~Belong~

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI

"Vengeance"

Page 8

.

.

.


Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^

.

.

.


Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno

Genre : Drama

Rated : Semi "M"

.

.

.


Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU

Warning! Don't Like? Don't Read!

Flame? Up to you reader-san

.

.

.


Ittadakimashu Reader-san

.

.

.


Suasana kelas 11 Ipa-1 selalu ramai dengan berbagai percakapan yang dilakukan siswanya. Namun ada juga sebagian dari mereka yang hanya membaca buku pelajaran dan sebagian dari mereka hanya memandang kearah taman sekolah.

"Sasuke! Sakura, Sakura terpeleset jatuh! Sekarang ia ada di UKS!" jelas Ino dengan nafas tersengal. Sasuke mengernyit kenapa sampai ia yang harus ditemui sahabat gadis merah muda itu?

Seisi kelas mendadak hening ketika Ino mengatakan hal demikian, seluruh siswa 11 Ipa-1 mengalihkan kepala mereka kearah Ino dan Sasuke secara bergantian. Termasuk Tayuya yang kini menunggu respon Sasuke.

"Hn, seharusnya kau katakan hal ini pada seksi kesehatan, bukan keamanan!" jelas Sasuke memandang Ino datar, ia sungguh merasa terganggu ketika ada seseorang yang mengganggu acara melihat tamannya.

Tayuya menghela nafas lega mendengar jawaban Sasuke, Ino sempat melirik kearah gadis berambut merah kontras tersebut kemudian mendecih pelan.

"Tapi Sakura perlu keamanan darimu! Dia parah!" jelas Ino dengan ekspresi meyakinkannya. Terlihat dari raut wajah Sasuke yang langsung tegang mendengar pernyataan Ino, Sasuke segera berdiri dan meninggalkan kelas 11 Ipa-1. Tak peduli guru Ibiki memasuki kelasnya.

Ino menyeringai kecil sambil berjalan menuju kursinya.

"Apa Sakura-chan benar-benar parah?" tanya Naruto pada Ino, wajar saja ketua OSIS ini perhatian. Karena sejujurnya sejak pertama melihat Sakura, Naruto sudah terpaut dan hampir memutuskan Hinata, namun ketika melihat Sakura yang selalu menempel pada Sasuke dari jauh perlahan pemuda berambut kuning ini menghilangkan perasaannya.

Siapa yang berani menantang pesona Uchiha Sasuke? Tentu saja hanya orang yang terlalu percaya diri!

Ino terkikik geli, "Dia memang terjatuh, tapi dia tidak apa-apa," ujar Ino seadanya. Seisi kelas masih ada yang setia mendengar jawaban Ino atas pertanyaan Naruto, seperti hal nya Tayuya dan beberapa gadis yang masih menyukai Sasuke Uchiha tak peduli jika pemuda itu tengah dekat dengan siapa saja.

Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya. "Julukan bengal sangat tepat baginya!" gumam Naruto, dan Hinata sendiri sebatas menatap kekasih yang ada disampingnya.

Ino mengangguk membenarkan, "Tapi sebengal apapun kelakuannya dia tetap sahabatku! Dan aku akan selalu mendukungnya!" jelas Ino memejamkan matanya, ya mereka berempat bersama dengan Temari dan Tenten sudah berjanji akan saling membantu usaha yang dilakukan salah satu sahabatnya.

.

BRAK

Sasuke sedikit membanting keras pintu UKS dan disana terlihat beberapa anggota Palang Merah Remaja yang sedang menemani Sakura yang tertidur dengan mata terpejam.

"Apa yang menjadi lukanya?" tanya Sasuke mendekat kearah Sakura yang masih tertidur dengan mata yang sengaja dipejamkan.

"Dia hanya terjatuh biasa, tapi kami disuruh menunggunya sampai Sasuke-kun datang," jawab salah satu anggota PMR dari ketiga siswi yang ada disana.

Mata Sasuke membulat, lagi-lagi otaknya tidak berjalan sesuai apa yang ia inginkan. Sudah jelas disini jika Sakura tengah berpura-pura saja.

"Kembalilah!" ujar Sasuke pada ketiga siswi yang masih menatapnya terpesona. Sungguh Sasuke tidak suka jika ditatap seperti itu secara terang-terangan. Tapi kenapa Sakura tidak seperti ketiga gadis anggota PMR tersebut yah? Pikir Sasuke kacau.

Ketiga siswi itu seakan enggan meninggalkan Sakura, mereka tetap saja diam bersama disamping Sakura yang masih memejamkan matanya.

"Kalau begitu aku yang kembali!" jelas Sasuke segera membalikan badannya.

GREP

"Kalian itu dengar atau tidak?! Kata Sasuke-kun kalian yang kembali ke kelas kalian!" bentak Sakura dengan memeluk erat lengan sebelah kanan Sasuke.

Ketiga siswi itu mendelik tidak suka kearah Sakura, namun Sakura masih mempertahankan tatapan tajam balik pada mereka. Dan akhirnya, anggota PMR lah yang menyerah dan pergi keluar ruangan UKS meninggalkan Sasuke dan Sakura berdua.

"Apa maumu?" tanya Sasuke datar berusaha melepaskan pelukan yang ada dilengan kanan oleh kedua lengan Sakura. Tapi tidak semudah itu Sakura melepaskan rangkulan lengan nya dari Sasuke.

"Setidaknya kau tanyakan hal itu sambil duduk disampingku Pangeran Hentai!" jelas Sakura membalas perkataan Sasuke tak kalah datarnya.

"Hn, handukmu ada dirumahku. Aku akan mengambilnya besok!" jelas Sasuke yang seakan ia mengalihkan pembicaraan agar ia tidak duduk disamping Sakura.

"Aku tidak peduli dengan handuku! Aku ingin kau duduk paham?" tanya Sakura sekali lagi semakin mengeratkan pelukan tangannya.

Gila, jika Sakura memeluknya se erat ini tangan kanan ini bisa-bisa mati rasa! Pikir Sasuke. Ia segera mendudukan pantatnya disamping kursi yang disediakan di UKS bersampingan dengan badan Sakura yang kini terduduk.

"Bagiamana kencanmu kemarin?" tanya Sakura menatap Sasuke dengan tatapan manisnya, walau dalam hati ia sengaja menyembunyikan rapat-rapat ekspresi ingin memakan pemuda didepannya hidup-hidup.

"Menggelikan!" desis Sasuke masih enggan menatap kepada wajah Sakura yang ada dihadapannya.

"Aku kemarin sedang lari pagi, kebetulan aku melihatmu sedang menggendong kekasihmu itu. Aku jadi merasa bersalah karena sempat tinggal diapartemenmu, sebagai sesama gadis aku juga pasti sakit hati jika melihat seseorang yang begitu penting sedang bersama dengan orang lain! Tapi tidak seharusnya ia meninggalkanmu yang sedang kelelahan sampai aku harus-"

"Dia bukan kekasihku bodoh!" sela Sasuke membuat Sakura ingin tersenyum puas mendengar pengakuan Sasuke.

"Kau mencintainya?" tanya Sakura menatap Sasuke seserius mungkin. Sasuke lantas menggelengkan kepalanya pelan. "Tapi kemarin kau menggendongnya!" jelas Sakura mengerucutkan bibirnya. "Aku tau itu bukan urusanku! Tapi aku tidak suka incaranku di rebut orang lain!" Sakura terus berbicara ketika Sasuke nampak ingin angkat suara.

"Incaran Eh? Apa maksudmu aku incaranmu?" tanya Sasuke tidak suka pemuda bungsu Uchiha ini diluar kendali sikap Uchihanya menatap Sakura tajam seakan apa yang Sakura katakan sebelumnya memang sangat menyakitkan untuk didengar telinganya.

Sakura menganggukan kepalanya. "Kau incaranku karena ... –" Sakura menghela nafasnya. "Jadi kau tidak berkencan dengan Tayuya?" tanya Sakura mengalihkan pembicaraan.

Sasuke menganggukan kepalanya. "Dia hanya jatuh! Aku harus kembali ke kelas! Jam Ibiki-sensei masih ada satu jam lagi! Jika kau merasa baik-baik saja lebih kembali kekelas!" jelas Sasuke kemudian berdiri.

"T-tunggu, aku ke kelas!" jelas Sakura segera merangkulkan lengannya pada pundak Sasuke membuat pemuda Uchiha itu mendelik tajam.

"Aku hanya berpegangan! Kau itu salah sangka terus terhadapku!" jelas Sakura kemudian berangsur turun dari ranjang pasien siswa.

Sasuke diam tidak merespon, ia pikir tidak merespon adalah cara yang tepat agar membungkam mulut Sakura.

.

"Sebentar Sasuke-kun! Kau tau walau aku terlihat sehat tapi kakiku terasa ngilu!" jelas Sakura setengah membentak pada Sasuke. Bukan sensasi, namun kaki yang membiru itu diajak berjalan cepat oleh Sasuke.

"Cih! Kelas hanya didepan mata!" jelas Sasuke sebal. Sungguh sikap Sakura seperti ini membuatnya gemas untuk semakin membuat Sakura kesakitan.

"Kau saja pada Tayuya menggendongnya!" rengek Sakura kemudian ia lepaskan rangkulan tangan dipundak Sasuke dan mencoba berjalan sebisanya.

Sasuke mendecak sebal, ia segera kembali membopong tubuh Sakura dengan sangat lembut namun dengan gerakan cepat.

"Maaf sensei kami ada urusan," jelas Sasuke dan mendapat anggukan kepala tegas dari Ibiki.

"Duduk cepat!" jelas Ibiki pada Sasuke dan pemuda bungsu Uchiha itu sebatas menganggukan kepalanya menurut, masih dengan Sakura disampingnya yang sedang ia pengang lengannya untuk membantu berjalan.

.

"Rencanamu berhasil!" desis Ino riang tepat berbisik ditelinga Sakura, Sakura sendiri memberikan tatapan tajam atas perkataan Ino.

"Sialan! Kakiku memang membiru kau tau!" decak Sakura.

.

Karena sudah dua jam berlalu, bel istirahat sudah dibunyikan. Seluruh siswa-siswi keluar ruangan untuk menuju kantin atau sekedar bersama dengan genk mereka.

"Sasuke-kun kau mau kekantin?" tanya Sakura manja, ia masih memportal jalan yang akan dilewati Sasuke.

Sasuke menatap datar Sakura kemudian ia kembali menatap taman yang ada disamping jendela kelas.

"Aku tidak akan kekantin!" jawab Sasuke singkat.

"Kalau begitu aku juga akan didalam kelas!" jawab Sakura membalas perkataan Sasuke, melihat Sakura yang masih bertahan dalam kelas membuat Tayuya menahan rasa lapar untuk ia keluar mencari makan dikantin.

Rupanya jika diteliti lagi Sasuke sedang dijaga oleh kedua gadis yang sama-sama keras kepalanya. Sakura memang dikenal selalu keras kepala, namun Tayuya gadis itu baru kali ini keras kepala sekedar untuk menjaga orang yang ia sukai.

Krriuuukk

Perut Tayuya bunyi tanpa bisa ditahan-tahan membuat Sakura mendengus geli, sungguh jika tawa ini tidak Sakura tahan mungkin gadis berambut merah muda ini akan tertawa terbahak-bahak.

"Tayuya, kenapa kau masih disini jika kau masih lapar? Kau bisa pergi kekantin bukan?" tanya Sakura bertanya sepolos mungkin, walau ia sangat tau apa alasan Tayuya untuk tidak angkat kaki dari kelasnya dan menahan rasa lapar diperutnya.

"Kenapa Sakura juga masih ada disini? Lebih baik kita sama-sama pergi kekantin!" ajak Tayuya.

Sakura mengangguk cepat membenarkan, "Ide bagus! Sasuke-kun ayolah antar aku kekantin! Aku lapar," gumam Sakura.

Otak Sasuke konslet kembali, otak dan hatinya yang bergerumut tidak bisa bekerja sama. Hingga akhirnya dengan sekali helaan nafas Sasuke berdiri dan mengulurkan lengannya pada Sakura.

"Cepat!" ujar Sasuke malas, Sakura tersenyum lebar dan segera menaruh lengannya di telapak tangan Sasuke.

"Ayo Sasuke-kun! Ayo Tayuya!" ajak Sakura dan berjalan beriringan dengan Sasuke dengan posisi Tayuya berada dibelakangnya.

Lagi-lagi Tayuya merasa dipandang sebelah mata oleh orang yang dicintainya. Rasanya ia ingin menangis melihat Sakura bisa bersama dengan Sasuke, apa jika ia terluka parah ia akan bisa seperti Sakura digandeng lengannya oleh Sasuke? Pikir Tayuya lirih.

.

"Kantin penuh sekali!" ujar Sakura sedih, wajar saja Sakura sedih karena perutnya semakin mengadakan musik keroncong besar-besaran yang bisa memalukan jika terdengar.

"Bergabung dengan Ino! Kau sahabatnya bukan?!" tanya Sasuke menatap Sakura sebal.

Sakura menggeleng. "Ino tidak mau menggandengku kembali ke kelas!" rengek Sakura menatap Sasuke dengan puppy eyes nya.

"Aku tidak suka keramaian!" jelas Sasuke melepaskan tangan Sakura. Bersamaan dilepaskan tangan Sakura, badan gadis itu terhuyung karena ada orang yang menabraknya dari depan.

"Kyyyaaa!" pekik Sakura memejamkan matanya, sungguh ia merasa malu untuk membuka matanya kembali.

Namun kenapa Sakura merasa tidak terjatuh mencium tanah? Kenapa ia seperti merasakan badannya sedang dalam pelukan? Sakura membuka matanya perlahan.

"Maafkan aku, aku sedang terburu-buru!" jelas pemuda berambut merah kontras pada Sakura yang kini sedang menatap bengong.

Sakura perlahan menganggukan kepalanya, dan pemuda itu juga segera pergi dari hadapan Sakura.

Melihat lagi kearah Sasuke, tapi pemuda itu nihil! Tidak ada ditempat semula mengantarnya. Sakura semakin mengernyit ketika tidak mendapati Tayuya dibelakangnya.

Namun dengan sekuat tenaga Sakura menahan rasa sakitnya ia berjalan menuju kearah bangku Ino yang sedang menatapnya.

"Kau tau kemana Sasuke?" tanya Sakura pada ketiga temannya, kemudian ia dudukan sejenak pantatnya bersama dengan Ino, Temari, dan Tenten.

"Dia pergi setelah melihatmu," jawab Temari seadanya.

"Bersama dengan Tayuya?" tanya Sakura lagi.

Temari hanya menganggukan kepalanya. Sialan! Sakura mengumpat dalam hati.

"Sa-Sakura kau tau siapa orang yang menabrakmu tadi?" tanya Ino menatap Sakura serius. Sakura tentu saja menggelengkan kepalanya bingung.

"Dia adik kelas kita yang sedang dibicarakan penerus pangeran sekolah Konoha Senior High School! Namanya Sasori Akasuna, pemuda yang akan mewarisi perusahaan Akasuna milik keluarganya!" jelas Ino antusias.

"Tidak apa! Aku tidak peduli dengannya! Aku tidak suka daun muda!" dengan terkikik geli. "Oh ya! Aku harus pergi melihat Sasuke-kun ya! Sampai nanti!" pamit Sakura dan berjalan dengan tergopoh-gopoh menuju kesegala penjuru sekolah mencari pangerannya.

.

Seluruh bagian sekolah tidak ada Sasuke, tinggal satu bagian, atap sekolah! Sakura belum mengecek keberadaan pemuda itu disana! Dengan inisiatif nya Sakura segera berjalan dengan memegangi tembok untuk menyangga kakinya yang sakit.

Kriet

Mata Sakura membulat seketika. Pemandangan yang paling menyakitkan selain pemandangan pertengkaran antara kedua orang tuanya! Tayuya sedang mencium Sasuke tepat dibibir pemuda itu.

BRAK

Sakura segera menutup keras pintu atap sekolah dan berjalan tertatih-tatih menuruni tangga. Pemandangan paling menyesakan dada! Pemandangan paling Sakura benci!

.

Saat pintu terbuka, sejujurnya Tayuya langsung melihat keberadaan Sakura. Dan tanpa basa basi lagi ...

Chup

Tayuya melumat bibir tipis Sasuke yang diam terpaku dengan badan menegang.

"Apa-apaan kau?!" tanya Sasuke melepaskan tubuh Tayuya yang jaraknya dekat dengan dada bidangnya.

"Maafkan aku Sasuke-kun, aku refleks." Dusta Tayuya.

Sasuke memandang tajam Tayuya. "Siapa yang membuka pintu atap?" tanya Sasuke masih dengan wajah datarnya.

"Siswa kelas sepuluh!" jawab Tayuya lagi-lagi mengelak.

Tidak percaya sepenuhnya Sasuke segera menuju pintu atap dan membuka pintu atap sekolah tersebut. Mata hitam nya menemukan siluet merah muda yang sedang memunggungi badannya, dan dengan menempel pada tembok, Sasuke bisa menebak siapa gadis itu.

"Sakura?" tanya Sasuke mendekat. Ia entah kenapa merasa sedikit bersalah pada gadis berambut bubble gum tersebut. Padahal apa yang harus dipermasalahkan? Dan lagipula Sakura baru ia temui beberapa hari kemarin.

"Eh? Sasuke-kun... maaf mengganggu acaramu." Lirih Sakura dan segera pergi meninggalkan Sasuke yang sedang menatapnya penuh pertanyaan.

"Sasuke-kun, ada Sakura yah?" tanya Tayuya mendekat kearah Sasuke.

Sasuke menghela nafasnya, "Jaga jarak denganku!" ujar Sasuke kemudian pergi dari hadapan Tayuya dengan berbagai perasaan berkecamuk.

.

"Awalnya aku hanya ingin memberikan headset, tapi kenapa berakhir seperti ini?" Gumam Tayuya.

TBC

2086 word

Update cepet soalnya lagi buat fic lanjutan akun Nike Wicaes^^


A/N

Plisss ! sabar dengan setiap konfliknya ;) sungguh aku juga tidak suka buat chap ini tapi gimana lagi ini skenarionya! Hihihi maaf ya reader-san, dan bagi lime or lemonnya pasti ada ko ;)"

Balas Review...

~Andjani "Iyaaa aduuuhh makasih pujiannya ;D okeee tapi chap-chap depan aku janji :D aaahh lupe yuuu reader ku :* hahaha makasih RnR nya dan semoga next chap nya suka ;) juga makasih banget semangatnya *muach* :D"~

~Spring Oh Shasha "Kesalahannya apa coba :3 haha aku jawab lewat chap aja oke ;) makasih banyak RnR nya, dan aku tunggu RnR this chap nya :*"~

~Ayuniejung " Aduuuhh ini sama chap satu jadi aku Bold nama nya ;D makasih sudah review dari chap 1,2 yah :* I lupe yuuu semoga this chap nya sukaaa :)"~

~NikeLagi "Iya! Iya! IYA! Wkwkwk kamu kenapa kaya yang shock? -,- oy! Nama panggilan senpai nya mana?! Kamu itu yah *jewer telinga kiri* ckckck tapi gapapa lah lagian aku masih muda dan kita Cuma beda 2 tahun :3... makasih RnR dan semangatnya ;)"~

~T3hani "Hahaha makasih,,, iya ini sudah semangat ko :D hehe salam kenal balik, semoga suka this chap soalnya fic ini lambat bingitz alurnya biar ngalir :* ditunggu RnR this chap yah ;)"~

~Imahkakoneai "Hahaha Hu uh :) di chap depan adanya, kalo disini ngga dan bahkan disini adegan SasuSakunya juga dikit ;D oh ya aku mau kasih tau,,, konfliknya nanti di chap belasan dan adegan Sasuke kebanyakan juga ada di chap belasan sama puluhan :D puluhan? Hehe rencananya sih panjangin aja sama chapter-chapternya :p soalnya word nya seuprit :) Pairingnya sama SasuSaku juga :* makasih RnR nya dan aku tunggu RnR this chap.."~

~Byun429 "Hahaha tapi kamu review di chap 6 coy :') haha aku bakalan jelasin ko tapi bukan sekarang-sekarang rasanya itu kecepetan dan nanti cepet tamat fic nya ;D"~

~Suket Alang Alang "Haha aku panggil Alang yah ;) hihihi makasih Alang :* hehehe aku tidak suka bahasa kaga baku :3 haha kan namanya juga tsundere Sasu itu ;D hihihi makasih RnRnya ini sudah lanjut :) aku tunggu RnR this chap ;)"~

~Zeedezly . clalucindtha "Aduh ini susah banget namanya :3 *bercanda-,-* wah makasih semangatnya ;) semoga suka this chap nya :*"~

~Nathalie . Ichino " kaga kebaca jadi gaje kalimat akunya ;D hahaha kalo yang ini peran Tayuyanya pengen kamu apain? :3 hahaha tapi emang Sakura terlahir karena 'sesuatu' kejadian ko ;D hahaha maaf telat satu hari :p"~

~Yoktf "Hihihi makasih :*"~

~Hanazono Yuri "Sudaaaah :)"~

~Ayuniejung "Hahaha nanti aku jelasin berurutan ;) makasih RnR nya :*"~

~Sakura Uchiha Stivani "I Like You :* *double trulala :D* yosh ini sudah lanjut ditunggu RnR this chap semoga suka :)"~

~Caesarpupita "Haha aku panggil Hana senpai aja yah.. kalo caesar inget sama goyang cesar :3 hohoho kaga ah nanti aku bayar -,- hihihi iyaaa emg Sasuke kaga gila senpai ;D"~

~Rya-chand "Hahaha ea senpai aq tmbh knflikN :D"~

~Ikalutfi97 "Hahaha tunggu aja yah kalo penasaran ;D *promosi* haha kayaknya di chap-chap yang akan datang lagi deh :) ... owww what the ****! Aku kaga fly! Karena aku bukan bird! -,- #jahat banget sih sama aku :3 *nangis sesenggukan* haha aku Cuma bercanda, ia aku sedikit wings-wings ko waktu kamu bilang unyu :3 semoga suka this chap ya ;) aku tunggu RnR lagi :*"~

~Toru Peri "Haha aku nya pegel Toru-san ;) haha kalo disini puas ngga? ;D ... Iyaaa makasih aku lanjuuut terus ko ;)"~

~Hermanhs9d "Haha ya iyalah vroh lama banget kalo sampai satu Bulan ;D hihihi itu yang bingung gitu aja, udah minum panadol? *plak* makasih semangatnya :*"~

~Telur Ayam(?) "What The? Wkwkwk namanya lucu banget :3 semoga suka this chap aku tunggu RnR nya lagi ;)"~

~Shivatand "Hahaha aku emg tau kam punya akun log-in ;D hihihi makasih sudah setia menunggu :* semoga this chapnya suka ;) ditunggu RnR this chap :*"~

Dan seperti biasa spesial thanks to reader setiaku dan maaf karena sehari long last ;)

Wisma Ryuzaki, 23-05-2015