Detective School
Cast : Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Other Cast : Park Jung Soo
Lee Sungmin
Choi Siwon
Jung Yunho, and other
Genre : Romance, action
Warning : BL, Yaoi, Typo(s)
Summary : soal ujian SM SHS dicuri, dan kyuhyun ditugaskan untuk menangkap pelakunya, bersama dengan partner yang tidak terduga, mampukah kyuhyun memecahkan kasus ini?.
Kasus 1 : pencurian soal ujian
Detektif : Cho Kyuhyun dan Kim Kibum
Tertuduh : siswa berandal yang membenci siswa berprestasi dan dewan guru yang memiliki akses ke seluruh gedung sekolah.
Bukti : kunci jawaban yang terkirim ke seluruh email siswa berandal dan kunci akses seluruh ruangan di sekolah yang hanya dimiliki oleh para pemegang jabatan penting di SM SHS
Happy Reading
"kyuhyun!" teriak kibum
"h-hyung" mendengar suara dengan nada ketakutan itu membuat kibum cepat bertindak, namja tampan itu memaksa menggerakan tubuhnya yang penuh luka, mencari keberadaan kyuhyun sambil berpegangan pada pagar pembatas, dan dia menemukannya, kyuhyun ada disana sedang berpegangan pada salah satu pipa, posisi namja manis itu sangat berbahaya, karna dia hanya berpegangan pada pipa yang tidak terlalu besar, dan mengingat bobot kyuhyun sepertinya pipa itu tidak akan bertahan lebih lama lagi.
Teriakan – teriakan mulai terdengar dari gerombolan siswa yang berkumpul di lapangan, mereka masih terlalu syok atas kejadian yang menimpa jung saem, dan sekarang hal yang sama terjadi pada kyuhyun.
Kyuhyun melihat kebawah, dan itu keputusan yang salah, kepalanya mulai pusing, selain itu tangannya juga berkeringat membuat pegangannya merosot sedikit demi sedikit.
"jangan lihat kebewah kyu!" pekik kibum, "lihat aku, kau percaya padaku kan, aku akan menolongmu" ucap kibum yakin, namja tampan itu dengan sigap mengambil tali bekas jaring gawang yang didapatnya dekat barang – barang yang menumpuk, melilitkan tali itu di tubuhnya lalu mengikat ujung lainnya pada tiang besar yang ada disana, setelah memastikan talinya terikat kencang namja tampan itu tanpa ragu melompati pagar, dia bergantung dengan tali seperti seorang pemanjat tebing profesional. Kibum merusaha mendekati posisi kyuhyun sambil tetap berdoa semoga kyuhyun masih bisa bertahan sedikit lagi.
"aku akan memegangmu" ucap kibum saat sudah sampai di tempat kyuhyun, "kau sudah bisa melepas tanganmu kyu" ucap kibum
Kyuhyun menatap kibum ragu, pipa ini adalah satu – satunya pegangannya, ohh dia pasti akan langsung mati kalau terjatuh dari lantai lima, padalah dia belum menyelesaikan gamenya yang baru dibelinya seminggu yang lalu, dia juga masih punya simpanan snack dan kue yang belum dia makan, ohh dia akan menyesal seumur hidup kalau harus mati sebelum memainkan game dan menghabiskan snacknya.
"kyu!" panggilan kibum menyadarkan kyuhyun dari khayalannya yang mulai melantur kemana – mana. "apa yang kau lakukan, sekarang bukan saatnya melamun gembul, aku akan memegangmu" ucap kibum meyakinkan
"aku akan menghantuimu kalau aku sampai jatuh dan mati, dan kau harus membayar karna mengataiku gembul" gumam kyuhyun, "eomma, appa, hyung, halmoni, haraboji, samchon, imo, aku menyayangi kalian" oceh kyuhyun, namja manis itu memejamkan matanya saat meraih tangan kibum dan melepaskan pegangannya dari pipa, seolah memasrahkan nyawanya pada seniornya yang menyebalkan itu.
GREPPP, kibum meraih pinggang kyuhyun, mengamankan posisi namja manis itu di pelukannya, seruan – seruan dibawah sana semakin terdengar keras, ck kibum sangat mengutuk teman – teman sekolahnya itu, bukanya menolong malah menonton saja. "lingkarkan tanganmu di leherku dan pegangan yang erat, aku akan membawamu naik" perintah kibum mutlak.
Kyuhyun dengan cepat menuruti perintah kibum, namja manis itu melingkarkan tangannya di leher kibum dan membenamkan wajahnya di dada kibum, mendengarkan debar jantung kibum yang sangat cepat, namun entah mengapa bisa membuatnya tenang.
Keduanya bisa bernafas lega saat akhirnya mereka berhasil memijakkan kaki mereka di lantai, "aku masih hidup" ucap kyuhyun, kibum sendiri masih tampak terengah – engah di depannya.
"BODOH!" bentak kibum
"h-hyung" ucap kyuhyun ketakutan, dia tidak tau kibum akan semarah ini
"BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN UNTUK LARI, APA KAU TIDAK DENGAR!" murka kibum, "KALAU KAU JATUH, KALAU TERJADI SESUATU PADAMU BAGAIMANA?"
"a-aku tidak mungkin meninggalkan hyung yang sedang dalam bahaya sendiri" gumam kyuhyun takut, namja manis itu menunduk, dia merasa tidak berguna dan hanya menyusahkan kibum.
Kibum mendekati kyuhyun, merengkuh tubuh namja manis itu dan membawanya dalam pelukannya, "jangan lakukan itu lagi, kau fikir aku akan baik – baik saja kalau kau terluka" bisik kibum tepat di telinga kyuhyun, sedangkan kyuhyun hanya terdiam mencerna apa maksud ucapan kibum.
BRAKKK, tiba – tiba saja pintu itu terbuka dengan keras, menampilkan sosok park saem, lee saem, dan choi saem yang memandang kyuhyun dan kibum khawatir.
"kalian tidak papa?" tanya jung soo
"tidak papa" jawab kibum setelah melepas pelukannya pada kyuhyun
"astaga hyung kau terluka!" pekik kyuhyun, namja manis itu baru menyadari kalau kibum terluka cukup parah. "saem kurasa kibum hyung perlu mendapat perawatan" ucap kyuhyun heboh sedangkan kibum hanya mendesah pelan melihat tingkah berlebihan partner sekaligus roomatenya itu.
.
.
"hyung kau yakin tidak perlu ke rumah sakit?" tanya kyuhyun sambil memperhatikan kibum yang sedang mendapatkan perawatan di klinik sekolah, kyuhyun sendiri sudah diperiksa dan hanya menderita memar – memar kecil di tubuhnya, berbeda dengan kibum yang harus mendapatkan perawatan ekstra, mereka juga sudah menjelaskan apa yang terjadi pada park saem.
"arghhh" ringis kyuhyun saat melihat luka lebam yang cukup besar di daerah perut kibum, sepertinya si penjahat berjubah hitam itu menendang perut kibum cukup keras.
"lukanya cukup dalam, tapi syukurlah tulang rusuknya tidak patah" ucap dokter jaga di klinik sekolah itu lalu meninggalkan kyuhyun dan kibum untuk mengembalikan peralatan ke tepatnya setelah membalut bagian perut dan dada kibum dengan perban..
"dementor itu benar – benar jago berkelahi" ucap kyuhyun
"dementor?" tanya kibum bingung
"panggilanku untuknya, aku lelah memanggilnya penjahat, pencuri, namja berjubah hitam, jadi dementor saja" ucap kyuhyun, lagipula menurutnya penjahat itu memang mirip penjaga penjara azkaban yang ada dalam serial harry potter itu, sama – sama menggunakan jubah hitam dan menyeramkan.
"terserah kau saja" ucap kibum acuh
Tiba – tiba kyuhyun teringat sesuatu, ya sebelum 'dementor' itu melemparnya kyuhyun sempat merasakannya, aroma familiar yang sangat dikenalnya, "hyung aku harus pergi sebentar" ucap kyuhyun tergesa – gesa
"ya! kau mau kemana?" tanya kibum
"aku harus mencari changmin" jawab kyuhyun
"changmin?" tanya kibum bingung sekaligus tidak suka, untuk apa kyuhyun mencari sahabat tiangnya itu.
"aku harus memastikan sesuatu, dan aku akan segera kembali" pamit kyuhyun
"kyu, jangan pergi seorang diri, tunggu aku argghh" ringis kibum saat namja tampan itu mencoba bangun dari kasur
"jangan banyak bergerak dulu" perintah dokter lee yang baru saja kembali dan melihat kibum yang akan beranjak dari kasur. Kibum hanya terdiam sambil memandang pintu yang baru saja dilewati kyuhyun beberapa saat yang lalu, dia hanya khawatir, sangat khawatir namja berjubah hitam, ahh anny, dementor itu masih berkeliaran dan dia bisa saja melukai kyuhyun. sedangkan dia tidak bisa apa – apa dan hanya terbaring pasrah disini, sial.
.
.
"kau melihat changmin?" tanya kyuhyun pada teman – teman sekelasnya, teman – teman kyuhyun itu hendak menanyakan keadaan namja manis itu, yahh mereka mendengar bahwa kyuhyun hampir saja terjatuh dari lantai lima gedung sekolah mereka.
"kyunnie, kau tidak papa, apa kau terluka?" tanya teman – temannya
"gwenchana" jawab kyuhyun
"kami akan ikut terluka kalau sampai kau terluka" kali ini salah satu penggemar kyuhyun yang berbicara
"terimakasih, tapi saat ini aku ada perlu dengan changmin, permisi" pamit kyuhyun, namja manis itu kembali berlari menuju tempat – tempat yang menurutnya mungkin saja changmin berada disana, kantin, perpustakaan, lapangan basket indor, bahkan sampai toilet, namun namja kelebihan kalsium itu tetap tidak ada.
"syukurlah" gumam kyuhyun saat melihat changmin di ujung koridor, namja tampan itu terlihat terburu – buru.
"cwang!" teriak kyuhyun
"Kyu!" teriak changmin tak kalah keras saat melihat kyuhyun, ditambah suaranya yang memang nyaring, namja tinggi itu langsung berlari menghampiri kyuhyun dan langsung memeluk sahabatnya itu begitu sampai di depannya, "kau tidak papa, kudengar dari teman – teman kau hampir jatuh, apa yang terjadi?" tanya changmin khawatir
"kau darimana saja?" tanya kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan changmin
"lee saem memanggilku untuk membantunya di ruang guru" jawab changmin, namja tinggi itu memperhatikan seluruh tubuh kyuhyun memastikan tidak ada luka di badan sahabatnya itu
"kau yakin?" tanya kyuhyun
"tentu saja, sejak pagi aku disana, karna itu aku baru tau hal buruk terjadi padamu" jelas changmin, "memang ada apa?" tanyanya bingung, seharusnya dirinya yang khawatir pada kyuhyun namun ini justru sebaliknya.
"syukurlah, aku tau itu bukan kau, syukurlah kau baik – baik saja cwang" kyuhyun memeluk changmin erat, namja manis ini menangis keras, sesungguhnya dia sangat ketakutan, hari ini banyak hal buruk yang terjadi padanya.
"hey ada apa denganmu?" tanya changmin lembut, namja tinggi itu menepuk – nepuk punggung kyuhyun pelan, berusaha menenangkan, dirinya dan kyuhyun memang sangat dekat, bahkan mungkin dirinya lebih dekat dengan kyuhyun daripada dengan saudara – saudaranya, mereka sudah mengenal dengan baik sejak kecil.
"sudah tenang?" tanya changmin
"hmmm" jawab kyuhyun sambil mengangguk di pelukan changmin
"kuantar ke kamarmu" ucap changmin
"baiklah, ehh tunggu, kibum hyung, aku berjanji akan segera kembali padanya, cwang kita ke klinik dulu" ucap kyuhyun heboh, sedangkan changmin hanya mengikuti saja sahabatnya itu.
.
.
"kenapa dia ada disini?" tanya kibum dingin, datar dan ketus sambil menatap namja tinggi yang hanya memasang senyuman lebar ke arahnya, sejak dari klinik tadi sampai sekarang mereka sudah ada di kamar asrama mereka namja tiang itu terus saja mengekori kyuhyun.
"dia sahabatku tentu saja dia boleh disini" jawab kyuhyun
"hey, changmin-ssi bukankah kau punya kamar sendiri?" tanya kibum
"ya, tapi setelah aku mendengar hal buruk yang menimpa kyunnieku aku tidak bisa meninggalkannya sendiri" ucap changmin sambil merangkul bahu kyuhyun, tidak sadarkah namja tampan itu aura kibum semakin suram saja melihatnya.
"cih, apa dia bilang? Kyunnieku?" gumam kibum pelan
"kau mengatakan sesuatu hyung?" tanya kyuhyun
"aku mengantuk" ucap kibum sambil menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya
"stt kyu, apa kibum sunbae memang selalu seperti itu?" tanya changmin pelan takut kibum mendengarnya
"ya, dia itu manusia paling aneh dan menyebalkan di dunia" jawab kyuhyun
"tapi kudengar dia yang menolongmu, tapi aku masih bingung bagaimana bisa kau hampir jatuh dari lantai lima" bingung changmin
Oo gawat, batin kyuhyun, "cwang sudah malam, sebaiknya kau kembali ke kamarmu, sebentar lagi kim saem akan berkeliling" ucap kyuhyun berusaha mengalihkan pembicaraan
"hah aku merindukan kamar ini, bolehkah aku menginap" pinta changmin manja yang tidak ada cocoknya sama sekali dengan wajah manly dan badan kekarnya itu.
"kau tidak sadar badanmu besar, kasurku tidak akan muat untuk kita berdua, sudah kembali ke kamarmu sana" usir kyuhyun kejam, namja manis itu mendorong – dorong changmin sampai badan sahabatnya yang super tinggi itu akhirnya menghilang dibalik pintu, kyuhyun akhirnya bisa bernafas lega.
"dia sudah pergi hyung" lapor kyuhyun
Mendengar ucapan kyuhyun kibum bangun dari tidur pura – puranya, dia memang sengaja menunggu changmin pergi untuk membicarakan hal yang penting pada kyuhyun.
"baguslah" sahut kibum cuek, namja tampan itu hendak bangun dan duduk di karpet tebal yang dibentangkan di tengan kamar mereka, mereka memang terbiasa diskusi disana, tapi sepertinya untuk berpindah kesana merupakan hal yang sulit untuk kibum, badannya nyeri semua.
"sebaiknya hyung di kasur saja" ucap kyuhyun
"baiklah" pasrah kibum
"kita sudah tidak bisa diam lagi hyung, kita harus cepat mengungkap si dementor menyebalkan itu, jangan sampai dia memanfaatkan orang – orang di sekeliling kita" ucap kyuhyun berapi – api
"memanfaatkan orang sekeliling?, maksudmu?" tanya kibum bingung
"eumm hyung tau kan tadi aku sempat berada di jarak yang sangat dekat dengannya"
"lalu, apa kau melihat wajahnya?" tanya kibum antusias
"tidak, tapi aku mencium aroma parfumnya" ucap kyuhyun
"parfum?"
"ya, dia punya aroma parfum yang sama dengan changmin" ucap kyuhyun
"bahkan kau sangat hafal aroma parfumnya" gumam kibum
"mwo?" tanya kyuhyun tidak jelas
"anny, lanjutkan, jadi apa kau mencurigai changmin?" tanya kibum
"tidak, daripada mencurigai aku justru khawatir, aku yakin changmin tidak mungkin melakukan hal itu, aku mengenalnya dengan sangat baik, lagipula sangat mudah mengenali changmin dengan tinggi badannya yang tidak normal itu" jelas kyuhyun "dementor itu sangat bodoh kalau menganggap aku akan tertipu dan menuduh changmin hanya karna dia memakai parfum yang sama dengan changmin" gerutu kyuhyun
"jadi karna itu kau tadi mencari changmin kyu?" tanya kibum, kyuhyun mengangguk cepat untuk menjawab pertanyaan kibum.
"dementor itu pasti mengenalku dengan baik, bahkan dia tau changmin adalah sahabatku, dan dia memanfaatkan hubunganku dengan changmin untuk menekanku, dan berusaha membuatku percaya bahwa changmin yang melakukan itu" ucap kyuhyun, tatapannya mengeras, tangannya bahkan sampai bergetar, kyuhyun terlihat benar – benar marah, yah jangan remehkan kyuhyun, kyuhyun memang kadang terkesan cuek dan jahil tapi dia tidak akan diam saja kalau ada yang mengusik orang – orang yang disayanginya.
"lalu adakah orang yang kau curigai kyu?" tanya kibum
"tidak ada, tapi lihat saja aku akan menemukannya, takan kubiarkan orang yang sudah mengusik sahabatku bisa hidup dengan tenang" ucap kyuhyun sungguh – sungguh
.
.
"ck, tidak bisakah dia rapi sedikit saja" gerutu kibum saat melihat pakaian kyuhyun yang berserakan di lantai kamarnya, apa fans – fans kyuhyun tau kalau namja idola mereka itu sebenarnya sangat pemalas.
"argghh" ringis kibum saat perutnya masih terasa sedikit nyeri saat membungkuk untuk mengambil pakaian kyuhyun.
KLING, sesuatu terjatuh saat kibum mengambil pakaian kyuhyun, kibum membungkuk sekilas, mengambil benda berkilau yang ternyata adalah sebuah kalung berbandul cincin berwarna perak itu.
"ahh segarnya, silahkan hyung kalau mau mandi" ucap kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi
"kyu apa ini milikmu?" tanya kibum
"mwo?" tanya kyuhyun sambil mengusap rambutnya yang masih basah, "ini bukan milikku, dimana hyung mendapatkannya?" tanya kyuhyun
"bajumu" jawab kibum
"bajuku, ahhhh!" pekik kyuhyun
"wae?" tanya kibum
"aku ingat hyung, saat dementor itu melemparku aku sempat berpegangan pada jubahnyadi bagian leher, tanganku memang merasa memegang sesuatu, apa mungkin kalung itu terjatuh dan tersangkut di bajuku" ucap kyuhyun
"kalau itu memang benar, ini bukti yang sangat penting kyu" ucap kibum sambil memperhatikan kalung ditangannya, lalu namja tampan itu menyentuh bandul yang berupa cincin itu, "SM, SJ?" gumam kibum membaca tulisan di bagian dalam cincin.
"apa ini cincin couple?" tanya kyuhyun
"entahlah, kurasa ini buatan tangan, dilihat dari ukirannya, kurasa ini karya pembuat cincin yang cukup terkenal" ucap kibum saat melihat desain rumit dan elegan yang ada di cincin itu
"daebak, kau bahkan mengerti tentang perhiasan" decak kyuhyun kagum
"makanya, asahlah otakmu yang tumpul itu dengan pengetahuan" ejek kibum sadis
"enak saja kau tidak tau siapa aku? Aku cho kyuhyun, peraih medali emas matematika!" murka kyuhyun, enak saja kibum mengatai otaknya tumpul.
"sudahlah, percuma berdebat denganmu" cuek kibum
"jadi hyung, sekarang apa? Apa kita akan memnyelidiki kalung ini?" tanya kyuhyun
"tentu saja" jawab kibum, kibum meraih kamera miliknya, "boleh pinjam kalungnya sebentar?" pinta kibum
"tentu" jawab kyuhyun
Kibum mengambil kalung itu dari tangan kyuhyun, meletakkannnya di meja, kibum memotret kalung dan cincin itu dengan kameranya dengan beberapa posisi, lalu menghubungkan kameranya itu dengan laptopnya. Kibum membuka sebuah situs lelang perhiasan dan mengupload foto tersebut.
"apa yang kau lakukan hyung?" tanya kyuhyun
"mencari pembuatnya" jawab kibum
"huh?" tanya kyuhyun tidak mengerti
"ini situs lelang perhiasan terbesar di asia, kukura pasti salah satu pengunjung situs ini akan mengenali siapa pembuat kalung dan cincin itu" ucap kibum, kyuhyun mengangguk paham, setidaknya saat ini mereka bisa melakukan sesuatu.
"hyung apa menurutmu akan ada korban lagi?" tanya kyuhyun sambil memperhatikan kalung yang sudah kembali ke tangannya.
"entahlah, aku masih belum memahami caranya berkerja" sahut kibum, beberapa hari ini dia berusaha mencari kesamaan dan hubungan antara ji hyun dan yunho untuk mencari tau bagaimana cara dementor itu menentukan korbannya.
"ini memusingkan" desah kyuhyun, namja manis itu merebahkan tubuhnya di karpet tebal di tengah kamar mereka
"santai saja" ucap kibum sambil mengelus rambut coklat kyuhyun
"kau mengelus rambutku?" tanya kyuhyun tidak percaya
"mwo?, anny ada kotoran cicak di rambutmu" elak kibum
"yang benar, ashhhh cicak sialan, aku baru saja mencuci rambut" gerutu kyuhyun panjang pendek, kibum hanya terkikik geli kyuhyun mudah sekali ditipu.
.
.
"kyu, milik siapa itu? Apa ini baru?" tanya changmin sambil merebut kalung yang sejak tadi dipandangi oleh sahabatnya itu
"cwang berikan, itu bukan milikku" rebut kyuhyun lagi
"huhh dasar pelit" cibir changmin, "kyu kau sudah dengar kabar tentang jung saem?" tanya cangmin
"ne, jung saem sudah keluar dari kondisi kritis" jawab kyuhyun
"aku bingung bagaimana bisa jung saem terjatuh dari lantai lima, apa benar kabar yang tersebar di luar sana, sekolah kita kena kutukan" ucap changmin
"kutukan?" tanya kyuhyun
"ne, aku dengar dari yeoja – yeoja itu" bisik changmin sambil menunjuk segerombolan yeoja penggosip di kelasnya.
"cwang kau ikut mereka bergosip lagi?" tanya kyuhyun tidak percaya
"itu tidak penting yang penting aku dapat informasi" ucap changmin acuh
"ya ya terserah, lanjutkan ceritamu"
"ya kau tau kutukan hantu" ucap changmin dengan nada rendah yang dibuat menakutkan
Kyuhyun yang sudah mau serius mendengar cerita changmin langsung menjitak kepala sahabatnya itu, "aku tidak percaya hantu" ucap kyuhyun ketus, padahal sebenarnya dia takut
"ck appo, dengarkan dulu, mereka bilang dulu, lebih tepatnya lima tahun lalu ada siswa yang selalu di bully, kudengar dia di bully karna dia sangat bodoh, dia kesulitan dalam membaca dan berhitung, teman – temannya suka mengejeknya dan mengerjainya, suatu hari karna da tidak tahan dengan perlakukan teman – temannya namja itu bunuh diri, dia melompat dari lantai lima gedung sekolah kita, dan kau tau apa yang lebih mengejutkan lagi kyu" ucap changmin
Kyuhyun mendekat ke arah changmin sambil meneguk ludahnya gugup, dia takut sekaligus penasarn dengan cerita changmin.
"namja yang bunuh diri itu, menurut kabar dia dulu salah satu siswa di kelas kita ini" ucap changmin
"benarkah?" tanya kyuhyun, matanya melihat ke setiap sudut kelasnya mencari sosok seram yang mungkin saja akan tertangkap oleh penglihatannya, tapi dia tidak menemukan apapun kecuali wajah teman – teman sekelasnya, kyuhyun kembali melihat kedepan dan saat itulah dia dikagetkan dengan wajah changmin yang posisinya sangat dekat dengan wajahnya.
"YA! CHANGMIN AKU AKAN MEMBUNUHMU!" murka kyuhyun
"hahaha wajah takut mu itu lucu sekali kyu, lagipula kau percaya saja pada para penggosip itu" ejek changmin
"awas saja kau!" ancam kyuhyun.
.
.
Sepulang sekolah kyuhyun diam – dam datang ke ruang komputer sekolahnya, namja manis itu menghidupkan salah satu komputer, setelah komputer menyala kyuhyun menghubungkan komputer itu dengan smartphonenya. Kyuhyun sangat penasaran dengan cerita changmin, walaupun changmin bilang mungkin saja itu hanya karangan yeoja – yeoja penggosip itu tetap saja kyuhyun ingin mengetahui kebenarannya, kalau mungkin itu benar mungkin saja ini ada hubungannya dengan kasus yang terjadi akhir – akhir ini. Kalian jangan salah paham, kyuhyun tidak percaya kutukan, tapi kalau benar ada siswa yang bunuh diri, mungkin saja ada kerabat atau siapapun yang mengenal namja itu tidak terima dan menaruh rasa dendam bukan.
Setelah berhasil membobol keamanan sekolahnya kyuhyun mulai mencari data – data siswa lima tahun lalu, seringaian muncul di wajah kyuhyun saat dia menemukan apa yang dia cari, dengan cekatan kyuhyun mengcopy data – data itu ke smartphonenya, namun ternyata ukuran datanya lumayan besar, kyuhyun harus menunggu sedikit lebih sama sampai data – data itu tersalin sepenuhnya.
"cepatlah, cepatlah" gumam kyuhyun sambil melihat layar smartphonenya yang menampilkan angka 97%, sedikit lagi, senyum manis tersungging di bibir kyuhyun saat melihat angka 100% di layar smartphonenya, "akhirnya selesai" gumam kyuhyun.
"apa yang selesai kyuhyun-ah?" tanya seseorang yang berdiri di belakang kyuhyun
"astaga lee saem, saem mengagetkanku" ucap kyuhyun lega, dia kira siapa, dia kira choi saem atau kim saem yang memergokinya, bisa – bisa dia dihukum karna memakai komputer sekolah sembarangan.
"apa yang kau lakukan disini kyu?" tanya guru bernama lee sungmin itu
"hanya meminjam komputer sebentar saem" jawab kyuhyun, untung saja dia sudah menutup halaman situs sekolah.
"kau tidak membobol sistem sekolah lagi kan kyu?" tanya sungmin
Kyuhyun hanya tersenyum kecil, guru di depannya ini memang cukup dekat dengannya, dan sangat tau kenakalan – kenakalan kyuhyun, kyuhyun kadang memang suka iseng membobol sistem keamanan sekolahnya, dan sungmin tau itu, untung saja sungmin guru yang baik, jadi sampai sekarang kyuhyun masih aman.
"eoh, hyung apa kau sedang sakit?" tanya kyuhyun, sungmin memang memintanya memanggil hyung saja saat mereka sedang berdua
"eoh anny, kenapa kau bertanya begitu kyu?" tanya sungmin
"itu, obat di kantong hyung" jawab kyuhyun sambil menunjuk botol yang menyembul dari saku celana sungmin
"ah ini, ini hanya vitamin, akhir – akhir ini hyung harus berkerja ekstra selama jung saem tidak bisa ke sekolah" jelas sungmin, guru muda itu menampilkan senyum ramah, wajar saja kalau banyak siswa yang dekat dengannya.
"ohh ya, kyu jangan lupa pulang sekolah nanti kau harus bimbingan untuk olimpiade" ucap sungmin memperingatkan
"baiklah hyung, untung hyung mengingatkan kalau tidak mungkin kyu sudah lupa" ucap kyuhyun
"kau ini" sungmin mengacak rambut kyuhyun, saat itulah sungmin melihat kalung yang menggantung di leher kyuhyun.
"ada apa hyung, ahh" kyuhyun langsung menggenggam bandul kalungnya saat melihat tatapan kyuhyun, kyuhyun memang sengaja memakai kalung itu agar tidak hilang.
"kalungmu bagus" ucap sungmin setelah mengalihkan pandangannya dari kalung yang dipakai kyuhyun, namja bergigi kelinci itu lalu tersenyum manis, "kalau begitu sampai jumpa nanti kyu" pamit sungmin sebelum meninggalkan kyuhyun seorang diri.
"ne sampai jumpa lagi hyung" balas kyuhyun sambil membungkuk sopan, "sungmin hyung aneh sekali, lagipula apa yang dilakukannya disini?" gumam kyuhyun
.
.
Kibum ada janji dengan dokter jaga klinik sekolahnya untuk check up dan membuka perban yang melilit daerah perut dan dadanya, dan disinilah namja tampan itu sekarang, duduk diam di atas ranjang pasien dalam keadaan topless, bersama dengan seorang usia bernama lee donghae yang sedang melepskan perban di bagian dada dan perutnya.
"aku sudah melepas perbannya, tapi usahakan jangan terlalu banyak bergerak dulu kibum-ssi, lalu kau harus memakai salepnya secara rutin pada luka – lukamu kalau kau tidak ingin lukamu meninggalkan bekas" petuah donghae
"baik uisa lee terimakasih" jawab kibum patuh sambil memakai kembali kaos abu – abu polosnya
"aku heran bagaimana kau bisa mendapat luka – luka ini kibum-ssi" tanya donghae, dokter muda dan tampan itu menyender di dinding sambil melipat tangannya di depan dada, mata hitam yang terkesan kekanakan itu menatap pasiennya penuh selidik.
"aku terjatuh" bohong kibum, memang hanya beberapa guru yang tau dia seperti ini karna perbuatan penjahat yang diberi julukan dementor oleh kyuhyun itu.
"benarkah?" donghae menngangkat sebelah alisnya sambil tersenyum, kibum fikir dia bisa dibohongi , dia seorang dokter dia tentu bisa dengan mudah membedakan mana luka karna terjatuh dan mana luka karna dipukuli.
"kalau begitu aku akan kembali ke asrama ku lee uisa" pamit kibum, namun belum sempat namja tampan itu keluar dari klinik beberapa siswa masuk sambil menggendong seorang siswa yang tampak menyedihkan, wajah siswa itu sangat pucat bahkan ada busa yang keluar dari sudut bibirnya.
"ada apa?" tanya donghae panik, dokter muda itu langsung memeriksa siswa yang bername tag nam joo hyuk itu
"tidak tau uisa lee, tadi kami sedang makan di kafetaria tapi tiba – tiba joo hyuk kejang – kejang dan keluar busa dari mulutnya, sepertinya dia keracunan" jelas salah seorang namja yang mengantar joo hyuk kemari.
"sebaiknya kalian sedikit menjauh, beri ruang untuknya" donghae mulai menempelkan stetoskopnya pada dada joo hyuk, dokter muda itu terlihat panik, sepertinya keadaan joo hyuk cukup parah.
"dia tidak bisa ditangani disini, aku akan menguhubungi pihak rumah sakit agar mendatangkan ambulans dan kalian melaporlah pada guru piket" perintah donghae yang langsung dilaksanakan oleh siswa – siswa itu.
Ada apa ini? korban yang lain lagi?, batin kibum yang sejak tadi masih berada di sana dan memperhatikan kejadia itu. Pasti ada suatu kesamaan dari korban – korban itu, tapi apa?, batin kibum.
.
.
"kenapa bocah gembul itu belum pulang?" gerutu kibum sambil melirik jam dinding yang menggantung di kamarnya dan kyuhyun, seharusnya kyuhyun sudah pulang tiga jam yang lalu. "apa jangan – jangan dia bersama tiang berjalan itu?" gumam kibum kesal. Tidak mau menduga – duga akhirnya kibum meraih smartphonenya, mengetikkan pesan pada kyuhyun.
To : Gembul Kyu
Dimana?
Setelah mengirimkan pesan pada kyuhyun kibum meletakkan smartphonenya di meja, namja tampan itu melirik smartphonenya berkali – kali, menanti balasan dari kyuhyun. Drrttt saat smartphonenya bergetar kibum langsung mengambilnya.
From : Gembul Kyu
Aku akan pulang terlambat, aku harus latihan untuk olimpade tingkat internasional, jangan iri padaku karna aku yang terpilih
Kibum kembali meletakkan smartphonenya, hah dia pasti akan mati kebosanan karna tidak ada kyuhyun. kibum lalu meraih berkas yang ada di atas meja, berkas yang baru saja didapatkannya dari pimpinan SM SHS tadi siang tentang data lengkap sekolah maupun seluruh siswa SM SHS, kibum sedang berusaha mencari kesamaaan ataupun hubungan antara ketiganya untuk mengetahui siapa target berikutnya, sepertinya penjahat itu tidak akan berhenti sampai dia benar – benar berhasil menghancurkan sekolah ini.
Kibum akan mengambil kaca mata bacanya, saat namja tampan itu tidak sengaja menjatuhkan berkas – berkas itu. "ck, sial!" decak kibum, namja tampan itu membungkuk hendak mengambil berkas tebal itu, namun tangannya berhenti saat melihat dimana halaman berkas itu terbuka saat terjatuh.
Halaman itu menampilkan foto – foto siswa berprestasi SM SHS sejak tahun pertama sekolah ini berdiri, dan kibum baru menyadarinya, foto jung saem, ji hyun dan juga nam joo hyuk ada disana, kibum juga baru mengetahui bahwa yunho adalah alumni SM SHS.
"ini dia!, aku menemukannya, kesamaan mereka!" pekik kibum, namja tampan itu dengan cepat mengambil berkas itu, "mereka semua adalah siswa peraih medali emas olimpiade" gumam kibum, lalu namja tampan itu dengan cepat menyambar kertas kosong dan pulpen di mejanya.
"korban bertama, ji hyun siswa kelas dua, peraih medali emas olimpiade matematika setahun yang lalu, yang kedua jung yunho peraih medali emas matematika tahun 1988, dan yang terakhir nam joo hyuk, peraih medali emas matematika dua tahun yang lalu" catat kibum, "ketiganya peraih medali emas olimpiade matematika, beranti korban selanjutnya adalah ... peraih medali emas olimpiade matematika tahun ini" simpul kibum, "tunggu tahun ini?!" pekik kibum, namja tampan itu kembali memperhatikan foto – foto di depannya, "kyuhyun" gumam kibum, rasa takut mulai melingkupi hatinya, ya kyuhyun meraih medali emas dalam olimpiade matematika tingkat nasional beberapa bulan yang lalu, ini berarti kyuhyun dalam bahaya.
"sial!" pekik kibum, namja tampan itu langsung bangun dari kursinya, gerakannya yang tiba – tiba dan terburu –buru itu membuat kursinya terjatuh, namun kibum tidak perduli dia harus mencari kyuhyun sekarang, kibum bahkan tidak perduli kalau dia meninggalkan pintu kamarnya dalam keadaan terbuka.
kalau kyuhyun adalah korban berikutnya saat yang paling tepat untuk mencelakakannya adalah saat ini, saat kyuhyun berada di sekolah dalam keadaan sekolah yang sepi.
Kibum berlari ke arah gedung sekolah yang tampak sepi sambil berusaha menelfon kyuhyun, namun namja manis itu sama sekali tidak mengangkatnya.
"angkat kyu kumohon" gumam kibum tanpa memelankan larinya.
.
.
"ck, apasih maunya bersik sekali, aku jadi tidak bisa konsentrasi" gerutu kyuhyun sambil memperhatikan smartphonenya yang terus saja bergetar, karna kesal kyuhyun merubah modenya menjadi pesawat agar tidak ada telfon yang masuk, namja manis itu lalu memperhatikan seisi lab yang nampak sepi, lee saem memang memilih lab sebagai tempat mereka belajar.
"lab kalau sepi begini seram sekali, coba aku membawa PSPku" desah kyuhyun, dia sudah menyelesaikan puluhan soal yang diberikan sungmin sejak lima belas menit yang lalu, lalu kemana gurunya itu, lee saem tadi izin keluar untuk mengmbil soal lainnya yang tertinggal di ruang guru.
"lama sekali" keluh kyuhyun
KLIK, tiba – tiba saja lampu mati dan tentu saja itu membuat kyuhyun panik, dengan cepat kyuhyun mengambil smartphonenya untuk menyalakan senter, kyuhyun mengarahkan senternya ke sekeliling lab, bisa bahaya kalau dia sampai menabrak tabung – tabung kaca berisi cairan kimia itu.
Kyuhyun melihat sekelebat bayangan hitam dari luar jendela, "siapa itu?" tanyanya, "saem?" panggil kyuhyun, tidak ada sahutan, namun kyuhyun melihat ada yang dilempar masuk kedalam lab melalui jendela, kyuhyun tidak bisa melihatnya dengan jelas benda apa itu karna cahayanya yang minim tapi bentuknya seperti tabung, kyuhyun semakin panik saat melihat asap berwana putih mengepul di depannya, apakah ada kebakaran, tapi tidak mungkin alarm akan otomatis berbunyi saat ada kebakaran.
"uhuk uhuk" kyuhyun terbatuk saat asap itu mulai terhirup di hidungnya, kyuhyun menutup hidungnya, asap itu sepertinya mengandung sesuatu, benar saja nafas kyuhyun mulai sesak, paru – parunya semakin tertekan, dia harus keluar dari sini.
Kyuhyun berjalan cepat ke arah pintu, berusaha membuka pintu itu, tapi nihil, pintu itu tidak bergerak sedikitpun, sepertinya sengaja dikunci dari luar, kyuhyun beralih pada jendela, seharusnya jendelanya bisa terbuka karna orang tadi sempat membuka jendela untuk melembarkan tabung berisi gas itu, tapi ternyata sama saja seperti pintu, jendela itu juga terkinci, kyuhyun bisa melihatnya jendela itu diganjal dari luar.
"t-tolong uhuk uhuk" kyuhyun menggedor pintu di depannya, koridor tampak sepi karna memang jam pulang sekolah sudah lama berlalu
"aku harus menghubungi seseorang" gumam kyuhyun, namja manis itu melepas blezer sekolahya untuk menutupi hidung dan mulutnya. Tapi sepertinya lagi – lagi keberuntungan tidak memihak pada kyuhyun, dia memang belum mengisi batrai ponselnya dan sekarang batrainya sudah berwarna merah, di tambah dia menyalakan senter.
"bertahanlah sebentar lagi" mohon kyuhyun, "tidak – tidak, jangan mati dulu!" pekik kyuhyun saat peringatan ponselnya berbunyi nyaring sebelum benar – benar mati.
"argghh kenapa disaat seperti ini aku sial sekali uhuk" murka kyuhyun, kepalanya mulai pusing karna gas yang semakin banyak masuk ke paru – parunya walau dia sudah berusaha menutupi hidungnya.
Kyuhyun akhirnya jatuh terduduk sambil menyender di balik pintu, "uhuk uhuk tolong aku" gumamnya lemah sambil memegang dadanya yang sesak "kibum hyung" lirih kyuhyun
"kyu!" ah apa karna terlalu frustasi kyuhyun bangkan sampai mendengar suara kibum
"kyuhyun!" kali ini suara itu lebih jelas
"kyuhyun kau didalam? Jawab aku!"
"hyung" gumam kyuhyun, itu benar – benar kibum. Kyuhyun berusaha mengumpulkan kesadarannya yang hampir hilang, "h-hyung kyu uhuk didalam uhuk!" teriak kyuhyun sekuat tenaga
Kyuhyun mendengar pintu didepannya digedor keras, namu tetap tidak terbuka, padahal diluar kibum sedang berusaha mendobraknya dalam kondisi tubuhnya yang belum benar – benar pulih.
"kyu menjauh dari jendela!" perintah kibum setelah usahanya mendobrak pintu gagal total
"apa yang uhuk akan hyung lakukan?" tanya kyuhyun lemah semakin banyak gas yang terhirup olehnya dan itu melemahkan otot – ototnya, membuatnya tidak bertenaga.
Kibum tidak menjawab, namja tampan itu mengambil ancang – ancang, melipat sikunya sebelum menerjang jendela besar itu dengan sikunya dan membuat jendela kaca yang cukup tebal itu pecah, belum cukup seperti itu kibum menendang sisa – sisa kaca yang masih menempel di tepi – tepi jendela.
"kyu, gwenchana?" kibum langsung menerobos masuk dan menahan badan kyuhyun yang lemas, "ayo kita keluar" kibum menempatkan kyuhyun di punggungnya dan menggendong namja manis itu melalui jendela, masa bodoh badannya terluka terkena pecahan kaca jendela.
"uhuk uhuk" kibum terbatuk karna sempat menghirup gas yang masih mengepul di dalam lab. Begitu keduanya sampai keluar kibum langsung menurunkan kyuhyun, mendudukkan namja manis itu di koridor untuk memeriksa kondisinya.
"kyu, sadarlah" kibum menepuk pipi kyuhyun pelan, nafas namja manis itu tampak tersengal, dia tampak kasakitan karna kesulitan bernafas.
"uhkkk se-sak h-hyung" gumam kyuhyun susah payah
"bertahanlah" ucap kibum dan tanpa aba – aba mempertemukan bibirnya dengan bibir kyuhyun, untuk memberikan nafas buatan pada namja manis itu.
TBC
Huaaaaahhh akhirnya beres juga, berhubung ini masih bulan desember jadi saya mengupdate ff kihyun dulu hehehe, semoga puas dengan chap ini, saya ngasi clue lagi lho disini sudahkah ada yang bisa nebak siapa si 'dementor'? maaf kalau masih banyak kekurangan di ff ini, mohon masukannya teman – teman #bow
