Naruto milik Masashi Kisihimoto
Warning : GAJE OOC TYPO di mana-mana dan ide terlalu pasaran
Genre Family
Rate masih T
.
.
.
Naruto POV
Di lapangan aku duduk di samping kursi Hokage, aku melirik calon genin yangberbaris sepertinya mereka siap menunjukan aksi mereka
"Namikaze Rei". Ucap seorang pria dengan luka dekat hidungnya.
Gadis berambut pirang mata saffire bernama Rei berjalan menuju lapangan, lalu dia melempar kunai dan Shuriken yang meleset satu kunai saja
"Dia hebat juga Yondaime-sama". Pujiku melihat kehebatan rei
Yondaime hanya tersenyum. "Tentu saja hebat, dia adalah puteriku". Jawab Yondaime, Naruto tidak menjawab, dia iri juga dengan sikap Yondaime yang memperlakukan Rei sangat baik, berbeda dengan sikap Yondaime padaku
"Henge". Rei berubah menjadi Yondaime sempurna dengan jubahnya,
Rei tersenyum melihat sorak suara penggemar yang menyemangatinya, dia membuat Kage bunshin 3 bayangan, kemudian salah satu bunshin mendekatinya dan menciptakan bola yang berputar. "Rasengan".
"Itu anakku". Teriak Yondaime Hokage dengan bangganya, aku yang disamping menutup telingaku saking kerasnya teriakan Yondaime
"Berikutnya Uchiha Sasuke". Panggil panitia
Seorang pria berambut raven dengan bentuk seperti pantat unggas, dia berjalan begitu keren menurut fans girl yang teriak tidak jelas di barisan paling depan.
Pria bernama Uchiha Sasuke melempar kunai dan shuriken dengan sempurna,termasuk bunshin no jutsu dan henge, Uchiha Fugaku
"Sugoii". Aku hanya bisa berdecak kagum atas kehebatan Sasuke,tapi melihat dia adik Itachi maka aku tidak kaget jika Sasuke sangat hebat
Berikutnya Ino Sakura dan lain-lain, mereka mendapatkan nilai bagus walaupun tidak sempurna,
"Namikaze Naruko". Ucap panitia
Aku menengok seorang gadis mengenakan jaket orange polos yang terlihat lusuh, rambut pirang yang di ikat sembarangan
Dalam hati aku bertanya orang tua mana yang tega menelantarkan anaknya seperti itu
"Ujian di mulai".
"Dia aib tidak mungkin bisa menyelesaikan ujian ini dengan sempurna". Ledek seorang gadis yang aku kenal bernama Namikaze Rei
Gadis bernama Naruko terlihat menahan amarahnya namun dia tetap konsentrasi dalam ujian
Syut syut syut
Tuk...tuk...tuk
Blarrr
Entah apa yang dipikirkan gadis itu sampai mengaliri chakra saat melempar shuriken terakhir
Peserta lain berdecak kagum dengan keahlian Naruko yang mampu mengaliri chakra ke senjata sampai papan target hancur
Ujian berikutnya Naruko berhasil berhenge menjadi sendaime Hokage, aku dan seluruh jounin terkejut dengan Henge Naruko, mengingat Sendaime Hokage meninggal di saat para genin hanya berumur 7 tahun
Naruko membuat bunshin no jutsu dan Rasengan yang sama dengan Rei namun bedanya Naruko tidak membutuhkan bunshin untuk melakukan putaran
"Bagaimana menurutmu Uzumaki-san?". Tanya pria dengan masker di wajahnya
"Konoha memiliki calon-calon yang hebat benarkan itu Kakashi-san". Pujiku
"Kau tahu namaku?", Tanya Kakashi dengan wajah bingung
"Tentu saja Kakashi-san siapa yang tidak mengenal orang hebat sepertimu".Ucapku setengah berbohong
"Iya benar juga". Jawab Kakashi yang sepertinya percaya dengan kata-kataku
Yondaime berdiri dari kursinya. "Ujian berikutnya taijutsu". Aku melirik Kakashi yang berada di sebelahku
"Ujian Taijutsu seperti apa?". Tanyaku
"Kau lihat saja nanti". Jawab Kakashi
"Namikaze Rei Vs Namikaze Naruko". Ucap Panitia, aku melirik Kakashi ."sepertinya akan menjadi pertandingan seru". Ucapku, dan dia hanya tersenyum
"Uzumaki san kenapa tidak menjadi juri pertandingan". Pinta Yondaime yang berada di sampingku
"Boleh". Jawabku, lalu aku memasuki lapangan dan berdiri di antara mereka berdua. "A aku Uzumaki Naruto Jounin dari Uzu akan menjadi juri dalam pertandingan kali ini". Ucapku memperkenalkan diri. "Apa kalian sudah siap". Tanyaku dan mereka berdua mengangguk. "Hajime".
Pertandingan di mulai Rei melakukan tendangan samping belakang namun berhasil di hindari oleh Naruko, kemudian dia kembali dengan tendangan samping depan lagi-lagi bisa Naruko hindari, sekarang Naruko melakukan tendangan samping samping datang yang tidak bisa di hindari oleh Rei
Naruko melakukan pukulan yang bisa di tangkis oleh Rei dan selanjutnya Naruko melakukan tendangan memutar samping atas, dan membuat Rei terjatuh
"Stop". Ucapku setelah Rei terjatuh. "Pemenangnya adalah-".
"Tunggu". Rei yang memiliki memar di wajahnya berusaha bangkit. "Aku belum kalah". Jawab Rei
Aku melirik Yondaime meminta sarannya, dan dia hanya mengendikan bahu tanda tidak tahu, lalu aku melirik rei yang mengeluarkan chakra besar berwarna orange, aku merasa itu bukanlah pertanda baik
"Lanjutkan pertandingannya". Ucap Rei dengan nada membentak, aku tidak menjawab pertanyaannya. "Lama". Rei melakukan tinju kearahku, namun dengan tenangnya aku bisa menahan tinju tersebut dengan satu tangan
Aku melakukan handseal dan muncul 4 tiang. "Fuuin". Ke empat tiang menindih tubuh Rei dan menetralisir kekuatan jahat Kyuubi pada tubuhnya
"Kau tidak apa-apa?". Tanya Naruko yang terlihat khawatir padaku
"Aku tidak apa-apa". Jawabku berusaha senyum meskipun serangan tadi membuat tanganku sedikit ngilu
Time skip
Hari telah menjelang sore, acara sudah selesai, namun sayangnya aku sama sekali belum menemukan tempat penginapan minimal satu hari sebelum aku mendapatkan tempat sewa untuk 3 bulan lebih
"Uzumaki-san lebih baik tinggal di rumahku dulu". Pinta Yondaime
"Tidak terima kasih aku cari penginapan saja". Jawabku sambil tersenyum
aku merasa ada perasaan kecewa pada Yondaime namun aku merasa itu hanyalah kekecewaan biasa
Aku membungkuk memberi hormat padanya, selanjutnya aku kembali mencari penginapan murah
Time skip
Aku berhenti di sebuah kedai yang menjual ramen, aku melirik kearah seorang gadis berambut pirang yang berdiri lama di depannya
"Apa yang kau lakukan?". Tanyaku sambil menepuk pundak gadis yang aku ingat bernama Naruko, dia terlihat terkejut melihatku namun sebisa mungkin dia tidak memperlihatkan padaku
Terdengar bunyi keroncongan yang aku tahu berasal dari perutnya, aku hanya tertawa mendengarnya sedangkan dia hanya menutup wajahnya yang merah padam
"Kau lapar ya?". Tanyaku,
"Tidak". Jawabnya namun lagi-lagi suara perutnya yang keroncong mengatakan hal lain. "Baiklah aku memang lapar". Ucap Naruko yang akhirnya berkata jujur
"Bagaimana kita ramen?". Tanyaku, dia tidak menjawab pertanyaanku namun aku yakin dia masih ragu padaku. "Aku yang bayar".
"Benarkah?". Tanyanya, aku mengangguk membenarkan
Time skip
Aku melongo ketika melihat jumlah mangkok ramen dengan ukuran jumbo sebanyak 9 mangkok di pinggir Naruko, apakah dia benar-benar kelaparan
Aku memilih untuk mengabaikannya dan fokus dengan tujuan awalku
"Paman kau tau tempat penginapan di sini?". Tanyaku
"Kalau daerah sini sepertinya tidak ada". Jawab paman Teuchi
Aku yang mendengar hanya bisa mendesah kecewa, sepertinya aku harus pergi ke hutan dan membuat pondok kecil sementara
"Kenapa tidak menginap di apartemenku?". Usul Naruko yang baru menyelesaikan ramen ke sepuluh
"Memangnya boleh?". Tanyaku tidak yakin, dia menganggukan kepala
"Anggap saja ini balasan dari ku karena kakak sudah meneraktirku". Jawab Naruko
Time skip
"Silahkan masuk maaf ya sedikit berantakan". Ucap Naruko, tidak hanya tersenyum karena apartemen Naruko lebih mirip kapal pecah
Aku berjalan perlahan berusaha tidak menginjak pakaian Naruko yang berserakan di mana-mana
Sayangnya aku tidak sengaja menginjak sesuatu yang basah aku melirik ke bawah dan melihat celana dalam berwarna putih yang basah, lalu sambil menutup hidung aku mengambil barang milik pribadi memasukannya ke dalam keranjang cucian
"Kakak tidur di sofa ya?". Ucapnya sambil menunjukan sofa yang kotor
"Tidak aku tidur di futon milikku". Jawabku sambil mengambil gulungan. "Fuuin". Dua kasur lipat muncul di hadapanku
"Hebat". Puji Naruko, aku tidak menjawab dan memberikan kasur lipat pada Naruko. "Aku tidur di kasurku". Ucapnya
"Tidur di kasur seperti itu tidak baik untuk kesehatan". Jawabku
"Tapi-".
"Tidak ada tapi-tapian". Jawabku, walaupun kesal dia menuruti keinginanku dengan mengambil kasur dan selimut
Naruto Pov End
Time skip
Tidak seperti biasanya Naruko bangun begitu pagi, sepertinya dia harus berterima kasih kepada Naruto yang meminjamkan kasur lipat padanya
Naruko yang belum tersadar masuk kamar mandi dan melakukan rutinitas sehari-hari seperti gosok gigi dan cuci muka,
Naruko melirik kondisi kamar mandi yang anehnya sudah bersih, sikat gigi sampai sampo baru
Selesai kamar mandi Naruko hanya terperangah ketika apartemennya bersih semua pakaian kotor yang berserakan di lantai menghilang
"Kau sudah bangun". Ucap seseorang, Naruko melirik kearah wanita berambut merah dengan mata Saffire memakai baju standart jounin Konoha namun bedanya dia memakai headband spiral di lehernya dan ada lambang daun sembunyi di bahu kiri dan punggung rompinya
"Ohayou". Sapa Naruko
"Ohayou juga". Jawab Naruto sambil menaruh belanjaannya, kemudian mengeluarkan susu karton dan menaruhnya di kulkas kemudian roti tawar, selai dan margarin. "Ini". Naruto memberikan jaket orange biru
"Apa ini?". Tanya Naruko bingung
"Aku mencuci semua pakaianmu jadi aku membelikannya". Jawab Naruto sambil mengoleskan roti dengan selai kacang
"Kenapa?". Tanya Naruko
Naruto menatap heran dengan tingkah laku Naruki. "Kenapa kau tidak suka warna bajunya?".
Naruko menggelengkan kepalanya. "Bukan itu". Jawabnya, Naruto menaikan sebelah matanya tidak mengerti. "Ayahku ibuku bahkan adikku tidak pernah menganggapku sedangkan kau sudah meneraktirku ramen, membersihkan apartemenku, mencuci baju dan sekarang memberikan baju baru". Ucap Naruko panjang lebar
"Aku tidak tahu". Jawab Naruto sambil menepuk pundak Naruko. "Aku ada urusan ke kantor Hokage". Ucap Naruto. "Oh ya sampai aku menemukan apartemen sewa baru bolehkah aku titip barang-barangku". Pinta Naruto
"Ya silahkan". Jawab Naruko
.
.
TBC
HaruIchan : Aku tidak tahu mau bicara apa tapi terima kasih sudah membaca
Imu-chan : Terima kasih kawan aku akan lanjutkan
MATA HATI : Salah satu yang aku benci dari adalah situs ini gak bisa saya buka melalui Laptop yang akses internetnya memakai Mozila firefox atau Google chorme, jadi saya harus mengetik ke laptop dan setelah itu saya copas ke android(UC Browser dan Opera Mini)
Kekurangan cara ini adalah waktu saya kebanyakan di warung dan aku gak boleh bawa laptop ke warung jadi susah di pakai
Dan dengan aplikasi wattpad aku bisa melanjutkan fict di warung dengan android lalu malamnya aku copy paste ke microsoft word(Di laptop aku bisa buka Wattpad) dan selanjutnya aku kirim ke hape saya
Megymichan, Geki Uzumaki, Jasmine DaisynoYuki, Ikhune Yhuiciru, Dewi15 Terima kasih atas dukungannya
Catatan Author yang gak tahu penting atau tidak : Permintaan membuat fict tentang (Fem)naru sebagai siswa sekolah atau menjadi wanita karir terpaksa saya tangguhkan dengan alasan Author telah berjanji akan mempublish fict baru setelah 2 dari 6 fict di atas tamat jadi mohon maaf
