You're My Star
.
By Seoglyu Yeowang
.
Cast : EXO Member
.
Genre: Romance, Friendship
.
Length: Chaptered
.
Rate: T to M
.
Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.
.
Warning: Newbie, GS for Uke, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana
.
DON'T LIKE DON'T READ
.
Summary
Luhan merupakan seorang rookie yang baru saja setahun debut bersama grupnya. Apakah yang terjadi ketika sang CEO yang merupakan direktur agensi tempatnya bernaung mengaku jatuh cinta padanya? Menolak dan mempertaruhkan karirnya yang tengah naik daun atau menerima dan menghianati kekasih yang telah menunggunya selama ini, sejak ia menjadi trainee?
.
.
.
Chapter 9
Long Time Ago – Our First Meet
.
Seoul – Spring 2010
Luhan's POV
Aku, Xi Luhan merupakan blasteran korea-china. Appaku berkewarganegaraan China dan eomma ku berkewarganegaraan Korea. Aku lahir di Seoul, Korea Selatan namun tumbuh di Beijing, China. Aku mempunyai oppa, Park Chanyeol yang hanya berbeda dua tahun dengan ku. Ah, kalian benar, dia adalah kakak tiriku.
Tahun ini kami sekeluarga harus pindah ke kota kelahiranku, karena baba tengah mengembangkan bisnisnya disana. alhasil aku juga harus melanjutkan sekolahku disana nantinya.
Dongkook Middle School, pilihan eomma jatuh disana. entah apa tujuannya, tapi mungkin karena Chanyeol oppa juga bersekolah disana. Dongkook High School.
"Annyeong, perkenalkan namaku Xi Luhan. Aku pindahan dari Beijing. Mohon bantuannya." Ucapku memperkenalkan diri didepan kelas.
Hari ini adalah hari pertamaku bersekolah disana, tak ada hal special yang terjadi; hari-hari ku di sekolah juga biasa saja, bahkan lebih membosankan. Jika di Beijing aku masih memiliki Xio Lu, si boboho kembaran koala itu yang selalu menemani hari-hari ku di sekolah.
.
Ini adalah akhir pekanku yang kesekian kalinya di Seoul, aku hanya memiliki beberapa teman dekat hingga saat ini. Karena minggu depan Ujian Tengah Semester, kami memutuskan untuk mengunjungi perpustakaan kota. Hitung-hitung belajar sambil refreshing.
Aku dan kedua temanku, Nayoung dan Sohee harus melewati pusat kota untuk sampai di perpustakaan kota. Kedaan disana sangat ramai, sebagian besar dari mereka adalah remaja seperti kami. Langkah ku terhenti ketika mendengar alunan musik yang diputar beberapa meter di hadapan kami.
Butterfly
Neoreul mannan chut sungan
Nooni beonjjeok meori stop
Belli ding dong oolleosseo
Nan malya meotjinnom chakhannom
Geureon nomeun anijiman
Nareumdaero gwaenchaneun bad boy
"Luhanna kau suka lagunya?" tanya Sohee membuyarkan lamunanku
"eoh? Lagu apa maksudmu?" tanyaku bingung
"Ring ding dong" Jawab Nayoung "kau ingin melihatnya?" ajaknya kali ini
"melihat apa?"
"tentu saja melihat freelance dancer disana. mereka pasti sedang memainkan ring ding dong sekarang." Jawab Sohee bersemangat
"mwoya? Freelance dancer? Ring ding dong?" tanyaku bingung, sungguh aku tidak mengerti apapun
"Ayolah luuu, apa di Beijing sana tidak ada boyband eoh? Akan ku jelaskan nanti, tapi aku ingin melihatnya dulu. Palli palli" ucap Sohee bersemangat
"oooh boyband." Gumamku, sepertinya aku mulai paham. "tapi kau ingin melihat siapa?" tanyaku lagi
"C'mon luuu, siapa lagi kalau bukan Oh Sehun si dance maker prince." Jawab Nayoung
Seakan tak ingin memberiku kesempatan untuk bertanya lagi, kedua orang itu sudah menarikku menembus kerumunan orang di depan sana.
"Aaaah mungkin yang dimaksud dengan Sohee adalah pengamen jalanan yang meng-cover lagu boy band" gumamku setelah melihat sekelompok lelaki ah mereka mungkin seumuran dengan kami
"lihatlah, Sohee begitu antusias setiap melihat penampilan mereka." Bisik Nayoung sambil menunjuk pada Sohee yang sibuk pada dunianya
Hanya anggukan yang aku berikan sebagai jawaban. Sekilas kulihat beberapa penonton ada yang bersorak, tak sedikit pula yang mengabadikan penampilan mereka. Tak ingin membuang kesempatan, fokusku kembali pada sekelompok orang yang menari disana. Musik terus berputar, dan mereka menyanyi sesuai bagiannya masing-masing diiringi dengan koreografi yang telah dibuat.
Baby
Naega soomeul meomchool su oh crazy
Neomu yeppeo gyeondil su oh crazy
Neo animyeon pilyoeopda crazy
Na wae irae
Nan chakhadi chakhanjeunghugooni
Geollin neoreul ihae mot hagaetda
Neon gakkeumssik geureon gojung
Emijireul talpi italhaebwa gwaenchanda
Kembali penonton bertepuk riuh atas penampilan rap yang dibawakan oleh pria albino disana. ku akui wajahnya lumayan tampan dan koreografinya paling bersih diantara yang lainnya.
"itu Oh Sehun." komentar Nayoung sambil menunjuk pria albino yang ku maksud tadi "you must know, he is player maker here." Tambahnya lagi
Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi ding diggi
Ding ding ding
Nae gaseumae oolinda
Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi ding diggi
Ding ding ding
dan penampilan mereka ditutup dengan tepuk tangan riuh dari seluruh penonton sebagai bentuk apresiasi serta hampir seluruh penonton mengisi kotak-kotak yang terdapat dihadapan mereka dengan lembaran won yang tak sedikit. Sebelum lagu selanjutnya diputar, segera ku tarik Nayoung dan Sohee untuk meniggalkan kerumunan. hingga mereka menghadiahiku pukulan dan ceramahan gratis disepanjang perjalanan. Ayolah, aku tahu mereka bagus, tetapi niat awal kita adalah mengunjungi perpustakaan.
Luhan's POV end
.
.
Setelah mengunjungi perpustakaan kota, ketiga anak hawa itu memutuskan untuk berkeliling pusat perbelanjaan yang sempat mereka lewati tadi. Mereka mengunjungi beberapa toko baju hanya untuk menjajal baju-baju yang menurut mereka 'lucu', mereka juga mengunjungi toko aksesoris untuk membeli beberapa yang juga dianggapnya 'lucu', hingga perjalanan mereka hari ini berakhir dengan mengunjungi coffee shop di lantai dasar.
"aaah mengapa kau memesan bubble tea lu di coffee shop?" tanya Sohee kebingungan dengan pesanan temannya yang satu itu
"anii, hanya saja aku tidak terlalu menyukai kopi hehhe" jawab Luhan tersenyum "kalian ingin mencobanya?" tawar Luhan pada kedua temannya
"ani ani, pesanan kami akan segera datang lu" tolak Sohee halus
"sruuuuuuuup~ ap-pa yang kali-an bicara-kan eoh?" tanya Luhan yang masih sibuk mengunyah bubble teanya
"iyuuuuh~ kau sungguh jorok lu, habiskan dulu bubble tea mu yang berada dimulut, baru berbicara." Sindir Sohee
"aaah, mianhae" jawab Luhan tersenyum
Sejenak percakapan mereka terhenti karena waitress yang datang mengantarkan pesanan.
"cha, kalian ingin menjelaskannya dari mana? Ring ding dong? Freelance dancer? atau Oh Sehun?" tanya Luhan antusias
"ckckc kau sungguh penasaran sekali deer." Komentar Nayoung "aku jadi penasaran seberapa kau tau tentang gelombang hallyu di negri bamboo sana." Ucapnya lagi
"ayooolah, aku sedang tidak ingin bercanda." Bujuk Luhan
"kau seharusnya membiarkan makan dengan tenang dulu lu." Goda Soheee
"ckckck baiklah, kalian benar-benar menyebalkan." Ucap Luhan sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Hal tersebut justru menimbulkan gelak tawa bagi teman-temannya.
Luhan benar-benar diam dan memberi waktu bagi kedua temannya itu untuk menghabiskan makanannya. tapi tak lama setelah mereka menyelesaikan suapan terakhirnya, Luhan kembali berceloteh ria hingga kedua remaja dihadapannya ini tak habis fikir betapa bawelnya seorang Xi Luhan.
"Cha, mari kita mulai dari gelombang hallyu atau Korean wave. Apa kau mengetahui hal itu?" tanya Sohee membuka obrolan. Sedang yang ditanya hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya.
"itu terlalu rumit sohee-ya." Komentar Nayoung "cha, coba kau lihat ini." Pinta Nayoung sambil menyodorkan video dari handphonenya.
Video berdurasi 04:52 menit itu pun mulai berjalan menampilkan video musik dari sekelompok grup bernamakan "Super Junior"
"eotteo? Apa kau mengenal mereka? Bagaimana menurutmu?" tanya Nayoung setelah video musik tersebut berhenti berputar
"anii, mereka tampan hehhe" komentar Luhan setelah melihat video musik yang berjudul sory sory itu
"tentu saja mereka tampan lu, mereka tidak akan menjadi idol jika mereka jelek kekeke." Jawab Sohee
"cha, coba kau lihat yang ini" pinta Sohee yang sedang mencari sesuatu di ponselnya itu
Kedua remaja perempuan itu terseyum puas ketika melihat reaksi yang ditampilkan oleh rusa cantik itu selama melihat video yang diberikannya tadi. Bukan tanpa alasan memang mereka memanggil sahabatnya itu dengan sebutan rusa cantik, karena memang Luhan sangat cantik apalagi dengan mata seperti anak rusa yang dimilikinya.
Baru saja Sohee hendak menayakan pendapatnya mengenai video musik yang baru saja diputar, namun Luhan lebih dulu menerima panggilan dari rumah yang memintanya untuk segera pulang.
"aaah, yang tadi sungguh menyenangkan. Tapi maafkan aku, aku harus segera kembali kerumah. Guru les ku sudah tiba. Nanti kita lanjutkan lagi neeee, annyeeeooong…." Pamit Luhan dan bergegas mengambil tasnya kemudian melangkah meninggalkan kedua temannya dibelakang.
.
.
"cepatlah masuk, eomma telah menunggumu didalam." Ucap Chanyeol di depan pintu masuk. Benar, Luhan baru saja tiba dirumahnya dan ia berpapasan dengan Chayeol yang hendak pergi didepan pintu.
"arraseo, kau ingin kemana oppa?" tanyanya ketika melihat penampilan sang kaka yang cukup rapih
"bukan urusanmu. Cepatlah masuk dan temui gurumu." Hanya itu yang keluar dari mulut Chanyeol sebagai jawaban dan dibalas dengan decakan kesal dari mulut Luhan.
Berbicara mengenai Chanyeol, meskipun ia baru berada ditingkat pertama high school tetapi kemampuannya dalam bisnis tidak dapat diragukan. Chanyeol mewarisi kemampuan berbisnis dari sang eomma dan didik oleh tangan dingin Xi Qiang Feng.
"kau dari mana saja? Mengapa lama sekali?" tanya sang eomma begitu Luhan tiba diruang tamu.
"mianhae eomma. Aku harus mencari beberapa buku dulu." Jawab Luhan sambil mengangkat beberapa buku yang berada pada kantong ditangan kanannya. "ah, aku ingin meletakkan ini di kamar dulu." Ucapnya kemudian
"tidak perlu. duduklah, ada suatu hal yang ingin eomma beritahu pada mu." Jawab sang eomma.
"waeyo eomma?" tanya Luhan bingung "aaaah, tentang guru privat itu bukan? Bukan kah aku sudah bilang untuk menyetujuinya?" tebak Luhan kemudian
"geurae. Maka dari itu duduklah dulu." Ucap sang eomma mencoba sabar
"waeyo eomma?" tanya Luhan lagi. Luhan fikir eommanya sungguh berbelit-belit sekarang.
"aku telah membicarakannya dengan babamu, kami memutuskan untuk memajukan jadwal mulai untuk private mu." Ucap sang eomma to the point
"mworago? Mengapa mendadak sekali? Bukankah kau bilang mulai bulan depan?" tanya Luhan tak terima.
"bukankah kau bilang kau akan ujian tengah semester minggu depan? Jadi kami memutuskan untuk memajukannya mulai besok." Jawab eomma Luhan
"mwoya? Shirro." Tolak Luhan
"kami tak menerima penolakan luhanna. Lagi pula gurumu tak keberatan dengan hal itu." putus sang eomma.
"persetan dengan gurunya." Maki Luhan kesal.
"jaga mulut mu nona xi, gurumu sudah berada disini." Jika sang eomma sudah memanggilnya nona xi maka ia sudah berada pada batasan kesabarannya.
"mwo?" Luhan mendelik tak percaya. Eommanya tak berbohong sama sekali, dihadapan mereka kini telah ada seorang pria dengan tinggi sekitar 180 cm, berwajah putih pucat, berambut hitam dan mata sipit yang terhalang oleh kacamatanya.
"cha, perkenalkan dia Wu Shi Xun." Ucap sang eomma memperkenalkan, sementara yang dipanggil namanya memberi salam dengan membungkukan badannya.
"annyeong naneun Xi Luhan." Balas Luhan yang juga membungkukan badannya.
"eomma harap kau memperlakukan gurumu dengan sopan meskipun kalian seumuran. Dia yang terbaik di sekolahnya." Pesan eomma Luhan "kau kembalilah kekamarmu dan Shi Xun ssi kau bisa ikut aku keruangan ku. ada beberapa hal yang perlu saya bicarakan dengan anda." Ucapnya kemudian.
"baiklah" balas mereka serentak dengan intonasi yang berbeda
dan ketiga orang diruang tamu itu pun melangkahkan kakinya menuju tujuannya masing-masing.
.
Luhan's POV
Aku bergegas menuju kamarku yang berada dilantai dua, melempar asal belanjaan yang sedari tadi ku bawa kemudian merebahkan diri ini di ranjang.
Terkadang aku tak habis fikir dengan eomma yang selalu memaksakan kehendaknya pada aku dan juga chanyeol oppa. Yang lebih tak habis fikir adalah mengapa chanyeol oppa terlihat begitu menikmati semuanya. Aaaah baba kapan pulang? I miss you so much….
Seketika aku jadi ingat video musik yang diputarkan oleh Sohee tadi, kira-kira apa yah judul nya… ah, pabboya kenapa tidak aku tanyakan tadi
Bergegas ku langkahkan kaki ke sudut kamar tempat komputerku berada. Ku ketikan beberapa kata yang ku ingat dari lirik lagu tersebut dikolom pencarian. Hingga muncul beberapa link yang terhubung dengan hasil pencarian.
"ternyata menjadi idol cukup popular disini" gumamku sambil membaca beberapa artikel mengenai gril group di korea.
Karena terlalu asyik berselancar didunia maya, aku tidak menyadari bahwa eomma telah berada dibelakangku hingga ia menepuk pundakku.
"apa yang sedang kau lakukan lu?" tanya eomma sambil memegang pundakku.
"aniyo eomma, aku hanya mendengarkan beberapa lagu." Aaah, aku masih saja tidak dapat berbohong pada orang yang telah melahirkan ku ini. "waeyo eomma?" tanya ku kemudian, karena sangat jarang eomma mengunjungiku di kamar seperti ini
"anii, eomma hanya rindu pada anak eomma." Jawabnya "cha, apa kau tidak merindukan eommamu eoh?" tanyanya sambil merentangkan tangan hendak memelukku
"kau keterlaluan. Bagaimana bisa kau mengucapkan hal seperti itu pada anakmu sendiri?" decakku kesal "apa terjadi sesuatu eomma?" tanya ku setelah pelukan kami terlepas
"gwaenchanna, hanya masalah kecil. Eomma hanya ingin memberitahumu bahwa eomma harus ke Busan besok pagi." Jawabnya
"waeyo? Mengapa mendadak sekali? Kau bahkan baru sampai kemarin malam." Protesku
"Luhannie dengarkan eomma, kau tahu bukan jika eommamu melakukan semua ini hanya untuk kalian anak-anakku?" tanyanya yang ku jawab dengan anggukan
"eomma harus pergi ke Busan besok pagi, tetapi kau tenang saja karena akan ada chanyeol yang menemanimu dirumah, dan babamu juga akan pulang lusa." Terangnya perlahan
"mengapa dadakan sekali? Lalu kapan kau akan kembali?" tanyaku lagi, tau begitu aku akan seharian berada dirumah hari ini
"entahlah, paling cepat tiga bulan dan paling lambat tidak dapat diprediksi." Jawabnya asal
"eomma! Kau tau aku sangat merindukanmu, tak bisakah kau hanya menjadi ibu rumah tangga dan berdiam diri dirumah?" protesku dan sukses mendapat jitakan dikepala
"anii lu, dengarkan eomma lagi, awas saja kalau kau membolos semua jadwal lesmu, dan jangan lupa mulai besok Shi Xun-ssi akan datang kemari untuk memberikan pelajaran tambahan untukmu. Kau harus menjadi orang sukses nantinya." Ucapnya yang serius pada kalimat terakhir.
"arraseo eomma, cha! Kau bisa keluar sekarang, bukankah kau harus menyiapkan barang-barangmu sekarang?" candaku sambil mengantar eommanya keluar dari kamar
"ckckck kau bilang kau merindukanku tapi sekarang kau malah mengusirku, dasar anak kurang ajar." Decak eommanya bergurau
"arra arra, walaupun begitu aku tetap anak mu bukaaaaan?" balasku setengah berteriak karena eomma sudah melangkah pergi dari kamarku
.
Aaah, karena eomma berbicara tentang Wu Shi Xun aku jadi teringat dengan seseorang. Tetapi karakternya sangat berbeda. Mollayo, lebih baik aku melanjutkan pekerjaanku yang tertunda tadi kekeke , aaah, ingatkan aku untuk menanyakan langsung padanya besok.
.
.
.
To be Continue
I'm baaack, aku berusaha untuk nepatin janji buat fast update, so this is for the next chapter, eotteo? Semoga tidak membosankan, jangan lupa budayakan R&R
.
Seeyou soon, Annyeong
