Delia Angela and Rini Taviana Present For You…

The Fanfiction about Fairy Girls with their love…

.

.

.

Fairy Tale Love

Disclaimer: BoBoiBoy © Animonsta Studio & Fairy Tale Love © Delia Angela

Rating: T

Genre: Fantasy & Romance

Summary: Hidup itu dongeng. Dan dongeng itu hidup. Kenyataan bahwa selarasnya seorang peri juga bisa jatuh cinta kepada Manusia biasa. Namun itu bukanlah cinta yang seharusnya. Itu adalah Cinta yang terlarang.

Warning! OOC! Typo(s)! Fantasy Love! Fem!Taufan! Fem!Air! Fast Alur! GaJe! dll.

Catatan: Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Adanya kesamaan nama, lokasi, alur cerita dan tempat merupakan ketidaksengajaan. Tidak bermaksud untuk menyinggung pihak lainnya.

"Bagaimana kalau kita pergi ke dunia manusia saja?" Usulnya.

Semuanya kaget mendengar usul gila Ying.

"DUNIA MANUSIA?!"

Chapter 2: Go or Not?

"Dunia Manusia?!"

Ying hanya bisa diam ketika Sahabat-Sahabatnya dan Ochobot menatapnya dengan tatapan terkejut dan horror.

Yaya memutar kedua bola matanya, "Kau gila, ya? Mana mungkin kita ke dunia manusia? Itu'kan melanggar hukum Fairy Tale-"

"Barang siapa peri yang mencoba untuk pergi ke Dunia Manusia akan dikenakan sanksi yang berat, yaitu hukuman mati. Tertanda, Ratu Shiva," Ujar Ochobot memotong perkataan Yaya, membaca buku peraturan Fairy Tale.

Yang lainnya hanya bisa menatap malas Fairy Doll itu. Ochobot memberikan wajah innoncentnya, "What?"

Ying mendecak kesal.

"Oh Come On! Itu'kan hanya peraturan! Lagipula, 'kan ada Taufan! Dia'kan anaknya Ratu Shiva!" Elak Ying.

"Tapi Ying, kita semua'kan tahu. Dunia Manusia itu berbeda dengan Fairy Tale!" Seru Air membantah Ying.

Ying menatapnya tajam, "Hello? Emangnya kau yakin 100%? Emangnya kau pernah melihatnya?" Desak Ying.

Air terdiam, Ying sudah memojokkannya.

"Jawab aku, Air! Tidak'kan!"

Air menatap kesal terhadap Ying, "Argh! Iya! Memang tidak! Tapi'kan Profesor Jung Eunji (2) sudah bilang kepada kita, kalau Dunia Manusia dengan Fairy Tale World berbeda!" Seru Air tidak mau kalah.

"Sudahlah kalian berdua! Tidak perlu bertengkar!"

Taufan pun memisahkan mereka berdua agar tidak bertengkar lagi.

Keduanya saling membuang muka mereka, tak mau saling bertatapan satu sama lain.

"Jadi kalian mau pergi ke Dunia Manusia? Apa kalian tidak takut akan Ratu Shiva?" Tanya Ochobot khawatir.

Taufan berpikir sesaat, "Emm… Kami-"

"Ya! Kami memang mau pergi!" Potong Ying (lagi) antusias.

Semuanya langsung menatap Ying tajam.

"Ying! Terlalu berbahaya!" Tegur Yaya.

Ying tersentak lalu menatap mereka kecewa, namun seketika pandangan itu berubah tajam.

"Oh, ya sudah. Kalau kalian masih mau diperintah oleh Ratu Shiva, terserah. Jadilah apa yang kalian mau! Aku lebih baik pergi ke Dunia Manusia! Terserah kalian mau ikut atau tidak!"

Taufan, Yaya, dan Air hanya bisa diam menatap kepergian Ying. Mereka bertiga sama-sama kaget melihat kemarahan Ying.

"Dia itu kenapa sih? Selalu ingin menang sendiri!" Gumam Air kesal. Yaya mendesis, menyuruhnya diam.

Taufan merenung. Perkataan Ying barusan benar-benar sampai dihatinya.

"Kurasa… Ying kecewa dengan kita."

Ujaran Taufan menarik perhatian mereka bertiga.

"Kecewa? Maksudnya?" Bingung Yaya.

Taufan menarik nafas sedalam-dalamnya, "Ying ingin melihat kita bebas. Ying ingin melihat kita bahagia. Bahagia tanpa peraturan dari Ratu Shiva. Itu sebabnya ia menyuruh kita untuk pergi ke Dunia Manusia."

"Tapi kita tidak tahu bagaimana bahayanya Dunia Manusia! Kalau terjadi apa-apa? Gimana?" Bantah Air.

"Tapi… kasihan Ying," Timpal Yaya.

Air menghela nafasnya pasrah.

"A-Aku tidak bermaksud membuatnya sedih, aku hanya khawatir. Ini semua demi keselamatan kita juga!"

Mata Air mulai berkaca-kaca. Dirinya yang perlahan tegar kini mulai rapuh.

Taufan menepuk bahu Air, "Kami tahu perasaanmu."

Ochobot menatap sedih mereka. Rasa Iba dihati Ochobot kian merajarela.

"Mungkin sebaiknya kalian bertanya kepada Profesor Jung Eunji. Mungkin dia bisa memberitahu kalian bagaimana Dunia Manusia yang sebenarnya," Usul Ochobot.

Senyuman menghiasi wajah Taufan.

"Kau jenius, Ochobot! Ayo kita temui Profesor Jung Eunji!"

Air dan Yaya mengangguk setuju.

Mereka bertiga pun mengepakkan sayap di punggung mereka, terbang menuju rumah Profesor Jung Eunji.

Ochobot tersenyum kecil sambil memandang kepergian mereka.

Tok… Tok… Tok…

Eunji tersentak ketika mendengar Pintu rumahnya diketuk oleh seseorang.

"Nugu(3)?"

Taufan, Yaya, dan Air mengnyerit heran mendengar respon dari Prof. Jung Eunji.

"Nu-Nugu? Apa itu Nugu?" Bingung Taufan. Yaya mengangkat bahunya tak tahu.

Eunji yang menyadari adanya senyap suara pun akhirnya membuka pintu rumahnya. Ia sedikit kaget melihat kehadiran Taufan.

"Ah! Annyeonghasimnika(4), Puteri Taufan!" Seru Eunji sambil membungkukkan tubuhnya, member hormat kepada Taufan.

Taufan, Yaya, dan Air semakin tidak mengerti dengan jalan bicara Profesor Eunji.

Eunji pun akhirnya menyadari kesalahan bicaranya.

"Ah! Maksudku, Selamat Siang Puteri Taufan! Maaf atas kesalahanku, aku sudah terbiasa berloga bahasa korea," Ujar Eunji malu.

Taufan tersenyum kecil lalu mengangguk mengerti, "Tidak apa-apa, Profesor Jung Eunji. Tapi, Panggil saja aku Taufan ya! Tak perlu memanggilku dengan sebutan Puteri!"

Eunji mengnyerit, "Loh? Kenapa? Puteri'kan menerus Kerajaan Fairy Tale ini."

Hati Taufan menciut sedih. Senyuman dibibirnya sedikit menghilang. Air dan Yaya menatapnya khawatir.

Eunji gugup ketika melihat Taufan sedih karenanya.

"Em… Si-Silakan masuk! Ayo jangan malu-malu!" Seru Eunji mengalihkan topik. Mereka pun masuk ke Rumah Eunji.

"Woww…"

Ketiganya menatap kagum Rumah Eunji yang isinya peralatan laboratium dan juga buku-buku tebal yang berderet diatas rak.

"Wow… Rumah Profesor Jung Eun-"

"Eitss… Panggil saja Eunji. Tak perlu lengkap. Jika aku harus menganggap kalian orang biasa, maka kalian pun harus menganggap aku orang biasa juga. Arasseo(5)?"

Mereka tertawa bersama.

"Rumahmu benar-benar keren," Puji Yaya. Eunji tersipu malu.

"Ah, maaf sedikit berantakan. Aku tak sempat membereskannya, jadi ya…"

Air menggelengkan kepalanya, menyadari sifat asli Eunji dibalik profesinya sebagai seorang Profesor.

"Oh ya! Jadi, ada perlu apa kalian kesini?" Tanya Eunji.

Mereka bertiga saling pandang sesaat, lalu mengangguk setuju.

"Em… Begini, Kau pernah ke Dunia manusia bukan?"

Eunji mengangguk.

"Apakah berbahaya?" Tanya Yaya.

"Sebenarnya tidak, karena Manusia itu sama seperti kita, hanya mereka tidak punya sayap dan kekuatan seperti kita," Jelas Eunji.

Air mendesah lega.

"Lalu, kenapa kau bilang kalau Dunia Manusia berbeda dengan Fairy Tale World?" Bingung Taufan.

Eunji tersenyum simpul, "Karena mereka memang berbeda. Kebiasaan, Sifat, dan Bentuk Dunia mereka berbeda."

"Tapi, kenapa kalian menanyakan hal itu?"

"Karena, kami ingin pergi ke Dunia manusia."

Mata Eunji terbelalak kaget. Ia menatap horror mereka bertiga.

"A-Apa? Kalian ingin pergi ke Dunia Manusia?" Kaget Eunji.

Air mengangguk, "Iya, kami ingin sementara menjauh dari kehidupan Peri. Terlalu mengatur."

"Iya, kau bisa'kan membantu kami?" Tanya Yaya memohon.

Eunji terlihat sedang berpikir. Kelihatannya ia sedikit ragu untuk membantu mereka.

"Bu-Bukannya aku tidak ingin membantu, tetapi apa kalian yakin ingin pergi kesana?"

Dahi Taufan berkerut bingung, "Loh? Katanya tidak berbahaya."

"Memang tidak, tetapi kalian hanya bisa kembali jika kalian sudah menemukan jati diri kalian," Ujar Eunji.

Ketiganya terdiam sesaat. Resiko untuk pergi ke Dunia Manusia sangat besar, tetapi jika Mereka bertahan, itu hanya akan membuat mereka sengsara.

Taufan tersenyum yakin.

"Kami Yakin. Jika kami pergi ke Dunia Manusia, pasti kami akan kembali."

Yaya mengangguk setuju, "Benar! Kami pasti akan kembali!"

Air pun ikut tersenyum setuju.

Eunji tak bisa menahan senyuman di bibirnya. Tekad dan keyakinan mereka begitu tinggi, membuat Eunji terharu.

"Baiklah. Aku akan membantu kalian, tetapi pastikan kalian menyembunyikan sayap dan juga kekuatan kalian. Rahasia Peri harus tetap terjaga," Pesan Eunji.

"Aku sudah menghubungi Ying, jadi besok kita tinggal pergi saja. Kau sudah bersiap?"

Taufan mengangguk.

"Ya, aku sedang mempersiapkan apa yang perlu ku bawa. Sampai ketemu besok."

"Baiklah, sampai ketemu besok."

Taufan mematikan Fairy Phone(6) miliknya.

"Emmm… Taufan, kau yakin ingin pergi?" Tanya Ochobot memastikan.

"Pergi kemana?"

Suara yang tak asing bagi Taufan membuat tubuh Taufan merinding.

Gopal menatapnya dengan penuh menyelidik.

"Emm… Tidak pergi kemana-mana kok!" Seru Taufan gugup.

Gopal menatapnya malas, "Jangan bohong. Mau kau apakan semua barang-barang ini?"

Taufan meringis. Ia sudah tak bisa mengelak jika sudah berhadapan dengan Kakaknya.

"Aku… ingin pergi ke Dunia Manusia," Ujar Taufan Pelan.

Gopal terkejut.

"Apa?! Maksudmu?!"

"Te-Tenang dulu! Aku hanya…"

"Apa?! Kau kesal dengan kami?! Kau kesal?! Baik kami minta maaf, tapi kenapa kau mau pergi ke sana?!" Bentak Gopal shok.

"KARENA AKU SUDAH GA SANGGUP!" Seru Taufan. Air mata mengalir deras dari kelopak matanya.

"Aku lelah dimarahi! Aku lelah diperintah! Aku lelah diatur-atur! Aku ingin menemukan siapa aku sebenarnya, dengan menyendiri di Dunia Manusia!"

Emosi Taufan meluap menjadi satu. Gopal menatap kasihan terhadap adiknya.

Ochobot hanya bisa berdiam diri, ia tak mampu berbicara apa-apa.

"Kakak mengerti. Kamu boleh pergi."

Taufan mendongak kaget, "Se-Serius?"

Gopal tersenyum lembut lalu mengangguk. Ia mencengkram bahu Taufan sambil menatapnya dalam.

"Tapi jaga diri kamu baik-baik. Karena kalau sampai terjadi apa-apa sama kamu, aku gak akan bisa memaafkan diri aku sendiri."

Taufan mengangguk mengerti, "Aku janji."

To Be Continue…

Maaf, aku terpaksa memisahkan Chapter 2 menjadi 2 chapter, karena aku gak yakin kalau Chapter 2 sepanjang itu, apa kalian akan bosan atau tidak.

(2) Jung Eunji: Artist korea personil dari A Pink. Karena dia idolaku jadi aku masukin saja. Lumayan lah, iseng-iseng.

(3) Nugu: Bahasa korea dari Siapa.

(4) Annyeonghasimnika: Sapaan Formal dalam bahasa Korea

(5) Arasseo: Bahasa Korea dari Mengerti?

(6) Fairy Phone: Ponsel untuk para peri.

Balasan Review:

Rampaging Snow:

Mereka besar, seukuran dengan manusia. Thanks For Review.

Mei-chan 11:

Aku pernahnya nonton "Fairy Tail" bukan "Fairy Tale". Wkwkwk… Thanks For Review…

Blackcorrals:

Iya, Plus GemYa dan FangYing

Oke, Thanks bagi yang udah review, Favs, and Follow ya! I Love You!

Ada yang mau ngusul buat adegan di cerita ini? Boleh… Silahkan tulis di review…

Para Manusia? Ditunggu sahaja di Chapter yang akan mendatang…

Salam,
Delia Angela