Warning : Ini ff GS (GENDERSWICTH) jadi yang tidak suka tidak usah baca… so easy : )
Untuk para pemain saya hanya meminjam nama… jadi mereka milik diri mereka sendiri.. ceritanya pasaran tapi ini murni karya saya dari imajinasi saya ! menerima kritik dan saran karena saya masih baru….. ; )
Haiiiii saya membawa chap tiga nih.. hehehehe lagi-lagi saya ucapin terimakasih ya yang udah mau baca ff saya #jangan bosen ya.. thanks untuk yang review saaa, indy, michelle jung, , gothiclolita89, Baby niz 137
Dari review kemarin yang saya baca saya Cuma bisa bilang Wow ! prediksi chingu emang hebat-hebat wkwkwk meskipun ff ini pasaran tapi saya janji saya buat seru deh ; ) semoga cocok... saya usaha maksimal lhoo..
Saya bales review secara umum aja yak… pertanyaaan chingu semua biar terjawab seiring berjalannya cerita ini ya hihihi.. buat yang khawatir ama bang changmin, nyante sist dia ga akan menderita banget2 kok…
Okelah daripada kelamaan basa-basi
Sooo enjoy reading.. vote if you like this story : )
CHAPTER 3
"ini sesuatu yang kita ketahui bersama yun, kim jaejoong adalah mantan kekasihmu, hahahaha tapi lucunya sekarang dia justru menjadi kakak iparmu hahaha ini sungguh lucu.. oh tuhan.. hahaha" jawab yoochun sambil terkekeh keras
"brengsek kau park yoochun!" marah yunho
"sudah ku bilang yun bahwa dosa masa lalumu itu pasti akan setia menghantuimu dan kita akan lihat nanti apakah tuhan akan memberimu karma! dan aku pastikan aku akan menjadi penonton setia drama hidupmu itu jung yunho!" ucap yoochun santai namun dengan penekanan di akhir kalimat dan disertai perubahan ekspresi wajahnya yang mengeras menatap tajam yunho dengan mata yang menyala-nyala..
.
.
BRAK suara pintu kamar jaejoong yang dibuka tiba-tiba dari luar
"JOONGIEEEEEE" BRUK junsupun langsung menindih jaejoong yang sedang tengkurap membaca buku diranjangnya
"jongieee aku merindukanmuuu…" ucap junsu sambil terus memeluk jaejoong erat
"junsuu uhuk bisakah kau le passs kan aku uhuk, aku sulit bernafas uhuk" ucap jaejoong sesak
"hahaha maafkan aku joongie aku terlalu bahagia bertemu denganmu" jawab junsu sambil beranjak dari atas tubuh jaejoong
"joongie kau sudah pulang tapi tidak mengabariku dan bahkan aku tidak akan tau kalau ahjusii kim tidak mengabariku, kau juga tidak datang mengunjungiku" keluh junsu
"maafkan aku, lagi pula tanpa bicara apapun ujung-ujungnya kau juga akan tau sendiri kan…?"
"ah yasudahlah tidak usah di bahas lagi, sekarang aku pasti tidak akan kesepian lagi jika yoochun sedang sibuk karena kau ada disini joongie" senang junsu sedangkan jaejoong hanya tersenyum manis
"junsu maaf ya aku tak bisa hadir ke pernikahanmu dan yoochun" sesal jaejoong meningat ketika junsu menikah dia sudah berada di prancis
"tidak apa-apa, doamu sudah cukup bagiku lagipula jika kau bahagia itu sudah lebih dari cukup" tulus junsu " oh ya terakhir kita saling berhubungan kau bilang kau sudah resmi berhubungan dengan seseorang ? benarkah itu" Tanya junsu penasaran
"benar aku sudah berpacaran dengan seseorang kurang lebih sejak setahun lalu" jawab jaejoong jujur
"kalau begitu kau wajib mengenalkannya padaku" tuntut junsu
"kau tenang saja besok ia akan sampai di korea aku pasti akan mengenalkannya padamu"
"ah aku jadi tidak sabar aku yakin dia tidak lebih tampan dari chunnie kuuu"
"tentu saja tidaak, suamimu itu jidatnya sangat lebar tidak mungkin kekasihku bisa mengalahkan jidat tampannya nya itu haha" goda jaejoong
"kurang ajaaar kau jaee lama tidak bertemu kau malah menghina suamiku dasaaar kau ini". Ngambek junsu pada jaejoong. Seperti inilah hubungan mereka junsu yang manja sudah seperti adik kandung bagi jaejoong, mereka saling menyayangi seperti saudara tapi hal tersebut justru tidak berlaku bagi ahra yang notabene punya status resmi sebagai adik jaejoong.
"oh ya yoochun ada di bawah ayoo kita keluar akan ku kenalkan kau dengan suamiku"
"yah kim junsu! yoochun itu adalah teman sekelasku sewaktu kuliah jadi untuk apa kau memperkenalkannya lagi padaku, kau juga bertemu dengannya karena aku, kau ini lucu sekali !?" sewot jaejoong melihat kelakuan junsu sama sekali tidak berubah sejak mereka kecil
"kan dulu kau mengenalnya sebagai teman sekelasmu, sekarang kau harus berkenalan lagi dengannya sebagai suamiku" paksa junsu
"dasar kau ini memang merepotkan, dari dulu aku juga sudah tau kalau kau berkencan dengannya" jaejoong dan junsupun terus bercanda dan berdebat bersama mengenang masa indah mereka sebagai sahabat.
Jaejoong dan junsu adalah tetangga sejak kecil kedua orang tua mereka bersahabat dekat sehingga Jaejoong dan junsupun menjadi sahabat dekat juga dan mereka selalu bersekolah di sekolah yang sama bahkan di unversitas yang sama hanya berbeda jurusan saja. Junsu bisa menjalin hubungan dengan yoochun juga berkat jasa jaejoong yang mengenalkan mereka berdua, yoochun saat masa kuliah dulu juga merupakan teman satu jurusan jaejoong yang dekat dengannya.
.
.
.
"umma jae eonni benar-benar sudah melancarkan perang terbuka dan menantang secara terang-terangan kepada kita umma" ungkap ahra yang berbicara empat mata dengan ibunya dikamar orangtuanya ini setelah pekerjaannya disalon selesai, sedangkan keuarga yang lain sedang berkumpul di ruang keluarga bersama tamu yang datang hari ini siapa lagi kalau junsu dan yoochun.
"ahra jaga ucapanmu!" titah jungsu pada putrinya
"umma bukankah aku sudah menceritakan semua pembicaraanku dengan jae eonni, apa umma masih belum juga bisa menangkap maksud dari jae eonni" protes ahra karena ummanya tidak memberi respon yang ia harapkan. Setelah bertemu jaejoong tadi ahra langsung meluncur bertemu ibunya dan menceritakan secara jelas apa yang telah mereka obrolkan dari A sampai Z dengan sangat detail
"ahra.. jaejoong hanya masih emosi, kau tidak usah berpikiran macam-macam, jae pasti tidak akan berbuat yang tidak-tidak pada kita, umma tau dan yakin dia adalah anak yang baik"
"umma bisa saja jaejoong yang baik itu sudah mati dan yang ada sekarang adalah jaejoong yang ingin menyingkirkan kita, umma! kenapa umma terus saja membelanya sih? Apa umma tidak tahu bahwa yang paling ku takutkan adalah dia akan menyakiti umma…" jelas ahra pada ummanya
"lalu apa ahra ? apa yang harus kita lakukan ?" sontak ucapan jungsu membuat ahra terdiam, karena sejujurnya ahra sendiri juga bingung dengan apa yang harus dia lakukan kepada kakak tirinya itu. "tidakah kau pernah berpikir bahwa semua yang terjadi sangat tidak adil untuk jaejoong ? kita telah merebut kebahagiaannya selama ini ! bahkan dia harus hidup terpisah dengan appanya, keluarga satu-satunya karena keberadaan kita, dia juga harus meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan masa kecilnya ini" jelas jungsu pada putrinya ini
"umma dia sudah dewasa seharusnya dia bisa berpikir jernih dan punya pengertian jika appanya mencintai wanita lain toh itu juga untuk kebahagiaan appanya kan… bukankah hidup itu harus saling pengertian itu jika dia benar-benar sayang pada appanya… dia juga pergi karena keinginannya sendiri bukan karena kita yang menyuruhnya pergi umma" keluh ahra pada pernyataan ummanya ini
"pengertian tidak akan berlaku pada orang yang memiliki rasa sakit hati yang dalam ahra.. kau bisa degan mudah mengatakan itu karena kau tidak pernah merasakannya.." jawab jungsu sambil menahan air matanya
"jadi umma akan menerima apapun yang mungkin akan jae eonni lakukan pada umma? Bahkan jika dia mengusir kita dari rumah ini?" Tanya ahra sewot pada ummanya
"jika itu bisa membayar segala dosaku maka aku akan bersedia" jawab jungsu tulus
"umma… apa kau gila?" kaget ahra dengan jawaban sang umma. "apa kau juga bersedia meninggalkan appa kim? Umma aku tahu bahwa kau sangat mencintainya bagaimana mungkin kau akan mengorbankan cinta sejatimu itu yang susah payah kau dapatkan hanya demi jaejoong ? protes keras ahra yang benar-benar tidak mengerti dengan sikap ibunya ini
"AHRA!" teriak keras jungsu pada anaknya yang membuat ahra terkejut, selama ini ibunya itu tak pernah sekalipun kasar atau membentak dirinya dan hari ini adalah pertama kalinya jungsu membentak ahra dengan keras dan hal ini disebabkan oleh jaejoong, tanpa sadar air mata mulai menggenang di mata ahra
"um.. ma.." panggil ahra lirih sambil menahan agar tangisnya tidak pecah
"asal kau tau saja ahra ibu kandung jaejoong bukan meninggal karena sakit tapi ibu kandung jaejoong 'han yuri'… mati karena BUNUH DIRI ! dan asal kau tahu jaejoong sendiri yang menemukan mayat ibunya tergantung dikamarnya!" ungkap jungsu penuh penekanan pada kata terakhir yang membuat airmatanya pecah tak mampu ia bendung lagi akhirnya ia mengungkapkan sebuah rahasia kelam dan besar di masa lalu yang selalu ditutupi ini… sebagai upaya agar anaknya ini tidak terus menabur benih kebencian kepada jaejoong.
"a.. pa maksud um.. ma?" Tanya ahra terbata karena rasa keterkejutannya
"setelah yuri mengetahui perselingkuhanku dengan youngwoong dia begitu sakit hati dan memutuskan untuk bunuh diri meninggalkan jaejoong sendirian, yuri adalah orang yang sangat tenang dan pendiam segala rasa sakitnya selalu ia pendam sendiri.. dia tidak pernah menyakiti orang lain sehingga bukannya.. memilih untuk menghukum suaminya dan membalas dendam padaku dia justru memilih bunuh diri, jaejoong yang saat itu masih sangat muda diusianya yang ke delapan belas tahun terpaksa harus menyaksikan ibunya mati dengan tragis, dia trauma ketakutan dan menderita,, dan semua itu karena umma.. ahra.. karena umma mu ini ! jadi biarkan umma menebus dosa umma ne ?" cerita jungsu panjang lebar pada sang anak agar ia mengerti bahwa ibunya merasa berdosa pada masa lalu jaejoong
"umma bukankah ia meninggal karena sakit, appa kim selalu mengatakan padaku dan jaejoog eonni bahwa ibunya meninggal karena sakit ?" heran ahra dengan informasi yang didapatkannya selama ini
"appa kim sengaja menyebarkan berita kematian yuri disebabkan karena sebuah penyakit untuk menjaga nama baik keluarga dan jaejoong tau kebohongan itu dengan pasti dan bahwa kenyataan sang appa menyembunyikan sebab kematian ibunya yang sebenarnya, inilah hal yang membuatnya lebih sakit hati lagi" cerita jungsu akhirnya pada hal yang selama ini selalu ditutupi.
"lalu bagaimana umma tau hal ini ?" Tanya ahra penasaran
"sebelum jaejoong pergi dari rumah ini dia mengatakannya pada umma, jika dia tau ibunya bunuh diri tapi Youngwoon appa tidak pernah tau jika jaejoong sudah tau kebohongannya, dia menantang umma untuk mengatakannya pada Youngwoon appa agar umma bisa dimaafkan.. tapi sampai sekarang umma tidak berani mengatakannya mengingat jantung Youngwoon appa yang akhir-akhir ini selalu bermasalah,, umma takut dengan kesehatannya.. dan karena kebungkaman inilah jaejoong jadi semakin membenci umma…. Dan umma menerima hal ini ahra.." jeda sebentar sebelum jungsu melanjutkan kata-katanya.
"ahra mengertilah… jaejoong telah kembali dan umma ingin menjadikan ini kesempatan untuk membayar semuanya, bukankah kita sudah menjalani hidup yang selalu bahagia selama ini… jadi sekarang biarkan jaejoong yang merasa bahagia ne sayang?" rayu jungsu yang kini mendekati ahra yang sedang duduk di ranjang dan perlahan mengelus rambut anaknya meminta pengertian
"ahraaa.. jika jaejoong tak kunjung bahagia, mungkin saja umma tidak akan mati dengan tenang" tambah jungsu lagi kali ini sambil memeluk ahra
"aku.. tidak tau.. umma.. aku tidak tahu aku akan bagaimana… bukan umma yang menyuruh ibu jaejoong bunuh diri kenapa umma harus merasa bersalah?" protes ahra yang masih tidak mau kalah.
"aku tidak mau umma… ! aku tidak mau kehilangan kebahagiaan, aku tidak mauu !" ucap ahra terus menerus kepada ibunya yang tidak dijawab apapun oleh jungsu dan kemudian meninggalkan kamar ibunya begitu saja, meninggalkan jungsu yang menatap anaknya sedih.
.
.
.
Waktu makan malam pun tiba kini mansion kim sangat ramai dengan hadirnya junsu diantara mereka. Semua anggota keluarga berkumpul bersama makan malam dengan nikmat, jaejoong yang moodnya seharian buruk kembali ceria setelah junsu hadir.
"ah yooochun aku belum mengucapkan selamat atas pernikahanmu dengan junsu dan maaf aku tidak bisa hadir" ucap jaejoong
"tidak masalah jae, kau mengirimkan kami banyak hadiah dari paris aku rasa junsu lebih membutuhkan hadiahmu" jawab yoochun bercanda
"yak chuunie kenapa kau mengatakan hal seperti itu, tentu saja kehadiran sahabatku lebih penting" ucap junsu tak terima
"aku hanya bercandaa…"
"eonni…?" Tanya ahra menyela
"hm?" hanya dijawab deheman oleh jaejoong
"kenapa eonni tidak mengucapkan selamat untuk pernikahanku, bukankah aku menikah lebih dulu sebelum yoochun oppa dan junsu eonni?" Tanya ahra membuat beberapa orang disana tediam
"UHUK UHUK UHUK" yunho yang sedang menikmati makanannya terbatuk mendengar pertanyaan ahra. Istrinya ini memang sengaja ingin bersikap frontal pada jaejoong dan semuanya hening menunggu jawaban jaejoong. Sempat terdiam beberapa saat kemudian jaejoong menjawab pertanyaan ahra.
"tidak ada yang mengabariku tentang pernikahanmu, lagipula kau menikah tiga tahun lalu, dan saat itu aku baru saja akan merintis karir modelku, jadi aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal yang menurutku tidak penting" jawab jaejoong dingin dan tak kalah frontal yang membuat ahra menggeram lirih, sedangkan appa kim wajahnya sudah masam dengan situasi panas dihadapannya ini yang lainpun juga tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing.
Drrt drrrrt drrrtt drtttttt ddrrrrrrt tiba-tiba handphone jaejoong berbunyi ditengah obrolan mereka
"hallo" ucap jaejoong mengangkat telefonnya
"hallo honey…"
"ah maaf kekasihku menelpon aku permisi dulu" pamit jaejoong sambil beranjak dari duduknya dan menuju ruang keluarga agar lebih leluasa berbicara dengan sang kekasih
"hallo maaf tadi aku sedang makan malam, apa kau punya kabar baik untukku?" Tanya jaejoong antusias
"ne honey sekarang aku ada dibandara aku sudah sampai di korea jadi bisakah kau menjemputku saat ini juga?" Tanya sang kekasih
"tentu tentu saja honeey tentu saja aku akan segera kesana" jawab jaejoong sangat bersemangat segera ia menutup teleponnya dan kembali ke ruang makan.
"siapa yang menelpon joongie kau terlihat begitu senang ?" Tanya tuan kim melihat putrinya sudah selesai bertelepon
"kekasihku appa, dia sudah sampai dan aku akan menjemputnya di bandara sekarang juga" jelas jaejoong dan didengar oleh semua orang yang berada disana
"apa perlu appa temani?" tawar tuan kim
"tidak appa tidak usah aku ingin pergi sendiri saja dan nanti aku akan akan membawanya langsung kesini untuk berkenalan dengan kalian semua"
"ah baiklah kalau begitu" jawab tuan kim
"kalau begitu aku permisi dulu"
"hati-hati jae dan pakai mantelmu diluar dingin" ucap jungsu memberanikan diri namun lagi-lagi tak digubris jaejoong yang langsung melesat pergi membuat ahra menggeram ibunya diperlakukan sedemikian rupa.
.
.
.
Syuuuuuung…
bunyi pesawat berseliweran terdengar jelas ditelinga jaejoong yang tengah menanti kedatangan sang kekasih. Hari ini jaejoong sengaja berpenampilan sedikit seksi dengan memakai dress tanpa lengan berwarna cream, sebatas paha dan dengan belahan dada yang sedikit terbuka sesuai dengan selera sang kekasih..
GREEP sebuah lengan melingkari pinggang jaejoong dari belakang
"ini ditempat umum honey lepaskan aku sekarang juga" ujar jaejoong yang risih dipeluk dengan intim di tempat umum
"aku merindukanmu honey …" jawab kekasih jaejoong sambil mengendus leher jaejoong
"merindukanku atau tubuhku hm hihihi ?" Tanya jaejoong sambil terkekeh "sudahlah lepaskan aku…, aku sudah bosan sekali menunggumu dari tadi.." perintah jaejoong sambil melepaskan tangan kekasihnya di pinggangnya dan jaejoongpun menoleh untuk menatap sang kekasih. "kau berlebihan sekali, kita ini di bandara bukan sedang pemotreran…" protes jaejoong yang melihat fashion kekasihnya yang bergaya layaknya akan mendatangi acara penghargaan
"tentu saja aku harus terlihat tampan kapanpun dan dimanapun"
"haah terserah kau saja, sekarang apa kau akan menemui keluargamu dulu ?" Tanya jaejong
"tidak usah hanya ada hyungku saja di seoul dan orangtuaku ada di gwangju, dan kau tau kalau aku lebih ingin bertemu dengan orangtuaku dulu tapi aku masih sangat lelah dan jetleg jadi bagaimana jika aku bertemu appamu dulu dan beristirahat di rumahmu?"
"tentu saja selama di seoul ini kau harus tinggal dirmahku dan tidak boleh tinggal ditempat lain.. kapan-kapan aku akan ikut berkunjung kerumah orangtuamu.., lalu akan kemana kita sekarang kau mau jalan jalan atau langsung pulang?"
"aku kan sudah bilang aku lelah honey jadi.."
"aku mengerti honeey aku hanya bercanda lagipula appaku sudah menunggumu, ayoo kita pulang"
"dengan senang hati.." kemudian jaejoong memutuskan untuk langsung pulang kerumahnya
.
.
.
"appaaaaaa aku pulang" teriakan jaejoong menggema di mansionnya, semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga menanti kedatangan kekasih jaejoong. Yoochun dan junsupun masih setia menunggu sahabat mereka ini dirumahnya.
"joongie mana kekasihmu ?" Tanya tuan kim yang penasaran karena jaejoong berjalan sendirian
"iya mana jae? kenapa kau sendirian?" tambah junsu sewot
"dia dibelakang tadi dia sedang menelpon orang tuanya mengabari bahwa dia sudah ada di seoul… nah itu dia datang" tunjuk jaejoong pada seorang pria tinggi dan gagah dengan rambut hitam berponinya kaca mata hitam mentereng serta didukung fashion yang sangat modis membuat orang yang melihatnya menaruh fokus dan perhatian total pada pria tersebut pandangan mereka menyapu bersih dari atas ke bawah tubuh kekasih jaejoong, kekasih jaejoong ini memiliki tunuh sempurna bak model begitu pikir semuanya, hingga akhirnya sang pria membuka kacamatanya dan menunjukan wajah tampannya disertai senyum menawan tersungging di bibirnya.
"anyeongaseo saya adalah kekasih jaejoong noona perkenalkan nama saya jung changmin senang bertemu dengan anda tuan kim" sopan kekasih jaejoong memperkenalkan diri hingga sebuah suara menginterupsi
"JUNG CHANGMIN !" teriak yunho keras karena terkejut sambil menatap tajam kekasih. jaejoong
"yunhoo hyung" ucap changmin dengan lirih namun tak kalah terkejut menatap yunho.
"kalau tidak salah kau adalah jung changmin adik yunho hyung kan?" Tanya junsu "bagaimana bisa kau menjadi kekasih jaejoong?" heran junsu kemudian
"changmin mendapat beasiswa untuk berkuliah di paris tapi tak kusangka mereka akan bertemu dan menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih" ucap ahra dengan nada dingin menunjukan dirinya juga terkejut akan hal ini
"jae apa kekasihmu itu adalah adik yunho?" Tanya tuan kim yang memang belum pernah bertemu dengan adik yunho yang sudah pergi ke paris enam tahun lalu tanpa menghadiri pernikahan yunho dan sedangkan yunho sendiri menjadi menantunya baru tiga tahun lalu. Pertanyaan tuan kim ini hanya ditanggapi jaejoong dengan mengangkat bahunya
"changminnah hyung perlu bicara hanya denganmu sekarang juga" sambung yunho kemudian, dan segera saja ia menggiring adiknya ketempat lain meninggalkan semua orang sedangkan yoochun hanya tersenyum samar dan jaejoong menatap punggung kedua pria gagah yang sedang berjalan itu dengan tatapan tajam dan ekspresi yang tidak terbaca
TBC….
