You're My Star

.

By Seoglyu Yeowang

.

Cast : EXO Member

.

Genre: Romance, Friendship

.

Length: Chaptered

.

Rate: T to M

.

Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.

.

Warning: Newbie, GS for Uke, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

Summary

Luhan merupakan seorang rookie yang baru saja setahun debut bersama grupnya. Apakah yang terjadi ketika sang CEO yang merupakan direktur agensi tempatnya bernaung mengaku jatuh cinta padanya? Menolak dan mempertaruhkan karirnya yang tengah naik daun atau menerima dan menghianati kekasih yang telah menunggunya selama ini, sejak ia menjadi trainee?

.

.

.

Chapter 4

Luhan's Family

.

Aura diruang konfersi pers mendadak berubah menjadi menegangkan. Bukan karena aura kesal yang ditimbulkan oleh Presdir Wu beberapa saat lalu, tetapi lihatlah barisan bodyguard berseragam hitam lengkap dengan atribut kebanggaannya berbaris membentuk dua barisan dibelakan ruangan. Sekilas, mereka tampak seperti kawanan pengawal presiden yang menyamar menjadi preman pasar. Namun Luhan sangat mengetahui siapa dalang dibalik semua ini, siapa lagi kalau bukan sang appa, Xi Qiang Feng.

Xi Luhan, dari dari namanya saja orang akan tahu bahwa ia bukanlah warga korea. Tetapi luhan adalah wanita blasteran China-Korea dengan appa berkewargaan china dan eomma berkewarganegaraan korea. Luhan berasal dari keluarga berada bahkan bisa dikatakan mewah, appanya merupakan direktur utama dari perusahan keluarga Xi Corporation. Tak ada yang tak mengenal mereka, keluarga begitu dihormati disana.

Satu hal yang Luhan paling suka dari appanya adalah ia tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya, sang appa sangat mendukung keinginannya untuk menjadi seorang idol di negeri kelahiran sang eomma tercinta.

"eonni sebaiknya kita hentikan acara ini." Bisik Luhan setelah memeriksa handphonenya

"waeyo lu?" Tanya Xiumin heran. Pasalnya acara ini saja belum menemukan titik terang.

"sepertinya baba sedang berada di korea." Bisiknya lagi

"MWO?" kali ini Xiumin tak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Hanya Xiumin lah yang benar-benar mengetahui seluk beluk keluarga Luhan secara detail.

"aku mohon bantu aku mengakhiri acara ini, ini semua tak akan benar-benar berakhir sebelum aku bertemu dengan baba." Mohon Luhan dengan sangat.

"baiklaah, kau berhutang penjelasan pada ku Xi Luhan." Putus Xiumin dengan berat hati

.

.

"babaaaaaa" panggil Luhan ketika memasuki ruang kerja appanya.

"eoh, tumben sekali anak baba yang paling cantik berada dirumah." Jawab tuan Xi sambil mencubit gemas pipi putrinya

"yak appo!" jerit Luhan sambil mengusap pipinya

"ada apa lu? Tak biasanya kau pulang?" Tanya tuan Xi heran

"harusnya aku yang bertanya. Baba kenapa bisa berada disini?" Tanya Luhan balik

"apa sekarang kau lebih senang melihat Presdir Wu ketimbang Baba mu ini eoh?" sindir tuan Xi

"Baba, apa kau kemari karena hal itu?" Tanya Luhat to the point

"anii, baba kemari karena rindu padamu." Jawabnya tersenyum tulus "cha, apa kau tak ingin memeluk babamu ini?" tanyanya sambil merentangkan tangan kedepan

"bogossipo baba-ya." Gumam Luhan dipelukan sang baba

Ya itulah Xi Luhan yang selama ini kita kenal dilayar kaca, saat bersama babanya luhan tak lebih hanyalah seorang remaja berusia 20 tahun yang bahkan belum menamatkan sekolah mengengahnya. Dibandingkan bersama sang eomma, Luhan lebih dekat dengan sang appa. Tidak seperti oppanya, Park Chanyeol. Yang dekat dengan sang eomma yang sama-sama seorang work a holic.

Sehari setelah acara konferensi pers, Luhan meminta izin kepada managernya untuk mengunjungi kediaman orang tuanya di seoul. Benar seperti dugaannya, sang appa sedang berada di Seoul. Karena hanya dialah satu-satunya anggota keluarga yang ia temui di mansionnya.

"baba apa eomma dan oppa belum pulang?" Tanya Luhan ketika mereka tengah menonton sebuah film bersama diruang keluarga

"sepertinya belum, mungkin akhir pekan ini." Jawab sang baba

"huft, lulu rindu mereka" gumamnya

"jika rindu temui saja mereka" canda Luhan appa

"lulu harus kembali lagi jumat, akhir pekan ini Genie ada live performance" terang Luhan

"apa melelahkan berada disana?" Tanya Luhan appa khawatir

"kau benar baba, ini tidaklah mudah. Tetapi Lulu sangat menikmatinya." Jawab Luhan mantap

"benarkah?"

"tentu. Sangat menyenangkan."

"apa karena Presdir Wu mu itu?" goda tuan Xi menyelidik

"yak appa! Kenapa kau membahas itu lagi eoh?" Tanya Luhan tak senang

"membahas itu lagi? Kau bahkan belum menjelaskan apapun pada babamu ini."

"yaaaak! Aku tak perduli! Aku benci baba!" jerit Luhan kesal sambil menjauh meninggalkan sang appa

"aku juga menyayangi mu deer." Balas sang appa ditempat

Tak ada penjelasan yang pasti memang ketika Luhan bertemu dengan sang Appa yang nyatanya memang sedang berada di Korea, tetapi satu hal yang pasti adalah teman-teman satu grupnya pastilah akan meminta penjelasan terperinci mengenai 'kegagalan' konferensi pers tempo hari dan jangan lupakan pula duo manager Luhan yang memiliki syndrome 'kepo' tingkat akut yang sudah tak tertolong itu.

.

.

Satu hal yang ingin Luhan hindari sejak seminggu ini adalah 'Wu Sajangnim', Presdirnya sendiri. Oh ayolah, bagaimana tidak? Luhan merasa sangat jengkel, orang pertama yang ia lihat ketika ia kembali ke dormitory jumat lalu adalah Presdirnya sendiri. Seribu satu alasan kekhawatiran ia lontarkan sebagai alasan hingga setiap harinya Luhan harus melihat wajah sang presdir dan berakhir dengan dikawal bodyguard utusan sang appa tiga hari yang lalu. Untung saja bodyguard tersebut tidak terlalu mengekangnya.

"Luhanniiie sampai kapan kau akan terus dikawal oleh bodyguard mu?" Tanya Kyungsoo dalam perjalanan mereka menuju ruang ganti selesai mengisi salah satu acara off air.

"aku tidak tahu noona." Jawab Luhan tidak bersemangat "mungkin hingga appa memberhentikannya." Ucapnya asal

"wae? Kenapa dia harus diberhentikan? Apa dia nantinya dia akan menjadi pengangguran?" Tanya Kyungsoo terkejut

"entahlah… aaah, waeyo eonni? Apa kau tertarik padanya?" yyygoda Luhan melihat kelakuan aneh sang noona

"aa-aniyo, apa yang kau bicarakan eoh?" sanggah Kyungsoo cepat

Sementara itu sang objek pembicaraan hanya melangkah mengikuti tuannya dari kejauhan, penampilannya sangat jauh berbeda dari bodyguard biasanya. Dengan Pakaian casual yang membalut tubuh tan atletisnya, orang pasti akan mengira bahwa ia adalah kekasih Luhan yang sedang menemaninya tampil. Tak ada yang tahu pula bahwa ia mengeluarkan senyuman ketika melihat gesture tubuh Kyungsoo ketika digoda oleh Luhan. Sangat sebentar, mungkin hanya sekitar tiga detik.

.

Ddrrt ddrrttt ddddrrrtttt….. Dobbies Oppa is Calling. Ponsel Luhan berdering dengan hebatnya sementara sang empunya berada di toilet.

Ddrrt ddrrttt ddddrrrtttt….. Dobbies Oppa is Calling. Lagi, ponsel Luhan kembali berdering diatas meja rias.

"byunnie bisakah kau mengangkat panggilannya?" ucap Tao yang berbaring disalah satu kursi santai. "mengganggu istirahat ku."

"nee taoyaa" jawab Baekhyun yang kebetulan memang berada dimeja rias

"yeobosseo?"

"Luhanna kau dimana? Eomma memintaku untuk menjemput mu sekarang." ucap seseorang disebrang sana tanpa sadar bahwa ia bukan berbicara dengan Luhan.

"aaah ne, hhhm, ini di Lotte World." Suara Baekhyun terdengar bergetar

"baiklah, tunggu aku. Jangan kabur kemanapun, arra?" – bib Sambungan telepon terputus secara sepihak oleh orang disebrang sana.

"yak! Baekhyunnie apa yang kau lakukan eoh dengan handphone ku?" Tanya Luhan yang melihat Baekhyun memegangi handphonenya. Aaah ralat, mendekap lebih tepatnya

"aah, ani. Aku hanya menerima panggilanmu karena sejak tadi handphone mu terus bergetar dengan hebatnya." Jawab Baekhyun setelah kesadarannya kembali

"nugu?" Tanya Luhan Penasaran

"mollayo eonni, ia tidak memperkenalkan diri. Aku membacanya Dobbies Oppa. Nuguya? Apa kau punya kekasih diluar sana?" cecar Baekhyun

Pluuuk – "yak! Appoyo" Baekhyun mengaduh karena kepalanya menjadi sasaran pukulan oleh Luhan

"dia itu oppa ku pabo!" bentak Luhan tak mau disalahkan. "aish, ada apa ini? Mengapa tumben sekali ia menghubungi ku?" gumam Luhan meninggalkan Baekhyun bersama Seribu Satu Pertanyaan yang tergambar jelas dengan kerutan di keningnya.

.

.

.

To Be Continue

.

AAAA aku tau ini pendek banget bahkan kurang dari 1k word, disini intinya aku cuma pengen ngenalin orang-orang yang ada disekitar Luhan. Gimana ada yang masih penasaran dengan cast yang lainnya? Terimakasih banyak untuk semua reders yang udah baca, baik itu siders, yang udah follow dan fav ff ini terkhusus readers yang udah review. Mwaaaah….. Tetep stay yaaaa…. Silahkan tinggalkan jejak untuk kritik dan saran.

.

See you soon, Annyeong