Syndrome
.
Authors Note : Maaf banget atas updatenya yang ngaret ini, .
Semoga di chapter ini bisa memuaskan
Warning :
AU, OOC, Typo, GS, Dll DLDR!
Pair : Haehyuk dll
.
Chapter 1 : A Decision
.
Hari Libur adalah moment yang tepat untuk jalan-jalan dan menyegarkan pikiran bukan? Ya, nampaknya hal tersebut juga yang akan dilakukan gadis manis ini. Gadis bernama Lee Hyukjae itu melangkahkan kakinya dengan riang seraya bersenandung kecil. Sesekali ia menggerakkan badannya mengikuti irama yang didengarnya melalui headset yang terpasang di telinganya. Ahh .. betapa cerahnya hari ini, mengunjungi kakak di tempat kerjanya tidak buruk juga. Sudah cukup lama juga ia tak bertemu kakak tersayangnya.
Tepat di seberang jalan sana, berdiri kokoh sebuah bangunan tempat kakaknya bekerja. Sambil menunggu lampu merah, ia mengedarkan pandangan ke sekeliling,mencari obyek yang menarik mungkin.
Sebuah mobil Merchendes putih, Nampak berhenti di depan sebuah gedung. Kaki jenjang yang berbalut jeans hitam itu melangkah keluar dari mobilnya. Sosok yang tengah berdiri tegap itu mengundang decak kagum bagi siapapun yang melihatnya. Sosok itu tak berdiri sendiri ia bersama dengan 2 orang lainnya.
"Selamat pagi, anda sudah datang rupanya." sebuah senyum manis terukir dari paras Yeoja cantik bername tag Lee Sora itu. Tak lupa ia sedikit membungkukan badannya kepada Mr. Lee yang membalas senyumnya itu.
"Selamat pagi, saya ingin mengantarkan anak saya, sekaligus melihat-lihat keadaan disini." Mr. Lee menoleh kebelakang dan mengulurkan tangan kanannya.
"Donghae ayo kesini nak," sementara sosok yang dipanggil Donghae itu tidak bereaksi. Hanya semakin bersembunyi di belakang kakaknya, ia memeluk erat boneka nemo yang sedari tadi digenggamnya. Mungkin ia ketakutan.
"Tidak apa-apa Hae-ah, ada Hyung di sini." Donghwa – kakak Donghae menepuk pelan punggung adiknya. Sora hanya tersenyum maklum melihat keadaan Donghae. Ia sudah sangat terbiasa dengan kejadian seperti ini, karena ini adalah pekerjaanya.
Ya, gedung yang berdiri kokoh dibelakangnya ini bukanlah gedung kantoran atau sebagainya. Itu adalah gedung untuk orang-orang yang berkebutuhan khusus, atau sebut saja orang yang mengalami Retardasi Metal. Orang-orang mungkin memandang sebelah mata tempat ini, tatapi tidak bagi semua pegawai disini termasuk Lee Sora, ia sangat senang dengan pekerjaanya saat ini.
Sora tersenyum lembut dan mulai mendekati Donghae bersama temannya, Yoona dan Jessica.
"Halo Donghae, perkenalkan aku Sora dan ini teman-temanku Yoona dan Jessica, kami ingin berteman denganmu." ketiga wanita itu tersenyum lembut dan menarik lembut lengan Donghae agar tidak bersembunyi di punggung kakaknya. Donghae menggeleng dan merapatkan tubuhnya pada sang kakak .
"Ayo Donghae tidak apa-apa," Mr. Lee berusaha membujuk Donghae. Donghwa pun ikut membantu, merasa risih, Donghae mundur perlahan, ia tidak suka dipaksa seperti ini, belum lagi bertemu orang-orang yang tidak dikenalnya membuatnya takut. Mereka terus membujuk Donghae dan membuat Donghae semakin tidak suka.
"Hae tidak mau!" setelah berucap demikiann, Donghae berlari meninggalkan mereka. Membuat Mr. Lee dan Donghwa panik.
"Astaga, Donghae kau mau kemana?" raut wajah Mr. Lee terlihat gusar melihat kepergian anaknya.
"Maafkan anakku, ia hanya tidak terbiasa." Para wanita itu hanya tersenyum maklum menanggapinya.
"Tidak apa-apa tuan, itu sudah biasa."
"Terima kasih, Donghwa kau cari adikmu!" perintah tegas dari Mr. Lee di jawab anggukan oleh Donghwa. Ia pun segera mencari adiknya.
Hyukjae yang menyaksikan kejadian itu dari seberang jalan, mulai mencari keberadaan pemuda yang berlari tadi. Walaupun ia tak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi ia bisa merasakan ada suatu hal yang tidak baik. Dan ia pun menelusuri jalan demi jalan yang dilaluinya untuk mencari pemuda tersebut .
Langkah Hyukjae terhenti di dekat sungai, manakala maniknya tertuju pada seseorang yang tengah duduk di tepi sungai. Sambil memeluk erat boneka Nemo, kakinya ia goyangkan layaknya anak kecil. Hyukjae tersenyum melihatnya . 'Akhirnya ketemu juga ' batinnya berucap . Ia dekati pemuda itu yang tengah bersenandung kecil saat ini .
"Boleh aku duduk disini?" Donghae menoleh kesamping dan melihat gadis manis tengah tersenyum kearahnya, 'manis sekali'. Donghae mengangguk menanggapinya.
"Kenapa Sendirian?" Hyukjae bertanya, berusaha mendekati pemuda ini.
"Hae tidak sendiri, Hae bersama Appa dan Hyung Hae." Hyukjae mulai mendengarkan perkataan Donghae .
"Lalu dimana mereka?' Donghae terdiam dan perlahan menggeleng sebagai jawabannya, tanda bahwa ia tak tahu.
"Ku lihat, kau tadi berlari dari gedung di ujung jalan sana, kenapa?" Donghae menatap langsung mata Hyukjae dan menatapnya dalam. Sepertinya keberadaan Hyukjae mulai membuat Donghae merasa nyaman.
"Hae tidak suka dengan mereka." Jawabnya lirih, sedangkan Hyukjae hanya mengernyitkan dahi.
"Kenapa?" tanyanya sanbil mendekatkan diri pada penuda itu.
"Mereka selalu bertanya-tanya pada Hae dan memaksa Hae. Hae tidak suka." ia poutkan bibirnya tanda kesal. Hyukjae yang melihatnya menjadi gemas, ia acak pelan pucuk kepala Donghae.
"Mungkin mereka ingin berteman denganmu. Oh iya, perkanalkan namaku Lee Hyukjae, siapa namamu?" Hyukjae mengulurkan tangannya pada Donghae. Donghae menjabat tangan Hyukjae dan tersenyum seraya berucap "Namaku Lee Donghae, Hyukie boleh memanggilku Hae kalau mau."
"Ne, tentu," Mereka pun terlarut dalam obrolan ringan yang semakin medekatkan mereka. Sehingga membuat Donghae merasa nyaman disisi Hyukjae. Ia tak takut atau gelisah padanya. Padahal biasanya ia akan takut dengan orang tak dikenal yang mendekatinya.
Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Hyukaje mengajak Donghae ke gedung itu, untuk menemui ayahnya. Donghae menurut dan mulai beranjak pergi bersama Hyukjae.
"Hyukjae." Sora –kakak Hyukjae- memanggil adiknya dari kejauhan. Sora, , Donghwa beserta Yoona dan Jessica kaget melihat Hyukjae datang bersama Donghae. Raut wajah lega terpancar jelas dari wajah Mr. Lee dan Donghwa .
"Hyukie, kenapa kau bisa bersamanya?" Sora menunjuk kearah Donghae yang berada di samping Hyukjae.
"Aku bertemu dengannya di jalan tadi, kalian mencarinya kan?"
Mereka mengangguk bersamaan. Mr. Lee mendekati Donghae dan memeluknya
"Kau membuat appa khawatir Hae-ah." Donghwa yang melihatnya, hanya memandang lembut kearah mereka. Mr. Lee melepas pelukannya dan mengajak Donghae masuk.
"Donghae ayo masuk, kami hanya ingin berteman denganmu kok." Jessica mendekati Donghae bersama Sora dan Yoona.
Donghae beringsut di belakang Hyukjae dan menggenggam erat jemari gadis itu. "Hyukie…" gumamnya pelan. Hyukjae menoleh ke belakang dan tersenyum menenangkan.
"Sebaiknya biar aku saja yang membawanya ke dalam, kalau dipaksakan malah tidak baik nantinya, Ayo Hae." Hyukjae menarik Donghae ke dalam dengan riang dan dibalas anggukan ceria dari Donghae.
"Maaf, dia itu siapa?" Mr. Lee bertanya pada Sora.
"Dia adik saya tuan, tenang saja dia anak yang baik dan mengerti keadaan di sini."
"Begitu, Syukurlah." Mr. Lee dapat melihat Hyukjae dan Donghae yang tertawa lepas di dalam sana. Entah mereka membicarakan apa . Sebentuk kehangatan menyelimuti relung hatinya melihat Donghae dapat tertawa seperti itu. Semoga dengan hadirnya Hyukjae dapat membuat Donghae bahagia.
^-^v
Sebuah senyum terukir manis dari paras seorang gadis yang tengah menatap hamparan bintang di langit malam. Ia teringat pertemuan pertamanya dengan pemuda bernama Lee Donghae itu. Sebuah pertemuan yang manis. Gadis itu, Lee Hyukjae. Ia tersenyum begitu mengingatnya.
Dari kejadian hari itu, ia dan Donghae semakin dekat seperti sekarang ini. Mereka bagaikan tubuh dan bayangan bila bertemu. Tak terpisahkan. Lebih tepatnya Donghaelah yang tak mau jauh dari Hyukjae . Kemanapun Hyukjae pergi, Donghae merengek minta ikut. Dan dengan senang hati Hyukjae penuhi. Berada di dekat Donghae membuatnya selalu tersenyum. Semua tingkah laku Donghae sangat manis di matanya.
Senyum itu perlahan memudar, tergantikan dengan senyum lemah. Teringat olehnya percakapan dengan Mr. Lee setelah ia keluar dari kamar Donghae. Dimana Mr. Lee memintanya untuk tinggal, demi Donghae . Hyukjae sendiri bukanlah pribadi yang egois dengan kemuannya, ia sudah memikirkan ini baik-baik . Keputusannya sudah final. Ia akan pergi dari Korea, walaupun ia sangat berat untuk meinggalkan Donghae. Ia sangat menyayangi Donghae, teramat sangat malah. Tak pernah ia sangka, pemilik Lee Corporation itu sampai menunduk dalam memintanya untuk tetap tinggal, mengingat itu hanya membuatnya semakin sedih.
Ia tersentak pelan begitu merasakan ponselnya bordering. Ia angkat telfonnya .
"Halo."
"Halo, Hyukjae noona, maaf menganggu malam-malam."
"Tidak apa-apa Donghwa, ada apa?"
"Begini, Donghae terus memanggil namamu, ia ingin bicara denganmu nona,"
"Tentu saja, mana Donghae?" Hyukjae dapat mendengar suara telfon yang di rebut dari seberang sana.
"Hyukie…Hyukie…" Hyukjae terkekeh pelan mendengar suara Donghae yang begitu imut.
"Ada apa sayang?"
"Hae kangen Hyukie, Hyukie kapan kesini?" Hyukjae tersenyum mendengarnya.
"Besok aku akan kesana, Jaa, Sudah malam, kenapa belum tidur Hae?"
"Hae ingin mendengar suara Hyukie, Hyukie nyanyikan lagu untuk Hae tidur ne, "
"Arasseo, Jaa sekarang tidurlah, aku akan menyanyikan lagu untukmu|"
Hyukjae bisa mendengar deritan tempat tidur dari seberang telephone. Ia menghela napas pelan, lalu ia menyenandungkan sebuah lagu sebagai pengantar tidur Donghae. Dalam hati, ia sudah bertekad untuk mengatakan kepergiannya pada Donghae besok.
Semoga keputusannya tidak salah.
To Be Continued
.
Akhurnya selesai juga chapter ini
Semoga gak ngebosenin ya :'(. Terumakasih banyak bagi yang sudah nereview, tanpa kalian apalah jadinya epep ini #lebay.
Rata-rata, readers pada Tanya 'kenapa Hyukie ninggalin hae' ya?
Hohoho… semua akan terkuak pada waktunya.
Segitu aja, ayooo yang mau tau kelanjutannya di review ne ^-`
Spesial thanks to :
WONHAESUNG LOVE, anaknya haehyuk, Guest, chocor, niknukss, myself. Meonk and deog, hatakehanahungry, Haiiro-Sora, dan Heldamagnae, chochor, cho ryeomi, Loney reader, HYUKIEWIFE, 86H0404H1015
Maaf kalau misalnya ada yang salah atau belum kesebut .
Terimakasih.
RnR?
