Coffe Shop

Disclimer : Para maincast adalah milik orang tua dan agency mereka .g

Rate : T

Pair : LeoHyuk

Warning! OC,typo,alur cepat,etc

Enjoy Reading!

Setelah berjalan selama 45 menit akhirnya mereka sampai di sebuah gedung apartemen yg cukup besar membuat Hyuk yg melihatnya kagum.

Besar sekali apartemennya tidak seperti apartement tempat tinggalku dulu,lalu jika Taekwoon hyung tinggal disini mengapa dia bekerja dikafe? Atau dia adalah pemilik kafe tadi ya?

"Kau tinggal dimana?" tanya Taekwoon tanpa melihat lawan bicaranya "Hm? Aku? Katanya sih dilantai dua ruangan no 245" jawab Hyuk melihat seseorang yg lebih tinggi darinya beberapa cm itu.

Tunggu dulu. Bukannya itu ruanganku? Yang benar saja.

Tanpa basa basi lagi Taekwoon langsung melangkahkan kaki masuk kedalam apartement tersebut diikuti oleh Hyuk dibelakangnya. Setelah masuk kedalam apartement mereka langsung menaiki lift menuju lantai 2. Sebenarnya disana terdapat tangga dan biasanya Taekwoon memakai tangga, mungkin hari ini Taekwoon merasa lelah dg pekerjaan hari ini jadi dia memilih memakai lift.

Setelah sampai dilantai dua Taekwoon mengambil langkah terlebih dahulu lalu Hyuk menyejajarkan langkahnya dengan Taekwoon. Saat ini mereka sudah sampai didepan pintu bertuliskan angka 245 lalu Taekwoon mengambil kunci dari saku celananya lalu memasukannya kedalam lubang kunci(?) setelah itu dia memasukan password.

Taekwoon menarik knop pintu lalu mendorongnya.

"Silahkan masuk" ujar Taekwoon lalu menaruh tas yg dia bawa tadi keatas meja yang ada didekat televisi , setelah itu ia merebahkan badannya dikasur berukuran king size. Hyuk menganggukkan kepalanya lalu menutup pintu. Hyuk memutuskan untuk duduk disofa yg berada di depan televisi lalu mengambil ponsel didalam saku jaketnya, mungkin ia ingin mengabari orang tuanya.

Setelah selesai mengetik beberapa kata dan mengirimkannya kepada orang tua Hyuk "Hyung~" panggil Hyuk kepada Taekwoon yang ia panggil 'hyung'. Nadannya seperti nada aegyo dan Taekwoon tidak mengerti alasan Hyuk untuk memakai nada seperti itu.

"Apa?" jawab Taekwoon asal

"Hyung, aku mengantuk bolehkah aku tidur disitu?"

"Tentu, disebelahku masih kosong"

"Baiklah"

Ternyata tujuan Hyuk memanggil Taekwoon dg nada seperti itu karena ia mengantu dan ingin tidur dikasur yg ditempati Taekwoon/?

Ingin tidur saja harus seperti itu.

Setelah mendengar jawaban dari hyungnya tersebut, Hyuk langsung bangkit dari sofa lalu melepas jaketnya karena dari tadi ia masih memakai jaket. Dirasa jaket tersebut sudah terlepas dari tubuhnya hyuk melempar asal jaket itu dan melangkah menuju kasur dan merebahkan tubuhnya. Dilihatnya Taekwoon sudah terlelap dg wajah damainya. Tanpa sadar Hyuk sudah memandang wajah damai Taekwoon selama 10 menit.

Tangan hyuk bergerak untuk mengelus pipi Taekwoon tapi gerakannya terhenti karena dia sadar hal yang akan dia lakukan itu tidak seharusnya. Akhirnya, Hyuk mengambil guling yang ada dihadapannya lalu membalikkan badan dan memejamkan mata berharap ia cepat tidur.

Aku ini kenapa sih? Baru kali ini aku seperti ini, memandang wajah seseorang sampai hampir ingin mnyentuhnya. Tapi, dia memang tampan siapapun yang melihatnya pasti akan terus memandanginya. Kau ini bicara apa Han Sanghyuk.

"Hyuk, bangunlah ini sudah jam 9 pagi" ujar Taekwoon membangunkan Hyuk dari alam mimpi sambil menguncang lengan Hyuk.

"Eh? Jam 9 pagi? Astaga" Hyuk langsung bangkit dari tempat tidur lalu mengusap mata dengan jarinya.

"Aku sudah menyiapkanmu sarapan" ujar Taekwoon lalu melangkah menuju meja makan

Setelah melakukan perengganggan otot, Hyuk bergegas menuju kamar mandi. Setelah Hyuk sudah bersih,wangi, dan rapi ia langsung melangkah menuju meja makan dan menarik kursi yang berhadapan dengan Taekwoon.

"Selamat pagi,hyung" sapa Hyuk sambil mengambil segelas susu yang sudah disiapkan oleh Taekwoon lalu meneguknya.

"Pagi" jawab Taekwoon singkat

"Hyung kenapa kau tidak membangunkanku? Aku kan jadi tidak masuk-" belum selesai Hyuk berbicara sudah dipotong oleh Taekwoon

"Masuk apa? Kuliah? Hari ini adalah hari minggu" jelas Taekwoon singkat

"Astaga aku lupa" ujar Hyuk menepuk jidaknya

"Selesaikan sarapanmu lalu antar aku kesuper market"

"Baiklah" jawab Hyuk lalu mengambil selembar roti lalu mengolesnya dengan selai setelah selesai ia langsung melahap roti tersebut.

TO BE CONTINUE

Butuh banyak perjuangan banget buat publish chap baru semua fanfic ini tapi akhirnya udh bisa publish, maaf kalau kalian nunggu lama buat chap baru ini.

Ceritanya panjang banget kenapa author menghilang gitu aja/? Setengah ceritanya udah diceritain diauthor note fic sebelah wkwkwk

Maaf kalau dichap ini ceritanya pendek banget

Semoga kalian suka sama chap ini ya ~

Oh,ya ini untuk balasan yg udh review dichap sebelumnya

W : Terima kasih atas reviewnya ~

Guest : Terima kasih buat semangatnya ~

Chika : Iya nih soalnya susah banget buat nyari fanfic mereka berdua kalaupun ada pasti bahasa inggris tapi tetep aja dikit jadinya author bikin deh hehe

Chelle : Hehee iya :) Urwell ~

Iyakah? Hwaaaa makasih banget semoga suka sama chap yg ini ya ~

Makasih ~

Buat semua readers jangan lupa buat tinggalin review buat chap ini, author tunggu ya ~

Makasih ^o^