Detective School
Cast : Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Other Cast : Park Jung Soo
Lee Sungmin
Choi Siwon
Jung Yunho, and other
Genre : Romance, action
Warning : BL, Yaoi, Typo(s)
Summary : soal ujian SM SHS dicuri, dan kyuhyun ditugaskan untuk menangkap pelakunya, bersama dengan partner yang tidak terduga, mampukah kyuhyun memecahkan kasus ini?.
Kasus 1 : pencurian soal ujian
Detektif : Cho Kyuhyun dan Kim Kibum
Tertuduh : siswa berandal yang membenci siswa berprestasi dan dewan guru yang memiliki akses ke seluruh gedung sekolah.
Bukti : kunci jawaban yang terkirim ke seluruh email siswa berandal dan kunci akses seluruh ruangan di sekolah yang hanya dimiliki oleh para pemegang jabatan penting di SM SHS
Happy Reading
"Die die die, dasar monster jelek, akan kukirim kalian ke neraka!" teriak kyuhyun heboh, mata bulat namja manis itu fokus pada televisi layar datar di depannya sedangkan tangannya tidak berhenti memencet – mencet secara brutal stick games di tangannya, inilah yang dikerjakan kyuhyun hampir empat jam ini, tak perduli pada penghuni lain kamarnya yang tampak terganggu karna keributan yang dibuat kyuhyun.
"aishhh" kibum yang sejak tadi mencoba meredam keributan yang ditimbulkan kyuhyun dengan cara menutup kepalanya dengan bantal akhirnya bangun dari tidurnya, ini sudah hampir jam satu malam dan tidak bisakan kyuhyun membiarkannya tidur dengan tenang.
"kyu, matamu rabun atau kau buta angka" ucap kibum datar
"wae?" tanya kyuhyun tidak suka apalagi saat kibum mengatainya rabun dan buta angka, demi seluruh makanan kesukaan changmin dia ini namja jenius yang bahkan presiden pun mengakuinya.
"tidak bisa melihat jam, ini sudah jam satu, apa kau lupa kau tidak hanya tinggal sendiri di kamar ini" kesal kibum, ini pertama kalinya ada seseorang yang bisa membuatnya bicara sepanjang ini, biasanya orang – orang akan lebih memilih menghindarinya mengingat auranya yang mengerikan.
"aku tau, tapi aku tidak bisa tidur hyung" rengek kyuhyun tanpa sadar, namja manis ini mencebikkan bibirnya kesal, kalau boleh memilih dia juga akan memilih tidur tapi bayangan ji hyun yang tertimpa lampu gantung itu tidak mau menghilang dari kepalanya.
"sudah minum susu, cuci kaki, cuci tangan dan sikat gigi?" tanya kibum
"sudah semua" jawab kyuhyun tanpa sadar, "eh?" kyuhyun baru sadar apa yang ditanyakan kibum, wajah namja manis itu memerah karna malu, sepertinya kibum sudah tau kebiasaannya itu. Sebenarnya hanya changmin dan keluarganya yang tau kebiasaannya itu, sebagai anak bungsu ummanya terkadang sangat protektif dan memanjakannya, ummanya selalu mengatakan pada kyuhyun untuk cuci tangan, kaki, gosok gigi dan minum susu sebelum tidur, sampai akhirnya kebiasaan itu terus terbawa sampai kyuhyun besar, kyuhyun tidak akan bisa tidur kalau belum melakukan ritual itu.
"jangan tertawa" ketus kyuhyun saat melihat wajah tampan kibum yang seperti sedang menahan tawa
"ehm" Kibum berusaha keras untuk tidak tertawa melihat wajah lucu kyuhyun, betapa hebatnya seorang cho kyuhyun, bahkan namja yang sangat dingin dan cuek seperti kibum pun dibuat tidak berdaya olehnya.
"menyebalkan" gerutu kyuhyun, namja manis itu melipat tangannya di depan dada sambil menjatuhkan dirinya di atas kasurnya.
"jadi kenapa kau tidak bisa tidur?" tanya kibum
"bukan urusanmu" ketus kyuhyun
"sensitif sekali, datang bulan?" canda kibum dengan nada datar, entah kenapa melihat wajah kesal kyuhyun begitu menyenangkan
"yak kubunuh kau kim kibum, kau fikir aku yeoja" pekik kyuhyun, namja manis itu langsung mengejar kibum sambil membawa gulingnya, bersiap memukul kibum dengan brutal, namun tentu saja kibum yang lebih suka olahraga dari pada kyuhyun mampu menghindari bantal yang diarahkan namja manis itu padanya, kedua namja itu akhirnya berlarian di dalam kamar yang cukup luas itu, membuat kamar yang tadinya rapi menjadi berantakan.
"hwaaaa" kyuhyun berteriak heboh saat kakinya tidak sengaja tersandung selimut yang tergeletak di lantai, kyuhyun sudah bersiap – siap kalau badannya akan membentur lantai, namun itu tidak terjadi saat kibum dengan sigap menarik namja manis itu sampai keduanya terjatuh di kasur kibum dengan posisi kyuhyun di bawah.
"hahh hampir saja" desah kyuhyun, nafas namja manis itu terdengar memburu karna kelelahan mengejar kibum
"lelah?" tanya kibum
"humm" kyuhyun mengangguk, errr sepertinya namja manis itu belum menyadari posisinya dan kibum yang errr agak intim.
"kalau begitu sekarang pasti kau sudah bisa tidur" ucap kibum
"mwo? Jangan – jangan kau sengaja membuatku kelelahan ya hyung?" tanya kyuhyun penuh selidik
"ya, kudengar berolah raga akan membuat tidur lebih cepat, dan kurasa kau bukan seseorang yang akan dengan sukarela diajak berolahraga, jadi inilah satu – satunya cara" ucap kibum cuek
"dasar es kutub" cibir kyuhyun, namja manis itu hendak bangun dari tidurnya, dan dia baru menyadari kelau posisi kibum sangat dekat dengannya, "uhh singkirkan badanmu hyung, berat" gerutu kyuhyun
Dengan cuek kibum bangun dari badan kyuhyun dan duduk di kasurnya, namja tampan itu bersikap seolah tidak terjadi apa – apa. "sekarang tidurlah, jangan mengganggu tidurku lagi, besok masih banyak yang harus kita kerjakan" ucap kibum sambil menarik selimut sampai menutupi kepalanya.
"ck dasar aneh" gumam kyuhyun sambil berusaha memejamkan matanya, tidak lama kemudian dengkuran halus mulai terdengar dari namja manis itu.
Setelah memastikan kyuhyun tertidur kibum membuka selimutnya, dilihatnya kyuhyun yang tidur dengan sangat tidak elit, namja manis itu tidur berantakan sekali, kaki kanannya di atas kasur, kaki kirinya menggantung kebawah, bahkan selimut yang tadinya terpakai pun sudah tertendang ke bawah kasur. Ck untung saja dia manis, eh? Tunggu dulu apa tadi dia bilang manis, namja brutal, suka marah – marah dan anarkis ini dia bilang manis, ohh sepertinya otak jeniusnya sedang bermasalah.
Kibum mengambil selimut kyuhyun dan menyelimuti namja manis itu sampai sebatas dada setelah sebelumnya menaikan kaki kiri kyuhyun ke atas kasur dan membenarkan posisi tidurnya. Dipandanginya wajah kyuhyun agak lama, "dia seperti bayi saat tidur, tapi seperti singa betina kelaparan kalau bangun" gumam kibum pelan, "jalja gembul" ucap kibum lembut walau masih ada ejekan di kata - katanya, siapapun tidak akan percaya kibum bisa berbicara selembut ini, setelah memastikan kyuhyun sudah nyaman kibum kembali ke kasurnya.
.
.
"kyu!, astaga aku merindukanmu" changmin memeluk kyuhyun erat saat melihat sahabatnya itu memasuki kelas, uhh tingkah changmin seperti tidak melihat kyuhyun selama bertahun – tahun, wajar sebenarnya, biasanya changkyu seperti anak kembar, selalu berdua kemanapun, tapi sekarang bukan hanya mereka bukan roomate lagi tapi kyuhyun juga jarang bersamanya saat istirahat, namja manis itu berdalih sedang mempersiapkan perlombaan.
"ck, kau berlebihan sekali, lepaskan aku tidak bisa bernafas cwang" gerutu kyuhyun walau sebenarnya dia juga merindukan partner in crimenya itu, hahh sepertinya sudah lama sekali dia tidak melakukan hal – hal yang menyenangkan bersama changmin, kyuhyun sangat merindukan kehidupan bebasnya sebelum mendapat misi rahasia dari kepala sekolahnya.
Kyuhyun menatap keadaan kelas, sekelompok yeoja tampak sedang bergerombol, ahh bukan hanya yeoja tapi para namja juga ikut berkumpul, pemandangan itu membuat dahi kyuhyun berkerut bingung, sejak kapan namja – namja di kelasnya suka bergosip?.
"ada apa dengan mereka?" tanya kyuhyun
"ck, kau tidak tau, berita tenjang ji hyun yang tertimpa lampu gantung sedang menjadi headline, bukan hanya kelas kita namun di seluruh sekolah, bahkan blog sekolah pun penuh tentang hal itu, kudengar ji hyun harus menjalani perawatan berkepanjangan karna cidera di kepala" jelas changmin
"seperah itukah?" tanya kyuhyun ngeri, tapi mengingat lampu gantung yang besar dan banyaknya darah yang dilihat kyuhyun di lokasi kemarin tidak heran kalau keadaan ji hyun separah itu.
"chang menurutmu apa itu kecelakaan?" tanya kyuhyun, namja manis itu merasa ada yang janggal, sekolahnya ini sekolah elit, memiliki fasilitas terbaik dari seluruh sekolah yang ada di korea, kalau sampai lampu gantung terjatuh rasanya tidak mungkin, kyuhyun juga melihat sekilas lampu gantung itu kemarin walau dia sendiri dalam keadaan syok, lampu gantung itu masih cukup baru karna lapangan indoor baru saja mendapatkan perbaikan dua bulan lalu, jadi tidak mungkin kalau besi penyangganya rapuh.
"tentu saja, ji hyun hanya sedang tidak berada di tempat dan waktu yang tepat, itu kebetulan, ahh apa kau berfikir ada yang sengaja melakukannya?" tanya changmin, "aku hanya bercanda, kau ini serius sekali, sudah jangan difikirkan" changmin mengacak rambut kyuhyun sekilas, terkadang changmin memang memperlakukan kyuhyun seperti adiknya walau usia kyuhyun lebih tua dua minggu darinya.
KRINGGG bel berbunyi nyaring, changmin dan kyuhyun langsung duduk di kursi mereka, baru saja mereka duduk seorang guru dengan badan mungil dan berkacamata tebal memasuki kelas.
"selamat pagi, apakah kalian sudah siap untuk kuis?" tanya guru yang terkenal killer itu
AHHHHH koor tanda keberatan dan tidak setuju itu langsung terdengar di seisi kelas.
"ck, kim saem menyebalkan, bahkan dalam suasana seperti ini dia masih bisa melaksanakan kuis" gerutu changmin
Kyuhyun yang mendengar gerutuan changmin hanya tersenyum tipis, changmin mungkin terlihat protes tapi sebenarnya tidak, namja tinggi itu sama seperti kyuhyun, mereka sama – sama memiliki otak jenius, jadi kuis dadakan seperti ini sama sekali tidak masalah untuk mereka.
"aku tau keadaan sedang tidak nyaman karna musibah yang menimpa ji hyun, tapi jangan harap kalian bisa bebas dari kuis karna hal itu" ucap kim saem, mendengar ucapan guru killer tersebut seruan protes kembali terdengar namun para siswa tetap memasukkan buku mereka ke dalam laci dan hanya menyiapkan pensil di atas meja.
Kyuhyun menatap sekeliling kelas, ada yang aneh dengan para siswa di kelasnya.
"ada apa kyu?" tanya changmin saat melihat kerutan di dahi sahabatnya itu, dia tau kalau seperti itu tandanya kyuhyun sedang berfikir keras.
"tidak kah kau merasa ada yang aneh chang?" tanya kyuhyun
"apa yang aneh, bukankah kim saem memang biasa memberikan kuis dadakan" ucap changmin
"bukan, kau tidak lihat siswa yang duduk di belakang, biasanya mereka yang selalu protes keras kalau ada kuis dadakan tapi hari ini mereka diam saja" ucap kyuhyun
"kau benar" setuju changmin, biasanya siswa yang menempati bagian belakang memang selalu ribut kalau ada kuis dadakan, karna apa tentu saja siswa yang duduk di belakang rata – rata adalah siswa yang malas belajar. "ah sudahlah kyu, mungkin mereka sudah sadar kalau sekeras apapun mereka protes kim saem tidak akan membatalkan kuis, atau mereka sudah pasrah dengan keadaan" sahut changmin cuek.
Kyuhyun akhirnya hanya mengangguk walau dalam hati namja manis itu masih ada sesuatu yang mengganjal.
Kecurigaan kyuhyun terjawab saat jam istirahat, saat layar besar yang biasa disebut 'big screen' yang ada di gedung informasi SM SHS menampilkan nilai – nilai kuis seluruh siswa SM SHS, SM SHS memang memberikan fasilitas seperti Quick Count agar setiap siswa bisa langsung mengetahui peringkat mereka.
Kyuhyun menatap layar di depannya, tidak percaya, tidak, bukan karna peringkatnya yang turun, dia masih berada di peringkat satu mengalahkan seluruh siswa seangkatannya dengan nilai yang sempurna, namun yang aneh adalah beberapa siswa yang biasanya menempati posisi terbawah kini meningkat tajam dan berada di bawah kyuhyun, bahkan changmin yang biasanya berada di posisi dua kini tergeser berada di posisi sepuluh, membuat namja tinggi itu mengumpat panjang pendek di samping kyuhyun.
"sial!, aku tidak percaya ini, bagaimana bisa aku dikalahkan dengan siswa yang bisanya hanya tidur di kelas dan membuat masalah" gerutu changmin, "kyu, kenapa kau diam saja" oceh changmin karna melihat kyuhyun sejak tadi hanya diam sambil menatap big screen.
"kyu-Yak! Kau mau kemana?!" teriak changmin saat tiba – tiba saja kyuhyun berlari meninggalkannya, huhh sahabatnya itu benat – benar jadi aneh akhir – akhie ini.
.
.
"kibum hyung, kau melihat itu" oceh kyuhyun saat melihat kibum yang baru saja melewati pintu yang menghubungkan ke atap gedung SM SHS, kyuhyun memang langsung menghubungi kibum dan langsung meminta bertemu di atap setelah melihat peringkat seluruh siswa di big screen.
"aku tau kyu, bukan hanya kelasmu, kelasku juga" ucap kibum serius
"tidak kah kau merasa ini aneh, peringkat mereka langsung meoinjak, bahkan saat kuis terakhir mereka menempati posisi terbawah" ucap kyuhyun
"ya, aku juga merasa ada yang aneh, dan aku sudah menyelidikinya, bukan hanya soal ujian yang dicuri namun juga soal kuis" ucap kibum
"maksud hyung mereka yang melakukannya?" tanya kyuhyun
"kalau melihat nilai mereka yang tiba – tiba sempurna bisa saja kita menganggap seperti itu kyu, tapi tidak kita tidak punya bukti" jawab kibum
"ahh kau benar hyung, bahkan saat kuis aku tidak melihat gerakan – gerakan mencurigakan apapun pada mereka" gumam kyuhyun, yahh kyuhyun memang terkenal bisa membagi – bagi konsentrasi dengan baik, jadi walaupun dia sendiri serius mengerjakan kuisnya dia tetap bisa memperhatikan kondisi sekelasnya.
" kita harus menyelidikinya kyu kurasa ini ada hubungannya dengan pencurian itu" ucap kibum serius
"tapi bagaimana caranya, apa kita harus bertanya pada mereka satu persatu?" tanya kyuhyun
CTAKK, kibum menyentil dahi kyuhyun kuat, "kau itu memang bodoh ya, kita ini menyelidiki secara diam – diam, bagaimana kau bisa bertanya pada mereka secara langsung" gemas kibum
"lalu?" tanya kyuhyun polos, walau dia tidak terima kibum menyentil dahinya perkataan kibum ada benarnya juga. "apa kita harus menyogok mereka, dengan tiket konser, makanan, kaset game?" tanya kyuhyun
"itu kalau mereka sepertimu, lagipula walaupun mereka pembuat onar dan menyebalkan, harus kuakui perteman mereka sangat lah erat, kujamin walau kau menyogok mereka dengan kaset game segunungpun mereka tidak akan buka mulut" kesal kibum, dia cukup sering berhadapan dengan para pembuat onar itu karna statusnya sebagai ketua osis.
"lalu bagaimana?" kesal kyuhyun sambil meniup poninya yang sudah memanjang.
"aku punya satu cara, tapi mungkin ini akan sedikit menodai predikatmu sebagai siswa teladan" ucap kibum dengan seringai tampan di bibirnya.
.
.
"hyung apa yang akan kita lakukan di tempat ini?!" tanya kyuhyun tidak percaya sambil menatap tulisan yang dipenuhi dengan lampu warna – warni bertuliskan 'paradise', sebuah klub malam yang cukup terkenal di seoul. Kyuhyun kira dirinya dan kibum akan mencari bukti seperti kemarin saat mereka menyelidiki TKP sehingga kyuhyun rela – rela saja saat kibum mengajaknya kabur dari asrama melalui pintu belakang, mengelabuhi penjaga asrama, dengan resiko poinnya akan dikurangi kalau ketahuan, dan sekarang kibum justru mengajaknya ke klub malam.
"kau jangan cerewet, bukan kah aku sudah mengatakan padamu mungkin ini akan sedikit mencoreng predikatmu sebagai anak teladan, aku juga tidak memaksamu" ucap kibum acuh, namja tampan itu terlihat semakin tampan malam ini dengan pakaian bebas yang trendi dengan tema hitam dan merah, jaket kulit berwarna hitam bahkan melekat di badan proporsionalnya.
"kukira kau akan mengajakku menyelidiki namja – namja berandal itu" gerutu kyuhyun, namja manis ini juga tampak mempesona malam ini, dengan sweeter coklat dengan corak garis dan celana kulit ketat berwarna hitam yang membalut kaki jenjangnya.
"aku memang mengajakmu kemari untuk hal itu, aku juga tidak akan sudi masuk ke tempat berisik ini kalau tidak terpaksa" ucap kibum datar
"maksud hyung?" tanya kyuhyun tidak mengerti
"mereka, para pembuat onar itu sering menghabiskan waktu disini" jelas kibum
"whoa!, benarkah, bagaimana hyung bisa tau?" tanya kyuhyun tidak percaya
"kau tidak perlu tau aku tau dari mana, yang terpenting sekarang kita harus mencari petunjuk, dan tempat yang paling tepat untuk mencari petunjuk adalah disini"
"ahh kau benar, kau jenius hyung" pekik kyuhyun
"anak baru lahir pun sudah tau hal itu" sahut kibum sombong
"kalau begitu sekarang kita masuk" kyuhyun sudah hendak berjalan ke arah pintu masuk saat kibum menahan tangannya, "wae?" tanya kyuhyun
"kau itu bodoh, kau fikir mereka akan membiarkan anak sekolah masuk" ucap kibum jengkel
"tapi mereka bisa masuk" tunjuk kyuhyun pada namja – namja yang diperkirakan juga masih sekolah
"mereka sudah biasa kemari tentu saja mereka bisa masuk dengan mudah, kau lupa siapa mereka, rata – rata putra dari orang – orang yang berpengaruh di korea" jelas kibum
"lalu?"
Kibum meraih saku belakangnya, mengeluarkan dua benda pipih berbentuk persegi, "ini" kibum menyerahkan salah satunya pada kyuhyun
"daebak!, kau bahkan sudah mempersiapkan semuanya hyung" kyuhyun memandang takjub tanda pengenal di tangannya, bahkan fotonya sudah tertempel disana, tetapi tentu saja tanggal lahirnya sudah dimanipulasi. "jangan – jangan hyung suka mennggunakannya untuk masuk ke klub ya?" tuduh kyuhyun
"jangan banyak tanya, kajja" ucap kibum mengalihkan perhatian kyuhyun
Kyuhyun hanya mengangkat bahu cuek sebelum melangkah mendekat ke pintu masuk, namja manis itu tampak bersemangat, bahkan dia mendahukui kibum. Dengan santai kyuhyun hendak memasuki pintu masuk saat dua namja berbadan kekar menghalangi jalannya.
"maaf nona, dibawah tujuh belas tahun tidak boleh masuk" ucap salah satu namja berbadan kekar dengan tulisan security berukuran kecil di kaos hitam ketat yang dipakainya.
"mwo? Nona? Tujuh belas?" tanya kyuhyun ketus, "pertama aku namja, jadi jangan memanggilku nona, dan kedua aku sudah lebih dari tujuh belas tahun" gerutu kyuhyun
Kedua petugas keamanan itu memandang kyuhyun tidak percaya, jelas – jelas nona, ahh tidak, namja di depannya ini terlihat masih di bawah umur mungkin lima belas tahun. "maaf tapi anda tidak bisa membohongi kami" ucap petugas itu lagi
"aigo, haruskah aku melakukannya" ucap kyuhyun malas, namja manis itu lalu mengambil tanda pengenal yang diberikan kibum dari sakunya, dan menunjukkannnya ke depan wajah dua namja berbadan kekar ini, "kalian lihat itu, aku sudah delapan belas tahun" ucap kyuhyun ketus
"kami tidak percaya"
"yak!" kesal kyuhyun
"sampai kapan aku harus menunggu?" ucap kibum dengan nada datar, namja tampan dan dingin itu entah sejak kapan berdiri di belakang kyuhyun
"maaf atas ketidak nyamanan anda tuan" ucap salah satu petugas keamanan itu pada kibum, ohh siapa yang tidak akan takut melihat tatapan kibum yang mengintimidasi itu.
"kalian tidak lihat, antriannya sudah panjang, atau haruskah kulaporkan manajer kalian" ucap kibum sarkastik tidak ada nada takut dan keraguan sedikitpun dari suara kibum.
"tidak, maaf tuan, sekali lagi maaf atas ketidak nyamanan ini, silahkan masuk" kedua petugas keamanan itu menyingkir dari pintu masuk untuk mempersilahkan kibum dan beberapa pengunjung yang sudah mengantri untuk masuk, saat itulah kibum menggandeng tangan kyuhyun untuk ikut masuk.
"kemana nona tadi?" saat melihat kyuhyun sudah menghilang dari tempatnya tadi berdiri
.
.
"ck bisa – bisanya mereka tidak membiarkanku masuk dan kau bisa masuk dengan mudahnya" gerutu kyuhyun, namja manis itu tidak sadar tangannya masih di genggaman kibum.
"oh my god" ucap kyuhyun begitu namja manis itu sampai di bagian dalam klub, suasana sangat ramai dengan suara musik yang memekakan telinga dan juga lampu warna – warni yang membuat kepala kyuhyun pusing, sedangkan di dance floor tampak sekumpulan manusia sedang meliuk – liukkan tubuh mereka.
"umma dan appa akan membunuhku kalau mereka tau aku datang ke tempat seperti ini" gumam kyuhyun, sedangkan kibum hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kyuhyun, entah keputusannya benar atau tidak membiarkan namja manis yang kekanakan ini untuk ikut dengannya.
"ayo kita kesana" ajak kibum sambil menarik tangan kyuhyun menuju sebuah meja yang dibelakangnya terdapat seorang barista yang sedang meracik minuman untuk para pengunjung.
Kibum memegang tangan kyuhyun erat, memastikan namja manis itu tetap berada di dekatnya, dia bukan tidak tau sejak mereka memasuki klub ini banyak sekali namja – namja hidung belang yang menatap penuh nafsu ke arah kyuhyun, hahh siapa yang akan tahan melihat namja semanis dan secantik ini di tempat seperti ini, apalagi dengan wajah yang terkesan polos dan kekanakan itu, kibum sudah meneguhkan dalam hatinya bahwa kyuhyun adalah tanggungjawabnya dan dia akan menjaganya selama mrereka ada di sini.
"dimana mereka?" tanya kyuhyun
"kau lihat meja sebelah sana!" ucap kibum sedikit berteriak untuk mengalahkan suara musik yang sangat keras, namja tampan itu menunjuk meja yang ada di pojok sebelah kiri ruangan luas itu
"astaga, tingkah mereka tidak mencerminkan seorang pelajar" cibir kyuhyun, bagaimana tidak, namja – namja yang suka berbuat onar itu terlihat sednag berpesta minuman keras dengan beberapa yeoja dengan pakaian kekurangan bahan di sekeliling mereka, kyuhyun jadi jijik sekali melihatnya.
"kita harus mendekati mereka, tapi jangan sampai membuat mereka curiga" ucap kibum
"permisi, apa yang bisa aku buatkan untuk kalian tuan?" tanya barista yang berada di balik meja yang ditempati kyuhyun dan kibum.
Kibum sudah hendak menolak tawaran barista itu namun rupanya kyuhyun dengan cepat mendahuluinya.
"kebetulan sekali aku haus hyung, hyung mau apa?" tanya kyuhyun, namja manis itu lalau melihat ke arah sang barista, "ahjussi apa kau punya hot chocolate?" tanya kyuhyun
"mwo?" tanya barista itu tidak percaya, "mian tuan, tidak ada minuman itu disini, aku bisa menawarkan yang lain, bagaimana dengan gin atau vodka" tawar barista itu lagi
"gin?,vodka?" tanya kyuhyun bingung, ini pertama kalinya kyuhyun mendengar nama minuman itu, apa itu sejenis jus
"kami tidak memesan, kami hanya sebentar" ucap kibum cepat sebelum namja manis di depannya ini bertingkah macam – macam lagi.
"hyung kyu haus" rengek kyuhyun
"nanti aku akan membelikanmu es krim, tapi sekarang diamlah dulu" ucap kibum
"tambah toppoki" tawar kyuhyun
"ck, baiklah" pasrah kibum, yang mendatangkan pekikan senang kyuhyun, ckck namja manis ini memang kekanakan sekali, hah baiklah kibum sekarang kembali fokus pada tugasmu. Kibum kembali mengamati sekumpulan namja teman – teman sekolahnya itu, "kyu kau tunggu disini sebentar, aku akan mendekati mereka" ucap kibum
"ne" patuh kyuhyun
"jangan kemana – mana, jangan bicara dengan orang asing, kalau ada yang mengganggumu berteriaklah, aku akan segera kembali" petuah kibum panjang lebar
"ne, ishh cerewet sekali" gumam kyuhyun.
Setelah memastikan kyuhyun akan baik – baik saja, kibum mulai mendekati sekumpulan namja itu, kibum sengaja memilih duduk di dekat mereka, walau tentu saja dia tetap menjaga jarak aman, namja tampan itu berusaha mendengarkan obrolan sekumpulan namja itu.
"ayo kita harus merayakannya, tambah minumannya lagi" ucap seunghyun salah satu dari sekumpulan namja itu
"ya, guru – guru menyebalkan itu pasti sangat kaget karna kita mendapatkan nilai sempurna" sahut seungri
"tapi aku penasaran, siapa yang mengirim kunci jawaban ini pada kita, dan bagaimana dia bisa mendapatkannya" tanya daesung
"ahh molla, terserah aku tidak perduli yang penting aku sangat senang saat ini, hahaha, ayo minum lagi, CHEERRRRSSSS!" teriaknya, dan suara dentingan gelas yang saling bertabrakan itu kebali terdengar.
"ahh hyung aku ke toilet dulu" ucap seungri sambil menggerakan kakinya dengan tidak nyaman, sepertinya dia sudah sangat tidak tahan untuk menuntskan panggilan alamnya, tanpa mendengar jawaban hyung – hyungnya namja itu langsung melesat menuju toilet, melihatnya kibum langsung mengikuti namja itu, setelah sebelumnya memastikan keadaan kyuhyun, dilihatnya kyuhyun masih duduk tenang di kursinya.
.
.
"uhh bosan, kyu ngantuk" gerutu kyuhyun, tidak sadarkah namja manis ini bahwa wajahnya yang sedang cemberut itu mengundang seme – seme lapar yang sejak tadi memandangnya penuh minat, "kibum hyung lama sekali" gerutu kyuhyun sambil menggigit bibir bawahnya.
"hai kau sendirian" tanya seorang namja yang tiba – tiba saja datang menghampiri kyuhyun, kyuhyun yang sama sekali tidak sadar kalau namja itu bicara dengannya hanya diam saja.
"hei aku bicara denganmu manis" ucap namja itu lagi
"kau bicara denganku?" tanya kyuhyun
"ne, tentu saja denganmu, menurutmu dengan siapa lagi manis" goda namja itu
"aku tidak mengenalmu, sebaiknya kau pergi saja" ketus kyuhyun
"astaga galak sekali, tapi aku suka namja yang seperti ini" ucap namja itu makin semangat
"ck, mengganggu" cibir kyuhyun, kyuhyun tidak takut sama sekali dia hanya risih
"jadi boleh aku tau namamu?" tanya namja itu tidak menyerah walau melihat kyuhyun yang sangat jelas tidak menyukai kehadirannya.
"bukan urusanmu" sahut kyuhyun tajam
"aigo, aku semakin menyukaimu, pesanlah minuman aku yang bayar" ucap namja itu, tangan nakalnya mulai bergerak ingin menyentuh paha montok kyuhyun tanpa sepengetahuan namja manis itu, namun belum sempat tangan itu menyentuhnya tangan lain mencengkramnya kuat dan memelintirnya. "arghhh, yah apa – apaan kau!" marah namja itu
"singgirkan tangan kotormu itu dari kekasihku!" sahut kibum tajam, tangannya masih mencengkram tangan namja di depannya, sedangkan kyuhyun hanya menatap keduanya bingung karna tidak tau apapun, namun namja manis itu cukup kaget juga saat kibum mengatakan bahwa dia adalah kekasihnya.
"ya, kau bisa melukai tanganku!" marah namja itu
"aku bahkan bisa mematahkannya sekarang juga!" ancam kibum tajam, kemarahan terlihat jelas dari mata hitam namja berekspresi datar itu. Untung saja dia cepat kembali sebelum namja ini berbuat macam – macam pada kyuhyun.
"argghh, baik maafkan aku, lepaskan tanganku" mohon namja itu
Kibum akhirnya menghempaskan tangan namja itu dengan kasar, lalu matanya menatap kyuhyun yang menatapnya bingung. "kaja kita pergi, dan kau jangan jauh – jauh dariku" ucap kibum tegas, setelah mengatakan itu dan melemparkan tatapan tajam pada seluruh namja yang mengincar kyuhyun kibum merengkuh pinggang kyuhyun dan mengajaknya keluar.
"hyung kau kenapa sih? Dan apa tadi kekasih?" protes kyuhyun begitu mereka tidak lagi berada di ruangan yan berisik itu.
"aku menyelamatkanmu bodoh" ejek kibum
"yahh, hilangkan kata bodoh, kenapa kau suka sekali mengataiku bodoh" protes kyuhyun sambil mengejar kibum yang berjalan lebih dulu
"baiklah, gembul"
"gembul juga jangan" protes kyuhyun lagi, namja manis itu menyamai langkah kibum, "hyung kita kan sudah terlanjur keluar, bagaimana kalau jalan – jalan dulu" ajak kyuhyun, kapan lagi mereka bisa keluar asrama di malam hari
"sepertinya kau sudah mulai menikmati melanggar peraturan" cibir kibum
"enak saja, ini kan karna kita terlanjur di luar" elak kyuhyun
"terserah" ucap kibum cuek
"yeyy, oh ya kibum hyung ingat janjimu es krim dan toppoki, ahh hyung apa kau sudah mendapatkan petunjuk?" tanya kyuhyun, namja manis itu mulai mengoceh tiada henti, apa kyuhyun tidak lelah? Heran kibum
Awalnya kibum memang sedikit keberatan, dia ingin cepat kembali ke asrama dan mengistirahatkan tubuhnya, namun sepertinya saat ini dia mulai menikmati jalan – jalan malamnya bersama kyuhyun. sama seperti kyuhyun dia tidak suka melanggar peraturan, ini pertama kalinya dia kabur dari asrama, tapi ternyata ini sangat menyenangkan, mereka datang ke tempat – tepat yang baru pertama kali kibum datangi, setelah menikmati es krim (untuk kyuhyu) dan kopi (untuk kibum) keduanya menikmati toppoki di kedai pinggir jalan, setelah itu kyuhyun merengek pada kibum untuk menemaninya berkeliling ke toko kaset game, ck padahal kaset game milik namja manis itu sudah menumpuk di kamar asrama mereka, mereka akhirnya pulang ke asrama hampir jam satu dini hari dan untungnya tidak ada yang memergoki mereka.
.
.
"jadi bagaimana hyung apa informasi yang hyung dapat?" tanya kyuhyun saat dia dan kibum sudah berada di atap tempat biasa mereka bertemu keesokan harinya, sepertinya pertemuan dia atap ini sudah seperti kebiasaan keduanya, kyuhyun bahkan sudah membawa bekal untuknya dan kibum untuk makan siang mereka, hanya sepotong sandwich dan sebotol jus pisang, tapi itu cukup untuk mengganjal perut mereka.
"mereka mendapatkannya dari email" jawab kibum sambil melahap sandwichnya
"email?" tanya kyuhyun
"ne" kibum mengeluarkan smartphonenya, menunjukkan salinan email yang didapatkannya dari seungri.
"darimana hyung mendapatkannya?" tanya kyuhyun sambil memandang salinan email itu
"itu urusanku, sekarang tugasmu melacak pengirimnya" ucap kibum
Kyuhyun mulai mengeluarkan notebooknya, huh pantas saja tadi kibum memintanya membawa notebook, jemari kyuhyun mulai menari di atas keyboard, masalah seperti ini memang kyuhyun ahlinya, namja manis ini pernah bercita – cita sebagai hacker.
"tidak mungkin" gumam kyuhyun
"wae?" tanya kibum
"kau lihat ini hyung, aku sudah melacaknya, tapi lokasinya" gumam kyuhyun
"ada apa dengan lokasinya?" tanya kibum tidak sabar
"lokasinya berada di daerah daegu, namun setelah kucocokkan dengan peta, ini adalah sebuah panti jompo" jelas kyuhyun
"panti jompo?" gumam kibum
"ne, kurasa pengirimnya memanipulasi lokasinya, dia sengaja mengalihkan lokasinya ke panti jompo ini, kurasa dia sudah memperkirakan kalau dia akan dilacak" jelas kyuhyun
"kau benar" gumam kibum
"lalu apa menurutmu itu mereka?" tanya kyuhyun
"para pembuat onar itu?, tidak mungkin, kurasa mereka tidak tau apapun, aku sudah mengintrogasi salah satu diantara mereka, mereka hanya mendapatkan email itu, tapi kita akan terus mengawasi mereka" ucap kibum, astaga ini memusingkan, siapapun dibalik semua ini dia sangatlah pintar, ahli IT dan sangat teliti, dia bahkan nyaris tidak meninggalkan bukti sedikitpun.
"sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya kyuhyun
"kau sudah memeriksa rekaman cctvnya?" tanya kibum
"belum selesai, tapi sudah kulihat beberapa dan tidak ada yang mencurigakan" desah kyuhyun
"sudahlah, cepat atau lambat dia pasti akan membuat kesalahan, dia manusia dan bukanlah tuhan, sepintar apapun dia" ucap kibum menenangkan, "sebaiknya kita segera kembali, sebentar lagi istirahat selesai" kibum bangun dari duduknya, namja tampan itu menggulurkan tangannya pada kyuhyun yang disambut oleh namja manis itu, uhh sebenarnya kibum ingin membicarakan masalah surat yang ditemukannya dekat lampu gantung yang menimpa ji hyun namun sepertinya ini bukan saat yang tepat.
"nanti kita teruskan lagi sepulang sekolah" ucap kibum, keduanya lalu berjalan berdampingan menuju kelas masing – masing, beruntung kelas mereka searah, mereka harus melewati lapangan untuk sampai di kelas mereka.
Suasana lapangan masih cukup ramai walau jam istirahat sudah hampir selesai, masih banyak siswa yang bermain bola di lapangan, kibum berjalan sambil memasukkan tangannya di saku celananya, mengabaikan para yeoja yang melirik kagum ke arahnya karna ketampanannya. Ck kibum tidak pernah tahan dengan yeoja – yeoja berisik itu, tapi entah mengapa dia tidak masalah dengan si berisik namja gembul yang berjalan di sampingnya ini.
Langkah kedua namja itu berhenti saat mendengar pekikan beberapa yeoja yang duduk di pinggir lapangan, para yeoja itu menunjuk ke arah koridor yang berada di lantai lima. Kibum dan kyuhyun mengikuti arah pandangan para yeoja itu, keduanya terpekik kaget saat melihat seorang yang menggantung di pagar pembatas yang ada di lantai lima.
"to...long" walau samar mereka bisa mendengar teriakan minta tolong namja itu
kibum menajamkan penglihatanya berusaha mengenali namja itu, "jung saem" gumamnya saat mengenali bahwa sosok itu adalah jung yunho, guru olahraganya, "apa yang kalian lakukan?!, cepat kita harus menolongnya!" teriak kibum, namja tampan itu bereaksi cepat, bersama beberapa siswa lainnya dia hendak berlari ke lantai atas untuk menolong jung saem, namun baru beberapa anak tangga dinaikinya, suara benturan keras tubuh manusia dengan tanah itu menghentikan langkahnya, disusul oleh teriakan pasa siswa yang menyaksikan kejadian tragis itu.
Kibum berbalik, dilihatnya tubuh jung saem sudah tergeletak dengan posisi tidak wajar di atas tanah, darah mulai merembes dari bagian kepalanya menggenangi pinggiran lapangan itu dengan warna merah darah yang mengerikan, tidak jauh dari sana kibum melihat kyuhyun berdiri dengan kaku, yahh posisi jatuhnya jung saem mungkin hanya dua meter dari tempat berdirinya kyuhyun, dan namja manis itu pasti melihat semuanya, saat guru yang terkenal galak itu terjatuh tepat di depannya.
Dengan cepat kibum menghampiri kyuhyun, setelah memerintahkan seseorang untuk segera menelpon ambulans, para siswa mulai mengerubungi tubuh tidak berdaya jung saem.
kibum berdiri di depan kyuhyun, berusaha menutupi pandangan namja manis itu dari tubuh bersimbah darah jung yunho.
"tidak papa, aku disini, anggap kau tidak melihatnya" ucap kibum lembut sambil membawa tubuh yang sedikit berisi itu kepelukannya, dapat dirasakannya badan kyuhyun bergetar hebat, namja manis ini pasti syok.
Kibum melirik ke arah lantai lima masih dengan kyuhyun di pelukannya, walau samar kibum bisa melihat bayangan hitam disana, dengan cepat namja tampan itu melepaskan kyuhyun. apa yang terjadi dengan jung saem mungkin sama dengan apa yang terjadi dengan ji hyung, dan pelakunya mungkin saja ada disana, kibum melangkah cepat, dia tidak boleh kehilangan orang itu lagi, kemarahan terlihat jelas dimatanya, dia tidak akan memaafkan orang yang sudah bermain – main dengan nyawa manusia bahkan orang itu sudah membuat kyuhyun ketakutan.
"hyung kau mau kemana?" teriak kyuhyun
"tunggu disini!" pekik kibum, namja tampan itu melangkah dengan cepat, tidak ada yang menyadari perbuatannya kecuali kyuhyun karna orang – orang sedang sibuk menolong jung saem.
"aisss, tunggu aku!" teriak kyuhyun, walau kakinya masih lemas namja tampan itu mengikuti langkah kibum menuju lantai lima.
.
.
Kibum membuka kasar pintu yang menghubungkan ke lantai lima, namja tampan itu menatap ke sekeliling, "KELUARLAH! AKU TAU KAU DISINI JANGAN JADI PENGECUT!" teriaknya, namja tampan itu menyingkirkan barang – barang yang ada didepannya, lantai lima memang digunakan sebagai tempat penyimpanan.
"mencariku" tiba – tiba suara dengan nada sinis itu menyapa kibum, disusul dnegan terjangan kuat yang tepat mengenai tubuhnya. Kibum bisa melihatnya, namja itu menggunakan jubah dan topeng hitam sehingga dia tidak bisa melihat wajahnya, pertarungan sengit terjadi antara keduanya.
Kibum berusaha melumpuhkan namja itu namun namja itu justru menyerangnya, dari gerakannya kibum bisa tau namja itu menguasai bela diri, kibum bahkan sudah mendapatkan pukulan kuat di wajah dan perutnya sedangkan dia sendiri belum sedikitpun melukai namja itu, posisinya cukup terpojok saat ini.
"kibum hyung!" teriak kyuhyun yang baru sampai di lantai lima dan langsung disuguhi pemandangan kibum yang didorong mendekati tepian pagar pembatas.
"aku harus melakukan sesuatu, ya sesuatu" gumam kyuhyun berulang – ulang, tidak mungkin dia membiarkan kibum sampai jatuh, tapi kyuhyun sadar dia tidak bisa berkelahi, kyuhyun lalu meraih potongan kayu yang tergeletak di dekat kakinya. "YA LEPASKAN KIBUM HYUNG!" ancam kyuhyun yang hanya dibalas kekehan mengerikan namja berjubah hitam itu.
"kyu per-gi" ucap kibum susah payah, berbahaya kalau kyuhyun ada disini
Setelah menarik nafas panjang kyuhyun berlari ke arah namja itu dengan tongkat yang terangkat tinggi di depannya, melihat serangan yang akan datang padanya namja berjubah hitam itu menendang kibum kuat membuat namja tampan itu tersungkur, setelah memastikan satu lawannya tumbang namja itu bersiap menghadapi kyuhyun.
BUK, ayunan tongkat itu dengan mudah ditahannya dengan satu tangan, seolah – olah pukulan kyuhyun itu tidak ada artinya. KLONTANG, tongkat itu terlempar saat namja berjubah hitam itu membuangnya, membuat kyuhyun berdiri di depannya tanpa senjata.
"lari kyu" lirih kibum sambil memegang perutnya yang nyeri karna tendangan namja itu, dia ingin menolong kyuhyun tapi berdiri saja dia sulit, tendangan itu sangat kuat.
Kyuhyun hendak berbalik, namun namja berjubah hitam itu menahannya, menarik kyuhyun mendekat sehingga namja mans itu bisa melihat topeng menyeramkan itu di depan wajahnya, kyuhyun terdiam, dia merasa ada sesuatu yang familiar tercium di hidungnya saat posisinya begitu dekat dengan namja itu, aroma maskulin itu tercium di hidung kyuhyun. belum sempat kyuhyun berfikir dimana dia pernah mencium aroma itu kyuhyun merasa badannya seperti melayang, namja itu dengan mudah mengangkatnya dan melemparkan tubuhnya melewati pagar pembatas, disusul dengan suara teriakan kyuhyun.
"TIDAKKKK KYUHYUN!" teriak kibum saaat melihat namja berjubah hitam itu melempar tubuh kyuhyun melewati pagar pembatas lantai lima, setelah melakukannya namja itu melarikan diri, dan kibum sama sekali tidak perduli saat ini, yang ada difikirannya hanya kyuhyun, "tidak, kumohon, kyuhyun" gumam namja tampan itu, entah mendapat kekuatan dari mana dia akhirnya bisa berdiri, menghampiri pagar pembatas tempat namja itu melempar kyuhyun, kalau terjadi sesuatu pada namja manis itu, dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri, tidak akan.
TBC
Akhirnya beres juga chap ini, sudah panjang kan ? otte makin menegangkan gak?, apa aneh hehehe? Apa udah ada gambaran, sedikit kumasukkan clue disini, dikit banget sihhh... hehehe
Maaf kalo masih ada typo bertebaran, dan terima kasih untuk yang sudah menunggu dan menghargai ff abal ini, akhir kata pai – pai ...
