Title : Competely Love
Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), and other cast (find out in the story)
Genre : Brothership, Romance, Yaoi
Rated :T- M
Author : SuyangSuyong
Disclaimer : Ff ini pure hasil dari pikiran author 'suyangsuyong', strawberry B Cuma bantu share.
Summary : Sehun mencintai Chanyeol, begitupun sebaliknya. Hubungan percintaan mereka sejak awal memang salah, terlebih mereka adalah saudara. Akankah kisah cinta mereka akan berakhir indah? /YAOI/BOYXBOY/BL/HUBUNGAN SESAMA JENIS.
.
Warning! Don't Read If You Don't Like Yaoi
Sorry for typo
.
.
.
Happy reading guys^^
Chapter 6 (Forbidden Love)
Ini masih tengah malam. Namun Sehun masih terjaga. Melihat kearah samping, hyungnya Chanyeol masih tertidur pulas sambil memeluknya. Napasnya yang berat menghembuskan hawa hangat panas, khas orang yang sedang demam.
Sehun melepaskan tangan Chanyeol dari pinggangnya, bangun lalu duduk disampingnya. Sehun mengambil handuk yang ada di dahi Chanyeol, yang ternyata sudah kering. Lalu menyentuh dahinya, masih sangat terasa panas. Mengambil baskom yang berisi air yang ada di nakas, ternyata sudah tidak hangat lagi. Sehun turun kebawah untuk mengambil air hangat lagi.
Kembali dengan baskom berisi air hangat, Sehun mencelupkan handuk ke dalam air hangat, lalu memeras dan meletakkannya lagi atas dahi Chanyeol. Sehun sangat telaten untuk merawat Chanyeol, berulangkali mengompres dahi Chanyeol yang amat panas, berharap panasnya akan segera turun esok hari.
Sehun kembali teringat apa yang sudah terjadi tadi. Masih mengingat apa yang Chanyeol ucapkan. Hatinya masih ragu, pikirannya pun masih menolak jalur yang keluar dari kenyataan.
'Bukankah kita sedarah hyung? Kenapa kau lakukan itu? Bukan niatku untuk menolakmu, hanya saja aku masih tidak mempercayai semua ini. Terlalu sulit untuk mempercayai semua ini. Biarkan aku sendiri dan beri aku waktu untuk menerima semua yang kau harapkan, hyung. Hatiku mungkin takkan menolak nantinya, tapi pikiranku yang akan menentangnya, jadi beri aku waktu dan jarak sampai aku bisa menerima semuanya.' Batin Sehun sambil menatap wajah Chanyeol yang tertidur pulas.
"Chanyeol"
Ibu membangunkan Chanyeol, berniat untuk menyuruh nya memakan buburnya. Ini memang sudah pagi, matahari sudah menampakkan wujudnya di ufuk timur.
"Ibu.. Sehun.. Sehun mana bu?"
"Sehun sudah berangkat sekolah, nak. Ah syukurlah panasnya sudah turun, adikmu sangat telaten sekali merawatmu. Ayo sarapan, habiskan dulu buburmu, lalu minum obatnya." Ucap ibu setelah memastikan dahi Chanyeol sudah tak panas lagi dan menyodorkan bubur pada Chanyeol untuk dimakan. Lalu mengusap rambut anaknya itu dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih ibu, nanti akan ku habiskan."
"Hoi Sehun!"
Sehun menoleh ke belakang.
"Ah, Baekhyun hyung" sapa Sehun.
"Hei, Chan kemana? Kenapa kalian tak berangkat bersama?"
"Ah itu hyung, Chanyeol hyung sakit dan..."
"APA?! CHAN SAKIT?!"
Sehun terlonjak kaget melihat ekspresi Baekhyun yang terlalu berlebihan.
"Ah maafkan aku. Chan sakit? Sakit apa? Aigoo, kenapa tak memberi tahuku?"
"Chanyeol hyung demam tinggi, hyung. Dia masih harus beristirahat dirumah, maaf aku baru memberi tahumu, hyung"
"Yasudah tak apa, pulang sekolah nanti aku pulang bersamamu ya, sekalian ingin menjenguk Chan. Nanti tunggu aku di gerbang sekolah saat pulang sekolah, oke?"
"Baiklah hyung"
"Kalau begitu aku ke kelas duluan ya, Sehun"
Baekhyun menepuk-nepuk pundak Sehun, lalu bergegas masuk ke kelasnya.
Bersyukur lah hari ini Choi seongsaenim tidak masuk ke kelas, dan kosong selama 2 jam. Sehun memanfaatkan waktunya untuk memejamkan matanya sebentar, sungguh ia sangat mengantuk.
"Hei Sehun"
Kai menepuk pundak Sehun.
"Oh, ada apa?" Sahut Sehun.
"Hei, kau pucat sekali, kenapa?"
"Aku tidak apa-apa, hanya mengantuk saja. Semalaman aku tak tidur."
"Kenapa?" Kai mengerutkan keningnya.
"Aku harus merawat Chanyeol hyung yang sakit."
"Chanyeol sunbae sakit? Ah, malangnya, semoga cepat sembuh ya. Kalau begitu lebih baik kau ke ruang kesehatan saja, lalu beristirahat dengan nyaman disana. Disini terlalu berisik, kau takkan bisa tidur. Nanti aku yang akan meminta izin jika ada guru yang masuk."
"Terima kasih banyak Kai, kalau begitu aku ke ruang kesehatan dulu ya."
Lalu Sehun pergi ke ruang kesehatan.
Sehun tertidur selama 4 jam di ranjang ruang kesehatan, itu sudah cukup untuk mengembalikan tenaga dan fokusnya. Masih ada 2 jam pelajaran lagi sebelum bel pulang sekolah. Sehun bangkit dan bergegas menuju ke kelas.
Bel pulang sekolah pun berbunyi, Sehun segera merapikan buku-bukunya kedalam tas dan bergegas pulang.
"Sehun, mau ku antar sampai rumah tidak?" Tawar Kai.
"Tidak usah Kai-ya, hari ini aku akan pulang bersama Baekhyun hyung. Kalau begitu aku duluan ya, Kai."
Sehun melambaikan tangannya pada Kai dan langsung bergegas pulang.
"Sehun!"
"Baekhyun hyung! Hyung sudah lama menungguku disini? Maafkan aku hyung agak sedikit terlambat"
"Ani, aku baru saja sampai disini dan kau datang. Sudahlah, ayo kita pulang"
Baekhyun menyeret tangan Sehun dan mengajaknya pulang.
"Hei Sehun, bagaimana bisa Chan sakit hari ini? Bukannya kemarin dia sehat sehat saja? Ah hari ini aku jadi tidak mendapat jatah makanan dari dia"
"Kemarin pulang sekolah Chanyeol hyung mengajakku pulang sambil menerobos hujan hyung, lalu dia kebasahan semua sampai menggigil dan malamnya badannya panas"
"Aigoo, si Chan memang keras kepala. Padahal kemarin sudah ku suruh menunggu hujan reda bersamaku, nekat juga dia. Ah itu rumahmu kan? Akhirnya kita sampai juga, ayo cepat!"
Sehun membuka pintu rumah dan masuk bersama Baekhyun.
"Ibu aku pulangg.." Teriak Sehun
"Ah Sehun, kau sudah pulang. Eh, kau pulang bersama Baekhyun, nak?" Tanya ibu saat melihat Baekhyun disamping Sehun.
"Iya bu, aku pulang bersama Baekhyun hyung."
"Annyeong ahjumma, aku kesini untuk menjenguk Chan, apa dia sudah baikan?"
"Ah iya, Chanyeol sudah baikan sekarang, panasnya sudah turun. Kalau kau ingin menemuinya, Chanyeol ada dikamar."
"Yasudah kalau begitu, aku ke kamar Chanyeol dulu ahjumma" Baekhyun segera pergi ke kamar Chanyeol
"Sehun, ganti pakaian mu lalu setelah itu makan ya, ibu sudah memasakkan makanan kesukaanmu"
"Iya bu, terima kasih, aku akan ke kamar ku dulu bu."
"Chan!"
Baekhyun membuka pintu kamar Chanyeol dan mendapati Chanyeol sedang duduk sambil membaca buku.
"Hei, mau apa kau kesini?" Tanya Chanyeol saat melihat Baekhyun.
"Apalagi kalau bukan menjengukmu, Chan" Baekhyun memutar bola matanya malas.
"Hei, kau kesini bersama siapa?"
"Tadi aku pulang bersama Sehun."
"Kau pulang bersama Sehun? Syukurlah"
Chanyeol mengelus dadanya, merasa tenang.
"Hei, kau kenapa?" Baekhyun menyatukan alisnya saat melihat Chanyeol seperti itu.
"Tidak, tidak. Sudahlah, pulang sana sudah malam. Lagipula kau sudah melihat aku baik baik saja kan? Pulang sana"
"Yak Chanyeol! Aku baru sampai dan kau menyuruhku pulang?! Aigoo... tapi kau akan masuk sekolah kan besok?"
"Iya, aku masuk, lagipula tak betah lama lama dirumah seperti ini."
"Jangan lupa sediakan jatah makan siangku besok, ehe"
"Kau ini, selalu saja ada maunya" Chanyeol memutar bola matanya malas.
Setengah jam kemudian, Baekhyun pamit pulang pada Sehun dan ibunya. Sehun hendak memasuki kamarnya yang terletak di sebelah kamar Chanyeol, namun tiba-tiba Chanyeol keluar dari kamarnya.
"Hai Sehun, kau baru pulang?"
"Iya. Aku lelah, ingin istirahat."
Sehun menyahuti Chanyeol dengan sekenanya dan tidak berniat menoleh melihat wajah Chanyeol. Dia langsung masuk begitu saja kedalam kamarnya.
"Sehun, tunggu!"
Chanyeol mencekal tangan Sehun yang hendak memegang kenop pintunya.
"Kau kenapa sih?"
"Aku tak apa hyung, hanya lelah. Jangan menggangguku"
Sehun sedikit menoleh kearah Chanyeol tanpa minat.
"Tunggu dulu, kita harus bicara"
Chanyeol membuka pintu kamar Sehun dan menarik tangan Sehun untuk masuk kedalam kamarnya dan segera menutup pintunya.
"Kau harus tidur hyung, kau sedang sakit"
Ucap Sehun dengan datar.
"Apa kau berusaha untuk menghindariku?"
Sehun terdiam. Tak berniat menjawab pertanyaan Chanyeol. Matanya juga tak menatap wajah Chanyeol.
"Sehun, liat aku. Kenapa kau menghindariku?"
Sehun berpikir sejenak untuk mengolah kata kata apa yang akan diucapkannya.
"Aku hanya ingin kita terlihat seperti hubungan kakak dan adik saja. Tolong jangan beri aku perhatian lebih layaknya seorang kekasih. Aku ini adik kandungmu. Tolong jangan lakukan ini hyung, ini sungguh terlarang, aku tak mau kau ataupun aku mengambil resiko yang bahaya atas hubungan tak wajar ini"
"Sehun, dengarkan aku.."
"Dan ku harap hyung bisa mencintai orang lain. Jangan aku hyung, aku tak pantas untuk kau cintai sebagai pasanganmu. Tolong jangan berlebihan terhadapku. Aku bisa menjaga diriku sendiri, jadi kau tak perlu berlebihan untuk melindungiku. Terima kasih untuk semua perhatian dan kasih sayang yang hyung berikan untukku, kuanggap itu perhatian seorang kakak kepada adiknya." Potong Sehun dengan cepat.
Chanyeol terdiam sejenak. Hatinya serasa remuk saat Sehun mengatakan itu semua padanya.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan. Aku akan menjauh darimu, dan bersikap normal seperti layaknya kakak adik. Aku akan menutup diri untuk siapapun dan mengubur semua perasaan yang telah ada ini. Terima kasih untuk segalanya, aku menyayangimu sebagai adikku."
Chanyeol keluar kamar Sehun dengan ekspresi kecewa. Menutup pintu Sehun dengan sedikit keras dan meninggalkan pemiliknya diam terpaku di dalamnya. Hatinya remuk, bagai di karang dihantam ombak besar. Chanyeol harus mengubur dalam dalam perasaan ini pada Sehun.
"Selamat pagi bu."
"Pagi Sehun, ingin sarapan apa?"
"Buatkan aku roti panggang selai cokelat saja bu"
Sehun mengedarkan ke sekeliling ruang makan. Lalu menengok kearah jam dinding yang ada di atas, masih jam 06.30. Dia tidak bangun kesiangan tetapi kenapa sepi sekali?
"Ibu, Chanyeol hyung kemana?"
"Oh, Chanyeol berangkat lebih awal tadi, dia bilang ingin belajar di perpustakaan untuk ujian di awal jam pelajarannya."
Sehun terdiam. Benarkah Chanyeol pergi pagi-pagi untuk belajar? Ataukah untuk menepati ucapannya yang akan menjauhi dirinya? Entahlah, kepalanya terasa pening untuk memikirkan hal seperti ini pagi-pagi.
"Hai Sehun! Melamun saja pagi-pagi"
Kai yang baru datang langsung duduk disamping Sehun.
"Hai Kai, tumben sudah datang"
"Sedang memikirkan apa? Serius sekali kelihatannya"
"Ah bukan apa-apa, tak usah dihiraukan"
"Oh iya, Sehun"
"Ada apa Kai?"
"Sepulang sekolah maukah kau ikut berjalan jalan sebentar denganku? Tenang saja aku akan mengantarmu sampai rumah"
Sehun berpikir sejenak. Tak ada salahnya ia menyetujui ajakan Kai, rasanya ia juga tidak ingin cepat pulang dan berpapasan dengan wajah Chanyeol setelah insiden itu.
"Baiklah aku mau."
Chanyeol masih memikirkan kata kata Sehun tadi malam. Hatinya masih hancur mengingat Sehun yang menolaknya. Pelajaran hari ini pun tak benar-benar ia perhatikan. Ia sengaja datang pagi untuk menghindari Sehun dan juga merenungi semuanya.
"Chanyeol-ssi, ada yang ingin kau tanyakan? Dari tadi ku lihat kau hanya melamun dan tak memperhatikan pelajaran."
Teguran dari Lee seongsaenim sukses membuat Chanyeol sadar dan langsung melihat kearah gurunya.
"Eh.. tidak ada seongsaenim."
"Kalau begitu fokuslah dan perhatikan pelajarannya"
"Baiklah seongsaenim, maafkan aku"
Jam istirahat pun tiba. Namun Chanyeol tak berniat pergi kemana-mana. Ia hanya ingin dikelas dan tidur dengan kepala diatas meja.
"Hei Chan, ayo kita ke kantin, aku lapar"
Ajak Baekhyun.
"Kau saja, aku tak lapar"
"Ayolaahh Chaann..."
"Tidak mau, kau pergi saja dengan incaranmu, si Jongdae itu. Kalau kau mau, makanlah bekal ku, aku sungguh tak lapar"
"Aish kau ini. Tapi, benarkah aku boleh memakan bekalmu? Kau benar tak lapar?"
"Iya sudah, ini bawa saja. Cepat pergi, aku mengantuk"
Chanyeol menyodorkan bekal makanannya pada Baekhyun.
"Omo, baik sekali sahabatku ini.. baiklah kalau begitu aku ke kantin dulu yaa"
Chanyeol meletakkan kepalanya diatas meja. Sungguh ia tak memiliki hasrat untuk melakukan apapun. Sebenarnya ia ingin sekali pergi ke kantin bersama Baekhyun tadi, namun ia urungkan. Ia takut berpapasan dengan Sehun, dan membuat moodnya makin buruk lagi.
Ponselnya pun berdering. Ia mengambil ponselmya dari salam saku celananya, lalu melihat siapa yang mengiriminya pesan.
Chanyeol terdiam. Berniat ingin mengabaikan pesannya, namun ia juga penasaran. Akhirnya dibukalah pesan itu.
Sehun-ah
Beritahu ibu nanti aku pulang agak terlambat. Aku ada urusan.
Sehun mau kemana? Ada urusan apa dia sepulang sekolah nanti? Apa jangan-jangan dia pergi bersama Kai lagi?
Chanyeol berniat untuk membalas pesan Sehun, namun ia urungkan. Biarlah, Chanyeol sudah masa bodoh akan hal itu.
"Sehun, ayo kita jalan sekarang"
Kai menarik tangan Sehun, lalu bergegas menuju tempat parkir untuk mengambil motornya.
"Apa kau sudah memberitahu Chanyeol sunbae dan ibumu jika kau pergi sebentar denganku?"
"Sudah, tak usah khawatir. Ayo kita pergi."
Sehun mengambil helm dari tangan Kai lalu memakainya sambil naik keatas motor.
"Ayo turun, kita sudah sampai"
Sehun yang agak mengantuk tadi saat perjalanan langsung sadar sepenuhnya saat Kai mengajaknya turun. Sehun turun dari motor Kai, lalu melepas helm nya.
"Hei, ini kan sungai Han.. mengapa kita kesini?" Tanya Sehun yang bingung saat Kai tiba-tiba membawanya kemari.
"Tak apa, ku kira kita bisa melihat matahari terbenam disini, pasti sangat indah. Ayo, kita cari tempat duduk"
Kai menggenggam telapak tangan Sehun. Sedangkan Sehun, dari tadi hanya bisa diam saja sambil mencerna semua ini.
'Sepertinya firasatku mengatakan ada yang akan terjadi setelah ini, semoga tidak menjadi hal yang buruk.' batin Sehun.
"Nah, kita duduk disini saja"
Kai mendudukkan dirinya dibawah pohon rindang dipinggir sungai Han, lalu menarik Sehun agar duduk disebelahnya.
Tak ada yang memulai pembicaraan. Kedua nya masih asik menyelami pikirannya masing masing, sambil memandangi tenangnya sungai Han serta langit senja berwarna merah jingga serta matahari yang mulai menyembunyikan wujudnya.
"Sehun"
Akhirnya Kai memutuskan untuk memulai pembicaraan. Menoleh ke arah lawan yang diajak bicara. Sehun sontak kaget lalu menoleh.
"Eh iya.. ada apa?"
"Kau melamun? Memikirkan apa?"
"Aku.. aku tak memikirkan apapun. Kenapa? Ada yang mau kau bicarakan?"
Kai terdiam sejenak. Masih berpikir apa reaksi Sehun setelahnya ia berbicara ini.
"Kalau ku bilang aku menyukaimu, bagaimana?"
Dan Sehun hanya diam. Tetapi tanpa ekspresi kaget atau tercengang. Wajah nya masih datar datar saja. Sepertinya ia belum mencerna apa yang dikatakan Kai barusan, karena sibuk memikirkan hal lain.
"Eh maaf.. aku tak fokus. Bisa kau ulangi perkataanmu?"
"Sehun-ah, kalau aku menyukaimu, bagaimana?"
Dan kali ini baru Sehun kaget dan tercengang. Bola matanya refleks membesar serta mulut yang refleks terbuka karena terlalu terkejut.
"Eh.. ng apa aku tak salah dengar? Mak-maksud ku kau tak serius kan? Kau pasti bercanda, iy-iya kan?" Sehun tergagap. Bagus, Sehun mulai salah tingkah.
"Tidak, kau tak salah dengar. Haish, tak bisakah kau melihat kalau aku ini serius berkata seperti itu? Mana mungkin aku bercanda"
Sehun masih terdiam seribu bahasa.
"Aku sungguh sungguh menyukaimu. Aku ingin kau menjadi kekasihku, milikku. Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. Ternyata aku terkena love at first sight, eh? Eh tapi aku serius, maukah kau menjadi kekasihku? Aku benar-benar menyayangimu, Sehun-ah"
"Aku.. aku tak tahu harus menjawab apa"
Hanya itu yang dapat Sehun lontarkan dari mulutnya. Sungguh ia sangat bingung saat ini. Di satu sisi ia ingin sekali menerima namun disatu sisi ia berusaha menjaga perasaan seseorang. Siapa dia, eh?
Hatinya pun masih tak karuan. Dia pun juga belum ada perasaan lebih untuk Kai.
"Kau tak perlu menjawab sekarang jika tak bisa, aku akan menunggumu"
"Bisakah kau meyakinkan aku? Bisakah kau menjadi alasan mengapa aku harus menerimamu? Aku masih perlu waktu untuk meyakinkan diriku, jadi tolong beri aku waktu, ya?"
"Tenang saja aku akan menunggumu"
Kai tersenyum, manis sekali. Di elus nya surai halus milik Sehun.
"Sudah mau malam, ayo kita pulang" ajak Kai.
.
.
.
"Terima kasih untuk hari ini, aku senang bisa menghabiskan waktu untuk melihat sunset bersamamu"
Kai lagi-lagi tersenyum.
"Aku juga ingin berterima kasih karena kau sudah mau menghabiskan waktu bersama ku. Sudah malam, segeralah pulang. Kalau begitu aku masuk duluan ya, hati-hati dijalan"
"Sehun"
Panggil Kai saat Sehun hendak membalikkan badannya.
"Ada apa?" Sehun mendekat pada Kai.
Tanpa di duga Kai mencium pipi Sehun. Walaupun hanya sedetik, tapi itu sukses membuat Sehun terpaku bagai disetrum listrik.
"Selamat malam, aku pulang ya"
Kai langsung pergi meninggalkan Sehun yang masih terdiam membisu disana.
.
.
.
.
.
"Ibu, aku pulang"
Sehun kaget. Tiba-tiba Chanyeol muncul lalu menarik tangannya secara paksa. Sehun berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Chanyeol namun sia sia saja karena tenaga Chanyeol lebih besar darinya.
Chanyeol membawa Sehun kedalam kamarnya, lalu segera mengunci pintu kamarnya.
"Hei, lepaskan aku! Kau ini, apa yang kau lakukan?! Seenaknya menarik-narik tanganku seperti ini!"
"Pergi kemana saja kau dengan Kai?!"
Tanya Chanyeol tak sabar.
"Itu bukan urusanmu, berhenti untuk ikut campur dalam semua yang aku lakukan!"
"Aku tak suka kau dekat-dekat dengannya!"
"Masa bodoh, perduli apa aku pa... mmpphh!"
Chanyeol langsung membungkam mulut Sehun dengan bibirnya. Tak tahan melihat Sehun terus berbicara ketus padanya. Di raup nya bibir itu sampai habis, meluapkan semua emosinya dalam ciuman itu.
Sehun terus memberontak, memukul-mukul dada Chanyeol sembari mendorongnya agar menjauh, namun percuma saja Chanyeol lebih kuat darinya, bahkan lengannya mulai diremas oleh tangan kekarnya.
Chanyeol terus menciumi, menjilat,serta menggigit bibir Sehun dengan segala emosinya. Lalu dilepaskannya tautan bibirnya dengan Sehun. Ditatapnya mata Sehun yang masih menyiratkan kebencian padanya.
"Maafkan aku, aku sangat merindukanmu, aku tak mau kehilanganmu lagi.." Lirih Chanyeol
Sehun hanya terdiam. Tak tahu harus merespon apa. Chanyeol terlihat kacau sekali dan Sehun tak tega melihatnya.
"Kau boleh maki aku lagi sekarang, kau boleh pukul aku sekarang, tapi kumohon.. jangan menyuruhku untuk menjauhi mu lagi atau tak memberikan perhatianku padamu lagi, aku tak sanggup.. aku juga tak rela saat Kai mencium pipimu tadi, aku tak suka, aku benci"
Sehun terkejut. Jadi, Chanyeol melihat nya tadi saat Kai mencium pipinya?
"Sehun.. tolong jangan seperti ini lagi padaku, aku benar-benar tak tahan harus jaga jarak denganmu.. terserah kau mau menganggapku apa, aku tak peduli. Aku hanya ingin kau disisiku. Aku tak peduli, persetan dengan hal yang terlarang itu"
Sehun tak bisa lagi membohongi dirinya. Ia juga sangat rindu dengan hyungnya. 2 hari menjaga jarak dan tak ada interaksi apapun membuat Sehun kacau. Ia merindukan hyungnya.
"Aku..aku minta maaf hyung, aku sudah membuatmu seperti ini, tapi sungguh aku masih belum bisa menerima ini semua. Maaf sudah menyuruhmu untuk menjauhiku, aku tahu kau tersiksa begitupun aku. Tetaplah bersikap selayaknya hyungku, tetaplah memberikan kasih sayangmu sebagai seorang hyung, maka suatu saat aku akan mempertimbangkan perasaanmu itu."
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Gimana?
Next?
Oh ya, B minta maaf karena ga update lama banget. B bener bener lagi sibuk masalah RL yang ga ada celahnya. B mungkin bakal rajin update setelah lebaran.
Sekali lagi B minta maaf ya ^^
See You In Next Update ^^
