Title : Competely Love

Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), and other cast (find out in the story)

Genre : Brothership, Romance, Yaoi

Rated :T- M

Author : SuyangSuyong

Disclaimer : Ff ini pure hasil dari pikiran author 'suyangsuyong', strawberry B Cuma bantu share.

Summary : Sehun mencintai Chanyeol, begitupun sebaliknya. Hubungan percintaan mereka sejak awal memang salah, terlebih mereka adalah saudara. Akankah kisah cinta mereka akan berakhir indah? /YAOI/BOYXBOY/BL/HUBUNGAN SESAMA JENIS.

.

Warning! Don't Read If You Don't Like Yaoi

Sorry for typo

.

.

.

Happy reading guys^^


Chapter 3 (The wrong things)

.

.

.

.

.

Sehun terbangun dari tidurnya. Ini masih jam 05.30, memang terlalu cepat tetapi Sehun sudah biasa bangun jam segini karena ketika di China ia harus membantu bibi Wu dulu di dapur untuk menyiapkan sarapan sebelum berangkat sekolah.

Dirasakannya pinggangnya yang dipeluk erat oleh kakaknya, Chanyeol. Dipandangnya wajah Chanyeol yang sedang tertidur disampingnya. Ah, dia sangat rindu sekali dengan wajahnya. Sudah 10 tahun lamanya ia tak melihat wajah Chanyeol, dan sudah banyak perubahan pada Chanyeol. Sehun akui, kakaknya semakin tampan. Di tatapnya lekat-lekat wajah Chanyeol yang tertidur dengan damai itu.

Dengan hati-hati Sehun memegang pipi Chanyeol, berharap Chanyeol tak akan terganggu dan terbangun karenanya. Dielusnya pipi kakaknya itu dengan lembut. Sungguh, Sehun sangat rindu dengan kakaknya.

Sehun menarik tangannya dari pipi Chanyeol, lalu dengan perlahan mencoba melepaskan pelukan Chanyeol dari pinggangnya. Ia ingin ke dapur dan melihat apakah ibunya sudah bangun atau belum.

Saat sehun bergerak perlahan, tiba-tiba Chanyeol terbangun, lalu kembali memeluk adiknya itu.

"Kau mau kemana Hun? Kenapa bangun pagi-pagi sekali?" tanya Chanyeol dengan wajah sayu dan mata menyipit khas orang baru bangun tidur.
"Ah hyung, maaf aku membangunkan mu ya? Aku ingin ke dapur dan melihat apakah ibu sudah bangun atau belum, aku ingin membantunya.

Kalau hyung masih mengantuk, tidur lagi saja. Nanti ku bangunkan lagi saat akan berangkat sekolah. Maafkan aku hyung, karena membuat mu terbangun."

"Tak apa, ya sudah. Nanti bangun kan aku lagi ya."
"Ya hyung."

Sehun menuruni tangga dan menuju dapur. Dilihat nya ibunya sedang memasak.

"Ibu, ada yang bisa ku bantu?"
"Ah Sehun, kau sudah bangun? Cepat sekali. Kau mau membantu ibu? Baiklah, tolong ambilkan bumbu dapur ya."
"Baik bu."

Sehun mengambil bumbu dapur di pantry dan memberi nya pada ibu. Dilihatnya ibu sedang memotong bawang.

"Ibu mau memasak apa?"
"Ibu ingin memasak nasi goreng kimchi saja untuk sarapan."
"Aku sering membantu bibi Wu dulu saat akan memasak makanan untuk sarapan. Dan bibi Wu senang sekali membuat nasi goreng China."
"Ah, apa ini sebabnya kau selalu bangun sepagi ini Sehun? Kau sering membantu bibi memasak untuk sarapan di pagi hari ya?"
"Iya bu, aku sudah terbiasa bangun sepagi ini. Oh ya bu, ada yang bisa ku bantu lagi?"
"Kau tolong siapkan piring saja di meja makan, sebentar lagi sudah selesai masakannya. Oh ya, jika sudah selesai, tolong bangunkan hyungmu ya. Suruh dia untuk mandi lalu siap-siap setelah itu suruh dia turun ke bawah untuk sarapan."
"Baik bu."

Setelah menata rapi piring di meja, Sehun bergegas ke kamar Chanyeol untuk membangunkannya. Sehun membuka pintu kamar dan dilihatnya Chanyeol masih tidur pulas. Membuatnya tak tega untuk membangunkannya.

"Hyung.. Chanyeol hyung.. bangunlah, ini sudah siang."

Digoyangkannya badan Chanyeol untuk membangunkannya. Chanyeol pun menggeliat pelan lalu membuka matanya perlahan. Masih setengah sadar, Chanyeol melirik Sehun disampingnya.

"Jam berapa ini, Hun?"
"Jam 06.30, hyung. Cepatlah kau bangun lalu mandi, setelah itu bersiap-siap dan turun kebawah untuk sarapan. Aku tak mau terlambat hyung, jadi cepatlah."
"Baiklah Hun."

Chanyeol pun bangun dari tidurnya lalu bergegas ke kamar mandi.

"Hyung, mau kusiapkan seragam mu tidak?"
"Ya Hun, terima kasih."

Sehun pun menyiapkan baju seragam untuk Chanyeol. Setelah itu dia turun ke bawah untuk sarapan.

15 menit kemudian Chanyeol sudah siap dan turun kebawah untuk sarapan. Dilihatnya Sehun, ibu, dan ayahnya sedang sarapan. Ditariknya kursi ke belakang, lalu Chanyeol duduk di kursinya.

"Pagi ibu, ayah."
"Ya, pagi." sahut ibu dan ayahnya.
"Chanyeol, Sehun, kalian berangkat bersama kan? Mau berangkat bersama ayah naik mobil ke sekolah?"
"Ah tidak usah ayah, kami bisa menaiki bus umum, ya kan Sehun?"
"Ya ayah, aku setuju dengan Chanyeol hyung. Lagipula kami tidak ingin merepotkan ayah dan membuat ayah terlambat pergi ke kantor."
"Ah tidak sama sekali, Sehun. Tapi baiklah, jika itu mau kalian, tapi hati-hati ya. Chanyeol, jaga adikmu, jangan kau tinggalkan. Dia belum hafal betul jalan dari rumah ke sekolah. Sehun, jangan nakal ya pada hyung mu. Turuti apa kata hyungmu."
"Ya ayah, aku takkan nakal dan menuruti apa kata Chanyeol hyung."
"Ya ayah, aku akan menjaganya dengan baik."

.

.

.

.

"Kau sudah tahu jalan ke kelasmu kan?
"Ya hyung, aku sudah hafal."
"Baiklah, kalau begitu aku tinggal pergi ke kelasku ya? Jaga dirimu."
"Ya hyung, kau juga jaga dirimu. Hati-hati hyung."
Chanyeol pun meninggalkan Sehun dan pergi ke kelasnya.

Sehun memasuki kelasnya, dilihatnya Kai, teman sebangku barunya sudah sampai duluan daripadanya.

"Hai, Sehun."
"Hai Kai-ssi, kau datang pagi sekali, bahkan lebih dulu dariku."
"Ah iya kemarin aku agak datang kesiangan karena jalanan macet, jadi untuk menghindari macet, aku berangkat pagi sekali."
Sehun pun mendudukkan dirinya di sebelah Kai.
"Oh begitu. Memangnya rumah mu dimana? Kau kesini naik apa?"
"Ah aku tinggal di apartemen di daerah Cheongdamdong. Aku berangkat dengan mengendarai motor."
"Ah pantas saja, rumahmu jauh dari sini."
"Kalau kau Sehun, kenapa kau selalu datang pagi sekali?"
"Aku selalu bangun pagi, dan aku berangkat bersama hyungku naik bus umum. Kami harus datang lebih pagi karena kalau terlalu siang bus akan sangat ramai, dan pasti jalanan macet."
"Hyungmu bersekolah disini juga?"
"Ya, hyungku kelas 3, namanya Chanyeol hyung."
"Chanyeol sunbae? Kau adiknya? Chanyeol sunbae yang terkenal di sekolah itu kan?"
"Wah, aku tak menyangka hyungku bisa terkenal dan dikenal banyak orang." jawab Sehun dengan tertawa geli.

"Aku tak menyangka bisa duduk bersebelahan dengan adiknya, haha." Gurau Kai.

Bel pun berbunyi. Lee seongsaenim menyudahi pelajaran dan keluar. Murid-muridpun berhamburan keluar untuk istirahat.

"Sehun, kau tidak istirahat? Mau ke kantin dan makan bersamaku?" ajak Kai.
"Baiklah, aku mau."

Saat Kai dan Sehun akan keluar kelas, tiba-tiba Chanyeol sudah berdiri di depan kelas.

"Sehun !"
"Ah hyung, kau mengagetkanku. Ada apa kau kemari, hyung?"
"Aku hanya ingin mengajakmu makan bersama di kantin. Cepatlah, Baekhyun sudah menunggu di kantin."
Tiba-tiba mata Chanyeol tertuju pada seseorang disebelah Sehun.

"Hun, itu teman barumu?"
"Ah iya hyung, hampir saja aku lupa. Kenalkan hyung, ini Kai, teman sebangku ku yang kuceritakan kemarin padamu. Kai, kenalkan ini Chanyeol hyung." Ucap Sehun pada Chanyeol dan Kai sambil mengenalkan satu sama lain.

"Wah akhirnya aku bisa bertemu langsung dengan Chanyeol sunbae yang terkenal itu, annyeong sunbae aku Kai, teman sebangkunya Sehun. Senang berkenalan denganmu, sunbae." Ucap Kai dengan semangat.

"Aku Chanyeol, hyungnya Sehun. Senang juga berkenalan denganmu. Aku tidak se terkenal yang kau kira itu Kai. Oh iya, terima kasih ya kau sudah mau menemani Sehun di kelas. Kuharap kau betah berteman dengan Sehun."
"Tak perlu berterima kasih sunbae, aku senang berteman dengan Sehun."

.

"Sehun"
"Ya Kai, ada apa?"
"Pulang sekolah nanti maukah kau menemaniku ke toko buku? Aku ingin mencari buku fiksi ilmiah."
"Eum Kai, kurasa hari ini aku tak bisa. Ada tugas dari Choi seongsaenim yang belum aku kerjakan. Lagipula, aku belum meminta izin pada Chanyeol hyung, aku takut dia akan memarahiku nanti. Bagaimana kalau besok saja?"
"Ya sudah tak apa, besok saja. Tapi benar kan kau mau menemani ku?"
"Ya hyung, aku mau. Nanti"
"Oke, baiklah."

Bel pulang sekolah pun berbunyi. Chanyeol langsung saja memasuki ruang kelas Sehun setelah dipastikan guru dikelas Sehun sudah keluar. Chanyeol pun menghampiri Sehun yang sedang membereskan buku dimejanya.

"Sehun-ah !"
"Hyung, kau mengagetkan ku saja. Kenapa kau kemari? Tunggu saja di depan gerbang, itu merepotkanmu."
"Kau tak suka aku ke kelasmu?"
"Ani, bukan begitu hyung.."
"Sudahlah, ayo kita pulang."

Chanyeol pun langsung menarik lengan Sehun.

"Kai, aku pamit duluan ya."
"Ya Sehun, hati-hati dijalan. Jangan lupa ya besok temani aku."
"Ya, Kai."

.

.

"Sehun, kau ada janji apa dengan Kai?"

Kini mereka tengah duduk di halte bus depan sekolah. Bus yang mereka tunggu belum datang juga.

"Ani hyung, bukan apa-apa. Kai mengajakku untuk pergi ke toko buku hari ini, tetapi aku tak bisa. Aku harus mengerjakan tugas dari Choi seongsaenim. Lagipula aku takut pergi tanpa izin darimu. Jadi aku akan pergi besok, hyung mengizinkanku kan?"
"Ya sudah, kalau kau ingin pergi dengan Kai, hyung izinkan. Sini, kemarikan ponselmu."

Chanyeol pun mengulurkan tangannya berniat meminta ponsel Sehun.

"Untuk apa, hyung?"
"Aku harus punya nomormu dan kau harus punya nomorku. Aku baru berganti ponsel dan kartu baru, jadi aku tak mempunyai nomormu. Kalau kau masih ada nomorku, hapus saja. Sini, berikan ponselmu."

Sehun pun memberikan ponsel nya pada Chanyeol. Chanyeol mengambilnya, lalu memasukkan nomornya kedalam ponsel Sehun dan memasukkan nomor Sehun kedalam ponsel Chanyeol. Lalu mengembalikan lagi ponsel Sehun.

"Sekarang, kita saling terhubung. Kalau ada apa-apa jangan lupa kabari aku, atau aku akan khawatir setengah mati padamu."

"Ya, hyung."

Bus yang mereka tunggu pun datang. Sehun dan Chanyeol masuk ke dalam bus.

.

.

.

.

.

.

"Sehun-ah."

Chanyeol masuk kedalam kamar Sehun. Chanyeol melihat Sehun sedang mengerjakan tugas nya di meja belajar.

"Ada apa hyung?"
Sehun menoleh kearah hyungnya.
"Tak apa Hun, aku hanya ingin menemanimu belajar."
"Hyung tak belajar?"
"Aku bosan. Aku tidur dikamarmu ya."
"Ya hyung. Harusnya kau lebih banyak belajar hyung, kau kan sudah mendekati ujian untuk kelulusan."
"Tanpa belajar aku sudah pintar." Chanyeol pun tertawa.
Sehun hanya mendengus sebal.

"Kau mau masuk universitas mana, hyung?"
"Aku tak tahu, Hun. Dimana saja boleh asal aku bisa kuliah dengan baik."

Chanyeol melihat ke sekeliling kamar Sehun. Ternyata adiknya ini rajin sekali. Ia memiliki banyak buku-buku yang tertata rapi di rak nya. Matanya seketika menangkap ada sebuah boneka di atas nakas. Diambilnya boneka itu dari atas nakas.

"Hun, ini milikmu?" Tanya Chanyeol.
Sehun menoleh kearah hyungnya dan melihat apa yang dipegang oleh hyungnya.

"Ya hyung itu milikku."
"Ini boneka rillakuma kan? Sejak kapan kau menyukai boneka ini?"
"Ah hyung, sebenarnya itu dari Yifan gege. Waktu dia mengajakku jalan-jalan, dia membelikanku boneka itu. Yifan gege bilang boneka itu akan menjadi temanku bila aku sedang sendirian dan tak ada Yifan gege. Dan akhirnya aku menyukai boneka itu."

Chanyeol terdiam. Seperti apa sosok Yifan sebenarnya yang selalu dibicarakan oleh adiknya itu? Bahkan ia saja belum pernah diajak ayah atau ibunya untuk berkunjung ke China menemui paman dan bibi Wu serta Yifan.

"Hun, tugasmu belum selesai?"
"Sedikit lagi, hyung. Kau sudah mengantuk? Harusnya hyung tidur duluan saja, tak usah menungguku."
"Sini, biar kubantu."

Chanyeol pun duduk disamping Sehun lalu membantu Sehun untuk mengerjakan tugasnya. Sehun pun hanya memperhatikan kakaknya ini yang sedang membantunya. Ternyata Chanyeol sangat cerdas. Hebat sekali dia bisa mengerjakan tugasnya ini yang menurutnya sangat rumit, meskipun Sehun termasuk pintar juga, namun hyungnya lebih pintar.

"Sudah selesai, ayo kita tidur."
Chanyeol merapikan buku Sehun lalu menarik lengan adiknya itu untuk mengajaknya tidur.

"Gomawo, hyung." Ucap Sehun sambil tersenyum. Manis sekali.
Chanyeol pun mengusak surai Sehun dengan gemas sambil tersenyum.

Sehun dan Chanyeol tidur saling berhadapan dengan posisi saling memeluk. Sehun pun mulai memejamkan matanya.

Chanyeol pun memandangi Sehun dalam tidurnya. Kalau dilihat-lihat adiknya ini sangat manis dan menggemaskan sekali. Kelopak matanya yang indah, hidungnya yang mancung, kulitnya yang bersih putih pucat dan halus seperti susu, dan bibirnya.. bibir mungilnya yang merah muda semanis cherry pun itu sangat menggoda.

Astaga, apa yang sedang dipikirkan olehnya. Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak, ini tidak benar. Seharusnya ini tidak boleh dilakukan olehnya. Chanyeol pun meneguk ludahnya dengan susah payah, berusaha mengusir pikirannya itu. Namun ada hal yang berbeda dirasakan oleh hatinya ketika melihat Sehun. Rasa ingin selalu dekat dan rasa ingin melindungi Sehun sangat tak ingin berpisah lagi dari Sehun. Dia selalu ingin berada disamping Sehun.

"Hyung aku tahu kau daritadi sedang menatapku. Berhenti menatapku dengan tatapan anehmu itu dan tidur lah." Ucap Sehun dengan mata yang masih terpejam.

Chanyeol panik. Ternyata Sehun belum sepenuhnya tertidur dan menyadari apa yang sedang dilakukannya.
"A-apa yang k-kau katakan. Jangan terlalu percaya diri Oh Sehun, aku tak menatapmu daritadi."
"Kenapa kau tergagap? Kau gugup? Akui saja, hyung." Sehun terkikik geli dalam tidurnya."
"Ah sudah lah, aku mau tidur."
Chanyeol pun semakin merapatkan dirinya pada Sehun dan memeluk adiknya itu dengan erat, lalu mulai memejamkan matanya.

"Sehun, aku menyayangimu."

Bisik Chanyeol dalam hatinya.

TBC


Hi^^

Maaf banget buat yag nunggu lama ff ini.

jangan lupa tinggalkan jejak kritik dan saran yah ^^

ditunggu loh hehe

Next?