Title : Competely Love

Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), and other cast (find out in the story)

Genre : Brothership, Romance, Yaoi

Rated :T- M

Author : SuyangSuyong

Disclaimer : Ff ini pure hasil dari pikiran author 'suyangsuyong', strawberry B Cuma bantu share.

Summary : Sehun mencintai Chanyeol, begitupun sebaliknya. Hubungan percintaan mereka sejak awal memang salah, terlebih mereka adalah saudara. Akankah kisah cinta mereka akan berakhir indah? /YAOI/BOYXBOY/BL/HUBUNGAN SESAMA JENIS.

.

Warning! Don't Read If You Don't Like Yaoi

Sorry for typo

.

.

.

Happy reading guys^^

.

.

.

.

.

Chapter 8 (Final Decision)

Musim ujian bagi siswa tingkat akhir di SMA sudah mulai dekat. Dan ini membuat siswa-siswa mulai sangat disibukkan dengan buku-buku dan menyita banyak waktu mereka untuk belajar. Tak terkecuali Chanyeol. Ya, Chanyeol memang sudah disibukkan dengan beberapa macam les tambahan untuk ujian. Belum lagi pihak sekolah yang menambah jam belajar mereka di sekolah untuk lebih fokus menghadapi ujian. Hal ini tentu membuat Chanyeol seringkali mendesah kelelahan, toh juga tanpa belajar dia rasa dia akan bisa menjawab semua soal ujian itu, karena dia sangat cerdas. Tapi disisi lain, ia juga ingin menghilangkan satu hal.

Rasa rindunya yang teramat besar pada adiknya sekaligus orang yang dicintainya, Park Sehun.

.

.

.

.

.

Sehun hanya mendesah tertahan di atas meja dengan posisi kepala dibaringkan diatas meja. Tepat 1 bulan Chanyeol menepati janjinya untuk tak mengganggunya lagi. Mungkin Chanyeol benar-benar berusaha untuk menghilangkan perasaannya padanya. Ia juga tak pernah berpapasan dengan kakaknya itu di sekolah, bahkan di rumah pun jarang sekali. Hanya sekali waktu saat mereka sedang makan bersama kedua orangtua mereka di meja makan.

'Benarkah secepat itu Chanyeol hyung menghindariku? Apakah ia benar-benar sudah melupakanku?' Batin Sehun didalam hati.

"Sehun, ini pesananmu"

Sehun mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Kai yang membawa makanan pesanannya dari kantin. Sungguh ia sangat malas hanya sekedar untuk berjalan ke kantin, jadilah ia menitip untuk dibelikan makanan saja oleh Kai, seseorang yang masih berstatus menjadi kekasihnya.

"Hei, kau kenapa? Lesu sekali, kau sakit?"

Kai memegang dahi Sehun, tapi dahinya tak panas sama sekali.

"Aku tak apa Kai, hanya kurang tidur dan sedikit lelah saja"

"Kalau begitu segera habiskan makananmu sekarang. Mau makan di kelas saja atau di taman belakang?"

"Dikelas saja Kai, aku malas sekali keluar"

"Baiklah kalau begitu, aku akan menemanimu"

.

.

.

.

.

.

.

"Ibu, aku pulang!"

Begini lah keadaan saat Chanyeol pulang. Jadwal belajar yang padat membuatnya kadang pulang malam sekali. Seperti hari ini, ia pulang kerumah tepat jam 10 malam. Rumah sudah gelap, tetapi ibunya senantiasa menunggunya di ruang tamu.

"Chanyeol, kau sudah pulang nak? Cepatlah ganti bajumu dan bersihkan badanmu, ibu sudah menyiapkan makanan untukmu di meja makan. Kau pasti lelah dan kelaparan, bukan?"

"Ibu harusnya jangan menungguku dan tidurlah. Ibu pasti sudah mengantuk menungguku, maafkan aku ibu"

"Sudahlah tak apa. Cepatlah segera bersihkan badanmu."

Selesai mandi dan berganti baju, Chanyeol langsung pergi ke meja makan. Disana ibunya masih menunggunya.

"Ibu, kenapa masih menungguku? Tidurlah, ibu pasti juga lelah. Aku sudah besar ibu, tak perlu menungguku selesai makan"

"Sudahlah cepat makan dan habiskan. Ibu juga ingin mendengar ceritamu di sekolah. Bagaimana, pasti melelahkan ya sepanjang hari kau habiskan hanya untuk memegang buku dan belajar"

"Ya bu, sangat lelah. Oh iya bu, aku mendapat beasiswa untuk kuliah di Inggris. Rencananya setelah ujian aku akan pindah ke Inggris untuk memulai kuliahku disana. Bagaimana, ibu setuju tidak?"

"Benarkah itu nak? Syukurlah, akhirnya anak ibu bisa berkuliah di luar negeri, di tempat yang sangat bagus. Sudahlah, tak usah khawatir. Ayahmu juga pasti setuju. Ibu janji, setiap 6 bulan sekali ayah dan ibu akan mengunjungimu kesana"

"Terimakasih bu, terimakasih banyak. Aku menyanyangimu"

Chanyeol memeluk ibunya erat sekali.

"Ya sama-sama anakku. Kejarlah apa yang kau mau disana"

Ibunya membalas pelukan Chanyeol.

.

.

.

.

.

.

"Sehun"

"Ya Kai-ya, ada apa?"

"Lusa kan kita ada hari libur selama seminggu karena siswa tingkat akhir mengadakan ujian, bagaimana kalau kita habiskan untuk pergi mengunjungi banyak tempat, kau mau tidak?"

"Aku mau! Sudah lama tidak pergi kemana-mana, rasanya suntuk sekali kalau aku habiskan hari libur dirumah seharian"

"Oke, baiklah kalau begitu"

.

.

.

.

.

.

Hari ini Sehun hanya tidur-tiduran malas di ranjangnya. Ya, sekolah meliburkan siswa-siswa kelas 1 dan kelas 2 dikarenakan kakak kelas mereka yang sedang mengikuti ujian kelulusan.

Tiba-tiba ia teringat pada Chanyeol. Ya, kakak tersayangnya itu. Yang sudah lama tak ia hiraukan. Yang sudah lama tak saling bertegur sapa. Bahkan untuk saling bertatap wajah saja tak pernah. Apakah Chanyeol bisa mengerjakan ujiannya itu dengan benar? Apakah ia baik-baik saja selama ini? Apakah Chanyeol masih memikirkan dirinya disaat ia sendiri sibuk dengan ujiannya? Dan masih banyak lagi sekelebat pertanyaan di benak Sehun untuk kakaknya, Chanyeol hyungnya.

Khawatir? Tentu saja. Itu yang dirasakan Sehun sekarang. Rasanya Sehun sudah sangat bersalah sekali pada Chanyeol. Apa kata-katanya tempo lalu sudah sangat menyakiti hati Chanyeol? Apa ia sudah sangat keterlaluan? Apa pilihannya untuk menerima Kai waktu itu salah?

Seakan sudah larut dengan banyaknya pikiran dalam benaknya, bunyi bel rumahnya membuyarkan semuanya dalam seketika. Ia melirik jam di atas nakasnya? Jam 8 pagi? Hey, ayolah siapa yang bertamu pagi-pagi sekali? Menggangu hari malasnya saja. Bahkan Chanyeol tak mungkin pulang secepat ini karena ia tahu ujian berakhir jam 12 siang nanti.

Akhirnya dengan langkah malasnya, Sehun beranjak turun ke bawah untuk melihat siapa yang datang kerumahnya pagi-pagi sekali. Ayahnya sudah berangkat ke kantor pagi-pagi sekali dan ibunya menitipkan rumah padanya karena ia akan pergi untuk mengunjungi sanak saudaranya di Busan.

Sehun membukakan pintunya, dan ia terkejut kala melihat siapa yang datang.

"K-Kai? Kenapa kau bertamu kerumahku pagi-pagi sekali?"

Sehun mengerutkan keningnya.

"Memangnya tak boleh kalau aku mengunjungi rumah kekasihku sendiri?"

"Bu-bukan begitu. Kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya kalau kau mau datang kerumahku? Biasanya juga kau mengirimiku pesan dahulu sebelum kesini"

"Haha, anggap saja surprise"

"Lalu kau kemari mau apa?"

"Hei, santailah sedikit. Kau ini menggemaskan sekali sih, haha. Aku ingin mengajakmu pergi kencan ke suatu tempat hari ini"

"Apa kencan? Pft hahaha lucu sekali Kai. Tapi sayang sekali, maaf aku tak bisa. Rumahku sedang kosong sekarang dan ibu menitipkannya padaku, jadi aku harus tetap berada di rumah, paling tidak sampai Chanyeol hyung pulang"

"Kenapa tertawa? Yasudah kalau begitu, atau nanti sore ku jemput kau lagi dirumah, bisa kan?"

"Ah sepertinya bisa, yasudah sore saja"

"Kau sudah sarapan pagi?"

"Kebetulan belum, kenapa memangnya? "

"Tak apa, hanya ingin memberimu ini"

Kai menyodorkan satu kotak makanan yanh dibawa nya entah sejak kapan kepada Sehun. Sehun yang kelihatannya bingung pun menerimanya saja.

"Apa ini? Makanan? Hei, harusnya kau tak usah repot-repot seperti ini, aku bisa memasak sarapanku sendiri dirumah"

"Sudahlah makan saja, makanan itu tak kububuhi racun kok, haha. Anggap saja itu sebuah bentuk perhatianku padamu. Sudah ya, aku pulang dulu. Sampai jumpa nanti sore"

Kai mengelus pucuk kepala Sehun sebentar sambil tersenyum sebelum ia membalikkan badan dan melambaikan tangan pada Sehun untuk pulang.

Sehun hanya bisa terdiam ditempat. Astaga, beruntung sekali dia. Kai sangat baik padanya, tapi kenapa respon dirinya biasa saja? Tak mau ambil pusing, Sehun langsung saja masuk kedalam rumah lagi.

"Aku pulang"

Chanyeol sampai ke rumahnya tepat pukul 1 siang. Soal ujian yang begitu banyak membuat nya pusing dan lesu. Chanyeol melihat ke sekeliling rumahnya, kenapa sepi sekali? Kemana ibunya pergi? Kenapa tak berpamitan padanya dulu kalau mau pergi?

Chanyeol melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya. Melepaskan seragam sekolahnya dan mengistirahatkan badanya diatas ranjang sembari mendinginkan badannya dibawah AC. Cuaca siang ini sangat panas sekali apalagi ditambah dirinya yang kelelahan setelah mengerjakan soal membuatnya hampir pingsan dan dehidrasi.

Chanyeol mencoba menutup matanya, menikmati keheningan rumahnya yang sepi tanpa penghuni. Tanpa penghuni?

Tunggu...

Sepertinya ada satu penghuni disini. Ah iya, dia ingat. Dia memiliki adik. Sehunnya. Dia lupa kalau adiknya mendapatkan hari libur disaat dirinya sedang ujian. Kemana anak itu? Apa ia pergi juga?

Ia jadi merindukan adik tercintanya itu. Karena penasaran, Chanyeol mencoba keluar kamar dan berjalan menuju kamar Sehun. Ingin membuka kenop pintunya, tapi ia masih terlalu takut. Chanyeol mencoba mendekatkan telinganya pada daun pintu kamar Sehun, berharap ia dapat mengetahui apa yang sedang dilakukan adiknya didalam.

Hening. Tak ada suara apapun didalam. Akhirnya dengan penuh keberanian, Chanyeol membuka pintu kamar Sehun.

Ternyata, Sehun sedang tidur siang. Chanyeol menghampiri Sehun yang sedang tertidur di ranjangnya.

"Hei, apa kabarmu? Baik-baik saja kan? Aku merindukanmu"

Chanyeol bermonolog sendiri. Tangannya tergerak untuk mengelus surai lembut milik adiknya.

"Kau terlihat manis sekali saat tidur. Aku memang pengecut, hanya bisa mendekatimu disaat dirimu sudah terlelap. Maafkan aku..."

Sehun terbangun dari tidurnya. Melihat jam di nakasnya, sudah jam 4 sore. Ia mengambil ponsel yang tergeletak di samping bantal, lalu mengecek apakah ada pesan masuk atau tidak.

Kai-ah

Nanti ku jemput jam 6 sore, bersiap-siaplah.

Begitulah isi pesan dari Kai yang barusan ia baca. Sehun beringsut dari ranjangnya, lalu pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih. Tenggorokannya sangat kering sekali sehabis bangun tidur.

Saat keluar dari kamar, Sehun mendapati Chanyeol sedang menonton tv. Syukurlah, kakaknya sudah pulang, jadi ia bisa pergi nanti dengan Kai.

Tak berniat untuk menyapa Chanyeol, Sehun langsung saja melengos pergi ke dapur. Mengambil segelas air putih dingin dari dalam kulkas, meminumnya, lalu masuk ke kamar lagi.

Kai tepat menjemputnya pukul 6 sore. Sehun bergegas turun dari kamarnya lalu menemui Kai.

"Hai Kai, maaf sudah membuatmu menunggu lama."

"Ah tidak kok. Ayo masuk."

Kai membukakan pintu mobilnya untuk Sehun. Sehun sedikit tersentuh atas perlakuan Kai. Tapi, sejak kapan Kai mempunyai mobil? Apa dia membawa mobil hanya untuk sekedar mengajaknya kencan saja?

"Hei, sejak kapan kau mempunyai mobil? Aku tak pernah melihatmu membawa mobil sebelumnya, bahkan kau kemana-mana saja memakai motor"

"Sudah lama, aku malas saja menggunakan mobil untuk ke sekolah. Lagipula ini kan kencan spesial bersamamu, jadi harus spesial juga"

Sehun tertawa mendengar apa yang kekasihnya itu ucapkan.

"Wah picisan sekali kau Kim Jongin, haha"

Kai mengajak Sehun pergi ke suatu taman yang seperti nya sudah di atur olehnya untuk kencan kali ini. Sehun sedikit tercengang kali ini. Pasal nya ternyata Kai tidak main-main soal kencan kali. Ia benar-benar menyiapkan segalanya.

Jalan setapak yang dilewati oleh mereka sudah ditaburi kelopak-kelopak mawar merah dan putih sampai menuju ke sebuah meja makan di tengah tengah taman. Di sekelilingnya juga dihiasi dengan lilin-lilin kecil yang cantik.

"Hei, kau sungguh niat sekali menyiapkan ini semua, aku jadi tersanjung hahaha"

Sehun tertawa geli sekali.

"Ya! Kenapa kau menertawakan ku, memang nya salah kalau aku menyiapkan semua ini untuk kekasih ku sendiri?"

Kai sedikit cemberut.

"Eih, a-ani bukan begitu, hanya saja.. agak sedikit aneh saja. Sudahlah, maafkan aku ya? Jangan cemberut lagi"

"Terimakasih ya untuk malam ini, aku sangat menikmatinya"

Sehun tersenyum pada Kai, lalu Kai juga membalas senyumnya.

"Ya terimakasih juga karena kau juga mau menerima ajakanku. Sudah malam, sebaiknya kau segera masuk ke rumahmu, lalu segera tidur"

Kai mengelus surai milik Sehun dengan lembut sambil tersenyum.

"Kalau begitu aku masuk duluan ya, hati-hati dijalan"

"Sehun!"

Kai memanggilnya kembali saat ia akan membuka pintu mobil untuk keluar.

"Ada apalagi Kai?"

Cup.

Kai menciumnya. Tepat di bibirnya. Ya dibibir. Hanya sebentar, ciuman dibibir tanpa lumatan, hanya sebatas menempel.

Sehun sukses membeku di tempat. Barusan ia... dirinya...

"A-ah a-aku sebaiknya segera masuk. Se-selamat ma-malam"

Sehun segera membuka pintu mobil dan berlari tergesa-gesa memasuki rumahnya tanpa melihat kembali wajah Kai, rasanya sungguh malu dan aneh.

Kai hanya tertawa geli di dalam mobil, lalu bergegas pergi dari rumah Sehun.

.

.

.

.

.

.

Tak terasa sudah sebulan Chanyeol menghabiskan harinya dirumah, hanya di kamarnya saja. Memang sejak ujian kelulusan sebulan yang lalu, sekolah meliburkan siswa-siswa tingkat akhir untuk menunggu hasil kelulusan dirumah sambil mempersiapkan diri mereka untuk memasuki universitas yang mereka pilih. Chanyeol sendiri pun sudah tenang karena dirinya mendapatkan beasiswa berkuliah di Inggris selama 4 tahun untuk mengejar gelar sarjananya di bidang arsitektur. Ia sudah memberitahukan hal ini pada orangtuanya namun dirinya meminta kepada ibu dan ayahnya agar merahasiakannya dari Sehun.

Sementara Sehun sudah sibuk untuk ujian kenaikan kelasnya. Ia harus dapat nilai bagus untuk masuk ke kelas favorit. Dan di kelas 2 nanti juga dirinya harus benar-benar giat belajar untuk memperbagus nilai-nilai nya agar ia mudah mendapatkan universitas yang diinginkannya.

"Kira-kira Chanyeol hyung masuk universitas dimana ya?"

Sehun bermonolog sendiri sambil belajar di meja belajar di kamarnya. Sudah lama sekali ia tidak berinteraksi dengan kakak kesayangannya itu. Bahkan sampai kakaknya mau masuk universitas mana saja ia tidak tahu. Terlalu gengsi bagi Sehun untuk memulai pembicaraan pada kakaknya, mengingat terakhir kali ia sudah berbicara kejam sekali pada kakaknya. Lagipula ia juga yang meminta Chanyeol untuk menjauhinya. Entah mengapa sekarang ia menyesalinya.

"Sudahlah, aku mengantuk. Tidur saja"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Akhirnya Sehun memasuki hari ujian untuk kenaikan kelasnya. Sebelum diadakan ujian kenaikan kelas, sekolah sudah terlebih dahulu mengumumkan kelulusan bagi siswa tingkat akhir dan melaksanakan wisuda. Sehun tahu kakaknya lulus, ia melihat pengumuman yang tertempel di mading, dan juga ia mengikuti wisuda kakaknya kemarin.

Ia sempat berinteraksi dengan kakaknya. Hanya obrolan singkat, seperti "Hai Sehun" "Chanyeol hyung, selamat ya atas kelulusanmu" dan lalu berpelukan sebentar sambil menemaninya berfoto saat memakai baju wisuda dan topi toga. Mereka berdua terlihat seperti orang yang baru berkenalan, sangat kaku sekali.

Ini baru hari ketiga ujian kenaikan kelas berlangsung. Sehun mengerjakan ujiannya dengan teliti, ia sudah belajar dan menyimpan semua materinya di dalam otaknya, dan ia sangat optimis untuk mendapatkan nilai sempurna di ujiannya kali ini.

"Ibu, ayah aku berangkat ya. Sampaikan salamku pada Sehun, dan sampaikan maafku juga padanya karena tak memberitahukan kepergianku padanya. Doakan aku agar aku sukses menempuh kuliahku disana"

"Iya nak, ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk masa depanmu. Jangan macam-macam disana, kau seorang diri. Jangan lupa untuk terus mengabari kabarmu pada ibu"

"Ayah dan ibu akan mengunjungi mu setiap 6 bulan sekali kesana, kau belajar yang rajin ya"

Ayah menepuk nepuk pundak anak kesayangannya itu.

"Terimakasih ayah, ibu. Oh iya, aku hampir lupa, ibu tolong berikan ini pada Sehun ya"

.

.

.

"Aku pulaaangggg"

Sehun melepas sepatunya dan menaruh nya di rak sepatu.

"Kau sudah pulang nak? Segera ganti pakaianmu lalu makan siang ya"

"Baik bu"

"Bagaimana ujianmu tadi? Apa berjalan dengan lancar?"

Ibu duduk disamping Sehun saat Sehun sedang makan siang.

"Lancar bu, aku mengerjakannya dengan benar dan teliti, aku sangat yakin sekali aku akan dapat nilai yang sempurna"

"Bagus nak, terus berusaha mengejar masa depanmu dengan belajar yang giat ya"

Ibu mengelus rambut hitam anaknya dengan sangat lembut.

"Sepi sekali rumah bu, ayah kemana?"

"Ayahmu sedang tidur siang di kamarnya"

"Chanyeol hyung?"

"Eum... itu... hyungmu..."

"Kenapa bu? Chanyeol hyung kenapa?"

Sehun menjauhkan piringnya yang sudah kosong, lalu menenggak segelas air putih sampai habis, lalu kembali melihat kearah ibunya kembali yang kelihatannya menyembunyikan sesuatu.

"Hyungmu... sedang pergi nak"

"Pergi kemana bu?"

"Eum... kakakmu... pergi ke Inggris"

"Oh... APA?! INGGRIS?!"

"Iya nak, Chanyeol kakakmu sedang pergi ke Inggris untuk melanjutkan kuliahnya selama 4 tahun. Maaf ibu baru bisa memberitahukanmu sekarang, ini permintaan kakakmu sendiri untuk merahasiakan ini darimu. Ia bilang ia tidak ingin mengganggu konsentrasi belajarmu yang akan naik kelas sebentar lagi."

"Kenapa? Kenapa tak berpamitan padaku langsung? Kenapa main pergi begitu saja? Kapan ia berangkat bu?"

"Tadi 10 pagi keberangkatannya, saat kau sedang mengerjakan ujianmu di sekolah. Itu sebabnya ia tak mau berpamitan padamu, ia takut mengganggu konsentrasimu"

Sehun terdiam di tempatnya. Inilah hal yang paling disesalinya. Hyungnya pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun padanya. Ia sungguh sangat menyesal sekali.

"Ini... hyungmu menitipkan ini pada ibu"

Ibu memberikan sebuah kotak bersampul biru langit, warna kesukaan Sehun. Hyungnya tahu betul apa warna kesukaannya.

Sehun mengambil kotak itu, lalu membawanya masuk ke dalam kamar. Dibukanya kotak itu, yang didalamnya berisikan sebuah album foto, satu buah kunci, dan sepucuk surat.

Hai Sehun adik kecilku

Apa kabarmu? Sudah lama aku tidak menyapamu, sekali nya menyapa hanya lewat sepucuk surat ini, hehe.

Bagaimana ujianmu? Lancar-lancar saja kan? Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu, semoga kau mendapatkan kelas favoritmu nanti.

Aku minta maaf, karena aku tidak memberitahukanmu soal kepergianku. Aku mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Inggris selama 4 tahun, aku sangat senang sekali. Semoga kau juga bisa masuk di universitas yang kau inginkan ya.

Kau tak perlu khawatir padaku, aku akan baik-baik saja disana. Aku janji aku pasti akan segera pulang kesana dengan gelar sarjana ku dan dengan kesuksesanku. Kau harus belajar yang giat, maaf aku tak bisa membantumu belajar lagi.

Terimakasih ya karena kau sudah mau menemani hari terakhirku kemarin saat wisuda. Aku senang sekali bisa berfoto berdua denganmu saat wisuda.

Oh ya, ini kuberikan sebuah album foto kita berdua, kadang kalau aku merindukanmu aku suka sekali melihat-lihat foto di album ini. Maaf karena aku, kita harus saling menjauh. Aku benar-benar menepati janjiku untuk menjauhimu kan? Maaf ya, maafkan aku.

Aku juga menitipkan kunci kamarku padamu, tolong jangan berikan pada ibu, kalau tidak semua barang dikamarku bisa habis karena dibuang dan dibereskan olehnya, haha. Kalau kau merindukanku kau bisa sekali-kali mengunjungi kamarku. Tapi mana mungkin kau merindukanku, hehe.

Jaga dirimu baik-baik disana, hiduplah dengan baik, aku titip ayah dan ibu ya tolong kau jaga dengan baik. Hidup lah bahagia dengan Kai dan bertemanlah dengan baik dengan teman-temanmu disekolah. Aku pasti akan segera kembali.

Karena aku selalu merindukanmu dan akan selalu menyanyangimu, Sehun-ah.

Sudah dulu ya, jaga rumah dengan baik, oke? Haha.

Orang yang menyayangimu, Chanyeol.

"Chanyeol hyung... hiks hyung... kenapa kau pergi meninggalkanku... aku bahkan belum mengucapkan kata maaf padamu... maafkan aku hyung hiks"

Memang penyesalan selalu ada diakhir. Harus ada yang mengalah. Harus ada yang pergi agar penyesalan itu datang. Dan Chanyeol yang terpaksa harus mengalah pergi dari adik kesayangannya.

"Karena cinta sejati tidak akan pudar walau dimakan usia, terpatok waktu, dan terpisahkan ribuan kilometer jarak" – Chanyeol

.

.

.

.

.

.

TBC