Rate: saat ini masih T… semoga sampai akhir bakal tetep T….
Pairing : Stony, Stucky, SpideyPool(ntar,kalo inget… tapi kayanya ga jd)
Genre: family, bromance,sismance, boys love, shonen ai, hurt... author patah hati, dll...
Disclaimer :
Mas Tony dan mas Steve saling memiliki~
Semua chara di sini punya marvel~
Saya Cuma minjem... tapi ga bilang...
tidak ada keuntungan material apapun yang Yuharu dapet dari penulisan ff ini. Hanya keuntungan batin berbagi kegalauan bersama pecinta stony...
WARNING: ff ini mengandung unsur BL/Buah Love#plak! Maksudnya percintaan sesama lelaki, beberapa adegan kekerasan dan baper...
Note: Disini Steve ama Tony udah nikah, tinggal di Tower bareng beberapa avenger lainnya. Mereka punya anak yg namanya Peter. Sekarang Peter kelas 2 smp dan dia bukan spiderman~ atau setidaknya belum…. Dia masih SMP.
Oh karena ada beberapa yg nanyain ini peter parker atau bukan...
Jawabannya iya, dia ini peter parker spiderman... tapi belum jadi spiderman... karna dia ga pernah digigit laba-laba dan yah nama belakangnya Stark-Rogers karena dia ga pernah jd Parker... rahasia kelahirannya seperti yang telah dijelaskan di chapter 3, jadi begitulah...
Kalau ada typo tolong kasih tau yo~
saya ga baca ulang lagi soalnya... dan ga punya beta...
Happy reading~
:3
[oke mari kita mulai ceritanyaaa~]
Peter melihat sekelilingnya, semua orang tersenyum dan tertawa, makan, bersulang, menari juga bernyanyi. Peter melihat Dad datang menghampirinya dan memangku tubuh bocah berusia empat tahun itu, "mau berdansa denganku pangeran kecil?" Tanya lelaki dengan jenggot lucu yang selalu membuat pipi Peter terasa gatal setiap Dad menciumnya atau sekedar iseng menggesekan rambut-rambut halus itu ke pipi putranya. Peter mengangguk sambil terkiki kecil, kegelian merasakan jenggot Tony. Keduanya kemudian menuju area dansa berputar dan melenggok sesukanya, tangan kanan Tony memeluk Peter erat agar keduanya bisa sepantaran, meninggalkan kedua kaki Peter bergelantung nyaman sementara tangan kirinya menggenggam tangan kanan peter seolah mereka akan menari walts atau tango yang tentunya mustahil, sehingga keduanya hanya berputar-putar dan mengganggu bruce yang sedang berdansa dengan Natasha atau Clint yang sedang mengajak seorang agent berdansa. Keduanya hanya cekikikan begitu melewati Clint yang marah karena diganggu.
Peter terus tertawa sampai tidak sadar seseorang sudah berada di belakang Ayahnya dan menggenggam bahu ayahnya. Lelaki itu punya wajah yang familiar dengan mata biru dan rambut pirang yang berpendar indah dibawah cahaya matahari, Peter mengenanya. Ayahnya tersenyum pada lelaki itu sebelum lelaki itu balas tersenyum kearah Peter dan ayahnya, Tony menyerahkan Peter ke Lelaki itu saat si lelaki bilang ingin berdansa dengan Peter. Peter tersenyum kearah lelaki yang tengah menggendongnya itu. Sedetik kemudian lelaki itu membanting ayahnya ke pilar masih sambil tersenyum, seketika semuanya berubah menjadi Merah.
"AAARRRGGGHHHHH!" Jeritan Peter berhasil membangunan Clint dan Bruce. Natasha yang sedang beerjaga di depan pintu segera melompat masuk begitu mendengar suara jeritan keponakannya.
"Shh…. Tenang Peter, minumlah" kata Bruce sambil mendekatkan sebuah segelas air putih ke bibir Peter, si pemuda meminumnya tergesa dan tersedak. Tapi kemudian mulai tenang saat coba minum untuk kedua kalinya.
"Dad… dad… seseorang menyerangnya… dimana dia?" Tanya peter panik, dilihatnya ruangan itu, hanya ada Clint, Natasha dan Bruce. Entah kenapa hatinya tidak tenang begitu menyadari menghilangnya sang ayah.
"tenang Peter, Ayahmu sedang mengurus perusahaannya yang sudah seminggu ini terbengkalai" kata Natasha sambil mengusap rambut Coklat Peter, berusaha menenangkan keponakan satu-satunya.
"seminggu?" Tanya Peter bingung kepalanya berdenyut dan pusing, tapi di saat bersamaan terasa mati rasa.
"apa yang kau ingat?" Tanya Bruce sambil melihat Peter yang kebingungan.
"aku, MJ dan Harry sedang bermain Skate board di gedung kosong milik keluarga Harry… lalu… ugh…." Peter memegang kepalanya yang terasa berdenyut.
"Shh… tidak usah dipaksakan, istirahatlah. Kami akan menjagamu" kata Natasha sambil mengusap perlahan kepala Peter yang tidak dibalut perban, seolah terhipnotis Peter kembali menutup matanya dan tertidur.
Bruce dan Natasha saling berpandangan, bertukar pikiran. Sudah seminggu ini Peter terus terbangun dan tertidur seperti tadi, namun setiap kali terbangun Peter selalu lupa kejadian saat dia tersadar sebelumnya. Semoga saja semua itu hanya efek obat tidur dan penghilang rasa sakit yang cukup banyak mengalir pada Tubuh Peter. Nat dan Bruce berjanji untuk tidak memberi tahu Peter apa yang sebenarnya terjadi, setidaknya sampai keadaannya itu semua orang sadar tidak ada yang berhak menjelaskan soal keretakan hubungan kedua orang tua Peter selain Tony atau Steve, meskipun sebenarnya Steve agak diluar opsi mengingat Peter bahkan tidak mengingat Ayahnya yang pirang. Sementara itu Clint hanya memandang kedua rekan Avengers-nya, bungkam.
.
XXXXXxxxxxx-(Author istirahat dulu ya)- xxxxxxXXXXX
.
Tony memandang lelaki dengan setelan serba hitam dengan penutup mata yang kini menatapnya Tajam. Tony sudah berbicara dengan Fury hampir dua jam tapi keduanya belum menemukan titik terang. "dengar, jika tidak ada lagi yang mau kau bicarakan aku ingin kembali ke tempat Peter." Kata Tony sambil membereskan setelannya, bersiap untuk berdiri
"Stark, kau tidak bisa melakukan semua ini. Setelah semuanya aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja" kata Fury emosi. Masih ada tiga tumpuk dokumen yang harus Fury selesaikan dan sekarang Fury merasa sudah membuang-buang waktunya percuma untuk mengurusi pernikahan orang lain.
"tidak, keputusanku sudah final, aku mundur dari Avengers dan akan berpisah dengan Steven Grant Rogers" kata Tony sambil bangkit, dia masih harus bertemu dengan seseorang sebelum kembali ke tempat Peter.
"kau pikir media akan membiarkanmu begitu saja?! Orang-orang akan mempertanyakan dan meragukan kalian!" kata Fury emosi
"PERSETAN DENGAN ORANG-ORANG ITU! BUKAN MEREKA YANG NYARIS KEHILANGAN ANAK SATU-SATUNYA DITANGAN LELAKI YANG PALING DICINTAI!" teriak Tony yang sudah kehilangan kesabaran.
"Stark…. Apa kau masih mencintai Rogers?" Tanya Fury mendengar teriakan Tony. Biasanya dia akan sangat marah jika ada seseorang yang berteriak di kantornya selain dirinya. Tapi Fury lebih focus pada kata-kata Tony. Fury bukan orang yang bisa menunjukan kasih maupun kekhawatiran begitu saja, Fury juga bukan orang yang percaya pada orang lain, tapi bukan berarti dia tidak perduli. Fury masih ingat pertama kali dia bertemu dengan Tony adalah saat dia masih dalam masa pelatihan dan harus mengawal Howard Stark. Tony saat itu tidak lebih dari seorang bocah dengan rasa ingin tahu yang besar dan semangat untuk diakui ayahnya.
"semuanya akan lebih mudah jika aku tidak…. tapi sekarang bukan perasaanku, ini semua tentang Peter. Bahkan meski aku masih mencintainya, aku tidak akan bisa berada di sekitarnya tanpa mengingat apa yang dilakukannya." Fury menatap Tony prihatin, Tony benci pandangan itu. "dulu aku biarkan Howard merusak masa kecilku, membuatku menghancurkan diriku sendiri di masa remajaku dan menjadi monster saat aku dewasa…."Fury tahu, luka di punggung dan beberapa bagian Tubuh Tony Stark yang tidak pernah hilang adalah karya seorang Howard, melukai bukan hanya tubuh tapi juga jiwa Tony kecil. Membuat anak lelaki yang manja menjadi katung amarah dan kebencian dengan otak jenius, menciptakan kekacawan permanent bagi bocah itu hingga remaja dan mungkin sampai detik ini jika bukan karena penculikan di Afganistan yang membuatnya menjadi Ironman.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan hidup Peter. Terutama jika orang itu adalah orang yang disayanginya." Kata Tony final. Fury tidak menghalangi kepergian Tony, sebaliknya dia malah menatap sebuah celah di belakang lemari besar yang hampir mencapai langit-langit. Perlahan celah itu seloah melebar hingga sebesar pintu, dari dalamnya keluar Steve Rogers yang mendengar semuanya dalam diam.
.
XXXXXxxx-(Author istirahat dulu ya)- xxxXXXXX
.
Peter terbangun dari tidur tanpa mimpi begitu merasakan hembusan angin menerpanya. Kepalanya masih sedikit pusing dan rasa ngantuk seolah tidak mau meninggalkannya, efek sedative. Bukan pertama kalinya, Peter pernah merasakannya sebelum ini. Peter berusaha melihat ke sekeliling kamarnya hanya untuk mendapati tidak ada siapa pun di sana. Tiba-tiba dari arah kamar mandi peter mendengar suara keran yang dibuka sebelum suara air yang mengalir sampai ke telinganya. Peter tidak terlalu memikirkannya tentu saja, paling salah satu aunt atau uncle yang pakai kamar mandi.
Peter sangat terkejut mendapati yang keluar dari kamar mandi justru seseorang yang mengenakan pakaian perawat membawa sebuah vas bunga berisi bunga matahari. Peter tidak bisa mengalihkan pandangan dari sosok itu jika saja yang keluar memang seorang perawat, tapi Peter yakin betul sosok yang mengenakan suit ketat merah hitam dari ujung kaki sampai ujung kepala dibawah pakaian perawat itu bukanlah perawat sungguhan.
"yo, Pete~ tadinya aku ingin membawakan kembang api, tapi karena kembang api tidak bisa ditaruh di dalam vas jadi kuganti kembang(bunga) matahari~" kata sosok mencurigakan yang tidak dikenalinya. Peter menggenggam tombol daruratnya, berjaga-jaga jika harus menggunakannya.
"siapa?" Tanya Peter pada sosok aneh dihadapannya "kamu tidak mungkin penjual chimichanga di sebrang jalan kan" Tanya peter berusaha Santai namun tetap waspada. Ayahnya selalu mengajarkan dia untuk tetap netral dan bersikap tenang saat menemui seseorang yang mencurigakan dan tidak jelas villain atau hero.
"Deadpool~ aku adalah ibu perimu, atau untuk saat ini perawat pribadimu~" kata Deadpool sambil menunjuk pakaian perawat yang dikenakan diatas suit merah hitam miliknya. "oh dan aku memang suka sekali Chimicanga, aku tahu toko yang bagus sekitar sini"
"Deadpool? Aku bukan bocah tujuh tahun yang bisa ditipu dengan hal seperti sihir" kata peter tidak percaya. Siapa pula yang akan percaya dengan orang mencurigakan begitu, selain itu dia punya seorang dewa petir sebagai Godfather! Peter tidak butuh seorang ibu peri seperti Cinderella.
"yah, pokonya jika kau merasa terancam atau merasa butuh seseorang silahkan panggil aku sepuasnya" kata deadpool sambil melemparkan sebuah kartu nama dengan gambar Deadpool yang berpegangan tangan dengan karakter berkostum merah biru dengan aksen laba-laba, terlihat seperti gambar anak 4 tahun.
"sejujurnya sekarang aku merasa terancam dengan keberadaanmu" kata peter sambil melempar kartu nama pemberian Deadpool ke meja di samping kasurnya.
"heee…. terancam? Padahal aku sudah meletakan semua bom dan alat berbahaya lainnya di depan pintu rumah sakit karena takut kau meledakannya" kata Deadpool yang tersinggung
"kau apa?!"
"yah intinya aku akan datang lagi nanti" kata Deadpool sambil melompat ke luar jendela. Peter akan mengejar Deadpool jika saja kepalanya tidak berdenyut saat Peter berusaha bangkit. Tidak lama kemudian Natasha muncul dengan wajah datarnya, tapi Peter mengenali mata Natasha, khawatir.
"kau baik-baik saja? Apa ada yang mengunjungimu selama aku pergi?" Tanya Natasha dengan nada dingin yang biasa. Entah apa yang mendorongnya, Peter menggeleng.
"apa terjadi sesuatu?" Tanya Peter
"hanya hal biasa, ada seseorang yang cukup gila meninggalkan setumpuk besar bom rakitan dan beberapa kotak dynamite dan bazooka…." Kata Natasha cuek, dia kemudian mendudukan dirinya di sofa yang dibawa Tony dari Tower.
"bom dan bazooka itu sungguhan? Cool…" Tanya Peter antusias, tidak menyangka orang aneh berkostum merah itu benar-benar melakukannya. Jika Natasha mencurigai tingkah keponakannya, dia tidak mengatakannya.
"hei, turunkan kakimu dari sofaku young lady" kata Tony yang sudah berada di ambang pintu, Natasha hanya mendengus tanpa menurunkan kakinya. "hai peter pan, bagaimana keadaanmu?" Tanya Tony sambil mendekati putranya. "aku menemukan chimichanga yang enak di sekitar sini" kata Tony sambil meletakan kantong kertas yang dibawanya di meja samping ranjang Peter. Tony kemudian melemparkan sekotak pada Natasha dan memberikan sekotak untuk Peter.
Tony mengatakan bahwa dia sudah makan ditoko dan membawa beberapa karena tahu Peter tidak suka makanan rumah sakit. Peter mengakui kalau Chimichanga yang dibawa ayahnya memang enak, Peter bahkan tidak sadar betapa laparnya dia sampai seluruh Chimichanga di kotaknya habis. Tony kemudian membuang kotak bekasnya dan kantong karton itu ke tempat sampah di lorong rumah sakit, meninggalkan meja di samping kasur Peter kekosongan yang tidak disadari remaja itu. Peter kemudian mulai menanyakan tentang hal-hal yang terjadi selama dia tidak sadarkan diri, tidak menyadari kartu nama Deadpool yang menghilang.
.
XXXXXxxx-(Author istirahat dulu ya)- xxxXXXXX
.
Alana Bloom menatap Tony yang kini sedang meminum kopionya. Sudah lebih dari seminggu dia menjalani sesi 'mengobrol' dengan Tony. Keadaan Tony semakin membaik, atau setidaknya itulah yang dipikirkan orang-orsng. Tspi tidak dengan Dr. Bloom. Dia menjadi salah satu psikiater terbaik FBI bukan tanpa alas an, dia bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain. Tony mungkin kembali menjadi seorang jenius arogan yang bertindak sesukanya seolah semua masalah yang dialaminya dan Steve seminggu belakangan tidak pernah terjadi. Sayangnya semua itu benar-benar terjadi dan Dr. Bloom tahu betul semua itu masih di sana, menggerogoti seorang Tony Stark dari dalam.
"jangan melakukan kesalahan yang pernah kubuat, aku menilai perasaanku dan bukannya melakukan sesuatu. Kau harus cari cara mengatasi masalahmu Tony, bukan menyembunyikan dirimu dari kenyataan atau mencari jalan termudah" kata wanita yang memiliki seorang putra itu.
"aku tidak mengerti" kata Tony dengan nada arogan yang dikenali Alana sebagai kebohongan.
"Tony, kau tidak perlu menutupi siapa dirimu dan berhentilah berpura-pura kuat. Setidaknya dihadapanku, aku tidak akan menghakimimu. Aku disini bukan untuk itu, aku disini untukmu" Kata Alana pada lelaki di hadapannya. Alana terbiasa menangani korban dari kasus-kasus paling biasa hingga kasus yang membuat para FBI ingin mengundurkan diri. Diantara korban itu banyak yang mengalami mimpi buruk bahkan saat mereka terjaga, membuat mereka merasa gila dan tertekan oleh sesuatu yang tak bisa mereka hilangkan dari ruang kosong antara khayalan dan kenyataan. Banyak dari orang-orang itu kemudian berusaha bersikap seolah apa yang mereka alami tidaklah nyata, berusaha menekaankan kalau mereka baik-baik saja dan bahwa mereka cukup kuat dan tidak gila karna apa yang mereka alami, berusaha membohongi diri mereka sendiri. Hasilnya selalu tidak baik.
"kau tidak mengerti, aku harus melakukan ini untuk Peter. Dia bergantung padaku dan aku harus bisa menjadi pilar untuk menyangganya." Kata Tony mantap. Saat ini hanya dialah satu-satunya pegangan untuk Peter, Tony tidak akan membiarkan Steve untuk mendekati anaknya apalagi menjadi sandaran putranya. Peter bahkan tidak mengingat Steve, bahkan jika Peter mampu mengingat Steve sekali pun Tony tidak akan membiarkan lelaki pirang kelebihan otot itu ada dalam jarak pandang Peter.
"Tony… Peter aman sekarang, kau aman sekarang, semuanya-"
"NO! Ini.. ini belum berakhir…. Ini… entahlah… aku mulai mendapatkan mimpi-mimpi ini… aku mulai melihat Ste-Captain… aku melihatnya membunuh Peter, kemudian menyiksaku… dan dia melakukannya lagi, lagi dan lagi… " Kata Tony, nafasnya berat dan kepalanya terasa nyeri. Beberapa kali Tony membuka bibirnya, ingin melanjutkan namun hanya nafas berat yang mampu dikeluarkannya. Alana menunggu Tony dengan sabar, "hal terburuknya adalah, saat aku bangun Steve ada di sana. Dia menatapku dan aku tidak bisa berhenti berfikir kalau dia akan menyerangku atau Peter. Aku tidak bisa bangun dan membuat semua mimpi itu menghilang. Karena semua mimpi itu terlalu nyata, aku bisa merasakannya mencekikku, berdiri diatas genangan darah dari tubuh Peter, mematahkan tulang-tulang rusukku lalu menariknya satu persatu dan menancapkannya ke tubuh Peter."
Alana menghela nafasnya, ini bukan pertama kalinya dia mengalami korban penganiayaan, tapi melihat seorang Tony Stark dalam kondisi ini bukan hal yang mudah. Menyadarkan pada Alana bahwa meski dengan Iron suit yang luar biasa, uang yang tidak akan habis dan tingkah yang dibuat acuh tak acuh… Tony Stark tetaplah manusia biasa. Bahwa seorang Tony Stark yang dengan berani menlawan monster dan alien, membonceng Nuklir untuk menyelamatkan New York, juga orang yang bisa menciptakan krisis ekoomi dalam hitungan menit ternyata juga bisa merasa terancam dan tertekan. Ironisnya, semua ketakutan itu terarah pada seorang Captain America.
Alana heran, bagaimana dia bisa tidak menyadari bahwa Tony Stark adalah orang paling manusiawi di avengers. Tony bukan dewa dari Asgard, tidak pernah meneguk super serum atau berenang dalam radiasi gama, dia bahkan tidak mengalami pelatihan khusus di camp S.H.I.E.L.D. saat liburan musim panas. Alana ingat pernah melihat Tony sebelum dia menjadi Ironman dan dia selalu membawa bodyguard disekitarnya. Tony punya otak jenius yang menjadi warisan turun temurun keluarga Stark tentu, bersama kekayaan dan alis yang sexy. Tony tidak cocok untuk turun di langsung dilapangan bagi Alana, tapi Tony terlalu keras kepala untuk diam dan melihat Avengers lain menendang beberapa penjahat.
"kau harus bicara dengannya…." Membuat Tony melotot menatap wanita itu. "tidak sekarang tentunya, saat kau siap." Tambah wanita itu.
"entahlah, aku bahkan kesulitan untuk tidak menembakan repulsor ke arahnya belakangan ini" kata Tony ragu, Alana tertawa mendengarnya. Tidak lama Tony ikut bergabung, tawanya tidak terlalu keras mengingat rusuknya belum sembuh. Tidak lama terdengar suara ketukan yang menghentikan keduanya. Alana membuka pintu tersebut dan melihat sosok Captain America dan Natasha di balik pintu tersebut.
"oh, hai… Natasha bilang kalau… apa aku mengganggu? Aku bisa menunggu…" kata Steve yang agak terkejt mendapati wanita yang tidak dikenalnya berada satu ruangan dengan Tony. Perasaan cemburu hampir menguasainya tapi Steve ingat dia masih punya hal lain yang lebih penting maka diredamnya perasaan tersebut.
"nonsense, lagipula sesiku dan Tony sudah hampir selesai. Beri aku beberapa menit" kata Alana sambil membereskan barang-barangnya.
"oh tidak, Alana tidak akan pergi kemanapun" Kata Tony dengan nada menyebalkan. Alana akan protes ketika melihat tangan Tony berkeringat dan gemetar pelan.
"kau yakin?" Tanya Alana, Tony mengagngguk ragu. Sementara Natasha mengangkat alisnya melihat pemandangan itu. Melihat kejadian itu Steve merasakan amarah mulai merambat, berani sekali Tony berpaling pada seorang wanita! Demi tuhan Steve masih suami sah seorang Tony Stark!
"jadi, apa yang kau inginkan Captain Rogers?" Tanya Tony tanpa basa basi. Disilangkan kedua tangannya, membuatnya terlihat menyebalka. Tapi Natasha dan Alana tahu Tony hanya berusaha menyembunyikan tangannya yang gemetar, sayangnya Steve terlalu sibuk dengan dunianya sendiri untuk menyadarinya.
"surat-surat ini. aku tidak bisa menandatanganinya." kata Steve sambil meletakan surat-surat yang diberikan Tony kemarin. Steve menolak untuk bercerai, dia percaya dia bisa memperbaiki semuanya. "aku ingin memulai segalanya kembali. Kita lupakan semuanya dan kita perbaiki semuanya dengan memulai dari awal" kata Steve mantap. Dia tidak akan menyerah pada takdir, tidak kali ini. mendengarnya Tony hanya tertawa.
"maaf…. Tapi… hahahahahah… kau? Hahahahaha…." Semua orang melihat Tony yang tawanya perlahan menjadi histeris dan kemudian perlahan berubah menjadi isakan pelan, mungkin karna luka di tulang rusuknya atau mungkin dia menangisi takdirnya, atau mungkin dia hanya kehilangan beberapa sekrup di kepalanya. Entahlah, "kau minta untuk melupakan segalanya dan mulai dari awal?! Apa kau lupa PETER SUDAH MELUPAKANMU! Asal kau tahu dari semua kejadian ini hanya itu hal baik yang bisa kusukuri. " kata Tony mantap. Steve menatap Tony tidak percaya.
"Tony… " Steve berusaha mengatakan sesuatu. Sayangnya terlalu banyak perasaan yang bercampur dengan pikirannya dan Steve tidak tahu cara mengungkapkannya sehingga hanya nama si jeniuslah yang lolos dari bibirnya. Captain America bisa berpidato dihadapan ribuan orang tapa merasa gentar, dia bisa menggiring para prajurit untuk bertarung hingga akhir hayat mereka, apa sulitnya berbicara di hadapan seorang Tony Stark? Ini harusnya mudah bagi seorang Captain America, sayangnya dia hanya seorang Steve Rogers.
"kau ingin kami melupakan semua perbuatanmu? Setelah semua yang kau lakukan padaku dan Peter? Fine! Akan kulakukan! Kau ingin awal yang baru? Akan kulakukan, hanya saja tanpa dirimu. Aku dan Peter akan pergi dan melupakanmu. Jadi kuharap kau tandatangani surat itu dan jangan pernah tunjukan dirimu dihadapanku dan Peter lagi." Kata Tony tajam. Alana ingin membenturkan kepalanya ke dinding terdekat. Dia memang meminta Tony untuk bicara pada Steve tapi bukan ini yang diharapkannya.
"maaf… tapi aku tidak bisa Tony…" kata Steve pelan.
"kau tidak mau tanda tangan? Tidak masalah. Aku akan tetap pergi." Kata Tony sambil berdiri, dia hendak meninggalkan ruangan jika saja tangan Steve tidak menggenggam tangannya.
"lepas…." Desis Tony. Tidak ingin gemetaran di hadapan Steve. Disentakan tangannya keras-keras agar terlepas dari genggaman Steve, berhasil.
"biarkan aku memperbaiki semua ini, kumohon?" pinta Steve, mata birunya yang berkaca-kaca biasanya mampu melumpuhkan Tony, tapi tidak kali ini.
"oh tidak, tidak ada yang perlu diperbaiki. Kita sudah selesai Rogers… " Kata Tony sambil mengalihkan pandangannya, dipakainya kacamata hitam yang sejak tadi hanya diam digenggamannya. Menolak untuk melihat langit biru di mata Steve.
"oh, Sekarang kita sudah selesai? Secepat itu ? karna kau sudah menemukan seseorang?!" bentak Steve sambil menatap Alana sinis. Sementara Alana hanya bungkam melihat pertengkaran keduanya, menolak untuk terjun langsung dalam pertengkaran keduanya. Masih bisa ditoleril, bukan masalah besar.
"apa maksudmu?" Tanya Tony heran. Apa hubungannya Alana dengan semua ini?
"aku tahu sudah beberapa hari ini kalian bertemu diam-diam " desis Steve. Rasa cemburu tidak lagi ditutupi, Steve tahu kebiasaan Toony yang senang main perempuan sebelum besama dirinya. Seperti kata orang, kebiasaan lama sulit hilangnya. Siapa yang tahu kalau kebiasaan buruk itu datang kembali. "semua hal tentang perceraian ini sudah kau rencanakan! Sejak awal kau ingin berpisah denganku agar kau bisa bersama wanita ini kan! Mengaku saja Tony, kau hanya ingin bermain dengan wanita ini!"
PLAKK!
Sebuah tamparan dari Natasha menghentikan semua suara di ruangan tersebut, meninggalkan kesunyian mematikan dan ketegangan dalam udara. "cukup" kata Natasha dingin. "Kau sudah keterlaluan, Alana temanku dan aku yang mengenalkannya pada Tony"
Alan maju perlahan dan mengulurkan tangannya, "Alana Bloom-Verger, Psikiater. Menikah dan punya seorang Putra" Kata Alana, Steve dengan ragu menjabat tangan wanita itu.
"Psikiater, apa ini ada hubungannya dengan ingatan Peter?" Tanya Steve penuh harap tidak tahan dengan fakta bahwa anakna tidak bisa mengingatnya.
"mungkin, tapi di sini aku lebih focus pada Tony" kata Alana sambil menatap Tony yang msih bungkam.
"Tony? Tapi kenapa?" Steve menatapnya bingung.
"ada kode etik yang melarangku membicarakan pasienku, atau dalam kasus ini Tony." Kata Alana tenang, dia pernah menghadapi seorang pembunuh kanibal berdarah dingin. Seorang pahlawan perang seperti Captain America bukan ancaman baginya.
"tapi aku suaminya" kata Steve bersikeras, tidak suka ada informasi mengenai Tony yang disembunyikan darinya.
"dan penyebab traumanya" cemooh Natasha.
"trauma?" Steve berbalik menatap Tony tidak percaya.
"kau tahu? Rasanya kita sudah terlalu banyak bicara, dan jika kau tidak ingin menandatangani surat ini tidak masalah, tapi aku akan tetap pergi." Kata Tony sambil membalikan badannya, meninggalkan ruangan.
.
XXXXXxxx-(Author istirahat dulu ya)- xxxXXXXX
.
Tony menatap peter yang terbaring di tempat tidurnya. Digenggamnya tangan pemuda yang sudah terlelap sejak sejam yang lalu, efek obat. Tony mengusap pelan kepala putranya sayang. Tony merasakan angina berhembus menerpanya, matanya menatap seluruh penjuru kamar waspada, ingat betul bahwa dia sudah menutup seluruh jendela di kamar itu.
"boo!" kata seseorang yang tiba-tiba mendorong pundaknya dari belakang, Tony pasti akan menjerit jika saja sebuah telapak tangan tidak menutup mulutnya. "ini aku Mr Stark, tidak usah takut. Aku tidak bersama Valak dan tidak membawa bom 3kg" kata orang yang yang menyergapnya.
"kau…. Kenapa tadi kau menemui Peter?"desis Tony menatap orang dengan pakaian meerah hitam d hadapannya. "kita punya perjanjian…"
"dan kita belum sepakat" balas Deadpool
"karena kau berlari keluar restoran di tengah pembicaraan kita! Dan aku sudah membayar semua chimichanga yang kau makan dan kau bawa lari…." balas Tony kesal
"tadi ada tukang balon lewat, dan kurasa Babyboy akan suka" kata Deadpool sambil mengikatkan lima buah balon gas berbentuk unicorn ke headbad ranjang Peter. Jika tidak ingat Putranya sedang tidur mungkin Tony akan dengan senang hati membenturkan kepala orang atau mutan atau entah makhluk apa yang ada di hadapannya saat ini.
"so? Kita lanjutkan pembicaraan kita? Atau kau akan pergi keluar jendela sebelum sepasang mata-mata dan assassin membunuhmu?" Tanya Tony kesal sementara Deadpool hanya tertawa mendengarnya.
"kau tidak bisa membunuhku, tidak ada yang bisa dan itu alasanmu mau menyewaku. Ayolah, bahkan Stan Lee tidak bisa membunuhku" kata Deadpool disela tawanya.
"siapa Stan Lee? Lupakan, yang lebih penting… kau yakin bisa menghentikan Cap?" Tanya Tony serius. Entah kenapa belakangan ini rasa humornya berkurang, mungkin karena semua stress dan mimpi buruk ini atau mungkin karena sudah sejam ini perut Tony sakit gara-gara makanan yang dibawakan Clint. Tony berjanji akan mengikat Clint di kursi dan mencekokinya hingga perut manusia burung itu meledak jika besok perut Tony masih sakit.
"ok, aku bersedia menjagnya dan melindunginya dari segala makhluk dari yang terkecil seperti scotty si manusia semut hingga Scotty si giantman, dari yang bentuknya tidak karuan seperti moodok hingga yang paling seksi seperti captain America. Harus kuakui Cap punya pantat yang bagus…woohooo!" Deadpool menggerakan tangannya seolah sedang meremas pantat seseorang dan Tony ingin membunuhnya di tempat.
"jadi berapa bayaranmu?" Tanya Tony sambil membuka buku ceknya. Biasanya Tony akan menyuruh JARVIS mentransfer bayarannya. Sayangnya Tony belum menginstal AI miliknya di rumah sakit ini.
"peter" kata Deadpool sambil menatap remaja di hadapannya.
"what?" Tony melihat lelaki di hadapannya bingung.
"satu Peter, stok Chimichanga sepanjang tahun dan paket bulan madu di spain dan Italy!" Kata Deadpool sambil mendekatkan bibirnya(yang masi terbalut topeng) kearah bibir Peter.
PRAANG!
"Aaawww…" rintih Deadpool yang kepalanya dipukul oleh vas bunga oleh Tony, Reflek.
"keluar, jangan pernah coba menyentuh putraku..." kata Tony sambil mengarahkan repulsor yang selalu dibawanya dalam bentuk jam tangan.
"wow, aku suka jam barumu! Tapi aku lebih suka yang bergambar Dora" kata Deadpool sambil menggenggam tangan Tony. "tenanglah, aku hanya serius bagian Chimichanga. Oh dan aku butuh satu tempat tinggal yang dekat dengan tempatnya agar lebih mudah untuk mengawasinya, atau menjahilinya." sebelah alis Tony terangkat mendengar pembelaan Deadpool.
"untuk gajimu? Dan asurnsi kesehatan?" mendengarnya Deadpool hanya tertawa geli. Siapa yang butuh asuransi kesehatan jika kau tidak bisa mati? Maka dengan satu tarikan nafas Deadpool mengambil katana di punggungnya dan memotong kelingkingnya, membuat Tony berjengit ngeri.
"aku tidak membutuhkannya" kata Deadpool sambil memperlihatkan bagaimana jarinya kembali tumbuh.
"wow, bagus...itu keren, tapi menjijikan, boleh aku dan Buruce menelitinya nanti?" tanya Tony yang jiwa Sains-nya bangkit. Tony bisa merasakan seringai Deadpool meski wajahnya tertutup topeng.
"alasan aku bisa mengalahkan Capsicle" kata Deadpool sambil memperlihatkan kelingkingnya yang sudah tumbuh kembali meski ukurannya masih agak kecil dibanding jari-jarinya yang lain. "kau bahkan bisa memisahkan kepalaku dan aku masih bisa membuat burito dan jus kaktus. Kau mau coba?" tanya Deadpool sambil menyerahkan katana dan menyodorkan lehernya ke arah Tony.
"eewww... no! Aku tidak akan memisakan kepala seseorang dari tubuhnya bahkan untuk acara sulap di ulang tahun peter" kata Tony sambil menjatuhkan pedang Deadpool.
"AAWW!" siapa yang menyangka pedang itu akan menancap di kaki lelaki berkostum merah itu?
"OOPS! Maaf aku tidak sengaja" Kata Tony sambil mencabut pedang itu, sukses membuat darah di kaki Deadpool memancar bagai air mancur. Melihatnya Tony reflek menancapkan kembali pedang itu ke kaki Deadpool yang justru menambah lubang di kakinya. Tony baru akan menarik kembali katana yang menancap di kaki Deadpool.
"WAAA! STOP! BERHENTI! Berhenti menolongku... kumohon" kata Deadpool sambil memegangi tangan Tony. "ini tetap sakit…" kata Deadpool sambil menunjukan lukanya yang perlahan menghilang.
"eww… itu tetap menjijikan, dan aku tetap ingin menelitinya. Baiklah ini kesepakatannya, kau akan menjaganya, aku akan memberimu tempat tinggal dan chimichanga dan boneka unicorn setinggi dua meter yang kau minta tadi siang."
"3 meter dengan surai pelangi"
"haah, 3 meter dan uang bulanan. Kau juga akan membiarkanku meneliti tubuhmu itu, dan menyingkir dari bokong anakku! dia masih di bawah umur, dan dia harus berumur setidaknya 30 sebelum kencan pertamanya " kata Tony sambil mengulurkan tangannya.
"oke deal! Aku berjanji akan menjaganya dengan seluruh jiwaku meski aku harus mati berkali-kali… meskipun aku ahli dalam hal itu, kau tahu mati tidak semudah kelihatannya" kata Deadpool sambil menjabat tangan Tony.
"janji?" Tanya Tony sambil berusa mencari kebohongan di suara orang di hadapannya. Tony sudah menjadi seorang pebisnis selama bertahun-tahun, dia biasa menjabat tangan calon klien atau partner untuk perusahaannya dan mencari kebohongan atau ketidak jujuran dari perubahan suara, gengaman di tangannya, mata si di hadapannya atua sekedar dengan instingnya. Kedengarannya klise dan butuh bertahun-tahun untuk menguasai teknik itu tentunya, tapi selama ini hanya Obi yang bisa menghindari radarnya.
"janji kelingkin!" kata Deadpool sambil melingkarkan jari kelngkingnya di kelingking Tony. Tony tidak akan mengakuinya tapi Deadpool berani taruhan kalau dia mendengar suara lengkingan dari seorang Tony Stark saat jari kelingkingnya yang putus melingkari kelingking Tony.
"dan berhenti melakukannya! Aku punya penyakit Jantung kau tahu!" kata Tony sambil mengetuk-ngetuk Arc reactor miliknya. Deadpool hanya tertawa renyah melihat miliyuner mantan playboy itu berlalu melewatinya menuju kamar mandi, meninggalkannya berdua dengan Peter yang masih terlelap karna obat.
"hey baby boy…"kata Deadpool sambil mengelus perlahan pipi Peter. "aku akan menjagamu kali ini dan tidak akan membiarkan siapapun melukaimu." Kata Deadpool sambil menutup matanya membiarkan semua kenangan mengerikan memasuki ingatannya. Dia masih bisa merasakan saat tangannya menarik pelatuk dan membiarkan peluru itu menancap di kepala Peter. Tidak menyadari jika dirinya baru saja membunuh lelaki yang diajaknya kencan dimalam sebelumnya, tidak menyadari bahwa Peter Parker dan Spiderman adalah orang yang sama dan mengabaikan walpeper HP peter yang menunjukan foto selfie Spiderman dan Deadpool saling berangkulan di malam kencan mereka. Deadpool mengabaikan jantunya yang berdetak saat Peter membuka pintu apartemenya dan tersenyum ke arahnya sedetik sebelum dia membunuh kekasihnya sendiri. Deadpool seharusnya tidak mengambil pekerjaan itu, seharusnya dia memerksa data targetnya dan bukannya melamun karna terlalu sibuk memikirkan kencannya dan Spiderman. Deadpool seharusnya sadar bahwa perjanjian untu tidak saling mencari tahu orang dibalik topeng itu adalah hal yang konyol untuk sepasang kekasih dan menolak untuk menyetujuinya.
Sayangnya setelah semua penyesalan itu Deadpool tetap tidak bisa menemui Peternya bahkan setelah berbicara dengan kematian. Deadpool bisa mati berkali-kali, tapi tidak akan bisa bertemu dengan Peternya. Deadpool pernah pergi ke dimensi lain untuk menemui spiderman lainya tapi mereka tidak pernah sama, semua spiderman itu bukan Spidey boy yang merangkulnya saat Deadpool menghabiskan malam panjang dengan tubuh terkoyak. Merekaa bukan Spiderman yang akan menemaninya menari dalam iringan lagu "smooth" yang dinyanyikan Santana dan Rob Thomas disela-sela malam saat keduanya mengalami hari yang buruk hanya untuk berakhir karena keduanya terjerembab atau tersandung kaki satu sama lain, bergulingan dan tertawa hingga kehabisan nafas.
Lalu suatu hari seseorang seolah menjawab semua doa yang tidakpernah dilantunkan oleh Deadpool. Seseorang itu memberikannya kesempatan untuk menemui Jiwa kekasihnya yang terlahir di dunia yang lain. Deadpool meminta, memaksa, mengancam dan bahkan memohon agar bisa kembali dipertemukan Peternya. Orang itu menyanggupi dengan syarat bahwa Deadpool tidak akan bisa kembali ke dunianya, Deadpool menyanggupi. Syarat kedua diajukan, Deadpool harus melindungi Peter dengan seluruh nyawanya maka Deadpool menyanggupi. Syarat ketiganya adalah bahwa Peter tidak akan mengingatnya dan bahwa Deadpool tidak boleh mengingatkannya akan kehidupan lamanya dan bagaimana dia dan Deadpool saling mencintai. Deadpool gusar, menolak untuk melupakan masa-masa kebersamaannya dan Spiderman. Apa bedanya dia dan Spiderman lain jika Deadpool harus memulai segalanya dari awal? Orang itu kembali menjelaskan bahwa Peter bukanlah Spiderman, bahwa dia tidak punya kekuatan super, dan bahwa lebih dari sebelumnya membutuhkan Deadpool di sampingnya.
Maka disinilah Deadpool, memandangi Baby boy kesayangannya terbaring di ranjang rumah sakit. Deadpool awalnya kaget begitu mengetahui Peter boy adalah anak dari Iron man dan Captain America di dunia ini. Peter bukan Spiderman yang bergelantungan di bawah langit New York hanya dengan berbalut spandex, tapi sejak pertama kali melihat matanya Deadpool tahu kalau Peter di dunia ini adalah Peternya. Ingatannya mungkin berbeda, mungkin Peter yang ini tidak punya tiga buah tahi lalat di bokongnya, mungkin Peter ini tidak akan pernah jatuh cinta padanya. Sayangnya Deadpool terlalu larut dalam sepasang mata itu dan terlanjur jatuh cinta saaat mencium aroma shampoo yang mengguar dari rambut coklat itu ditambah lagi Deadpool tahu jauh di dalam sana ada jiwa yang dicintainya.
"tidak akan kubiarkan siapapun menyakitimu" bisik Deadpool sambil membuka topengnya dan mencium kening Peter. Deadpool tersenyum melihat alis Peter yang mengkerut merasakan ciumannya seperti di dunia sebelumnya. Deadpool kemudian berbalik menuju kamar mandi dan menggedor pintu tempat seorang Tony Stark mengurung dirinya.
DOK! DOOK! DOKK!
"TONY! KAU MASIH PUNYA SISA CIMICHANGA?" teriak Deadpool sambil masih menggedor pintu kamar mandi itu.
"MATI SAJA SANA!" balas Tony dari kamar mandi
"sudah kucoba lima kali sejak pagi, masih belum berhasil" kata Deadpool dengan nada serius yang dibuat-buat. Deadpool mendengar geraman dan helaan nafas Tony, lama Tony keluar dari kamar mandi, mengambil dompetnya dan menyerahkan sebuah kartu kredit ke arah Deadpool.
"beli apa pun yang kau mau, tapi jangan lupa belikan aku kopi dan cheese burger saat kembali" Kata Tony yang kembali duduk di kursi samping ranjang Peter.
"oh, I love you ayah mertua~" Kata Deadpool sambil memeluk Tony yang berjengit antara jijik dan geli mendengar panggilan Deadpool juga sakit karena tulangnya yang belum sembuh disentuh dengan tidak manusiawi.
"oh, jangan pernah bermimpi au akan memberikan anakku yang manis padamu" Kata Tony sambil melepaskan tangan Deadpool. "sekarang pergi sebelum aku menemukan cara untuk membunuhmu" usir Tony pada makhluk tak jelas dihadapannya.
"yes sir!" kata Deadpoool sambil memberikan hormat ala militer kearah Tony. Tony membalasnya iseng dan Deadpool dengan girangnya melompat keluar jendela rumah sakit. Siapa yang menyangka kalau satu makhluk jadi-jadian yang kurang waras bisa membuatnya sedikit terhibur.
"hey, Peter… kau sudah lama ingin punya peliharaan sejak tarantulamu terinjak oleh Thor saat usiamu tujuh tahun kan? Tapi aku tidak mengijinkannya karena aku takut kau akan menangis selama seminggu seperti waktu itu jika peliharaanmu mati. Sepertinya aku sudah menemukan peliharaan baru untukmu dan tidak perlu khawatir dia akan mati kali ini. kabar buruknya adalah mungkin kita akan perlu kunjungan rutin ke peikiater jika ingin tetap waras." Kata Tony sambil menyikap rambut-rambut kecil yang menutupi keningnya. Tony tersenyum melihat Peter yang mengigau, meminta pancake blueberry dan Tony bukanlah ayah yang bisa menolak permintaan putranya.
"Halo Happy, bisa bawakan dua porsi pancake untuk sarapan besok? Ah, setelah kupikir lagi mungkin sebaiknya kau bawakan tiga porsi" kata Tony santai, tidak menyadari suaranya yang ceria nyaris membuat Happy dan Pepper terisak menyadari Tony mereka sudah kembali meski hanya sedikit.
.
XXXXXxxxxxx-(Bersambung dulu ya)- xxxxxxXXXXX
.
Oke, yg mau bunuh Yuharu mana suaranyaaaa~?
XD
Oke….
Chap in ibis dibilang paling lama updatenya….
Iya…
Maafin…
Q.Q
Curhat dikit ya, jadi Yuha kena WB setelah nonton Civil War…. Hiks..hiks..hiks…
Udah gitu Yuha ada KKN(kuliah kerja nyata) di tempat yg hampir ga ada Koneksi, adapun tipis-tipis hingga tidak memungkinkan untuk update…. Begitu pulang dari KKN ternyata Yuha malah berakhir di rumah sakit…
Q.Q
Jadi yah… begitulah…sekali lg maaf yak….
Oh… dan selain itu Yuha jg lg ngerjain ff series laen: Any Day Now(promosi) #Plak
Mungkin bakal keluar bareng chap 6 Don't Touch my son….
silahkan baca buat yg minat, itu ff yg Cuma sekitar 3 atau 4 chapter selesai sepertinya…
Semoga…
btw, sekarang waktunya balesin review~
makasih banget buat yg review ya~
:D
.
Yamazaki Kairu
Makasih udah review
Maaf kalau bacanya belibet…. XD
tp sayanganya flashback itu dibutuhkan demi kelangsungan cerita… jadi mohon bersabar, terimakasih udah mau baca~
semoga chapter ini ga bikin bingung~
:D
.
Graham Lecter
Makasih udah mau mampir ke lapak dede~
iya, Tony kan emang orangnya suka diem-diiem bawa nuklir ke luar angkasa…
Diem-diem bayarin kerusakan new York….
Diem-diem aja orangnya… kan kata nabi jg:
klo tangan kanan memberi, tangan kiri ga usah tau…. Sayangnya Steve malah salah paham….
Ditunggu review selanjutnya
.
J'TrimFle
Siapaaa?
Tony emang kerennn~
Makasih udah mau review~
:*
.
TheColorsAquarius
Makasih, saya juga nulisnya sampe nangis karna ga ada ide… #plak
yups, Steve blum tau… karna Peternya jg tiduran terus~
itu bukan Tony yg membuntuti Steve, tapi Deadpool~
:3
makasih dukungannya~
jangan lupa review ya~
:D
.
Tatfeels
Makasih…. Saya akan berusaha melanjutkannya…
semog WB saya cepet hilang~
Steve sekarang jd antek Hydra(di komik marvel) jd entah kenapa makin ingin bikin dia jd jahat….
.
Guest
Ini udah update yak~
:D
cup, cup, cup… jangan nangis~
.
Amandhadl
Alesannya udah dijawab yak~
:3
Makasih udah review, silahkan terror saya klo ntar lama lg updatenya~
XD
.
stvAlien
makasih~
iya ya….
Typonya tidak tertolong…. Maafkan…
Wah seneng banget klo ada yg mau ngebetain… tp takut merepotkan
Makasih udah review~
:D
.
.
.
Okey~
Sekian dari sayaaaaa~
Buat yg udah baca, fav, follow dan terutama review makasih banget yak~
I love you all~
review kalian itu nyawa ff ini~
so makasih banget, dan jangan takut buat komen ceritanya~
saya ga gigit ko~
:D
Oh dan kalau ada yang mau PM dan ngajak ngobrol, tukeran cerita, ngajak ngegosipato ngajak baper juga boleh banget~
apalagi si aku orangnya seneng kalau ada temen ngobrol~
Jadi monggo di PM aja~
:D
akhir kata,
see you next chap~
:*
