Desclaimer : Final Fantasy (IV, VII, VIII, X, XII, XIII) - Square Enix, Naruto - Masashi Kishimoto, One Piece - Eiichiro Oda, Fairy Tail - Hiro Mashima dan karakter manga/anime/game lainnya bukan milik Author.
Warning : OOC, Gaje, terlalu singkat alias alur kecepatan bin suka-suka Author, newbie.
Note : If you read this, please give me your comment. :)
Main Pairing : Zack Fair (Final Fantasy VII)
~ Summary ~
Ada sebuah kota besar yang bernama Midgar salah satu kota terbesar pertama yang berada di benua Alvarez, kota yang terkenal dengan kemajuan dan kekayaannya, dan juga tentram. Namun di balik itu semua ada sebuah keburukan yang tidak di ketahui orang awam, yaitu pertarungan yang membuat pemainnya masuk rumah sakit bahkan ada juga yang meninggal, game pertarungan itu disebut dengan 'Dead Batt', di mana pertarungan yang hanya mempunyai satu aturan yaitu siapa yang K.O/Dead/Menyerah dia yang kalah, permainan atau pertarungan yang tidak memandang pria ataupun wanita. Pertarungan yang di lakukan setiap malam, terkadang ada pertarungan yang di lakukan di atas ring tapi biasanya itu di adakan oleh pengusaha kaya yang mengadakan acara tersebut atau biasa di bilang tournament karena perlu hiburan, dan juga di adakan dengan iseng-iseng atau di tantang namun hal ini biasanya di lakukan di bar, jalanan, parkiran kosong, dan gedung kosong, alias di luar tournament. Bukan hanya di Midgar, di kota lainnya dan benua lainnya juga memiliki permainan mematikan tersebut, setiap peserta yang mengikuti permainan tersebut di pastikan memiliki klub, namun juga ada sebagian pemain tidak memiliki klub dengan alasan tersendiri.
Chapter 03 - Anggota 'Emperor Sea' : BlackBeard dan Joker!
Kota Sabaody - Grand Line
|| Sector 09 - Taman kota Sabaody ||
~ Selasa, 09.00 AM ~
Seorang pria bersurai pirang pendek bergelombang menggunakan kemeja berwarna hitam berlengan panjang yang dengan sengaja ia buka hingga memperlihatkan lapisan baju kaos merah di dalamnya sedang berjalan dengan seorang wanita bersurai orange terang yang di tutup dengan topi baret berwarna merah dan terdapat kacamata hitam di topinya dan kemeja berwarna merah muda berjalan di sebelahnya, mereka adalah Sabo dan Koala anggota organisasi SeeD di benua Grand Line yang sedang berlibur. Anggap mereka adalah sepasang suami-istri walaupun mereka terlihat masih muda.
"Sabo-kun, ayo ke sana."
Pinta Koala menunjuk balai kota Sabaody dan juga yang sedari tadi memeluk lengan kiri Sabo.
"Baiklah."
Jawab Sabo singkat sambil tersenyum kearah Koala, Koala'pun mengeratkan pelukannya pada lengan Sabo.
"Ne,, Sabo-kun.. Selain berlibur katanya kau mau mengunjungi Luffy-kun bukan ?"
Ucap Koala membuka topik pembucaraan.
"Benar,, tapi sepertinya ia sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dia sangat aktif bekerja, aku jadi khawatir dengan Hancock."
Jawab Sabo santai.
"Benar juga, aku juga ikut khawatir denganNya."
Koala'pun berpendapatan yang sama dengan Sabo tentang Luffy dan Hancock.
"Ngomong-ngomong Koala, apa kau tau tentang Dunia Gelap ?"
Ekspresi Sabo sedikit serius setelah mengatakan hal tersebut. Koala'pun menolehkan kepalanya kearah Sabo dan menjawabnya dengan anggukan. Sabo'pun menoleh kearah Koala dan tersenyum tipis.
"Tidak ada apa-apa, hanya bertanya saja."
Lanjut Sabo menjelaskan, Koala mengedipkan matanya beberapa kali karena bingung lalu Koala'pun menatap Sabo tajam curiga.
"Apa Sabo-kun akan menyelidikinya ?"
Tanya Koala dengan suara kesal sambil mencubiti pipi Sabo dengan kesal sebentar lalu melepaskannya. Sabo'pun mengusap pipinya yang bekas dicubiti oleh Koala lalu mengangguk menjawab pertanyaan Koala.
"Tapi setelah liburan kita ini, ini tugas dari Kakek Garp."
Jelas Sabo dengan mengusapi kepala Koala, Koala yang mendengarnyapun mengembungkan pipinya kesal. Tentu saja, kakek Garp wakil pimpinan Organisasi SeeD di Grand Line meminta Sabo untuk menyelidiki Dunia Gelap yang akan menyibukkan Sabo setiap malam. Koala'pun hanya menghela nafas pendek pasrah karena alasan tersebut.
"Baiklah,, tapi jangan sampai Sabo-kun terlalu memaksakan diri."
Ucap Koala dengan suara pasrah, lalu iapun memeluk lengan Sabo dengan erat. Sabo hanya tersenyum dan mengusap kepala Koala dengan lembut.
Setelah memasuki taman'pun mereka berkeliling untuk mencari permainan yang mungkin cukup menghibur mereka, namun beberapa saat kemudia ada seseorang memanggil Sabo.
"Sabo-san!"
Panggil orang tersebut yang membuat Sabo dan Koala menengok kearah orang itu, mereka'pun melihat dua orang berbeda jenis sedang berjalan berdampingan.
"Ahh,, Zoro."
Balas Sabo memanggil nama pria yang bernama Zoro tersebut. Sabo dan Koala'pun mendekati Zoro dan seorang wanita yang dibawa Zoro untuk memperdekat jarak mereka.
"Sabo-san, apa kalian sedang berlibur ?"
Tanya Zoro kepada Sabo.
"Begitulah, kalian sendiri ?"
Sabo'pun menanyakan hal yang sama.
"Tidak, hanya mengisi waktu kosong ku saja. Aku kira kau sedang menjalankan tugas di kota lain."
Jawab Zoro.
"Tidak, aku dan Koala meminta libur beberapa hari. Tak ku sangka kau akan berlibur dengan Robin-san. Bagaimana kabarmu Robin-san ?"
Ucap Sabo menengok kearah wanita di samping Zoro yang bernama Robin sambil tersenyum.
"Baik, kalian sendiri ?"
Jawab Robin sambil tersenyum.
"Baik juga Robin-san."
Jawab Koala membalas senyuman Robin.
Sabo dan Zoro perlahan melepaskan gandengan tangan mereka dengan wanita mereka masing-masing.
"Koala kau bisa bersama Robin-san bermainnya ? Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan Zoro."
Ucap Sabo sambil tersenyum, lalu Sabo'pun menengok kearah Robin dan Robin'pun hanya tersenyum ramah.
"Baiklah"
Jawab Koala sambil mengangguk, lalu Koala dan Robin'pun pergi meninggalkan Sabo dan Zoro.
Zoro menengok kearah Sabo dengan memasang ekspresi bertanya-tanya.
"Tidak baik membicarakannya di sini, ayo kita ke tempat lain."
Ucap Sabo mengajak Zoro untuk pergi ke suatu tempat.
"Baiklah."
Balas Zoro hanya dengan mengikutinya.
~000000~
Merekapun memasuki sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari taman Sabaody yang kiranya cuman 500 meter, merekapun duduk di dekat jendela dengan posisi duduk mereka bersebrangan.
"Jadi apa yang ingin kau katakan ?"
Tanya Zoro membuka pembicaraan sebelumnya.
"Ku rasa kau sudah tau tentang Dunia Gelap dan permainan yang bernama Dead Batt itu bukan."
Jawab Sabo dengan tatapan dan nada yang mulai serius, namun Zoro hanya menanggapinya dengan anggukan.
"Kita akan menyelidikinya sendiri, Zoro. Apa kau mau menemaniku ?"
Zoro yang di ajakpun hanya menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki dengan kedua tangannya berada di belakang kepalanya, lalu menatap Sabo dengan datar.
"Kita memerlukan perintah dari Shanks, lagipula bukankah kau sedang berlibur ?"
Tanggap Zoro.
"Benar, tapi melihatmu bersama Robin di sini jadi tidak ada salahnya bukan membuat Koala menyibukkannya dengan Robin."
Jelas Sabo dengan menatap Zoro seakan memohon.
"Haaahhhh!"
Zoro'pun hanya menghela nafas.
"Baiklah, lagipula ku dengar Shanks saat ini akan melakukan rapat Organisasi Keamanan Dunia di benua 'Negara'."
Zoro'pun menyetujui ajakan Sabo dan sedikit menjelaskan.
"Bukankah itu kesempatan kita, ku yakin organisasi lain di benua lain juga akan melakukannya."
Jelas Sabo di tambah dengan senyuman kesenangan.
Zoro yang mendengarnya hanya mengangguk dan meminum Cappucino yang telah di pesannya.
"Kalian di sini rupanya!"
Terdengar suara Koala dari belakang Sabo, sontak membuat kedua pria tersebut sedikit kaget dan menengok ke arah asal suara.
Koala dan Robin'pun duduk di sebelah pria mereka masing-masing sambil menaruh tas belanjaan mereka di atas meja.
"Apa yang kalian beli ? Kok banyak begini ?"
Tanya Zoro menoleh kearah Robin dengan bingung sambil menunjuk tas belanjaannya yang berada di atas meja, dan Robin'pun hanya menoleh kearah Zoro dengan tersenyum.
"Hanya sedikit berbelanja, tidak apa-apakan ?"
Balas Robin kepada Zoro.
"Tidak masalah, tidak biasanya saja kau berbelanja sebanyak ini."
Jawab Zoro dengan heran.
"Daripada kau menanyakan hal tidak penting seperti itu kepada Robin-san, lebih baik kau katakakan saja apa yang kalian bicarakan wahai para pria."
Jelas Koala yang di ikuti dengan anggukan Robin setuju.
"Tak ada yang penting."
Jawab Zoro singkat.
"Hehh? Bukannya Sabo-kun mengatakan hal penting ?"
Sedikit sontak Koala'pun menengok kearah Sabo, dan hanya di balas Sabo dengan cengiran khasnya.
"Itu menurutnya, menurutku tidak. Hanya membicarakan Luffy dan si Koki Mesum saja."
Koala sedikit bingung dengan mengedipkan matanya beberapa kali.
"Koki Mesum ?"
Tanya Koala bingung dengan memiringkan sedikit kepalanya.
"Sanji"
Balas Sabo singkat.
"Ouu,, si koki terkenal yang bekerja di restaurant Bartie itu."
Zoro, Robin, dan Sabo'pun menganggukkan kepala mereka bersamaan.
"Robin, aku akan berkunjung ke tempat koki bodoh itu bersama Sabo-san dan Luffy. Jadi aku akan kembali ke hotel larut malam."
Jelas Zoro yang hanya di jawab Robin dengan anggukan, dan Robin'pun mengambil kunci kamar hotelnya di tas miliknya yang terletak di meja lalu memberikannya kepada Zoro. Zoro'pun mengambil kunci tersebut dengan memasukkannya ke dalam saku celananya.
"Koala kau bisa menemani Robin-sankan ?"
Tanya Sabo kepada Koala.
"Tentu saja, aku juga tidak mau sendirian di hotel."
Jawab Koala dengan mengembungkan pipinya kearah Sabo, dan Sabo hanya tersenyum kearah Koala.
Di keseriusan Zoro dan Sabo yang berbincang-bincang tentang dunia gelap sebelumnya, tanpa mereka sadari bahwa ada seseorang dengan menggunakan topi klasik mendengarkan pembicaraan mereka.
'Kheee'
Orang tersebutpun menyeringai senang, lalu ia pergi meninggalkan cafe tersebut.
~00000~
|| Sector 39 - Bagian barat kota Sabaody ||
~ Selasa, 10.10 AM ~
"Apa itu semua benar !?"
Ucap pria berpenampilan besar sedikit gendut dengan rambut hitam keriting dan janggut lumayan tebal berwarna hitam.
"Itu benar Kurohige-sama"
Ucap pria tinggi putih pucat berpakaian kemeja putih panjang dan aksesoris bagian kepalanya yaitu topi klasik seperti para pesulap tersebut dengan santai namun membungkukkan dirinya tanda menghormati pria di depannya.
"Jika itu benar, kita juga harus mempersiapkan semuanya. Laffitte, pastikan mereka tidak mengetahui kita."
Ucap BlackBeard kepada pria pucat yang bernama Laffitte tersebut.
"Baik tuan."
Balas Laffitte lalu ia membenarkan dirinya dan berbalik ke belakang ingin pergi, namun hal itu tidak ia lakukan karena ia melihat seseorang sedang berjalan mendekati mereka berdua. Namun Laffitte menatap orang tersebut dengan tatapan tajam dan bersiap siaga.
'Tap' 'tap' 'tap' 'tap'...
Langkah kaki orang tersebutpun terdengar santai berjalan menuju kearah BlackBeard dan Laffitte, hingga akhirnya terlihat jelas oleh BlackBeard.
Orang tersebut mengenakan jas hitam dengan kancing yang terbuka memperlihatkan kemeja merah di dalamnya dan kacamata merah yang menutupi matanya, orang tersebutpun berhenti sekitar 8 meter dari tempat BleakBeard berada dan 6 meter dari tempat Laffitte berada.
"Joker!"
Gumam Laffitte terdengar pelan.
"Hihihi.."
Pria yang dipanggil 'Joker' itupun tertawa namun tawanya terdengar meremehkan.
"Kau khawatir tentang itu Teach ? Hihi.."
Ucap Joker kepada BleackBeard yang dipanggil Teach, namun di akhir kalimat ia melanjutkan tawa meremehkannya kembali.
"Tentu saja, kalau SeeD telah bergerak kita semua akan tamat!"
Ucap Teach sedikit berteriak, namun Joker hanya terus tertawa khasnya.
"Kalau cuman dua atau sepuluh orang saja masih dengan mudah kita singkirkan!"
Balas Joker namun tetap dengan senyuman lebar meremehkannya.
"Tapi yang kita lawan adalah SeeD, apa kau tidak takut!"
Ucap Teach tetap dengan suara besarnya. Joker hanya diam tapi kali ini senyuman di bibirnyapun perlahan memudar lalu matanya menatap Teach dengan tajam di balik kacamata merahnya tersebut. Teach yang melihat pudarnya senyuman Joker'pun menyeringai.
"Apa kau sekarang takut Doflamingo!?"
Ucap Teach dengan seringaian merendahkan.
"Laffitte, kau pergi saja."
Lanjut Teach memerintah Laffitte pergi meninggalkan Joker dan BlackBeard, Laffitte'pun membungkukkan dirinya sebentar lalu pergi meninggalkan dua orang tersebut.
"Aku tidak pernah takut dengan siapapun!"
Ucap Joker yang namanya adalah Doflamingo dengan nada datar.
"Tapi itu terlihat dari raut wajahmu"
Ucap Teach sambil berjalan ke arah Doflamingo hingga jarak mereka tersisa 4 meter.
Doflamingo kembali menunjukkan senyum lebarnya seakan ingin mengatakan hal merendahkan Teach.
"Orang sepertimu yang hanya duduk manis di bangku dan takut dengan tindakan SeeD tidak perlu banyak bicara, dasar sampah! Hihihi..."
Ucap Doflamingo merendahkan Teach hingga membuat Teach marah.
"KAU! SIAPA YANG KAU PANGGIL SAMPAH HAH!? DASAR ANJING SIALAN!"
Teach'pun berteriak marah, namun Doflamingo hanya tertawa dengan tangan kirinya memegang kepalanya tanpa membalas perkataan Teach.
"SIALAN!"
Teach'pun mengepalkan kedua tangannya lalu berlari kearah Doflamingo bersiap untuk memukulnya. Teach menyerang menggunakan tangan kanannya namun di hindari oleh Doflamingo dengan santai dan setelah itu Doflamingo menendang(mendorong) Teach dengan telapak kakinya hingga membuat Teach tersungkur jatuh.
"Jangan menentangku, lagipula aku telah mempersiapkan rencana agar SeeD tidak dapat menemukan kita."
Ucap Doflamingo masih berdiri tegak, sedangkan Teach berusaha untuk membangkitkan dirinya dan menatap Doflamingo dengan tajam.
"Apa rencana itu ?"
Ucap Teach masih dengan nada kesal plus marahnya.
"Di bandingkan denganmu aku telah lebih dulu bergerak."
Doflamingo masih tetap memasang senyum lebarnya, Doflamingo'pun berjalan melewati Teach dan Teach hanya melirik Doflamingo yang melewatinya.
Sekitar 5 meter jarak mereka yang saling membelakangi Doflamingo menghentikan langkahnya.
"Saat ini Shanks pimpinan SeeD sedang berjalan menuju 'Negara'."
Perkataan itu membuat Teach berbalik melihat kearah Doflamingo dengan bingung.
"Dari mana kau tau ? Dan apa yang di lakukan SeeD ?"
"Vergo."
"Vergo ?" Teach sedikit memiringkan kepalanya menyebut nama tersebut. "Salah satu bawahanmu ? Jangan-jangan." Lanjut Teach memastikannya.
Doflamingo hanya mengangguk lalu melanjutkan perkataannya dengan nada datar.
"Benar, SeeD beserta organisasi lainnya mulai bergerak."
"Kau memata-matai mereka dengan menyusup kesana secara langsung."
Pernyataan Teach tak di tanggapi oleh Doflamingo yang melanjutkan langkah kakinya untuk pergi.
"Jadi oleh karena itu kau jangan macam-macam denganku. TEACH! Hihihihi"
Ucap Doflamingo yang perlahan menghilang dengan seringaian lebarnya, hingga membuat Teach hanya berdesis kesal.
"Tak di sangka bahwa dia akan berbuat sejauh itu bukan ? BlackBeard."
Ucap seorang pria yang memasuki ruangan tersebut setelah Doflamingo pergi. Teach hanya melihat pria tersebut tanpa ekspresi apapun.
"Biarkan dia berbuat semaunya. Lalu apa tujuanmu kemari, Serena ?"
Tanya Teach kepada pria yang bernama Serena.
"Hanya kemari saja, dan secara kebetulan aku mendengar pembicaraan kalian"
Jawab Serena dengan polos.
"Begitu, ngomong-ngomong apa kau sudah siap untuk nanti malam ?"
Tanya Teach berjalan ke bangkunya dan duduk. Lalu menatap Serena dengan serius.
"Tentu"
Jawab Serena antusias di tambah seringaiannya.
#Bersambung
{{OWARI}}
Kayaknya chapter ini sedikit berantakan, yahh... Mungkin ajj, ouu iya.. Chapter ini cuman menceritakan pada latar waktu pagi-siang hari, kalau latar waktu malam akan full scene Zack, jadi latar waktu pagi-siang di isi dengan pairing lain.
Semoga gk membuat para readers kecewa deh.. X_X
Nb Daftar nama karakter yang kemungkinan tidak di ketahui pembaca yang terdapat pada Chapter 1-3 :
- Serena = God Serena (Fairy Tail)
- Vergo = Vergo (One Piece)
- Yuffie = Yuffie Kisaragi (Final Fantasy VII)
- Squall = Squall Leonhart (Final Fantasy VIII)
- Lightning/Claire = Claire Farron (Final Fantasy XIII)
- Rinoa = Rinoa Heartilly (Final Fantasy VIII)
- Serah = Serah Farron (Final Fantasy XIII)
- Vincent = Vincent Valentine (Final Fantasy VII)
- Selebihnya bisa tanyakan lewat review/komentar, untuk penampilan atau tampang wajahnya bisa search di google. :D
