Hoshi datang ke kelas Seungkwan, hanya untuk meminta bantuan dari calon adik iparnya, namun belum sempat dia melaksanakannya, ia mengalami kecelakaan, terjatuh dari tangga dan berakhir di ruang uks. Sedangkan Seungkwan, si ratu gossip sejagad raya langsung memberitahukannya kepada Woozi.

.

.

"wah, kekasihku datang juga, tenang;ah aku tidak apa apa sayang, aku hanya terkilir sedikit" ucap Hoshi begitu melihat Woozi masuk ke ruang uks

"aku terpaksa, Seungkwan yang memaksaku" balas Woozi ketus

"kau adalah kekasih tsundereku, aku tau kau peduli, hanya saja kau pasti malu kan hahahha" dan Woozi hanya bisa melempar bantal pada wajahnya, ingin rasanya dia menendang kaki Hoshi yang terkilir, namun otaknya masih pada tempatnya, belum turun ke dengkul.

"ah, aku mau minum, bisa tolong ambilkan?" tanya Hoshi

"manja sekali kau" balas Woozi

"aah..aduuhh kakiku..oh tuhan sakit sekali rasanya" ujar Hoshi berpura pura kesakitan

"kau pantas menjadi artis, wajahmu sangat menyedihkan kwon" ujar Woozi dan mengambil air minumnya dan menyerahkannya kepada Hoshi

"suapi"

"kau gila? Ini air, yang terluka kakimu, bukan tanganmu"

"ini masih linu, seluruh tubuhku rasanya remuk semua Woozi ah" dan, lagi lagi Woozi kalah, ia mengambil sedotan dan mendekatkannya pada Hoshi

"ahh…nikmat sekali aku mencintaimu sayang"

"bicara sekali lagi, aku yakin badanmu akan di perban seluruhnya Kwon"

.

.

"hyung" ujar Chan

"hmm?"

"kenapa bahasa inggris ini rumit sekali..aaaa Chan menyeraaahhh" ujar Chan yang di temani Joshua belajar

"hahaha, sulit? Tidak juga"

"itu karna hyung dulu lama tinggal di luar negeri sana, hyung ceritakan apa di sana enak? Bagaimana rasanya di sana?" tanya Chan ingin tahu

"ya, lumayan, tapi hyung lebih suka di sini, bersama Chan"

"eh…Chan?"

"ya, mengajari Chan, setidaknya hyung bisa menjadi guru privat Channie"

"oohh..hehehhe" Chan hanya tersenyum polos namun ia tak bisa menutupi rona merah di pipinya

Kau semakin manis Channie, aku janji aku akan selalu bersamamu ujar Joshua dalam hari.

.

.

"mau ku antar pulang?" tanya Vernon yang melihat Seungkwan masih di pagar sekolah

"tidak, aku masih menunggu Channie dan Woozi hyung" ujar Seungkwan

"sudah menghubungi mereka?"

"…ah kenapa tak terfikirkan oleh ku! Aish kau benar, sebentar" lalu Seungkwan pun menghubungi Chan, namun Chan masih belajar bersama Joshua dan meminta Seungkwan duluan, karna dia sudah meminta izin pada Seungcheol dan Junghan akan pulang telat hari ini.

"bagaimana?" tanya Vernon lagi

"masih ada Woozi, sebentar.."

"kurasa dia juga tidak bisa pulang denganmu"

"kenapa?"

"kau lupa, kekasihnya yang tadi cedera kan?"

"kekasih? Hoshi? Ah…tapi mereka belum jadian"

"jadi? Mau ku antar?" ajak Vernon lagi sambil menepuk jok motornya, dan setelah di pikir pikir daripada dia lumutan menunggu orang yang tak jelas keberadaanya, akhirnya Seungkwan pu menyetujui di antar pulang oleh Vernon

"ingat ya! Jangan pernah mengerem mendadak! Atau kau akan ku hajar!" ancam Seungkwan

"kalau begitu pegang erat erat pinggangku" balas Vernon dan melingkarkan lengan Seungkwan pada pinggangnya

Seungkwan berusaha menetralkan degup jantungnya, mengutuk dirinya yang yang begitu cepat untuk nervous hanya karna melingkarkan lengannya begini.

.

.

"terima kasih sudah mengantarkan ku ya" ucap Seungkwan saat tiba di rumahnya

"my pleasure, Kwannie"

"berhentilah menggunakan bahasa planetmu benoneto"

"lho, Seungkwan kau sudah…kau siapa?!" tanya Junghan yang mendapati Seungkwan dan Vernon berduaan di depan rumahnya

"annyeong, ahjumma saya.." belum lagi Vernon selesai bicara Junghan sudah memotong pembicaraannya

"ahjumma?! Oh…Seungcheol! Seungcheol cepat kemari" teriak Junghan

"eomma, dia ini temanku, oh ayolah jangan buat aku malu" rengek Seungkwan

"teman? Berduaan? Hei, kau dengar ya anak muda, jangan pernah bermimpi bisa memiliki Seungkwan ku ok!" ujar Junghan

"ada apa sayang? Kenapa musti teriak teriak di hari yang panas ini?" ujar Seungcheol

"appa, eomma berlebihan, aku hanya di antar Vernon, karna Channie dan Woozi hyung sedang tidak bisa pulang bersama, lagipula lihatlah cuaca ini sangat panas, aku tidak mungkin jalan kan? Dan kebetulan dia mau mengantarku ya sudah kan lumayan" jelas Seungkwan

"oh, ya hari ini dia mengantarmu, besok dia menjemputmu dan lusa dia akan mengencanimu, lalu saat menemukan yang baru dia akan meninggalkanmu, oh satu lagi, kau sepertinya bukan orang Korea, pergaulan bebas? Oh tidak bisa ku bayangkan!" ujar Junghan panjang lebar, melebihi lebar badannya Seungkwan

"eomma, ya tuhan pikiran eomma berlebihan!"

"ahjumma, aku hanya mengantarkan Seungkwan itu saja, tidak lebih" tambah Vernon

"anak muda, aku ini lebih paham darimu, anak muda jaman sekarnag banyak modusnya"

"hyung terima kasih ya, sudah menemani Chan belajar" ucap Chan yang di antar pulang oleh Joshua

"ya, belajar lebih rajin lagi ok, jangan sungkan untuk menghubungi hyung kalau Channnie butuh apa apa ok" balas Joshua sambil mengelus rambut Chan lembut.

Junghan yang baru saja melarang Vernon, kini melihat anak kesayangannya bersama pemuda lain, bahkan menyentuh rambut anak kesayangannya, andai ini adalah cerita di komik, maka aka nada asap, api dan petir yang menjadi background perasaan JUnghan saat ini

"CHANNIE!" teriak Junghan

"eomma!" kaget Chan

"kau siapa lagi?! Sebentar, kau dari universitas PLEDIS ? oh, Cheoli, aku tak tahan lagi, rasanya aku akan membunuh dua mahluk ini saat ini juga!"

"hiks…hiks…appaa!" teriak Chan yang ketakutan, berlari meninggalkan Joshua dan Junghan memeluk Seungcheol

"sayang lihatlah, Chan kita ketakutan sekarang" ujar Seungcheol

"annyeong ahjumma, perkenalkan, saya Joshua, saya temannya Woozi, saya hanya membantu Chan mengajari bahasa inggris" ujar Joshua sambil memberikan senyumnya yang hangat

"bahas ainggris? Ya tuhan banyak sekali modus modus saat ini! Aku tidak tahan lagi!" ujar Junghan

"Vernon, Joshua hyung lebih baik kalian pergi saja, eomma ku sedang mengalami gangguan jiwa tiba tiba" ujar Seungkwan yang di balas tatapan tajam oleh Junghan.

Mengerti dengan yang di maksud Seungkwan, Joshua dan Vernon pun segera berpamitan dan pergi begitu saja.

.

.

Malamnya…

"Seungkwan, sekarang katakan siapa dia!" ujar Junghan

"eomma, sudah ku bilang, dia itu temanku, dia baru pindah beberapa waktu yang lalu, dan tadi karna Woozi hyung dan Chan bilang tidak bisa pulang bersama, dan cuaca sangat panas, dia menawariku untuk mengantarkan ku pulang, itu saja" ujap Seungkwan malas

"eomma tidak akan membiarkanmu berpacaran di saat kau sekolah!" ujar Junghan

"Junghan mereka kan.."

"diamlah Seungcheol, kau tau, kalau aku membiarkan mereka berpacaran saat ini, mereka tidak akan konsen belajar, pikiran mereka hanya akan pada kekasihnya, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi" ujar Junghan

"dan kau Channie, sayang, apa kau pacaran dengan ahjussi itu?" tanya Junghan lembut

"ahjussi? Siapa? Yang mana?" tanya Channie polos

"ahjussi bule tadi, temannya Woozi"

"dia tidak setua itu eomma, kami hanya beda 3 tahun" protes Chan

"3 tahun?! Hanya?!..." belum sempat Junghan melanjutkan kata katanya, suara pintu terdengar di buka oleh Woozi.

"Woozi, jam berapa ini? Kemana saja sampai malam baru pulang? Jangan bohong pada eomma"

"aku baru saja mengantar Hoshi pulang ke rumahnya, kakinya terluka jadi…."

Dan Junghan pun kejang kejang mendapati anaknya mulai berpacaran.

.

.

"eomma mau kemana? Rapih sekali pagi ini?" tanya Chan yang melihat Junghan sudah berpakaian rapih.

"eomma akan ikut mengantar kalian sekolah, bagus kan?" ucap Junghan

"tapi Chan sudah besar eomma! Chan malu, ka nada Woozi hyung dna Seungkwan hyung"

"kalian bertiga sama saja, masih kecil sudah berani berpacaran"

Mendengar itu Chan segera lari ke kamar hyungnya dan memberitahukan kalau Junghan mulai hari ini akan selalu ikut kemana pun mereka pergi.

"MWO?! Ikut kemanapun kita pergi?!" teriak Seungkwan histeris

"umm…eomma sudah tidak percaya kita hyung, hikss"

"anak anak ayo berangkat, kalian tidak ingin telat kan" ujar Junghan

.

.

"eomma, sampai sini aja ya, jangan masuk" kata Chan

"tidak! Eomma akan mengantar kalian sampai kalian duduk di kelas dan menunggu kalian pulang"

"MWO?! Andwaeyooo eomma ini berlebihan!" tangis Seungkwan

"berlebihan? Bukankah eomma sudah bilang kalau.."

"Kwon Woozi! Ah senangnya pagi pagi sudah melihat kekasihku, eh, ini eomma mu kan? Ah, annyeong eomma, kenalkan saya Kwon Hoshi, calon menantu eomma" kata Hoshi sambil mengulurkan tangannya pada Junghan.

Chan dan Seungkwan sudah berharap harap cemas dengan apa yang akan terjadi, beda dengan Woozi yang ingin menguliti dan memakan Hoshi hidup hidup saat ini juga. Bisa bisanya dia bertingkah seperti itu di depan eommanya.

"kekasih? Kalian sudah berpacaran?" tanya Junghan selidik

"belum eomma, hanya saja sedang dalam perjalanan menjadi kekasih, Woozi sangat sulit di taklukan eomma, eomma ada cara?" tanya Hoshi lagi, Hoshi benar benar tidak tahu kalau yang di hadapainya kini adalah malaikat maut Yoon Junghan, hilang sudah predikat malaikat dan segala kelembutan yang ada di diri Junghan saat ini.

"siapa namamu?" tanya Junghan meredam amarahnya

"Kwon Hoshi! Ah eomma sebentar lagi kami masuk, eomma tidak mau kami terlambat kan?" tanya Woozi memotong pembicaraan

"ya eomma, kami masuk dulu bye eomma, aku sayang eomma" ujar Chan dan pergi meninggalkan Junghan yang masih berdiam diri dip agar.

.

.

"sayang, kau di mana?" tanya Seungcheol

"aku masih di sekolah Woozi sayang, ada apa?" balas Junghan

"ya tuhan, kita bisa membuat bayi mungil kalau kau mau tidak perlu menunggu mereka seperti dulu sayang" ujar Seungcheol di telepon

"aku sedang mengawasi anak kita, dan tebak? Woozi sudah punya kekasih! Pria sipit dan sedikit chubby gembul itu, aku tidak akan membiarkan mereka…"

"sayang" putus Seungcheol "Woozi sudah kelas 3 SMA, sebentar lagi dia tamat sekolah, jangan seperti ini, pulang ya, aku merindukanmu" ujar Seunghceol

"tapi-"

"puwesss, Cheol butuh Junghan" rajuk Seungcheol

"huft…baiklah" balas Junghan

.

.

TBC

Mati ide lol….maaf lama dan makin gaje huahahahah alagi ga fokus plus ga ada ide bahahahhaha di bantu reviewnya ya