~Belong~

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

DREAM girl © WISMA RYUZAKI

"Damn It!"

Page 2

.

.

.


Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! Karena fic ini Wisma dapatkan hasil tidak tidur sampai jam 2 malam -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^

.

.

.


Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno

Genre : Drama

Rated : Semi "M"

.

.

.


Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU

Warning! Don't Like? Don't Read!

Flame? Up to you reader-san

.

.

.


Ittadakimashu Minna-san, Douzo nee

.

.

.


Suasana kantin Konoha Senior High School sangat ramai karena seluruh siswa-siswi sekolahnya beristirahat ditempat yang sama sekedar membeli makanan. Begitu juga dengan Sasuke yang sedang duduk disalah satu bangku yang ada di halaman kantin bersama dengan Naruto dan Hinata.

Naruto tengah asik mengobrol bersama dengan Hinata, dan Sasuke disana nyaris seperti patung yang keberadaannya diakui namun tidak dihiraukan.

Untuk mengusir rasa bosannya Sasuke mengedarkan pandangan matanya keseluruh penjuru kantin sekolah. Dan shit! Ia menemukan siluet rambut berwarna merah muda yang tidak lain Sakura, gadis yang akan ia urusi selama bersekolah dengannya di Konoha Senior High School.

Dimata Sasuke dapat menampilkan Sakura yang sedang tertawa bersama dengan Ino dan siswi lainnya yang tidak sekelas di 11 Ipa-1, dengan keadaan seperti gadis yang gatal, dan itu sukses membuat Sasuke mendengus sebal melihatnya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan isi otak yang ada dalam kepala Sakura karena kelihatannya ia senang sekali mengekspos body nya, disertai senyuman seksual.

"Teme, rupanya kau menyukai Sakura-chan yah? Sedari tadi kami perhatikan kau melihatnya terus tanpa berkedip!" tanya Naruto dengan nada setengah menggoda membuat Sasuke mendelik tajam kemudian berdiri meninggalkan kantin disertai gelak tawa Naruto yang sangat khas didengar.

Setiap Sasuke berada dimanapun dan kapanpun ia selalu mendapat tatapan memuja yang dilayangkan beberapa gadis kepadanya, namun itu semua tidak ada yang menarik dimata Sasuke dan pemuda itu hanya terus berjalan tidak mengidahkan tatapan-tatapan lapar dari para gadis yang ada disamping kanan-kirinya.

.

"Sialan!" decak Sasuke ketika ia lihat miliknya itu sudah tegak secara tiba-tiba, karena kepunyaan milik Sasuke berukuran yang diatas rata-rata atau dalam artian sangat memuaskan membuat celana yang ia pakai menjadi semakin ketat kelihatannya.

Keadaan yang paling menguntungkan untuknya yaitu karena ia berada diatap sekolah sendirian, dan itu artinya tidak ada seorangpun yang dapat melihat ia dalam keadaan memalukan seperti ini.

'Ayolah! Ini masih jam sekolah!' rutuk Sasuke lagi, ia semakin merasa kepemilikannya semakin sesak rasanya membuat Sasuke mau tidak mau harus menelan ludahnya beberapa kali berpikir cara ini dapat mengurangi rasa panas dalam tubuhnya.

"Wah... aku belum tau namamu, tapi aku tau jika kau seorang pangeran sekolah yang hentai." Sebuah suara gadis menyeruak dibalik badan Sasuke yang sedang terduduk disalah satu kursi yang disediakan di atap sekolahnya.

Badan Sasuke menegang dan dengan perlahan Sasuke menatap kaget walau tidak terlihat di raut wajah miliknya, ia kaget karena yang datang adalah gadis yang akan berurusan dengannya selama disekolah ini, kenapa ia Sakura bisa ada diatap? Sedangkan tadi Sasuke melihat gadis pink tersebut sedang asik bersenda gurau bersama dengan genk nya.

"Apa maumu?" tanya Sasuke tajam, ia merutuk lagi dalam hati dan berteriak sebal ketika libido nya semakin terlihat menegang dan terlihat harus dituntaskan dengan cara yang tidak bisa didefinisikan.

"Bodoh! Aku kesini tidak mau apa-apa, aku hanya sedang melihat-lihat keadaan sekolah dan yah... tiba-tiba aku menemukanmu dalam keadaan terdesak seperti ini," ujar Sakura menyindir dan tanpa berbasa-basi duduk disamping Sasuke yang kini sedang menahan nafasnya mencoba menetralisirkan suasana.

"Pergilah!" perintah Sasuke dengan suara yang serak seperti saat ia berada dikelas tadi, dan itu sukses membuat Sakura menaikan alisnya satu keatas berpura-pura jika ia tidak paham apa maksud perkataan pemuda disampingnya.

"Apa maksudmu?" tanya Sakura main-main walau ia sangat tau dan sangat paham apa maksud pangeran sekolah disampingnya. Namun jika Sakura pergi bukan Sakura namanya karena gadis ini selalu teguh dengan pendirian utamanya dan tidak mudah diperintah.

"Jangan disini!" jelas Sasuke mencoba bersabar dan ia menatap kearah lain selain kearah Sakura yang branya sangat terlihat jelas karena kancing gadis itu yang dibuka dua bagian teratasnya.

"Siapa namamu?" tanya Sakura mengalihkan pembicaraan atau sekedar membuat Sasuke melupakan niat mengusirnya.

Sasuke mendengus mendengar pertanyaan Sakura, "Lebih baik kau cari tau saja pada para gadis sekolah ini, dan karena itu pergilah!" jawab Sasuke masih bersikukuh untuk mengusir Sakura yang kini semakin tersenyum jahil.

Jika Sakura masih disini bersikukuh untuk tidak angkat kaki, lebih baik Sasuke saja yang pergi dan angkat kaki dari atap sekolah untuk meninggalkan rasa desakan nafsu yang sangat kuat ini, ia mengutuk dalam hati pada kakak satu-satunya Itachi Uchiha yang sebenarnya sangat ia segani dan ia sayangi namun untuk kali ini Sasuke akan membencinya karena ia yang menambahkan obat perangsang di jus tomat yang Sasuke minum, sial nya lagi Sasuke tidak menyangka dengan hal yang akan terjadi disekolah karena kedatangan Sakura dan ia malah menantang kakanya itu jika efek itu tidak berlaku padanya.

"Jika kau pergi, teman-teman akan menertawakanmu dalam keadaan seperti itu!" jelas Sakura sekaligus memberi ancaman ketika Sasuke berdiri dan berjalan beberapa langkah, membuat Sasuke mau tidak mau diam tidak melanjutkan langkahnya dan memikirkan ucapan Sakura secara berulang-ulang.

Sakura berjalan mengendap kearah Sasuke yang tengah mematung bingung, antara jalan atau mundur.

GREP

Dengan jahilnya tangan kecil itu memeluk tubuh atletis milik Sasuke yang semakin menegang mendapat perlakuan tidak terduga seperti ini, keringat dingin jelas terasa mengucur dari tubuh Sasuke ketika Sakura memeluknya dengan seksual dan sengaja sedikit menggeser tubuhnya agar dadanya terasa dipunggung Sasuke.

"Kau butuh pemuas untuk membuat kepunyaanmu tidak menegang lagi." Jelas Sakura dengan nada jahilnya, dan Sasuke menghela nafasnya ia benar-benar sudah membulatkan tekadnya untuk melakukan ...

BRUK

"Aku sudah katakan padamu untuk pergi! Jangan dekati aku apalagi sampai membuat para siswa sekolah ini onar dengan perlakuan gatalmu!" jelas Sasuke kemudian berdiri meninggalkan Sakura yang tersenyum penuh kemenangan.

"Lihat saja! Kau akan aku taklukan dengan caraku sendiri!" jelas Sakura membuat Sasuke menolehkan kepalanya kearah kanan.

"Bicaralah! Menyebalkan!" decak Sasuke kemudian berjalan dan ia benar-benar meninggalkan Sakura yang tersenyum remeh. Sebelumnya Sakura tidak pernah ditolak oleh lelaki yang ia dekati, namun jika ditanya apa Sakura mempunyai mantan? Itu salah besar karena gadis berambut merah muda ini senang dengan sebatas menggoda para teman lelakinya hingga mereka berharap padanya dan setelah itu Sakura akan pergi meninggalkannya yang berharap banyak padanya.

Namun Sakura merasa lain dengan perasaannya pada Sasuke, lain bukan dalam artian ia juga hanya sebatas menggodanya. Tapi ada perasaan senang ketika kontak fisik dengan lelaki itu, dan Sakura menyeringai ketika ia tebak jika ia sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya selama ia hidup didunia, ia kalah sekarang dengan pendirian yang ia pertahankan selama bertahun-tahun.

"Sasuke Uchiha yah..." gumam Sakura ketika ia tidak sengaja membaca tag name yang tertera disebelah kiri baju Sasuke yang ditutupi jas sekolahan. Sakura sempat membaca karena Sasuke sempat menindih tubuhnya untuk memperingati dengan hal tadi.

"Halo Ino, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu tentang ... Uchiha Sasuke.." jelas Sakura dan segera mematikan sambungan ponselnya kemudian dengan langkah riang ia segera menuju kelas barunya yang belum beberapa jam ia tinggali.

~!~

"Dia adalah anak bungsu Uchiha, pemilik perusahaan Uchiha yang sudah ditinggalkan sejak turun temurun." Jelas Ino dan Sakura anggukan kepalanya paham.

"Lalu? Jelaskan lagi sesuatu hal tentangnya, maksudku apa jabatan ia disekolah dan sudah berapa banyak siswi yang pernah ia kencani.. ahh aku ingin semua informasi tentangnya!" jelas Sakura mengerucutkan bibirnya.

Ino tertawa geli, "Cinta pertama Eh? Tapi kau akan salah besar jika kau memasukan Sasuke Uchiha kedalam daftar lelaki yang mencari harapan darimu! Ia sama sekali dingin dan tidak pernah dekat dengan para gadis, jadi itu artinya dia juga belum mempunyai kekasih! ... Jabatan disekolah yah? Ia menjadi ketua Ekskul basket yang sering mengikuti lomba perwakilan Sekolah Konoha dan menjadi seksi keamanan disekolah kita." Jelas Ino panjang lebar.

"Hm... menarik, Ino kau tahukan aku di cap sebagai gadis apa disekolah baru ini?" tanya Sakura menatap Ino dengan seringai kecilnya.

Ino meneguk ludahnya kemudian mengangguk kecil, "Gadis bengal." Jawab Ino seadanya mencoba dengan suara santai.

"Dan jika ia seksi keamanan, akan aku buat ia selalu mengamankanku!" gumam Sakura dengan senyuman penuh misterius yang sarat akan kemenangan.

Mata aquamarine hijau milik Ino membulat mendengar pernyataan Sakura yang kedengaran begitu yakin dengan rencana barunya. Dan Ino selanjutnya hanya bisa menggelengkan kepalanya memaklum dengan ucapan Sakura.

"Aku hanya mendukungmu dengan do'a," jelas Ino menghela nafasnya.

"Baguslah, karena rencana ini murni akan aku lakukan dengan tanganku sendiri tanpa melibatkan orang lain!" jelas Sakura menatap Ino dengan senyuman termanis yang belum pernah ia suguhkan kepada siapapun.

To Be Continue


1428 word untuk chap dua ini ^^

A/N


Jika ada kesalahan kata seperti typo atau kalimat gaje mohon untuk di kasih tau, karena fic ini sama sekali tidak aku baca atau aku ralat lagi saat akan mengupdate nya ...

Terimakasih bagi yang sudah RnR dan bagi yang berniat RnR, dan Wisma pikir untuk chapter dua ini cukup sampai disini dulu...

Balas Review & Spesial Thanks *-*

~Wona-chan "Hahaha makasih, sudah-sudah-sudah dilanjut :D"~

~Yoktf "Aaaaa makasih :* sudaahhh :D"~

~Rury "Wahh makasih :* ini sudah update kilat :D soalnya baru kemarin publish -,-"~

~KeyofHeart "Thanks about you RnR senpai :D Senpai more for me :*"~

~Ravensky Y-chan "Haha itu salah seharusnya last chap :P hihihi untung senpai ngasih tau :D~

~Caesarpuspita "Hahaha senpai nyadar ga? Aku typo nulis namamuuu ;D .. Hu uh senpai aku makin banyak kerjaan -,- makasih sudah tunggu senpai :D oh ya senpai aku ga lupa belajar ko -,- Cuma sekarang lagi ga pengen belajar aja :P *di ketok :D"~

~Rian "Typo? I feel many in this fic ;D , oh thanks you say it :* thanks to your RnR :)"~

~Hanazono Yuri "Haha sudah nuh senpai ;D sudaah update kilat nih senpai :D"~

~Manda Vvdenarint "Sudah :)"~

~Ikalutfi97 "Sudah.. Ini belum parah :D ... haha mata para siswa nya berbintang kalo dianime nya :P ... terimakasih RnR nya :*"~

~An Style "Oh reader setiaku I luppee yuuu :* dan makasih sudah RnR, ini sudah lanjut :D"~

~Sakura Uchiha Stivani "Sejak kapan Sakura Uchiha nambah stivaninya? :D hahaha viss aku Cuma iseng bercanda ;) makasih RnR nya, dan ini sudah lanjut :)"~

Juga spesial thanks untuk reader yang silent tapi mengikuti fic ini, dan reader yang sudah fav dan fol :) sekali lagi terimakasih :*


Ga apa apa yah update word nya dikit yang penting kilat saja ;)

See You Next Chap :D undur diri..

Wisma Ryuzaki, dibuat tanggal 16-05-2015