Manisnya rasa cokelat terbayang betapa kandungan berlebih akan gula disana. Ditambah tumpukan cokelat yang sama. Sama bentuk, sama tebal, dan dibuat oleh tangan yang sama. Betapa manisnya rasa cokelat itu. Double Chocolatos.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kyuhyun pernah dikhianati. Rasanya seperti ingin mati. Seperti rasanya dipermalukan atas keberdayaan yang habis. Tak berdaya. Kyuhyun sering dikhianati. Bukan hanya pernah. Tetapi seringkali ia patah hati. Bukan hanya di khianati, di campakkan atau lebih halusnya di buang. Bertanya bagaimana rasanya? Bagaikan hidupnya itu terlahir dengan berkah kesialan. Selalu mencoba bangkit dan bangkit lagi. Mencoba yang baru dan melupakan hancurnya hati yang lama. Tetapi semua percobaannya selalu berakhir sama. Ia menjadi tak percaya lagi. Akan sebuah cinta. Jelasnya dirinya sangat putus asa. Menjalin hubungan dengan seorang wanita, hasilnya sama. Menjalin hubungan bersama pria, tetap sama. Lalu dirinya meski berbuat apa? Kyuhyun rela membuang harga dirinya untuk membuat orang lain merasa nyaman disampingnya, tetapi semua itu sia-sia. Percuma.
Selama Kyuhyun jatuh, siapa orang yang dengan murah hati membuatnya bangkit kembali? Hyungnya, Siwon. Selama Kyuhyun kehilangan kepercayaan kepada semua orang, siapa orang yang membuatnya perlahan menerima kenyataan? Hyungnya, Siwon. Selama Kyuhyun lagi-lagi berakhir dengan kehancuran, siapa orang yang mengumpulkan kembali serpihan hatinya? Hyungnya, Siwon. Lalu apa Kyuhyun salah kalau ia mulai melihat Hyung kandungnya sendiri dengan pandangan yang lain? Bukan pandangan seperti layaknya adik dan kakak, sebuah pandangan yang sedikit berbeda. Cinta itu egois. Cinta itu possessif. Lalu apa Kyuhyun yang salah kalau ternyata ia semakin memperlihatkan cintanya pada Hyungnya? Lalu apa disini Kyuhyunlah yang salah jika ia hanya memandang Siwon seorang? Katakanlah salah. Ya, tentu saja sangat salah. Lalu apa Kyuhyun yang salah saat ia berkata jujur pada Siwon bahwa Kyuhyun mencintai Hyungnya dengan cinta yang berbeda dari sebuah perasaan terhadap keluarga? Tentu saja salah.
Kyuhyun menjadi sangat egois saat dimana Siwon menganggapnya hanya sedang bermain dan melampiaskan kesakitannya pada orang yang selama ini selalu disampingnya. Lama-lama Kyuhyun menjadi semakin tak terkendali karena bayang-bayang di masa lalu. Hingga Kyuhyun tak mampu lagi percaya cinta. Kemudian suatu hari Siwon berkata telah menerima cintanya. Lalu apa kata Kyuhyun? Apa dia akan senang mendengarnya? Apa dia akan bahagia? Apa dia akan percaya begitu saja? Apa Kyuhyun seorang yang bodoh hanya dengan anggapan seperti itu? Tidak. Kyuhyun sangat berpengalaman. Hanya saja pengalaman pahit yang selalu menjadi jejaknya.
Perlahan tapi pasti, karena Siwon adalah orang yang dipercayanya, Kyuhyun mulai membuka kembali hatinya. Bukan salah Siwon karena memiliki perasaan yang sama. Karena cinta adalah sebuah anugerah. Tak peduli siapa yang menerima dan siapa yang diterima. Cinta tidaklah salah. Tetapi tetap saja dua-duanya salah. Saudara kandung satu Ayah dan satu Ibu haram hukumnya untuk saling mencintai seperti pasangan spesial pada umumnya. Tak ada yang perlu dijelaskan tentang bagaimana mereka berdua mepertahankan. Lagipula tak ada yang akan memperbolehkan cinta itu bersama. Baik Tuhan, maupun keluarganya. Sampai suatu hari terjadilah konflik besar di keluarga itu. Siwon di depak ke luar negri untuk belajar mengelola perusahaan. Seharusnya itu menjadi kesalahan Kyuhyun karena dirinyalah yang pertama memulai. Memikirkan hal itu, Kyuhyun sangat tampak buruk sebagai seorang manusia. Memiliki perasaan yang menjijikkan terhadap saudaranya pula.
Lalu suatu hari Kibum hadir. Keluarga Kyuhyun dengan sangat terbuka menerima Kibum menjadi bagian dari keluarganya. Bukan karena sebuah perjodohan. Bukan juga karena untuk mempersatukan kekayaan keluarga, tetapi karena Kibum sudah jatuh cinta kepada anak bungsu keluarga itu. Sejak entah kapan. Benar jika cinta datang tanpa kita sadari, sehingga kita tak tahu kapan hari itu datang bersamaan dengan cinta.
Naasnya nasib Kibum karena terlalu mencintai Kyuhyun, semua orang yang pernah menyakiti Kyuhyun sudah enyah dari dunia ini. Kibum menjadi seorang pendosa. Dengan mengotori tangannya sendiri. Dengan menyiksa orang-orang itu agar merasakan rasa sakit yang sama seperti yang Kyuhyun rasakan. Bahkan sakitnya harus lebih bertingkat-tingkat dibanding yang Kyuhyun rasakan. Sialnya Kibum, Kyuhyun tak pernah menyadari apa yang dilakukan Kibum untuk Kyuhyun seorang. Kibum seolah melakukannya dengan sangat bersih. Kyuhyun bahkan tak pernah merasa heran kemana orang-orang yang pernah menyakitinya itu pergi. Karena Kyuhyun itu sangat egois. Ia hanya memikirkan dirinya sendiri yang sakit. Ia hanya berputar-putar pada dirinya sendiri. Setelah disakiti, apa ia berniat untuk mengingat nama orang yang menyakitinya? Tidak sama sekali.
Hingga Kibum menampakkan dirinya. Di hadapan keluarga Kyuhyun dan bertujuan untuk melamar Kyuhyun, menjadikan anak bungsunya sebagai pasangan hidupnya. Dengan latar belakangnya, dengan kemantapannya, dengan jaminannya untuk menjaga Kyuhyun dan tak pernah menyakitinya barang sehelai rambutpun. Keluarga Kyuhyun percaya dan melepaskan anak bungsunya. Respon Kyuhyun? Anak itu hanya mengangguk saja dan menuruti semua hal yang menjadi kebaikannya dari segi pandangan keluarganya. Tak sekalipun terbesit di pikirannya untuk sedikit tertarik atau menolak. Kyuhyun hanya menerima saja jika takdirnya pada akhirnya akan seperti ini. Cintanya pada Siwon di tentang, maka hancurlah sudah. Meninggalkan hanya sebuah dinding kokoh yang memagari kepedulian hatinya. Tak ada lagi secuilpun lubang untuk tempatnya Kibum masuk.
Tetapi itu dulu.
Kyuhyun yang menyiksa Kibum lahir dan batinnya.
Kyuhyun yang mengabaikan Kibum.
Kyuhyun yang dingin dan tak acuh.
Kyuhyun yang sangat buruk memperlakukan orang yang menyayanginya.
Kyuhyun yang tak memikirkan orang lain.
Kyuhyun yang egois.
Kyuhyun yang menutup telinga dari perkataan orang lain tentang dirinya.
Kyuhyun yang sekarang adalah dirinya yang berbeda. Dirinya yang sekarang adalah dirinya yang menyesal. Kini justru dirinya yang membutuhkan Kibum. Sangat dalam. Rindunya akan kehangatan Kibum, Rindunya akan perlakuan lembut Kibum, Rindunya akan perhatian Kibum, teramat dalam. Ia sangat merindu suaminya yang selama ini diabaikan dengan sengaja. Disakiti dengan sengaja. Tampaknya dirinya yang beku berakhir sudah.
Ia mencintai Kibum. Ia membutuhkan Kibum. Tampaknya benar seseorang yang pergi meninggalkan kenangan akan meninggalkan perasaan pula pada yang ditinggalkan.
Lalu suara siapa yang Kyuhyun dengar saat itu?
"Siapa yang kau sebut bodoh?"
Kyuhyun sangat familiar dengan suara ini. Suara yang sedang dirindukannya. Dan ia yakin sekali bahwa suara itu adalah suara Kibum. Tetapi kenyataan menghapuskan angannya. Menarik keluar rasa kekecewaan.
Suara itu adalah suara Siwon, yang datang untuk menemani Kyuhyun yang ditinggalkan oleh suaminya, orang yang seharusnya bertanggung jawab atas Kyuhyun. Kyuhyun ternyata salah dengar akibat harapannya yang tinggi dan gengsinya yang tinggi pula.
Bertahan untuk tidak menghubungi Kibum meski rindu, tidur mengenakan pakaian Kibum, selalu berimajinasi Kibum masihlah disekitarnya melakukan banyak hal di rumah mereka.
Kibum bukanlah orang yang telah mati kemudian meninggalkan dunia ini. Jadi apa susahnya dengan menelponnya sekali hanya untuk mendengar suaranya. Kalau gengsi kenapa tidak memakai nomor telepon orang lain lalu dengarlah suaranya meski hanya sapaan 'halo'. Kyuhyun juga malu tentu saja. Kibum pergi baru sadar. Apa jika Kibum mati juga Kyuhyun akan sadar? Masih untung orangnya masih ada. Apa susahnya menelpon dan membuang jauh-jauh gengsinya lalu bilang 'aku rindu'. Jaman sudah canggih. Apa gunanya handphone mahal dibeli jika tidak dipergunakan sesuai fungsinya.
Siwon datang untuk menemui Kyuhyun. Sebelumnya ia sudah berjanji kepada orangtuanya untuk melupakan perasaannya pada adiknya sendiri. Dengan jaminan namanya akan dicoret dari daftar keluarga dan tidak lagi menjadi pewaris. Tetapi alasannya bukan hanya karena itu saja, alasan lainnya karena ia tak sanggup lagi melihat adiknya selalu uring-uringan tanpa Kibum. Siwon juga tahu diri. Masih banyak yang lebih baik, menarik dan lebih segalanya dari Kyuhyun. Siwon mencoba mengambil jalan itu. Pelan, perlahan. Meski menyingkirkan cinta kepada adiknya sendiri dan merubah kembali keadaan seperti semula sangatlah berat, Siwon tidak ingin menjadi egois dan menyakiti banyak orang, terlebih keluarganya sendiri yang sangat ia cintai. Ia adalah lelaki dewasa yang kehidupannya berdasarkan kenyataan yang ada, bukan lagi angan-angan tak berdasar untuk menutupi kekurangannya. Ia adalah seorang pewaris. Dan Kyuhyun adalah adiknya. Terlebih lagi mereka lahir dari rahim yang sama. Berbagi asi yang sama.
"Hyung?" Siwon merentangkan tangannya menyambut Kyuhyun dalam pelukannya. Sebuah pelukan yang terasa hangat. Pelukan yang berbeda dari yang kemarin-kemarin. Pelukan erat seorang kakak dan adik. Mereka tahu bahwa mereka sama-sama salah. Mereka juga sudah menyesali apa yang mereka perbuat. Jadi biarlah saat ini mereka saling menangisi perbuatan mereka. Saling menguatkan. Seperti dulu. Seperti sebelum mereka mencintai sebagai sepasang kekasih.
Siwon membuka bungkus permen karet favorit Kyuhyun, menyuapkan ke dalam mulutnya, mencoba membuat Kyuhyun lebih tenang.
.
.
Di lain tempat, tepatnya di sebuah bar mewah, tampak seseorang tengah duduk sendiri di atas sofa panjang dan ditemani berbagai minuman beralkohol dengan konsentrat cukup tinggi, juga bibir yang terselip batangan tembakau yang membuat candu. Kepulan asap keluar melalui hidung dan mulutnya, menikmati bagaimana asap tembakau itu memasuki paru-parunya. Tampilan kantornya tampak acak-acakan, namun tetap sexy.
Dua orang menghampirinya. Seorang namja dan yeoja. Menawarkan jasa servis kamar dalam artian ranjang. Menanyakan apakah laki-laki yang sedang menikmati kesendiriannya itu seorang gay atau straight. Namun namja itu tak peduli, juga tak peduli tubuhnya sudah digerayangi oleh dua orang sembrono itu. Asal tanpa ciuman, terserah dua orang itu mau apakan tubuhnya.
Sebelum sampai tahap yang jauh, Kibum mengajak dua orang itu pergi entah kemana. Ya, laki-laki yang dimaksud adalah Kim Kibum. Yang memakai cincin pernikahan di jarinya. Juga masih milik sah dari Kim Kyuhyun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc.
.
.
.
Masih HAPPY KIBUM DAY!
jangan lupa untuk meninggalkan review, karena berkat review Fi jadi semangat nulis^^
