" I wanna be your morning baby, ijebuteon B alright, hamkke inneun Morning baby, I want u to be my night.." pagi pagi suara sang diva telah tedengar di sudut kelas seperti biasa untuk menghibur dirinya yang kesepian tanpa dua mahluk di sisinya, Dino dan Woozi satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah bernyanyi, selain menggosip tapi sepertinya ia belum menemukan bahan untuk di jadikan gosipnya pagi ini

"hei Boo, hentikan, seosangnim sudah muncul" ucap salah satu temannya

"baiklah, mohon perhatiannya! Mulai hari ini kalian aka nada tambahan teman baru, come in please" ucap sang guru killer

"oh ayolah, sejak kapan dia menggunakan bahasa inggris dalam kelas" ucap Seungkwan pelan sambil mengutak atik hapenya

"hello, im Hansol Vernon Chew, you can call me Vernon, lets get along together" kata sang murid baru

Dan, ta butuh waktu lama untuk menarik perhatian perempuan di dalam kelas

"aigo- tampan sekali" "wah dia keren sekali…" "wah, tapi, apa dia bisa berbahasa korea?" dan masih banyak lagi suara-suara wanita yang mengaguminya

"ok, silahkan duduk di bangku ujung, kau tidak punya masalah dengan pengelihatan kan?" Tanya sang guru

"ah, its ok, penglihatan ku masih cukup baik untuk melihat para wanita cantik di kelas ini" balas Vernon dan berjalan menuju bangku kosong, tepatnya, bangku di sebelah Boo Seungkwan

"hello, nice to meet you" ucap Vernon saat duduk di sebelah Seungkwan

"ya ya terserah tapi tolong bicara dengan….tampan" ucap Seungkwan saat melihat pria di sebelahnya

"sorry?" ucap Vernon bingung

"bodoh..bukan urusanmu!" kata Boo dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela karna ia yakin kalau wajahnya kini sama dengan udang yang di rebus, merah

"hyung! Woozi hyung!" teriakan sang diva memecah keheningan saat istirahat di kelas Woozi dan berhasil membuyarkan lirik yang berterbangan di kepala Woozi

"sial! Tak bisakah kau memanggilku dengan pelan? Kau pikir kita di hutan? Oh lirik-lirik ku!" ucap Woozi kesal mendramatiskan suasana

"hai adik ipar, ada apa? Kenapa Kwon Woozi marah-marah seperti itu? Katakan pada Hyung, hyung akan selalu membelamu" ucap hoshi tiba-tiba yang entah dari mana munculnya sambil merangkul Boo Seungkwan

"Kwon..Kwon Woozi? Oh ayolah, apa kalian sudah jadian? Hyung kau ta memberitahuku huh? Akan ku adukan pada eomma!" ucap Seungkwan

"kau percaya pada omongan bocah hyper ini? Kau gila?" balas Woozi sambil menuliskan kembali lirik-lirik yang telah bermunculan di kepalanya

"well..hyung dengar! Ada bule di kelasku!" ucap Seungkwan to the point

"bule? Apa dia mau menjajah korea? Apa dia menjajahmu? Ayo tunjukan hyung yang mana mahluknya dan hyung akan membasminya" ucap Hoshi asal sembari melihat keluar jendela –ok, hoshi siap-siap mau perang dengan angin sepertinya-

"lalu urusannya denganku apa? Memangnya kenapa kalau ada bule? Apa kau lupa, Jisso hyung juga keturunan bule?" ucap Woozi tanpa mempedulikan tingkah Hoshi yang sekarang tak bisa di bayangkan

"tapi dia tampan hyung! Aku menyukainya!" ucap Seungkwan yang kesal melihat Woozi sibuk dengan lirik-liriknya

"wooo…apa kau bilang? Kau..menyukai dia? Jadi dia menjajah hatimu? Ahahaha, by the way, aku bisa membantumu Seungkwan" ucap hoshi tiba-tiba

"aku tak yakin, kau sudah 3d tahun mengejar Woozi hyung, tapi sampai sekarang kau bahkan tak bisa menyentuhnya, dank au mau membantuku untuk dekat dengan bule itu? Bisa gagal hasilnya" ucap Seungkwan

"menyentuhnya? Untuk apa aku menyentuh mahluk kecil ini" balas hoshi yang langsung mendapat jitakan sekali lagi

"aw! Nah..kau lihat aku memang tidak menyentuhnya, tapi hyungmu yang selalu menyentuhkku, jadi kau bisa lihat siapa yang sangat membutuhkanku kan hahahaha" balas hoshi sembari mengelus kepalanya yang masih terasa sakit

"hyung! Ayo makan! Maaf aku telat" ucap dino yang tiba-tiba dating sembari membawa kotak makan siangnya ke kelas Woozi

"wah channie, apa kau tak membawa makan siang untuk hyungmu?" ucap hoshi sambil memanyunkan bibirnya, Woozi dan Seungkwan hanya bisa muntah bersamaan

"wah, hyung juga mau makan? Hyung bisa makan berdua dengan dino, ayo berbagi" kata dino dan menunjukkan senyum polosnya

"ah, tidak, channie, kau kan masih dalam masa pertumbuhan, jadi aku akan makan sepiring berdua dengan Kwon Woozi" ucap Hoshi dan duduk di samping Woozi

KEDIAMAN CHOI…..

"Junghanie sayang…" panggil scoups dan melingkarkan tangannya di pinggang Junghan sang istri

"ya! Aku sedang memasak jangan macam-macam!" balas Junghan ketus

"aku kan hanya melakukan satu macam hal saja, melingkarkan tanganku di pinggang istriku, apa itu berlebihan?" balas Scoups

"ya itu memang satu macam hal, tapi itu bisa menghilangkan konsentrasiku untuk memasak sayang" balas Junghan

"hei…bukankah Chan sudah cukup besar?" kata Scoups lagi dan melepaskan pelukan pinggangnya

"hmm..lalu?"

"lalu…aku tiba-tiba merindukan saat-saat melihat anak-anak kita kecil, berlarian, menangis dan berantem hanya memperebutkan sesuatu, ah..bukankah itu sangat lucu?" ucap Scoups lagi

"wah..tumben, kekekeke ya apalagi Seungkwan kita, dia selalu saja mengambil remot, senter atau apapun itu untuk di jadikan mic, lalu bernyanyi-nyanyi sambil menggoyangkan badannya, wah mereka sudah besar ya" ucap junghan mengingat masa kecil ketiga anaknya

"kau merindukannya juga?" jawab Scoups sambil tersenyum penuh arti

"hmm…ah andai saja mereka bisa kita ubah kembali"

"hm…kita tidak bisa sayang, tapi…" ucapan Scoups berhenti, lalu memutar tubuh istrinya menghadap dirinya, memeluknya lebih erat, yang berhasil membuat Junghan memerah dan mematung

Scoups mendekatkan wajahnya perlahan, sampai hembusan nafas mereka terasa satu sama lainnya, tangan Scoups tak tinggal diam, perlahan dia mulai meraih tengkuk Junghan dan…

"KAMI PULANG! EOMMA…APPA!" teriak Dino saat sampai di rumah

"ya! Lepaskan aku! Pabo! Aigooo anak-anak ku sudah pulang dan aku masih belum menyelesaikan masakanku! Itu semua karna kau Scoups mesum!" ucap junghan memukul dada Scoups, sedangkan yang di pukul hanya cengengesan

"kenapa mereka cepat sekali pulang, huft..baiklah kita lanjutkan nanti malam ok baby" ucap Scoups dan berhasil mencuri ciuman dari bibir Junghan

"aw aw..kalian mesra sekali, apa makanan sudah siap?" Tanya Seungkwan yang melihat Scoups, appanya mencuri ciuman dari Junghan

"salahkan appamu, karna dia eomma gagal masak, dan eomma malas masak…byeee" ucap Junghan meninggalkan mereka di dapur

"appa…." Ucap Seungkwan kesal

"hehehhee baiklah, sepertinya makan malam di luar pilihan yang baik" ucap Scoups mengalah sebelum Seungkwan, ibu kedua di rumah ini mengamuk, karna Seungkwan dan Junghan menurut Scoups adalah dua uke yang harus di hindari saat berceramah.

- TBC -

Hai hai! Wah senangnya melihat review para readers! Kekekeke untuk yang menunggu seoksol nanti ya akan di buat menyusul di lain cerita kekekeke^^ keep review ya guys! Saranghae /tebar ciuman Junghan-di karungin Scopups-

Leering13