Pertama..sebelum lee lanjutin ff THIS LOVE, lee mau say thanks say hello buat yang udah ngereview, fav dan follow lee..buat saran dan kritiknya juga, newbie selalu butuh saran dan kritik yang bisa ngebangun lee supaya jadi lebih baik hahahhaa. Dan maafkan kalau ada typo[s] kekekeke lee punya penyakit M…Malas untuik melihat flashback ke masa lalu eaaaaa….

So….duduk manis, bawa cemilan dan minuman kalian dan nikmatin lanjutan ff THIS LOVE yo!

THIS LOVE [part 3]

Hari ini seperti biasa, Woozi, Seungkwan dan Dino berangkat ke sekolah. Seungkwan sibuk berceloteh, meski Woozi sibuk mendengarkan lagu dari headsetnya dan, terpaksa Dino, harus menyediakan kuping untuk mendengar celotehan Seungkwan yang semakin panjang kali lebar sama dengan luas.

Sampai tiba-tiba handphone Dino berdering yang membuat Seungkwan terpaksa menghentikan celotehannya.

"ah, Jisoo hyung? Hum…Channie masih di jalan ya sebentar lagi sampai..baiklah tunggu sebentar hyung, Channie akan segera menyusul" ucap Dino dan menghentikan pembicaraan.

"Jisoo? Apa katanya?" Tanya Seungkwan ingin tahu

"um…hyungm Chan duluan ya, Jisoo hyung sudah menunggu di perpustakaan, Chan mau belajar bahasa inggris buat menghadapi ujian nanti, bye hyungie" jawab Dino dan meninggalkan Seungkwan bersama Woozi

"ada apa dengan dia? Dia kebelet?" Tanya Woozi melepaskan headsetnya saat melihat adik kecilnya lari terburu-buru meninggalkan mereka

"dia bilang dia mau belajar bersama Jisoo hyung, hmm, apa mereka sudah pacaran ya" ucap Seungkwan

"oh ayolah, Jisoo hyung semester dua, dan Chan masih kelas 1 SMA, kita memang sekolah di tempat yang sama dan Jisoo hyung itu temanku, jadi ga ada salahnya kan kalau dia dekat dengan Chan" balas Woozi meninggalkan Seungkwan

Woozi, Seungkwan dan Chan bersekolah di PLEDIS HIGH SCHOOL, mulai dari SD sampai Universitas berada di satu piuntu gerbang yang sama, PLEDIS SCHOOL merupakan salah satu sekolah terbesar dan ternama di Korea Selatan.

PERPUSTAKAAN….

Chan akhirnya sampai di perpustakaan sekolahnya, memasuki perpustakaan dan langsung menuju sebuah tempat yang sudah biasa mereka tempati saat belajar bersama Jisoo. Bangku di sudut yang menghadap jendela adalah tempat favorit Jisoo, menurutnya saat bosan melihat kata-kata pemandangan di luar sana bisa menyegarkan otaknya, walaupun pemandangannya adalah bangunan sekolah SMA, tapi ada alasan lain kenapa dia menyukai posisi tersebut, tentu saja karna jendela tersebut langsung menuju kelas Chan.

"hyung, sudah lama?" Tanya Dino saat sampai membuyarkan lamunan Jisoo

"oh, ga ko, santai aja Channie, mau langsung mulai?" Tanya Jisoo, Chan hanya mengangguk mengiyakan dan mengeluarkan buku-buku yang diperlukan.

Sedangkan Woozi dan Seungkwan sudah tiba di kelas masing-masing dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, Woozi yang sibuk dengan lirik-liriknya sedangkan Seungkwan sibuk dengan kacanya, menurutnya, satu helai rambut berbeda arah posisi itu akan menghancurkan auranya.

"Boo kau sudah mengerjakan PR bahasa inggrismu?" Tanya Vernon

"OMO! Mengarang?! OH MY GOD! No no no, satu huruf pun belum tertulis, oh, Woozi hyung, aku harus ke sana!" kata Seungkwan sembari membawa bukunya, namun di tahan oleh Vernon

"mau kemana?" Tanya Vernon bingung

"mengerjakan PR sebelum guru yang hobi menghukum itu datang" kata Seungkwan kesal

"oh, bukankah ada aku? Aku bisa membantumu, kau tidak lupa kan aku masih keturunan..apa kau sering bilang..bule?" kata Vernon

"..kau, kau mau membantuku?" Tanya Seungkwan, dan memberikan buku tugasnya kepada Vernon

"hmm..baiklah kalau begitu, ini bukunya dan kerjakan yang betul, kalau sampai ada satu kalimat yang salah, aku akan menghukummu!" ancam Seungkwan

"ok..kalau semuanya benar, kita harus ngedate akhir minggu ini" balas Vernon santai

"ngedate? Date..date tanggal…ngedate? Ngenanggal? Oh ok aku bingung, oh diva bingung, terserah apapun itu yang penting aku tidak dihukum" ucap Seungkwan kembali mencermati kacanya, sedangkan Vernon, oh ayolah semua tahu siapa yang akan menang.

Baiklah, kita tinggalkan masa masa sekolah mereka, mari kita fokus pada Scoups yang tengah sibuk mendengarkan celotehan Junghan

"dengar ya aku tidak akan membiarkan anakku di sentuh oleh siapapun, tidak akan!" kata Junghan saat melihat acara tv, di mana anak-anak muda yang tengah di mabuk cinta itu di tayangkan.

"sayang, anak kita itu sudah besar, biarkan saja mereka melakukan apapun, kenapa kau harus melarangnya?" ucap Scoups yang merasa lucu setiap melihat istrinya "membatasi" pergerakan anak-anaknya

"besar? Mereka masih sekolah, khusunya Channie ku, dia sangat lugu dan polos, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuhnya!" ucap Junghan berapi-api

"oh, ayolah, Woozi sudah besar, dia sudah kelas 3 sayang" ucap Scoups

"besar? Seungkwan lebih besar, Woozi itu imut, lihat lah tubuhnya yang mungil, menunjukkan kalau dia masih butuh eommanya, oh…tidak bisa kubayangkan bagaimana kalau seandainya ada orang yang menyentuhnya dan menyakitinya, oh, woozi ku sayang" ucap Junghan mendramatiskan keadaan. Sedangkan Scoups hanya tersenyum geli melihat tingkah istrinya.

PLEDIS SCHOOL…..

"ah…akhirnya istirahat juga, sayang, oppa keluar dulu ya, jangan takut ok, kalau ada apa-apa bilang oppa, ok" kata Hoshi pada Woozi

"oppa? Sejak kapan aku berganti jenis kelamin huh!" ucap Woozi sembari melempar pulpen yang tepat mengenai kepalanya.

Dan akhirnya, Hoshi pun tiba di kelas 2, ya, kelas siapa lagi kalau bukan kelas Seungkwan, adik dari orang yang menjadi incarannya 3 tahun ini.

"yuhu…Kwannie sayang" ucap Hoshi saat masuk ke kelas Seungkwan

"ada apa hyung?" Tanya Seungkwan datar

"hei…aku butuh pertolonganmu adik ipar" ucap Hoshi

"ck, ada apa lagi?" balas Seungkwan malas-malasan

"jadi….begini..ah permisi sebentar ya bule" ucap Hoshi dan mengajak Seungkwan menjauh, di mana hanya mereka berdua yang bisa mendengarkan suara mereka, sedangkan si bule, alias Vernon hanya memandang kesal ke arah Hoshi.

"tidak! Aku malas berurusan dengan anak itu, cukup kau saja hyung yang merasakan sakitnya pukulan dia, aku tidak mau!" ucap Seungkwan

"oh ayolah…gantinya aku akan mentraktirmu jajan sebulan full!" kata Hoshi lagi mengiming-imingi Seungkwan yang dia tahu akan sangat sulit menolak makanan

"umm…..ok!" balas Seungkwan cepat dan langsung membisikan sesuatu pada Hoshi, Vernon yang melihat itu semakin panas, bahkan kalau bisa, dari kupingnya akan muncul asap cemburu.

"ah…ok baiklah, terima kasih adik ipar, mulai besok aku akan mentraiktirmu sepuasnya di kantin!" ucap Hoshi dan langsung keluar kelas

"MWO?! Kantin?! Aish! Apa enaknya masakan kantin huft" kata Seungkwan kesal dan kembali ke bangkunya

"siapa dia? Kenapa dia sangat dekat denganmu?" Tanya Vernon datar

"oh, dia Hoshi, kelas 3 dia itu…hei, kenapa kau bertanya seolah-olah kau membencinya!" balas Seungkwan

"aku? Benci? Oh ayolah, bahkan aku jauh lebih tampan darinya, mataku jauh lebih lebar darinya" balas Vernon kesal

"bukan urusanmu juga kan! Huft dasar bule gila!" kata Seungkwan kesal

Tak lama Seungkwan dan Vernon beradu argument, tiba-tiba saja ada anak kelas lain yang bercerita tentang seseorang yang jatuh dari tangga dan pingsan, Seungkwan langsung melihat ke UKS, seperti biasa, baginya keadaan apapun, masalah apapun di PLEDIS SCHOOL dia harus lebih cepat tau.

"HYUNG!" teriak Seungkwan di kelas Woozi setelah meninggalkan ruang UKS

"berisik, kau sering sekali berteriak, apa dulu eomma melahirkanmu di hutan" jawab Woozi kesal

"sial, hei, kekasihmu, maksudku calon kekasihmu, HOSHI, dia jatuh dari tangga dan pingsan! Sekarang dia ada di UKS, sepertinya harus di bawa ke rumah sakit" cerita Seungkwan

"lalu, urusannya denganku apa?" Tanya Woozi lagi

"kau harus menjenguknya! Dasar kecil" kata Seungkwan

"ya! Kau mau ku kempeskan huh!" balas Woozi kesal dan pergi ke UKS

- TBC -

Ehehehe sabar dulu ya guys, tenang tenang….lee butuh mengistirahatkan jari jari seksi lee hahahha, jangan lupa reviewnya ya guys bye!. /pergi gandengan tangan sama bule Vernon/