Detective School

Cast : Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Other Cast : Park Jung Soo

Lee Sungmin

Choi Siwon

Jung Yunho, and other

Genre : Romance, action

Warning : BL, Yaoi, Typo(s)

Summary : soal ujian SM SHS dicuri, dan kyuhyun ditugaskan untuk menangkap pelakunya, bersama dengan partner yang tidak terduga, mampukah kyuhyun memecahkan kasus ini?.

Kasus 1 : pencurian soal ujian

Detektif : Cho Kyuhyun dan Kim Kibum

Tertuduh : siswa berandal yang membenci siswa berprestasi dan dewan guru yang memiliki akses ke seluruh gedung sekolah.

Bukti : kunci jawaban yang terkirim ke seluruh email siswa berandal dan kunci akses seluruh ruangan di sekolah yang hanya dimiliki oleh para pemegang jabatan penting di SM SHS

Happy Reading

CEKLEK, Donghae mengalihkan perhatiannya dari laporan kesehatan Kyuhyun saat mendengar pintu ruangannya dibuka, "Oh Kibum - Ah" ucapnya saat melihat Kibum lah yang memasuki ruangannya, "ada apa?, apa Kyuhyun sudah sadar?" tanya Donghae, dokter tampan itu menatap wajah datar siswa jeniusnya itu. Tentu Donghae masih mengingat jelas apa yang terjadi hampir satu jam yang lalu, saat dia baru saja akan pergi dari ruangannya dan tiba – tiba saja Kibum datang dengan wajah panik sambil menggendong Kyuhyun yang tidak sadarkan diri.

"belum" jawab Kibum singkat, "ada yang ingin kutanyakan Uisa" ucap Kibum serius

"silahkan, aku juga memiliki banyak pertanyaan yang harus kau jawab Kibum-Ah" Donghae duduk di kursinya sambil menatap tepat di mata hitam Kibum.

"apa gas yang dihirup Kyuhyun?" tanya Kibum langsung

"setelah kuperiksa Kyuhyun menghirup Timbal (pb) dan juga CO" jawab Donghae, "zat ini memang tidak terlalu berbahaya, tapi untuk kasus Kyuhyun, itu cukup berbahaya untuknya, tapi kau tenang saja beruntung Kyuhyun tidak menghirupnya dalam jumlah banyak dan kau cepat membawanya kemari" ucap Donghae menenangkan.

"Arraseo" balas Kibum, sesuai dugaannya, gas yang dihirup Kyuhyun adalah Pb dan juga CO, Kibum memang sempat menganalisa zat yang dihirup Kyuhyun tadi karna itu dia cepat menberikan tindakan pernafasan buatan, mungkin memang bagi orang biasa zat yang biasanya dihasilkan oleh hasil membakaran kendaraan bermotor itu tidak akan memberikan efek langsung, tapi bagi Kyuhyun yang memang memiliki paru – paru yang bermasalah tentu akan menberikan efek lebih parah terlebih zat yang dihirup memiliki kandungan pb dan CO yang cukup tinggi.

"tapi kibum-Ah, bagaimana Kyuhyun bisa menghirup zat itu?" tanya Donghae serius, pasalnya dokter tampan ini tau benar kendaraan hanya boleh sampai area parkir, dan tidak diperbolehkan ada aktivitas apapun yang bisa menyebabkan asap ataupun polusi lainnya dilakukan di area sekolah. "dan jangan coba berbohong padaku, kau fikir aku tidak sadar banyak keanehan yang terjadi di sekolah ini belakangan ini. pasti ada sesuatu yang terjadi, benar bukan?" lanjut Donghae, tentu dia masih ingat beberapa kecelakaan yang menimpa siswa dan juga Jung Saem.

Kibum menghela nafas pasrah, sepertinya dia memang tidak bisa berbohong pada uisa Lee, dan dengan sangat terpaksa Kibum menceritakan semuanya, ancaman – ancaman itu dan juga tugas yang diberikan kepala sekolah untuknya dan juga Kyuhyun.

.

.

Langit – langit berwarna putih dan lampu yng menyala terang menyambut Kyuhyun yang baru saja sadar dari pingsannya. Kyuhyun mengerang pelan saat dirasakannya rasa panas di tenggorokan dan sedikit sesak di dadanya, nafasnya juga terdengar memburu. Tidak perlu otak jenius untuk mengetahui dimana dia berada saat ini, interior serba putih dan bau obat yang menyengat membuatnya yakin dia sedang berada di klinik sekolah saat ini.

"kau sudah bangun?" tanya Kibum yang baru saja memasuki ruangan Kyuhyun dan melihat roomatenya itu sudah membuka mata, "apa yang kau rasakan?" tanyanya dengan nada Khawatir, ditatapnya Kyuhyun yang tampak terdiam.

"sesak" gumam Kyuhyun, suaranya terdengar serak

"Gwenchana, Uisa sudah memberimu obat, kau akan baik – baik saja" ucap Kibum, namja tampan itu terlihat berbicara pada Kyuhyun, namun lebih dari itu dia meyakinkan dirinya sendiri, ya, dia akan memastikan Kyuhyun akan baik – baik saja, dan siapapun dia yang membuat Kyuhyun terluka, dia akan mendapatkan balasannya. Kibum begitu marah pada penjahat itu, manusia yang dengan kejamnya menyakiti orang lain, dia pasti tidak punya hati.

"Apa kita bisa pergi dari sini?" tanya Kyuhyun

"Wae?

"asal kau tau, tempat ini sangat tidak menyenagkan" rengek Kyuhyun, sejak kecil dia memang tidak suka rumah sakit.

"Akan kutanyakan pada Lee Uisa" jawab Kibum, dirinya merasa sedikit lega, Kyuhyun yang sudah bisa merajuk itu artinya namja manis itu sudah baik – baik saja.

Kyuhyun terdiam, selain karna nafasnya masih sesak dan tenggorokannya sakit dia tidak tau harus mengatakan apa, tentu Kyuhyun masih ingat kibum yang menolongnya dan memberikannya nafas buatan, Ukh mengingatnya Kyuhyun jadi malu, Andwaeeeee itu adalah ciuman pertamanya, dan namja datar seperti kibum yang mengambilnya!, batin Kyuhyun histeris.

"apa kepalamu pusing?" tanya Kibum melihat Kyuhyun mengggelengkan kepalanya

"A-anny!" elak Kyuhyun cepat, ini tidak dihitung, ya, tidak dihitung, tadi itu keadaan darurat, batin Kyuhyun menenangkan dirinya sendiri. Kyuhyun melirik ke arah Kibum, dan pandangannya otomatis langsung tertuju ke bibir Kibum.

"Apa ada yang salah diwajahku?" tanya Kibum kalem

"tidak ada" Kyuhyun langsung berbalik memmunggungi Kibum, namja manis itu bahkan menutupi seluruh tubuhnya sampai kepala dengan selimut.

"jangan tutup wajahmu, nanti kau sesak lagi bodoh!" Kibum menarik selimut Kyuhyun

"jangan mengataiku bodoh!"

"itu memang kenyataannya" sahut Kibum cuek

"Kim Kibum, kau tidak ingin membuat pasienku sakit lagi kan!" ucap Donghae dengan nada mengancam ketika dokter muda itu memasuki ruangan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum tipis, merasa puas saat ada yang membelanya. "Jja, aku akan memeriksa keadaanmu dulu Kyu" ucap Donghae sambil mengeluarkan stetoskop dari saku jas dokternya, Kibum sendiri memilih menyingkir agar tidak mengganggu pekerjaan Donghae.

"kurasa kau sudah bisa kembali ke asramamu Kyuhyun, tapi dengan catatan jangan melakukan kegiatan yang menguras tenagamu dulu untuk beberapa hari" ucap Donghae setelah memeriksa Kyuhyun

"seperti olahraga misalnya?" tanya Kyuhyun

"benar sekali"

"Uisa tenang saja, walau sehatpun aku tidak suka olahraga" sahut Kyuhyun.

Mendengar ucapan dari salah satu siswanya itu membuat Donghae tersenyum lebar, Kyuhyun memang sangat lucu. "nah Kibum-Ah, kau bisa membantu Kyuhyun kembali ke kamarnya"

"ne, gomawo Uisa" ucap Kibum

"hah akhirnya aku bisa pergi dari sini" gumam Kyuhyun lega, namja manis itu langsung bangun dari posisi tidurnya, dia sudah hendak turun dari ranjang, namun dia urungkan saat melihat Kibum berjongkok membelakanginya. "Hyung, apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun bingung

"Apa lagi, naik ke punggungku" hawab Kibum

"Huh?"

"Ck, Bodoh!. Naiklah ke punggungku, aku akan menggendongmu sampai ke asrama" jelas Kibum malas

"untuk apa? Aku masih bisa jalan sendiri" tolak Kyuhyun

"Apa aku harus mengulang apa yang dikatakan Uisa tadi?, kau pasti tau jarak klinik ini dengan asrama bukan?" tanya Kibum

Kyuhyun mengangguk pelan, Ahh benar juga, jarak asramanya dan klinik sekolah cukup jauh, belum lagi dia harus menaiki berpuluh – puluh anak tangga untuk sampai ke kamarnya.

"Kau sudah sadar sekarang?. Cepat naik!" ucap Kibum ketus

Dengan ekspesi wajah merajuk akhirnya Kyuhyun dengan tidak rela naik ke punggung Kibum, Huh kalau dia tidak terpaksa dia tidak akan mau di gendong oleh Kibum.

"Uisa, kami pergi dulu, terimakasih atas bantuannya" pamit Kibum

"ne, ini sudah tugasku, pergilah. Ah dan kau, banyak istirahat dan jangan lupa minum obatmu Kyu" ucap Donghae memperingati

"tenang saja, aku yang akan mengawasinya" ucap Kibum datar, yang dibalas delikan tajam Kyuhyun

"kupercayakan bocah ini padamu Kibum-Ah"

"ne Uisa, Akhh yak! Kau sengaja mencekikku?" pekik Kibum tiba – tiba saat merasakan lehernya seperti di cekik

"Anny, aku hanya berpegangan karna takut jatuh" jawab Kyuhyun polos, yang tentu saja bohong.

"sudah diam jangan banyak bergerak, badan gendutmu ini berat tau" ucap Kibum, namja tampan itu mulai berjalan menjauhi klinik sekolah.

"kau bilang aku apa?" tanya Kyuhyun dengan nada mengancam

"gend ...Akhh!" pekik Kibum lagi, kali ini kulit kepalanya yang terasa perih karna jambakan Kyuhyun, sayang sekali dia tidak bisa melawan karna kedua tangannya sibuk memegangi Kyuhyun.

"Ah indahnya masa remaja" ucap Donghae sambil menatap Kibum dan Kyuhyun yang semakin menjauh.

.

.

"yakin mau ikut?" tanya Kibum pada namja manis yang berjalan di sampingnya

"tentu saja, ini tugas kita berdua" ucap Kyuhyun mantap, keduanya saat ini sedang diperjalanan menuju ruangan kepala sekolah, mereka ingin melaporkan perkembangan kasus yang mereka selidiki, walaupun awalnya Kibum meminta Kyuhyun untuk tetap di asrama mereka, namun tentu saja si keras kepala Kyuhyun tidak akan mau menurut begitu saja.

"kau yakin sudah sehat?" tanya Kibum lagi

"aku sudah menurutimu untuk tidak beranjak dari atas kasur selama tiga hari" ucap Kyuhyun menekankan tiga hari dengan menunjukkan tiga jarinya di depan Kibum,"dan aku sudah seratus persen sehat, apakah aku harus berlari keliling lapangan untuk membuktikannya, ahh anny aku tidak suka lari, apakah aku harus melompat – lompat agar Hyung percaya" ucap Kyuhyun, namja manis itu mempraktekan ucapannya dengan melompat – lompat ditempatnya berdiri

"hentikan" ucap Kibum sambil menahan Kyuhyun, Kyuhyun ini buat malu saja, "aku percaya" ucap Kibum akhirnya, membuat namja manis disampingnya tersenyum senang. Astaga Kibum bisa sakit kepala menghadapi tingkah Kyuhyun yang sepertinya lebih seperti sikap siswa elementary school daripada anak SMA.

"yahh Hyung tunggu!" pekik Kyuhyun saat Kibum mempercepat langkahnya dan meninggalkannya di belakang.

Begitu Kibum dan Kyuhyun sampai di ruangan kepala sekolah, di ruangan pimpinan tertinggi SM SHS itu sudah ada Park Saem dan juga beberapa dewan guru, termasuk Lee Uisa yang baru saja tau apa yang terjadi dengan sekolah mereka itu, dan tentu saja minus Yunho yang masih mendapatkan perawatan ekstra di rumah sakit dan juga Sungmin.

"Sungmin Hyung, Oddie?"gumam Kyuhyun, dia tidak melihat Sungmin sejak kejadian gas beracun yang hampir mencelakainya itu.

"jadi Kibum-ssi, Kyuhyun-ssi, apa yang akan kalian laporkan?" tanya Park saem penuh wibawa, kepala sekolah muda itu masih mempertahankan ketenangannya, walaupun beberapa kejadian mengerikan yang terjadi di sekolahnya ini cukup membuatnya kurang tidur karna stres, dapat dilihat dari adanya area gelap di bawah matanya.

"dilihat dari korban – korban Dementor itu, aku sangat yakin dia hanya mengincar siswa – siswa berprestasi" mulai Kibum to the point, dia tidak suka basa – basi

"Dementor?" tanya Park Saem tidak mengerti

"eumm, kami menamai pelakunya dengan Dementor Saem, agar tidak kesulitan menyebutnya" kyuhyun yang menjawab pertanyaan kepala sekolahnya itu diakhiri dengan kekehan pelan.

Park saem mengangguk paham, "baiklah, lanjutkan" perintah park saem lagi

"ya kami menganggap seperti itu karna kecelakaan – kecelakaan itu hanya menimpa siswa berprestasi, awalnya kami mengira korban – korbannya dipilih secara acak namun kami menemukan ada kesamaan antara korban – korban itu, mereka semua adalah siswa penerima medali emas, Ji Hyun-ssi, Joo Hyuk-ssi dan Kyuhyun" ucap Kibum

Park Saem mengangguk mengerti, dia memang sudah mendengar kalau Kyuhyun mendapatnya penyerangan beberapa hari yang lalu. "bagaimana dengan Jung Saem? Kau mengatakan dia hanya menyerang siswa berprestasi" tanya Park Saem lagi.

"kami memang belum mengetahui mengapa Jung Saem ikut diserang, karna korban lainnya adalah para siswa, sedangkan Jung Saem seorang guru, tapi kami juga menemukan kesamaan Jung Saem dengan siswa – siswa itu" Kibum memberikan berkas yang dibawanya pada Park Saem

"ini" gumam Park Saem

"benar, Jung Saem juga penerima mendali emas" jawab Kibum

"tapi mengapa?

"ini adalah dugaan awal, tapi kami mengira pelakukanya, adalah seseorang yang mengenal baik Jung Saem, dan dipercaya oleh Siswa, karna menurut keterangan teman sekelas Ji Hyun, sebelum kejadian lampu itu terjatuh ada yang menghubungi Ji Hyun, dan setelah itu dia meninggalkan kelas" terang Kibum, Kyuhyun dan Kibum memang sempat bertanya pada beberapa teman sekelas Ji Hyun dan Joo Hyuk.

"siapa yang melakukan hal kejam seperti ini?" ucap Park Saem geram

"siapapun dia, dia punya akses di seluruh gedung sekolah, dan memegang peranan penting di sekolah, bebas berkeliaran di sekolah tanpa dicurigai" ucap Kibum tanpa takut

"tunggu Kibum-ssi, apa maksudmu dia bagian dari SM SHS?" tanya Park Saem meyakinkan

"ne" jawan Kibum mantap, "seseorang yang memiliki akses sekolah, dan bisa berkeliaran tanpa dicurigai, siapa lagi kalau bukan anggota sekolah itu sendiri, siswa dicoret dari daftar karna mereka memiliki akses yang terbatas, kecuali saya sebagai ketua Osis, selain itu dewan guru, dan anda Kepala Sekolah, kita yang paling memungkinkan menjadi tersangka" ucap Kibum tanpa rasa takut

"tuduhanmu itu cukup serius Kibum-ssi" ucap Park Saem tenang

"tentu tuduhan ini ada dasarnya Saem, karna itu saya juga memasukkan nama saya sendiri sebagai daftar tersangka, karna saya juga memasuki Kriteria itu" ucap Kibum, yah benar bukankah ketua Osis juga memegang peranan penting di sekolah, dia bisa masuk ke ruangan yang siswa biasa tidak bisa masuki..

"kalau benar tersangka itu diantara kami, lalu apa kau sudah tau siapa orangnya?" tanya Park saem

Mendengar pertanyaan Park Saem para dewan guru itu saling tatap, entahlah, sepertinya mulai ada kecurigaan di antara mereka mendengar penjelasan Kibum.

"kami memang belum menemukannya, tapi kami memiliki sesuatu milik penjahat itu" jawab Kyuhyun

"apa itu?" tanya Park Saem

"maaf Saem kami tidak bisa mengetakannya, karna anda, termasuk Choi Saem, dan Lee Saem, termasuk orang – orang yang kami curigai" ucap Kibum berani

"ini sudah keterlaluan Kibum, kau boleh mencurigai kami tapi bagaimana dengan kepala sekolah" geram Siwon

"tidak Choi Saem, yang dikatakan Kibum benar, aku juga termasuk kedalam daftar tersangkai" ucap Park Saem menenangkan Siwon

"tapi dimana Lee Saem, banyak hal yang ingin kutanyakan padanya?" tanya Kibum, yahh Kibum sangat mencurigai Sungmin karna gurunya itu yang mengajak Kyuhyun ke lab, dan dia punya banyak kesempatan untuk menyakiti Kyuhyun.

"sayang sekali Lee Saem tidak bisa berada disini, Lee Saem juga mengalami serangan, ada yang mendorongnya dari atas tangga saat akan menuju ke lab" jawab Park Saem

"Mwo?!" Pekik Kyuhyun dan Kibum kaget, "Bagaimana Bisa?" tanya Kibum

"sepertinya dalam perjalanan menuju lab untuk mencelakai Kyuhyun, penjahat itu bertemu Lee Saem dan akhirnya mencelakainya agar tidak mengganggu rencananya" jawab Siwon.

Kibum terdiam, fikirannya berkecamuk, dia merasa ada yang aneh disini.

.

.

"hah hari ini melelahkan dan memusingkan, apa begini rasanya jadi polisi" gumam Kyuhyun, "aku bahkan sudah lama tidak menyentuh game – gameku" keluh kyuhyun, namja manis ini benar – benar merindukan kekasih hatinya itu.

Kibum yang melihat tingkah absurd Kyuhyun hanya menoleh sekilas, sudah biasa menghadapi tingkah ajaib Kyuhyun, sesekali Kibum membenarkan letak kacamata yang di pakainya, dia sedang memeriksa kembali berkas – berkas siswa yang menjadi korban si dementor, termasuk Kyuhyun, memastikan tidak ada yang terlewat.

"Hyung kau sudah menemukan siapa yang membuat cincin itu?" tanya Kyuhyun tiba – tiba

"ya" jawab kibum singkat

"benarkah?" tanya Kyuhyun antusias, "lalu apa Hyung sudah tau siapa pemiliknya?" tanya Kyuhyun lagi

"belum, pembuatnya sedang berada di Amerika, lagipula tidak semudah itu mendapatkan informasi pemiliknya, mereka punya privasi" jawab Kibum

"hahh kukira kita akan segera menemukan pelakunya, aku benar – benar merindukan kehidupan tenangku" ucap Kyuhyun, dia tidak ada waktu bersantai, jalan – jalan dengan Changmin, main game dengan Changmin, dan melakukan hal menyenangkan lain dengan sahabatnya itu.

"aku bisa cepat tua kalau begini" keluh Kyuhyun, "Hyung, ayo kita tanding game" ajak Kyuhyun semangat

"malas" sahut Kibum datar

"bilang saja kau takut?" ucap Kyuhyun dengan senyum jahilnya.

"tidak" sahut Kibum singkat

Kyuhyun merengut kesal, rencananya memanas – manasi Kibum gagal total, namja manis itu menghela nafas lelah, lalu beranjak dari kasurnya, mengambil jaketnya yang menggantung di belakang pintu kamarnya.

"kau mau kemana?" tanya Kibum

"ke kamar Changmin, aku akan mengajaknya bermain game, kebetulan teman sekamarya sedang pergi" sahut Kyuhyun ketus

Mendengar nama namja tiang itu dahi Kibum berkedut tidak suka, "jangan pergi!" ucapnya cepat sambil memegang pergelangan tangan Kyuhyun yang hendak membuka pintu erat.

"Wae?" tanya Kyuhyun

Kibum terdiam, tidak tau akan mengatakan apa pada Kyuhyun, bahkan tadi dia hanya reflek menghentikan Kyuhyun, dia hanya tidak suka Kyuhyun terus mencari Changmin, apalagi mereka hanya akan berdua saja di kamar milik namja tinggi itu. "aku berubah fikiran, aku akan menemanimu bermain game, tapi jangan pergi ke tempat bocah tiang itu" sahut Kibum, tidak mungkin bukan dia bilang dia tidak suka kalau Kyuhyun menemui Changmin, mau ditaruh mana wajah tampannya.

"benarkah?" tanya Kyuhyun memastikan, Kibum mengangguk mantap membuat namja manis didepannya itu tersenyum penuh kemenangan, Kyuhyun lalu melepas kembali jaketnya dan menggantungnya kembali dibelakang pintu. "baiklah, tapi jangan menangis kalau Hyung kalah" ucap Kyuhyun remeh, lalu namja manis itu menyiapkan perlengkapan tanding gamenya.

"tidak akan" sahut Kibum yakin, setelahnya hanya terdengar suara – suara dari Kyuhyun, umpatan, sorakan dari bibir merah itu dan juga suara dari game yang dimainkan keduanya.

"sial" umpat Kyuhyun saat lagi – lagi karakter yang dimainkannya dikalahkan oleh Kibum, dia tidak menyangka Kibum itu jago bermain game.

"lihat siapa yang menangis"ejek Kibum

"jangan senang dulu, kita main lagi!" ucap Kyuhyun kesal, namja manis itu sudah siap memulai pertarungan selanjutnya dengan Kibum.

"menyerah saja, berapa kalipun kau akan kalah" ucap Kibum, ck Kyuhyun itu memang keras kepala padahal dia sudah kalah delapan kali

"tidak akan, kali ini aku akan menang" ucap Kyuhyun yakin

"baiklah" ucap Kibum pasrah, suara dari game yang dimainkan keduanya kembali terdengar, bahkan sampai hari cukup larut keduanya belum juga berhenti, sebenarnya Kibum juga cukup stres dengan kasus yang dibebankan olehnya dan Kyuhyun itu, dan melihat bagaimana ekspresi kesal Kyuhyun dan gerutuan dari bibir merah itu ternyata cukup menghiburnya, main game dengan Kyuhyun tidak ada ruginya juga.

Kibum tersenyum menang saat lagi – lagi karakter yang dimainkannya berhasil mengalahkan kyuhyun, "sudah kukatakan aku ..." Kibum menghentikan ucapannya saat menoleh kesamping dan menemukan Kyuhyun sedang terkantuk – kantuk masih dengan tangan memegang joystick.

"Hyung akan kalah hmmm, aku akan menang" gumam Kyuhyun tidak jelas, namja manis itu akan tersungkur ke depan kalau saja Kibum tidak menahannya dan membawa kepala namja manis itu bersandar di pundaknya, perlahan dilepaskannya joystick itu dari tangan Kyuhyun.

Senyum tipis muncul di bibir Kibum, senyum yang sangat jarang dia tampilkan, Kibum terlihat ribuan kali lebih tampan saat tersenyum seperti itu, sayangnya Kibum jarang menampilkan senyum itu pada orang lain, hanya pada keluarganya dan sekarang pada Kyuhyun, yahh walau namja manis itu tidak tau.

"kau memang keras kepala" bisik Kibum sambil mengacak rambut Kyuhyun.

"Kau tidak berubah dari dulu" ucap Kibum lagi dengan tatapan menerawang, mengingat sosok namja yang terbilang cukup cupu yang sejak setahun yang lalu sering sekali menjadi saingannya dalam memperebutkan posisi wakil sekolah mereka untuk olimpiade. Tentu saja namja cupu itu Kyuhyun setahun yang lalu, Kyuhyun dulu memang tidak seperti sekarang, dulu Kyuhyun tidak terlalu tinggi, dan selalu memakai kacamata bulat, tidak seperti Cho Kyuhyun yang mempesona seperti sekarang, Oh apa dia baru saja memuji Kyuhyun?, tapi itu memang benar, tidak bisa dipungkiri Kyuhyun memang mempesona. Karna terlalu sering bersaing dalam memperebutkan menjadi wakil sekolah itulah Kibum jadi memahami sedikit sikap Kyuhyun, walau terlihat kekanakan, Kyuhyun itu sosok yang pekerja keras dan pantang menyerah, Kibum bahkan tau Kyuhyun sangat sering menghabiskan waktu di perpustakaan bahkan sampai namja manis itu tertidur dengan buku – buku yang masih berserakan di mejanya, bagaimana Kibum bisa tau, itu karna dia juga berada disana, dan Kibum tanpa sadar selalu memperhatikan Kyuhyun saat bocah manis itu ada di perpustakaan, Kibum suka melihat bibir Kyuhyun yang komat kamit saat menghapal, Kyuhyun yang mengacak rambutnya saat tidak berhasil memecahkan soal, tapi tentu saja Kyuhyun tidak tau kalau Kyuhyun ada disana dan memperhatikannya. Bahkan alasan Kyuhyun menjadi partnernya pun itu semua karna Kibum, Kibum yang mengajukan syarat pada Park Saem bahwa dia akan membantu memecahkan kasus ini kalau Kyuhyunlah yang menjadi partnernya, itu semua dia lakukan agar bisa dekat dengan Kyuhyun, dia tidak menyangka yang dilakukannya justru membawa Kyuhyun dalam bahaya, Kibum jadi merasa menyesal melibatkan Kyuhyun dalam kasus ini.

Kibum membenarkan posisi kyuhyun saat namja manis itu bergerak tidak nyaman. Kibum memperhatikan wajah menggemaskan Kyuhyun yang terlihat semakin polos kalau si namja manis sedang tertidur tapi kalau sudah bangun akan berubah menjadi si evil. Kibum menghela nafas panjang, sepertinya ia tidak ingin memindahkan kyuhyun ke kasur, dia suka posisi ini, berada dekat dengan namja yang diam – diam disukainya, eh? Tunggu apa aku baru saja mengatakan menyukainya. Kibum terdiam lalu kembali memandang wajah tenang kyuhyun, otak cerdasnya berfikir keras, apa benar rasa kagum dan penasarannya sudah berkembang menjadi rasa suka? Entahlah, biarkan saja waktu yang menjawabnya, yang terpenting sekarang adalah mengembalikan ketenangan di sekolahnya dengan cara menangkap penjahat itu.

.

.

"kau mau kemana?" tanya Kibum saat melihat Kyuhyun yang baru saja pulang sekolah hanya meletakkan tasnya di kamar dan hendak pergi lagi, Kibum jadi curiga, bisa saja Kyuhyun ingin bertemu Changmin kan?, apa mereka tidak puas sudah bertemu di kelas. "kau mau bertemu sahabat tiangmu itu?" tanya Kibum langsung, dia tak suka basa – basi

"anny, Hyung sok tau, lagipula kenapa Hyung kesal sekali kalau aku mau bertemu Cwang" sahut Kyuhyun

"lalu kau mau kemana?"

"menjenguk Lee Saem, aku belum melihat keadaannya karna kita terlalu sibuk" jelas Kyuhyun

"Lee Saem?"

"ne, aku pergi dulu" pamit Kyuhyun

"Tunggu!, aku ikut denganmu"

"Mwo?!" kaget Kyuhyun, tumben sekali Kibum mau perhatian dengan sekelilingnya, biasanya namja tampan itu cuek saja, ahh mungkin Kibum sedang kerasukan jiwa malaikat, fikir Kyuhyun ngawur.

"kenapa Kau kaget sekali, Lee Saem juga guruku" ucap Kibum

"terserahlah" pasrah Kyuhyun sambil mengangkat kedua bahunya cuek.

Kyuhyun berjalan di depan Kibum, Kibum sendiri berjalan dengan santai di belakangnya dengan tangan yang dimasukkan ke dalam kantong celananya, jujur saja Kibum terlihat sangat keren saat bergaya seperti itu, dan Kyuhyun pernah menirunya sekali, tapi kenapa kalau dia yang mempraktekkan gaya itu tidak sekeren Kibum, Oh sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu, fikir Kyuhyun saat melihat pintu kamar Sungmin sudah di depan matanya. Asrama guru ini terasa sangat sepi karna masih banyak guru yang berada di kantor.

Kyuhyun mengetuk pintunya pelan, ini pertama kalinya dia datang ke kamar Sungmin, karna walaupun mereka cukup dekat biasanya mereka hanya mengbrol di lab. Tepat saat ketukan yang kelima Kyuhyun mendengar suara kunci yang terbuka sampai akhirnya pintu di depannya terbuka menampilkan sosok gurunya dengan pakaian santai.

"Hyung!" sapa Kyuhyun ceria

"Kyu?! Sedang apa kau disini?" tanya Sungmin

"menjenguk Hyung" jawab Kyuhyun

Pandangan Sungmin lalu tertuju pada namja tampan berekspresi datar yang sejak tadi hanya diam saja, "kau datang juga Kibum-ssi, ini sebuah kejutan" ucap Sungmin sambil tersenyum ramah. "silahkan masuk, ruangan ini sedikit berantakan karna tidak sempat dibereskan" ucap Sungmin, membuka pintu lebih lebar agar kedua siswa jeniusnya ini bisa masuk.

"Hyung kakimu" ucap Kyuhyun kaget saat melihat keadaan kaki kiri Sungmin yang di gips, Kyuhyun juga baru melhat gurunya itu berjalan dengan bantuan tongkat, dia memang tau Sungmin juga mendapatkan serangan tapi dia tidak tau akan separah ini, Kyuhyun juga baru menyadari ada perban kecil yang menutupi pelipis kanan Sungmin.

"Gwenchana, Hyung sudah mendapat perawatan" ucap Sungmin menenangkan, "silahkan duduk" Sungmin mempersilahkan kedua tamunya itu duduk. "bagaimana keadaanmu Kyu?, Hyung dengar kau juga diserang, maaf Hyung tidak sempat melihatmu" sesal Sungmin

"Gwenchana Hyung. Keadaan Hyung justru lebih parah" ucap Kyuhyun prihatin

"biar kubuatkan minuman"

"Anny, Hyung diam saja disini, biar Kyu yang membuatnya, Hyung hanya perlu menunjukkan dimana dapurnya" potong Kyuhyun

"lurus kesana lalu belok ke kanan" ucap Sungmin, Kyuhyun langsung meninggalkan Sungmin dan Kibum menuju dapur. Meninggalkan kedua namja itu dalam keheningan, entah mengapa setelah Kyuhyun pergi suasana menjadi begitu mencekam, karna Sungmin dan juga Kibum sama – sama enggan untuk bicara.

"sepetinya keadaan Saem sudah baik" ucap Kibum memecah keheningan

"seperti yang kau lihat Kibum-ssi" jawab Sungmin tenang

"aku sangat penasaran, bagaimana penjahat itu bisa menyerang Saem?" tanya Kibum

"aku juga tidak menyangka dia akan menyerangku, saat aku akan mengampiri Kyuhyun di lab tiba – tiba saja dia mendorongku di tangga, dan hasilnya seperti ini, untung saja saat itu ada petugas keamanan yang menemukanku di bawah tangga" jelas Sungmin

"begitukah?" ucap Kibum dengan nada ambigu

"ya" jawab Sungmin mantap sambil menatap mata Kibum

"minuman datang!" suara menggelegar Kyuhyun memutuskan kontak mata antara guru dan murid itu, Kyuhyun datang dengan membwa tiga gelas minuman berwarna biru kehijauan.

"Apa yang kau buat ini?" tanya Kibum curiga, Kyuhyun itu tidak pandai di dapur, bukan hanya memasak, membuat susu yang sederhana saja dia bisa salah wajar bukan kalau Kibum curiga, dia tidak ingin keracunan disaat kasus memusingkan ini belum terselesaikan.

"aku hanya mencampurkan apa yang ada di kulkas" jawab Kyuhyun polos

Kibum kembali meletakkan gelas berisi minuman aneh yang hampir saja diminumnya ke atas meja, dia tidak mau mengambil resiko.

"wae?" tanya Kyuhyun sewot

"hanya tidak terlalu haus" jawab Kibum

"yasudah" sahut Kyuhyun cuek, setelahnya namja manis itu meminum minumannya sendiri. "Uhuk" dan Kyuhyun langsung batuk sesaat setelah minuman itu masuk ke dalam mulutnya, rasa minuman itu benar – benar tidak jelas, asam, asin, kecut campur menjadi satu.

"Kyu, Gwenchana?" tanya Sungmin khawatir, Sungmin meletakkan kembali minuman yang hampir diminumnya ke atas meja, guru muda itu lalu menepuk – nepuk punggung siswa kesayangannya yang masih terbatuk – batuk itu.

"Gwencha .. Uhuk Uhuk" Kyuhyun menepuk dadanya pelan.

"untung saja aku tidak meminumnya" ucap Kibum sambil melipat tangannya di depan dada, benar- benar sangat menyebalkan di mata Kyuhyun.

"Uhuk, H-Hyung boleh kupinjam toilet, bajuku terkena minuman" pinta Kyuhyun

"ne, kau bisa pakai toilet di kamar Hyung Kyu, toilet yang diluar airnya sedang tidak mengalir. disana" tunjuk Sungmin.

"ne" sahut Kyuhyun, setelah melayangkan tatapan tajam pada Kibum namja manis itu lalu memasuki kamar Sungmin.

.

.

"dasar namja datar menyebalkan" gerutu Kyuhyun sambil membersikkan sisa minuman yang mengenai bajunya dengan air bersih, "aku yakin sebenarnya dia ingin mentertawaiku" gumam Kyuhyun mengingat ekkpresi Kibum yang seperti menahan tawa saat dia terbatuk tadi.

Setelah memastikan pakaiannya bersih dari noda Kyuhyun mematikan kran air dan sedikit merapikan penampilannya di cermin, setelah memastikan semuanya sempurna Kyuhyun keluar dari toilet yang berada di kamar gurunya itu.

"Wah, rapi sekali" puji Kyuhyun saat melihat kamar Sungmin, kamar gurunya itu sangat rapi dengan rak khusus untuk menyimpan buku – bukunya yang sangat banyak, sangat berbeda dengan kamar Kyuhyun baik yang di asrama maupun yang berada di rumahnya, bahkan dondisi di kamar KiHyun pun seperti berada di dua sisi yang berbeda, sepi dan bersih di sisi yang ditempati Kibum, berantakan dan ramai di sisi yang ditempati Kyuhyun.

Tatapan Kyuhyun lalu tertuju pada bingkai foto yang digantung di dinding, bingkai foto yang menampilkan foto keluarga, sepasang suami istri dan juga dua orang anak laki – laki. "Sungmin Hyung yang mana ya?" tanya Kyuhyun penasaran, pasalnya itu adalah foto lama, yang pasti salah satu dari dua anak laki – laki itu pasti Sungmin, wajah mereka sangat mirip Kyuhyun jadi kesulitan menebaknya. "Apa yang itu?" tebak Kyuhyun melihat anak lelaki yang tersenyum lebar sampai memperlihatkan gigi kelincinya, sangat mirip dengan Sungmin yang juga memiliki gigi kelinci.

"Ahh ternyata ada yang lebih baru" pekik Kyuhyun semangat saat melihat foto lain di atas nakas, sepertinya itu foto kesayangan Sungmin karna diletakkan di atas nakas tepat di samping ranjang.

"Akhh" kaget Kyuhyun saat tangannya tidak sengaja menyenggol botol parfum di atas nakas saat akan mengambil foto itu. "untung saja tidak jatuh" desah Kyuhyun lega sambil meletakkan kembali parfum itu ke tempat yang lebih aman. "eh?! Sungmin Hyung memakai parfum yang sama dengan Changmin" ucap Kyuhyun saat mengenali botol parfum yang sama persis dengan milik sahabatnya itu, tapi seingatnya Sungmin tidak pernah memakainya, Kyuhyun ingat jelas parfum yang biasa dipakai oleh Sungmin dan jelas aromanya tidak sama dengan parfum Changmin. "mungkin Sungmin Hyung baru beli" gumam Kyuhyun tidak mau ambil pusing, namja manis itu lalu kembali ke tujuan awalnya untuk melihat foto itu. Kyuhyun memperhatikan foto itu dengan seksama, sepertinya foto ini diambil saat wisuda Sungmin, karna Sungmin memakai pakaian wisuda di foto ini. Kyuhyun lebih memperhatikan namja berusia lebih muda dari Sungmin yang merangkul gurunya dengan sangat akrab dalam foto itu, "bahkan setelah besar mereka juga sangat mirip" gumam Kyuhyun, sangat yakin namja yang disamping Sungmin adalah namja cilik dalam foto keluarga tadi, Kyuhyun merasa lucu padahal dia dan Hyungnya saja tidak ada mirip – miripnya, Hyungnya yang bernama Heechul itu seperti nenek lampir.

"Siapa yang mengizinkanmu menyentuhnya!" Kyuhyun melonjak kaget saat mendengar teriakan kuat diserta dengan cengkraman kuat di pergelangan tangannya yang masih memegang foto itu.

"H-Hyung" ucap Kyuhyun ragu saat melihat wajah Sungmin yang sangat berbeda dari biasanya, guru yang biasanya baik hati itu terlihat sangat marah.

TBC

Setelah berabad – abad #lebay akhirnya bisa lanjutin ni ff juga, makin keliatan kan siapa pelakunya? Saya tuh gak pinter main tebak – tebakan hehehe

Semoga chap ini bisa diterima, udah lama banget jadi feelnya agak timbul tenggelam kaya kelapa yang terombang ambing di laut #abaikan

Terima kasih untuk teman – teman yang udah nunggu ff abal ini, dan maaf kalau masih kekurangan di sana – sini, sampai jumpa next chap #pai-pai