~Belong~

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI

"Plan"

Page 3

.

.

.


Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^

.

.

.


Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno

Genre : Drama

Rated : Semi "M"

.

.

.


Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU

Warning! Don't Like? Don't Read!

Flame? Up to you reader-san

.

.

.


Ittadakimashu Minna-san, Douzo nee

.

.

.


Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa di Konoha Senior High school segera bersiap pulang kerumah masing-masing dan sebagian lagi bermain bersama dengan teman maupun genk mereka.

"Ino, aku ingin tau dimana diskotik Konoha!" pinta Sakura dengan suara yang sengaja volumenya ia tambah. Mata aquamarine Ino membulat mendengar perimtaan sahabatnya, bukannya tidak ingin Ino menuruti kemuan Sakura. Namun, apa ia gila mengatakan hal privasi itu ditempat umum seperti halnya kelas yang sedang banyak siswanya? Sungguh, Ino ingin sekali menjitak kepala pink dihadapannya.

"Em... lain kali saja," jawab Ino mencoba bersikap seolah tidak ada hal yang perlu dirahasiakan. Sakura menghela nafasnya.

"Aku ingin pergi kesana, ayolah! Em... Ino, siapa memangnya seksi keamanan sekolah ini? Mungkin aku bisa saja mengakanya jalan-jalan!" ujar Sakura dengan ekspresi seolah-olah jika ia memang benar tidak mengetahui peran Sasuke di Konoha Senior High school.

"Seksi kemanan? Lebih baik kau tanyakan saja pada seseorang dibelakangmu! Aku harus pergi Sakura, Sai sudah menungguku! Bye!" jelas Ino kemudian pamit dan melenggang dibelokan pintu kelas meninggalkan Sakura yang sedang menyeringai dibalik tubuh sintal Ino.

.

"Sasuke, kau benar-benar akan mengantarnya?" bisik Naruto ketika ia mendengar pembicaraan Sakura yang hanya orang tuli yang tidak mendengarnya.

Sasuke mendengus geli, sudah jelas ia akan ada latihan basket untuk lomba yang akan dilaksanakan 2 Minggu lagi, dan sebagai ketua ia diwajibkan untuk terus membimbing rekan setimnya dan berlatih dengan keras.

"Na-Naruto-kun, se-sepertinya kita harus cepat pergi suasana mendung sudah terlihat," jelas Hinata mencari alasan, kenapa Hinata mengatakan hal demikian? Karena gadis anggun itu melihat aura hitam dan tatapan tajam nan sinis yang dilayangkan Sakura.

Naruto tidak paham maksud kekasihnya, namun ia anggukan kepala kuningnya dan segera menyambar tas kemudian meninggalkan Sasuke dan Sakura yang kini hanya berdua dalam kelas. Sasuke belum keluar karena ia tengah sibuk mengganti pakaian sekolah dengan pakaian untuk latihannya.

Setelah melihat Naruto dan Hinata pergi, Sakura berjalan kearah pintu kelas. Dan Sasuke menghela nafas lega karena ia berfikir jika Sakura juga akan mengikuti sahabatnya keluar dari kelas, namun sepertinya Sasuke belum terbiasa dengan seluruh kelakuan yang dirancang diotak Sakura, karena sebetulnya Sakura malah menutup pintu kelas dan mengunci dari dalam dengan selot yang disediakan, kemudian berbalik dan berjalan kearah Sasuke yang tengah menatapnya datar namun dalam hati ia mengumpat dan mengutuk feeling salahnya.

"Em... kau seksi keaman sekolah?" tanya Sakura kemudian duduk dibangkunya dan menatap Sasuke yang kini sedang bersiap membuka celananya.

Sasuke mengacuhkan Sakura yang terus menatapnya, ia berfikir Sakura akan malu jika melihat lelaki yang sedang berganti pakaian. Namun ia salah besar karena Sakura malah terus menatapnya dengan penuh binar yang tidak tersiratkan.

Hingga akhirnya, Sasuke kembali mengalah. Ia menolehkan kepalanya kemudian menatap Sakura datar namun tajam. "Berbaliklah!" perintah Sasuke.

Beralih membalik Sakura malah mendekat kemudian berdiri berhadapan dengan Sasuke yang kini sedang mentup mata menghela nafasnya beberapa kali kemudian menyambar tasnya.

"Sasuke-kun, Sasuke-kun! Kau bodoh atau pelupa Hm? Bukankah jika kau melarangku aku akan semakin menantangnya?" tanya Sakura yang kini menatap Sasuke dengan tatapan sinisnya.

"Bisakah kau seperti gadis lainnya? Bersikaplah seolah kau memang seorang gadis yang baik!" jelas Sasuke kemudian menyambar tasnya untuk mengganti pakian diruangan lain.

"Kalau kau pergi aku akan umumkan jika pangeran sekolah Konoha Senior High school yang sangat digilai siswinya lebih tepat dijuluki pangeran hentai!" tantang Sakura dan sukses membuat Sasuke menggeram marah.

Namun mencoba menahan amarahnya lebih baik Sasuke segera pergi meninggalkan Sakura yang terus berteriak-teriak padanya.

.

.

.

"Sasuke, aku rasa latihannya cukup sampai disini saja dulu!" teriak Kakashi pada Sasuke yang sedang ada dilapang basket, sebagai coach yang harus dituruti Sasuke segera menyuruh tim nya berhenti dan dilanjutkan besok lagi.

"Kita lanjutkan besok," jelas Kakashi dan Sasuke beserta dengan Kiba, Neji, Sai, Shikamaru, dan Naruto menganggukan kepalanya. Naruto walau ia ketua OSIS namun ia juga sering melakoni ekskul kesukaannya.

"Sasuke, dia kekasihmu yah? Dia terus melihat kita sepanjang latihan. Aku kasihan padanya karena kau telantarkan begitu saja," jelas Kiba membuat Sasuke refleks menolehkan kepalanya kekiri dan kenanan memastikan perkataan Kiba hanya bohong belaka.

"Sasuke-kun!" panggil Sakura dan saat itu juga Sasuke percaya Kiba sampai manapun. Sasuke mendengus, untung saja hanya ada Kiba disampingnya jadi Naruto dan teman lainnya tidak akan tau apa yang terjadi setelah ia bertemu dengan Sakura.

Kiba segera pamit dengan lambaian tangannya, awalnya Sasuke ingin melarang Kiba pergi. Namun apa alasannya jika Sasuke melarang Kiba? Karena Sakura kah? Itu sangat konyol kedengarannya! Namun Sasuke sungguh butuh seseorang untuk mentoleransi apa masalah yang akan ia dapatkan setelah ini.

GREP

Terlambat. Sudah terlambat Sasuke berfikir karena ia sudah tertangkap oleh lengan Sakura yang memeluknya erat.

"Aku lelah." Jelas Sasuke datar, kini Sasuke dalam keadaan berkeringat seperti orang habis mandi. Namun Sakura tidak memedulikan hal itu.

Sakura ingat jika ia selalu membawa sapu tangan kemana-mana untuk menghindari sesuatu yang tidak di inginkan, dengan inisiatifnya sendiri Sakura segera melepaskan genggaman tangannya pada tangan Sasuke kemudian berhenti melangkah dan merogoh isi tasnya.

Sasuke yang refleks saja ikut berhenti dan melihat kearah Sakura yang sedang merogoh isi tasnya.

Tanpa sadar sikap Sasuke seakan sedang menunggu Sakura yang berhenti melangkah. Jujur saja Sasuke tidak suka dengan perintah isi otaknya sekarang, namun apa daya ketika hati yang hanya bisa menolaknya? Namun tubuh tetap menuruti kemuan otak? Sudahlah jangan bahas hal yang menurut Sasuke konyol.

Sakura yang sudah mendapatkan sapu tangannya segera berjalan kembali menyusul Sasuke yang ada dihadapannya.

DEG

Sungguh, ini konyol sekali dimata Sasuke. Dengan telaten, gadis yang dijuluki bengal ini sedang mengusapi keringat Sasuke yang bercucuran. Mencoba untuk tidak peduli, namun hati nuraninya berdesir hebat ketika tiba-tiba kembali mendapatkan perlakuan diluar dugaannya.

"Kau lelah? Kau bawa minum?" tanya Sakura.

Sasuke mendengus, "Berhenti bersikap seolah kau sudah sadar!" jelas Sasuke tanpa sadar, ia mengatakan hal itu sehingga jika diteliti lagi Sasuke menyuruh agar Sakura tetap saja menjadi gadis bengal yang merepotkan.

Sakura terkikik, "Aku selalu salah dimatamu! Kau bilang aku harus menjadi gadis yang baik! Dan sekarang kau mengatakan jika aku bersikap seperti gadis baik itu berarti aku tidak sadar?" tanya Sakura seakan ada jalan lebar untuk ia lewati dengan mudahnya.

Sasuke merutuk dalam hati, tsundere Eh? Tidak-tidak! Ia tidak seperti itu!

Mereka berdua berjalan beriringan sampai diparkiran sekolah, Sasuke segera memasuki mobil yang hanya tinggal terparkir miliknya saja. Sedangkan Sakura ia tengah terdiam disamping mobil Sasuke seakan merajuk kepada sang pemilik mobil. Sasuke mendecak sebal melihatnya, ada apa lagi sekarang? Ia benar-benar linglung jika terus bersama dengan Sakura.

Sasuke melawan rasa kasihan dalam hatinya, ia segera menekan starter mobilnya kemudian berjalan perlahan membuat Sakura berteriak-teriak dibelakangnya.

"SASUKE!" teriak Sakura berlari kearah mobil Sasuke yang sedang berhenti karena Sakura terus berteriak dengan kerasnya.

BRAK

"Kau itu punya hati kan?! Aku bersikap sopan santun tapi kau tidak menghargainya! Apa kau benar-benar berniat meninggalkanku yang sudah menunggumu latihan selama dua jam?!" tanya Sakura beruntun, karena sungguh gadis merah muda ini sangat sebal dengan sikap Sasuke tadi.

"Itu bukan sopan santun, kau seperti orang bodoh yang melihatku dari luar! Dan aku tidak pernah meminta untuk kau tunggu jika sedang latihan!" jelas Sasuke menjawab seluruh pertanyaan Sakura.

"Tapi setidaknya kau bisa menghargai upayaku bukan? Mau tidak mau kau harus menunjukan diskotik ternama di Konoha!" jelas Sakura dan sukses membuat Sasuke menatap horror walau tidak kentara diwajahnya karena pupilnya yang hitam pekat.

"Kau pikir aku bodoh Hn? Jika aku memberitahumu itu artinya aku akan menambah daftar masalah dalam hidupku!" jelas Sasuke.

"Baiklah, dan jangan salahkan jika kau harus mengankanku setiap saat!" ancam Sakura dan Sasuke hanya mengendikan bahunya acuh.

"Kau pikir aku akan percaya dengan ancamanmu?" tanya Sasuke menantang.

"Seharusnya kau tidak terlalu percaya diri, karena aku dipindahkan ke Konoha ini terlalu banyak konflik yang sudah aku lewati. Dan sekarang aku akan membuktikan ucapanku, berhubung kau orang baru yang belum tau tentangku lebih jauh jadi aku maklumi saja," jelas Sakura mengendikan bahunya menjiplak kelakuan Sasuke sebelum ini.

"Buktikanlah, kau harap aku akan peduli Hn? Bukan aku yang akan mengurusmu jika kau terlalu susah diatur! Tapi kepala sekolah yang akan mengurusmu jika kau tetap seperti di Suna!" ancam Sasuke balik.

"Aku tidak peduli, dan akan aku buktikan! Tapi satu, kau jangan kaget!" jelas Sakura dan Sasuke menganggukan kepalanya menyetujui.

~!~

"Terimakasih sudah mengantarku kerumah," jelas Sakura dan segera keluar dari mobil Sasuke setelah lelaki itu mengangguk kecil.

Sasuke tidak menyangka seseorang seperti Sakura juga bisa mengucapkan terimakasih. Berbalik dengannya walau dalam keadaan bagaimanapun terimakasih adalah hal tabu yang diucapkan.

.

Dan sepertinya Sasuke benar-benar belum mengenal Sakura lebih dalam.

TBC

1480 word


A/N

Konflik keluarga yang masih belum terungkap dichapter awal sengaja author sembunyikan di tengah chapter tengah nanti. Dan terimakasih reader yang sudah memberikan RnR nya diakun yang Nike Wicaes ^^

Balas Review

~Sasara Keiko "Haha yang penting kilat pendek juga :3 ... kurang ngerti say? Apa sudah baca first chap nya? :D ... Iya kan didrama juga suka ada romance nya *-* Rate M ^-^ hahaha pasti ada lime or lemonnya nanti.. tapi kalo sekarang ada nanti malah aku diketok sama reader karena alurnya yang cepet banget :3 makasih RnR nya yah :) aku berharap kamu RnR next chap nya :*"~

~Azizaanr "Iyaaaa ini sudah update kilat say :* hihihi aku masih 14 tahun -,- huhuhu Cuma berharap dipanggil senpai sama yang umurnya 13 tahun kebawah :D makasih RnR dan sudah meng fav and fol :3 aku liat profilmu loh :) ditunggu RnR nya lagi ;)"~

~Mantika Mochi "Hihihi iyah nih, nakal kuadrat yah senpai? :3"~

~Sakura Uchiha Stivani "Haayayy ketemu lagi ;) Busyettt selingkuhannya yah? Kalo aku istri yang keduanya :3 *digebukin ... ini sudah malah update petir ;D hihihi makasih RnR nya dan aku berharap kamu RnR this chap :*"~

~Rya-chand "Sudaaah :D makasih RnR nya :*"~

~Cherry835 "Haiii salam kenal juga :* aku sudah kunjungi profilmu loh :D haha Sakura nya genit? Memang namanya juga gadis impian :D dan ini aku sudah update kilat :*"~

~Yoktf "Yosh sudahh :* :v thanks review nya :*"~

~NikeLagi "Ohhhh hahaha diku tersayang, sukses UN nya yah :* lagi males buka PM nih ;D jadi bales lewat chap fic saja :) makasih semangatnya unyuuuu :D"~

~Ikalutfi97 "Haha iyaaa Hu uh, tapi itu skenarionya emang kaya gitu *minta maaf sama MK* -,- ... haha ini sudah lanjut dan makasih RnR nya :*"~

~Manda Vvdenarint "Maaf kalo typo nulis namamuuu soalnya susah bingit sih -,- haha iyaaa tapi aku gamau asap pengen nya juga petir biar kaya McQueen :D wordnya seuprit? Whoaaahh brow ini segini juga pegel-pegel ane :3 makasih RnR nya yah :*"~

~An Style "Haha iyaaah aku kan update kilat buat nyenengin kamu :3 *ditabok ... Haha ikuti aja alurnya yah ;) susah ngejelasin perihal hubungan mereka :*"~

~Rury "Haha iya yah... untung saja Sasuke kaga kebablasan :3 ... duh makasih sudah dihargain :D aku seneng sekali :* dan makasih suportnya :) ditambah makasih sudah RnR ;)"~

~Caesarpuspita "Hu uh senpai, coba baca lagi dan yang d akun Nike juga aku nulis namamu itu typo lagi :D susah sih :3 hohoho senpai bukan begal tapi bengal :') kalo begal aku juga takut buat karakter Sakura nya :P"~

~Hanazono Yuri "Sudaaah :* makasih sudah RnR :)"~

~Wona-chan "Hahaha iya yah, but aku tulisin kata-kata mu loh tsundere itu :D sudaaahh makasih RnR nya dan aku berharap kamu RnR juga chap ini, soalnya kalo dilewat baca di chap 4 nanti kaga bakal ngerti dan terkesan kecepatan alurnya ;)"~

~Hermanhs9d "Susah sekali namamu :D "SUDAH" :3 makasih RnR nya, dan aku tunggu Review di chap sekarang ;)"~

Dan maaf karena aku sering membalas review di fic yah... berhubung aku males kalo buka PM di ponsel :D dan terimakasih bagi para reader yang setia menunggu :*

Oh ya jika ada yang kaga ngerti dengan balasan review dariku, lebih baik baca aja di tempat review nya agar ngerti ;)


Wisma Ryuzaki, 17-05-2015