From Idol to Lovers

Disclaimer : Koge Donbo

Rate : T

Pair : Kazune x Karin

Warning! OOC,Typo,Alur cepat,dll(?)

Don't Like? Don't Read!

HAPPY READING!

"E-ett-etto... se-se-sebenar-nya..." ujar Himeka gugup "ya ya ya ya ya ya?" Tanya Karin antusias dan penasaran(?) "Sebenarnya aku memang adik dari Kazune Kujyou. Aku terpisah darinya karena pada saat kami masih sekolah dasar, sebelum aku kenal denganmu aku sekelas dengan kakakku, tetapi tiba tiba kakakku memutuskan untuk pindah sekolah, dia juga mengajakku tapi aku tolak karena aku tak mau harus beradaptasi dengan lingkungan baru karena aku orang yang sulit untuk berteman, akhirnya ibuku menitipkanku pada bibimu" cerita Himeka

"Oh seperti itu,ya... Kenapa kau tidak mau cerita dari awal? Tapi menurutku kau tidak sulit untuk bergaul.."

"Sebenarnya alasan aku tidak mau pindah itu karena aku ingin jadi temanmu"

"Benarkah?"

Lalu Himeka menggangguk tiba tiba Karin memeluk Himeka dengan mata berkaca kaca "Sudahlah, jangan menangis, walaupun hampir mau menangis sih.. Tenang saja Kazune sudah tau kok, aku sudah menceritakan semuanya padanya, semua tentangmu..." ujar Himeka sambil tersenyum "Eh... Tunggu... Apa!? Kau menceritakan semuanya pada Kazune!? Kau juga bilang padanya jika aku menyukainya!?" teriak Karin setelah melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang sudah keluar duluan tadi, mendengar teriakan Karin ia hanya bisa tersenyum sambil menggangguk ".

Setelah mendengar cerita Himeka tadi, Karin sedari tadi mondar mandir seperti setrikaan baju, Himeka yang melihatnya hanya bisa menggeleng gelengkan kepala.

"Kau ini kenapa sih? Kan sudah aku bantu" tanya Himeka 'Aduuhhh bagaimana ini bisa gawat kan kalau dia tahu aku suka padanya apalagi kan rasa sukaku bukan sebagai fans.. aduh bagaimana ini...' batin Karin panik.

"Hey,Karin! Aku kan bertanya kepadamu kenapa tidak kau jawab sih?!" teriakan Himeka sukses menyadarkan Karin dari acara batin membatin.

"Eh... etto.. maafkan aku, aku bingung tau! Gara gara kamu sih pake acara cerita segala ke Kazune semua tentangku sampai sampai kau cerita kalau aku suka padanya" jawab karin panik "Kau tenang saja kenapa sih, Aku ini sedang menyelamatkanmu tau!" ujar Himeka santai "Hah!? Menyelamatkanku katamu!? Menyelamatkan apanya? Bikin malu yang ada!" teriak Karin panik sangat panik. Himeka hanya bisa mengelus dada dan berkata, "Kau akan tahu nanti".

Keesokan harinya

Karin merasa heran seharusnya setelah Himeka memberitahu semuanya akan terjadi sesuatu tetapi nyatanya tidak ada apapun yang terjadi, semua berjalan seperti biasanya tetapi tiba tiba Karin mendengar gossip jika Kazune sudah memiliki kekasih dan dia akan pindah kesekolahnya, mendengar gossip itu Karin sangat terkejut, matanya berkaca kaca merasa dirinya tidak kuat menahan air matanya ia memutuskan untuk ke halaman belakang sekolah, masa bodo dengan siswa dikelas yang melihatnya dengan tatapan aneh apalagi para Kazuners yang melihat sambil berbisik bisik pasti sedang membicarakannya.

Setelah sampai dihalaman belakang sekolah, Karin langsung berteriak sekencang kencangnya lalu menangis karena gossip yang ia dengar dari para Kazuners. Tiba tiba sebuah jari menghapus air mata Karin, ia terkejut dan mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa yang telah melakukan itu padanya.

"Hmm.. Kirika-senpai? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Karin sesenggukan karena habis menagis "Aku sedang baca buku tadi terus aku mendengar suara teriakan lalu aku mencari arah suara itu, ternyata kamu yang berteriak tadi dan kulihat kau sedang menangis jadi aku bantu menghapus air matamu" cerita Kirika sambil tersenyum.

Entah mengapa setelah melihat senyuman Kirika, Karin merasa hatinya sangat tenang dan dengan cepat ia bisa melupakan apa yang telah membuatnya menangis tadi. Oh,iya Kirika Karasuma adalah kakak kelas sekaligus wakil ketua osis disekolahnya, dia lebih tua 2 tahun dari Karin, dia adalah adik dari Kirio Karasuma yang menjabat sebagai ketua osis. Kembali ke Kirika, menurut Karin dia adalah orang yang sangat ramah bagi Karin, dia selalu ada dan menghibur Karin yang sedang sedih atau mendengar ceritanya, sebenarnya Karin mengagumi sosok Kirika tetapi entah mengapa ada perasaan yang menganjal pada dirinya.

"Terima kasih Kirika-senpai.." ujar Karin tersenyum yang sebenarnya rasanya sakit sekali untuk tersenyum "Kau kenapa? Tidak biasanya kau sekacau itu.. Apakah ada yang membuatmu seperti ini?" tanya Kirika khawatir, tanpa basa basi Karin menceritakan apa yang terjadi barusan dan apa yang membuatnya seperti ini, Kirika yang mendengarkan cerita Karin seperti tersambar petir, ternyata perasaannya bertepuk sebelah tangan karena sebenarnya Kirika juga menyukai Karin.

Setelah mendengar semua cerita Karin, Kirika langsung memeluknya dan mengelus rambut pirang Karin sambil membisikkan 'Tenang saja... Masih ada aku disini' Kirika harap Karin mendengar kata katanya tadi dan memang benar walaupun bisikan Kirika pelan bahkan sangat pelan Karin masih bisa mendengarnya, tiba tiba sebuah senyuman tulus keluar begitu saja dari bibir Karin.

Lalu Kirika melepaskan pelukannya. "Hm.. Bolehkan aku menghiburmu?" tanya Kirika sambil tersenyum, ia memang terkenal dengan pria murah senyum dan tampan, tanpa banyak bicara Karin menganggukan kepalanya "Kalau begitu temui aku ditam kota jam 3 sore ya" ajak Kirika lalu pergi meninggalkan Karin. Karin hanya bisa menganggukan kepalanya dan tersenyum melihat punggung Kirika yang lama kelamaan menghilang dari pandangan Karin, entah kenapa Karin merasa sangat nyam berada disamping Kirika.

Tepat jam 3 sore ditaman kota, terlihat seorang pria berambut coklat muda sedang menunggu seseorang, sedari tadi ia melihat jam tangan yang melingkar dilengan putihnya, akhirnya seseorang yang ia tunggu datang menghapirinya dengan berlari. Kirika seketika terpesona dengan penampilan Karin yang menurutnya sangat sederhana dengan rambut yang dibiarkan terurai lalu jepit berbentuk buah cherry yang menempel dengan indah dirambut Karin dan dress berwarna soft pink dan cardigan putih, tak lupa dengan tas kecil berbentuk kelinci dan sepatu pantofel itu membuat Karin sangat cantik begitu pula Karin, dia sangat terpesona dengan penampilan Kirika dengan kaos putih yang dibalut dengan blazzer biru dongker yang sengaja tidak dikancingkan dan jogger pants(?) tak lupa sepatu pantofel hitam menghiasi kakinya, penampilannya itu membuat ia terlihat sangat tampan.

"Apakah senpai sudah lama menungguku?" tanya Karin

"Tidak kok.. Kalau begitu, ayo kita jalan jalan" ajak Kirika lalu Kirika menarik tangan Karin, merasa tangannya ditarik oleh Kirika, jantungnya berdegup kencang, ia menundukkan kepalanya karena sekarang wajahnya sudah merah sekali seperti kepiting rebus.

"Apakah kau sudah makan?" tanya Kirika, sekarang posisi Karin dan Kirika sudah berdampingan tetapi tangan Kirika masih tetap mengenggam tangan Karin seolah olah enggan melepaskannya.

Karin mengelengkan kepalanya dan memegang perutnya tanda bahwa ia belum makan dan ia merasa lapar, lalu Kirika menarik tangan Karin menuju ke sebuah restoran.

TO BE CONTINUE

Kira kira Karin sama Kirika senpai ngapain aja ya?

Terima kasih sudah mau membaca fic Vee yang mungkin masih banyak kesalahann hehe..

Jangan lupa review ya kalau berkenan fav and foll ya hehe

Arigatchuuu