Reader-shi saya update STWK dulu ya… soalnya Oh No This Feel masih on the way… hasrat menulis lagi menurun.. mungkin reader-shi bisa kasih semangat ? hehe
Guest : Pair utamanya so pasti appa bear sama umma kitty alias Yunjae hehe
indy : seiring cerita nanti bakal terjawab mengapa yun bisa sama ahrash*t wkwk
Baby niz 137 : doakan saja semoga semangat saya membara hahaha jadi bisa update kilat ini juga tergantung dukungan dan ditunggunya ff ini sama reader-shi hehehe ; )
: baru chapter satu chingu udah pengin jambak aja haha, tapi dengan bikin dia jadi salah satu karekter jadi saya nulisnya greget…
kim minki : iya yunpa dah nikah sama ahra dan ini yang bikin nanti jalan cerita konflik di depannya bakal berliku… so pantengin terus ffnya yaaa….
Sooo enjoooy reading….
CHAPTER 2
"ne aku tahu dengan baik apa resikonya chun" ucap jaejoong penuh keyakinan
"baiklah aku mengerti,, aku akan selalu disisimu jika kau membutuhkan aku an aku berharap kau tidak akan tersakiti lagi kali ini.." jawab yoochun sedangankan jaejoong hanya tersenyum tipis menanggapi jawaban yoochun.
.
.
.
Suasana sarapan di keluarga kim menjadi meyenangkan karena kedatangan sang anak tertua setidaknya itu menurut yoongwon. Kursi yang biasanya ditempati empat orang saja kini bertambah satu lagi penghuni. Kim jaejoong dengan tenang duduk dikursi kanan samping sang ayah yang biasanya ditempati oleh ahra.
"bagaimana tidurmu jae, apa nyenyak ? sudah lama kau tidak tidur di rumah jae?" Tanya tuan kim perhatian
"ya begitulah.. semalaman aku teringat tentang umma, apalagi aku tidur di kamar umma" keluh jaejoong dan mendengar hal tersebut youngwoon menjadi terdiam sejenak.
"ah benarkah maafkan appa sayang.. appa tidak ingin kau menempati kamar tamu yang tidak besar, apa kau ingin kembali ke kamarmu waktu kecil appa tidak mau kau terus teringat tentang ibumu" sontak penawaran tuan kim membuat ahra tak nyaman dalam duduknya
"tidak usah appa… aku baik-baik saja…, justru ingatan tentang mendiang ibuku harus selalu ada agar aku bisa tetap bertahan hidup" ucap jaejoong dingin membuat semua orang disana tertunduk dalam diam terutama yoongwon. "tapi gara-gara mengingat umma semalaman aku jadi memutuskan sesuatu" ungkap jaejoong kemudian
"apa itu sayang?" Tanya tuan kim penasaran
"appa… aku tidak akan kembali lagi ke paris, aku akan tinggal di korea, dan aku juga akan berkarir disini" ucap jaejoong mantap
"benarkah? Apa kau serius sayang..? appa senang sekali… appa berjanji appa akan membuatmu betah dan bahagia hidup di korea" tuan kim sangat bahagia mendengar penuturan anaknya yang sangat tidak diduganya ini sungguh sesuai harapan.
"syukurlah jae akhirnya kau mau tinggal disini jadi appamu tidak akan gelisah terus-menerus karena merindukanmu" sambung jungsu ikut senang dan hanya ditanggapi jaejoong dengan tersenyum
"eonni aku juga ikut senang akhirnya kau akan tinggal disini.." tambah ahra sambil tersenyum yang terlihat sedikit di buat-buat dan tidak ditanggapi jaejoong.
"appa.. aku ingin mengenalkan kekasihku pada appa" ucap jaejoong tanpa menanggapi ucapan ahra dan sontak membuat orang yang ada disana menaruh perhatian pada jaejoong.
"kau punya kekasih sayang ? syukurlah appa sangat bahagia mendengarnya joongie" ucap tuan kim sangat antusias, istrinya jungsu tersenyum tipis dan ahra terlihat tidak begitu peduli sedangkan suaminya yunho memasang wajah yang menyiratkan rasa penasaran meskipun sedari tadi ia hanya diam.
.
.
.
Setelah sarapan selesai semua orang memulai aktivitas sehari-hari mereka. Tentu saja tuan kim langsung berangkat ke kantornya bersama dengan menantu dari anak tirinya yaitu Jung yunho, suami ahra ini bekerja sebagai direktur produksi di LOEL Enterprise Inc atau yang bertanggung jawab dalam perencanaan, produksi serta pengawasan majalah yang dicetak LOEL. Bisa dikatakan bahwa posisi yunho adalah posisi yang penting dan sangat dipercaya oleh presiden direktur yang tak lain yaitu sang ayah mertua kim Youngwoon.
"selamat pagi direktur jung" sapa sang sekertaris
"selamat pagi dara shi…" sapa balik jung yunho yang sekarang duduk di kursinya
"direktur….. khusus majalah LOEL untuk kategori dewasa, presdir menyuruh kita untuk memproduksinya lebih cepat dari jadwal biasanya karena kali ini kita bekerja sama dengan perusahaan pakaian dalam terkenal asal paris yaitu dari brand QZ, jadi presdir menginginkan kita membuat edisi ini sebaik mungkin dan sesempurna mungkin" ucap sang sekertaris sambil menyerahkan berkas pada yunho.
"aku mengerti dara shi, bekerja sama dengan perusahaan besar pasti akan sangat menguntungkan bagi kita aku pasti akan membuatnya menjadi luar biasa! tapi untuk saat ini aku masih sibuk dengan produksi majalah kategori bisnis yang tidak sesuai target jadi untuk masalah casting model aku serahkan pada tim produksi saja ne? jadi siapapun modelnya aku akan setuju, aku percaya dengan pilihan mereka dan aku tau mereka punya selera yang bagus" ungkap yunho
"baik direktur jung.." kemudian dara mengundurkan diri dan keluar dari ruangan yunho dan yunho pun melanjutkan pekerjaannya
.
.
.
Seharian dirumah membuat jaejoong sangat bosan, appanya harus bekerja dan jaejoong tak berniat sama sekali untuk bercengkerama dengan ibu tirinya, sedangkan adik tirinya memiliki bisnis salon kecantikan dan hampir setiap hari ahra selalu pergi mengecek salonnya itu. Kini jaejoong tengah berdiri di pinggir kolam renang luas terbuka di dalam mansion milik appanya itu.. matanya menelisik seluruh sudut kolam dalam sekejap kilasan masa lalu jaejoong bersama umma dan appanya yang sedang bermain air muncul dalam memorinya, kedua sudut bibirnya tertarik mengulas senyuman mengingat memori indah itu.
"jaee apa yang sedang kau lakukan?" suara jungsu menginterupsi lamunan jaejoong
"hanya berjalan-jalan, aku bosan" jawab jaejoong ketus
"apa kau ingin ku temani jalan-jalan keluar ? bukankah sudah lama kau tidak berkeliling korea" tawar jungsu ramah.
"tidak usah repot-repot ahjumma, aku kembali ke korea juga tidak berniat untuk menjadi dekat denganmu ataupun ahra" jawab jaejoong mantap sambil melangkahkan kaki masuk kedalam rumah, tepat ketika di pintu masuk, jungsu menghentikan langkah jaejoong.
"jaee maafkan aku, aku tau enam tahun tidak akan cukup menghilangkan lukamu berapa kalipun aku minta maaf, tapi jae aku hanya ingin kau memberi kesempatan, aku tidak akan lancang untuk bisa mengganti posisi ibu kandungmu tapi setidaknya kita bisa memulai untuk berteman jae.." pinta jungsu tulus namun tidak ditanggapi jaejoong sepertinya jaejoong teramat sangat malas untuk mengeluarkan suaranya dan kemudian melangkah pergi meninggalkan jungsu yang berdiri mematung dengan sedih.
.
.
.
Kebosanan jaejoong semakin menjadi-jadi hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar sendirian berjalan-jalan mengunjungi suatu tempat yang menurutnya menarik.
KLIING…. Suara lonceng pintu salon mewah milik ahra berbunyi menandakan seorang sedang masuk ke dalam salon. Seorang wanita anggun masuk sambil melepas kacamata hitamnya
"silakaan nyonyah ada yang bisa kami bantu?" sapa resepsionis salon
"apa ahra shi ada?" Tanya si wanita
"beliau ada di ruangannnya maaf apa anda sudah membuat janji sebelumnya ?" Tanya si resepsionis hati-hati
"belum, aku belum membuat janji dengannya.. tapi jika kau mengatakan kim jaejoong datang dia pasti akan menemuiku" ucap jaejoong dengan tatapan mengintimidasi pada si resepsionis salon yang bername tag jimin tersebut. Kemudian jimin pun menelfon bossnya, tak selang beberapa waktu ahra turun dari ruangannya yang berada di lantai atas.
"jae eonni.. tak ku duga kau akan datang ke salon ku, apa kau ingin melakukan perawatan.. aku bisa memberikan paket gratis untukmu" tawar ahra langsung kepada jaejoong namun batin ahra menggumam dan bertanya-tanya. 'untuk apa dia datang kesini'
"benarkah? Baiklah aku terima tawaranmu, lagi pula sudah sejak pulang ke korea aku belum memanjakan diri" terima jaejoong pada tawaran adik tirinya ini
"mari eonni masuklah" tunjuk ahra pada sebuah pintu yang sepertinya terdapat ruangan untuk melakukan spa
"jiminah.., dia itu adalah kakakku yang baru pulang dari prancis, jadi jika dia datang kemari.. langsung saja suruh dia masuk"
"ne baik nyonyah ahra.."
Jaejoong menjalani perawatan selama tiga jam lamanya, niat awalnya hanya ingin melihat bagaimana usaha yang dijalankan adik tirinya tersebut tapi mendengar tawaran ahra, jaejoong tidak bisa menolak mengingat dia juga butuh perawatan untuk tubuhnya. Setelah selesai menjalani perawatan kemudian ahra mengajaknya makan siang bersama dan disinilah mereka, di restoran yang tak jauh dari salon ahra berada. Sambil melahap steak yang mereka pesan jaejoongpun mengajak ahra mengobrol.
"tampaknya bisnismu berjalan sangat lancar ahra" ucap jaejoong
"ne eonni aku juga tidak menyangka dan ini semua juga berkat bantuan appa dan suamiku eonni" jawab ahra dengan senyum angkuhnya dan ditanggapi jaejoong datar
"sejak kapan kau memulai bisnis ini ?"
"setelah aku menikah dengan yunho oppa eonni"
"oh begitu" respon jaejoong singkat "ahra… jika dipikir-pikir aku ini sebenarnya tidak terlalu mengenalmu" ujar jaejoong
"ne eonni itu wajar kita kan hanya sempat bersama dalam waktu singkat saja"
"ahra aku ingin tau, sebelum kau menjadi anak tiri appaku seperti apa kehidupanmu dulu?" Tanya jaejoong dengan menyebut anak tiri sepertinya jaejoong enggan mengatakan bahwa mereka saudara meskipun itu saudara tiri. Pertanyaan ini sedikit banyak mampu membuat ahra terkejut tentang jaejoong yang penasaran dengan masa lalunya, ahra pikir jaejoong tidak akan pernah peduli dengan hal-hal yang menyangkut dirinya.
"hidupku ? kenapa eonni tiba-tiba jadi penasaran ? aku hanya anak tunggal dari umma dan appa kandungku eonni, barulah setelah umma menikah lagi dengan appa kim aku mempunyai saudara, yaitu dirimu" meskipun heran ahra tetap menjawab pertanyaan jaejoong dan jawaban ahra membuat jaejoong terenyum sinis
"bukan ahra.. bukan itu maksudku, maksudku aku ingin tahu siapa appa kandungmu dan bagaimana dia ?" tanya jaejoong ulang
"untuk apa eonni bertanya tentang appaku?" heran ahra
"sudah kubilang tadi, kita tidak dekat jadi apa salah jika aku ingin tahu lebih banyak tentangmu.."
"ah begitu" jawab ahra cepat "appaku dulu juga seorang pengusaha yang sukses, sejak kecil aku tidak pernah hidup kekurangan dan kedua orang tuaku selalu memanjakanku" ungkap ahra
"lalu kenapa orang tuamu berpisah ?"
"orangtuaku tidak berpisah, appaku meninggal saat umurku 15 tahun karena sakit"
"lalu apa kau tahu bagaimana jungsu ahjumma bisa bertemu dengan appa ku?" Tanya jaejoong lagi. 'sebenarnya apa mau perempuan ini !' gumam ahra dalam hati
"setauku itu dimulai saat perusahaan milik appa kandungku mengalami krisis keuangan, sejak appa meninggal bisnis dipegang oleh ummaku, tapi sayangnya ummaku tidak terlalu pintar dalam bernisnis jadi banyak uang perusahaan yang ditilap oleh karyawan di kantor, hingga akhirnya perusahaan terancam bangkrut kemudian umma meminta bantuan keuangan kepada appa kim untuk menyelamatkannya dan setauku itulah awal pertemuan mereka eonni, tapi kalau tidak salah mereka juga merupakan sahabat saat SMA tapi kemudian kehilangan kontak dan baru bertemu lagi seteleh beberapa waktu" jelas ahra jujur meskipun semakin lama ahra merasa tidak nyaman dalam menjawab pertanyaan jaejoong
"oh jadi kau tau kalau mereka sudah saling mengenal sejak SMA?" Tanya jaejoong memperjelas
"ne eonni aku tahu hal tersebut"
"ahra.. apa kau tau jika mereka merupakan cinta pertama satu sama lain, ummamu adalah cinta pertama appaku dan appaku adalah cinta pertama ummamu, apa kau tahu itu ahra ?" Tanya jaejoong dengan nada rendah yang dingin dan mengintimidasi
"apa maksud perkataanmu itu ? obrolanmu sedari tadi sepertinya sengaja ingin memojokanku?" ucap ahra dengan nada meninggi yang sepertinya emosinya mulai terpancing
"hahahahahaha" respon jaejoong tertawa terbahak-bahak. "ahra… sepertinya kau memang tidak sekalem penampilanmu, bisa juga ternyata kau marah padaku"
"eonni….! " protes ahra
"sepertinya kau sudah tau hal itu, kau hanya enggan mengatakannya padaku saja.. apa kau tidak mampu mengatakan bahwa ibumu adalah selingkuhan appaku hah?" sinis jaejoong
"eonni…. Ummaku tidak pernah sengaja untuk menggoda appa kim, dulu kami memang benar-benar butuh bantuan dan appa kim lah sendiri yang menaruh perhatian lebih pada ummaku.." bela ahra untuk ummanya. "jae eonni.. bukankah kau tau bahwa selama ini ummaku selalu mencoba meminta maaf padamu.. dan lagi pula kejadian itu sudah berlalu kenapa kau tidak mencoba untuk menerima semuanya"
"kau tidak berada di posisiku ahra !, jadi sampai kapanpun kau tidak akan pernah mengerti perasaanku dan jikapun appaku yang terlebih dulu menggoda ummamu jika dia bukan wanita murahan dia pasti tidak akan semudah itu menerima seorang lelaki yang sudah beristri dan berkeluarga !" jawab jaejoong dengan nada merendahkan sambil menatap langsung ke mata ahra dengan tajam
"eonni…. Apa maksudmu membahas semua ini?" Tanya ahra yang sepertinya emosinya juga mulai terpancing
"aku hanya ingin tahu seberapa bahagia hidupmu karena appaku, dan salon ini juga bisa berdiri karena uang appaku kan? Tanpa appaku kau sudah menjadi gelandangan diluar sana. .. ah tapi appaku juga bisa menjadi gelandangan mengingat semua harta tersebut milik mendiang kakekku" ungkap jaejoong sedikit kejam pada appanya juga dengan ekspresi yang tetap santai, berbeda dengan ahra yang sudah melotot mendengar pernyataan jaejoong.
"ah.. aku sudah kenyang lebih baik aku pergi" ucap jaejoong yang mulai beranjak dari duduknya padahal ia sama sekali belum menyentuh makanannya. Tepat ketika jaejoong mulai berjalan, ahra kembali bersuara
"kim jaejoong… jujur saja aku merasa ada sesuatu dibalik kepulanganmu itu tapi asal kau tahu saja, aku tidak akan pernah membiarkanmu menyakiti ummaku apalagi merusak hidupku" sontak ucapan ahra ini membuat jaejoong berbalik dan menatap ahra dengan berapi-api
"kalian memang manusia tidak tahu diri dan siapa yang merusak hidup siapa ?" ujar jaejoong tegas kemudian dia benar-benar meninggalkan ahra sendiri dan kembali kerumahnya. Yah sepertinya kali ini jaejoong sudah memutuskan untuk perang terbuka, dia sudah tidak tahan untuk terus-terusan berbasa basi dengan orang-orang yang memang sangat jaejoong benci.
Meskipun pada awalnya jaejoong tidak ingin menantang ahra secepat ini tapi melihat sempurnanya hidup ahra tanpa cacat sama sekali membuat hati jaejoong meradang mengingat sepanjang hidupnya jaejoong selalu hidup dalam bayang-bayang penderitaan yang dalam, ia sudah tidak peduli lagi jika dirinya terlihat jahat dan kejam, jaejoong sudah mantap memutuskan merebut segalanya kembali termasuk kebahagiaan ahra.
Meskipun mendiang ibunya selalu berpesan untuk tidak menyimpan dendam tapi jaejoong hanyalah manusia biasa yang mempunyai batas, melihat orang-orang yang merebut kebahagiaannya.. hidup dengan sejahtera tanpa memikirkan perasaannya dan menari-nari diatas penderitaannya membuat jaejoong tak bisa diam, pertahanannya telah runtuh seolah ia akan mati penasaran jika tidak meminta bayaran atas sakit hatinya.
Jaejoong juga sudah tidak peduli jika dirinya akan menjadi penghuni neraka ketika mati nanti, karena selama bertahun-tahun ini jaejoong pun sudah merasakan hidup layaknya di neraka dan jaejoong ingin membawa mereka bersama-sama merasakan neraka yang selama ini dinikmatinya. Bayangan masa lalu penderitaan ibunya selalu menghantuinya setiap malam dan perlahan-lahan menutup nuraninya yang selama ini selalu jaejoong coba pertahankan.
.
.
.
"aku pulang.." ucap yunho yang baru tiba di mansion
"kau pulang cepat yun" Tanya jungsu
"ne umma, tadi aku ada pertemuan di luar dan lokasinya lebih dekat kerumah jadi aku memilih pulang saja dan melanjutkan pekerjaanku dirumah ketimbang harus kembali ke kantor" jawab yunho "apa ahra belum pulang umma?"
"ahra belum pulang yun hanya ada umma dan jaejoong di rumah, kau istirahatlah nanti umma akan meminta bibi jang untuk membuatkanmu teh" kemudian jungsu pun beranjak pergi ke dapur
TING TONG TING TONG
"sepertinya ada yang datang coba kau buka pintunya" titah yunho pada seorang pelayan
CKLEK
"joongieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee" begitu pintu dibuka langsung terdengar lengkingan panjang bak lumba-lumba dari junsu yang membuat yunho mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamarnya
"yunhooo, dimana jaejoong ? ahjussi bilang dia sudah kembali" ribut junsu sedangkan suaminya park yoochun hanya terdiam dibelakangnya
"junsu bisakah kau hentikan kebiasaan berteriakmu, mungkin dia dikamarnya langsung saja ke kamarnya" jawab yunho kemudian junsu pun langsung naik ke tangga menuju lantai dua dimana kamar jaejoong berada
"eh yunho.. bukankah kamar joongie sudah kau tempati bersama ahra? Lalu joongie tidur dimana?" Tanya junsu heran
"dikamar sebelah kanan di kamar milik mendiang ibunya…"
"okee baiklah" junsupun melanjutkan langkahnya
"kau akan mempersilakanku duduk atau akan membiarkanku untuk terus berdiri disini?" sindir yoochun pada yunho yang justru melamun
"ah ya maaf chun, duduklah" yunhopun mempersilakan yoochun untuk duduk
"kau baik-baik saja yun, wajahmu terlihat berantakan?" Tanya yochuun tiba-tiba
"aku habis bekerja seharian jadi wajar jika aku berantakan" jawab yunho yang kemudian ikut duduk di sofa seberang yoochun duduk
"ku pikir karena kepulangan jaejoong yang membuatmu gelisah" ucap yoochun santai
"apa maksud ucapanmu park yoochun?" Tanya yunho dengan nada serius dan ekspresi yunho mulai menggelap kemudian yoochun mencondongkan tubuhnya dengan nada berbisik menjawab pertanyaan yunho.
"ini sesuatu yang kita ketahui bersama yun jaejoong adalah mantan kekasihmu, hahahaha tapi lucunya sekarang dia justru menjadi kakak iparmu hahaha ini sungguh lucu.. oh tuhan.. sampai sekarangpun aku masih tidak bisa percaya dengan situasi ini" jawab yoochun sambil terkekeh keras
"brengsek kau park yoochun!" marah yunho
"sudah ku bilang yun bahwa dosa masa lalumu itu pasti akan setia menghantuimu dan kita akan lihat nanti apakah tuhan akan memberimu karma! dan aku pastikan aku akan menjadi penonton setia drama hidupmu itu jung yunho!" ucap yoochun santai namun dengan penekanan di akhir kalimat dan disertai perubahan ekspresi wajahnya yang mengeras menatap tajam yunho dengan mata yang menyala-nyala.
TBC...
