"KARENA AKU SUDAH GA SANGGUP!" Seru Taufan. Air mata mengalir deras dari kelopak matanya.
"Aku lelah dimarahi! Aku lelah diperintah! Aku lelah diatur-atur! Aku ingin menemukan siapa aku sebenarnya, dengan menyendiri di Dunia Manusia!"
Emosi Taufan meluap menjadi satu. Gopal menatap kasihan terhadap adiknya.
Ochobot hanya bisa berdiam diri, ia tak mampu berbicara apa-apa.
"Kakak mengerti. Kamu boleh pergi."
Taufan mendongak kaget, "Se-Serius?"
Gopal tersenyum lembut lalu mengangguk. Ia mencengkram bahu Taufan sambil menatapnya dalam.
"Tapi jaga diri kamu baik-baik. Karena kalau sampai terjadi apa-apa sama kamu, aku gak akan bisa memaafkan diri aku sendiri."
Taufan mengangguk mengerti, "Aku janji."
Fairy Tale Love
Disclaimer: BoBoiBoy © Animonsta Studios
Genre: Fantasy & Romance
Rating: T
WARNING! Other Cast! Out Of Character! GaJe! Don't like, so don't read! Read and Review! Fast Alur! Fantasy Love! dll.
Catatan: Cerita ini TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG PIHAK MANAPUN. Adanya KESAMAAN jalan cerita merupakan KETIDAK SENGAJAAN.
Chapter 3: The Human's World
"Kau hati-hati, ya. Jangan sampai memberitahu siapa dirimu yang sebenarnya," Pesan Gopal kepada adiknya sebelum dia berangkat.
Taufan tersenyum lalu mengangguk mengerti. Senyuman yang penuh dengan semangat dan keceriaan khas miliknya. Senyuman yang sangat berarti bagi Gopal.
Melihat hal itu, rasa tak ingin melepaskan Taufan untuk pergi muncul kembali di hati Gopal. Ia pun memeluk tubuh adik kesayangannya itu. Taufan membalas pelukan hangat penuh kekhawatiran Gopal.
"Kau yakin ingin pergi? Kau tak perlu melakukannya. Aku akan terus mengajarimu sampai kau bisa. Tak usah pergi, ya?" Bujuk Gopal tak rela.
Taufan menggenggam tangan Gopal dan menatap matanya dalam.
"Kak?"
Ia tersenyum penuh arti, seolah mengatakan 'percayalah padaku'. Gopal menghela nafas pasrah. Tekat adiknya kelihatannya sudah tak bisa diganggu gugat lagi.
"Baiklah. Kabari aku ya nanti."
Taufan mengangguk.
Perlahan, ia pun berjalan meninggalkan Kerajaan Fairy Tale World.
Meski sejujurnya Taufan pun tak ingin pergi, namun sesuatu dalam hatinya memaksa dirinya untuk pergi. Entah perasaan apakah itu.
Gopal menatap kepergian Taufan dengan rasa tak rela. Ochobot yang berada disebelahnya hanya bisa tersenyum maklum.
Ia tahu Gopal sangat menyayangi Taufan. Dialah satu-satunya adik bagi Gopal. Pasti sungguh berat merelakan dia pergi ke tempat yang sama sekali belum pernah ia kunjungi.
Mereka berdua sama sekali tak ada yang membuka mulut mereka. Keduanya sibuk dengan pikiran dan kekhawatiran mereka masing-masing.
SKIP TIME…
"Jadi ini tempatnya?" Bingung Yaya ketika Eunji menghantarkan mereka ke sebuah Gua kecil dihujung Fairy Tale World.
Jelas sekali tak ada yang pernah kesini, sebab sangat jauh dari pemukiman penduduk. Kalau pun mereka tahu, mereka pun mungkin tak akan pernah mau pergi kesini. Tempat ini sungguh menyeramkan.
Eunji mengangguk membenarkan pertanyaan Yaya, "Ne(7), Ini tempatnya."
Air meneguk ludahnya dengan susah payah. Rasa takutnya terhadap hal-hal yang berbau mistis muncul kembali.
Ia pun mundur kebelakang, menjauhkan diri dari tempat tersebut.
Ying mengnyerit menatapnya, "Kau kenapa, Air? Takut?"
Air menggeleng cepat, "Gak. Aku gak mau mau kesana. Kalian lihat saja! Gua itu gelap! Kita juga gak tahu apa yang ada didalam sana!"
Eunji tersenyum melihat tingkah Air.
"Air, Kau tenang saja. Didalam sana tidak menyeramkan kok. Justru didalam sana penuh dengan keajaiban," Ujar Eunji.
Taufan menatap Eunji curiga, "Sungguh? Bagaimana jika kau berbohong? Kami'kan tidak tahu."
Yaya mendengus.
"Guys, Eunji sudah pernah ke Dunia Manusia bukan? Pasti dia tahu bagaimana pergi ke Dunia Manusia!" Seru Yaya membela Eunji.
"Kalau kalian masih tidak percaya. Baiklah, aku akan mengantar kalian untuk pergi ke dalam. Setuju?" Usul Eunji.
Mereka saling pandang satu sama lain, tak lama akhirnya mereka setuju.
Mereka semua pun memasuki Gua tersebut. Sangat gelap didalam, sampai-sampai mereka tak bisa melihat apa-apa.
"Ugh… gelap sekali. Aku tak bisa melihat apapun," Lenguh Taufan. Ying mengangguk setuju.
"Emm… Tak ada'kah satupun yang membawa latern?" Tanya Yaya.
Eunji kembali tersenyum.
"Kau tak perlu khawatir. Sebentar lagi kita akan sampai diujung. Tetaplah menelusuri jalan," Jawab Eunji santai.
Mereka pun akhirnya menurut.
Tak lama, mereka sampai diujung lorong Gua gelap tersebut.
"Hei, ada pintu!" Seru Yaya.
"Disinilah kalian akan masuk ke Dunia Manusia. Masuklah dan selesaikan teka-teki yang ada untuk dapat bisa pergi ke Dunia Manusia," Jelas Eunji singkat.
Dahi Taufan mengerut, "Kau tak ingin ikut?"
Eunji menggeleng kecil, "Aniyo(8), Aku rasa kalian bisa menjaga diri kalian. Bukan'kah begitu? Lagipula aku tak ingin mengganggu misi kalian."
Taufan menghela nafas mengerti.
"Baiklah. Terima kasih sudah menghantarkan kami. Gamsahamnida(9)!" Seru Taufan riang sambil mengucapkan logat korea.
Eunji terkekeh melihatnya, "Cheonmaneyo(10)."
Eunji pun pergi meninggalkan mereka. Ia yakin bahwa keempat peri itu bisa menuntaskan teka-teki di dalam dengan mudah tanpa bantuannya.
"Kalian siap untuk pergi ke Dunia manusia?" Tanya Taufan. Ketiga temannya mengangguk dengan antusias.
Taufan menarik nafasnya dalam-dalam, ia pun membuka pintu dihadapannya.
Keempat peri itu terkejut dan juga kagum melihat didalam gua tersebut terdapat tempat yang benar-benar ajaib.
Banyak bunga-bunga mawar yang bermacam-macam warna. Pepohonan hijau disekeliling mereka. Sungai kecil yang mengalir dengan tenang.
Yang jelas, mereka seperti berada di dalam mimpi.
"Wow…" Gumam Taufan takjub.
"Te-Tempat apa ini?" Bingung Ying. Yaya menggeleng tak tahu.
"Kita harus bisa menyelesaikan teka-teki yang ada didalam sini," Ujar Air mengingat perkataan Eunji tadi.
"Tapi, teka-tekinya apa?"
Mereka berempat masuk kedalam kebingungan. Bagaimana mereka bisa menyelesaikan teka-teki disini jika mereka saja tak tahu apa itu teka-tekinya?
Mereka berempat duduk terdiam di dalam tempat tersebut. Tak tahu apa yang harus mereka lakukan sekarang.
"Hoamm… Aku bosan," Protes Ying. Taufan mengangguk setuju, "Aku juga."
"Sebenarnya teka-teki yang dimaksud Eunji itu apa? Tidak ada apa-apa disini kecuali tanaman-tanaman disekitar kita," Pikir Yaya frustasi.
Air berpikir sesaat merenungkan perkataan Eunji.
"Disinilah kalian akan masuk ke Dunia Manusia. Masuklah dan selesaikan teka-teki yang ada untuk dapat bisa pergi ke Dunia Manusia,"
Air terperangah mengerti maksudnya.
"Itu Dia! Aku paham maksud Eunji yang sebenarnya!" Seru Air girang.
Taufan menaikkan alisnya penasaran, "Sungguh? Apa itu?"
"Disini, kita ditantang. Seberapa besar niat kita untuk pergi ke Dunia Manusia. Tempat ini menyuruh kita untuk bekerja sama menyelesaikan misteri jalan ke Dunia Manusia. Itulah yang dimaksud Eunji dengan teka-teki!"
Yaya mengangguk mengerti, "Oh! Aku paham! Kau jenius, Air!"
Air tertawa, "Makasih, Yaya."
Ying tanpa sengaja melihat ada sebuah pintu di pojok tempat ini.
"Pintu yang misterius," Pikir Ying.
"Semua, lihat pintu itu!"
Mereka bertiga yang tadinya mengobrol sebentar pun ikut menoleh kearah yang ditunjuk Ying. Yaya mengnyerit curiga.
"Pintu apa itu?" Ying mengangkat bahunya tak tahu.
"Dari pada bingung, mending kita lihat langsung aja!" Usul Taufan.
Mereka pun menghampiri pintu tersebut. Pintu ini berukuran cukup kecil daripada mereka. Mereka pun juga harus menunduk untuk memperhatikannya.
"Engh… Terkunci!" Protes Yaya sambil mencoba membuka pintu.
"Mungkin… ini pintu masuk menuju Dunia Manusia," Pikir logika Air. Ying menimpalinya, "Mungkin saja."
"Tapi bagaimana cara agar kita bisa masuk? Ini'kan terkunci," Bingung Yaya.
"Yasudah, ayo kita cari kuncinya!"
Kemudian, keempat peri itu mencari kunci untuk membuka pintu misterius tersebut. Berbagai celah mereka telusuri untuk bisa menemukannya. Dari dibalik semak belukar, pepohonan, rumput, dan sebagainya.
Namun mereka sama sekali tak menemukan kunci untuk membuka pintu.
"Istirahat dulu yuk," Usul Ying karena mereka sama sekali tak menemukan kunci ataupun sesuatu untuk bisa membuka pintu misterius itu.
Mereka beristirahat di dekat sungai. Bercanda dan mengobrol sambil bermain-main dengan air sungai yang berkilauan.
"Airnya berkilauan," Komentar Taufan. Yaya menatap kagum air yang disinari mentari hingga berkilauan itu.
Tanpa sengaja, Air melihat sebuah toples yang dikelilingi cahaya berwarna violet tak jauh dari mereka. Rasa penasarannya mulai bangkit. Dia pun mengambil toples tersebut.
"Hei, lihat ini!" Seru Air memperlihatkan toples yang ia temukan.
Taufan dan yang lainnya terkejut melihat Toples yang bercahaya itu.
"Apa itu? Cantik banget!" Kagum Yaya.
Ying mengambil toples dari tangan Air lalu membukanya. Betapa kagetnya dia melihat didalam toples tersebut ada…
"KUNCI!" Seru mereka semua bersamaan. Kunci tersebut berkilauan cahaya pelangi, membuat Keempat peri tersebut tak mau melepas pandangan mereka dari kunci itu.
"Ayo kita buka pintu itu!"
Dengan semangat 45(?), mereka segera berlari menuju pintu misterius dan hendak membukanya. Namun perkataan Air membuat nyali mereka mengecil.
"Tapi, bagaimana kalau didalamnya ada monster laba-laba ganas yang ingin memakan kita?"
Yaya yang hampir saja ingin membukanya terdiam tak bergerak.
"Air ada benarnya juga. Bagaimana kalau ini bukanlah pintu menuju dunia manusia?" Pikir Yaya.
Keraguan timbul dihati mereka. Rasanya diantara ingin dan tidak ingin, namun jika mereka tidak membukanya, mereka tidak akan pernah mengetahui apa yang ada didalamnya.
"Kau tak akan pernah tahu apa yang ada didalamnya sampai kau mencobanya," Ujar Ying mencoba berpikiran positif.
"Ying benar, jika memang itu monster laba-laba, mau tidak mau kita hadapi sahaja," Timpal Taufan.
Air tersentak mendengarnya, "Maksudmu kita mau mati konyol?"
"Argh! Aku gak mau buka! Kamu aja, Air!" Seru Yaya sambil menyerahkan kunci tersebut ke Air.
Air menganga tak percaya.
"Kok aku?! Ying aja!" Kembali Air memberikan kunci itu ke Ying.
"Hah? Em… le-lebih baik, Taufan aja yang buka!" Ying langsung memberikannya ke Taufan.
Taufan tak mampu berkutik lagi, masa dia kasih kunci itu ke Yaya? Berarti mereka mau ngoper-ngoperan kunci terus gitu?
Ya, Taufan harus mengalah.
"Hah… kalian ini seperti anak kecil aja. Baiklah, aku yang buka."
Taufan berusaha mati-matian menghilangkan rasa takut dihatinya. Ia pun memasukan kunci ditangannya ke lubang pintu tersebut.
CKREKK…
Cahaya emas berkilauan pun keluar setelah Taufan membuka pintu tersebut. Sebuah jalan tangga menurun yang dikelilingi cahaya dan juga serbuk-serbuk emas.
"Huhh… nasib baik ini memang jalannya," Lega Yaya. Air mengangguk setuju.
Ying mendengus, "Tuh'kan? Kita tidak akan pernah tahu apa yang ada didalamnya sampai kita mencobanya!"
Mereka berdua menatap malas Ying yang merasa dirinya benar.
"Yaelah, tadi kamu juga gak mau buka'kan?" Sindir Yaya.
"Sudah! Ayo kita pergi ke Dunia manusia!"
"Ayo!"
ZING…
Cahaya keemasan itu seolah membutakan penglihatan mereka. Mereka hanya merasa diri mereka seolah melayang melewati dimensi lain dari dunia mereka.
Perlahan cahaya tersebut menghilang.
Indera penglihatan mereka pun akhirnya kembali berfungsi dengan baik.
Hati mereka tercekat melihat mereka sekarang sudah berada di Dunia yang sejak awal mereka ingin kunjungin.
.
.
.
"DUNIA MANUSIA!" Seru mereka girang. Mereka meloncat penuh bahagia dan saling berpelukan karena hati mereka berbunga-bunga.
Orang-orang yang melintasi tempat mereka mengnyerit bingung melihatnya.
"Oh ya! Hilangkan sayap kita!"
Keempat peri tersebut menjentikan jari mereka, seketika sayap dipunggung mereka memudar dan akhirnya lenyap. (Peri bisa menghilangkan sayap mereka, namun jika mereka terkena air, sayap mereka kembali muncul)
"Ukh-huk!"
Mereka terkejut ketika melihat Yaya terbatuk-batuk.
"Ada apa, Yaya?" Kaget Air khawatir.
"Ukh-huk! Udara apa ini? Ukh-huk! Kotor banget! Kita bisa mati!" Seru Yaya panik.
Mereka pun ikut menghirup udara disekitar mereka.
"Engh… ada karbon berbahaya yang tercampur dengan udara disini, sehingga kualitas udaranya menurun," Jelas Air sambil menutup hidungnya.
"Ikh! Memangnya manusia tidak mengerti ya kalau karbon itu sangat beracun? Bisa-bisa mereka mati! Malah panas banget lagi!" Protes Ying sambil mengipas-ngipas badannya.
"Iya, pemanasan Global juga terjadi di Dunia ini. Benar-benar parah. Lama-kelamaan, dunia ini pasti akan hancur," Timpal Taufan.
"Fiuhh… Untung saja kita para peri tahu bagaimana cara menjaga dunia kita. Aku gak bisa membayangkan kalau dunia kita kayak gini," Kata Ying bersyukur penuh kelegaan.
Mata Yaya menangkap seekor anjing yang diikat lehernya dan digiring oleh manusia di seberang mereka.
"Astaga! Kekejaman dunia! Lihat itu!" Seru Yaya menunjuk apa yang dia lihat.
"Wah, parah! Ayo kita kesana!"
Mereka langsung lari keseberang, tanpa sadar bahwa mereka melewati jalan raya.
TIN… TIN…
Suara klakson mobil yang ingin menerjang mereka terdengar. Keempat per tersebut langsung lari menghidarinya.
"GYAA!"
Motor juga nyaris menerjang mereka jika sajamereka tak waspada. Mereka langsung terburu-buru ke seberang. Nafas mereka berempat tersegal-segal dan juga takut.
"Aish! Gila! Monster apa itu? Seram banget!"
"Iya, jantungku kayak mau copot aja nih rasanya."
Taufan menggeleng tak percaya melihat sadisnya dunia manusia ini. Berbeda 180 derajat dari apa yang mereka bayangkan.
"Lebih baik kita cari tempat yang aman."
Taufan tak sengaja menabrak seseorang dihadapannya karena ia tak melihat-lihat.
"Aduh!" Seru keduanya kesakitan.
Kopi yang ada di genggaman manusia itu juga tumpah ke baju pemuda dihadapan Taufan.
Mereka berempat menatap horror kejadian dihadapan mereka.
"Hei!"
To Be Continue…
Maaf jika Chapter kali ini agak sedikit rada-rada gak jelas gitu, soalnya aku lupa kalau hari ini hari minggu (waktunya update) jadinya terburu-buru gitu.
Nah, kalau yang kurang jelas akan usaha keempat peri untuk pergi kedunia manusia, kalian cukup melihat MV Brand New Days – A Pink. Soalnya aku nyontoh dari situ.
(7) Ne: Bahasa korea dari Ya
(8) Aniyo: Bahasa Korea dari Tidak
(9) Gamsahamnida: Bahasa korea dari Terima kasih
(10) Cheonmaneyeo: Bahasa korea dari Sama-sama
Balasan Review:
FireBluePhoenix:
Ya, BoBoiBoy Elemental dan Fang jadi manusia. Thanks For Review!
Mey-Chan11:
Iya. Aku KPOPERS. Siapa Idol Fav. kamu? Thanks For Review!
RampagingSnow:
Ya, emang aku ini tak berbakat TuT. Sampai-sampai kagak tahu mau direview kayak gimana. Thanks For Review!
SitiWulandari:
Wah, akhirnya ada yang penasaran juga! Makasih! Thanks For Review!
Blackcorrals:
Ya, makasih semangat ya! Salam manis dari Taufan n Friends! Thanks For Review!
AnnisaArliyaniWijayanti:
Ya, makasih sudah mau penasaran loh. Thanks For Review!
Kurapika:
Ya, makasih doanya. Kau juga jaga kesehatan ya! Thanks For Review!
Oke, tanpa babibu lagi.
PLEASE REVIEW, FAVS, AND FOLLOW YA!
Salam,
Delia Angela
