You're My Star
.
By Seoglyu Yeowang
.
Cast : EXO Member
.
Genre: Romance, Friendship
.
Length: Chaptered
.
Rate: T to M
.
Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.
.
Warning: Newbie, GS for Uke, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana
.
DON'T LIKE DON'T READ
.
Summary
Luhan merupakan seorang rookie yang baru saja setahun debut bersama grupnya. Apakah yang terjadi ketika sang CEO yang merupakan direktur agensi tempatnya bernaung mengaku jatuh cinta padanya? Menolak dan mempertaruhkan karirnya yang tengah naik daun atau menerima dan menghianati kekasih yang telah menunggunya selama ini, sejak ia menjadi trainee?
.
.
.
Chapter 5
Our First Meet
.
Akhir pekan ini Genie menjadi salah satu pengisi acara yang diadakan salah satu pusat perbelanjaan di Korea, Lotte World. Seperti biasa, setelah grupnya tampil mereka akan kembali keruang make up untuk beristirahat sejenak. Sebagian besar dari mereka memilih untuk memejamkan matanya di sofa yang tersedia, ada pula yang bermalas-malasan dengan memainkan poselnya. Kyungsoo bangkit dari sofanya ketika mendengar ketukan pintu, pesanaan coffeelatenya telah tiba. Ada enam cup disana, awalnya Kyungsoo berniat untuk memberikan satu cup yang tersisa pada Jongin – Bodyguard namun ia urungkan karna tak melihat batang hidung pria itu disekitar ruang make up.
"Ada apa ini luhanniie?" Tanya Kyungsoo, ia baru saja kembali dari luar dan melihat keributan yang ditimbulkan oleh Luhan
"Aniyo eonni." Jawab Baekhyun menghampiri Kyungsoo "Ini semua salah ku, Luhan eonni memarahi ku karena mengangkat panggilannya. Dan sepertinya itu panggilan yang penting." Ucap Baekhyun yang kalimat terakhirnya ia pelankan.
"dan ia juga telah mengganggu istirahat kami." Ucap Tao sakratis
"aku minta maaf, tapi sepertinya aku harus segera pergi." Jawab Luhan menyesal
"apa itu benar-benar penting eonni? Siapa orang itu?" Tanya Baekhyun semakin bersalah
"anii, gwaenchanna." Luhan meyakinkan Baekhyun. "Aku pamit neee" ucap Luhan setelah mengambil barang-barangnya.
Belum ada lima menit, Luhan kembali dengan sedikit panic.
"apa ada yang melihat Jongin?" Tanya Luhan ketika sudah didalam
"Ani lu, bukankah tadi dia menunggu diluar?" itu Lay yang menjawab
"dia tidak ada disana." Jawab Luhan
"Aku juga tidak melihatnya ketika mengambil coffeelate ini." Jelas Kyungsoo
"eonni ada apa? Apa dobbies itu orang yang berbahaya?" Tanya Baekhyun panic
"aniii, katakana padanya bahwa aku tidak ada jika dia kemari mencariku, arra?" pinta Luhan
"hanya itu? dan kau akan baik-baik saja?" Tanya Baekhyun lagi
"aku akan baik-baik saja jika kau melakukan yang aku minta."ucap Luhan pada Baekhyun "aku pergi neee" Luhan pun keluar lagi
"sebenarnya ada apa dengan luhan eonni?" Tanya Baekhyun pada Kyungsoo
"aku juga tidak tahu baek, sejak skandal itu muncul semuanya seperti terkuak. Kita doakan saja yang terbaik untuknya. Semoga masalahnya cepat selesai." Jawab Kyungsoo bijak
.
.
Bukan Luhan tak rindu pada eomma dan oppanya tetapi ia tahu betul apa yang eommanya inginkan tiap kali mereka kembali dari perjalanan bisnisnya. Mereka pasti akan meminta Luhan untuk menghadiri jamuan makan malam bersama kolega bisnisnya. Hell, Luhan saja tak suka bisnis, apalagi menghadiri acara makan malam bersama orang-orang yang menggilai apa yang tidak ia sukai.
"aiiish, kemana pula jongin! Mengapa ia harus menghilang disaat aku membutuhkannya!" gerutu Luhan ketika panggilannya tidak diangkat oleh Jongin.
Luhan masih cukup waras untuk pergi dari tempatnya seorang diri. Alih-alih pergi dari sana yang ada Luhan bisa berakhir dengan dikerubungi oleh para sesaeng fans. Selagi Luhan memikirkan tempat yang tepat untuk persembunyiannya ia terus menghubungi nomor Jongin yang tetap tidak diangkat.
Sementara itu di depan ruang make up genie rupanya sedang terjadi keributan kecil. Chanyeol yang mencoba menemui Luhan dihadang oleh Jongin yang baru saja kembali.
"maaf tuan anda tidak dapat masuk kedalam" ucap Jongin mencegah Chanyeol masuk
"cih, memangnya siapa kau?" Tanya Chanyeol meremehkan setelah melihat penampilan Jongin
"anda tidak perlu tahu siapa saya. Saya hanya diperintahkan untuk menjaga mereka." Jawab Jongin mencoba tetap bersikap sopan
"oooh, bodyguard. Cih, seharusnya kau tahu harus melindungi mereka dari siapa saja."
Buggghhh- satu tonjokan berhasil mendarat di pipi kiri Chanyeol hingga menimbulkan ruam ungu disana serta lelahan merah pekat dihidungnya.
"yak! Dasar bocah tengik!" maki Chanyeol sambil membalas tonjokannya. Tak heran jika aksi tonjok menonjok serta caci memaki pun tak dapat dihindari, mengabaikan ponsel Jongin yang bergetar karena panggilan dari Luhan.
"OMOOONA!" Pekik Baekhyun dan Kyungsoo ketika mereka keluar dari ruang make up dan melihat dua orang pria sedang berkelahi, sang pelaku pun sontak menghentikan kegiatannya.
"kau tak apa?" Tanya Baekhyun dan Kyungsoo bersamaan pada orang yang berbeda. Kyungsoo melihat keadaan Jongin sedang Baekhyun melihat keadaan Chanyeol.
"aku tidak apa." Jawab Jongin tersenyum
"….." sementara Chanyeol hanya diam menahan perih dipipinya namun tak ingin disebut lemah oleh wanita dihadapannya.
"apa kau dobbies oppa?" Tanya Baekhyun ragu karena Chanyeol tak kunjung menjawab pertanyaannya
"dari mana kau tahu panggilan itu?" Chanyeol yang terkejut pun bangkit dan menatap Baekhyun tak bersahabat.
"Aku yang menjawab panggilan mu tadi." Ucap Baekhyun memutuskan untuk Jujur
"yak kau! Beraninya! Dimana Luhan?" bentak Chanyeol memonjokan Baekhyun ke tembok dengan mencekram bahunya.
"appoyo" rintih Baekhyun
"Maaf tuan, ada urusan apa anda dengan noona Xi?" Tanya Jongin penasaran
"noona Xi? AKU KAKAKNYA! DAN APA SALAH JIKA AKU MENEMUI ADIKKU SENDIRI EOH?" Bentak Chanyeol pada Jongin "dan kau, sungguh tidak sopan mengangkat panggilan milik orang lain." Tunjuknya pada Baekhyun.
"maafkan aku" gumam Baekhyun
"Jadi bisakah kalian beritahu aku dimana Luhan?" Tanya Chanyeol perlahan
"Ia tidak ada disini." Itu bukan suara salah satu diantara mereka bertiga
"keparat kau! Dimana dia?" Chanyeol melangkah menuju si penjawab tadi
"kau sungguh bodoh, ia bahkan sudah pergi sesaat setelah Baekhyun menerima panggilanmu." Terangnya.
"Hwang Zitao! Bisakah kau tidak ikut campur urusan mereka?" ucap Kyungsoo jengah
"Lalu apa bedanya denganmu noona dan Baekhyun?" Tanya tao balik
"Aku tidak habis fikir bagaimana bisa adikku berteman dengan sampah tak berguna seperti kalian." Gumam Chanyeol sambil meninggalkan mereka berempat.
.
"Apa benar nona Luhan pergi?" Tanya Jongin setelah kepergian Chanyeol
"Ia mencarimu tadi sebelum pergi, kurasa ia menghubungimu. Periksalah." Terang Kyungsoo
"mianhae nona" gumam Jongin ketika melihat puluhan panggilan tak terjawab diponselnya "mianhae, tapi sepertinya aku harus pergi." Pamit Jongin
"hati-hati jongiinie" gumam kyungsoo setelah tubuh Jongin menjauh.
.
.
Katakanlah Luhan sedang sial, ia malah bertemu dengan Chanyeol di lobby ketika hendak menemui Jongin dan alhasil benar seperti dugaanya ia harus menghadiri jamuan makan malam bersama kolega bisnis eomma dan oppanya.
"waaah nyonya Park, ani apa aku harus memanggilmu nyonya Xi sekarang?" panggil orang disebrang meja sana. Jika dilihat dari usianya, ia mungkin sebaya dengan eomma Luhan.
"kau bahkan boleh memanggil ku eunbin saja." Jawab Luhan Eomma ramah.
"kau bisa saja, putrimu sungguh cantik." Puji orang itu sambil menatap kagum pada Luhan
"aaah, kau bisa saja. Putera mu bahkan jauh lebih sempurna dibandingkan dengan dia."
"iitu tidak benar, aku bahkan merasa minder setelah bertemu dengannya."
"apa ia akan datang kemari hari ini?" Tanya Eomma Luhan memastikan
"tentu saja. Ia sudah dalam perjalanan kemari."
"baiklah, aku sungguh penasaran dengan puteramu."
.
Luhan's POV
Eomma selalu saja seperti itu, sesaat setelah aku debut bersama genie ia selalu saja berusaha memperkenalkanku pada pria-pria dari PH maupun agensi ternama. Aku bahkan terlalu naïf jika menganggap ini hanyalah perkenalan biasa. Sudah berbagai cara aku lakukan untuk menolaknya, dari yang halus hingga yang kasar atau terkadang kabur seperti yang aku lakukan tadi.
Kali ini eomma bilang bahwa dia adalah kawan lamanya di china yang menikah dengan pria bule asal negri paman sam yang seumuran denganku dan juga berprofesi sebidang dengan ku. sedikit penasaran, karena tidak banyak memang artis blasteran yang sukses diusia muda.
Setelah menunggu beberapa menit, seseorang membuka pintu bilik restoran yang kami sewa. Betapa terkejutnya aku ketika melihat orang yang datang adalah presdir ku sendiri, Wu Sajangnim.
"Perkenalkan, dia adalah anak sematawayangku Wu Yifan." Ucap teman Eomma memperkenalkan
"Waaah, putera mu sungguh tampan jika dilihat secara langsung." Puji eomma "bagaimana Lu menurut mu?" Tanyanya padaku.
"an-andwaeyo eomma aku tak bisa." Jawabku cepat
"yak! Apa kau bodoh! Kau bahkan belum mengenalnya." Bentak Eomma pada ku dengan bahasa korea
"aku tak perduli, bisakah eomma hentikan semuanya? Berhentilah mengurusi urusan asmara ku eomma!" balasku yang juga dalam bahasa korea
"dan membiarkanmu bersama si gelandangan Oh Sehun itu? dalam mimpimu!"
"eomma! Bukankah sudah ku katakana untuk tidak memanggilnya gelandangan?"bentakku tak terima.
"nyonya Wu maafkan aku sepertinya aku harus pergi, aku tidak bisa melanjutkannya." Ucapku pada wanita parubaya disana dengan bahasa mandarin.
Satu hal yang terpenting saat ini adalah pergi dari sini. Aku bahkan tak perduli akan omelan eomma nanti ketika kami kembali ke mansion.
.
Tak lama setelah Luhan meninggalkan mereka, Yifan pun pamit meninggalkan tempat dengan dalih menyusul Luhan. Yifan telah mencari diseluruh penjuru restoran namun tak kunjung menemukan Luhan dimanapun. Satu tempat sempat terlintas dipikirannya namun ia tak yakin akan tempat tersebut, taman dekat asrama S&K, tempatnya pertama kali bertemu dengan Luhan, tiga tahun yang lalu.
Yifan POV
Flash Back On
Hari ini aku genap berusia 23 tahun dan pertama kalinya pula aku menginjakan kaki di negeri gingseng ini. Tempat pertama yang aku kunjungi ketika berada di Seoul adalah S&K Ent. Daddy bilang S&K adalah kependekan dari Sanghai & Korea. meskipun daddy bukan berkewarganegaraan keduanya, daddy ingin menaungi artis-artis berbakat di negeri ini khususnya mereka yang memiliki keturunan China karena daady sangat mencintai mama dan ingin melestarikan tempat pertemuan mereka, Korea. Bosan dengan acara penyambutan trainee baru, aku memutuskan untuk berkeliling. Ada sebuah taman disana, tak jauh dari deretan gedung bertingkat dibelakang gedung utama. Perlahan, hingga langkah kaki ini terhenti di depan air mancur yang sepertinya berada di tengah taman. Satu hal yang membuat ku terpana, adalah dibarat daya sana ada seorang gadis tengah berayun di ayunan, meskipun dari kejauhan masih dapat ku lihat mata rusanya yang terkadang menghilang ketika tersenyum pada temannya si pemilik mata bulat. Semoga kita dapat berjumpa lagi, pintaku.
Flash Back Off
"Lu…" panggil ku ragu ketika melihat seorang wanita duduk disalah satu bangku taman di depan air mancur
"….." tak ada jawaban. Perlahan ku hampiri dan kulihat benar itu dia, dengan bahu yang sedikit bergetar.
"are you okay?" Tanya ku memastikan. Sedikit terkejut mungkin, tapi masih dapat ku lihat ia menghapus lelehan air mata yang menetes dipipinya kemudian membungkuk sambil menggumamkan kata maaf.
.
Setelah sedikit merasa tenang, ku putuskan untuk duduk menemaninya di sisi lain bagku yang tersedia.
"aku sungguh minta maaf atas kejadian direstoran tadi. Bukan maksudku untuk merendahkan nyonya Wu tapi aku benar-benar tak menyangka dengan ucapan eomma." Ungkapnya setelah lama terdiam.
"ani gwaenchanna. Akan ku jelaskan nanti pada mama." "aku hanya tak enak padamu. Aku memang menyukaimu tapi aku tak pernah meminta mama untuk menjodohkan ,mama bilang hanya makan malam bersama kenalan modelnya. Aku tidak tahu itu kamu."
"eomma memang seperti itu." gumamnya yang masih dapat ku dengar
"Lu, boleh aku bertanya sesuatu?"
"…." Hanya anggukan darinya sebagai balasan.
"Oh Sehun itu siapa?" tanyaku perlahan
.
.
.
To Be Continue
Maafkan aku reader nim yang sudah menghilang dua bulan, gomawo juga buat kalian yang udah PM buat ingetin akuuu… Noh noh noh buat readers yang nanyain sehunnya dimana, dia udah nongol kan? Meskipun baru namanya, tapi sepertinya sudah cukup jelas sehun itu siapa disini? Ini tetep HunHan ko tapi maaf buat yang dari chapter awal berharap bahwa Sehun itu presdirnya, insyaallah chapter depan sehunnya munculll, ditunggu yaaaa…. Muuuah saranghae all, keep reading and review
.
See you soon, annyeong
