From Idol to Lovers

Disclaimer : ©Koge Donbo

Rate : T

Genre : Romance & Friendship

Pair : Kazune x Karin

Warning! OOC,Alur cepat,typo bertebaran(?),dan semua kesalahan lainnya(?)

DON'T LIKE? DON'T READ!

Enjoy!

"Namaku adalah Kazune Kujyou" ujarnya seraya membuka topi dan menunjukan wajahnya pada siswa dikelas(?) tiba tiba seluruh siswi perempuan dikelas pingsan melihat tman barunya yang ternyata adalah artis idola mereka, para siswa yang melihat tingkah para siswi hanya bisa sweatdrop. "Baiklah,kau bisa duduk dibanku sebelah Hanazono" ujar guru tersebut sambil menunjuk bangku yang berada disebelah Hanazono Karin dan tanpa banyak bicara Kazune langsung menuju bangkunya dan saat diperjalanan menuju bangkunya dia disambut oleh teriakan para fansgirlnya yang membuat telinganya hampir tuli.

'Yang benar saja, apakah aku bermimpi? Bisa satu kelas dengan Kazune Kujyou dan dia duduk disebelahku, pasti aku bermimpi tapi akh! Ternyata aku tidak bermimpi. Aku mencoba mencubit pipiku dan terasa sakit berarti itu tandanya aku tidak bermimpi! Rasanya aku ingin teriak sekencang kecangnya.' Batin Karin sambil memperhatikan Kazune yang sedang berjalan menuju bangkunya dan saat Kazune hendak duduk dibangkunya tiba tiba Bruagh! Karin jatuh pingsan, tanpa basa basi Kazune langsung menggendong Karin ala Bridal style menuju UKS.

Perlahan lahan kelopak mata Karin terbuka dan orang yang dia lihat adalah Kazune Kujyou yang ternyata sudah menjaganya dari tadi. "Kau tak apa? Ku harap kau baik baik saja." Tanya Kazune dengan datar "Hhmm... Aku baik baik saja" jawab Karin sambil berusaha untuk bangkit agar ia bisa kembali kekelas dan melanjutkan pelajaran tetapi tiba tiba tangan Kazune menahan Karin "Kau jangan khawatir, istirahatkan dulu tubuhmu dan aku sudah izin pada sensei sampai istirahat nanti" ujar Kazune sedikit datar(lagi) dan ia bangkit dari kursi dan menyuruh Karin untuk kembali berbaring "Akan kubelikan kau minuman ringan, tunggu disini!" lanjut Kazune sedikit membentak seperti nada menyuruh lalu Kazune berjalan meninggalkan Karin diruang UKS.

'Ternyata dia baik walaupun sedikit dingin, setidaknya dia peduli. Hmm tunggu dulu... APA!? Dia peduli denganku? Oh tidak! Pasti aku sedang bermimpi, aku akan mecubit pipiku lagi. Akh! Ternyata ini sakit, akun sedang tidak bermimpi ini kenyata-' Karin belum selesai membatin tiba tiba ada sebuah kaleng minuman dingin menempel dipipinya "Kau seharusnya tidak melamun seperti itu, aku merasa kasihan" komentar Kazune dengan nada yang sangat datar sambil memberikan kaleng minuman yang ia tempelkan pada pipi Karin tadi, "Hey! Terserah aku mau melamun kek apa kek!" jawab Karin kesal sambil meminum minuman yang Kazune berikan padanya. "Terserahlah dan berterima kasihlah karena aku sudah memberimu minuman dan aku tak marah karena kau sudah membentakku tadi" ujar Kazune santai sambil mendudukkan diri kekursi dekat ranjang(?) dan meminum minuman kaleng yang dia beli tadi.

Sepertinya sudah tidak ada kata "Fans" dan "Idola " diantara mereka karena baru bertemu saja sudah terlihat sangat akrab. Setelah perdebatan tadi, sepertinya Karin dan Kazune memutuskan untuk mengobrol santai di UKS hitung hitung menunggu bel sekolah berdering tanda istirahat karena Kazune sudah sangat bosan harus menunggu Karin di UKS saat Karin pingsan tadi. Sekarang dia sedang menunggu bel sekolah yang saat melihat jam tangannya ia langsung keringat dingin karena jam istirahat masih satu setengah jam lagi jelas itu membuat orang yang tidak sabaran dan cepat bosan akan keringat dingin(?) tapi mungkin ia harus berterima kasih karena Karin sudah sadarkan diri dan dapat menemaninya menunggu jam istirahat.

Beberapa jam telah dilalui dan akhirnya bel sekolah berdering tanda para siswa untuk istirahat dari pelajaran yang (mungkin) membuat para siswanya menahan bebean penat(?). "Sepertinya temanmu akan datang aku pergi dulu." Ujar Kazune sambil melangkah meninggalkan Karin "Terima kasih sebelum-" belum saja Karin selesai bicara Kazune sudah jauh dari penglihatan Karin, tetapi tiba tiba "Karin! Kau tidak apa apa kan? Kau baik baik saja kan? Apakah kau sakit? Bagaimana dengan Kazu... Ehh kok dia gak ada?" Tanya Himeka bertubi tubi setelah mendengar suara Himeka, Karin langsung sweatdrop seketika(?). "Haduh.. Kau ini, bisa tidak sih pelan pelan pelan bicaranya? Satu satu tanyanya.. Kan pusing dengerinnya" jawab Karin sambil memegang kepalanya karena dia mulai merasa pusing dikepalanya akibat penyakit cerewet(?) temannya yang sedang kambuh ini.

"Ehehehehe.. Maafkan aku, aku sangat panik tadi melihatmu tiba tiba pingsan dan untung saja Kazune langsung membawamu kesini" ujar Himeka seraya menggaruk lehernya yang sebenarnya tidak gatal "Hahaha, tak apa.. Akan aku jawab semua pertanyamu. Pertama, aku tidak apa apa. Kedua, aku juga baik baik saja. Ketiga, Kazune, dia sangat baik padaku, dia menjagaku dari tadi dan dia juga memberiku minuman kaleng lalu menema-" belum selesai(lagi) Karin berbicara sudah dipotong oleh Himeka "Begini saja. Ayo kita ke kantin dan lanjutkan ceritamu nanti, aku sudah lapar dan pasti sekarang kau juga sudah lapar kan? Dan tenang saja khusus hari ini aku yang akan mentraktirmu, Kau mau makan apa saja akan aku belikan, bagaimana?" tawar Himeka "Kau tahu saja aku sudah lapar. Benar ya? Kalau begitu, ayo!" ujar Karin sambil menarik tangan Himeka menuju kantin sekolah.

"Nah,kita sudah memesan semua makanan yang kita inginkan, sekarang kita akan makan dan aku akan mendengarkan semua ceritamu" ujar Himeka, Karinpun menggangguk tanda ia setuju dengan yang dikatakan Himeka barusan dan Karin pun mulai menceritakan semua hal yang telah dia lalui tadi bersama Kazune. Dan didalam hati Karin membantin bahwa ia ingin bisa lebih akrab dengan idolanya tersebut tapi entah mengapa ada perasaan yang menginginkan jika ia ingin lebih akrab dengan Kazune lebih dari keakraban fans dan idola ataupun teman, Karin merasa bingung sampai sampai ia tak sadar jika ia sedang melamun beberapa menit. "Hey, Karin! Hey! Sadarlah! Jangan melamun terus! Habiskan makananmu, sebentar lagi bel sekolah akan berdering" teriak Himeka menyadarkan Karin dari lamunannya tak lupa ia juga melambai lambaikan tangannya didepan wajah Karin.

"Eh? Iya? Ada apa Himeka?" tanya Karin sedikit terkejut karena dikagetkan dengan suara Himeka yang agak keras tadi, "Haduh, cepat habiskan makanmu sebentar lagi bel sekolah akan berdering" perintah Himeka, tanpa banyak bicara mereka langsung menghabiskan makanan mereka, melihat jam istirahat yang sebentar lagi akan berakhir.

Saat perjalanan menuju kelasnya Karin masih berpikir dengan perasaannya, dia masih bingung dengan perasaannya sendiri, dia tidak mengerti maksud dari perasaannya.

Kira-kira perasaan apa itu ya?

To Be Continued

Yosh! Akhirnya Vee bisa menyelesaikan chapter kedua! Walaupun banyak sekali halangan yang membuat Vee harus vakum dulu dari ffn. Maaf semuanya jika Vee telah meng"anggur"kan fic ini sampai beberapa lama ^^ Oh,ya Vee tidak berniat males buat lanjutin fic ini karena sebelumnya Vee sangat sibuk mohon dimakluminya ^^ Dan terima kasi kepada readers semuanya yang telah menbaca fic Vee dan me-review fic Vee ^^ maaf gak bisa Vee balas satu satu,

Review please ^^ Don't flame please ^.^