyum.

Ki Bum terpaku, ia tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa ada mereka disini? Lalu Kyuhyun?

Pemuda itu mengalihkan pandangannya pada seseorang yang baru saja menyambutnya, setelah sadar dari keterkejutannya, ia membungkuk dalam, memberi hormat.

"sabeum-nim, annyeonghaseo," sapa Ki bum, nada bicaranya terdengar kaku, sepertinya ia masih terkejut.

"apa kabar Ki bum-ah, sudah lama kita tak bertemu,"

Ki Bum tersenyum kaku, ia bingung harus bersikap seperti apa, belum lagi ia tak mengerti mengapa instruktur taekwondonya ada disini? Siwon? Bahkan teman-temannya di tempat pelatihan taekwondo juga ada.

"sebenarnya… sebenarnya ada apa ini? Bukankah, disini ada…"

"annyeong Bum-ah!"

Ki Bum berbalik kearah suara, sebuah suara yang amat ia kenal. Kyuhyun…

"Kim Kyuhyun, kau…"

"apa? Aku baik-baik saja," cengiran muncul di bibir Kyuhyun.

Kyuhyun melangkah mendekat pada Ki Bum, "Bum-ah, kau merindukan mereka bukan?" tanyanya membuat Ki Bum menatap semua orang yang berada disana.

Ya, ia rindu semua orang disini, ia rindu untuk berlatih lagi taekwondo, bahkan ia rindu ketika ia berhasil dijatuhkan oleh Siwon saat berlatih bersama.

Ia merindukannya.

Ki Bum tetap bergeming, sementara Kyuhyun mengangsurkan sebuah seragam kehadapan sang kakak.

"Ya!" ditepaknya bahu Ki Bum, hingga ia tersadar.

Ki Bum menatap sesuatu ditangan Kyuhyun, lalu mengalihkan pandangannya pada sang adik dengan tatapan penuh Tanya.

Mendapat tatapan seperti itu, tanpa perintah Kyuhyun mengutarakan maksudnya. "ini seragam baru untukmu, kau sudah enam belas tahun, itu berarti kerah dobok dan sabukmu sudah hitam semua,"

Mata Ki Bum berkaca, ia terharu. Ia tak menyangka Kyuhyun ternyata memperhatikannya, ternyata dibalik sikap tak peduli Kyuhyun, anak itu selalu memperhatikannya.

Ki Bum menyambut uluran dari Kyuhyun, seragam itu kini berpindah tangan.

Seragam yang selalu Ki Bum tunggu-tunggu, seragam dengan kerah dan sabuk hitam sepenuhnya.

"aku ingin melihatmu mengenakan dobok-mu lagi, dan aku berjanji takkan membuatmu cemas selama kau berlatih," tutur Kyuhyun tulus, tentu ia tulus mengatakannya. Ia ingin yang terbaik untuk hyungnya.

Selama ini Ki Bum terlalu banyak mengorbankan dirinya untuk Kyuhyun, ia bahkan rela melepaskan segala rutinitas yang sangat disukainya demi focus menjaga Kyuhyun.

Dan kali ini, setidaknya Kyuhyun harus melakukan sesuatu untuk Ki Bum hyungnya.

"terimakasih Hyun," gumam Ki Bum pelan, air matanya hampir jatuh namun sekuat mungkin ia tahan.

Sementara itu duo ribut yang berada di belakang punggung Kyuhyun tampak tengah merencanakan sesuatu. Eunhyuk melangkah pelan, berpindah kebelakang punggung Ki Bum.

Terlihat jelas mereka mulai menghitung tanpa suara dengan jarinya, dan ketika sampai di hitungan ketiga, secara bersamaan mereka mendorong Kyuhyun dan Ki Bum hingga berpelukkan.

Keduanya menahan Ki Bum dan Kyuhyun agar tetap dalam posisi tersebut, sedangkan Kyuhyun dan Ki Bum terus melawan ingin segera di lepaskan.

"Ya! Eunhyuk-ah! Donghae-ya! Apa yang kalian lakukan?" teriak Kyuhyun kesal.

"apa yang kalian lakukan?" Tanya Ki Bum juga tak kalah kesal.

"kau harus memeluk saudaramu kalau mau berterimakasih!" seru Eunhyuk dibelakang punggung ki Bum.

Semua orang tertawa melihat posisi aneh mereka berempat.

Ki Bum tersenyum menyadari apa maksud Eunhyuk dan Donghae, dasar duo aneh, gumamnya dalam hati.

Namun perlahan, tangannya terangkat dan naik ke punggung Kyuhyun. Memeluk punggung yang lebih kecil dari miliknya itu, padahal Kyuhyun lebih tinggi darinya.

Ki Bum mengelusnya pelan, membuat Kyuhyun kebingungan.

"Kim Ki Bum? Sekarang apa yang kau lakukan?"

"diamlah!" perintah Ki Bum, ia terus mengelus punggung Kyuhyun, "Hyun, terimakasih untuk semuanya,"

Kyuhyun tersadar, tanpa terasa ia juga ikut tersenyum dan lalu balas memeluk Ki Bum. Menumpukan dagunya dibahu Ki Bum.

'aroma appa,' gumamnya dalam hati, jika dalam posisi seperti ini, rasanya ia seperti sedang memeluk appa, bukan Ki Bum.

"seharusnya aku yang berterimakasih padamu hyung," tutur Kyuhyun begitu saja, senyum Ki Bum kian merekah mendengar panggilan itu.

Meski ia adalah hyung dari Kyuhyun, tapi tetap saja, karena usia mereka sama. Kyuhyun tak pernah memanggilnya hyung. Kyuhyun bilang itu terdengar aneh.

Beberapa saat mereka bertahan dalam posisi seperti itu, pemandangan manis yang sangat langka.

Yesung yang berdiri beberapa meter di belakang Ki Bum bahkan sampai menitikan air matanya, tadi ia memang ikut berllari mengejar Ki Bum hingga sampai ditempat ini.

Pria itu meraih ponselnya, berlalu dari tempat itu seraya menekan speed dial nomor satu dari sana.

"Yeoboseo, eomma aku merindukanmu," ujarnya seraya berlalu.

Melihat itu ia jadi merindukan keluarganya yang tinggal di kota berbeda.

Sementara dibelakang sana, tanpa Kyuhyun sadari sebelah tangan Ki Bum yang terbebas naik semakin tinggi, meraih…

"appo!" ringis Kyuhyun tiba-tiba, lalu dilepaskannya pelukan Ki Bum.

"ini hukuman karena kau membolos." sergah Ki Bum tenang dengan tangannya yang berada di telinga Kyuhyun.

"A..a… tapi aku melakukan ini untukmu!" bela magnae Kim itu diiringi ringisan, Ia mencoba meraih tangan Ki Bum agar melepaskannya namun usahanya tak membuahkan hasil. Ki Bum masih tetap menjewer telinganya.

"tak ada alasan," kata Ki Bum tanpa melepaskan jewerannya.

Semua orang disana menatap ngeri kearah Ki Bum dan Kyuhyun.

Baru kali ini mereka melihat pemimpin musim panas diperlakukan seperti ini. Ternyata pemimpin musim dingin jauh lebih mengerikan dari dugaan mereka.

Astaga…

TBC