Desclaimer : Final Fantasy (IV, VII, VIII, X, XII, XIII) - Square Enix, Naruto - Masashi Kishimoto, One Piece - Eiichiro Oda, Fairy Tail - Hiro Mashima dan karakter manga/anime/game lainnya bukan milik Author.
Warning : OOC, Gaje, terlalu singkat alias alur kecepatan bin suka-suka Author, newbie.
Note : If you read this, please give me your comment. :)
Main Pairing : Zack Fair (Final Fantasy VII)
~ Summary ~
Ada sebuah kota besar yang bernama Midgar salah satu kota terbesar pertama yang berada di benua Alvarez, kota yang terkenal dengan kemajuan dan kekayaannya, dan juga tentram. Namun di balik itu semua ada sebuah keburukan yang tidak di ketahui orang awam, yaitu pertarungan yang membuat pemainnya masuk rumah sakit bahkan ada juga yang meninggal, game pertarungan itu disebut dengan 'Dead Batt', di mana pertarungan yang hanya mempunyai satu aturan yaitu siapa yang K.O/Dead/Menyerah dia yang kalah, permainan atau pertarungan yang tidak memandang pria ataupun wanita. Pertarungan yang di lakukan setiap malam, terkadang ada pertarungan yang di lakukan di atas ring tapi biasanya itu di adakan oleh pengusaha kaya yang mengadakan acara tersebut atau biasa di bilang tournament karena perlu hiburan, dan juga di adakan dengan iseng-iseng atau di tantang namun hal ini biasanya di lakukan di bar, jalanan, parkiran kosong, dan gedung kosong, alias di luar tournament. Bukan hanya di Midgar, di kota lainnya dan benua lainnya juga memiliki permainan mematikan tersebut, setiap peserta yang mengikuti permainan tersebut di pastikan memiliki klub, namun juga ada sebagian pemain tidak memiliki klub dengan alasan tersendiri.
Chapter 07 - Wanita!
|| Sector - .21 ||
~22.46~
Zack dan Rogue telah berada di Sector .21, kini mereka sedang berjalan mencari tempat yang bernama 'mal' itu berada. Namun tak lama setelah itu mereka menemukan gedung kosong berlantai tiga yang tidak digunakan, dan mereka berpikir tidak, lebih tepatnya Zack mengatakan bahwa gedung tersebutlah mal yang mereka maksud. Namun bukan mal yang mereka tuju melainkan parkiran berlantai tiga yang terletak disebelah mal itu yang mereka berdua masuki.
Setelah mereka memasuki parkiran dan berjalan menuju parkiran dilantai dua mereka melhat beberapa mobil yang digerumbungi oleh puluhan manusia dan sebagian para gerumbulan itu ada yang duduk diatas mobil, ada yang sedang minum-minuman dipinggiran parkiran dan aktifitas lainnya termasuk bercinta antara laki-laki dan perempuan, entah itu didalam mobil atau dipojokkan parkiran, tapi Rogue dan Zack hanya menghiraukannya dan mereka berjalan mendekati seorang pria yang berpenampilan seperti preman pasar yang sedang asik bermain kartu.
"Oeee!"
Panggil Rogue kepada pria berpenampilan preman tersebut, namun bukan pria itu saja yang menoleh, melainkan kawanannya yang sedang bermain kartupun ikut menoleh kearah Rogue dan Zack.
Di kumpulan gerombolan lainnya ada sekelompok kumpulan para ladys berpakaian minim menatap kearah Zack dan Rogue sambil berbisik-bisik.
"Heyy,, bukankah pria yang gaya rambut emo itu Rogue ? Dia tampan sekali!"
Bisik gadis berambut pirang yang dikuncir kebelakang kepada gadis berambut pink sebahu yang terurai rapi sambil menunjuk-nunjuk kearah Rogue yang lagi berbincang-bincang.
"Iya, tapi pria yang disebelah Rogue lebih tampan!"
Balas gadis berambut pink tersebut sambil menunjuk-nunjuk kearah Zack yang berdiri dibelakang Rogue.
"Apa tidak ada pertarungan disini ?"
Tanya Rogue kepada pria berpenampilan preman tersebut.
"Kau ingin bertarung ya ? Jika 'iya' coba saja kau temui gadis disana, jika kau menang bukan cuman uang yang kau dapat, kau juga bisa menidurinya malam ini."
Jawab pria tersebut sambil menyeringai sekaligus menunjuk gadis yang berambut pirang dikuncir empat berperawakan ramping dan penampilan yang sangat minim mulai dari baju kaos minim yang berwarna merah dan celana mini yang masih memperlihatkan bagian pahanya yang mulus. Rogue menapa kearah Zack, menunggu jawaban.
"Apa kau ingin aku melawan lacur itu ?"
Tanya Zack sambil menunjuk kearah wanita tersebut.
"Oe, oe, jangan salah sangka dulu. Dia masih perawan kawan, ku rasa kau tidak mungkin tidak tau dengan 10 wanita menakutkan, dia salah satunya kawan. Namanya Temari, dia masih jomblo loh."
Jawab pria tersebut, dan teman-temannya hanya mengangguk.
"Ohh, Temari ya ? Aku pernah dengar tentangnya, apa benar dia semena-"
Ucapan Rogue terpotong.
Plukkk
Zack mengepalkan tangan kanannya lalu meninjukannya kearah telapak tangan kirinya sambil berkata.
"Kalau dia masih perawan, kenapa harus di tolak !?"
Ucap Zack dengan nada semangatnya.
"Oe, oe, apa kau pernah bercinta Zack ?"
Tanya Rogue kepada Zack, Zack yang mendengar pertanyaan tersebut memasang wajah kusam sambil menggeleng pelan. Rogue dan pria yang mengetahui itupun hanya menahan tawa mereka.
"Ayolah, jangan menertawakanku. Kenapa kalian tidak menertawakan gadis itu saja ?"
Zack hanya membungkukkan tubuhnya kesal akibat ditertawakan.
"Heyy,, jadi kau benar-benar ingin melawan Temari ?"
Tanya pria itu lagi.
"Ku rasa kau bakal kalah, karena dia selalu bermain curang, kecuali kau bisa menahlukan gadis perawan"
Lanjut salah satu kawan pria preman tersebut.
"Untuk bisa tidur bareng gadis perawan apa yang tidak ?"
Ucap Zack sekaligus mengusapkan jempol kanannya dengan hidungnya singkat sambil tersenyum lebar.
Zack berjalan menghampiri Temari, Temari yang menyadarinyapun melirik kearah Zack dengan heran, namun sebelum Zack sangat dekat dengan Temari jalannya dihalau oleh seseorang.
"Opss, tapi dia milikku b*tch!"
Ucap pria berambut merah yang berdiri didepan Zack. Kini para manusia yang awalnya terpencar berkumpul melihati Zack dan pria berambut merah itu.
"Tapi aku lebih dulu melihatnya b*tch!"
Balas Zack tak mau kalah. Temari pun menghampiri mereka dan berdiri ditengah-tengah mereka sambil menempelkan kedua jari telunjuknya di masing-masing bibir mereka.
"Sttt,, kalian ingin diriku ?"
Tanya Temari dengan percaya diri sambil melirik mereka secara bergantian, dan mereka hanya menjawabnya dengan anggukan. Temari melirik kearah Zack dan berucap.
"Kau sipemula itu ya ? Aku terkejut kau bisa mengalahkan adik dari ketua pengusaha dunia gelap -Spriggan- dengan mudah"
Temari pun mengusapi pipi Zack dengan lembut dengan tangan kirinya, lalu kini Temari melirik pria berambut merah yang berada disebelah kanannya sambil mengusapi pipinya dengan lembut.
"Sasori, jika kau menang dengan pemula ini aku akan melayanimu malam ini"
Dan kini Temari kembali menatap Zack sambil tersenyum misterius.
"Dan kau pemula, jika kau menang melawan Sasori maka aku akan jadi milikmu"
"Bagaimana ?"
Ujar Temari meliriki Sasori dan Zack secara bergantian, dan mereka hanya mengangguk setuju.
"Baiklah, aku tunggu hasilnya. Dahh.."
Temari pun berbalik dan berjalan pergi keluar zona pertarungan yang akan digunakan oleh Zack dan Sasori.
Zack dan Sasori kini saling berpandangan satu sama lain, bukan pandangan biasa melainkan pandangan untuk saling mengalahkan untuk memperebutkan seorang wanita.
"Hanya dengan mengalahkan Natsu bukan berarti kau bisa mengalahkanku pemula!"
Ujar Sasori dengan nada datarnya.
"Namaku bukan 'pemula' kutu kuprett!"
Jawab Zack dengan kesal.
"Terserah, aku tidak peduli dengan namamu"
"B*ngs*t!"
Ujar Zack sambil sweatdrop.
Temari kini duduk diatas bagian depan salah satu mobil melihati kumpulan manusia yang berkumpul untuk melihat perkelahian Zack dan Sasori memperebutkan dirinya.
"Na,, Temari. Kau dukung siapa ?"
Tanya Rogue yang bersandar dipinggiran sebelah kiri mobil yang diduduki Temari. Temari melirik sekilas kearah Rogue dengan santai.
"Aku mendukung pemula itu, kau ?"
Jawab Temari yang dilanjutkan bertanya balik kepada Rogue.
"Zack ? Aku juga mendukungnya"
Jawab Rogue enteng, Temari kembali melirik Rogue.
"Namanya Zack ya ? Nama dan orangnya sangat cocok, sama-sama tampan, apa kemampuannya juga cocok dengan nama dan orangnya ya ?"
"Tentu saja, dia salah satu dari Sabertooth sekarang!"
"Jadi dia ikut dengan pecundang seperti kalian ?"
Temari pun menahan tawanya setelah berucap demikian.
"Tertawalah sepuasmu honey, ku pastikan kau besok tidak akan bisa berjalan dengan normal jika Zack menang"
"Ahaa,, aku jadi takut. Tidak apalah, jika dia bisa membuatku puas tidak bisa berjalan satu hari bukan masalah bagiku"
Balas Temari sambil tersenyum, yap. Tersenyum merendahkan.
"Cihh,,, dasar b*tch!"
Walaupun Rogue berdecis, namun desisan tersebut bukanlah desisan kesal biasanya, namun desisan tersebut diiringi senyuman tipis pada bibirnya.
"Mana Minerva ?"
Tanya Temari santai.
"Mungkin lagi bercinta dengan Sting, kenapa kau bertanya ?"
"Hanya bertanya, sudah lama tidak bertemu dengannya, jadi ingat perkelahian kami saat merebutkan Sasuke"
Rogue yang mendengar pengakuan itu hanya bisa menahan tawanya.
Squall kini telah berada di sector .21, dan saat ini ia telah memasuki parkiran yang berada disebelah mal yang tidak lagi digunakan, namun Squall masih berada dilantai satu menunggu seseorang.
Puk
Seseorang menepuk pundak Squall, sontak Squall langsung menoleh kebelakangnya karena kaget.
"Ckk, kau mengagetkan saja! Jadi apa yang ingin kau perlihatkan ? Dan bagaimana dengan Rinoa ?"
Squall pun langsung memberikan beberapa pertanyaan kepada pria yang memiliki tato tribal diwajah bagian kirinya dan rambut pirang berjambul tersebut.
"Baru juga tiba kau telah memberikanku ribuan pertanyaan, kau sama sekali tidak sabaran"
Jawab pria berjambul itu kepada Squall.
"Kita akan mencari tau kemana Rinoa dibawa, dengan bertanya pada para lacur disini bodoh!"
Lanjut pria tersebut.
"Ooo,, jadi maksudmu disini sarang para lacur kelas teri begitu"
Balas Squall santai.
"Huuhh,, bukan. Disini akan ada pertarungan yang menarik pada tengah malam nantinya, makanya para lacur dan sekumpulan pecundang akan berkumpul disini. Ohh,, iya. Kurasa Zack juga akan ada disini"
"Oh, benarkah ? Sepertinya aku ingin melihat pertarungannya, pasti menarik karena Zack adalah satu-satunya Agen 1st Class di Turks. Zell, dimana kumpulan orang menyedihkan itu sekarang ?"
"Ada dilantai dua, kudengar ada keributan. Kayaknya ada yang berkelahi"
Jawab Zell santai sambil menunjuk keatas.
"Oh ya, apa benar Cloud dan Claire belum tau soal Zack ?"
Squall yang mendengar pertanyaan dari Zell hanya mengangguk.
"Benar, mereka belum tau sama sekali. Bahkan mereka ada disini untuk mencari Zack dan Serah"
"Serah adiknya Claire itukan ?"
"Benar"
"Aku pernah bilang bukan kalau Rinoa bersama dengan Serah ? Namun Rinoa telah dibeli oleh salah satu organisasi terkenal di Dunia Gelap yang berada di Grand Line, aku tidak bisa berbuat banyak karena organisasi tersebut adalah organisasi yang dikenal dengan nama Emperor Sea pasti banyak organisasi yang bekerjasama dengannya. Kurasa kau tau itu, jadi kita akan bertanya dengan para lacur itu dikota mana Rinoa berada, jika belum mendapatkan infonya terpaksa kau harus ke Grand Line sendiri"
Squall mendengar penjelasan tersebut hanya menghela nafas panjang sebelum membalas penjelasan Zell.
"Apa aku perlu kesana untuk menjemputnya, yang benar saja, padahal aku malas sekali kembali kesana. Setelah ini aku harus ke Valhalla untuk mencari data 10 wanita yang hilang"
"Sangat kebetulan, aku punya teman disana namanya Hyuga Neji, aku bisa memintanya untuk membantumu, jadi kau bisa menemukan 10 data itu dengan cepat, aku juga ingin mendaftarkannya masuk ke Turks, biar dalam menyelesaikan kasus aku punya partner"
Jelas Zell sambil tersenyum lebar.
"Baiklah, thanks bantuannya Zell"
Balas Squall sambil tersenyum tipis, dan Zell hanya mengacungkan jempolnya santai.
#Bersambung
Akhirnya bisa juga buat chapter ini cukup panjang setelah chapter sebelumnya sangat pendek. Okeh RnR'ny ya kawan.. :D
Character :
Zell Dincht (Final Fantasy VIII) = Rekan Squall yang berada dalam organisasi yang sama yaitu SeeD pada serial gamenya.
Hargai karya orang lain dengan memberikan pendapat entah itu kritik, saran, kesan, dsb. Agar sang author mendapatkan semangat untuk terus menunjukkan ide atau karyanya
