~Belong~
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI
"Sasuke's Lament Part 2"
Page 5
.
.
.
Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^
.
.
.
Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno
Genre : Drama
Rated : Semi "M"
.
.
.
Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU
Warning! Don't Like? Don't Read!
Flame? Up to you reader-san
.
.
.
Ittadakimashu Reader-san
.
.
.
Menjadi pusat perhatian sudah menjadi ciri khas Sakura Haruno, walau dengan berbagai cara gadis ini selalu bisa merebut perhatian siapapun orang. Termasuk sekarang, ia dengan mudah membuat perhatian seisi ruangan Kepala Sekolah menjadi padanya.
Sasuke menggeram kecil ketika Sakura selesai membisikan sebuah kalimat ditelinganya, dan kalimat itu bukan merupakan kalimat biasa. Bagi Sasuke kalimat tadi merupakan kalimat mantra kutukan yang disertai ancaman yang mengerikan.
Mengerikan? Tentu saja. Bagaimana ada Kepala Sekolah yang bisa langsung ditaklukan oleh siswanya selain siswa itu adalah Sakura Haruno? Gadis pemilik perusahaan ternama yang dikenal di Konoha.
Tsunade hanya mampu menggelengkan kepalanya. "Jika siswi yang mengacau bukan Sakura, aku tidak akan tinggal diam!" gumam Tsunade yang masih bisa didengar ditelinga Sasuke dan Tayuya yang kebetulan mereka berdua masih setia berada di dalam ruangan Kepala Sekolah.
"Jadi anda akan tetap membiarkan aku sendirian yang mengurusnya?" tanya Sasuke menatap Kepala Sekolahnya tajam. Jujur saja hatinya panas karena amarah mendengar pengakuan yang keluar dari mulut Tsunade.
"Bisakah kau tidak memperpanjang masalah Uchiha? Aku tidak ingin dengar perihal tentang kelakuan Sakura jika itu masih bisa diatasi olehmu! Dan jika aku dengar lagi perihal gadis itu, bukan Sakura yang akan aku intimidasi. Tapi kau dan Naruto!" jelas Tsunade.
'Ini gila!' ujar Sasuke dalam hati. Ia sungguh habis kata untuk menafsirkan kekesalannya. "Hn," setelah bergumam Sasuke pergi meninggalkan ruangan Kepala Sekolah.
"Sa-saya permisi sensei," ujar Tayuya juga setelah melihat Sasuke keluar ia juga tidak enak terus berlama-lama didalam ruangan kepala sekolah.
.
"Sasuke-kun, maafkan aku sudah melibatkanmu. Aku tidak tau jika aku pergi keruang Kepala Sekolah akan membuatmu terpanggil juga," jelas Tayuya dengan raut dan nada suara bersalah andalannya.
Sasuke mengangguk pelan, wajahnya masih terlihat datar tidak menampilkan emosi apapun. Namun tidak begitu dalam hatinya, dalam hati Sasuke ingin berteriak melampiaskan emosinya yang masih setia bertengger diubun-ubun kepala raven nya.
"Aku tidak menyangka Sakura bisa sangat berpengaruh kepada Sekolah." Ujar Tayuya lagi. Sasuke memberhentikan langkahnya kemudian berbalik menghadap Tayuya.
"Jangan sebut nama itu lagi dihadapanku! Telingaku sedang sensiftif mendengarnya!" jelas Sasuke dengan nada tajam nya, kemudian ia berjalan kembali dengan lebih cepat dan sukses meninggalkan Tayuya yang sedang berusaha mengejarnya.
.
"Maaf sensei saya ada urusan." Jelas Sasuke kemudian menuju bangkunya di ikuti Tayuya dibelakangnya.
Sakura masih menatap Sasuke dengan tatapan polosnya, namun lain lagi ketika menatap Tayuya dengan tatapan tajam dan tersirat penuh pertanyaan dari sorot matanya.
"Sakura! Perhatikan!" tegur Asuma kepada Sakura yang sempat terus melihat punggung Tayuya yang duduk paling depan.
"Maaf sensei." Jawab Sakura singkat.
.
"Sasuke berapa pertanyaan yang diajukan Tsunade-sensei?" tanya Naruto menatap Sasuke dengan tatapan kasihannya.
"Dia tidak bertanya apapun padaku, tapi Sakura membuatku harus menanggung beban masalah." Jawab Sasuke datar membuat mata Naruto membulat mendengar jawabannya.
"Maksudmu?" tanya Naruto membuat Sasuke mendengus. Hinata ada disamping Naruto dan sedang ikut mendengar kelanjutan perkataan Sasuke.
"Jika ia melakukan hal buruk lagi, dia tidak akan dilaporkan pada pihak sekolah! Tapi aku yang harus mengurusnya!" jelas Sasuke dengan sekali helaan nafasnya.
Jus tomat yang ada dihadapannya menjadi selera buruk untuknya saat ini, entah kenapa ketika melihat jus kesukaannya itu Sasuke menjadi merasa rasa makan dan mood nya buruk dan hilang seketika.
Beralih untuk menyegarkan pikiran Sasuke mengarahkan pandangan matanya kearah kantin yang masih didesaki oleh para siswa sekolahnya.
"Aku setuju! Jadi kapan kita bertemu?" tanya Sakura yang kini sedang bersama dengan Ino, Tenten, dan Temari. Genk yang memang dikenal berpengaruh pada pihak sekolah ini sangat disegani para siswinya.
"Lebih baik jam delapan malam kita berkumpul ditaman!" jelas Ino dengan tatapan binarnya, di ikuti anggukan kepala dari Tenten, dan Temari. Sai, Neji, dan Shikamaru sendiri tampaknya asik dengan perbincangan kaum lelaki dan membiarkan kekasih mereka berbincang sesukanya.
Sungguh, Sasuke tidak tahan untuk tidak menyakan apa yang akan dilakukan Sakura dengan jam delapan.
.
.
.
"Jadi Pig dimana letak taman Konoha?" tanya Sakura yang kini sudah siap pulang karena tas nya sudah ia sampirkan dipunggungnya.
"Dekat sekolah Forehead! Datang saja kesana jam delapan dan aku benar-benar akan ada disana jika sudah menunjukan jam delapan." Jelas Ino kemudian melenggang pergi di ikuti dengan Sakura.
GREP
Ino sudah melenggang pergi karena Sai sudah menunggu dipintu kelas 11 Ipa-1, namun Sakura tidak mengikuti Ino. Ia berhenti melangkah karena ada sebuah tangan yang menggenggam tangannya.
"Apa yang- Sasuke-kun?" tanya Sakura ketika yang ia tau Sasuke lah yang memegang lengannya.
Berbalik melepaskan Sakura membalas pergelangan tangan Sasuke kemudian memegangnya balik dengan erat.
"Ada apa?" tanya Sakura dengan nada yang sengaja ia lembutkan khusus pada pemuda yang sudah menarik perhatian nya juga seisi hatinya.
"Kemana kau pergi jam delapan nanti?" tanya Sasuke langsung pada inti.
"Um? Aku akan pergi ke tempat hiburan, kenapa? Kau mau ikut? Tapi sayangnya karena kekasih sahabatku juga tidak ikut bersama kami!" jelas Sakura.
"Jawab dan jangan mengelak!" jelas Sasuke masih menatap Sakura dengan desakan.
"Baiklah, cari aku di diskotik utara Konoha. Aku akan merayakan hari jadi persahabatanku disana!" jelas Sakura kemudian mendekat kearah Sasuke dan...
CHUP
"Jangan khawatirkan aku!" ujar Sakura mencium pipi kiri Sasuke yang dengan riangnya langsung berlari kecil meninggalkan Sasuke yang masih termenung dan mencerna keadaan yang baru saja terjadi.
Untung saja kelas sepi karena seluruh siswa sudah berhamburan keluar, namun hanya ada Tayuya dalam kelasnya.
Sasuke memasang tampang datar kembali walau dalam hati detak jantungnya berdegup dengan sangat cepat. "Sialan!" rutuk Sasuke dengan nada pelan.
Memutuskan mengganti pakaian di ruang ganti, Sasuke segera menyambar tas nya dan ia sampirkan bagian dilengan kanannya kemudian berjalan kearah Tayuya yang memang masih menatapnya.
"Sasuke-kun, aku mencintaimu," gumam Tayuya tepat saat Sasuke berada di ambang pintu kelas. Sasuke jelas saja mendengar gumaman Tayuya namun entah apa yang ada dalam pikiran Sasuke sehingga pemuda itu tidak melihat kebelakang lagi dan beralih berjalan cepat meninggalkan ruangan kelas bersama dengan Tayuya dibelakangnya.
.
"Sasuke fokuslah!" teriak Kakashi sebagai coach basket Konoha.
Sasuke menganggukan kepalanya, ia sudah mencoba fokus pada permainan basket ini tapi masih tetap saja fokusnya tidak sepenuh saat ia melakukannya kemarin. Ada yang terasa hilang saat Sakura tidak ada dihalam sekolah seperti saat kemarin.
'Konyol!' decak Sasuke dalam hati, ia sudah menggelengkan kepalanya untuk kelima kalinya untuk mengenyahkan pikiran tentang Sakura.
"Kakashi-sensei aku tidak bisa melanjutkan ini aku ada urusan!" jelas Sasuke berteriak kemudian keluar lapangan setelah ia menyambar tas punggungnya.
Kakashi sendiri mengernyit dengan kelakukan Sasuke di hari ini. Kemarin pemuda itu malah tampak semangat melakukan ekskul yang digelutinya, namun sekarang ia seakan enggan dan malah terkesan tidak melakukannya sepenuh hati.
.
"Club malam Konoha Utara?" gumam Sasuke ketika ia ingat-ingat lagi dimana keberadaan Sakura.
Sasuke segera melenggang pergi bersama dengan mobil kesayangannya. Mobil yang dipakai Sasuke ini bermerk Lamborghini Aventador Ip700-4 yang masih langka didapatkan dikalangan Konoha.
Dengan memacu kecepatan tinggi dimobil tidak membuat Sasuke kehilangan fokus yang berlebihan. Sasuke masih bisa memfokuskan pikirannya kejalan raya yang sedang ia lewati sekarang.
"Aku pulang!" ujar Sasuke ketika ia sudah sampai dirumahnya.
"Selamat datang Sasuke-kun, bagaimana dengan sekolahmu?" tanya Mikoto Uchiha yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu kandung Sasuke.
Sasuke menganggukan kepalanya. "Aku baik," jawab Sasuke pelan.
Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 6 sore membuat Sasuke berpikir tergesa-gesa untuk secepatnya pergi ke diskotik Konoha Utara tempat dimana gadis yang merepotkan baginya itu akan pergi.
"Sasuke-kun kau mau kemana nak?" tanya Mikoto masih menjaga agar suaranya terdengar selembut mungkin bagi anak bungsunya.
"Aku ada keperluan Ibu, Ibu jaga diri Ibu baik-baik... aku pergi," pamit Sasuke, ia hanya sanggup mandi kemudian mengganti pakaiannya karena dipikir waktu tidak akan cukup untuk ia melakukan aktifitas biasanya.
Mikoto menganggukan kepalanya, wajah cantik dan ayunya tersenyum tipis. "Hati-hati dijalan!" teriak Mikoto dengan melambaikan tangannya keudara.
Sasuke menganggukan kepalanya, setidanya walau bersama dengan kakak dan ayahnya Sasuke tidak bisa berbicara banyak kata namun jika bersama Ibunya Sasuke selalu merasa bukan dari marga Uchiha.
.
Menggas mobilnya lebih tinggi membuat beberapa mobil didepannya tertinggal jauh, namun sekarang bukan itu yang menjadi incaran Sasuke.
Ia sebal mengakuinya tapi ini yang ia rasakan, Sasuke merasa takut jika waktu sudah terlambat dan Sakura benar-benar tidak dalam pengawasannya. Bukankah seorang Sasuke Uchiha dikenal karena ketidak pekaannya? Kenapa sekarang Sasuke perlu repot-repot mengejar dan membuntuti Sakura? Dua alasan satu, karena satu perasaan yang tak dapat didefinisikan. Kedua karena ini bagian dari tugas sekolahnya untuk menjaga kebengalan Sakura.
Dan shit! Sasuke memang terlambat karena sempat ada macet panjang yang terjadi di Konoha. Membuat Sasuke mau tidak mau harus bersabar karena macet panjang yang disebabkan karena beberapa pegawai baru ada yang kembali dari kerjaannya.
Sesaat mobilnya sampai di taman Konoha tidak ada tanda-tanda kehadiran Sakura, namun Sasuke pikir Sakura pasti sudah benar-benar pergi bersama dengan Genk nya karena jampun sudah menunjukan pukul 9 malam.
"Hn, halo Jugo kau sedang ada dimana sekarang?" tanya Sasuke menghubungi salah satu sahabatnya.
"..."
"Kebetulan sekali, Hn. Aku ingin kau mencarikan gadis bersurai Pink yang akan sampai kesana tidak lama lagi sekitar satu jam saja mereka pasti akan sampai," jelas Sasuke.
"..."
"Hn, dia hanya gadis menyebalkan. Lihat gerak-geriknya sebelum aku sampai kesana!" perintah Sasuke kemudian mengakhiri sambungan ponselnya bersama dengan Jugo, salah satu sahabat kecilnya karena bisnis.
.
"Sakura, aku merasa ada seseorang yang terus memperhatikanmu!" ujar Ino yang kini kesadarannya mulai menghilang.
Sakura mengangguk membenarkan, walau kepala Sakura kini terasa pusing tapi gadis pink ini masih sanggup mencerna perkataan Ino.
"Apa mungkin ia pria malam yang selalu mengincar gadis seperti kita?" tanya Temari pada kedua sahabatnya, karena Tenten tidak di ijinkan oleh Neji datang keacara anvy persahabatannya.
"Biarkan saja," ujar Sakura yang kini semakin banyak meminum bir yang disediakan.
Sebenarnya orang yang dimaksud Ino, Temari, dan Sakura adalah Jugo karena lelaki itu terus saja melihat dan mengawasi Sakura dari kejauhan.
"Ino ayo kita pulang!" perintah Sai dengan tegas kepada kekasihnya yang tengah setengah mabuk ini.
"Oh Sai, kemarilah sebentar. Kita harus minum bersama dulu!" ajak Ino namun Sai tetap menarik agar tubuh Ino mengikutinya
"Tapi aku masih ingin minum!" racau Ino yang jelas sama sekali tidak di hiraukan Sai. Begitu juga dengan Shikamaru yang akan menjempur Temari kekasihnya, lelaki pemalas ini bahkan berniat repot-repot mencari kekasihnya yang berdarah asli Suna.
Tinggal Sakura seorang, yang kini sedang menjadi incaran kaum pria belang yang menatapnya dengan lapar. Bahkan beberapa pria sudah ada yang berani mendekati Sakura.
"Bahaya!" desis Jugo kemudian segera mendekat dan memangku badan Sakura ala bridal style. Walau Jugo akui saat melihat Sakura membuat kepemilikannya ikut berdiri, namun demi sahabatnya Jugo akan menyelamatkan Sakura gadis yang belum ia ketahui namanya.
Para pria sontak menatap Jugo dengan tatapan marah dan sebal namun Jugo sama sekali tidak memikirkan tatapan seperti itu yang dilayangkan padanya.
.
.
.
"Terimakasih," ujar Sasuke yang kini sedang menidurkan Sakura dikursi penumpang mobil sebelahnya.
"Tentu saja, jika saja aku tidak disana mungkin kekasihmu ini akan habis menjadi santapan mereka!" jelas Jugo membuat Sasuke mendengus geli tanpa menyadari kata kekasih yang meluncur dari mulut sahabat orange nya.
"Aku pergi!" pamit Sasuke kemudian melenggang pergi bersama dengan mobilnya.
.
.
"Sialan! Dimana alamat rumah Haruno?" tanya Sasuke pada dirinya sendiri ketika saat ia sadar jika ia lupa dengan alamat rumah Sakura.
"Aku tidak mau pulang kerumah! Aku merasa kesepian!" jelas Sakura yang tiba-tiba bersuara membuat Sasuke menatapnya.
Ada apa sebenarnya? Tanya Sasuke. Namun sekedar dalam hati saja ia katakan karena Sasuke bukan sosok lelaki yang selalu menyeruakan rasa penasarannya.
.
Pusing dengan apa yang harus ia tuju, Sasuke memilih mengajak Sakura keapartemennya.
"Halo Ibu, aku tidak bisa pulang. Aku masih ada urusan bersama OSIS yang belum selesai." Dusta Sasuke dan helaan nafas lega terdengar disebrang telepon Sasuke.
"..."
"Hn." Kemudian Sasuke mengakhiri sambungannya.
Pegal rasanya karena terus mengangkat tubuh Sakura sampai didepan apartemen pribadinya yang bahkan kedua orang tuanya saja belum Sasuke kasih tau.
Menutup pintu kamar apartemen dan menyelimuti Sakura, Sasuke lakukan tanpa sadar. Ia mendecak sendiri menyadari kekonsletan otaknya kembali.
"Selamat malam."
Gumaman Sasuke yang terakhir mengakhiri malam panjang hari Sabtu yang akan berganti menjadi Minggu.
TBC
2050 word
A/N
Fanfic serius aku yang pertama ;)
Gimana? Buat reader yang mau ada romance SasuSaku nya ^^ haduhh pegel juga nih tangan ketika nambah 200 word dari chap kemarin *-*
Huhuhu tapi gapapa lah ;) balas review dulu ah biar kaga banyak bacot :*
~Dianarndraha "Haha iyaa -,- hehe ini sudah lanjut seperti biasa :)"~
~NikeLagi "Hoy mana sebutan senpai nya? U itu lebih muda dari I understand? -,- semangat buat UN nya ;)"~
~Sakura Uchiha Stivani "Haha waahh kasihan :') :D ... ini sudah lanjut :* ditunggu RnR nya ;)"~
~Namaku siapa(?) "Hahaha aku juga kaga tau kamu siapa ;D ... makasih iya aku selalu update kilat ko InsyaAllah :* haha gimana nanti aja ;p"~
~Yoktf "Iyaaa sekilo mungkin beratnya ;D ... ini sudahh ;)"~
~Caesarpuspita "Haha kaga apa-apa aku pengennya dollar senpai :v haha iyalah anak pengaruh di kotanya gitu ;D ... bantai habis yah ? :') oke siap senpai :*"~
~Hanazono Yuri "Hahaha ini sudaaah , ini ada romance nya ga?"~
~An Style "Haha gatau juga bingung nih ada yang minta bengal ada juga yang minta romance jadi, jadinya gini deh ;D oke ditunggu RnR this chap :)"~
~Mantika Mochi "Haha Hu uh senpai ;D"~
~Lady Hanabi "Haha gue juga sama kalo Kepsek nya kaya gini mah ;p bulak balik kantin terus kali ye ;D makasih RnR nya ya :*"~
~Cherry853 "Hahaha makasih sudah muji Sakura *apa hubungannya? -,-* dan makasih selalu ikuti fic ini :* ditunggu RnR this chap yah ;)"~
~Rya-chand "Haha iyaa makasih senpai ;)"~
~Ikalutfi97 "Haha Hu uh :) hihihi aku buat apa yah? *Smile devil* SUDAH ;*"~
~Luca Marvell "Gimana yah? Aku jawab lewat chap aja ;) makasih sudah RnR :*"~
~Hermanhs9d "Aku sudah lancar kaga liat lagi :D hihihi makasih sudah ikutin alur ceritanya ;)"~
Dan seperti biasa spesial thanks untuk reader yang mengikuti fic ini :)
Wisma Ryuzaki, 19-05-2015
