~Belong~
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI
"Sunday Together"
Page 6
.
.
.
Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^
.
.
.
Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno
Genre : Drama
Rated : Semi "M"
.
.
.
Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU
Warning! Don't Like? Don't Read!
Flame? Up to you reader-san
.
.
.
Ittadakimashu Reader-san
.
.
.
Pagi yang indah, mentari terbit dari sebelah Timur kota Konoha disertai dengan burung-burung berkicau dan beterbangan. Merasa lebih dimanjakan, Sakura perlahan membuka kelopak matanya, jika ini dirumahnya Sakura berjanji tidak akan keluar pagi-pagi sekali sekedar untuk menikmati indahnya alam. Namun sayangnya setelah kelopak emerald hijau sepenuhnya terbuka, yang didapati Sakura adalah kamar bernuansa warna biru gelap disetai dengan langit-langit yang berwarna putih dan satu jendela besar yang menampakan suasana diluar ruangan.
Mengernyit bingung, perlahan Sakura membangkitkan badannya untuk berposisi duduk. Dilihatnya pada jendela besar disamping ranjang yang ia tempati terdapat orang-orang yang berhiruk pikuk dengan sepeda atau bersama pasangan mereka, membuat kemacetan jalan Konoha semakin meningkat. Sakura jadi teringat setahun ia tinggal di Suna dulu, suasana hari libur tidaklah berbeda jauh dari kota padat Konoha.
'Dimana ini?' tanya Sakura dalam hati ketika ia kembali ingat jika dirinya sedang ada di Diskotik Konoha Utara. Melihat sekeliling ruangan tidak ada foto yang terpampang pemilik di dinding membuat jantung Sakura berdegup kencang karena ia takut jika sekarang ia berada disalah satu rumah pria belang yang kemarin ada di Club Malam saat ia pergi bersama dengan Ino dan Temari.
Sakura bangkit berdiri dari ranjang yang ia tiduri, pakaiannya masih lengkap dan Sakura sedikit yakin jika orang yang membawanya ketempat seperti ini adalah orang baik.
Berjalan menyusuri ruangan rumah, Sakura terus mengikuti arah dari beberapa ruangan untuk mencari sang pemilik. Sakura belum menyadari jika ia berada disebuah apartemen karena apartemen ini sangatlah besar.
"Hn! Duduklah!" ujar suara seseorang membuat kepala Sakura sontak menengok kearah suara tersebut.
"Sa-Sasuke-kun? Apa kau Sasuke-kun?" tanya Sakura pelan dan memastikan jika ia sedang tidak berhalusinasi.
"Duduklah, kau belum muntah pagi ini! Pergi cepat ke kamar mandi!" perintah Sasuke dan saat itu juga Sakura baru menyadari jika lelaki yang membawanya pergi adalah Sasuke Uchiha.
Sasuke benar Sakura kini merasa mual diperutnya. Ia segera mematuhi perintah Sasuke untuk pergi ke kamar mandi yang ada disebelah dapur tepat dimana Sasuke sedang memasakan makanan.
Sakura tertawa tipis ketika ia tahu jika Sasuke memang mencarinya ke diskotik Konoha Utara, awalnya Sakura hanya bercanda mengatakan pada Sasuke untuk menjemputnya, dan ia sama sekali tidak menyangka jika Sasuke akan benar-benar menjemputnya sampai merelakan waktu pribadi miliknya untuk membawanya ke rumah ini.
Sakura sudah selesai sampai ia membasuh wajahnya, setelah dirasa jika perutnya sudah tidak bermasalah Sakura pergi lagi kearah dapur dan duduk di kursi meja makan menunggu Sasuke selesai memasak.
"Aku benar-benar tidak menyangka kau akan perhatian sampai menjemputku kesana," ujar Sakura membuka percakapan seperti biasa.
Sasuke mendengus disela-sela acara masaknya, ia bukannya tidak bisa memutar tubuh untuk membalas perkataan Sasuke namun tiba-tiba pemuda itu merasa kikuk untuk sekedar menggerakan tangannya.
"Kau benar-benar pergi kesana?" Tanya Sakura yang kini sudah ada disamping Sasuke. Sasuke sendiri tidak merespon sama sekali pertanyaan yang dilontarkan Sakura, sudah diajari untuk tidak berbohong sejak kecil membuat Sasuke sulit untuk mengelak dan akhirnya ia hanya bisa tinggal diam.
Sasuke segera menaruh nasi goreng di dua piring untuknya dan Sakura, dengan susu murni sebagai minuman sarapan paginya Sasuke yakin ini akan mengenyangkan untuk sekali makan saja.
"Wah... aku tidak tau kau bisa memasak!" ujar Sakura kagum, ia hirup aroma nasi goreng yang di atasnya terdapat banyak sekali potongan tomat.
"Jangan samakan aku dengan lelaki lain!" decak Sasuke masih tidak menyadari jika secara tidak langsung ia mengatakan jika lelaki sepertinya adalah lelaki sitimewa yang sulit didapatkan oleh gadis manapun.
"Hahaha... Sasuke-kun aku sedang memujimu kau tau?!" tanya Sakura meralat ucapan Sasuke. Namun beralih tak peduli Sakura duduk berhadapan dengan Sasuke untuk sama-sama memakan sarapannya.
.
"Hn, kenapa harus ada latihan sepagi ini?" tanya Sasuke yang Sakura tebak jika ia tengah menghubungi seseorang.
"..."
"Hn, aku tidak bisa hadir!" ujar Sasuke lagi masih setia dengan satu buah tomat digenggamannya.
"..."
"Cih! Merepotkan, aku akan datang nanti siang!" jelas Sasuke kemudian menekan tombol merah dilayar sentuh ponselnya.
Sakura mendekat kearah Sasuke yang tampaknya tidak suka setelah menganggat sambungan ponsel entah dari siapa karena Sakura belum menanyakannya.
"Latihan... basket?" tanya Sakura pelan, dan disambut anggukan kecil dari Sasuke. Pemuda itu entah memang maniak dengan tomat ia kembali memakan tomat dalam genggamannya yang terlihat semakin menipis.
"Aku akan mengantarmu pulang, cepat!" jelas Sasuke kemudian menyambar kunci mobil sedan sport nya. Sakura sendiri sebatas menganggukan kepalanya kemudian berjalan dibelakang Sasuke.
Sakura menganggukan kepalanya bagaimanapun Sakura tidak ingin merespotkan Sasuke lebih dari ini. "Baiklah tunggu aku sebentar!" teriak Sakura yang kembali berlari kearah kamar Sasuke.
Sakura lega karena dimatanya masih menampakan Sasuke yang sedang menunggunya. Dengan lari kecil menuruni tangga Sakura langsung menggaet lengan Sasuke yang bisa ia gapai.
"Lepaskan!" desis Sasuke, jujur saja bukan karena Sasuke tidak suka dipeluk lengannya oleh Sakura tapi karena dadanya kembali berdesir hebat dan yang ditakutkan Sasuke otak dan hatinya akan kembali konslet seperti semula saat berpapasan dengan Sakura.
"Tidak! Em.. Sasuke-kun aku tidak melihat adanya keluargamu?" tanya Sakura heran dan Sasuke sungguh tidak bisa menahan agar tawanya tidak keluar.
"Ini apartemen bodoh!" decak Sasuke geli. Sakura mengerucutkan bibirnya, tidak berani membalas cemoohan Sasuke padanya Sakura lebih baik memilih memajukan bibir tipisnya.
"Lain kali ajak aku kesini lagi yah?" pinta Sakura dengan nada seksualnya dan sekali lagi ternyata efek nada suara manja Sakura tidak berlaku hanya karena Sasuke memakan obat perangsang, namun seperti keadaan normal pun Sasuke merasa terangsang.
"Dalam mimpimu!" sengit Sasuke tajam, tidak tahan berlama-lama bersama dengan Sakura Sasuke memilih berjalan lebih dulu dihadapannya.
"Sasuke-kun tunggu!" sungut Sakura berlari kecil kearah Sasuke yang berjalan dihadapannya.
.
.
.
"Setelah ini kau akan pergi kemana Sasuke-kun?" tanya Sakura ketika ia sudah diantar sampai didepan gerbang halaman rumahnya.
"Bukan urusanmu! Cepat kembali kerumahmu!" perintah Sasuke namun Sakura tetap tak bergeming ia terus saja diam menunggu jawaban Sasuke.
"Apalagi?" tanya Sasuke sebal ia sungguh ingin memajukan mobilnya sekarang dan meninggalkan gadis disampingnya yang masih menatap penuh tanya padanya.
"Jawab aku! Aku juga selalu menjawab pertanyaanmu!" desak Sakura menjiplak sikap Sasuke saat kemarin menanyakan kemana ia akan pergi.
Sasuke mendecak, "Di otakmu selalu ada balas dendam Eh?" tanya Sasuke menatap Sakura tajam.
"Jawab dan jangan mengelak!" desak Sakura untuk kedua kalinya membuat Sasuke menghela nafasnya.
"Taman Konoha, latihan pemanasan! Kau puas?" jawab Sasuke balik bertanya. Sakura terkikik geli kemudian pergi begitu saja dari hadapan Sasuke.
Melihat Sakura sudah pergi, Sasuke segera menekan pedal gas dalam mobilnya kemudian pergi dari kediaman Haruno. Sasuke benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan Sakura, baru beberapa hari saja Sakura ada didekatnya membuat otak encer Sasuke sulit dikendalikan! Apa yang membuat Sakura begitu pengaruh bagi kehidupannya? Pikir Sasuke.
.
.
"Habis dari mana saja Sakura?" tanya Mebuki menatap anak tunggalnya dengan tatapan intimidasi.
"Bukan urusan Ibu!" jawab Sakura ketus kemudian segera menuju anak tangga penghubung dengan kamar barunya. Mebuki tak habis pikir, walau ia sudah bersikap layaknya Ibu tapi tetap saja Sakura selalu tidak terlihat suka dengan semua sikapnya.
.
"Sasuke! Habis dari mana saja kau seharian ini?" tanya Itachi yang kebetulan sedang ada dirumah karena hari Minggu seluruh pekerja diliburkan termasuk para pemilik perusahaan.
Sasuke mendecak dan meninggalkan Itachi yang terkikik geli melihat sikapnya. Sasuke sungguh masih menyimpan dendam sebal perihal obat perangsang dari kakaknya itu yang sukses saja membuat Sakura dengan mudah menjahilinya.
"Hey!" panggil Itachi mengejak adiknya. Semakin dikejar Sasuke semakin berjalan lebih cepat. "Bagaimana dengan obat perangsangnya?" teriak Itachi membuat Sasuke berhenti melangkah.
"Terimakasih karena dengan obat itu sangat membantuku dalam kesialan! Dan ingatkan aku untuk membalaskan perihal itu padamu!" jelas Sasuke tajam dan mengundang tawa gelegar Itachi. Walau dikenal pendiam jika sekali jahil nya Itachi akan lebih konyol dari sahabat karib Sasuke, Naruto Uzumaki.
Sasuke segera mengeluarkan pakaian training pendek dan baju tanpa lengan ditambah dengan jaketnya.
"Ibu aku pergi!" pamit Sasuke setelah berpamitan pada Ibunya yang baru tiba diruang tengah.
"Sasuke-kun pergi kemana lagi sekarang?" tanya Mikoto setengah berteriak.
"Acara basket Ibu!" jawab Sasuke singkat dan benar-benar melenggang bersama dengan mobil kesayangannya.
"Akhir-akhir ini Sasuke sering sekali keluar rumah." jelas Mikoto pada Itachi.
Itachi mendengus geli, "Ia sedang beradaptasi Ibu!" jelas Itachi membuat Mikoto terawa geli.
.
.
.
"Oy Teme! Sebagai ketua ekskul seharusnya kau datang lebih awal dari yang lain!" jelas Naruto dan sama sekali tidak didengarkan oleh kedua telinga Sasuke yang sedang terpasang headset.
Sasuke sengaja mengenakan headset untuk menghindari ocehan sahabat kuningnya yang selalu berceramah tidak berhenti ketika Sasuke melakukan satu kesalahan.
"Cepat lari sepuluh putaran!" perintah Kakashi dan Sasuke segera mengangguk paham kemudian memulai acara lari untuk menyusul ketinggalannya.
Naruto, Kiba, Sai, Neji, dan Shikamaru sudah lebih dulu menyelesaikan lari 10 putarnya jadi mereka hanya perlu menunggu Sasuke yang selesai dengan larinya.
.
BRUK
"Ittai..." ringis seorang gadis.
Sasuke melihat kearah belakang tubuhnya dan mendapati Tayuya sedang tersungkur jatuh, Sasuke menghela nafasnya kemudan mendekat kearah teman sekelasnya itu.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Sasuke mensejajarkan tubuhnya dengan posisi Tayuya.
Tayuya masih tetap meringis kemudian menggelengkan kepalanya. "Sepertinya aku merasa kakiku terkilir." Jawab Tayuya dengan tampang ringisannya.
Sasuke merasa Iba jika ia penyabab Tayuya jatuh, walau Sasuke tau bukan ia yang bersalah tapi entah kenapa ada perasaan Iba di ulu hatinya.
"Naiklah, aku akan mengantarmu ke Rumah sakit!" jelas Sasuke kemudian Tayuya segera naik keatas punggung tegap Sasuke dan merangkulkan lengannya setelah Sasuke berdiri dengan posisi menggendongnya.
Sasuke tidak menyadari jika ada sepasang kelopak mata emerald menatapnya terluka atau lebih tepatnya kecewa.
TBC
1628 word
A/N
Hehehe jangan benci yah ;) pair nya aja SasuSaku jadi tenang saja pembaca sekalian ;* perlu ditegaskan! Saya berusia 14 tahun dan bukan 17 atau 20 puluh tahun -,- dan saya ada di ffn baru dua bulan sejak 17 Maret kemarin! Bukan dari dua tahun kemarin -,- juga saya baru mengenal ffn sejak tepat bersamaan saya membuat akun ini –,– Jika tidak percaya lihat saja profile author! Dan bukan promosi tapi lihatlah fic pertama author yang masih abal dan jelas belum terbiasa -,-!
Chap 8 depan pending dulu yah :*
Balas Review
~Yoktf "haha iyaa semangat perjuangan ;D ini sudah lanjut :v"~
~Caesarpuspita "hihihi senpai mungkin setelah aku nyelesain 8 chapter dulu baru dikasihin ke senpai yah ;D"~
~Cantik "Makasih cantik ;) ini sudah update kilat :*"~
~Dianarndraha "Hahaha iyaa ini upadte kilat juga ;D aku kan sudah katakan jika ini adalah fic serius pertamaku dan pasti artinya aku upadte setiap hari :D namun di pending dulu nanti di chap 8 :)"~
~Hanazono Yuri "Hahaha okee senpai ini sudah lanjut ;)"~
~Sasara Keiko "Huhuhu terharu, makasih banyak ;* haha soal romance mah tenang saja :D ... dan ini sudah lanjut ;) ini kan masih belum inti klimaks nya jadi ikuti alurnya saja dulu ;)"~
~Cherry853 "Maaf tidak bisa kabulkan di chap ini ;) tapi aku pasti kabulin ko buat mereka lebih dekat :*"~
~Sakura Uchiha *Stivani* ";D Hahaha ini sudaah ;) ditunggu RnR nya lagi :*"~
~Rya-chand "Oyay senpai itu kecepetan ;D"~
~Namaku Siapa(?) "Yeay! Makasih :* ... iyaa aku upadte kilat ko ;) tunggu aja tiap jam 10 malam :*"~
~Byun249 "Aku jawab tapi bukan di chap dekat ini yah ;) makasih RnR nya :)"~
~Ikalutfi97 "Haha kecemcem :3 Haha kaga bisa diliat tapi dirasain *Oyee* :D makasih RnR nya :*"~
~NikeLagi "Nah gitu dong :3 haha berapa yah? :3 kamu juga nyimpen rahasia UN susah ngga nya :3 berat? Hu uh satu kilo :D iyaa ini sudah next makasih semangatnya ;)"~
~An Style "Hahaha maaf tapi bukan di chap ini ;)"~
~Rizune Rhe "Hahaha cie balik review U :3 makasih yah ;) saranmu aku terima dengan baik senpai :D"~
~Hermanhs9d "Haha iyaa makasih :3"~
~Imahkakonei "Hahaha disini belum say ;) haha sama kaya Caesar senpai typo jadi begal *What The ...* haha kalo seandainya Sakura begal Wisma juga takut dung :D makasih RnR dan semangatnya nya :)"~
Juga spesial thanks buat reader yang hanya mengikuti alur fic ini :*
Wisma Ryuzaki , 20-05-2015
