~Belong~
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
DREAM GIRL © WISMA RYUZAKI
"Because You"
Page 15
.
.
.
Jika ada kesamaan dalam judul atau jalan ceritanya, itu hanya kebetulan! -,- dan bagi yang berniat mengikuti cerita fic ini dilarang asal menebak kelanjutannya ^-^
.
.
.
Pair : Sasuke Uchiha & Sakura Haruno
Genre : Drama
Rated : Semi "M"
.
.
.
Caution! Masih banyak typo, kalimat gaje, kata-kata kurang efisien, dan EYD dalam tahap pembelajaran. Kurang teliti mengetik dan tidak suka meralat kembali cerita yang sudah dibuat! Belajar membuat fic tidak AU
Warning! Don't Like? Don't Read!
Flame? Up to you reader-san
.
.
.
Ittadakimashu Reader-san, Douzo ne
.
.
.
Suara tepukan tangan terdengar menominasi segala suara lainnya. Bel istirahat yang berbunyi tidak membuat para siswa yang menonton pertandingan menjadi mengidahkan perhatiannya.
"Kyyyaaa Sasuke-kun memasukan lagi bolanya!" pekik seluruh siswi bahkan siswa Konoha. Para siswa-siswi dari Suna terlihat sangat sebal karena pemainnya masih jauh terkalahkan oleh Sasuke.
Dijuluki Sasuke's The King Of Basketball memang pantas disangganya. Setengah jam berlalu saja point yang Sasuke cetak nyaris sampai angka yang ditentukan.
"Senpai, ini cemilannya!" ujar Sasori namun tampaknya Sakura yang masih duduk di podium lapangan tidak teralihkan perhatiannya.
Sasori berdeham singkat membuat Sakura akhirnya menolehkan iris virdiannya menatap adik kelas disampingnya. Dengan pandangan bertanya sungguh membuat Sasori kembali menghela nafasnya.
"Ini makanlah dulu! Sejak tadi kau terus menatap pertandingan!" jelas Sasori sebal. Dengan cengiran khasnya Sakura mengambil beberapa buah popcorn yang dibawa adik kelasnya dan berterimakasih setelahnya.
"Kyyyaaa Sasuke-kun!" pekik siswi yang berteriak tiba-tiba membuat perhatian Sakura teralihkan kembali kearah pemain basket, tepat kearah pandangan Sasuke yang sedang terkapar memegangi pergelangan kakinya.
Terlihat dari keadaan kakinya yang terkilir membuat pertandingan dihentikan sejenak. Sungguh ini saat-saat menegangkan ketika Sasuke dipaksa pundut dari pertandingan untuk menjalani perawatan sebelum kakinya itu terluka lebih parah.
"Sasuke-kun," gumam Sakura, dadanya bergumuruh. Bukan karena kasihan melihat Sasuke yang terluka tetapi karena Sakura takut sekolah barunya ini akan kalah melawan sekolah lamanya.
.
.
.
Pertandingan tinggal bersisa waktu 20 menit lagi, dan tim Konoha dengan pengganti Shino. Sudah tertinggal 9 skor lagi karena Gaara seakan diberi kesempatan memasukan beberapa kali drible bola dengan sangat mudahnya. Naruto kehabisan tenaga, ketua OSIS itu juga sama lelahnya karena harus berjuang susah payah dengan Sai, Neji, dan Shikamaru. Kiba dan Shino bahkan terlalu shock dari awal ketika mengetahui Sasuke cedera.
Waktu tinggal 7 menit lagi, sangat sengit dan sangat susah untuk mengejar skor yang tertinggal. Sakura menghela nafasnya beberapa kali, ini memang akan menjadi akhirnya. Pikir dalam hati.
6 menit 30 detik, Sakura sudah benar-benar pasrah melihat pertandingan yang diperkirakan pihak sekolah Konoha lah yang kalah untuk kali ini.
Dalam pikiran Sakura, setelah pertandingan ini selesai dia akan langsung ditembak Gaara dan wajib mengatakan jawaban 'Ya' sebagai hasil tantangannya. 'Mau bagaimana lagi jika ini yang sudah terjadi,' ujar Sakura dalam hati.
Sejak 30 menit yang lalu waktu tersisa masih ada harapan agar kelima tim tetap sekolah Konoha masih bisa mempertahankan atau menambah skor memasukan bola, tapi ia salah. Karena sang pawang bola basket itu sedang cedera membuat beberapa tim Konoha kewalahan.
"Sakura-senpai, sepertinya kau tidak menikmati permainan ini?" tanya Sasori masih asik dengan popcorn yang memasuki mulutnya.
'Sialan! Aku memang tidak menikmati permainan ini sekarang!' decak Sakura dalam hati, enggan menjawab dengan ucapan Sakura sebatas menganggukan kepalanya membenarkan.
"Padahal aku yakin jika Sasuke-senpai ada kita akan tetap menang!" jelas Sasori. Sakura menghela nafasnya, ia hanya bisa merutuk dengan ucapan Sasori sekarang, karena bagaimanapun walau ia uring-uringan tidak akan membuat keadaan menjadi berbeda.
"Sasori kenapa kau tidak gantikan saja Sasuke-kun?" tanya Sakura menatap adik kelasnya dengan penuh harap, walau tatapannya datar dan terkesan nada konyol tapi Sasori cukup tau dan cukup paham jika sebenarnya kaka kelas yang ada disampingnya ini memang mengharapkan
"Apa? Gantikan Sasuke-senpai? Apa senpai gila? Aku tidak menggeluti ekskul basket! Bagaimana bisa aku menggantikan Sasuke-senpai?" tanya Sasori menatap Sakura kegat.
5 menit pas, Sakura mendekatkan badannya kearah Sasori. Menatapnya dalam, dan sepersekian detik kemudian...
CUP
"Senpai mohon padamu, masuklah! Senpai akan berdo'a dari sini! Percayalah kau bisa membuat tim kita menang! Kau adiku bukan?" lirih Sakura menatap Sasori sedalam yang ia bisa berharap jika itu bisa sampai meluluhkan hati Sasori.
Rupanya mendapat ciuman dari kakak kelasnya yang satu ini sangat berarti pagi bathin Sasori, ayolah walau hanya dipipi tapi ciuman yang baru terjadi itu bisa menjadikan sejarah tersendiri dihidup Sasori.
Menghela nafas mengumpulkan keyakinan demi sang pujaan hati sekaligus kakak kelasnya, Sasori bangkit dari arena podium kemudian segera beranjak menuju ruang ganti tempat dimana para pemain biasa memakai baju basket mereka.
Sakura tersenyum tipis, caranya berhasil. Apapun yang ia harapkan para lelaki seolah-olah selalu enggan untuk menolaknya.
.
"Kakashi-sensei!" mendengar namanya dipanggil Kakashi segera menolehkan kepalanya kearah suara yang menjadi sumbernya. Ternyata suara itu berasal dari samping kirinya, Sasori tepat berada disamping kirinya.
"Ada apa Sasori?" tanya Kakashi, wajar saja guru-guru tau nama Sasori karena selain ia dikenal diseluruh penjuru sekolah sebagai seorang anak pewaris tahta perusahaan Akasuna, Sasori juga dikenal pintar di kalangan murid sepantarannya.
"Ijinkan aku bergabung dalam tim mu sensei, ayolah sebelum semuanya terlambat!" desak Sasori. Melihat stopwatch yang melingkar di leher Kakashi sekitar 4 menit lagi.
Ayolah, 4 menit bisa apa? Tapi tidak ada salahnya mencoba bukan? Pikir Kakashi, hingga akhirnya setelah diberi ijin untuk menggantikan Naruto Sasori segera masuk kedalam arena lapangan tanding membuat beberapa suara bersorak karenanya. Tapi toh jika sorakan itu untuk menyemangati nya kenapa tidak? Pikir Sasori.
Waktu bonus diberikan 3 menit saja, sebagai pemberian karena pergantian pemain. Pihak Suna juga tidak terlalu keberatan karena yang masuk bukanlah seseorang seperti Sasuke Uchiha.
Pertandingan kembali berlangsung, memfokuskan seluruh pikiran dalam pertandingan tidak membuat Sasori takut karena ia tidak mengikuti ekskul basket sebelumnya. Karena walau ia tidak ikut di SMA Konoha ini, setidaknya Sasori selalu mewakili Oto Junior High School dalam basketball dan selalu menjuru pada kemenangan.
Juga setidaknya perlu ditekankan, Sasori masih mengingat masa dimana ia pernah menggantikan seorang kakak kelasnya yang selalu tetap menjadi idola.
"SASORI BERJUANGLAH DEMI KONOHA!"
"Kyyyyaaa Sasori-kun! Kau bisa!"
"SASORI JANGAN KECEWAKAN SENPAI!"
Sunyi, seolah perhatian seluruh murid yang menyaksikan terfokus pada satu orang. Sakura Haruno, gadis itu berteriak dengan sangat kencang sampai terdengar jelas ketelinga para pemain basket termasuk Sabaku no Gaara.
Sasori mengacungkan jari jempolnya keudara dengan anggukan siap, ketika pertandingan kembali berlangsung disertai pekikan yang kembali terdengar dari para murid siswi Konoha.
'Ini adalah saatnya!' gumam Sasori dalam hati.
.
.
.
"Kyyyaaa bolanya masuk! Semangat Sasori! Kau bisa menggantikan Sasuke-kun!" pekik beberapa kakak kelas maupun siswi sepantaran Sakura juga sepantaran Sasori sendiri.
Tinggal 3 skor bola tersisa untuk kemenangan tim Konoha, dan Sasori setidaknya bisa menarget jika ia harus bisa menambah 3 skor menjadi 6 skor untuk kemenangan telak dari Konoha.
Waktu tinggal tersisa 2 menit dan itu adalah dimana saat-saat ketegangan terjadi, ketiga pemain Suna dipundut karena terlalu lelah dan diganti oleh pemain baru. Namun walau tim Konoha hanya diganti dua pemain saja tidak membuat para tim sekolah itu menciut, hanya satu lagipula perbandingan yang dilakukan. Pikir ke enam tim Konoha.
Sasori sendirian yang kini berjuang dkarenakan, Neji, Shikamaru, Sai, dan Kiba yang nyaris kehabisa tenaga. Begitu juga dengan Shino, ayolah walau ke lima pemain sebelum Sasori masuk itu sudah mencetak angka namun tetap saja Suna masih ada diatas mereka.
.
.
.
[PRITTT]
Hasil yang mendebarkan ketika bola yang di dribble Sasori sudah lebih dulu naik keatas udara dan mengarah pada net.
"Kyyyaaaa KITA MENANG!" pekik seluruh siswi Konoha. Yah! Sasori memang berhasil mencetak angka diakhir waktu habis, ia mencetak tepat sesuai apa yang ia perkirakan, Gaara hanya bisa memandang kekalahan skor mereka dengan nafas tersengal-sengal.
Sasori sendiri mengusap keringat yang bercucuran dari pelipisnya, karena setidaknya ia sudah tidak mengasah kemampuan dalam hal basket ini selama 2 tahun yang lalu lamanya. Tepat dimana saat dirinya di nyatakan terkena penyakit paru-paru basah.
Tapi toh, sekarang adalah yang pertama dan yang terakhir bagi Sasori. Sekedar membahagiakan kakak kelasnya, dan ia berjanji tidak akan mengikuti ekskul berat seperti basket yang baru saja ia ikuti ini.
BRUK
"SASORI-kun!" pekik beberapa siswi.
Sasori tergeletak lemas di samping lapangan tepat disaat dirinya meminum air mineral yang diberikan Kakashi dan mengusap pelipisnya dengan handuk.
Tim Palang Merah Remaja segera diturunkan untuk membawa tubuh Sasori ke ruangan UKS. Sakura yang melihat adik angkatnya tergeletak lemas, segera mengikuti kearah mana tubuh Sasori dibawa.
Badan Sakura bergetar hebat, ia sangat takut jika ini adalah kesalahannya karena memaksa. Tapi dengan Ino yang ikut panik sekaligus berusaha menenangkannya jika Sasori tetap baik-baik saja membuat dirinya sedikit terobati.
.
.
.
"Maafkan aku Nee-san, aku tidak bisa menang," jelas Gaara menatap Temari dengan tatapan bersalah.
"Ayolah, kemenangan kau sangat berarti bagiku dan kemenangan Konoha juga sama artinya bagiku. Jadi kau tidak usah khawatir akan kekalahanmu. Lagi pula aku masih senang karena kau yang memasukan bola disaat akhir-akhir sebelum Sasori menggantikan Naruto. Jangan salahkan dirimu Gaara, aku tidak merasa terlalu kecewa karena kemenangan berada dipihak kekasihku," jelas Temari dengan mengusap pundak Gaara.
"Aku tau tim Suna sendiri akan segera kalah, karena anak itu jika aku tidak salah dapat informasi adalah, siswa pengganti Sasuke disaat Sekolah Menengah Atasnya dulu di Oto," jelas Gaara santai.
"Be –benarkah?" tanya Temari terbelalak, iris virdiannya menatap sang adik tak percaya. Namun sekali lagi Gaara menganggukan kepalanya meyakinkan.
"Dan ia segera diberhentikan dari ekskul basket karena penyakit yang dideritanya." Lanjut Gaara.
"Pantas saja ia bisa memenangi perlombaan dalam waktu sempit!" decak Temari.
"Dan akan aku pastikan kemenangan tahun depan ada padaku!" gumam Gaara.
Temari menganggukan kepalanya, percakapan antar adik kakak itu tidak didengar dan tidak terlalu dipedulikan oleh para siswa-siswi Konoha dan Suna sendiri.
.
.
.
"Bagaimana kekalahan kita?" tanya Sasuke tanpa berbasa-basi saat Naruto menghampirinya keruang UKS.
"Dimana Sasori?" tanya Naruto mengalihkan pembicaraan.
"Apa kita kalah?" tanya Sasuke sekali lagi.
"Tidak! Kita menang berkat, seseorang yang terbaring dikasur sebelahmu!" jelas Naruto.
Dan saat dibuka gorden yang membatas antar kasur pasien siswa betapa terkejutnya Sasuke walau tidak tampak di iris onyx nya karena menemukan siluet merah sedang terkapar dengan tabung oksigen yang membantunya bernafas, juga siluet merah muda yang tengah menangis membelakanginya.
SRET
Gorden segera diseret untuk kembali ditutup Sasuke, kakinya yang masih dililit perban tidak membuatnya kesulitan untuk bergerak.
'Dia terlalu membahayakan dirinya sendiri!' gumam Sasuke dalam hatinya.
TBC
1690 word
A/N
"JANGAN ADA YANG TANYA, KO JADI GINI SIH?" -_-
Ya Tuhan apa-apaan fic ini?-,- gomen jika gaje yah :D ah terserahlah mau review isi kritikus atau flame sekalipun karena isi chap ini yang aku sendiri bingung nentuinnya.
Dan Yah aku buat kelanjutan seperti ini karena chap yang di charter nya tinggal 5 lagi :') jadi apa boleh buat aku harus buat ini^^ maaf kan aku yah sekali lagi :)
Aku buat akun baru namanya Akiyama Hara, setelah fic ini selesai sampai FIN aku akan segere memposting beberapa fic disana *rencananya* dan ini akun kedua setelah itu^^ kemudian dilanjut dengan akun ketiga di Nike Wicaes. Haha dua akun colab #project# dan satu akun asli aku sendiri yang buatnya, dan bahkan sepupukupun tidak daku kasih tau apa pass nya :p
Dan bagi yang suka main hayday aku buat grup sendiri dan meninggalkan grup lamaku yang sudah 27 orang didalam nya :3 karena demi *ini nih* :D aku buat dengan nama Fanfiction Members Farm's^^ nah bagi yang sudah dilevel 30 an bisa langsung gabung dan aku pastikan akan langsung aku konfirmasi^^ level aku sendiri baru 45 tapi yasudahlah, karena aku yakin banyak pemain fiksi yang suka mainin hayday sampai level tinggi. Gabung dong di grup yang baru tadi aku buat^^ malahan aku rela tinggalkan grup lamaku *curhat* tapi seriusan ikutan yah^^
Okay, terlalu banyak cuap-cuapnya aku pengen langsung di inti... balas Review :D
~Uchiha Viona "Hehe aku sudah kasih review di setiap chap fic yang dikau buat^^ ... haha dikau kelas 3 SMP? Wkwk iyaa kita sama :* Haha Sasuke yah? Emang :3 wkwk tapi 5 chap depan mereka kayanya sudah mulai kelas 3^^ makanya aku cepatin alurnya yang harusnya masih lama :p makasih RnR nya yah^^"~
~Ichachan21 "Haha Tayuya bukan pasangan Sasuke :3 Sasuke itu sama Sakura, jadi tenang saja^^ makasih review nya yah :*"~
~Alfi . claim "Wkwk ciee yang kasih review kalo gitu :3 makasih banyak reviewnya :) kamu suka main hayday? Wahh kebetulan, gabung grup aku yu :D namanya fanfiction members farm's ^^ don't forget yah, aku juga sudah tinggalin grup lamaku :3"~
~Dinda Adriani srg. DAS "Oh God, Thanks! :D haha iyaaa ini sudah sekilat hujan (?) :D yang penting kaga long time aja yah :* makasih RnR nya ;)"~
~Ai "Gomen, aku tidak bisa turuti walau aku niatnya juga tadinya kesana. Tapi setelah dipikir ini lebih baik^^ karena chap yang aku charter :) makasih RnR nya yah... jangan kecewa :')"~
~YOktf "Wkwk Sakura mah memang banyak yang suka :3 haha ini sudah lanjut makasih RnR nya vroh :*"~
~Rya-chand "Haha yah walau nanti juga Gaara akan jadi sering nongol :3 wkwk iyaaa senpai ini sudah di next^^"~
~GaemSJ "Haha maaf ini mungkin ngga barokah :3 karena wordnya ditarik lagi dan updatenya pending sehari :p tapi makasih RnR nya yah ;)"~
~Caesarpuspita "Haha iyaaa okay senpai aku kaga bakal Sakura jatuh ketangan selain Sasuke^^ wkwk lama tamatnya, dan ini Cuma 21 chapter senpai oh my god! -,- senpai itu kelebihan 4 juga sangat berarti bagi daku :D makasih RnR nya senpai^^ seneng deh kalau senpai selalu kasih review :D"
~Sakura Uchiha Stivani "Wkwk Cieee yang log-in, euke seneng banget cyinnn :D hehe ini sudah lanjut, makasih RnR nya^^"~
~Kuhaku "Rame banget pokonya :D kamu pasti suka *yakin amat* pokonya coba aja dulu, kalo memang ngga suka ya aku juga tidak memaksa :) tapi coba aja dulu ... wheehh? What the ****? Wkwk aku juga masih minta sama ma to the ma :D wkwk, soal adegan SasuSaku mungkin dichap depan yang akan panjang juga^^ makasih RnR nya :*"~
~Namikaze Hinata "Level berapa? Gabung di grup yang sudah dicantumin diatas yah^^ ... wkwk makasih review dan sudah ngasih tau :') aku tunggu kamu bergabung dan makasih RnR nya sekali lagi :p"~
~Arinamour036 "Haha mau dibuatin? *daku serius nih* wkwk kasih tau lewat review aja yah :D haha Sasuke cemburunya kaga terlalu amat nih disini mah :p makasih sudah RnR :D"~
~Shivatand "Ya Tuhan aku seneng banget :') kamu juga more for me^^ aku bener-bener tersanjung dengan review mu dari pertama baca :D makasih yah :* ... haha karena reviewmu ini aku ingin segera mengikrarkan hubungan Sasu sama Saku^^ hehe *Maafkan aku MK sensei* :p makasih RnR nya :D aku tunggu RnR nya lagi^^"~
~Rury "Sasuke cedera maafkan aku jika dikau kecewa, tapi aku tetap berterimakasih dan menunggu review mu ko :')"~
~Hanazono Yuri "Haha kan belum ini masih sedikit belum diperjelas senpai, aku buat alur ngalir^^"~
~Mantika Mochi "Hihi makasih senpai^^ aku seneng dibilang gitu :D dan soal miss typo, sekali lagi aku itu juru nya :p makasih sudah dikoreksi senpai^^ dan makasih buat RnR nya, aku tunggu RnR this chap :)"~
~Dianarndraha "Makasih haha... ini sudah lanjut^^ semoga suka :')"~
~CherryAsta "Sudaaah lanjut^^ makasih RnR nya :)"~
~Mitsuki Uchiha "Makasih RnR nya^^ ini sudah lanjut :) daku tunggu RnR this chap :p"~
~Cherryma "Haha gomen telat senpai, aku matangin dulu sebelum aku update :3 haha dan maaf juga wordnya ngga panjang :) ... wkwk soal log-in kalo senpai I don't care ;) toh kita suka PM-an kan ^-^"~
~Dea Lova S.S "Haha ini sudaaah :D makasih RnR nya ;)"~
~Ayuniejung "Hihi namanya itu tsundere wkwk walau gitu juga itu papaku :D *ngarep*"~
~Imahkakoeni "Haha karena aku pikir chap ininya akan pendek :3 maaf chap ini pendek Imah-chan^^ tapi chap depannya lagi panjang :D makasih RnR nya :*"~
~PinkLaLaBlue "Haha bentar lagi say, mohon sabar :D eh btw aku suka fic mu^^ makasih sudah RnR nya yah :)"~
~Silent Reader "Yuhu sudaaah dong B) I'm faster wkwk :D ngga ah masih ada Sasori soalnya :p hehe maaf kalo kecewa tapi beneran ini chap maksa banget kan? Kerasa bukan? Hehe karena chap depan aku panjangin word nya^^"~
~Luca Marvell "Haha tapi maaf kalo ga jadi serunya, aku juga kaga mau bikin Sasuke banyak omong jadi mendingan aku pilih jalan ini saja^^ berhubung disetiap chap aku kaga kasih Wrn : OOC, juga :D makasih RnR nya^^"~
~Violeta "Haha maafkan aku telat lagi, tapi besok ngga jika aku ga ada halangan ^^ yah padahal menurut aku itu seru banget loh :') tapi toh kita berbeda kesukaan ya kan? :) makasih RnR dukungannya yah :*"~
~White's "Haha iyaa beberapa Minggu yang lalu sih *plak* Ada 4 tapi ketiga lagi dimakan sama Ayahnya, sialan :D saat itu daku sedang pergi ke Bandung :p ... haha makasih banyak, demi Lagu Chandelier yang lagi aku dengar dan Listen by Beyonce aku sangat senang lagi saat baca reviewmu :D makasih RnR nya yah :*"~
~Gita559 "Oke hihi makasih sudah menunggu^^ dan makasih juga RnR serta semangatnya :D"~
~Cherry853 "Wew :3 makasih RnR nya senpai dan ini sudah lanjuttt :D"~
~Guest "Haha ngga ahh chapternya harus tambah lagi :) makasih RnR nya semoga ngga kecewa dan jika berkenan aku tunggu RnR this chap ;)"~
~Ikalutfi97 "Haha mereka berdua vs nya dikit, gomen yah :') makasih RnR nya :*"~
~Toru Perri "Haha iyaaah yah :D ... aku juga sedikit gimana buat karakter Sasuke kaya gini *plak* :3 makasih RnR nya yah :) ini aku sudah lanjut ko ;)"~
~NikeLagi "Haha untung saja masih ada kuota an :p iyaa kapanpun kamu bisa saja Imouto :D *adik angkat* :D persi Sakura dan Sasori di fic ini :p ... makasih semangatnya yah, senpai tunggu RnR nya^^"~
~NethyTomatoCherry "Nah aku seneng karena ada yang mendukungku dengan cara pihak Konoha yang menang^^ makasih yah... kita satu jalan pikiran :D aku tunggu RnR this chap for you dan yeah makasih RnR before chap^^"~
~Ongkitang "Hohoho makasih sudah senang :3 *ILY* :D maaf aku telat satu hari dan ini sudah lanjut :D"~
Juga seperti biasa, spesial thanks to all reader wait this fic :D *lambai tangan takut telat lagi*
WISMA RYUZAKI (TSUKIYAMA)
01-06-2015 *bulan baru*
