~Belong~
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI
"Sakura's Vengeance Part 1"
Page 9
.
.
.
Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^
.
.
.
Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno
Genre : Drama
Rated : Semi "M"
.
.
.
Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU
Warning! Don't Like? Don't Read!
Flame? Up to you reader-san
.
.
.
Ittadakimashu Reader-san, Douzo nee
.
.
.
FlashBack
Sakura berjalan menaiki tangga yang akan menghubungkan dengan atap sekolah, sesekali ia melihat kearah bawah memastikan jika Sasuke ada dilantai bawah. Hingga akhirnya ia membuka pintu atap sekolah.
Sakura kaget, tentu saja. Ia segera merogoh ponselnya, walau dalam keadaan genting sekalipun otak encer nya selalu bisa bekerja dengan baik. Dan kali ini, Sakura berniat mengabadikan momen langka didepannya yang sekaligus sebagai momen menyakitka baginya.
Setelah ada tiga gambar yang ia ambil secara cepat, Sakura sengaja menutup pintu atap sekolah itu dengan sekerasnya berniat agar menyadarkan mereka berdua. Sakura sempat akan berlari, namun kakinya lagi-lagi berdenyut sakit membuat ia kembali berpegangan pada tembok.
Karena masih menahan sakit, apa salahnya jika Sakura membuka gambar yang ia ambil sebelumnya? Dengan cepat pula Sakura segera membuka gallery foto ponselnya dan melihat hasil jepretan ponsel berlogo apel itu yang cukup memuaskan.
"Sakura?" Sakura langsung menolehkan kepalanya sembari tangan kirinya memasukan ponsel kedalam saku blazernya, wajahnya masih meringis menahan sakit kakinya. Namun dengan sekuat tenaga Sakura berkata hal singkat dan berjalan dengan tertatih takut Sasuke menanyainya lebih lanjut.
Masih ingatkan dijuluki sebagai gadis apa Sakura? Bahkan ia sudah terlalu sering menangisi hidupnya jauh sebelum ia beranjak remaja! Dan itu artinya Sakura bukanlah gadis yang lemah yang bisa menangis sekedar mementingkan perasaan sakit hatinya. Ia simpan itu semua untuk satu hal, balas dendam!
End Of FlashBack
"Ino tolong aku!" teriak Sakura yang kini sedang menyeret kakinya menuju kursi dan duduk setelah sampai, Ino menaikan alisnya satu keatas. Ada apa dengan Sakura? Pikirnya heran.
"Dari mana kau? Sebentar lagi bel masuk berbunyi! Aku mencarimu kemana-mana bersama Temari dan Tenten!" jelas Ino menatap Sakura mengintimidasi. Sakura sendiri mendengus sebal mendengarnya.
"Kau tidak melihat keatap sekolah! Padahal disana aku menemukan momen berharga!" jelas Sakura menatap Ino serius.
Ino menaikan alisnya satu keatas, momen berharga? Apa yang Sakura maksud dengan momen berharga? Tanya Ino dalam hatinya.
Sakura terkikik geli, kemudian ia menyerahkan ponselnya tepat diwajah Ino berharap agar Ino dapat melihatnya dengan jelas. Setelah melihat dengan benar foto yang Sakura serahkan Ino nyaris berteriak karena kaget.
"Sekarang kau percaya padaku, jika dia memang sialan!" decak Sakura, "Sepertinya aku harus memanggil seseorang yang bisa memijat kakiku. Rasanya ngilu sekali sampai mata ini nyaris menangis," jelas Sakura mengusap-ngusap bagian betisnya.
Ino tidak peduli dengan penjelasan Sakura yang terakhir, ia masih shock ketika mendapati foto Sasuke yang sedang berciuman bersama Tayuya. "Sakura, kau terlihat baik-baik saja dengan ini," gumam Ino yang masih masuk di indera pendengaran Sakura.
Sakura menganggukan kepalanya, "Untuk apa aku menangis Ino? Memang nya Sasuke-kun siapa yang bisa membuat aku menangis? Dia hanya orang yang menjadi cinta pertamaku bukan berarti aku harus menangisi jika melihatnya berciuman! Lagi pula kau seperti baru mengenal Sakura Haruno! Aku lebih suka melihat seseorang bersedih dengan caraku sendiri! Dan jangan samakan aku dengan dirimu itu yang selalu menangisi Sai hanya karena lelaki seperti dia sedang berpegangan tangan bersama saudaranya sendiri!" sindir Sakura membuat Ino mengerucut sebal. Itu hanya masa lalu tepatnya saat emosinya labil dan hubungan Ino bersama Sai masih sangat baru, membuat Ino selalu menaruh curiga.
"Okay aku tau kau selalu bisa menaklukan seseorang dengan caramu! Tapi sekali lagi, jangan libatkan aku dalam masalahmu! Kau ingat, walau kau membantuku untuk menjadi kekasih Sai tapi kau tidak pernah kulibatkan pada masalahku bersamanya!" jelas Ino dan Sakura sebatas menganggukan kepalanya paham.
"Aku hanya akan melakukan balas dendam yang sedikit mainstream!" desis Sakura tepat ditelinga Ino membuat Ino bergidik ketika sebuah kalimat masuk ditelinga sebelah kirinya.
Melihat Sasuke yang masuk kedalam kelas disusul dengan Tayuya dibelakangnya membuat Sakura sebal dan tidak lagi menatap lelaki yang menjadi cinta pertamanya tersebut.
Tidak ada yang tau rencana Sakura saat ini, karena Sakura memendam semuanya sendirian. Dan seperti sosok Sakura lagi, seorang gadis yang suka membuat onar dengan caranya sendiri apalagi itu dalam hal membalas kelakuan seseorang.
.
Bel pulang sekolah berbunyi, dan kelas 11 Ipa-1 benar-benar tidak ada satupun guru yang memasuki ruangan. Itu sukses menguntungkan bagi sebagian siswa karena mereka terlalu pusing dalam pelajaran.
Sakura segera menyambar tas punggung nya kemudian berjalan dengan bantuan Ino di tangannya, Sakura sangat tau jika ia sedang dilihat oleh Sasuke dibelakangnya. Namun sekali lagi, Sakura tidak peduli untuk saat ini setidaknya sampai ia melakukan rencananya besok.
"Teme latihan?" tanya Naruto, Sasuke menggelengkan kepalanya. Tanpa banyak bicara Sasuke segera pergi dari kelas 11 Ipa-1 meninggalkan sejumlah tatapan yang ditujukan padanya.
Hatinya bosan otomatis otaknya juga bosan untuk melakukan hal-hal yang sering dilakukannya sebelum ini. Pikirannya pusing dan kacau, ketika tau jika ada yang menciumnya secara tiba-tiba dan ada yang menjauhinya.
Tunggu itu bagus bukan? Itu artinya Sakura tidak akan membuat ulah padanya? Menarik! Pikir Sasuke. Meskipun pikirannya itu sekedar menyangkal rasa tidak enak yang tiba-tiba hinggap namun Sasuke terus mencoba untuk tidak terobsesi dengan Haruno itu lebih dari ini.
.
.
.
Mesin printer terus bekerja membuat kedua orang tua Sakura tidak bisa tidur karenanya. Namun Sakura tampaknya cuek dan tidak memikirkan hal lain selain foto yang sedang ia print.
Foto berukuran A4 yang sengaja ia besarkan itu kini terlihat lebih jelas dan menarik dipandangan Sakura, walau sedikit hatinya terasa tercubit namun tetap saja demi membalas sekaligus mengingatkan akan perjanjian di toilet bersama Tayuya, Sakura harus lakukan ini.
Dirasa bagus dengan karyanya Sakura segera bergegas menuju kamarnya yang ada dilantai dua, bagaimanapun ia harus segera tidur akan esok hari rencananya berjalan dengan lancar.
Kakinya yang masih sedikit berdenyut tidak membuat Sakura mengurungkan kegiatan yang ada diotaknya. Tapi syukurlah karena kakinya itu masih bisa digerakan walau ada rasa ngilu sesekali.
"Jangan habiskan tintanya!" ujar Kizashi yang tiba-tiba ada diruangan kerjanya dan memergoki Sakura yang sekarang akan pergi dari ruangan Ayahnya.
Sakura mengangguk kecil dan tetap terlihat acuh untuk berjalan. Sakura berjanji jika ia sudah besar nanti ia akan hidup sendirian dan membalas seluruh kebaikan orang tuanya walau itu hanya karena mereka berdua membesarkan Sakura menjadi seorang gadis yang cantik.
Selebihnya? Sakura yang berusaha untuk dirinya sendiri, seperti bersosialisasi, makan, dan berbagai kegiatan lainnya. Karena kedua orang tuanya sebatas mengirimkan saldo uang banyak di ATM nya tanpa berpikir uang yang diberikan tersebut akan digunakan apapun oleh Sakura.
Menghela nafas kecil, Sakura mengenyahkan rasa sedih bathin yang sudah dideritanya sekian lama. Semua memang seakan tidak peduli pada dirinya, tapi Sakura yakin sebersit rasa sayang orang tuanya akan selalu mengalir walau dengan cara mereka sendiri.
.
.
.
~!~
.
.
.
Jam weaker berbunyi nyaring didekat telinganya, mendecak sebal Sasuke mematikan malas jam weaker yang ia yakini adalah Itachi penyebabnya. Walau Sasuke tau Itachi pergi, tapi kakaknya yang sangat ia segani itu begitu sering menjahilinya jauh dari waktu sebelum rencananya.
Dilihatnya jam sudah terlihat pukul 06.30 pagi, matanya sontak membulat sempurna, mungkin inilah kesiangan pertamanya. Disaat dirinya merasa banyak pikiran.
Sasuke segera bangkit dari duduk nya diranjang dan segera menuju kamar mandi untuk secepatnya pergi kesekolah.
.
"Sasuke-kun, makan paginya?" tanya Mikoto pada anak bungsunya, yang jelas Sasuke tolak secara lembut namun tegas.
"Aku sudah terlambat masuk sekolah Ibu, selamat pagi. Aku berangkat!" jawab Sasuke segera pergi setelah memakai asal sepatunya.
Mikoto hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, bukannya Mikoto kejam karena tidak membangunkan Sasuke. Tapi Ibu beranak dua itu mengurungkan niatnya ketika melihat dan mendengar kalimat nama yang diucapka Sasuke secara terus-menerus dalam mimpinya. "Sakura?" tanya Mikoto pada dirinya sendiri.
.
.
.
Tidak seperti biasanya jika Sasuke datang siswi Konoha Senior High School tidak menyambutnya, mereka bahkan berbisik ria ketika melihat Sasuke yang datang siang kesekolah.
Sasuke? Apa peduli pemuda itu? Ia hanya berjalan santai dengan tatapan dingin nan datar andalannya sampai ia melewati mading sekolah dan tepat berhenti disana ketika para gadis sekolahnya bahkan sampai kakak dan adik kelasnya berbicara dan berbisik tentang dirinya.
Penasaran Sasuke segera mendekat kearah kerumunan siswi yang berdesakan. Ada apa ini? Pikir Sasuke heran, dengan beberapa kali menyingkirkan para gadis yang masih setia menghalanginya Sasuke akhirnya bisa dengan mudah melihat Tayuya yang sedang menutupi beberapa gambar tentang 'dirinya?
Sasuke lantas langsung ikut andil dengan merobek gambar yang tertempel tersebut dan segera meremasnya kecil-kecil. Apa-apaan ini? Adegan yang paling ia suka sekarang dipertontonkan pada seluruh siswi.
Para siswi menatap Sasuke takut dan sebagian dari mereka segera undur diri dan pergi ke kelas mereka masing-masing. Dengan nafas yang masih memburu Sasuke segera menuju kelasnya.
.
"Sakura! Kau tau, Sasuke sudah melihat hasil fotomu kemarin!" jelas Ino dengan nafas tersengal-sengal. Wajar saja ia terlihat lelah karena sempat ikut berdesakan melihat hasil foto sahabatnya, ternyata inilah yang menjadi rencana Sakura. Pikir Ino, ketika Sakura menyuruhnya pergi ke mading sekolah.
Sakura mengendikan bahunya tak peduli namun ia tersenyum senang ketika mengetahui aksi balas dendamnya berjalan dengan baik. Tapi entahlah dengan sikap Sasuke nanti padanya, yang jelas Sakura sekedar ingin membuat Tayuya malu oleh sikapnya.
GREP
Tiba-tiba ada seseorang memegang tangan Sakura dan menyeret tangan itu agar ikut dengan seseorang yang menyeretnya. Sakura masih belum menyadari apa yang terjadi padanya hanya ikut saja ketika tangannya diseret secara paksa.
BRUK
"Apa yang kau lakukan? Kau mencoba membuat ulah Hn?" tanya Sasuke tepat dengan jarak yang sangat dekat dengan wajah Sakura, bahkan hidung mereka nyaris saja bersentuhan.
Bukannya menatap Sasuke takut, Sakura malah balik menatap pemuda itu menantang. "Jika 'YA' kenapa? Bukankah kau sudah biasa mengamankan sekolah? Sekarang bagian kau mengamankanku!" jelas Sakura dengan nada sinis.
Sasuke menggeram marah. "Aku tidak suka dengan cara ulahmu seperti ini! Kau tau, bahkan aku tidak mengharapkan ketika berciuman dengannya!" jelas Sasuke masih mendesis tepat didepan wajah Sakura.
Sakura mengendikan bahunya, tangan dan kakinya sudah terkunci oleh tubuh Sasuke. "Lalu kau ingin apa? Kau ingin menciumku lagi setelah kau mencium Tayuya? Jangan harap!" decak Sakura sebal.
"Aku berbicara serius Haruno! Kau adalah gadis pertama yang mengganggu hidup tenangku selama ini!" jelas Sasuke sedikit menaikan suara baritone nya yang biasanya terdengar datar dan dingin.
Sakura menatap Sasuke dengan tatapan seolah ia tidak takut apapun, "Lalu kau ingin aku seperti apa? Menyuruhku diam lagi? Menjadi gadis baik yang tidak sadar? Menurutku itu hanya anganmu saja jika kau berpikir seperti itu!" jelas Sakura kemudian sekuat tenaga mendorong tubuh Sasuke yang sedikit lengah. Walau badan Sasuke tegap dan atletis tapi jika mendapat dorongan yang ia tidak siap tentu ia akan tersungkur mundur.
Sakura berjalan cepat meninggalkan halaman belakang sekolah, biasanya halaman itu sering digunakan bagi orang-orang yang sedang berkenca, tapi sekarang Sasuke gunakan sebagai arena adu mulut dengan gadis gatal semacam Sakura. Masih tidak habis pikir, kenapa anak itu masih saja mengurusi hidupnya yang tentram dan nyaman? Dan kenapa juga otak dan hati Sasuke sering sekali konslet ketika berhadapan dengannya?! Sungguh Sasuke semakin sebal dengan hal ini!
.
BRUK
"Ittai..." ringis Sakura, ada seseorang yang kembali menabrak tubuh nya. Sakura menatap nyalang ketika seseorang itu adalah adik kelasnya yang bernama Sasori Akasuna, setidaknya Sakura tau karena Ino pernah menjelaskannya.
Sakura bangkit lantas menunjuk wajah imut Sasori tepat dihidung pemuda itu. "Kau! Kau itu senang sekali menabrak tubuhku Hm? Kau tau aku ini siapa?!" tanya Sakura marah, jelas saja ia sedang kesal dan ketika mendapat sesuatu tidak terduga seperti ini adalah jalannya untuk melampiaskan.
"Aku mencintaimu!" jawab Sasori tiba-tiba membuat Sakura membeku.
BLUSH
"Eh?" tanya Sakura tak paham, bahkan Sakura tidak menyadari jika pipinya memerah karena mendengar pernyataan dari adik kelasnya tersebut.
"Aku tidak suka mengulangnya!" decak adik kelas tersebut dan segera pergi meninggalkan Sakura yang sedang kembali terbengong dengan tatapan konyol andalannya.
"Ia gila yah?" gumam Sakura pada dirinya sendiri, bahkan saat beberapa lelaki idola menembaknya Sakura belum pernah memerah pipinya. Hanya saat melihat Sasori, Sasuke saja ia seperti ini dan tunggu! Termasuk Gaara Sabaku.
TBC
2001 word
A/N
Mainstream banget yah ;D
Oke, tadi yang numpang update bukan Widya! Tapi sepupuku-,- , katanya dia panas pas baca reviewan tidak mengenakan.. dan entah karena gen atau apa dia dengan mudahnya membuat alur cerita yang bahkan aku sendiri sedikit mengcopy dengan hasilnya tadi :p hehehe dia memang punya sifat pemarah, dan aku tidak sadar saat dia minjem laptop aku ternyata buat membuat lanjutan chap 9 :D hohoho apa-apaan dia -,- katanya aku dapat reviewan pedas, dan dia langsung aja ngebacot diupdate an haha maklum yang buat chap 8 juga sebenarnya dia karena aku lagi ngelanjutin fic yang Nike Wicaes dan aku juga hanya membuat A/N nya saja tanpa membaca isi diatasnya, tapi karena chap 2 selesai aku buka lagi akun Wisma ini, dan betapa terkejutnya walau menurut aku sendiri lebay juga tapi dia bisa dapet reviewan banyak :3 jadi sayang kalo aku hapus^^
Dan yah aku pernah berjanji untuk tidak pending lama bukan? Dengan gaya sok nya lagi dia bilang aku mau daftar dan off lama di FFN, Kuso!
Oke balas review dulu :*
~Azizaanr "Iya chap depan setelah ini :)"~
~Sakura Uchiha Stivani "Yosh sudah :D aku tunggu RnR this chap ;) semoga kamu suka :*"~
~Shivatand "Haha ya iyalah aku juga seorang reader setia :D haha ada satu rahasia dan aku jawab melalui chap ya say :D semangat banget buat lemon or lime nya :3 sukaaa yah? *plak* oke ini sudah lanjut semoga suka, aku tunggu RnRnya ;)"~
~Guest "Salam kenal untukmu juga ;D hahaha iyaa aku juga suka sama reviewer sepertimu :D lupe yuuu ful :p"~
~NikeLagi "Biasa aja gausah nyengor :') haha lah kamu gimana? Wkwkwk coba buat fic yang panjang 10+! :D .. hey u baru 11 tahun yah! Gimana kamu ini-,- aku aja 14 tahun tau yang 'gitu-gitu' :3 iyaa ini sudah dinext makasih semangatnya :* btw Caesar-senpai kenapa off akhir-akhir ini yah? :')"~
~Haruka Smile "Hai salam kenal too :D iyaaa, wahhh capek ngga habis maratonnya? :D wkwkw aku tersanjung sama review darimu ;D dan makasih sudah suke, iya aku suka update kilat ko :3 Cuma tadi sepupuku yang update gaje, jadi langsung aku delete-,-"~
~Ikalutfi97 "Apaaa? :D ckckck Hu uh-,- *plak* itu bukan aku yang buat :3 aku hanya buat A/N nya saja di chap 8 :D dan aku sudah jelaskan diatas jika aku terima flame gabakal marah dan sebagainya ;D hahaha iyaa sengaja :3 kan konflik aslinya yang aku setting itu 3 cowok yang ngerebutin Sakura :D *oke keceplosan-,-* ... Sudah, sudah, sudah *3*"~
~Dianarndraha "Haha jangan dong Sakura kan gadis kuat ;) ini sudah lanjut :*"~
~Toru Perri "Hahaha iniiiiii gimana? :3 aku sedikit curi alur buatan sepupuku ;D dan ini sudah lanjut :) aku tunggu RnR nya this chap ;)"~
~Anisasripragita41 "Sudaaaaah :D"~
~Kagome "Hahaha gomen, itu sepupu saya yang buat ;D"~
~YOktf "Haha pokoknya pas konflik sudah hampir selesai dan fic pun hampir tamat, nah baru adegan yang aku rancang akan aku keluarkan :D"~
~Cherry853 "Makasih semangatmu kau reader kesukaaannnku :D hahaha iyaa aku kabulin kemauanmu :3 , makasih sudah menunggu fic ini :*"~
~Rahillah . r5 "makasih banyak :D hahaha walau ninggalin jejak tapi sangat berarti ko :3"~
~Cherryma ":3 makasih senpai, senpai? Ketebak aku siapa? :D"~
~Adrianidinda "Ho ho ho jangan nanti gigimu sakit bergemelutuk terus :D dan ini sudah lanjut :D"~
~Nathalie . Ichino "Hahaha aku jawab aja disetiap chap dengan reviewmu :D ini sudah next asap :3 makasih RnR nya dan aku tunggu RnR this chap ;)"~
~GaemSJ "Yaelah varokah kamu kemana aja? :3 wkwkwk aku selalu ingat kata varokah darimu :D ini sudaaah lanjut ;D"~
~Rya-chand "Sudaaah senpai :*"~
~Ai "Sudah aku ikuti saranmu senpai *hormat pake tangan kiri :3* makasih RnR nya :)"~
~Nazubocchan "Wkwkw aku ingat bernard kalo hibernasi *ampun* haha Karin aku bosan kalo pake dia, begitu juga dengan Shion -,- hehehe ini sudah lanjut makasih RnR nya :*"~
~Yanmaruchan "Hahaha makasih say :D wkwkwk iyaaa nanti aku buat sesuatu deh di chap ini yang bisa buat Sasuke cemburu :D *kecup sayang balik* ;* ini sudah lanjut :)"~
~Hanazono Yuri "Sudaah nanti di chap depan senpai :*"~
~Ayuniejung "Duh chap 9 kamu sudah terlanjur review yah? :3 wkwkw but gapapalah aku kebenaran juga mau lanjut :D makasih RnR nya ;)"~
~Luca Marvell "Gomen ga kebales kemarin sama NethyTomatoCherry haha aku nya cepet-cepet sih ;D hahaha makasih ;) semoga suka this chap nya ;D"~
~Imahkakoeni "Hahaha engga orang ketiga nya someone berambut merah juga :D makasih semangatnya, aku tunggu RnR this chap :*"~
~Gapunya akun "Wkwkw kamu udah baca balasan sepupu aku? Aduh gomen dia marah-marah gajelas tadi katanya sih lagi datang bulan -,- hehehe iyaaa gapapa santai aja ini emang inspirasi dari sana ko :D *bercanda* makasih RnR nya, aku buat ga kaya sinetron disini :*"~
~Hezlin Cherry "Kyyyaaaa senpai ngasih aku review senengnya :* *bilng-bilng keudara* makasih semangatnya senpai, aku juga suka nunggu dengan fic senpai ko :D"~
~Ulandari "Aku kabulin kemauanmu dichap depan :*"~
~Byun429 "Haha kaga apa-apa deh :D haha Sakura aja kaga nangis mbo :3"~
~Hermanhs9d "Kamu cewe apa cowo? Namanya itu loh :D *kaya paman aku* *plak* *abaikan* makasih review maraton nya, eh maksudku monoton :D *sengaja-,-*"~
~Viona "Kaga apa-apa telat juga, santai aja :* makasih banyak RnR nya yah ditunggu RnR this chap :*"~
Dan spesial thanks to all reader wait this fic :* :)
Undur diri Wisma Ryuzaki, 24-Mei-2015
24 Mei tanggal favoriteku :D
