Desclaimer : Final Fantasy (IV, VII, VIII, X, XII, XIII) - Square Enix, Naruto - Masashi Kishimoto, One Piece - Eiichiro Oda, Fairy Tail - Hiro Mashima dan karakter manga/anime/game lainnya bukan milik Author.

Warning : OOC, Gaje, terlalu singkat alias alur kecepatan bin suka-suka Author, newbie.

Note : If you read this, please give me your comment. :)

Main Pairing : Zack Fair (Final Fantasy VII)

~ Summary ~

Ada sebuah kota besar yang bernama Midgar salah satu kota terbesar pertama yang berada di benua Alvarez, kota yang terkenal dengan kemajuan dan kekayaannya, dan juga tentram. Namun di balik itu semua ada sebuah keburukan yang tidak di ketahui orang awam, yaitu pertarungan yang membuat pemainnya masuk rumah sakit bahkan ada juga yang meninggal, game pertarungan itu disebut dengan 'Dead Batt', di mana pertarungan yang hanya mempunyai satu aturan yaitu siapa yang K.O/Dead/Menyerah dia yang kalah, permainan atau pertarungan yang tidak memandang pria ataupun wanita. Pertarungan yang di lakukan setiap malam, terkadang ada pertarungan yang di lakukan di atas ring tapi biasanya itu di adakan oleh pengusaha kaya yang mengadakan acara tersebut atau biasa di bilang tournament karena perlu hiburan, dan juga di adakan dengan iseng-iseng atau di tantang namun hal ini biasanya di lakukan di bar, jalanan, parkiran kosong, dan gedung kosong, alias di luar tournament. Bukan hanya di Midgar, di kota lainnya dan benua lainnya juga memiliki permainan mematikan tersebut, setiap peserta yang mengikuti permainan tersebut di pastikan memiliki klub, namun juga ada sebagian pemain tidak memiliki klub dengan alasan tersendiri.

Chapter 05 - Yang Sebenarnya

|| Alvarez - Midgar - Sector 19 ||

~20.28~

Suasana malam ini di Midgar tidak terlalu dingin maupun panas, namun angin malam tetap berhembus tetapi tidak terlalu deras

Zack duduk di pinggiran balkon kamarnya menikmati suasana malam sambil melihati yang saat ini berada dalam pandangannya entah itu perumahan ataupun jalanan yang sedang dilewati orang-orang.

Drrrrrrt, drrrrrrt, drrrrrrt

Ponsel Zack yang berada dalam saku celananyapun bergetar terus menerus tanda kalau ada panggilan masuk, Zack'pun mengambil ponselnya lalu melihat nomor beserta nama yang menghubunginya.

Zack mengangkat sebelah alisnya heran setelah melihat nama penelponnya, akhirnya Zack menekan tombol hijau pada ponselnya lalu menempelkannya pada telinga kanannya.

"Halo Zack, apa kabar ?"

Terdengar suara laki-laki di pendengaran Zack, suara tersebut terdengar santai.

"Ada apa ?"

"Ha,, ternyata kau masih menyimpan nomer ponselku rupanya"

"Terserah apa katamu, ada perlu apa kau menghubungiku ?"

"Jangan datar begitu, setelah kau menjadi seorang pemain Dead Batt kau berubah sangat drastis"

"Haaah, huuuh" Zack menarik nafas lalu menghembuskannya dengan pelan

"Secepat itukah informasinya sampai ketelingamu ?"

"Haha,, apa kau pikir mengalahkan salah satu dari orang yang menakutkan tidak membuatmu terkenal ?"

Pria tersebut tertawa namun tawa tersebut terdengar santai

"Ohh"

"Tapi kau harus lebih hati-hati, sepertinya banyak yang mulai mengincarmu, Zack"

"Benar, termasuk kau bukan ?"

"Bukan aku, tapi mantan rekanmu"

"Mantan rekanku ?"

Zack menaikkan sebelah alisnya bingung

"Benar, dia sedang menuju ke Midgar. Mungkin sudah berada di Midgar"

"Dari Nibelheim ke Midgar perlu 10 jam jika menggunakan kendaraan, apa kau yakin dia telah berada di Midgar ?"

"Entahlah, dia belum melaporkan bahwa ia telah di Midgar"

"Jika sudah berada di Midgar mungkin 'mantan rekanku' yang kau maksud itu sangat mudah menemuiku bukan"

"Mungkin saja"

"By the way, kau tidak sibuk hingga kau menyempatkan dirimu menghubungi ku ?"

"Aku berada di Negara, ada rapat"

"Benarkah ? Sepertinya organisasi keamanan baru saja memulai pergerakan"

"Begitulah, apa kau telah menemukan informasi tentang Akatsuki ?"

Zack yang mendengar pertanyaan tersebut bungkam sementara, ia melihat kedalam kamarnya memastikan bahwa Rogue tidak mendengar percakapannya, namun saat ini Rogue tidak ada didalam kamarnya, setelah merasa aman Zack menjawab pertanyaan tersebut dengan nada yang pelan.

"Tidak, tapi klub itu diketuai oleh Uchiha Madara. Selebihnya belum ku dapatkan"

"Setidaknya kita mendapatkan informasi tentang ketuanya. Oh ya, Zack. Apa kau tau tentang perdagangan budak wanita ?"

Zack melirik ponsel yang menempel ditelinga kanannya dengan tajam setelah mendengar pertanyaan tersebut.

"Tidak, kau tau dari siapa ?"

"Dari Zell, dan Vincent saat ini sedang mencari tau identitas para budak yang berada di Alvarez tersebut"

"Kau mengirim Zell dan Vincent rupanya, lalu saat ini ada 4 orang yang kau kirim menyelidiki Dunia Gelap ?"

"Jika itu termasuk kau, maka ada 5"

"Lima ? Siapa satunya ?"

"Kakaknya Serah Farron"

"Claire ? Kau membuat permainan ini semakin rumit Sephiroth"

"Hm.. Aku hanya ingin membuat 'mantan rekanmu' dan Claire bekerjasama, oleh karena itu aku mengatakan bahwa Serah berada didekatmu"

"Yahh,, walaupun begitu aku tetap tidak mengerti alur permainan yang kau buat. Jadi apa tugasku selanjutnya ?"

"Buat mereka bekerjasama, apapun caranya asalkan tidak terlalu berlebihan"

"Hah ?"

Zack memerengkan kepalanya, kali ini Zack sungguh bingung dengan jalan pikiran Sephiroth

"Pikirkan sendiri, hanya itu yang ingin ku sampaikan padamu. Oh ya, apa kau juga telah mendapatkan informasi tentang Tifa ?"

"Tidak, sejauh ini aku belum menemukannya. Apa dia tak ada kabar sama sekali ?"

"Tidak ada, aku jadi khawatir dengannya. Setelah ku tugaskan 3 bulan lalu untuk mendapatkan informasi Dunia Gelap, ia belum juga memberikan kabar. Apa jangan-jangan dia.."

"Kau tidak perlu khawatir, akan ku temukan dia, ada hal lain juga yang perlu ku lakukan"

"Baiklah Zack, ku percayakan dia padamu"

"Ehmmm"

Titttt

Zack mengangguk, lalu ia memutuskan sambungan telpon tersebut dan kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.

Tok, tok, tok

Ketukan pintu kamar terdengar hingga balkon kamar Zack, Zackpun langsung menoleh kearah pintu kamarnya.

"Masuk!"

Ucap Zack dengan sedikit teriak, lalu ia kembali menatap kearah luar melihati jalanan dan perumahan.

Ckleeekkk, kreeeeek

Pintu kamar Zack terbuka, lalu seseorang masuk kemar Zack, orang tersebut melihat Zack sedang duduk di pinggiran balkon kamar lalu mendekati Zack dan bersandar di pinggiran pagar balkon sambil meminum soda.

"Apa yang kau pikirkan Zack ?"

Tanya orang itu, Zack hanya menggelengkan kepalanya pelan, orang itupun kembali meminum sodanya.

"Rogue, setelah kita membuat klub cabang di sini. Aku akan pergi ke Gonganga."

Ucap Zack kepada Rogue tanpa melirik ataupun menengoknya

"Terserah, intinya setelah membuat cabang di sini aku akan kembali ke Isgar"

Balas Rogue santai sambil menlap mulutnya dengan lengan kirinya yang di lapisi baju berlengan panjang warna hitam.

Zack yang mendengarnya hanya diam, ia memikirkan sesuatu yang tidak diketahui siapapun.

Rogue melihat jam yang ada di tangannya, jam tersebut menunjukkan pukul 21.00

"Ayo kita pergi, ku dengar akan ada pertarungan di sector .25 di sebuah parkiran mal yang tidak digunakan"

Lanjut Rogue sambil melirik Zack.

"Baiklah, ayo kita pergi"

Rogue lebih dulu berjalan kepintu kamar, Zack menutup pintu balkonnya lalu berjalan menuju pintu kamarnya

.

.

.

.

|| Alvarez - Midgar - Sector 01 (Pusat Kota) ||

~21.08~

Lightning, Cloud, dan Squall saat ini sedang berada di kantor kepolisian daerah.

Cloud dan Lightning berjalan dengan santai menuju ruang kepala kepolisian, sedangkan Squall berada di luar kantor kepolisian.

Tok, tok, tok

Lightning mengetuk pintu yang bertulisan 'Kepala Kepolisian' tersebut tiga kali dengan santai.

"Masuk"

Ucap pria yang berada di dalam ruangan tersebut santai.

Ckleeekk, kreeeek

Pintu dibuka Lightning lalu memasukinya sendiri tanpa diikuti oleh Cloud, karena Cloud menunggu di luar ruangan.

Lightning duduk dikursi yang tersedia di depan meja milik kepala kepolisian tersebut, lalu ia menunjukkan kartu identitas organisasi Turksnya kepada pria tersebut.

"Ada perlu apa anggota Turks kemari ?"

Tanya Kepala Kepolisian bersurai hitam disisir rapi kebelakang yang bernama Angeal Hawley dengan nada santai

"Aku kemari hanya untuk bertanya, apa kau tau dengan pria yang bernama Zack Fair ?"

Angel menjawab dengan anggukan pelan.

"Iya, aku mengenalnya. Memangnya ada apa ? Dia mantan kepolisian Midgar"

"Dimana dia ?"

Angel menggelengkan kepalanya pelan sambil mengangkat kedua bahunya.

"Aku tidak tau saat ini dia berada dimana, memangnya Turks ada urusan apa dengannya ?"

Cloud memasuki ruangan tersebut, lalu menjawab pertanyaan Angeal.

"Dia mantan anggota Turks, saat ini dia sedang dalam status pencarian di mata kami"

Cloud berdiri tepat dibelakang Lightning yang sedang duduk, Lightning melirik kebelakang dengan malas sambil menghembus nafas kecil.

"Jadi Zack juga anggota Turks, jadi-"

Ucapan Angeal terpotong karena Cloud menjawab lebih dulu.

"Jadi dia hanya ditugaskan menjadi anggota kepolisian untuk dapat mengetahui aktifitas dunia gelap, namun gagal. Kurasa kau juga tau tentang itu Tuan Angeal Hawley"

Jelas Cloud datar

Bugkkk

"Ughh"

Lightning memukul perut Cloud dengan siku tangan kanannya cukup keras hingga membuat Cloud sedikit kesakitan sambil mengusap perutnya.

"Bisa kau berbicara lebih tenang Cloud, kita kemari untuk menanyakan keberadaan Zack"

Ucap Lightning yang sudah berdiri, lalu ia membungkukkan tubuhnya kepada Angeal.

"Maaf atas kelancangan temanku Tuan Angeal"

Angeal juga ikut berdiri lalu ia mengambil pulpen tersedia dimeja kerjanya dan merobek secarik kertas, setelah itu ia menulis sesuatu.

"Zack adalah bawahanku yang sangat baik, giat dan menyelesaikan tugasnya tepat waktu, aku tidak tau kepastian alasan kenapa ia mengundurkan dirinya menjadi kepolisian. Dan juga aku sangat terkejut mengetahui bahwa dia adalah anggota Turks, maksudnya mantan anggota Turks. Ini alamat rumahnya di Midgar, dia pernah bilang kalau siapapun yang mencarinya kunjungi saja alamat tersebut"

Angeal menjelaskan sambil tersenyum tipis lalu memberikan alamat rumah Zack yang tertulis disecarik kertas tersebut kepada Lightning. Lightning'pun menerima secarik kertas itu.

"Terimakasih atas kerjasamanya Tuan Angeal"

Ucap Lightning ramah, lalu ia berbalik berjalan keluar ruangan sambil menarik Cloud namun langkah mereka terhenti karena Angel memanggil.

"Cloud, Lightning"

Panggilan Angeal membuat Cloud dan Lightning berbalik menatap Angeal.

"Selamat menjalankan tugas, dan selalu fokus"

Ucap Angeal ramah sambil tersenyum, Lightning dan Cloud mengangguk lalu berbalik dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.

.

.

~Di waktu yang bersamaan~

Di luar kantor kepolisian, terlihat Squall sedang bertelponan dengan seseorang.

"Kami telah berada di Midgar"

Ucap Squall kepada lawan bicaranya yang ada ditelponnya

"Begitu, baguslah. Jadi kalian bertiga yang menuju ke Midgar, padahal aku telah menyiapkan sebuah tugas untukmu"

"Haha,, tapi aku sedang mencari seseorang disini. Dan tidak akan lama, setelah bertemu dengannya aku akan kembali ke Nibelheim dan meminta tugas darimu"

"Tidak perlu, setelah kau selesai dengan urusanmu kau langsung pergi ke Valhalla"

"Heh ? Untuk apa aku kesana ?"

"Aku mendapat laporan bahwa disana telah ada penculikan wanita, dan korbannya ada 10 wanita yang hilang. Jadi kau cari data identitas kesepuluh wanita tersebut, setelah itu kau kembali ke Nibelheim memberikan data tersebut. Aku dan Tseng akan menyelidiki lebih lanjut, setelah itu kau selesaikan kasus penculikan tersebut"

"Baiklah, setelah itu aku minta libur 1 minggu ya ?"

"Selesaikan dulu urusanmu dan tugas itu, setelah itu kau bisa ambil liburan selama satu minggu, jika belum selesai jangan minta liburan"

"Baiklah, baiklah"

Tiittt

Tanda sambungan telpon telah terputus, setelah selesai berhubungan dengan seseorang Squall langsung mencari nama seseorang untuk dihubunginya kembali.

Setelah menemukan nama orang yang ingin di hubunginya, Squall menekan tombol hijau yang ada pada ponselnya untuk menelpon seseorang itu lalu menempelkan ponselnya pada telinga kirinya.

"Yoo"

"Aku ada di Midgar, kau ada di sector berapa ?"

"Kau telah di Midgar ya ? Aku berada di sector 16 menuju sector .21, temui aku di sector .21, di sana ada sebuah mal kecil yang tidak digunakan, kita bertemu dimal tersebut"

"Baiklah"

Squall memutuskan sambungan telponnya, lalu memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.

Di saat bersamaan Squall tidak lagi bertelponan dengan seseorang Lightning dan Cloud telah keluar dari gedung kantor kepolisian tersebut dan sedang berjalan menghampiri Squall.

Squall yang melihat mereka berjalan mendekatinyapun berbicara.

"Bagaimana ?"

Tanya Squall yang telah menyalakan motor sportnya bersiap untuk pergi.

"Kita akan mengunjungi rumah Zack"

Jawab Cloud datar sambil menaiki motor sportnya lalu memasang helmnya.

Bruuumm, bruuummm

"Aku akan pergi menyelesaikan urusanku, semoga urusan kalian selesai. Sampai jumpa"

Ucap Squall, lalu pergi meninggalkan Lightning dan Cloud.

#NEXT