Desclaimer : Final Fantasy (IV, VII, VIII, X, XII, XIII) - Square Enix, Naruto - Masashi Kishimoto, One Piece - Eiichiro Oda, Fairy Tail - Hiro Mashima dan karakter manga/anime/game lainnya bukan milik Author.
Warning : OOC, Gaje, terlalu singkat alias alur kecepatan bin suka-suka Author, newbie.
Note : If you read this, please give me your comment. :)
Main Pairing : Zack Fair (Final Fantasy VII)
~ Summary ~
Ada sebuah kota besar yang bernama Midgar salah satu kota terbesar pertama yang berada di benua Alvarez, kota yang terkenal dengan kemajuan dan kekayaannya, dan juga tentram. Namun di balik itu semua ada sebuah keburukan yang tidak di ketahui orang awam, yaitu pertarungan yang membuat pemainnya masuk rumah sakit bahkan ada juga yang meninggal, game pertarungan itu disebut dengan 'Dead Batt', di mana pertarungan yang hanya mempunyai satu aturan yaitu siapa yang K.O/Dead/Menyerah dia yang kalah, permainan atau pertarungan yang tidak memandang pria ataupun wanita. Pertarungan yang di lakukan setiap malam, terkadang ada pertarungan yang di lakukan di atas ring tapi biasanya itu di adakan oleh pengusaha kaya yang mengadakan acara tersebut atau biasa di bilang tournament karena perlu hiburan, dan juga di adakan dengan iseng-iseng atau di tantang namun hal ini biasanya di lakukan di bar, jalanan, parkiran kosong, dan gedung kosong, alias di luar tournament. Bukan hanya di Midgar, di kota lainnya dan benua lainnya juga memiliki permainan mematikan tersebut, setiap peserta yang mengikuti permainan tersebut di pastikan memiliki klub, namun juga ada sebagian pemain tidak memiliki klub dengan alasan tersendiri.
Chapter 04 - Akatsuki
|| Sector 01 - Kota Konoha - Benua 'Negara' ||
Lokasi Organisasi 'Ne'
~ Jam 14.00 ~
Kini semua Organisasi Keamanan Dunia telah berkumpul, ketua dan wakil setiap Organisasi yang mewakili benuanya telah duduk di kursinya masing-masing.
Mereka duduk di meja bundar yang cukup luas, dimana di meja tersebut terdapat 12 orang, 4 orang dewan dan sisanya adalah ketua dan wakil organisasi yang menjaga benuanya masing-masing.
Posisi Duduk:
Benua Alvarez yang dijaga oleh Organisasi Turks dimana pemimpinnya adalah Sephiroth dan yang duduk disebelahnya adalah wakilnya yang bernama Tseng.
Lalu disebelah kiri Organisasi Turks adalah Organisasi Ne yang menjaga benua 'Negara' yang dipimpin oleh seorang pria berambut pirang Minato Namikaze dan yang duduk disebelahnya ialah wakilnya yang berambut putih bernama Hatake Kakashi.
Disebelah kiri Organisasi Ne adalah Organisasi Crime Sorciere (CS) yang menjaga benua 'Isgar' yang dipimpin oleh pria bersurai biru dan terdapat tato di wajah bagian kanannya Jellal Fernandez dan wakilnya yang bersurai merah gelap Erik.
Lalu disebelah kanan Organisasi Turks adalah Organisasi SeeD yang menjaga benua 'Grand Line' yang dipimpin oleh pria berambut merah dan terdapat tiga goresan di mata kirinya Shanks dan wakilnya pria bersurai hitam panjang Laguna Loire.
Lalu yang saat ini duduk didepan mereka terdapat 4 orang dewan yang menghadiri rapat tersebut.
"Kini para pengusaha dunia gelap semakin meningkat dan perdagangan mereka semakin lama semakin meningkat tingkat keberhasilan mereka"
Ucap pria paruh baya berambut putih dengan kacamata yang posisi duduknya di dekat Organisasi CS dengan nada santai untuk memulai topik rapat tersebut.
"Itu benar, tapi untuk mengantisipasinya sangat sulit. Apalagi mereka dilindungi oleh organisasi (klub) yang bekerja sama dengan mereka. Dan kita semua kekurangan anggota di tambah kasus-kasus yang lain belum terselesaikan"
Ucap Shanks dengan menatap pria paruh baya tersebut.
"Apa yang dikatakan tuan Shanks benar, terutama saya mendapatkan kabar bahwa keluarga Donquixote kini telah bekerja sama dengan salah satu organisasi yang terkenal kejam"
Ucap Jellal yang bersependapat dengan Shanks.
"Jadi, bagaimana kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk itu anggota yang dipekerjakan untuk penyelidikan ini hanya sedikit."
Saran salah satu dewan yang berambut panjang hitam yang duduk disebelah pria paruh baya berkacamata tersebut.
"Untuk masalah penyelidikan, tidak. Maksudnya penyusupan saya telah melakukannya, maaf sebelumnya pada rapat beberapa bulan terakhir kemarin saya tidak memberi tahu kalian semua."
Ucap Sephiroth angkat suara, kini pandangan semua orang tertuju kearah Sephiroth.
"Saya telah mengirim dua orang untuk menyusup kedunia gelap, dan mendapatkan beberapa informasi"
Tatapan Sephiroth terlihat serius hingga membuat semua orang melihatnya dengan penasaran.
"Dan informasi seperti apa itu tuan Sephiroth ?"
Tanya seorang pria tua yang duduk di atas meja karena ukuran tubuhnya pendek.
(Jangan tanya siapa. :v Yang nonton FT pasti tau! #plakk :v)
"Aku mendapatkan informasi bahwa mereka telah membuka usaha jual-beli budak wanita antar kota dan benua"
Jawab Sephiroth yang membuat para dewan terbelalak kaget, namun untuk pemimpin organisasi lain hanya menunjukkan ekspresi terkejut.
'Bughhh'
"APA!?"
Teriak salah satu dewan sambil memukil meja dengan cukup keras, semua orang yang berada disana hanya terdiam mendengarnya namun Sephiroth menatap beliau dengan tatapan serius tanda bahwa Sephiroth tidak berbohong.
"Kalau begitu, klub malam akan semakin ramai saja! Benarkan tuan Shanks?"
Laguna wakil Shanks angkat suara lalu menatap Sephiroth santai.
"Tak kusangka Turks lebih cepat bertindak, kuharap itu Squall yang menyusup"
Ucap Laguna sambil tersenyum kearah Sephiroth, Sephiroth membalas senyuman tersebut sebelum menjawab penyataan Laguna.
"Sayangnya bukan tuan Laguna, anakmu tidak bisa menerima tugas itu karena ia berada di posisi yang berbeda"
Jawab Sephiroth santai, dan Laguna hanya menghela nafas.
"Yahh,, sayang sekali"
Keluh Laguna.
"Sete-"
Ucapan salah satu dewan terputus akibat Sephiroth melanjutkan percakapannya.
"Tapi permainan yang bernama 'Dead Batt' masih berlanjut"
Jellal memandang Sephiroth dengan tajam lalu bertanya.
"Bukannya permainan itu telah dibubarkan beberapa bulan lalu ?"
Tanya Jellal, kini pandangan Sephiroth teralih pada Jellal.
"Benar, tapi itu di benua Isgar dan Negara. Dan kudengar seluruh pemain dari Isgar, dan Negara menuju Alvarez dan Grand Line. Selain itu permainan tersebut akan di adakan kembali di Negara, dan Isgar dalam waktu dekat ini. Lalu perdagangan jual-beli budak dalam waktu satu minggu ini sudah meningkat pesat keseluruh benua"
Jelas Sephiroth membuat seluruhnya terkejut terkecuali Tseng.
"Lalu apa kau membiarkannya saja tuan Sephiroth ?"
Tanya Minato yang sedari tadi hanya diam.
"Untuk saat ini kepolisian beserta Turks tidak bisa bertindak. Di Alvarez sungguh banyak kasus lain yang harus diselesaikan"
Jawab Sephiroth sambil menghela nafas.
.
.
.
.
|| Konohagakure - Sector 01 ||
~Jam 15.55~
Rapat telah selesai, kini semua organisasi dan para dewan telah pergi meninggalkan ruangan dan gedung Organisasi Ne.
"Tseng, kau duluan ke hotel. Aku ada perlu sebentar"
Ucap Sephiroth kepada Tseng.
"Baik tuan"
Jawab Tseng sambil membungkung hormat lalu pergi menuju hotel terdekat.
"Yo"
Panggil seseorang kepada Sephiroth dari belakang, Sephiroth membalikkan tubuhnya menatap orang tersebut.
"Minato."
Panggil Sephiroth kepada orang yang bernama Minato.
"Ada apa Sephiroth ?"
Tanya Minato.
"Sudah lama kita tidak bertemu, dan takku sangka kau telah menjadi pimpinan Ne"
Jawab Sephiroth sambil tersenyum ramah, Minato hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hehe, iya begitulah. Dan kau masih memimpin Turks rupanya"
Balas Minato.
"Begitulah, bagaimana kalau kita pergi berkeliling Konoha. Lagipula ada yang ingin kubicarakan denganmu"
"Baiklah tuan Sephiroth"
Balas Minato sambil tersenyum.
"Tak perlu memanggilku begitu, sekarang kita tidak dalam ruang rapat dan juga bukan lagi bawahanku"
"Hehe"
Minato hanya menyengir pendek. Merekapun berjalan mengitari Konoha.
Mereka berhenti di suatu jembatan kecil, Sephiroth bersandar di pinggir jembatan menatap jalanan, dan Minato menatap kearah sungai.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan Sephiroth ?"
Tanya Minato memulai topik.
"Aku perlu bantuanmu"
Jawab Sephiroth dengan nada datar, Minato hanya meliriknya sekilas sebelum bertanya kembali.
"Bantuan apa ?"
"Dari informasi yang kudapatkan Akatsuki dan organisasi lainnya telah ikut serta dalam perdagangan budak ini"
"Aku sudah tau, kau telah mengatakannya pada rapat barusan."
"Aku perlu bantuanmu untuk menyelidiki Akatsuki dengan menyusup masuk dunia gelap, lalu informasinya bisa kau berikan padaku"
Mereka saling melirik satu sama lain, lalu Minato membalas penjelasan Sephiroth.
"Baiklah, melihat Turks kekurangan anggota dan sangat sibuk tidak ada salahnya Ne membantu."
"Kusarankan minimal 3 atau 4 orang untuk masuk dunia gelap, dan itu harus berpencar"
Minato membalikkan badannya lalu bersandar dipagar jembatan menatap jalanan.
"Jadi begitu caramu mendapatkan informasi lebih banyak rupanya, lalu berapa orang kau kirim menyelinap masuk dunia gelap ?"
Tanya Minato santai.
"Tiga orang, dan aku baru saja memasukkan dua orang untuk menyelinap masuk. Jadi lima orang yang sedang menjalankan tugas"
Jawab Sephiroth tak kalah santainya
"Begitu, baiklah aku akan membantumu. Akan ku kirim lima orang untuk mengumpulkan informasi tentang Akatsuki dan organisasi gelap lainnya"
"Tapi aku ingin kau lebih mengumpulkan tentang informasi Akatsuki, karena hanya Akatsuki saja yang tidak ku miliki informasi lebihnya, bahkan tentang pimpinan beserta jumlah anggotanya tidak diketahui sama sekali"
Jelas Sephiroth, Minato hanya mengangguk paham.
"Apa hanya itu saja permintaanmu ?"
Tanya Minato yang di jawab Sephiroth dengan anggukan kecil.
"Baiklah, aku akan mengirim tiga atau lima orang anggotaku untuk mendapatkan informasinya, kau tunggu saja kabarnya."
Jelas Minato, Sephiroth mengangguk kecil.
.
.
.
.
|| Konoha - Sector 01 Di atas gedung Organisasi Ne ||
~ Di waktu yang bersamaan ~
"Aku akan langsung turun menyelidiki dunia gelap"
Ucap seorang pria bersurai biru yang terdapat tato diwajah bagian kanannya.
"Apa ? Kau jangan bercanda Jellal"
Balas seorang pria bersurai merah gelap kepada pria yang bernama Jellal
"Mengingat kalian semua sangat sibuk, tak ada lagi orang yang menyelidiki Dunia Gelap. Sudah ku putuskan aku langsung menyelidikinya, Erik"
Jelas Jellal dengan santai kepada pria bersurai merah gelap yang dipanggil Erik.
"Aku akan ikut serta, aku akan menghubungi Macbeth dan Sawyer untuk ikut serta"
Jelas Erik.
"Tidak Erik, kau ambil alih organisasi CS selama aku mengumpulkan informasi, biar aku Sawyer dan Macbeth yang menyelidiki Dunia Gelap"
Kini Jellal mengeluarkan nada yang serius, Erik sedikit tersentak mendengar hal tersebut.
"Tapi Jellal, jika Erza bertanya apa yang harus kukatakan ?"
"Kau tinggal bilang 'Jellal sedang melakukan penyelidikan secara langsung' mudahkan ?"
Jawab Jellal sambil tersenyum dua jari.
"Bodoh, aku bisa di hajarnya habis-habisan olehnya"
Balas Erik kesal.
"Benarkah ?"
Tanya Jellal dengan wajah polos, Erik hanya sweatdrop melihat wajah polosnya Jellal.
"Tenang saja, dia tak akan marah"
Ujar Jellal santai.
"Baiklah"
Erik'pun menghela nafas kecil.
'Pukkk'
Jellal menepuk pundak Erik pelan.
"Aku percaya padamu, dan aku akan membawa kekasihmu kembali"
Jellal menatap Erik serius, namun Erik menatap kearah lain.
"Ckk, aku malas mengatakannya. Aku mengandalkanmu"
Balas Erik datar, Jellal hanya tersenyum tipis.
.
.
.
.
|| Benua Negara - Amegakure - Sector 20 ||
Klub Akatsuki
~ 18.00 ~
Terlihat seorang pria bersurai panjang hitam hingga menutup mata sebelah kanannya sedang duduk dibangkunya sambil melihat kearah jedela.
Tok, tok, tok
Suara ketokan pintu ruangan pria tersebut, pria bersurai panjang tersebut masih menatap jendela yang terbuka melihat keluar.
"Masuk"
Balas pria bersurai panjang tersebut.
Cklaaak, kreeeek
Pintu ruangan tersebut terbuka dan masuk seorang pria berambut orange pendek, ia berjalan mendekati meja pria bersurai panjang tersebut.
"Tuan Madara, para 10 budak beserta beberapa obat-obatan yang kita pesan dari Grand Line sedang menuju kemari. Kurang lebih dua sampai tiga jam lagi pesanan akan tiba"
Ucap pria berambut orange kepada pria berambut hitam panjang tersebut yang bernama Madara. Madara masih menatap keluar jendela melihat terbenamnya matahari.
"Untuk semua obat-obatan kirim ke Iwagakure, 6 budak kirim ke sunagakure, dan sisa budaknya kirim kesini. Pembayarannya di Takigakure, pastikan tak ada yang mengetahuinya Yahiko"
Jelas Madara kepada pria bersurai orange yang bernama Yahiko.
"Baik tuan"
Yahiko berbalik ingin keluar ruangan tersebut tapi.
"Yahiko"
Panggil Madara membuat Yahiko yang telah berada di depan pintu berhenti dan berbalik metap kearah Madara yang masih duduk membelakanginya.
Madara memutar balikkan kursinya mengambil sebuah dokumen data daftar nama budak yang ia beli di laci mejanya, ia melihat nama beserta foto yang tertempel di dokumen tersebut, kini Madara melirik Yahiko.
"Untuk dua budak yang bernama Tifa Lockhart dan Aerith Gainsborough bawa kemari. Sepertinya mereka membuatku tertarik"
Ucap Madari sambil tersenyum sinis, Yahiko mengambil daftar nama budak yang telah difotocopy dari sakunya lalu melihat dua orang yang disebutkan Madara.
"Benar, dari informasi yang kita terima mereka masih gadis"
Jawab Yahiko dengan wajah datar.
"Apa mereka memiliki kekasih ?"
Madara memasukkan kembali dokumen tersebut kedalam laci meja.
"Entahlah, sepertinya belum"
Jawab Yahiko ragu sambil menggaruk kepala belakang yang tidak gatal.
"Ku harap mereka memilikinya, aku ingin melihat aksi kekasih mereka"
Terlihat seringaian terbentuk di wajah Madara, Yahiko memasukkan kembali kertas fotocopyan daftar budak tersebut kedalam saku celananya. Lalu berbalik berjalan keluar ruangan tersebut dan menutup pintu, namun sebelum menutup pintu Yahiko melirik Madara dengan datar.
"Berharaplah tuan, jika tidak kau tidak akan melihat permainan yang kau inginkan"
Ucap Yahiko lalu menutup pintu ruangan tersebut.
Kreeeek, plaakkk
Madara hanya menyeringai, lalu ia mengambil ponselnya mencari nama yang ingin dihubungi lalu menekan tombol hijau untuk menelpon orang tersebut.
"Halo, ada apa Madara ?"
"Obito, apa kau sibuk ?"
"Malam ini aku ada pertandingan di sector 25, memang ada apa ?"
"Aku hanya ingin memberikanmu seorang budak, apa kau mau ?"
"Tidak terimakasih, pilihanmu sangat buruk. Untuk pertama dan terakhir kalinya kau memberikanku seorang wanita, kau malah memberikan wanita tua yang hanya membuatku kerepotan"
"Haha,, kenapa ? Bukankah kau terlayani ?"
"Kau memang bodoh Madara, wanita tua berdada besar awet muda yang merepotkan itu membuatku tidak bisa bergerak selama 3 hari. Ayolah aku yang melayani wanita tua itu, bukan wanita tua itu yang melayaniku"
(Jangan tanya Author siapa, yg nonton Naruto pasti tau.. :v #Plakk)
"Baiklah, mungkin untuk itu aku salah. Tapi kali ini aku telah membeli 10 budak, kau tinggal pilih saja"
"Tidak Madara, aku lebih memilih bertarung di arena kebanding bertarung dikasur"
"Terserah kau saja, hanya itu yang ingin ku katakan. Apa kau punya informasi ?"
"Sangat kebetulan kau bertanya, aku tidak tau orang pembisnis sepertimu tau atau tidak tendang Dead Batt, tapi ku dengar ada seorang newbie yang baru saja mengalahkan Natsu Dragneel adik dari pimpinan Spriggan"
"Benarkah ? Bukankah dia setara denganmu ?"
"Benar, tapi bukan berarti aku akan kalah olehnya. Aku hanya mendengar dari orang-orang, dia kalah telak di Alvarez"
"Pertahankan posisimu Obito, jika tidak Akatsuki akan di pandang rendah. Itu sebabnya kau dan Sasuke ku masukkan sebagai pemain Dead Batt, jika seorang seperti adik pemimpin Spriggan saja dapat dikalahkan mungkin dengan pemain lain dapat ia kalahkan."
"Tenang Madara, mungkin adik dari pemimpin Spriggan itu menjadi patokan untuk pemain lainnya agar lebih waspada"
"Baiklah, kalau begitu ku harap kau memenangkan pertandingan nanti. Jangan membuatku kecewa"
"Baiklah, ada satu hal lagi yang ingin ku katakan padamu Madara"
Madara yang mendengar pembicaraan Obito hanya diam, lalu Obito melanjutkan percakapannya.
"Organisasi Keamanan kembali bergerak, sepertinya ada yang memata-matai kita. Mungkin ini alasan kenapa kepolisian beserta agen tidak bertindak menghakimi kita"
"Jadi begitu, kalau begitu kau lebih hati-hati Obito, jangan sampai klub kita diketahui pihak agen dan kepolisian"
"Baik"
Tiiittt
Telponpun terputus, Madara menatap jendelanya yang terbuka, melihat hari yang telah berganti malam, ia berdiri lalu berjalan kearah jendela yang terbuka tersebut menatap keluar merasakan hembusan angin malam dan membiarkan angin tersebut memasuki ruangannya.
"Jadi kau telah bergerak rupanya ya Hashirama, ingin bertarung denganku. Tidak masalah, kuterima tantanganmu"
Ucap Madara sambil menyeringai lebar.
#Bersambung
{{OWARI}}
Gaje ya ? Mungkin, entahlah. Pokok'ny komentar/review kalian.
Nb Character List :
SeeD = Adalah organisasi anti-pemerintah (Final Fantasy VIII)
Turks = Adalah organisasi rahasia yang bekerja menjalankan tugas pemecah misteri (Final Fantasy VII)
Laguna Loire = Adalah ayah (kalau gk salah ayah angkat) dari Squall Leonheart (Final Fantasy VIII)
Dewan :
Pria bersurai hitam panjang = Hashirama Senju (Naruto/Naruto Shippuden)
Pria tua pendek = Makarov Dreyar (Fairy Tail)
Pria paruh baya berambut putih berkacamata = Silvers Reyleigh (One Piece)
Yg tidak disebutkan ciri-cirinya = ? (?)
Hargai karya orang lain dengan memberikan komentar/review kalian entah itu saran atau kritik.
