~Belong~

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI

"My Task"

Page 11

.

.

.


Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^

.

.

.


Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno

Genre : Drama

Rated : Semi "M"

.

.

.


Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU

Warning! Don't Like? Don't Read!

Flame? Up to you reader-san

.

.

.


Ittadakimashu Reader-san, Douzo ne

.

.

.


Latihan basket semakin diperketat ketika selang 3 hari lagi tampil melawan Suna. Sasuke, Naruto, Sai, Shikamaru, Kiba, dan Neji dikerahkan oleh Kakashi untuk selalu rutin latihan memanfaatkan waktu pengunduran tanding karena pihak Suna masih belum siap dengan segala persiapannya.

Itu sungguh merugikan bagi tim Konoha Senior High School, tapi tidak dengan Sasuke seorang. Sasuke sungguh harus benar-benar memanfaatkan kesempatan yang dibonuskan padanya secara tidak langsung.

.

.

.

"Senpai!" panggil Sasori ketika ia menemui Sakura yang sedang berjalan kearah gerbang sekolah. Mendengar suara Sasori sontak saja Sakura menolehkan kepalanya kebelakang.

"Hm," gumam Sakura sekedar memberikan respon. Sasori sedikit meneguk ludahnya paksa ketika melihat kancing atas Sakura yang terbuka secara jelas karena dari dekat, dan entah kenapa saat kemarin Sasori tidak melihat baju kakak kelasnya yang seperti ini atau karena ia memang belum menyadarinya.

"Senpai matamu masih membengkak! Seharusnya kau terus membasuh wajahmu agar tidak seperti ini!" nasehat Sasori. Sakura jengkel, selama ini belum pernah ada adik kelas seberani Sasori padanya. Tapi tahan, Sakura masih cukup bisa mengingat perhatian baik yang diberikan Sasori kemarin.

"Aku tidak suka membasuh wajahku terlalu sering!" jawab Sakura santai dan terkesan acuh. Sasori menghela nafasnya menyabarkan dirinya sendiri.

Sebelumnya Sasori tidak pernah berbicara sedekat dan seakrab ini bersama dengan gadis, terlebih kakak kelasnya. Tapi entah bagaimana, Sasori bisa menjadi dekat bersama Sakura sejak insiden kemarin.

"Senpai rambutmu kenapa terlihat sangat kusut?" tanya Sasori mengelus dengan berani pada rambut merah muda Sakura. Sakura sontak saja menepis telapak tangan adik kelasnya itu dari rambut kebanggaannya.

"Beraninya kau!" desis Sakura menghela nafasnya, "Ini adalah mahkotaku! Jika kau sentuh lagi secara sengaja seperti tadi, aku pastikan lenganku akan terasa berdenyut sakit!" lanjut Sakura.

"Biasa saja senpai! Tidak usah mengancamku seperti itu!" sungut Sasori dengan raut sebalnya. Namun wajahnya yang terlihat seperti bayi menambah kesan menggoda diwajah tampannya.

"Heh, kau itu senang sekali ada disampingku Hm? Kau pasti gila! Seharusnya kau sekolah di sekolah luar biasa! Karena, aku khawatir dengan otakmu yang sok kenal dan sok dekat itu pada seluruh orang secara tiba-tiba!" sindir Sakura tanpa memedulikan hati Sasori yang sedikit berdenyut.

Sasori menaikan alisnya satu, melihat Sasuke Uchiha membuat Sasori tidak minat untuk membalas sindiran Sakura yang pedas. Dengan sengaja ia melingkarkan lengannya di samping bahu Sakura kemudian menyeret tubuh kakak kelasnya itu mendekat kearahnya.

Sakura mendelik tajam dengan tindakan Sasori, "Anggap ini kasih sayangku seorang adik!" jelas Sasori menjelaskan sebelum bogeman mentah ia terima dari Sakura.

Sakura menghela nafas dan kembali berjalan beriringan tanpa berniat untuk melepaskan tangan adik kelasnya. Sungguh, walau Sasori melakukan sesuatu yang bisa membuat hati gadis bergetar karena gugup tapi tidak dengan Sakura. Memang, awalnya Sakura juga merasa dadanya berdesir, namun setelah menetapkan Sasori sebagai adik angkat disekolahnya barulah perasaan itu perlahan memudar seiring berganti dengan perasaan sayang.

.

'Sialan! Kenapa badanku jadi panas?' pikir Sasuke dalam hati, ingin sekali Sasuke cepat berjalan meninggalkan Sakura yang sedang digandeng oleh Sasori, adik kelasnya yang akan menggantikan jabatan Sasuke sebagai pangeran sekolah. Tapi jika Sasuke lakukan hal seperti itu bisa menimbulkan curiga dibenak Sakura, walau itu hanya tebakan Sasuke dalam hati.

Jujur saja Sasuke yang tadinya tidak terlalu peduli pada sosok adik kelas berambut merah tersebut tapi entah apa yang membuat Sasuke kini berbalik membencinya. Pikirannya semakin terasa konslet seiring bertambahnya hari, bahkan tadi malam Ibunya mengatakan jika Sasuke mulai sering mengigaukan nama Sakura disela-sela tidur nyenyaknya.

Tapi baiklah, ada satu yang harus menjadi pikiran utamanya sekarang. Pertandingan basket yang sebentar lagi akan diselenggarakan pihak sekolah, dan Sasuke benar-benar harus memfokuskan seluruh pikirannya pada permainan tersebut.

Permainan? Tentu saja karena bagi Sasuke basket adalah hiburan hidupnya. Bahkan dibelakang rumahnya saja Sasuke meminta pada kedua orang tuanya agar membuatkan lapang basket. Dan Sasuke sudah menganggap basket sebagai salah satu kebutuhan hidup biologisnya.

.

Sakura benar-benar berjalan dan diantar sampai didepan kelasnya oleh Sasori, adik kelasnya yang baru dikenal Sakura karena insiden tabrakan itu selalu membuat Sakura terenyuh untuk tidak memukul atau menjahilinya. Sakura memang benar-benar menganggap Sasori sebagai teman hidupnya karena berawal sejak ia sedih ditaman kemarin.

Beberapa siswi teman baru nya berteriak histeris ketika melihat siapa yang mengantar Sakura, gadis bengal namun memiliki seribu cara unik dalam otaknya. Sakura sendiri terkekeh kemudian mengacak rambut Sasori dan menyuruhnya pergi tanpa mengucapkan terimakasih atau kata-kata lainnya.

Perlahan setelah Sasori pergi, Sakura berjalan kearah sahabat cream nya yang memandang horror kearah Sakura. Tapi tampaknya Sakura sudah menduga hal ini dan terkesan cuek saja ketika ia duduk dan diberi pertanyaan seperti 'kenapa bisa Sasori mengantarmu' dari sahabatnya.

"Aku tidak tau, kami bertemu di gerbang dan dia tiba-tiba mengatakan ingin tau siapa saja teman baruku," jawab Sakura menjelaskan secara singkat.

Ino belum puas, jelas gadis tunggal Yamanaka ini masih belum puas dengan penjelasan pendek sahabat merah mudanya. Tapi jika ditanyai lebih lanjut bisa-bisa Sakura akan mengamuk dan menghadiahi sebuah jitakan keras dikepala Ino.

"Baiklah, aku menerima tawarannya karena selain ia memaksa ia juga yang menenangkan aku dari Sasuke!" jelas Sakura menatap Ino malas, tidak menyadari jika Sasuke sedang berjalan tepat disampingnya dan jelas mendengar perkataan Sakura tentang dirinya sendiri.

Ino menganggukan kepalanya mengerti, jawaban ini yang Ino tunggu kelanjutannya. Dan Sakura sepertinya benar-benar paham dengan isi pikiran Ino walau disalurkan dengan tatapan saja.

"Sakura tapi kau aneh sekali! Dimana-mana lelaki lah yang mengacak rambut gadisnya sebelum ia pergi, bukan sebaliknya!" jelas Ino mendengus geli. Sakura menatap Ino nyalang, apa-apaan dengan kata 'gadisnya' yang diucapkan Ino? Sakura sungguh tidak akan mengklaim Sasori sebagai kekasihnya dan tidak akan lebih dari adik angkatnya.

Namun Dewi Fortuna sedang berpihak pada Ino, sehingga Sakura tidak diberi kesempatan mengelak atau membalas karena bel masuk sekolah sudah dibuyikan.

.

'Dia memang benar-benar marah,' ujar Sasuke dalam hati, sakit sekali rasanya ketika seseorang yang tiba-tiba terus terpikir di hidupnya harus mengatakan jika secara tidak langsung ia membencinya.

Naruto terlihat semakin hari, semakin harmonis hubungannya bersama dengan Hinata. Dan sepertinya Sasuke harus belajar banyak dari Naruto tentang bagaimana menghadapi seorang gadis apalagi se ekstream Sakura.

Menghadapi Sakura? Memangnya apa sekarang yang ada diotak Sasuke? Menyebalkan! Pikir Sasuke merutuki dirinya sendiri. Sakura dimatanya terlihat sangat sakit hati ketika mendengar ucapannya kemarin.

Sasuke memang tau jika itu bisa menyakiti hati Sakura, tapi Sasuke tidak tau jika itu bisa sangat menyakitkan bagi Sakura. Padahal Sasuke rasa itu memang setara dengan kebengalan Sakura padanya bukan? Kenapa Sakura memang sangat terlihat benci mendengarnya? Pasti ada sesuatu yang dulu terjadi di hidup Sakura, namun baiklah Sasuke akan mencoba tidak peduli.

.

Kakashi terlambat memasuki kelas 11 Ipa-1 10 menit, membuat siswi yang tadinya beribut sekarang berhamburan menuju kekursinya masing-masing.

"Maafkan sensei, hari ini mobil sensei mogok," jelas Kakashi dengan senyumannya walau tidak terlihat karena ia selalu memakai makser menghindari alergi bibirnya.

Pelajaran berlangsung selama 2 jam, bahkan sebagian siswa ada yang menguap atau tidak memperhatikan apa yang diajarkan wali kelasnya sendiri. Tapi tampaknya Kakashi juga tidak memedulikan siswa yang tidak memerhatikannya karena ia tahu jika anak didiknya ini semuanya memang diatas rata-rata dan tidak ada yang pantas diragukan.

"Baiklah, sekarang sensei akan membagi kelompok untuk mengerjakan tugas ini. Berhubung beberapa teman kalian tidak ada yang bisa mengerjakan tugas ini karena harus menjadi perwakilan sekolah untuk lomba, jadi sensei berikan keringanan tugas akan dikumpulkan Minggu depan!" jelas Kakashi membuat seluruh siswa menghela nafas lega.

"Sensei! Bagaimana pembagian kelompoknya?" tanya Naruto mengacungkan satu lengan kanannya keudara, tampaknya pertanyaan Naruto tidak konyol untuk saat ini karena pertanyaannya itu memang mewakili pertanyaan dalam benak teman-temannya.

"Pembagian kelompok, bangku depan dengan bangku belakangnya!" jelas Kakashi membuat seluruh siswa kelas bersorak apalagi Naruto karena Hinata tepat ada didepan bangkunya.

Ino juga memekik senang karena temannya adalah Shikamaru, kekasih sahabatnya yang mempunyai IQ diatas rata-rata. Tapi terlihat tidak menyenangkan bagi Sasuke dan Sakura, lebih tepatnya Sakura karena gadis itu terus meneguk ludahnya bingung. Sasuke yang ada dibelakangnya terlihat datar-datar saja menanggapinya.

"Maaf Saku, kita tidak satu kelompok!" jelas Ino memeluk Sakura, namun kembali dihempaskan tubuh Sakura ketika Ino menyadari dengan berkelompok dengan siapa sahabatnya tersebut.

Sakura menganggukan kepalanya membenarkan, "Tidak apa, dia akan mewakili sekolah. Jadi aku bisa mengerjakan tugasnya sendiri!" jelas Sakura sekalian menenangkan dirinya sendiri. Ino menghela nafas, ia juga sama! Shikamaru akan diajak di pertandingan basket melawan Suna 3 hari lagi, dan itu artinya tidak ada kesempatan untuk mengerjakan tugas yang diberikan gurunya.

.

Kakashi keluar dari kelas, bel istirahat juga sudah berbunyi. Seluruh siswa keluar dari dalam kelas bersama dengan rekan mereka, begitu juga dengan Sakura yang keluar bersama dengan sahabat pirangnya.

Sepanjang perjalanan menuju kantin sekolah, Sakura terus menghela nafasnya. Bahkan saat beberapa siswi menatapnya sebal Sakura karena baju yang dipakai Sakura terlihat snagat mengekspos tubuhnya Sakura benar-benar tidak memperhatikannya, juga seperti tatapan Tayuya yang melayangkan benci padanya.

"Senpai!" panggil Sasori mendekat kearah bangku Sakura, ketika mereka berdua baru saja duduk dan berniat menunggu Tenten dan Temari.

"Hm?" respon Sakura, walau hatinya sedang bosan dan bingung tapi Sakura tetap mencoba membalas panggilan Sasori padanya. Bagaimanapun Sasori tidak akan ia abaikan begitu saja.

"Ada apa dengan wajahmu senpai?" tanya Sasori duduk dihadapan Sakura membuat Ino yang ada disampingnya nyaris saja membuka mulutnya lebar-lebar karena tidak percaya adik kelas yang dikenal dingin seperti Sasuke ini bisa bertanya dengan nada sehalus itu pada sahabat merah mudanya.

"Jangan mulai!" decak Sakura, namun Sasori sendiri tampaknya mendengus geli mendengar tuduhan yang dilayangkan Sakura.

"Senpai pulang sekolah nanti aku akan mengantar senpai kerumahmu yah?" tawar Sasori.

"Tidak bisa! Dia harus mengerjakan tugasnya!" tiba-tiba suara baritone, terdengar disamping Sakura. Dan orang yang menyela jawaban Sakura itu kini sedang menatap Sasori datar namun tajam dan menusuk.

"Sasuke?" gumam Sakura tak percaya dengan apa yang ada disampingnya. Pangerannya datang sendiri sekarang! Pikir Sakura senang dalam hatinya.

TBC

1695 word


A/N

Cukup! Word segitu sudah buat tangan saya pegal! Wkwkwk Mantika-senpai jika kau baca fic ini pasti dikau akan tersenyum-senyum sendiri-,- ckckc makasih idenya kebetulan aku lagi bingung buat chap 11 nya :* hahaha sekali lagi spesial thanks to you senpai :)

YO! Sekali lagi aku jelaskan jika alur ini lambat juga karena word nya seuprit-,- jadi mohon maaf jika permintaan dari reader untuk ini dan itu tidak bisa terjawab secepatnya. Bagimanapun fic harus berjalan seperti alir mengalir, dan tidak seperti lamborghini yang mengejar waktu :D

Oke balas review dulu ;*

~Ikalutfi97 "Wkwkw iya yah -,- *ckck kamu mau? Berati harus jadi anime dong? ;D* haha Sasuke yah? Kayanya :3, hihihi makasih RnR nya ini sudah lanjut :*"~

~Azizaanr "Haha kalo dichap depan nangis ga yah senpai? :3 hahaha iyaa iyaa iyaa ini sudah update senpai^^"~

~Anisasripragita41 "Hahaha jahat banget sih kamu sampe suka Sasuke yang cemburu :') *bercanda-,-* wkwkwk ini sudaah update kilat :p"~

~Cherry853 "Pegel-,- hehe makasih dikau setia menunggu fic daku :* juga makasih sudah menyemangati saya dengan RnR mu :D ini sudaaaah lanjut ;)"~

~Uchiha Ouka "Sudaaah lanjut :D ini sudah dipanjangin ko word nya :3 sesuai kemauanmuuu :)"~

~Mantka Mochi "Muaachh senpai ILY :D *I Love You* aku bener-bener harus ngucapin makasih karena idenya :D dan makasih juga sudah RnR senpai^^"~

~PinkLaLaBlue "Haha kebetulah :D hihihi makasih sudah ditunggu dan ini sudah lanjut :*"~

~Ulan Se Ashlee ":3 nggaaaaa aahhh itu my father :D *wkwkw aku typo nulis Feel kemarin* *apa hubungannya?* *abaikan-,-* hahaha cepet tamat? Wkwk iyalah aku kan nulisnya seuprit, dan kadang banyakan aku balas review dari pada word ff nya ;D hahha sesuai saranmu aku tambah 200 word :D makasih RnR nya ;*"~

~Suket Alang Alang "Kok malah gimana? :D hehehe ini sudaah lanjut ;)"~

~NikeLagi "Kamu kaya yang ga serius banget sih, beda-,- beda jauh sama kita pas pertama kenal :') akunnya aja kayanya jarang kamu cek -_- ... semoga hasil UN nya bagus, dan makasih RnR juga semangatnya :)"~

~Byun429 "Hahahaa maafkan saya *berojigi* wkwkw emangnya kamu labih suka aku telat update yah? :3 ... pertanyaanmu akan daku jawab tapi bukan dichap dekat, dan itu sepertinya sudah daku jelaskan sebelumnya :D makasih RnR nya :)"~

~Ichachan21 "Hihihi sudaaah Icha ;) wkwkw pair nya kepalang SasuSaku-,- dan itu juga adalah takdir mereka :D makasih RnR nya ;)"~

~Cherryma ":3 hahaha sudaah senpai^^ sudah dipanjangin 200 word nih :D makasih RnR nya senpai :*"~

~GaemSJ "Fue? :D Labjutkan? :3 wkwkwk typo lagi dih :p tapi makasih RnR nya, semoga varokah *eh maksudku barokah* :)"~

~Inoueyuuki89 "Hahaha kaga apa-apa :3 yang penting update kilat :D berhubung kejar waktu dan chapter nya sudah dicharter juga :D makasih RnR nya :)"~

~Sasara Keiko "Haha Hu uh :D kayanya rada-rada keliatan nih-,- *orang Sunda yah? Nanti kalau kamu bener orang Sunda chat di reviewnya pake bahasa Sunda saja :)* haha ini sudah ditambah wordnya :D makasih RnRnya :* *haturnuhun bageur :p*"~

~Imahkakoeni "Wkwkwk tapi aku tidak kenal Nagato -,- makasih semangatnya :D dan makasih sudah RnR ;)"~

~Shivatand "Haha makasih :D yang baru? Siapa yah?^^ makasih reveiwnya aku tersanjung :D aku tunggu reviewan dichap ini yah :)"~

~An Style "Iyaaa santai aja ;) Haha kayanya iya :3 *itu karena ada hubungan sama masa lalu :D* ... makasih RnR nya dan ini sudah di next ;)"~

~Rya-chand "Ckckck ini istrinya Gaara ngomel terus :D *what the ***?-,-* :D hahaha iyaa makasih RnR senpai :)"~

~Ayu-chan "Hahaaa ini sudaah makasih sudah RnR^^"~

~YOktf "Hahaha kayanya emang dua-duanga :v :3 hihihi ini sudah lanjut makasih RnR nya :*"~

~Miracahya.1 "Haha iya aku memang jagonya miss typo :D haha ada aku pikir untuk jaga-jaga buat chapter yang nanti tamat, tapi ga ada salahnya kan jika dari sekarang ditoleran dulu^^ makasih saranya, aku terima dengan senang hati seriusan :) juga makasih RnR nya :*"~

~Dianarndraha "Maaf kalo typo nulis namamuuu :D susah-,- haha ini sudah lanjut ;) makasih RnR nya aku tunggu RnR this chap :*"~

~Toru Perri "Haha iyaaa yah ;) haha iyaaa aku 14 taun :) gimana kamu emangnya lahir bulan kapan dan tahun berapa? :3 maaf dipermasalahin sekedar kenalan aja ;D makasih RnR nya :*"~

~Ayuniejung "Haha emang kayanya laki-laki itu sedikit yang suka peka :') *flashback* makasih RnR nya dan ini sudah lanjut ;)"~

~Hanazono Yuri "Sudaaah senpai^^"~

~NethyTomatoCherry "Hihihi makasihh iyaa ini demi kelancaran fic nya yah ;) hehehe ini sudaah lanjut ;) makasih RnR semangatnya :*"~

~Tafis "Yeayy iyaa ;D haha yang baru? :3 haha iyaaa :p... makasih RnR nya :*"~

~Haruka Smile "Haha aku kan faster :D maraton lagi? Wkwkwk makasih :3 makasih pujiannya Haruka-san^^ ... iyaa saya masih 14 tahun :) haha kamu panggil aku Widya atau Wisma saja :* hehe salam kenal ;) makasih RnRnya *-*"~

~Sarah "Sudaaah Sarah :)"~

~Uchiha Viona "Haha bukan yah? ;D haha nanti aku flashback in tapi bukan sekarang yah :*"~

~Caesarpuspita "Hohoho iyaa senpai nyantai aja #peyuk balik senpai ... ini sudah lanjut senpai makasih RnR yang hilangnya :') dan aku tunggu RnR this chap ^^"~

~Rury "Faster^^ :D *motto baruku* *abaikan* haha makasih niatnya aku seneng banget liatnya :* :D haha chap tamatnya mungkin paling dikit ... aku belum bisa dan berani jawab :) makasih RnR nya :*"~

Dan seperti biasa spesial thanks to all reader dan sepupuku Lisa :*

Wisma Ryuzaki (Tsukiyama) 26-Mei-2015