Title : Competely Love
Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), and other cast (find out in the story)
Genre : Brothership, Romance, Yaoi
Rated :T- M
Author : SuyangSuyong
Disclaimer : Ff ini pure hasil dari pikiran author 'suyangsuyong', strawberry B Cuma bantu share.
Summary : Sehun mencintai Chanyeol, begitupun sebaliknya. Hubungan percintaan mereka sejak awal memang salah, terlebih mereka adalah saudara. Akankah kisah cinta mereka akan berakhir indah? /YAOI/BOYXBOY/BL/HUBUNGAN SESAMA JENIS.
Warning! Don't Read If You Don't Like Yaoi
Sorry for typo
.
.
.
Happy reading guys^^
.
Chapter 2 (Introduce to the new world)
.
.
.
.
"Dia adikku."
"Adikmu? Park Sehun? Omo, kenapa kau tak memberitahuku kalau dia sudah kembali dari China?" Tanya Baekhyun dengan wajah terkejut nya.
"Kau tak bertanya." Chanyeol hanya memutar bola matanya malas.
Sehun memang baru 2 hari kembali ke Seoul ke rumah ayah dan ibunya setelah 10 tahun berada di China. Ia pindah ke China pada umur 6 tahun dan tinggal disana bersama paman dan bibi Wu. Dan terakhir kali Baekhyun melihat Sehun pada umur 6 tahun dan saat itu umurnya baru 8 tahun, wajar saja jika sekarang ia terkejut melihat Sehun sudah sebesar ini.
.
.
Sehun memasuki ruang kelas barunya dan mengambil tempat duduk kosong di barisan ketiga. Dia merasa canggung disini, Sehun memang tipe anak yang akan canggung bila berinteraksi dengan orang yang baru dikenal nya dan berada di lingkungan baru serta cenderung pendiam dan pemalu, namun bila sudah akrab Sehun akan menjadi pribadi yang ceria dan cerewet.
Sehun sedang melamun ketika tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang.
"Hai, bolehkah aku duduk di sebelahmu?" tanya seseorang.
Sehun terkejut, lalu membalikkan badannya kebelakang untuk melihat siapa yang memanggilnya. Dilihat nya seorang pria berkulit tan sedang tersenyum kepada nya sekaligus menunggu Sehun untuk menjawab pertanyaannya.
"Ya, tentu, silakan" jawab Sehun pada lelaki itu.
Lelaki itupun langsung duduk di sebelah Sehun.
"Kenalkan, aku Kim Jongin, tapi kau bisa memanggilku Kai." Lelaki yang bernama Kai itu langsung mengulurkan tangannya pada Sehun.
"Namaku Sehun, Oh Sehun" jawab Sehun canggung sambil menjabat tangan Kai.
"Kuharap kita bisa jadi teman yang baik, senang berkenalan denganmu."
"Ya, senang juga berkenalan denganmu"
.
Bel pulang sekolah pun berbunyi, Sehun pun bergegas keluar menuju depan gerbang sekolah, menemui hyungnya yang menunggu disana untuk pulang bersama.
"Hun, disini" panggil Chanyeol saat melihat Sehun berjalan ke arah gerbang.
"Ah hyung, ayo kita pulang."
"Chanyeol, tunggu!" teriak seeorang dari belakang saat Chanyeol dan Sehun berjalan.
"Uh, dia lagi" desah Chanyeol
"Siapa hyung?"
"Heh Chanyeol, tega sekali kau meninggalkan ku, kan kita sudah berjanji akan pulang bersama. Omo, Sehun!" Pekik Baekhyun saat melihat Sehun.
Sehun pun bingung saat melihat orang yang disebelah hyungnya memanggil namanya, darimana ia tahu namanya?
"Hei Sehun, kau lupa kah padaku? Aigoo, tidakkah kau ingat? Aku Baekhyun, sahabat kecil hyungmu. Dulu kita selalu bermain bertiga di taman bermain."
Sehun mengingat-ingat kembali masa lalu.
"Ah iya, aku ingat. Baekhyun hyung, lama sekali kita tidak berjumpa, aku rindu sekali padamu hyung. Ah kau sudah banyak berubah hyung, hampir saja aku tidak mengenali wajahmu. Ku kira kau melupakan ku saat aku pergi jauh sangat lama."
"Yak, mana mungkin aku melupakanmu, kau lah yang melupakanku. Ah aku tak menyangka kau sudah sebesar ini Sehun, aku sangat rindu sekali padamu."
"Aku juga sangat merindukanmu hyung."
Sehun dan Baekhyun pun saling berpelukan melepas rindu. Sangat lama. Hingga membuat Chanyeol jengah melihat nya, merasa diacuhkan.
"Hei, sampai kapan kalian akan berpelukan seperti itu? Ayo Sehun, kita pulang, sebelum hari mulai gelap."
Chanyeol pun menarik lengan Sehun dan berjalan meninggalkan Baekhyun.
"Yak Chanyeol ! Kejam sekali kau padaku." Teriak Baekhyun.
.
.
"Kami puulaaanggg"
Sehun dan Chanyeol pun tiba dirumah dan langsung disambut oleh ibunya di rumah.
"Aigoo, anak-anak ibu sudah pada pulang. Sehun, bagaimana sekolah barumu?"
"Biasa saja bu, tidak ada yang menarik. Aku pergi ke kamar dulu, bu."
Sehun pun hanya menjawab sekenanya dan langsung menuju kamarnya.
"Ah anak itu lesu sekali. Sudah lah, Chanyeol kau masuklah ke kamarmu dan bersihkan dulu badanmu. Setelah itu kalau sudah selesai, kau ajak Sehun turun kebawah untuk makan malam."
"Baik lah bu."
Chanyeol pun langsung pergi ke kamarnya.
.
.
.
Chanyeol mengetuk pintu kamar Sehun, berniat untuk mengajak nya makan malam.
"Sehun-ah," panggil Chanyeol sambil mengetukkan pintu kamarnya.
"Masuk saja hyung, pintunya tidak dikunci."
Chanyeol pun langsung membuka pintunya dan langsung masuk ke dalam. Dilihatnya Sehun sedang mengerjakan sesuatu di meja belajarnya. Chanyeol pun berjalan mendekatinya dan duduk di pinggir ranjang dekat meja belajarnya.
"Sehun, kita makan malam dulu ya. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu itu nanti."
"Baik lah hyung."
"Bagaimana sekolahmu tadi? Apakah kau sudah mempunyai teman baru?"
"Ya begitulah hyung, tak ada yang menarik. Aku sudah mendapatkan satu teman sebangku hyung, namanya Kai."
"Baguslah kalau begitu, jangan sampai kau sendirian dikelas dan tak mempunyai teman. Ayo sekarang kita turun ke bawah untuk makan malam."
Setelah makan malam selesai, Sehun dan Chanyeol pun kembali ke kamarnya.
"Hyung" panggil Sehun.
"Ya Hun, ada apa?"
"Eum, hyung bolehkah aku tidur bersamamu? Sudah lama kita tidak tidur bersama dan aku merindukannya."
Sehun menundukkan kepalanya. Jujur ia sangat malu untuk mengatakan ini pada hyungnya.
Chanyeol pun tersenyum geli melihat adiknya. Gemas akan tingkah adiknya yang malu-malu.
"Tentu saja boleh Hun, aku senang jika kau mau tidur bersamaku. Ayo ke kamarku."
Chanyeol pun mengusak surai kecoklatan nya dengan lembut dan menarik tangannya.
"Hyung"
"Hm?"
Kini mereka tengah berbaring bersama, dengan posisi berhadapan dan saling memeluk.
"Selama aku pergi, kau melakukan apa saja disini? Apakah kau tidak merasakan kesepian tanpa aku? Pasti hari-harimu menyenangkan." Ucap Sehun.
"Aku? Jujur, aku sangat kesepian tanpamu. Aku tak punya teman untuk kuajak bermain. Tetapi Baekhyun dan Kyungsoo selalu menemaniku, juga ayah dan ibu, jadi aku tidak begitu merasa kesepian."
"Kau beruntung sekali hyung"
Setelah mengucapkan itu, Sehun tertunduk. Sedikit terisak pelan. Chanyeol yang melihat pun langsung memeluknya lebih erat.
"Hei, kau kenapa? Kenapa bersedih begitu? Ada apa? Mau berbagi cerita denganku?" Tanya Chanyeol dengan lembut.
"Hari-hariku di China selama 10 tahun tidak semenyenangkan punyamu, hyung. Aku sangat kesepian. Aku awalnya tak bisa berbahasa China sehingga menyebabkanku susah memiliki teman. Setiap hari aku hanya ditemani oleh paman dan bibi Wu, serta Yifan gege, anak paman dan bibi Wu. Yifan gege sendiri sudah ku anggap sebagai hyung ku sendiri pengganti dirimu selama aku disana. Yifan gege yang selalu mengajariku berbahasa China dan menemaniku kemanapun. Dia sangat baik padaku, hyung. Tapi jujur aku sangat kesepian, aku sudah sangat lama menantikan saat ini, saat kembali lagi ke Seoul ke rumah ayah, ibu, dan hyung. Kadang aku berpikir, apa alasan ayah dan ibu tiba-tiba menitipkan aku pada paman dan bibi Wu di China saat aku kecil? Apakah aku sangat nakal waktu kecil sehingga ayah dan ibu membenciku dan menitipkan aku pada paman dan bibi Wu?"
Sehun pun mulai terisak. Chanyeol pun langsung memeluknya erat, lalu mengangkat dagunya agar bisa menatap wajah. Dihapusnya air mata di wajah adiknya itu.
"Kau anak yang sangat baik, Sehun. Kau tidak pernah sekalipun berbuat nakal. Pasti ayah dan ibumu punya alasan yang tidak bisa mereka katakan padamu. Ayah dan ibu sangat mengkhawatirkan dan merindukan dirimu saat kau berada di China." Chanyeol tersenyum sebentar lalu mengusak rambut Sehun dengan lembut, "Jangan bersedih lagi ya, sekarang kan kau sudah kembali kerumah. Hyung berjanji hyung akan selalu ada disampingmu, hyung takkan pernah meninggalkan mu."
Chanyeol pun mengecup dahi Sehun dengan lembut, "Sudah lah, mari kita tidur. Kau tidak mau disuruh menggigiti sepatumu oleh Kim seongsaenim kan besok?" Chanyeol tertawa geli.
"Yak hyung, jangan bercanda !"
Sehun pun memukul dada Chanyeol, disaat seperti ini hyungnya bisa saja mengerjainya. Sehun pun tertawa masam mendengarnya.
Sehun dan Chanyeol pun mulai memejamkan mata untuk tidur dengan posisi saling memeluk
.
.
.
.
TBC
Next?
Don't forget to review^^
