~Belong~

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI

"Really?"

Page 13

.

.

.


Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^

.

.

.


Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno

Genre : Drama

Rated: Semi "M"

.

.

.


Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU

Warning! Don't Like? Don't Read!

Flame? Up to you reader-san

.

.

.


Ittadakimashu Reader-san, Douzo ne

.

.

.


Pagi yang indah, tepat di hari Jum'at ketika perlombaan akan dilaksanakan pada hari Sabtu. Walau mentari belum terbit sepenuhnya namun tubuh Sakura masih merasakan kehangatan didalam pelukan Sasuke Uchiha.

Sasuke mendengus geli namun tidak sampai membuat Sakura yang sedang dalam kungkungannya terbangun. Gadis itu masih bernafas putus-putus ketika Sasuke masih melingkarkan lengannya di pinggang gadis itu.

"Sasuke bangun! Kau harus lebih cepat dari Sakura-chan!" bisik Mikoto menggoyangkan punggung Sasuke dengan sedikit keras.

Sasuke mendengus sebal, baru kali ini Ibunya membangunkan tidur dipagi harinya, jika biasanya Mikoto akan membiarkan Sasuke walau anak bungsunya itu sampai terlambat masuk jam pelajaran. Memang itu berniat untuk mendidik anaknya sehingga sering kali membuat Sasuke kapok untuk tidak meminta bantuan dibangunkan pada Ibunya. Tapi kali ini tanpa dipinta dan tanpa disuruh Mikoto membangunkan anak bungsunya seolah-olah ada yang lebih penting dari kedatangan Ayahnya ke Konoha.

Walaupun begitu Sasuke tetap memaksa matanya untuk terbuka sepenuhnya kemudian beranjak duduk diatas ranjangnya. Menatap sang Ibu yang masih menatapnya mendesak agar segera pergi kekamar mandi.

"Hn," gumam Sasuke dan saat itu juga Ibunya langsung pergi dari kamar yang ia tempati degan Sakura. Rupanya Mikoto paham dengan gumaman singkat yang disuarakan anak bungsunya.

Dilihat lagi sosok gadis disampingnya yang masih tertidur lelap. Sedangkan jam sudah menunjukan pukul 05.30 pagi. Sasuke segera beranjak masuk kedalam kamar mandinya.

.

Mengerjap beberapa kali menormalkan keadaan Sakura baru bisa tersadar sepenuhnya. Dirinya sontak bangit duduk dengan raut wajah kaget yang benar-benar tidak bisa ditutupi.

Kepala merah mudanya ia tengokan kekanan dan kekiri memastikan jika sekarang ia berada dikamar siapa. Dan ketika melihat buku tugasnya tergeletak rapi bersama dengan buku bersampul biru lainnya, Sakura baru bisa menyadari jika sekarang ia sedang berada didalam kamar Uchiha Sasuke.

BLUSH

Wajahnya ditumbuhi rona merah yang kentara jelas, pipinya terasa memanas ketika memikirkan bagaimana ia bisa tidur satu ranjang dengan teman kelasnya. Sakura merasa malu, ketika ia kembali teringat dengan masalahnya yang belum tuntas bersama dengan sosok pemuda pemilik kamar yang sedang ia tempati ini.

Dikamar mandi terdengar seseorang yang sepertinya sedang mandi membuat dada Sakura semakin berdebar.

Kriet

Pintu kamar mandi dibuka, dan disana tampak sosok Sasuke yang mengenakan setengah handuk dibadannya.

.

"Tutup matamu!" teriak Sasuke refleks, ia sejujurnya tidak menyangka jika Sakura sudah terbangun dari tidur nyenyaknya. Sontak saja Sasuke yang kaget segera mengatakan hal demikian.

Sakura yang mendapat intruksi tidak terduga secara kaget langsung menutup mata dengan telapak tangannya. Hell yeah, dulu bahkan Sakura sudah berani memeluk sosok Sasuke dua kali dari belakang tubuhnya. Tapi sekarang Sakura benar-benar tidak sanggup menatap tubuh Sasuke yang sangat atletis dan membuatnya sedikit merasa lapar.

"Kau sudah bangun," ujar Sasuke sedikit menetralisir suasana yang tampak kaku tiba-tiba. Walau nada nya masih terdengar sedikit serak ditambah dengan datar tapi tidak membuat Sakura untuk tidak menyadarinya.

"Apa aku tidur satu ranjang denganmu?" tanya Sakura menguatkan mental untuk menanyakan hal demikian. Sasuke mendengus geli, walau sekarang Sakura bertanya tanpa melihat kearahnya tapi Sasuke bisa tau jika Sakura memang sedang dilanda kegugupan.

"Hn," jawab Sasuke datar dengan gumaman singkat. Badan Sakura terlihat menegang. Tampaknya rencana Sakura untuk meninggalkan rumah Sasuke dan mengerjainya dengan menyimpan bukunya, berakhir dengan dirinya juga tersimpan dikamar Sasuke.

"Tidak apa-apa, aku sudah pernah tidur berdua denganmu!" ucap Sakura frontal. Lagi, sikap gatal nya perlahan muncul kepermukaan setelah beberapa hari ini tersimpan dilaut dalam(?).

Sasuke menghela nafasnya kemudian ia hembuskan kembali, "Segera bersiap, aku akan mengantar kerumahmu!" jelas Sasuke yang kini sedang memakai jas sekolahnya yang mahal.

Sakura menganggukan kepalanya kemudian segera bangkit membereskan cardigan nya yang sempat terbuka dan menampilkan tangtop merah mudanya.

[TOK TOK TOK]

Pintu diketuk dari luar dan Sasuke yakini dia adalah Ibunya, segera Sasuke beranjak kearah pintu kemudian membukanya.

"Ibu," gumam Sasuke singkat.

Mikoto menghalingkan tubuh Sasuke kemudian mendekat kearah Sakura yang kini sedang tersenyum canggung padanya.

"Sakura-chan, Bibi menunggumu dibawah. Kita makan pagi bersama sebelum kau pulang," ujar Mikoto menatap Sakura disertai senyuman sayangnya.

Sakura mengangguk kikuk, walau ia telah tidur dirumahnya tapi Mikoto masih tetap memperlihatkan rasa kasih sayang sebagai seorang Ibu padanya.

Sasuke tidak tahan ketika dirinya disana sebagai obat nyamuk, atau lebih baik dengan sebutan sebagai seorang kacang yang dihiraukan oleh kedua wanita yang kini tengah asik berbincang.

Dengan kesal Sasuke menyambar tas nya kemudian segera menuruni tangga membuat Mikoto menghela nafasnya bersabar.

"Bi-Bibi Um... Sasuke-kun sudah pergi kebawa, se-sepertinya aku harus cepat menyusulnya sebelum terlambat," jelas Sakura dengan nada tidak enaknya.

Mikoto tidak menjawab pernyataan Sakura namun Mikoto langsung menggaet lengan Sakura agar mengikuti langkahnya.

.

"Sasuke! Jangan kau tinggal kan Sakura-chan lagi!" jelas Mikoto menatap anak bungusunya serius. Sasuke menatap Ibunya malas, apalagi ini? Sudah cukupkah jika ia membiarkan Sakura tidur satu kamar dengannya? Pikir Sasuke sebal.

"Hn," jawab Sasuke santai ia sedang memakan sarapan paginya sekarang dengan penuh paksaan karena hatinya yang terasa dongkol.

"Sasuke-kun juga tidak pernah meninggalkanku ko Bibi," jelas Sakura mencoba membela seseorang yang kini sedang terlihat bad mood.

Sasuke diam saja ketika dibela, mungkin Sakura membelanya karena Sasuke sendirian yang mengerjakan tugas kelompok. Pikir Sasuke.

"Huh, Sakura-chan kau baik sekali. Padahal Bibi pikir Sasuke tidak mempunyai sisi baiknya pada gadis, tapi kau sangat sabar sekali." Puji Mikoto menatap Sakura yang kini sudah selesai dengan sarapan paginya.

Sakura tersenyum renyah, ia mulai mengerti kearah mana pembicaraan Ibu dari Uchiha Sasuke ini.

"Sasuke-kun, Ibu yakin hubunganmu dengan Sakura-chan baru berlangsung beberapa hari benar begitu?" tanya Mikoto menatap Sasuke yang kini sedang meminum air digelasnya.

"~UHUK~" Sasuke terbatuk dan jelas hidung nya memerah karena air tersendat ditenggorokannya. Ibunya kali ini sudah sukses menghancurkan image nya didepan Sakura. Oh tidak bahkan ingatkan ketika insiden Itachi dengan obat perangsangnya? Itu sudah sukses membuat Sasuke ingin memasuki kedalam sesuatu ditubuh Sakura, dan jelas saja menahan hal itu bukanlah hal yang mudah! Apalagi dengan bantuan Naruto yang mengantarnya ketoilet untuk menuntaskan sesuatu yang memuakan bagi seorang Sasuke Uchiha. Jadi itu artinya kedua anggota keluarganya itu memang sukses membuat dirinya dipermalukan.

"Sasuke-kun kau tak apa-apa?" tanya Sakura dengan mengelus tengkuk Sasuke lembut, Mikoto jelas saja langsung jatuh hati pada gadis tunggal bermarga Haruno ini. Dan tidak heran jika Sakura memang dibanggakan oleh kedua orang tuanya.

Sasuke menepis lengan Sakura dan menatap Sakura tajam, kenapa Sasuke lakukan hal bodoh lagi? Karena Sakura seperti ini hanya untuk tampil sandiwara didepan Ibunya saja.

"Sasuke-kun! Jangan bertindak konyol, kau ingin Sakura memutuskanmu?" tanya Mikoto menatap anak bungsunya galak. Baru kali ini emosi Mikoto labil, sebentar-sebentar baik dan sebentar-sebentar lagi sebaliknya.

Sasuke diam, bukan karena menganggap Sakura adalah kekasihnya tetapi karena kata 'memutuskan' itu, karena berarti Sakura akan kembali menjauhinya dalam jangka waktu.

"Ibu aku berangkat!" pamit Sasuke.

"Sasuke! Apa kau akan meninggalkan Sakura-chan?" tanya Mikoto menatap tajam pada Sasuke yang kini sudah siap pergi karena sepatu sudah ia kenakan.

Sasuke menghela nafas sebal, "Heh cepatlah!" decak Sasuke, arloji ditangannya sudah menunjukan pukul 06.00 pagi.

"Kalau begitu aku pulang dulu Bibi, terimakasih sudah membiarkan aku tidur disini," ucap Sakura sopan.

Mikoto jelas mengangguk senang, "Hati-hati dijalan Sakura-chan!" nasehat Mikoto nyaris menganggap Sakura lebih dari teman Sasuke, bahkan seperti pada anaknya sendiri.

Sakura menganggukan kepalanya dan segera menyusul Sasuke yang sudah lebih dulu pergi dari dalam rumahnya sendiri.

.

"Sasuke-kun!" panggil Sakura kesal, jelas saja jika Sakura kesal. Karena nyatanya Sasuke ingin melamakan waktu dan membalas dendam dengan cara disaat Sakura berjalan kearah mobilnya Sasuke majukan mobilnya beberapa meter. Begitu seterusnya hingga Sakura mengancam akan menangis.

'Ck! Kuso!' decak Sasuke dalam hati.

Dan kini Sakura dengan sukses berada disampingnya. Duduk bersebelahan dalam kursi jok empuk mobil sport Sasuke.

"Kau masih saja bodoh! Kapan aku menangis karenamu?" tanya Sakura terkekeh pelan.

Sasuke menggeram marah, "Hn disaat aku katakan kau kesialan!" jawab Sasuke tanpa pikir panjang.

Dan selanjutnya yang terjadi...

"Arrghh!" ringis Sasuke ketika Sakura tepat mencubit organ sensitifnya.

"Katakan itu lagi aku pastikan kau... akan menyesal!" jelas Sakura dengan mata mengerling senang.

Sasuke diam, yah kali ini mungkin ia kalah lagi dengan ucapan Sakura. Dan ingatkan Sasuke untuk membalas kelakuan Sakura dikemaluannya karena tidak ada waktu sampai besok untuk Sasuke membalas kelakuan bengal nya.

'Dia sudah kembali,' ujar Sasuke dalam hati.

TBC

1432 word


A/N

Gomenne, tapi sekarang author sedang sibuk-,- seriusan sekarang mau daftar dulu SMA tapi gabisa bikin off kayanya :D

Okay balas ripiu dulu :*

~Cherry853 "Wkwk Gaara yah :3 tunggu saja yah senpai :D Thanks RnR nya senpai"~

~Ichachan21 "Sudah.. sudaaah.. sudaah update kilat^^ thanks for your RnR :*"~

~Mitsuki Uchiha "Sudaaah :D"~

~Caesarpuspita "Cinta segi apa maksud senpai :3 ckck siap komandan, Sasu always"~

~Zeedezly . clalucindtha "Wkwk kayanya deh :3 *digetok* :D makasih RnR nya :*"~

~PinkLaLaBlue "Wkwk semangat 29 :D makasih RnR nya yah :* *ILY* ;D"~

~Dianarndraha "Iya, iya, iya :D *kaya upin-ipin thanks to RnR :p"~

~Uchiha Viona "Siap say :D bentar lagi, oh ya karena chap ini jadinya Cuma 21^^"~

~Sakura Uchiha Stivani "Iyaa aku tau :3 hehehe ini sudaaah lanjut :D"~

~Azizaanr "Belum terlalu cepat senpai :3 wkwk iya ih senpai omes *plak* :p"~

~Ikalutfi97 "Bhaha aku faster, mending rapihin dl br publish yg baru lagi deh"~

~Vio "Hehehe makasih review berhargamu :*"~

~Yoktf "Wkwk thanks yah, semoga kaga ada miss typo lagi :D *harapan-,-*"~

~NikeLagi "Iyaa pasti diceritain, makasih semangatnya ^^"~

~Rya-chand "Iya bener tuh senpai :D ayang aku kan Sasori :* *plak* ckck ini sudah"~

~Silent Reader xD "Ini dikurangin lagi, tapi chap besok panjang seriusan, I promise"~

~Byun429 "Ho? Upi? What the ****? Wkwk kaga mau, aku maunya Wii atau Hara :)"~

~Toru Perri "Haha emang Sasuke mabuk yah :3 kaga boleh Sasori have me! :)"~

~White's "Demi ramen ketiga mangkuk Naruto, aku balas review terpanjang padamuu :D wkwk makasih sudah sukaaa :p wkwk makanya itu aku sudah jelasin, EYD masih dalam tahap pembelajaran :) juga termasuk bahasa didalamnya :p makasih sarannya ;)"~

~GaemSJ "Thanks, yes I'm faster B) yosh sudah lanjut dan word nya aku tarik :3"~

~Luca Marvell "Wkwk sabar sedikit senpai :) *gatau harus manggil apa* :D"~

~Fujimoto Asuka "Ahhh sudaaaahhhhhhh :D"~

~Hanazono Yuri "Gatau ah aku jawab lewat chap :3 *thanks senpai*^^"~

~Tafis "Wew kenapa? :D"

~Imahkakoeni "Ngga aku nge charter aja tapi karena aku kurangin chapter nya jadi Cuma satu Minggu lebih 3 hari :D makasih semangat dan RnR nya ;)"~

~Rury "Thanks dan ini sudah lanjut, sebaiknya kaga maraton lagi :p"~

~NethyTomatoCherry "Wkwk aku kan faster :D Ish! Sasori itu sosok kesayangan aku :( , khekhe bercanda :p"~

~Haruka Smile "Hihi jangan sampai maraton lagi dong kan cape^^ thanks for RnR"~

~Shivatand "Chap depan banyak SasuSaku nya dan word nya juga kayanya panjang berhubung aku paksa :D thanks to kece nya juga aku selalu update setiap hari^^ supaya cepet tamat dan buat akun baru^^ akun pribadi :D"~

~Dea Lova S . S "Makasih say :3, oh ya usiamu berapa panggil aku senpai? :3 but thanks you wait next chap^^"~

~Arinamour036 "Sudaahhh, nih pas baca fic kamu aku ubah kelakuan Mikoto^^ semoga suka^^ :* thanks to RnR nya :p"~

Dan spesial thanks to all reader wait this fic^^

Mungkin untuk chap depan sedikit ada pending :)

WISMA RYUZAKI (TSUKIYAMA) 28-05-2015