Title: AMEN
Genre: Romance, Hurt, Gaje/?.
Rate: T
Cast:

- Chae Hyung Won

- Shin Ho Seok (Wonho)

- Lee Min Hyuk

- Lee Joo Heon

.

.

Warning: Typo(s), BOY X BOY!

Chapter 3

[Jooheon POV]

'Jooheon anak Bahasa Inggris semester 3 ?' begitulah isi DM dari Minhyuk hyung yang baru saja aku buka. Jujur, rasanya aku ingin terjun dari menara setinggi 223 meter di atas permukaan laut, ok ini berlebihan.

"hey aku ingin lihat" ujar Hyungwon hyung sambil mencuri-curi pandang pada smarthphoneku.

"aishh.. ini hyung" aku memperlihatkan smartphoneku pada Hyungwon hyung.

"wah.. barokah sekali hidupmu honey.." kata Hyungwon hyung iri.

"kapan ya aku bisa seperti itu dengan Wonho hyung?" lanjutnya. Pfftt kasihan Hyungwon hyung.

'Iya benar, ada apa hyung?' balasku pada DM Minhyuk hyung, aku sama sekali tak mengindahkan Hyungwon hyung.

"ahh aku bete honey.." lanjut Hyungwon hyung lagi sambil menyalakan TV.

'kau sering menstalker aku ya haha?' Aku langsung shock setengah mati ketika Minhyuk hyung membalas seperti itu.

'hm iya hehe'. Ah, sepandai-pandainya menyimpan kaos kaki Hyungwon hyung pasti akan tercium juga baunya. Hahahaha.

'memang tidak boleh hyung? Hehe' balasku senyam-senyum dan sedikit perasaan malu dalam hati.

"hey honey, ayo kita berangkat sekarang!" seru Hyungwon hyung sambil mematikan TV. Ah, padahal aku sedang asyik chat dengan Minhyuk hyung. Hehe..

"ne hyung.." jawabku dan langsung me-lock smartphone tanpa melihat balasan DM dari Minhyuk hyung.

Kemudian aku dan Hyungwon hyung berangkat menuju kampus bersama. Selama perjalanan menuju kampus, Hyungwon hyung terlihat sangat badmood. Hh, jika dia sedang badmood, dunia serasa menjadi lebih mengerikan. Tapi aku hanya bisa diam saja, karena aku tidak mau Hyungwon hyung menjadi lebih badmood karena ulahku.

"Hyung aku duluan.." ujarku sembari masuk ke kelas. Kelasku dan Hyungwon hyung berada dalam satu gedung tetapi kelasku berada di lantai 2, sedangkan Hyungwon hyung berada di lantai 3.

"ne.." balas Hyungwon hyung dengan senyum dipaksakan. Hh, semoga keadaan hati Hyungwon hyung cepat membaik. Amen.

Sembari menunggu dosen, aku segera mengambil smartphone dari saku celanaku dan langsung aku mendapat DM dari Minhyuk hyung.

'haha ya boleh sih hehe.' wah hari ini aku benar-benar beruntung karena aku chat dengan Minhyuk hyung ditambah dia duluan yang memulai chat.

[Jooheon POV end]

[Hyungwon POV]

aku yakin 100% jika Honey sekarang sedang dalam mood yang sangat baik, sedangkan aku? Hh, aku begitu menyedihkan, aku hanya punya Honey, seorang teman yang begitu tulus ingin berteman denganku. Ah, mungkin kata 'teman' tak cukup untuk Honey-ku, mungkin aku akan menyebutnya 'Bestie' haha.

aku sedang menunggu di dekat ruang V14 karena para mahasiswa jurusan Sastra Inggris tengah menempati ruangan tersebut, aku sedikit berharap bahwa mereka adalah mahasiswa jurusan Sastra Inggris semester 5 hehe yang jelas karena ada Wonho hyung di dalamnya. Amen

pintu ruang V14 terbuka dan semua mahasiswa yang ada di dalam mulai keluar satu per satu. Bingo! sosok yang aku maksud ternyata ada di ruangan itu. Dia melihatku sekilas dengan tatapan yang dingin, khas orang populer. Yah.. walaupun dia melihatku dengan tatapan seperti itu, aku tetap meresponnya dengan senyuman.

aku kadang sering berpikir orang populer seperti Wonho tidak playboy seperti yang ada di drama-drama atau dalam novel-novel. Ah, ternyata Wonho hyung benar-benar namja yang setia, yeah sangat sesuai dengan type-ku. Haha Amen.

Aku masuk dan memulai perkuliahan seperti biasanya.

'hyung apa kau sudah pulang?' Honey mengirimiku Line.

'eum belum, hyung masih ada kelas lagi' balas Line-ku pada Honey. Aku tak peduli jika dosen sering memperhatikanku karena aku terus saja memainkan smartphoneku.

JDUARRR

Omo! Aku sedikit tersentak karena suara halilintar yang baru saja terdengar dengan amat keras. Seisi kelaspun juga terkejut karena hal itu. Aku langsung mengganti profilku ke mode pesawat. Ah, hujannya sangat lebat, untung saja aku membawa payung.

sampai jam terakhir pun masih saja hujannya belum berhenti. Aku segera membuka payung dan mulai melangkahkan kaki ku menuju rumah.

"hey bolehkah aku ikut?" ujar seseorang yang berlari dari belakang dan berada di sebelahku. Suaranya terdengar familiar.

"t-tentu" kataku sembari membulatkan mataku.

DEG.

"W-wonho hyung?" kataku sedikit berteriak karena terkejut. OMG! Tiba-tiba saja jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Ada apa dengan hari ini sebenarnya? Pfffftttt…

"H-hyungwon? aku kira kau siapa" katanya sedikit gagap namun tetap dingin. Omo! Ternyata dia tak melupakan namaku. Hehe.

"i-iya" jawabku gugup. Ah benar-benar romantis sekali hari ini. Muehehe.

"mm aku minta maaf sebelumnya kalau aku waktu itu bersikap arrogant kepadamu Hyungwon-ssi" ujar Wonho hyung.

"mm, tak apa hyung, jika orang populer memang seperti itu ya.. wajar saja sih hehe" ah, mengapa aku ingin sekali dia memanggilku dengan panggilan Hyungwonnie. Ah, jangan mimpi Hyungwon!

"ah baiklah, tapi aku tetap merasa tidak enak Hyungwon-ssi, sekali lagi maaf" ujar Wonho hyung lagi tapi kali ini menambahkan Bow 90 derajat.

"ne hyung, sudah.. lupakan saja, yang lalu biarlah berlalu" kataku sambil tersenyum tipis. Selain setia, Wonho hyung juga ternyata tidak terlalu angkuh seperti apa yang aku pikirkan selama ini.

"hmm, ngomong-ngomong kau pulang ke arah mana Hyungwon-ssi?" tanya Wonho.

"eum, aku ke arah kanan hyung, kalau Hyung?" tanyaku balik.

"wah, kebetulan sekali aku juga akan ke arah yang sama" jawab Wonho hyung. Aish, rasanya aku ingin meledak saat ini juga!

"ah, ternyata kita satu arah ya hyung hehe" aku yakin bahwa sekarang pipiku sudah semerah kepiting rebus. Ah, aku bahkan tak berani menatap Wonho hyung.

"iya hehe" semakin jauh berjalan, semakin akrab saja! Mungkin Tuhan mengabulkan do'a ku melalui hujan, buktinya aku sudah sangat akrab dengan Wonho hyung hehehe.. Terima kasih Tuhan

"Hyungwon-ssi.." aku dan Wonho hyung berhenti secara bersamaan.

"rumahku disini.." lanjutnya.

"ah baiklah hyung aku-" belum selesai aku berbicara tapi Wonho hyung malah memotong ucapanku.

"sebagai permintaan maaf, aku ingin memberimu cokelat panas untukmu Hyungwon-ssi ya sekalian menunggu hujannya reda" Wonho hyung menarik lenganku dan mengajakku masuk kedalam rumahnya. Ah! Hari ini super duper lucky untukku.

"baiklah hehe" kataku senang sekaligus malu.

[Hyungwon POV end]

[Wonho POV]

Deg!

hey, ini aneh sekali! jantungku berdegup 2x lebih cepat dari yang biasanya. Bahkan pada saat pertama kali bertatapan dengan Minhyuk saja perasaan aku tidak se-aneh ini.

jarak kami berdua begitu dekat ya karena ukuran payung yang dipegangnya tak cukup besar. Jujur saja, aku agak malu karena pernah bersikap arrogant padanya. Ya walaupun sangat gengsi aku tetap harus minta maaf kan?

kebetulan sekali arah jalan pulang kita sama dan yang lebih kebetulan aku dulu yang sampai rumah jadi aku langsung mengajaknya untuk minum cokelat panas bersama. Dan beruntungnya dia meng-iyakan ajakanku.

"kajja masuk Hyungwon-ssi" ujarku sambil membuka pintu.

"hm ne" kata Hyungwon malu-malu.

"tunggu sebentar ya, silahkan duduk dulu" Hyungwon duduk di kursi ruang tamu dan kemudian aku melesat menuju dapur dan mulai membuat dua cokelat panas yang tentunya untuk kami berdua.

"ne" ah, sepertinya dia benar-benar malu, dari tadi dia menunduk saja haha.

5 menit kemudian..

"cha.. ini dia cokelat panasnya, apakah kau menunggu lama Hyungwon-ssi?" aku menaruh dua cokelat panas di meja.

"tidak juga hehe" dia terus saja tersenyum malu-malu. Hmm apakah dia memang benar-benar suka padaku ya? Haha.

Hening. Kami berdua terlihat canggung. Aku dan Hyungwon sedang asyik dalam pikiran masing-masing. Sesekali Hyungwon dan aku menyesap cokelat panas. Di luar, hujannya masih deras.

"ah, aku akan mengambilkan beberapa kue dulu ne" kataku mencairkan suasana.

"tidak usah repot-repot Wonho hyung" katanya yang masih saja terseyum malu-malu.

"tidak apa-apa Hyungwon-ssi" aku beranjak dari kursi dan mengambil beberapa toples yang berisi kue-kue di dapur.

"silahkan dimakan" tawarku sambil membuka toples-toplesnya.

"ne hyung" bahkan sampai saat ini, dia masih saja tersenyum malu.

JDUARRR

"aish, otteokkhe.." lirihnya yang masih terdengar oleh indra pendengaranku.

"hmm, bagaimana kalau kau menginap saja disini?" tawarku.

"m-mwo? Tidak usah Wonho hyung, sebentar lagi hujannya reda" ujarnya dengan senyum tipis.

-05.00 pm KST-

"hmm, Hyungwon-ssi.. apa benar kau menyukaiku?" tanyaku to the point, dan kulihat dia langsung menatapku dengan matanya yang melebar.

"e-eung.. itu.." jawabnya terbata. Haha imut juga dia.

"pasti iya kan?" dia langsung mem-poutkan bibir tebalnya. Aku sangat suka menggodanya haha.

NAN NEGE DA GEOL-EO
NAE JEONBUREUL DA GEOL-EO
NAN NEGE DA GEOL-EO
O E O O—

aish bahkan disaat-saat seperti ini Minhyukkie malah menelponku, tapi aku harus mengangkatnya bukan?

"Ne chagi.." ujarku.

"MWO!" aku membulatkan mataku dan langsung mengarah pada Hyungwon. Disaat yang sama bel rumahku berbunyi. Hyungwon menatapku bingung.

"ne, chamkkaman" kemudian aku memutus sambunganku.

"ada apa hyung?" tanya Hyungwon heran.

"Minhyuk sudah ada didepan rumahku!" jawabku agak panik.

"mwo? Ah yasudah hyung, aku sekalian pulang saja sekarang ya?" ujarnya dengan senyum tipis.

"e-eh jangan keluar!" larangku. Hyungwon hanya mengernyitkan alisnya.

"akan bahaya jika dia tau kau ada disini" kataku masih panik.

"lalu aku harus bagaimana hyung?" tanya Hyungwon dengan ekspresi polosnya.

TING TONG

"ne, sebentar Minhyukie" kataku sedikit berteriak.

"hmm.. baiklah kau bersembunyi di kamar mandi saja ok?" aku langsung menyeret/? Hyungwon ke kamar mandi dan langsung melesat untuk membukakan pintu depan.

TBC.


Sorry ya readers ff ini baru dipost lagi hehe, soalnya pas di bagian akhir udah stuck banget untuk kelanjutannya dan pada akhirnya ada inspirasi juga~!

oya, btw ada sedikit kesalahan tentang Minhyuk di chapter yang awal, dia semester 5 sama kaya Wonho. OK? Hehe

DON'T FORGET TO REVIEW ^^