Love Song, SEOUL!


How can I reject and become somebody else


.

.

Bahkan di malam hari Seoul terlihat sangat ramai. Kepadatan penduduknya hampir tidak dapat ditolerir. Ya, tipikal kota-kota besar dengan lalu lintas yang tidak dapat dikendalikan.

Jam menunjukkan pukul 11pm KST. Sebuah kamar apartemen luas di kawasan Apgujeong terlihat masih sepi, penghuninya memang banyak yang belum kembali, bahkan beberapa tidak akan kembali setelah dua atau tiga hari keluar.

"Kau hutang penjelasan kepadaku, Kyu." Seorang pria tampan mencoba mengingatkan Kyuhyun tentang janjinya beberapa saat yang lalu sambil menyalakan lampu dan mengepak barang-barang yang diturunkan dari mobil.

"Ah, hyuuung~ tidak bisakah membiarkanku istirahat? Besok. Ya besok akan kujelaskan seeemuanyaaa." Jawab Kyuhyun sambil merentangkan tangannya.

"Kau penasaran padanya?"

"Hyung~"

"Kau tak mau menjawab? Bersiaplah, aku akan menceritakan semuanya pada anggota yang lain, emm kira-kira siapa yang harus kuberi tahu pertama kali?" pria tampan itu nampak berpikir keras

"Jongwoo hyung!" kyuhyun mulai kesal dengan salah satu manajernya itu.

"Donghae? Ah, ekspresinya tidak terlalu menarik. Siwon? Hm, dia mungkin baru akan pulang lusa. Baiklah, aku akan ceritakan pada orang pertama yang akan datang malam ini." jongwoo bergumam, gumamannya terlalu keras untuk sebuah gumaman, sedikit menakut-nakuti Kyuhyun mungkin.

"Terserah kau saja." Kyuhyun merebahkan dirinya di sofa besar ruang tamu sambil memejamkan matanya.

Drrrtt drrrrttt...

Baru saja Kyuhyun akan tenggelam dalam tidurnya karena kelelahan, ponselnya bergetar, sebuah panggilan masuk terlihat di layarnya.

"Ya! Kau sudah di dorm? kau baik-baik saja?"

"Dasar gila! Sudah kukatakan untuk mengamankan pintu belakang, kenapa masih banyak wartawan disana?" nada suara Kyuhyun meninggi. Dia jelas akan mengamuk habis-habisan kalau orang di seberang telepon ada di depannya.

"mianhae, jinjja. Mau kutraktir makan besok?"

"Kalau mau minta maaf, minta maaflah dengan benar! Gara-gara kau, aku melakukan sesuatu yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun!"

"Benarkah? Memangnya kau melakukan apa?" suara si penelepon terdengar antusias. Sangat. Sangat penasaran.

"Besok saja kuceritakan. Aku lelah. Biarkan aku tidur."

"Chankanmaaan! Ceritakan sedikiiiit saja, Kyu. Setelah itu aku doakan kau bertemu Seohyun malam ini dimimpimu. Jebal"

"Ya! Shim Changmin!" dengan kesal Kyuhyun mengakhiri panggilannya. Kemudian kembali merebahkan badannya. Kali ini dia tertidur sangat lelap.

.

.


How can I reject myself and become somebody else


.

.

"Pagi magnae~ kemarin hari yang menyenangkan ya?" Donghae menyeruput brown macchiatonya sambil melirik ke arah Kyuhyun. Aneh.

"Mimpi indah semalam Kyu?" Eunhyuk mengeringkan rambutnya dengan gaya sexy ala primadona. Satu lagi orang aneh. Tidak. Mereka berdua memang sudah aneh.

Kyuhyun terlihat masa bodoh dengan kedua makhluk aneh tapi rupawan itu. Dengan matanya yang masih sayu dan setengah terbuka, penampilan bangun tidur Kyuhyun akan membuat buta seluruh mata yang melihatnya. Biasanya Eunhyuk akan menyeret Kyuhyun ke kamar mandi. Hari ini Eunhyuk terlalu aneh.

"Apa kau ada waktu setelah ini Kyu? Hyung ingin bicara sebentar." Park Jungsoo. Kini giliran sang leader yang biasa dipanggil Leeteuk ini bicara pada Kyuhyun, bukan dengan nada menggoda tapi dengan wajah yang cukup serius. Ya tipikal leader yang langsung bisa mencium permasalahan setiap member.

Kyuhyun mengerutkan keningnya, awalnya dia tidak terlalu peduli dengan ocehan hyung-hyung yang lain. Kenapa Teuki hyung malah seperti akan menegur? Kini Kyuhyun memutuskan untuk bicara. Jangan-jangan soal gadis aneh kemarin. Wanda. Kyuhyun akan menghabisi manajernya jika memang itu tentang Wanda. Hanya manajernya yang tahu soal itu.

"Ada sih. Jadwalku masih nanti siang. Mau bicara soal apa hyung?"

"Bukan masalah besar sih, bersiaplah, kutunggu di mobil."

Ow, teuki hyung bahkan menggunakan mobilnya sendiri. Apa sepenting itu? Kyuhyun tiba-tiba merasa buruk. Firasatnya sangat buruk. Dia segera menyelesaikan rutinitas paginya mengingat Leeteuk tengah menunggunya.

.

.

.

At Lotte Castle Cafe

"Aku tidak tahu seberapa dekat hubunganmu dengan Seohyun Kyu, tapi skandalnya sudah sangat menyebar. Mau kau ceritakan sedikit denganku Kyu?" tanya Leeteuk mencoba tidak membuat Kyuhyun terintimidasi.

"Apa yang ingin kau tahu hyung?" suaranya terdengar dingin.

"Sejauh mana? Maksudku, hubunganmu dengannya."

"Apa kau akan percaya padaku?"

"Sejak kapan aku menaruh curiga pada adik-adikku Kyu?"

"Aku tidak pernah berpacaran dengannya. Kami hanya teman" Kyuhyun menundukkan kepalanya, berharap Leeteuk tak menyadari raut wajahnya yang berubah.

Leeteuk tersenyum samar, sedikit miris melihat adik paling kecilnya sakit hati begitu parah, dia belum banyak belajar soal cinta. "Jujur saja padaku, tak apa Kyu." Leeteuk sebenarnya tahu tentang skandal yang menimpa magnae mereka ini.

"Permisi, americano dan hot chocolate, juseyo" seorang waitress memberikan pesanan yang sebelumnya mereka pesan. Kedatangannya sedikit mencairkan suasana diantara kedua pria tampan ini.

Keadaan menjadi hening sesaat diantara mereka berdua. Leeteuk tak ingin memaksa Kyuhyun, Leeteuk hanya ingin menunggu Kyuhyun terbuka padanya, menceritakan semuanya. Leeteuk berharap Kyuhyun bisa menganggapnya sebagai kakak kandungnya, menggantikan Cho Ahra yang sekarang sudah menikah dan waktunya tersita untuk suaminya. Bukan hanya karena tugasnya sebagai seorang leader, tapi karena Leeteuk peduli dengan keluarganya.

"Cogiyo..." sapaan formal ditujukan kepada mereka berdua. Suara seorang gadis bermata lebar dan rambut hitam legam tergerai sebahu yang berdiri di dekat meja mereka.

Leeteuk dan Kyuhyun menoleh ke asal suara bersamaan. Mata mereka membulat. Leeteuk cepat membaca keadaan. "Waeyo?"

"Super Junior leader, Leeteuk-ssi?" tanya gadis itu lagi. Tidak. Dia tidak bertanya, dia meminta konfirmasi. Wajahnya tersenyum senang. Matanya berbinar. "Dan Super Junior magnae, Kyuhyun?"

"Ne. Waeyo? Nuguseyo?" Leeteuk kembali bertanya. Kyuhyun masih terdiam, menatap gadis itu mengira dia akan menyadari sesuatu. Tapi si gadis malah hanya tersenyum tanpa dosa, dengan kata lain dia tidak menyadari apapun.

"Wanda?" samar-samar Kyuhyun mengucapkan nama itu.

"Omo, kau masih ingat aku Kyuhyun-ssi? Terakhir kali kita bertemu saat konser Phonograph KRY di Jakarta, saat acara fansign itu." Wajah gadis itu mendadak sumringah bercampur keterkejutan yang tidak dapat ditutup-tutupi. Menjadikannya terlihat sangat bodoh di mata Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum manis menyembunyikan tawanya sambil memandang gadis itu. Babo, i yeoja jinjja baboya! Bodoh. Batin Kyuhyun. Dia ini bodohnya sungguh keterlaluan. Kemudian Kyuhyun menyadari kenapa gadis itu tidak mengenalinya waktu itu. Waktu itu Kyuhyun dalam kondisi berantakan, bareface alias tanpa make up, dan memang dia tidak sedang bergaya ala Kyuhyun member Super Junior.

"Ah, kau ELF? Wah, kebetulan sekali kita bertemu disini. Ngomong-ngomong sedang apa disini?" Leeteuk tersenyum manis dan sangat ramah. Ini fansnya, bagian dari kehidupannya. Cantik.

"Aku menunggu seseorang. Mungkin sebentar lagi akan datang." Kata gadis itu sambil menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan cafe yang cukup besar itu.

"Namchin? Kau menunggu pacarmu?" tanya Leeteuk. Kyuhyun tampak tak acuh tapi matanya menyiratkan keingintahuan yang sama besarnya dengan Leeteuk.

"Aniyo. Aku ada pertemuan menyangkut pekerjaanku. Kalau begitu akan permisi. Silahkan nikmati waktu kalian. Gomawoyo~ annyeong higaseyo." Gadis itu membungkukkan badannya sambil tersenyum senang. Kemudian melangkahkan kakinya menuju ke seorang wanita paruh baya yang anggun.

"Dia cantik." Kata Leeteuk. Tapi pendek dan bodoh. Tambah kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun diam dia kembali memikirkan pembicaraan yang sebelumnya terputus dengan Leeteuk. Kembali menyelamkan pikiran pada skandal-skandal yang akhir-akhir ini menghantuinya.

"Hyung, sepertinya kita harus kembali. Satu jam lagi aku ada pertemuan dengan PD Radio Star." Kyuhyun belum siap mengatakannya semuanya kepada Leeteuk. Untung Leeteuk bisa langsung mengerti, dia mengajak Kyuhyun keluar cafe itu lewat pintu belakang.

Leeteuk menoleh kearah tempat duduk gadis tadi yang kebetulan dia juga sedang menoleh kearahnya, Leeteuk tersenyum dan berkata 'annyeong' dengan menggerakkan bibirnya tanpa suara yang dibalas anggukan ramah oleh gadis itu.

.

.


How can I reject myself and become somebody else


.

.

Leeteuk menekan gas mobilnya agak dalam. Dia takut merusak jadwal Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam dan menikmati jalanan kota Seoul yang setengah padat serta berbagai kesibukan orang-orang dipinggir jalan.

"Oh ya, Kyu. Kau tahu, stylish kita mengajukan resign kemarin." Leeteuk lupa memberitahu hal ini kepada anggota yang lain.

"Nugu? Siapa?" Kyuhyun mengerutkan keningnya mengingat banyaknya staff stylish untuk Super Junior. asal jangan Nayeong noona sih tidak masalah. Batin Kyuhyun.

"Oh Nayeong. Nayeong noona akan menikah bulan depan, ingat?"

"Ah waee~ tidak apa yang lain asal jangan Nayeong noona ku. Kenapa dia tidak memberitahuku?" Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dan mengerutkan keningnya, tanda dia sedang kesal setengah mati. Leeteuk tersenyum menanggapi tingkah kekanakan yang baru saja keluar dari diri Kyuhyun. Mau bagaimanapun Cho Kyuhyun adalah yang termuda diantara mereka, wajar kalau terkadang dia terlihat begitu kekanakan.

Leeteuk tahu Oh Nayeong adalah seorang stylish yang begitu pas dengan selera para member. Nayeong sangat dekat dengan Kyuhyun dan Heechul, mereka berdua bahkan tidak mau ditangani oleh stylish yang lain.

Kyuhyun mengambil ponselnya, kemudian mencari-cari nama Oh Nayeong di daftar nama yang tercantum di ponselnya. Setelah menemukannya, Kyuhyun langsung membuat panggilan suara kepada Oh Nayeong.

"Noona. Kenapa pergi dan tidak memberitahuku?" nada suara Kyuhyun sangat menuntut.

"wae? Aku tahu reaksimu akan seperti ini Kyu, maaf tidak memberitahumu sebelumnya, soal pernikahanku, sebelumnya sudah kukatakan pada kalian kan?" Nayeong membalas dengan suara tenang, sudah biasa menghadapi sisi Kyuhyun yang kekanakan.

"Ah molla. Lalu bagaimana denganku?"

"Ada apa denganmu?" nayeong pura-pura tidak mengerti.

"Noona, kau sangat tahu bahwa sekarang aku sedang kesal kan?"

"Orang yang kesal setengah mati tidak akan mengatakan dirinya sedang kesal Kyu," Nayeong terus menggoda Kyuhyun.

"..."

"mianhae. Maafkan aku ya. Tapi tenang saja, aku sudah punya penggantiku, aku sendiri yang memilihkannya untuk kalian. Waktu kuajak ke butik dia kusuruh untuk memilihkan kalian baju. Dia memilihnya dengan sangat cepat dan tepat, sesuai selera kalian masing-masing. Bagaimana?"

"Aku tetap tidak akan suka. Kapan kau resmi pergi?" tanya Kyuhyun, nadanya semakin kesal setelah Nayeong menjelaskan panjang lebar soal stylish mereka yang baru.

"Mulai hari ini sebenarnya, penggantiku akan datang minggu depan. Aku benar-benar minta maaf ya Kyu. Sukses selalu untukmu! Kapan-kapan aku akan mampir." kyuhyun tidak percaya stylish kebanggaannya ini pergi begitu saja untuk menikah.

Kyuhyun memutuskan sambungannya setelah puas merajuk ini itu pada stylishnya, Leeteuk yang mengemudi tidak bisa menahan tawanya melihat Kyuhyun bertingkah seperti itu.

"Hyung, antar aku langsung ke MBC Studio saja ya. Jongwoo hyung sudah menunggu disana." Kyuhyun masih terlihat kesal. Leeteuk hanya mengangguk menyetujui.

"Ne, sajangnim~" Leeteuk menggoda Kyuhyun.

"Hyuuuung~"

"Hahahaha, mian.." Leeteuk tertawa ringan sambil menepuk pundak Kyuhyun untuk menenangkannya.

.


How can I reject myself and become somebody else


.

었해?

well, FYI lotte castle itu sebenernya nama penthouse mewah di sekitaran gangnam

please review~^^

TenKyu 3

Cho Rianaa