~Belong~

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI

"Sasuke's Lament Part 1"

Page 4

.

.

.


Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^

.

.

.


Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno

Genre : Drama

Rated : Semi "M"

.

.

.


Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU

Warning! Don't Like? Don't Read!

Flame? Up to you reader-san

.

.

.


Ittadakimashu Reader-san

.

.

.


Pagi baru suasana baru. Konoha Senior High school selalu dipenuhi oleh siswanya walau jam masih sangat pagi, begitu juga dengan para OSIS yang selalu datang dipagi hari melebihi para siswa lainnya.

"Sasuke-kun! Sasuke-kun!" panggil beberapa siswi sekolahan seperti biasa, menyambut pangeran mereka datang. Sasuke sendiri selalu acuh dan tidak pernah sekalipun menggubris pekikan atau teriakan mereka.

"Sasuke-kun!" panggil satu gadis dan sontak membuat Sasuke menolehkan kepalanya kearah kiri.

"Kyyyaaa Sasuke-kun jadilah kekasihku!" pekik gadis yang ternyata adalah salah satu fans girl nya. Sasuke menghela nafas kemudian acuh kembali berjalan. Tunggu! Kenapa Sasuke sampai antusias melihat kearah suara gadis yang memanggilnya? Apa ada seorang gadis lain yang sedang Sasuke tunggu kehadirannya?

'Tidak-tidak, ini hanya kekonyolan!' ujar Sasuke dalam hati, kekonyolan? Kekonyolan pada siapa? Tentu saja pada Sakura, karena gadis yang baru kemarin masuk sekolah itu sudah bisa membuat Sasuke terus terpikir.

Dan Sasuke sekarang malah menganggap dirinya stres dan hampir berujung gila! Kenapa? Karena sekarang otak dan tubuhnya sering refleks bergerak sendiri bahkan tanpa ia minta sekalipun! Dan itu sukses membuat Sasuke menggeram marah dalam hatinya. Setidaknya masih untung hatinya masih punya logika untuk menyadari seluruh kelakuan Sakura, dan sekali perlu ditekankan masih untung!

Melewati koridor sekolah, berjalan melewati kelas-kelas lain termasuk kelas 10 dan 12 Sasuke selalu disapa oleh pada gadis yang ia lewati. Namun sekali lagi, sekedar menengokan kepalanya Sasuke tidak melakukan hal itu.

Sampai ia sudah sampai didepan pintu kelasnya, 11 Ipa-1. Tanpa berbasa-basi Sasuke masuk kedalam kelas dan langsung mendapat tatapan memuja dari para gadis bahkan salah satu teman gadis sekelasnya itu sampai ada yang memberikan surat secara terang-terangan.

Sasuke menerimanya kemudian memasukan kedalam saku celananya. Bagiamanapun jika sekelas Sasuke tidak tega memperlihatkan untuk membuang surat cinta itu didepan mata sang pengirim. Dan sekali lagi, karena Sasuke masih punya hati kecil yang belum konslet dan bisa bekerja dengan baik jika tidak ada Sakura!

Siswi itu memekik senang, tatkala Sasuke menerima surat cintanya. Namun Sasuke sendiri mendengus dibalik punggung teman gadisnya. Biarlah, ia menyenangkan seseorang dipagi hari yang indah ini. Pikir Sasuke tersenyum tipis.

.

"Teme!" panggil Naruto dengan beberapa kali mengatur nafas seakan-akan ada sesuatu yang harus segera disampaikan pada sahabatnya.

"Hn?" jawab Sasuke mengernyit bingung, namun sejurus kemudian Sasuke hanya mengangkat satu alis kirinya keatas.

"Sakura-chan! Sakura-chan sedang melabrak salah satu siswi yang ada di toilet perempuan!" jelas Naruto dengan keringat bercucuran. Hinata yang ada disamping Naruto juga hanya bisa mengelap keringat kekasihnya tanpa berbicara sepatah katapun dan hanya menatap Sasuke sama mendesaknya dengan Naruto.

'Cih! Balas dendam juga ia rupanya!' decak Sasuke dalam hati, dan tak banyak pikir Sasuke segera menuju toilet sekolah bersama dengan Naruto berdua. Walau mereka laki-laki, tapi Sasuke dan Naruto tak ada maksud apapun selain menyelamatkan gadis yang sedang Sakura labrak tersebut.

Pagi ini menjadi panas bagi Sasuke, karena baru saja ia duduk manis dikursi nya yang nyaman tiba-tiba ia sudah diberi kejutan menyebalkan karena Sakura berulah membutikan ucapannya kemarin sore.

"Sialan, sialan, sialan!" rutuk Sasuke dengan nada yang nyaris terdengar mendesis dan sukses tidak masuk sekalipun ketelinga Naruto yang berada disampingnya.

Naruto masih dengan tampang paniknya berjalan dibelakang Sasuke karena lelaki raven itu berjalan dengan sangat cepat mendahului sahabatnya yang merangkap sebagai ketua OSIS.

"Aku tau karena Sara memberitahuku jika Sakura siswi baru Konoha Senior High school melabrak salah satu siswi di WC saat ia akan masuk ke toilet tersebut!" jelas Naruto dan Sasuke sebatas menganggukan kepalanya.

.

BRAK

Sasuke menggebrak pintu toilet perempuan membuat beberapa perempuan memekik kaget, disana tampak ada Sakura yang sedang membenarkan bajunya yang tampak sedikit kusut.

"Hallo Sasuke-kun?" sapa Sakura dengan senyuman manisnya. Naruto menatap horror keadaan dihadapannya, karena dihadapannya saat ini hanya ada Sakura yang sedang membenarkan baju tanpa tanda-tanda perkelahian sebelumnya.

"Apa yang kau maksud dengan ini Dobe sialan?" desis Sasuke menatap Naruto tajam, dan untuk menjaga image nya Sasuke segera menutup WC perempuan kemudian menyeret lengan Naruto. Benar-benar ia harus menanggung malu sekarang, sudah jelas Sakura tidak melakukan apapun didalam!

Naruto terus memasang senyum lebar untuk menutupi amarah sahabatnya, sungguh Naruto benar-benar mendapat kabar itu digerbang sekolah tepatnya saat datang sekolah bersama dengan Hinata.

"Tunggu Teme! Sungguh aku tidak berbohong dan kau bisa tanyakan Sara jika kau tidak percaya kepadaku!" jelas Naruto membela diri namun Sasuke tidak mendengarnya, ia lepas tangan Naruto yang sempat dipegangnya kemudian Sasuke pergi begitu saja meninggalkan Naruto.

Sasuke butuh tempat untuk menyendiri sekarang, ia kesal sampai di ubun-ubun dan Sasuke sama sekali bukan tipe orang yang selalu menafsirkan kekesalannnya pada siapapun dan ia selalu menyendiri untuk melampiaskan dan meredamnya.

.

Sakura terkikik geli ketika Sasuke keluar begitu saja bersama dengan Naruto, kemudian Sakura buka salah satu pintu toilet dan membuat tubuh lemas Tayuya terjatuh begitu saja.

"Jangan dekati Sasuke-kun! Ingat!" jelas Sakura mendesis ditelinga Tayuya, dan Tayuya hanya menganggukan kepala merah kontrasnya dengan takut.

"Tapi jika kau memang ingin melaporkan aku pada kepala sekolah, laporkan saja!" jelas Sakura dan Tayuya sebatas kembali menganggukan kepalanya.

"Aku akan melaporkan kepada kepala sekolah!" ancam Tayuya dengan nada pelannya dan Sakura terkikik geli kemudian menganggukan kepalanya.

"Laporkan saja dan jelaskan jika Sakura Haruno siswi 11 Ipa-1 sekelasmu yang melakukan hal seperti ini!" tantang Sakura kemudian meninggalkan toilet yang di ikuti dengan Ino.

.

"Ini bagian dari rencanamu?" tanya Ino menatap Sakura mengintimidasi dan Sakura sebatas menganggukan kepalanya membenarkan.

"Aku hanya ingin membuktikan ucapanku padanya," jawab Sakura dengan tatapan acuh nan polosnya.

"Tapi kau melibatkan orang lain kau tau? Bukankah kau sudah berjanji padaku jika kau hanya akan melakukan hal ini dengan tanganmu sendiri?" tanya Ino masih secara tidak langsung sedang membela Tayuya, karena bagaimanpun Tayuya dikenal baik dikelasnya dan Sakura pertama datang sudah mengeroyokinya.

"Hey! Itu karena bukan untuk membuktikan saja Piggy ku sayang! Aku tidak senang jika ada yang sampai dilirik Sasuke selain aku! Dan berbuhung aku ingin membuat Sasuke menyesal jadi aku lakukan juga hal itu bersamaan!" jelas Sakura menatap Ino tidak suka.

Ino hanya bisa menghela nafasnya, Sakura keras kepala dan Ino tau betul sifat buruk sahabatnya yang satu ini. Kembali menetralisirkan suasana Ino menyemangati kembali Sakura.

"Itu baru sahabatku!" ujar Sakura kemudian merangkul pundak Ino dan kembali berjalan beriringan. Mereka berdua bukannya tidak tau lebih tepatnya Sakura beranggapan tidak ada yang mengikutinya ketika Tayuya ada dibelakang mereka mendengarkan pembicaraan Sakura yang keras volumenya.

Gadis yang masih menahan sakit ini karena ulah Sakura dipipinya hanya bisa menatap punggung Sakura dengan tatapan kesalnya. Ia tidak menyangka sehabis ia memberikan surat cinta kepada teman lelaki yang ia sukai itu ia akan langsung didatangi dan dilabrak oleh siswi baru yang baru kemarin masuk dikelasnya.

Bengal? Memang itu kelakuan Sakura, ia selalu tidak ingin melepaskan apa yang menjadi incarannya. Atau bahkan setidaknya membiarkan incarannya itu menyenangkan orang lain saja Sakura merasa panas tak karuan.

Baiklah Tayuya memang benar-benar akan melaporkan masalah ini kepada kepala sekolah, karena Sakura sendiri mendukungnya tadi jadi tidak ada masalah yang akan dihadapi ia lagi setelah melaporkannya bukan? Pikir Tayuya tersenyum.

.

BRAK

Menjiplak kelakuan Sasuke disaat membuka pintu WC beberapa menit yang lalu, Sakura ikut mendobrak pintu kelas dengan kerasnya. Kemudian masuk di ikuti Ino yang terus menghela nafasnya, Ino sempat berfikir jika Sakura setidaknya akan sadar di Konoha namun malah kebalikannya sahabat pink nya ini malah semakin bringas saja.

Gaara yang diakui sebagai ketua OSIS di Suna saja sampai dibuat takluk oleh Sakura, namun setelahnya lelaki bermarga Sabaku ini terus-terusan meneceramahi Sakura ia malah berbalik menyukai dan akhirnya menaruh harapan kepada Sakura yang sama sekali tidak digubris oleh gadis pink ini.

Sakura berjalan dengan angkuhnya melewati para siswi sekelasnya yang menatap ada yang takut, horror, dan kagum kearahnya. Kagum? Tentu saja, karena Sakura mempunyai paras cantik dan tubuh seperti model yang menjadi dambaan para lelaki dan impian para gadis.

Ino duduk dibangku tepat disamping Sakura, dan Sakura sendiri kini sudah duduk dibangkunya. Sakura heran ketika tidak mendapati Sasuke dibelakangnya, namun mencoba tetap acuh Sakura beralih menatap Hinata dan Naruto yang sedang berpacaran dalam kelas.

'Apa-apaan ketua OSIS ini? Mencontohkan yang tidak baik!' rutuk Sakura dalam hati walau ia tidak mengungkapkannya karena Sakura berfikir Naruto tidak menarik jika sudah punya kekasih. Dan satu lagi, itu bukan masalah Sakura dan Sakura tidak akan mencampuri urusannya.

Bel berbunyi seluruh siswa masuk ke kelasnya, namun tidak dengan Tayuya dan Sasuke yang masih tidak ada dikelas 11 Ipa-1.

"Forehead! Kau tadi melihat Tayuya yang ada dibelakang kita bukan?" tanya Ino menatap Sakura serius.

Sakura menganggukan kepalanya. "Aku menyadarinya disaat kita keluar dari toilet," jawab Sakura membenarkan namun tetap bertampang acuh.

"Kenapa sekarang ia tidak disini bersama kita? Apa ia benar-benar melaporkanmu kepada Tsunade-sensei?" tanya Ino was-was, jujur saja kepala sekolah yang berjenis kelamin perempuan ini sangat disegani oleh seluruh siswa bahkan guru-guru sekalipun.

"Biarkan saja! Kau juga mendengar perkataanku tadi kan? Mungkin, ia benar-benar berniat mengadu kepada kepala sekolah! Sudahlah jangan ambil pusing ini masalahku!" jelas Sakura dan Ino kembali dibuat kalah olehnya.

"Baiklah, okay terserah!" jelas Ino dan Sakura mengangguk membenarkan.

Guru Asuma memasuki kelas 11 Ipa-1 namun begitu juga dengan Kakashi Hatake yang berperan sebagai wali kelasnya ruangan yang difavoritekan di Konoha Senior High School ini.

"Maaf saya ingin memanggil Sakura Haruno!" jelas Kakashi dan Sakura segera berdiri tanpa raut kaget atau raut penasaran diwajahnya. Melihat Kakashi dan Sakura yang seperti ini sontak saja membuat berbagai pertanyaan hinggap diotak para siswa 11 Ipa-1.

.

"Jadi kau benar-benar melabraknya?" tanya kepala sekolah Tsunade Senju langsung pada inti ketika melihat Sakura yang baru memasuki ruangan khususnya.

Sakura menganggukan kepalanya membenarkan. "Aku memang yang melakukannya." Jawab Sakura acuh, dan Tayuya menghela nafas lega karena Sakura memang mengakui perbuatannya.

Tsunade terlihat menghela nafasnya. "Apa kau berniat melakukan hal buruk seperti dulu?" tanya kepala sekolah cantik ini menatap Sakura pasrah.

Sakura langsung menganggukan kepalanya membuat kepala Sasuke, Tayuya, dan kepala sekolah berdada besar itu menatap horror Sakura. Namun sekali lagi tidak akan tampak perubahan diwajah Sasuke karena pupil mata pemuda itu yang hitam pekat.

Angkat tangan. Itulah yang dilakukan Tsunade dihadapan kedua anak didiknya, ia angkat tangan dengan sikap Sakura kemudian berdiri membuat Tayuya dan Sasuke menatap heran kearah kepala sekolah tersebut.

"Masalah selesai, sebagai seksi keamanan kau harus mengawasi tingkah Sakura dan kau sebagai siswi yang dikenal baik disekolah jangan mencoba mencari masalah dengan Sakura." Jelas Tsunade mengambil kesimpulan yang sukses membuat kedua pasang mata insan yang berbeda gender itu membulat matanya.

"Terimakasih sensei," ujar Sakura kemudian keluar ruangan kepala sekolah tanpa mengucapkan apapun lagi.

Namun sebelum benar-benar keluar Sakura mendekat kearah Sasuke kemudian langsung menuju telinga pemuda itu.

"Ini masih belum seberapa." jelas Sakura mendesis ditelinga Sasuke dan setelah mendesiskan kalimat itu Sakura sudah benar-benar keluar dari ruangan kepala sekolah tersebut.

TBC

1850 word


A/N

Whahaha ga ada romance nya yah? Tapi disini jelas Sasuke menyesal sudah menantang Sakura :D yah ini di part sengaja karena penyesalan Sasuke tidak sampai disini dan pemuda bungsu Uchiha itu masih harus meratapi nasib kedepannya dengan ulah Sakura ;D

Makasih bagi yang sudah setia mengikuti jalan fic ini, saya sangat senang dengan respon reader sekalian :*

Balas Review dulu ahh

~Yoktf "Kyyyaaa sudaah xD hihihi makasih RnR nya :) I lupe yu :*"~

~Azizaanr "Huhuhu panggil adik saja :* hehehe *ingin* tapi seriusan aku selalu liat dan manggil reader ku dari usia senpai :)"~

~Sakura Uchiha Stivani "Oyaayay RnR lagi senengnya :* haha kenapa ngga ngomong lagi ? :( padahal seru *diketok* hahaha ini sudaaaahh lanjut ;)"~

~Sasara Keiko "Hohoho Hu uh, *peluk Sasuke* tapi kaga apa-apa lebih baik peran aku nanti jadi adik Sarada aja deh :D kan jadi Widya Uchiha ;p *ditabok -,-* ... makasih RnR nya"~

~An Style "Haha Ayahku tidak separah itu dimasa lalunya :* *dikejar An* hohoho kalau aku buat alur gitu pasti banyak reader yang bawa kapak negadatangin akun ini ;D bercanda -,- , kyaaa makasih sudah penasaran :* makasih? Hoho *abaikan* Chapter 4 you must coming! ('o')/ :3"~

~Rury "Iyaah Hu uh :) hahaha makasih sudah tunggu ini sudah dilanjut ;) makasih RnR nya ditunggu RnR this chap :D"~

~Hanazono Yuri "Beeluumm senpai, itu kecepetan :D nanti aja aku jawab di chap yah :* makasih RnR nya senpai :) senpai selalu RnR di fic aku dan sekarang selama 2 bulan ini Hana-san menjadi reader setiaku salah satunya :D"~

~Caesarpuspita "Hohoho jadi ingat goyang cesar kalu nulis nama senpai *lari dulu* 10 juta yah? Kalau senpai nulis review nya salah aku pinta 10 ribu *tapi pake dollar :D hahaha ini sudah dilanjut senpai :*, oh dan yah senpai chap 2 akun Nike sudah aku rancang ;)"~

~Cherry835 "Kalo aku bilang I Like You kamu mau gimana? :D tapi aku serius suka sama komenannya :D makasih semangatnya dan ini sudaah dilanjut ;)"~

~Mantika Mochi "Hahaha aku juga sama senpai ;D"~

~ "Kamu laki apa cewe? Hohoho walau aku tau prince buat laki tapi siapa tau saja ;D *dikejar* aku sudah bales selengkapnya tentang socmed di PM, tinggal dicek saja say :)"~

~Hermanhs9d "Hihihi nggaaa ahh pengen bener nulis namamuuu belajar ;D susak oyyy buktinya aku harus liat tiga kali buat mastiin kaga typo -,- hahaha sama-sama semoga suka selamanya *dengan fic ini* :p"~

~Rya-chand "Slngkpnya kt PM sj a ;) *ikuti cara nulismuu :D"~

~NikeLagi "Gimana susah ngga ujian nya dik? :D sok perhatian gini nih kalau kambuh :p semangat buat besoknya yah! Oh ya lebih baik kamu jangan on ff dulu sebelum un beres! -,-"~

~Dianarndraha "Ini lagi namanya sulit aku tulis :p seriusan ini malah aku cek empat kali buat mastiin kaga typo :) ini udah lanjut :D"~

~Ikalutfi97 "Haha Hu uh, aku juga pengen tapi status aku sebagai anaknya *ngarep* haha berlindung dulu sama Sarada-nee :D *sejak kapan Sarada punya adik?* ... ini sudah lanjut ditunggu RnR lagi nya :*"~

~Dewazz "Dalam rangka buat mancing bungsu Uchiha say :D dan kamu typo dikotek? What the ***? Hihihi bercanda :D aku malah jagonya typo :p"~

~Tsurugi De Lelouch "Hahaha makasih senpai padahal senpai lebih jauh dari aku tentang cara penulisannya aku saja suka sering baca fic senpai, Moorena senpai, KeyOfHeart senpai dan beberapa author lainnya :D makasih banyak pujiannya senpai aku terkejut karena review dari senpai :D untung saja sebelum aku update aku cek review :p makasih senpai... :*"~

~Viona "Wah senengnya sudah dibaca dari chap 1 makasih banyak :*"~

Dan spesial thanks to reader that fav and fol my fic :)

Thanks to how many senpai give a review in this fic :D I very surprised when I see your review senpai :)

Maybe I Can Just Write it Very Thanks to all wait this fic "*"


Wisma Ryuzaki 18-05-2015