"Double Chocolatos"
.
.
.
.
.
.
PENTING! : Ada Pengumuman penting di bawah. Mohon dibaca dengan seksama.
.
.
.
.
.
.
Enjoy Reading^^
.
.
.
.
Kyuhyun. Nama itu selalu terlintas di pikiran Kibum. Nama yang setiap harinya selalu membuat dirinya melakukan apapun dengan tanpa berpikir ulang. Menjungkir balikkan hidupnya. Membalikkan sifatnya. Kebahagiaannya sekaligus penderitaannya. Senyumnya sekaligus beban hatinya. Nama yang menorehkan luka. Nama yang membuatnya semakin hari semakin membuatnya gila karena selalu bertambah cintanya untuknya. Nama yang indah. Yang selama beberapa tahun ini menggunakan marganya di depan namanya. Kim Kyuhyun. Nama yang saat ia sebut akan menjalarkan perasaan hangat di seluruh sudut tubuhnya. Nama orang yang dicintainya hingga ia tak mampu untuk membaginya demi mencintai diri sendiri. Seluruh cintanya sudahlah menjadi milik nama indah itu. Segala pikiran, kekosongan, kini telah penuh oleh seorang Kim Kyuhyun-nya. Yang setiap hari ia ingin sekali tahu siapa itu Kim Kyuhyun. Apa dia telah berubah? Apa dia telah meninggalkan sebuah perasaan untuk Kibum di hari kemarin? Apa masih ada harapan untuk memastikan bahwa Kyuhyun telah mencairkan kebekuan hatinya untuknya? Siapa itu Kim Kyuhyun di hari esok? Siapa itu Kim Kyuhyun yang kemarin? Siapa itu Kim Kyuhyun di hari ini? Kim Kibum ingin tahu. Ia sangat penasaran. Rasa penasarannya menguasai wilayah hatinya tentang siapa itu Kim Kyuhyun. Tetapi, Kenapa harus selalu ada tetapi yang selalu berkaitan dengan pasangan hidupnya sendiri? Tidakkah Kibum memiliki Kyuhyun sepenuhnya karena Kyuhyun adalah pasangan hidupnya? Tetapi apa lagi yang sedang bermain di ranah keluarga kecil itu? Kibum yang malang. Jika ia bisa lebih tegas sejak awal dan menjaga wibawanya sebagai kepala keluarga, mungkin ia bisa mengendalikan Kyuhyun. Mungkin ia bisa menguasai Kyuhyun di bawah kendalinya. Rasa cintalah yang menjadi alasan kenapa Kibum tak bisa berlaku semena-mena terhadap Kyuhyun. Hingga ia tersakiti sendiri. Dan menanggung lukanya sendiri hingga kini. Bahkan sebelum luka-luka itu sembuh, akan ada luka baru yang siap menggoresnya lagi.
Beberapa baju dan celana kantor sudah Kibum masukkan ke dalam koper. Dasi dan aksesoris lainnya sudah ia masukkan. Baju rumah dan sepatu sengaja ia tinggalkan karena ia bisa membelinya di Jepang nanti. Seharusnya Kibum tinggal menunggu dan menerima beres soal berkemas seperti ini, tetapi karena dalam konteks keluarga Kibum ini, memang beginilah keadaannya. Kyuhyun sedang berada di kantor. Jam tujuh sore nanti pesawatnya sudah landing. Jam delapanlah pesawatnya akan kembali take off dan membawanya ke Jepang. Kibum melihat jam di dinding menunjukkan pukul setengah tujuh. Perjalanan dari rumah menuju bandara sekitar setengah jam. Sengaja ia telat karena menunggu Kyuhyun pulang dari kantornya. Kibum telat juga tak apa-apa, pesawatlah yang akan menunggunya bukan dirinya.
Tepat jam tujuh, pintu depan terbuka. Menyembulkan sosok Kyuhyun bersama tas kantornya. Kibum berdiri dari duduknya begitu melihat siapa yang memasuki rumah. Kyuhyun sedikit terlonjak kaget begitu melihat Kibum sudah berada di hadapannya lengkap dengan tas kopernya. Ia pikir Kibum sudah berangkat tanpa menunggunya pulang. Kyuhyun hanya berdiri tak melakukan apa-apa di posisinya kini yang masih berada si depan pintu meski pintu sudah tertutup. Ia menunggu Kibum menghampirinya. Sepertinya Kibum ingin mengatakan sesuatu padanya. Begitu Kibum sudah berada di hadapannya, Kibum tersenyum ke arahnya. Mau tak mau Kyuhyun membalas senyumnya meski terpaksa. Kibum seketika mematung. Aliran darahnya terasa menjalar begitu hangat. Ini pertama kali Kibum melihat Kyuhyun tersenyum untuknya selama pernikahan mereka yang sudah berjalan lebih dua tahun itu. Jantung Kibum rasanya seperti ingin melompat keluar. Dentumannya terdengar terlalu keras di telinganya. Semakin ia mendekat ke arah Kyuhyun semakin berdebarlah ia. Efek senyum Kyuhyun sungguh berbahaya bagi kesehatan jantungnya ternyata.
"A-aku. Kyuhyun. Aku akan pergi." Kyuhyun mengangguk mendengarkan apa yang Kibum ucapkan. Kibum semakin merasa bahwa Kyuhyun akan baik-baik saja tanpa dirinya di samping Kyuhyun. Maka dengan keberanian itu, Kibum menyentuh pipi Kyuhyun dan mencium kening orang yang di cintainya ini.
"Bolehkah? Aku menciummu?" Kyuhyun mendongak menatap mata Kibum. Kyuhyun itu istrinya, untuk apa mencium saja harus meminta izin terlebih dahulu padanya? Kyuhyun kemudian menundukkan kepalanya. Sinyal itu, Kibum mengerti. Seketika sebelah tangan yang menyentuh pipi Kyuhyun tadi terkulai lemas. Kibum mengerti. Kyuhyun menolak. Penolakan itu semakin terasa menyakiti hati Kibum. Kibum mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tak ingin tumpahan air matanya yang sebentar lagi akan menerobos turun itu di lihat oleh Kyuhyun dan di anggapnya sebagai orang lemah nanti.
"A-aku mengerti. Jja. Aku pergi kalau begitu. Jaga dirimu baik-baik." Kibum segera menggeret kopernya dan beranjak dari hadapan Kyuhyun. Saat tubuhnya berbalik memunggungi Kyuhyun, air matanya tumpah sudah. Ia tak kuat lagi menahannya. Kyuhyun menolaknya. Sudah bisa di pastikan bahwa Kyuhyun akan baik-baik saja tanpanya. Kyuhyun mungkin memang tak lagi menginginkannya. Dengan asumsi itu, malah semakin membuat Kibum tersakiti.
Saat baru beberapa langkah, Kibum merasakan ada yang menahan tangannya. Bolehkah Kibum sedikit berharap bahwa Kyuhyun akan menahannya pergi? Sedikit perasaan senang membuncah di dalam dadanya. Tetapi memikirkan kembali kemungkinan itu, membuat Kibum kembali berpikiran buruk. Tidak mungkin sekali Kyuhyun akan melarangnya pergi bukan? Tadi saja saat di mobil, Kyuhyun sudah bilang 'pergilah' tidak mungkin Kyuhyun akan berubah pikiran. Itu mustahil.
"Kau boleh menciumku." Kalimat singkat yang terlontar dari bibir sexy Kyuhyun yang di ucapkan dengan menundukkan kepalanya itu, berhasil menjatuhkan koper yang Kibum pegang. Kibum mengepalkan kedua tangannya erat sebelum merengkuh Kyuhyun dan mendaratkan ciuman bertubi tanpa menghapus jejak air matanya terlebih dahulu. Ciuman itu semakin panas saat Kyuhyun menyambut lidah Kibum di dalam mulutnya. Kibum juga mendaratkan kecupan-kecupan beruntun di seluruh celah muka Kyuhyun dan di sepanjang lehernya. Setelah cukup, meski tak ada kata cukup di kamus hidup Kibum untuk menjelajahi bagian dari Kyuhyun, Kibum membawa tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya.
"Terimakasih. Aku mencintaimu. Aku pergi My Kyuhyun." Tanpa mendengar jawaban dari Kyuhyun, Kibum kembali melumat bibir Kyuhyun dan pergi membawa senyum yang teramat lebar sebagai bekalnya. Seperginya Kibum, tubuh Kyuhyun perlahan merosot jatuh.
Kyuhyun memegang bibirnya saat mengingat kembali memori enam bulan yang lalu saat Kibum berpamitan untuk pergi ke Jepang. Kyuhyun masih ingat bagaimana rasa itu dan seketika tangisnya kembali turun. Sampai saat ini pun, Kyuhyun masih menjaga prestisenya untuk tidak menghubungi Kibum terlebih dahulu.
"Aaaaarrrgghhhhhhhh! Kibum bodoh! Bodoh! Bodoh! Hiks. Bodoh. Kau bodoh Kim Kibum!"
"Siapa yang kau sebut bodoh?" Mendengar suara ini, Kyuhyun mematung. Kyuhyun ingat benar siapa pemilik suara ini. Benarkah Kyuhyun sedang berhalusinasi? Atau...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Otteohke? Ini dramatis bgd sumvvah lololxD
Special Thanks to Sur0203 yg komentarnya kemaren jadi inspirasi buat chapter ini.
.
List FF yg readers minta lanjut atau dibuat sequelnya :
Zona Aman, The Rival, Lovely Cat, Mine, Pelayan, Lunch Box, Do Something Nice, Gloomy Day, Pangeran Idaman, Do Re Mi Fa Love, OMG! You Kid, Had And Have You, I Love You Dangerously, My All Is In You, When I Meet You, Double Chocolatos, 3 Days (Dating).
.
.
Fi's notes : Silent Lips (Kisah keluarga Kyuhyun itu kisah nyata. Fi jadi takut bgd mau lanjutin yg ini. Dari kisah nyatanya aja Fi ampe nangis nyeseg bgd. Jadi Maaf ya Fi gabisa lanjutin. Klo dilanjut Fi jdi merasa bersalah udh ngebuka2 lagi lembaran masa kelam punya sahabat Fi). Masalah ff "Lovely Cat, Pelayan, sama My All Is In You" Fi ilfeel ketiga2nya hahaha dilanjut ga ya?
.
Readers pilih aja maksimal 2 FF yg menurut kalian sangat menghibur bukan terfavorit, hanya dua ff maksimal. Dari Ff yg banyak peminatnya dan pantas dilanjut, akan Fi usahain lanjutin atau di buat sequelnya. Ff yg engga di sebut di List tadi jangan di bawa2 ya? Silahkan tulis di kolom review jawaban kalian^^
.
Makasih atas semangat dari kalian kemaren^^ Semangatin Fi terus ya! Hehe
