You're My Star

.

By Seoglyu Yeowang

.

Cast : EXO Member

.

Genre: Romance, Friendship

.

Length: Chaptered

.

Rate: T to M

.

Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.

.

Warning: Newbie, GS for Uke, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

Summary

Luhan merupakan seorang rookie yang baru saja setahun debut bersama grupnya. Apakah yang terjadi ketika sang CEO yang merupakan direktur agensi tempatnya bernaung mengaku jatuh cinta padanya? Menolak dan mempertaruhkan karirnya yang tengah naik daun atau menerima dan menghianati kekasih yang telah menunggunya selama ini, sejak ia menjadi trainee?

.

.

.

Chapter 3

Who is he?

.

"LUHAAAAAANIEEEEE DIMANA KAU?"

Pagi hari yang indah ini harus ternoda dengan lengkingan indah yang berasal dari ruang tengah, sungguh bahkan seisi dormitory ini dapat mendengar suaranya.

"ya ya ya baozi bisakah kau kecilkan suaramu? Mereka semua sedang tidur." Itu Jongdae – sang manager GENIE

"AKU TAK PERDULI! DIMANA DIA SI PEMBUAT MASALAH? AKU BAHKAN HANYA MENINGGALKANNYA SEMALAM, TAPI LIHATLAH KEKACAUAN APA YANG TELAH DIA BUAT" ucap baozi - Xiumin masih dengan suara oktafnya melangkah mendekati anak tangga, hendak menuju lantai satu.

"aku tahu itu, tapi tak bisakah kita bicarakan ini baik-baik?" bujuk Jongdae

.

"aku tak menyangka kalian membangunkan kami semua dengan cara seperti ini." Cetuk Tao setelah mereka berkumpul

Ya, kini mereka bertujuh, berkumpul diruang tengah. Setelah sebelumnya dibangunkan oleh sang manager.

"aku benar-benar minta maaf, terutama atas kelakuan bao- hmm maksudku xiumin tadi pagi." Jawab Jongdae

"maafkan aku…" ucap xiumin menyesal

"ada apa ini? Apa yang membuat kalian kemari sepagi ini?" sang leader pun angkat bicara

"apa kalian sudah membaca berita pagi ini?" Tanya Jongdae menyakinkan

"bagaimana bisa kami membaca ketika kami sedang tidur" lagi-lagi Tao dengan sindirannya

"begitu rupanya, ini baca dan lihatlah" Xiumin memberikan beberapa majalah sedang Jongdae menyalakan televisi yang terdapat disana.

.

"bagaimana bisa?" mungkin itulah yang ada dibenak tiap anggota setelah membaca headline yang tertera disana

"SEORANG PERSONIL GIRLBAND ROOKIE DISINYALIR SEDANG MENJALIN ASMARA DENGAN DIREKTUR TEMPATNYA BERNAUNG"

Ya, sebuah hideline yang serupa dengan itu menjadi trending topic hampir di semua media.

"media sungguh kejam. Wartawan itu benar-benar keterlaluan." Komentar Tao

"bagaimana ini eonni? Noona?" itu Luhan yang berbicara

"bagaimana apanya? Sebenarnya apa yang kemarin kau lakukan dengan Presdir eoh?" sepertinya Xiumin masih terbawa emosi

"jadi kau dan Presdir, kalian benar-benar?" Baekhyun nampaknya terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Xiumin

"sepertinya memang kau yang salah berbicara Luhannie, lihatlah" ucap Lay yang sejak tadi fokus pada majalah

"Aku seperti sedang terikat., tetapi bukan berarti aku sedang dalam sebuah hubungan. Ahh, kau benar dia adalah adalah Presdir kami. Kami hanya kebetulan makan malam dan memiliki tujuan yang sama" ucap LI ketika ditanya perihal kedekatannya dengan sang direktur agensi

"siapapun pasti akan salah paham membaca ini semua" guman Baekhyun setelah membaca cuplikan wawancara fanmeet semalam yang terdapat pada majalah tersebut

"media memang keterlaluan, apa pihak agensi sudah menghubungi perihal masalah ini?" Tanya Kyungsoo

"mereka belum menghubungi kami sama sekali." Jawab Jongdae dan Xiumin lesu

Hening, itulah kondisi dorm setelahnya, mereka seolah sibuk pada fikirannya masing-masing... hingga suara gaduh dipekarangan membawanya kembali kealam nyata.

"biar aku yang mengecek keadaan diluar" itu Jongdae yang telah sepenuhnya sadar

.

.

"Presdir Wu bagaimana bisa anda kemari? Kenapa anda terengah-engah seperti itu?" Tanya Jongdae heran ketika melihat sang Presdir berdiri

"apa keadaan Luhan baik-baik saja?" nampaknya keadaan Luhan jauh lebih penting dibandingkan menjawab pertanyaan tidak penting itu.

"apa yang kau lakukan disini? Sepagi ini?" Tanya Jongdae lagi

"apa keadaan Luhan baik-baik saja?" tanyanya lagi penuh dengan penekanan

"baiklah baiklah dia baik-baik saja didalam." Jawab Jongdae mengalah "masuklah, kita bicarakan ini didalam." Ajaknya kemudian

.

"yak Kim Jongdae kenapa kau la-" ocehan Xiumin terhenti ketika melihat seseorang yang berada dibelakang tersangka ocehannya. "ssa-jangnim kenapa kau berada disini?" tanyanya gagap setelah berdiri dan membungkuk memberi hormat.

"apa kau baik-baik saja Luhan?" tanyanya yang sejak tadi terus memandangi Luhan, mengabaikan pertanyaan Xiumin dan tatapan heran member lainnya

"aku baik-baik saja sajangnim." Jawab Luhan tenang

"maafkan aku telah membuat skandal seperti ini. Aku tidak menyangka media akan merilis berita seperti itu."

"itu bukan sepenuhnya salah mu sajangnim."

"wwwaaah bisakah kalian hentikan drama mengharukan dipagi hari yang indah ini?" ucap Tao yang sepertinya jengah dengan tingkah si 'tersangka' yang mengabaikan keberadaan yang lainnya "aku minta maaf karena bersikap kurang ajar, tak bisakah kau hentikan kekhawatiranmu itu dan bergabung duduk dengan kami? Kita bisa cari solusinya bersama." Ucapnya lagi yang sepertinya tertuju pada sang direktur.

"yaa tao benar, bagaimana jika kita diskusikan ini sesegera mungkin?" Tawar Jongdae menengahi.

.

.

"jadi bisakah kalian ceritakan bagaimana semua ini bisa terjadi?" Jongdae lah yang memulai pembicaraan ketika ke-delapan orang tersebut telah duduk melingkar diruang diskusi.

"kami hanya datang bersama ke acara itu dan acara berjalan seperti biasanya. Aku sendiri tidak tahu bahwa berita seperti itu akan mucul keesokan harinya." Ucap sang direktur mendahului Luhan yang sepertinya ingin menjawab.

"kalian datang bersama? Apa kalian benar-benar pergi berkencan sebelumnya?" Tanya Lay yang nampaknya terkejut dengan jawaban yang ada

"kami tidak berkencan." Jawab Luhan cepat "ini semua juga salah mu xiumin eonni karna meninggalkan ku sendiri kemarin."

"kau kenapa jadi menyalahkan ku? bukankah kau sendri yang bilang tidak apa-apa?" tak terima disalahkan Xiumin pun membalas ucapan Luhan dengan sedikit sinis

"bukankah kemarin siang kau berpamitan untuk pergi sendirian? Kenapa xiumin eonni bisa meninggalkanmu sendiri?" Tanya Baekhyun karena kemarin siang dialah yang bertanya pada Luhan sebelum dia pergi

"a-aku memang pergi sendiri kemarin." Jawab Luhan gugup

"lalu kemana kau pergi hingga kau berakhir dengan xiumin eonni yang meninggalkan mu sendiri dan Presdir yang mengantarmu ketempat acara?" Tanya Tao seolah memojokan Luhan

"kau harus berterus terang Lu, agar kami bisa mencari solusi yang terbaik untukmu." Ucap Kyungsoo meyakinkan

"Luhanniee tidak menyembunyikan apapun. Kemarin aku memintanya menemaniku mencari hadiah untuk seseorang tetapi karena suatu hal yang mendesak aku meninggalkannya karena tidak ingin suatu hal yang buruk terjadi padanya aku menghubungi Presdir hingga akhirnya dialah yang mengantarnya kesana. Bukan begitu Luhan? Presdir?" Tanya Xiumin agar karangannya terdengar nyata

"dia benar." Jawab Luhan dan Presdir bersamaan

"ternyata seperti itu, semua ini memang salah paham." Lay memberikan kesimpulannya.

"tapi memang sepertinya kau sedikit bersalah disini. Bersalah karna meninggalkan Luhan sendiri dan bersalah karna kau menghubungi Presdir. Kenapa kau tidak menghubungi kami?" Tanya Baekhyun setelah memberikan pendapatnya

"kenapa kalian jadi menyalahkan Xiumin eoh?" tanya Jongdae

"dan kenapa kau jadi membelanya?" sindir Tao

"aa-aak-aku tidak membelanya. Tak bisakah kita langsung mencari solusi dibandingkan saling menyalahi satu sama lain?"

"Jongdae benar, apa kita harus mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi semuanya?" ucap Presdir Wu menyuarakan apa yang ada dipikirannya sejak tadi

"apa yang akan kalian klarifikasi? Bahwa semua itu hanya salah paham? Wartawan tentu tidak akan percaya dengan begitu saja, kalian bahkan akan dikira sedang menutupi sesuatu." Tanya Baekhyun kemudian

"lalu kami harus melakukan klarifikasi seperti apa agar mereka percaya?" tanya Luhan terdengar frustasi

"akui saja pada media jika kalian benar-benar berpacaran" tanpa melihat pun mereka semua dapat menebak siapa yang berbicara. Sungguh gila idenya tetapi tak ada satu pun dari mereka yang membantah. Seolah diam dan menyetujuinya.

.

.

.

Disinilah mereka sekarang, ruang teleconferen S&K Entertainment telah diubah menjadi ruang konferensi yang dipenuhi oleh puluhan wartawan dengan kameranya yang on air. Keputusan untuk melakukan konferensi pers memanglah harus dilakukan, mereka tak ingin membiarkan imajinasi masyarakat luar meluas terhadap mereka. Hanya ada Luhan, Xiumin selaku manager Luhan, Jongdae selaku manager GENIE dan Presdir Wu sebagai direktur S&K Entertainment.

.

"saya berterima kasih terhadap rekan media yang sudah menyempatkan waktunya untuk berada ditengah-tengah kami saat ini. Bagaimana keadaan kalian semua? Saya yakin kalian sangat-sangat sehat hingga bisa memberikan banyak perhatian pada kami." Presdir Wu membuka acara dengan banyolan yang sedikit menyindir namun tetap menimbulkan tawa yang disindirnya.

"kami baik-baik saja dan akan sangat bahagia jika kami mendapat hadiah yang luar biasa setelah ini. Bukan begitu?" jawab salah satu wartawan yang juga menimbulkan gelak tawa diruangan tersebut

"bisakah kita kembali fokus kepada inti acaranya?" tanya Jongdae yang membuat seisi ruangan kembali hening

"ooh ayoolah kenapa suasananya jadi sunyi seperti ini? Apa aku menakuti kalian semua?" tanya Jongdae lagi, namun kali ini dibalas dengan gelak tawa

"abaikan dua pria bodoh disamping ku ini dan kita akan melanjutkan acaranya." Ucap Xiumin menengahi pada akhirnya.

"Eonni bisakah kita memutar ulang video saat fanmeet kemarin?" tanya Luhan terkesan meminta

"bagaiman sajangnim? Apa itu diperbolehkan?" tanya Xiumin meminta izin

"tentu saja, selama itu dipergunakan untuk memperjelas situasi." Jawab Presdir bijak. "kau bisa memutarnya." Pinta Presdir pada Jongdae

Seketika sorot kamera terfokus pada layar infokus yang menayangkan reka ulang acara fanmeeting beberapa hari yang lalu, lebih tepatnya pada sesi tanya jawab dibagian Luhan. Video berdurasi sekitar tujuh menit itupun terhenti dan membuat fokus kamera kembali ke hadapan empat orang didepan sana.

"menurut kalian apa yang dapat kalian simpulkan dari video tersebut? Aku tidak tahu siapa itu mereka yang memiliki kemampuan kurang dalam menyimpulkan sesuatu hingga menimbulkan sesuatu yang menghebohkan seperti ini." Ucap Luhan pertama kali

"aku tak mengerti apa maksudmu, apa itu artinya kau meragukan kemampuan kami dalam menulis sesuatu?" tanya salah satu wartawan yang sepertinya salah menangkap maksud Luhan

"bukan seperti itu maksud ku, aku hanya ingin ini berakhir dengan diskusi terbuka bukan hanya penuturan kami sepihak." Jawab Luhan mencoba tenang

"aku tahu, apa mungkin maksud mu kau hanya menjawab pertanyaan dalam satu tarikan napas? Hingga akhirnya terciptalah tulisan seperti itu." tanya salah seorang wartawan muda diujung sana.

"aku juga berfikir demikian. Terima kasih karena kau telah menyuarakan apa yang aku fikirkan."

"lalu bisakah kau jelaskan hal tersebut secara terinci agar semua kesalahpahaman ini jelas?" tanyanya lagi

" aku tak bisa menjelaskan banyak. Tetapi yang bisa aku katakana adalah benar bahwa Presdir lah yang mengantarku ke acara itu karena kami sedang ada pekerjaan ditempat yang sama sebelumnya."

"pekerjaan seperti apa itu? apakah pekerjaan yang melibatkan hati dan perasaan hingga hanya kau saja yang berada disana?" itu adalah suara wartawan yang sebelumnya bertanya

"wwwaaaaaaaaaaaah kau rupanya benar-benar penasaran. Haruskah kami menampilkan jadwal kami selama sebulan ini agar kau percaya?" sindir Presdir Wu yang nampak mulai kesal.

"itu bahkan lebih baik, selama itu dipergunakan untuk memperjelas situasi." Sindir sang wartawan membalikan ucapan.

"kau benar-benar arrgh" geram Presdir Wu. "Jongdae-ya kau bisa menampilkan sekarang!" ucap Presdir Wu tegas

Yang dipanggil pun hanya menatapnya terkejut seolah berkata 'apa kau serius?' 'ini tidak ada di scenario kita'

.

.

.

To Be Continue

.

Aaaaaaaaaaaah kira-kira apa yang akan dilakuin Jongdae? Menuruti atau menolaknya? Lalu apa rencana Presdir Wu yang sebenernya? Udah pada tau kan ya kalo presdirnya bermarga Wu, Wu siapa? Tetep stay terus ya buat yang penasaran. Silahkan tinggalkan jejak untuk kritik dan saran. .

.

See you soon, Annyeong