The Taboo Alchemist

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Based on The Legendary Moonlight Sculptor By Nam Hee Sung

Warning : Gaje, Abal, alur terlalu cepat dan membingungkan, banyak unsur- unsur dari anime / manga / light novel lain

Don't like don't read


.

.

Chapter 2 : Profesi Taboo Alchemist

Sebelumnya di The Taboo Alchemist

Pilih kota dan kerajaan dimana anda ingin memulai

"Benteng Serabourg, Kerajaan Rosenheim!"

Selamat datang di Royal...

"Lewati!"

Tak mau membuang waktu Naruto langsung log in ke dalam game favoritnya saat ini, yaitu Royal Road.

...

"Wah, indah sekali ya tempat ini."

Naruto saat ini berada di Benteng Serabourg kerajaan Rossenheim. Tempat ini adalah salah satu tempat memulai yang cukup terkenal. Karena God of War Weed, diyakini oleh sebagian besar player memulai di kota ini.

Di kota ini juga terdapat objek seni level Magnum Opus peninggalan Weed yaitu, Piramida Raksasa dan Patung Sphinx. Piramida Raksasa itu digunakan sebagai makam raja dari generasi sebelumnya dari kerajaan Rossenheim yaitu, Raja Theodarren.

Melihat dari seberapa besar piramid ini dibuat. Maka pastilah dalam pembangunannya membutuhkan tenaga ribuan orang. Bahkan tidak mengejutkan kalau banyak orang-orang berpenampilan seperti pekerja rodi ketika masa pembangunannya.

Sedangkan patung Sphinx di sebelah piramid menampilkan penampilan dari seekor singa dengan kepala manusia yang perkasa. Kepala manusia itu tak lain tak bukan adalah raja Theodarren itu sendiri.

"Jadi tempat mana yang harus kukunjungi pertama kali ya ?"

Naruto saat ini tengah kebingungan karena ini adalah pertama kalinya dia log in ke Royal Road. Dan lagi dia masih terlalu awam karena minimnya informasi yang ia miliki tentang Benteng Serabourg ini.

Dia hanya berkeliling di alun-alun kota seperti orang hilang.

Penampilannya yang lusuh khas seorang pemula mulai menarik simpati orang-orang disekitar sana.

"Hei nak, sepertinya kau pemula yang baru bermain Royal Road ya ?"

Orang yang pertama kali mengajak Naruto bicara adalah pria tua berbadan besar berjenggot hitam.

"Ya benar. Aku baru saja mulai bermain Royal Road."

"Perkenalkan namaku Blackbeard."

Pria tua bernama Blackbeard ini mengulurkan tangannya.

"Namaku Naruto."

Naruto dengan bingung menjabat tangannya.

Yang dia rasakan adalah sebuah tangan besar berotot yang tampaknya telah terlatih selama bertahun-tahun.

"Kau butuh bantuan ?"

"Ya. Aku bingung harus melakukan apa saat ini pak."

"Hahaha tak perlu bingung Blackbeard-sama ini akan membantumu, nak. Hmm kau adalah player pemula kan ? Ayo ikut denganku ! Kebetulan aku sedang mencari kru disini."

Dia dengan percaya diri mengajak Naruto untuk bergabung menjdi krunya.

Bingung dengan perkataan pak tua ini, Naruto bertanya.

"Kru ? Apa maksudmu Ossan ?"

"Oy oy jangan panggil aku Ossan. Panggil aku Blackbeard-sama. Karena mulai sekarang kau akan menjadi anak buahku, sang calon raja bajak laut. Hahahaha."

'Bajak laut ? Bukankah ini di pusat benua ? Kenapa ada bajak laut di sini ?"

"Kenapa kau sampai repot-repot mencari kru di pusat benua Ossan ?"

"Hey jangan panggil aku Ossan. Yah ceritanya panjang. Singkatnya, kapalku karam dan aku kehilangan semua kru-ku."

"Itu tak menjelaskan kenapa kau sampai jauh-jauh datang ke pusat benua hanya untuk mencari kru, Kuso Ossan."

"Kau bocah tengik. Perlu diajari sopan santun ya?"

Blackbeard tampaknya marah akibat ulah Naruto. Kemudian ...

"Ampuni aku Blackbeard-sama. Aku sungguh menyesal telah berakata seperti itu padamu."

Naruto kini bertekuk lutut dan menyembah-nyembah kepada Blackbeard.

Pertarungan yang berat sebelah baru saja terjadi antara si pemula, Naruto. Yang bahkan tidak lebih kuat dari NPC warga kota biasa. Melawan Blackbeard, yang sudah malang melintang didunia ke-bajak lautan.

Tentu saja, yang terjadi Naruto dijadikan bulan-bulanan oleh Blackbeard, yang untungnya masih mau menahan diri untuk memukuli Naruto seharian penuh.

Untungnya, ini masih di dalam kota. Sehingga sebanyak apapun Naruto dipukul. Tidak akan menyebabkan kematian padanya. Karena kota adalah area aman, dimana seseorang tak dapat dibunuh begitu saja. Karena seseorang baru bisa mati di dalam kota jika ada orang lain yang menantangnya untuk duel secara resmi di dalam kota.

Tetapi tentu saja kematian dalam game tidak memiliki dampak apapun pada kehidupan nyata. Sehingga kau tak perlu takut keselamatanmu akan terancam.

Mati dalm game berarti kau mendapat penalti. Yaitu tak bisa log in dalam waktu 24 jam.

"Hahaha. Seharusnya dari tadi kau memanggilku seperti itu. Naruto."

"Aye aye Blackbeard-sama."

"Kau masih pemula kan ? Kalau begitu akan kuajari kau beberapa keahlianku."

Blackbeard menyeret Naruto untuk mengikutinya berlatih.

Tujuan mereka adalah kawasan taman kota. Di pinggiran kota benteng Serabourg.

"Nah kita sudah sampai Naruto. Di sini kau akan berlatih untuk bertarung menggunakan pedang. Kau harus bersyukur karena Blackbeard-sama ini mau melatihmu secara langsung. Hahaha."

"Aye aye kapten !"

"Bersiaplah Naruto, aku tidak akan melatihmu dengan cara yang biasa-biasa saja lho."

Mendengar itu Naruto jadi merinding.

Itu terasa seperti malaikat kematian sedang menodongkan sabitnya ke lehermu.

...

Hari-hari telah berlalu. Tak terasa kini Naruto sudah berlatih di bawah bimbingan Blackbeard selama 4 minggu. Itu artinya Naruto sudah bisa keluar benteng untuk melakikan quest sekarang.

Sebelumnya Naruto telah dilatih dengan ketat seperti di neraka oleh Blackbeard. Dia diajarkan berbagai skill-skill yang diperlukan oleh bajak laut. Seperti berpedang, membaca peta, memperkirakan cuaca, berenang, memasak dan juga memancing.

Dengan itu berbagai statistik yang dimiliki Naruto telah meningkat. Seperti strength, agility, intelegent, stamina, HP, MP semuanya meningkat dengan cukup pesat. Namun itu berbanding dengan levelnya. Karena dia hanya terus berlatih dan tidak mengerjakan quest. Dia jadi tak memiliki cukup ExP untuk meningkatkan levelnya.

Dengan terlewatinya minggu ke 4 bagi pemula. Sekarang mereka bisa keluar benteng untuk berburu dan mendapatkan item serta ExP.

Tetapi beda bagi Naruto, dia akan mengalami siksaan yang lebih kejam dengan diijinkannya dia untuk keluar dari benteng.

Itu berarti Blackbeard akan membawanya ke lautan dan memulai pelayaran mereka kali ini.

"Ayo Naruto. Masa pelatihanmu di benteng Serabourg telah berakhir. Kita akan melakukan pelatihan selanjutnya dengan mengarungi sungai untuk menuju ke laut."

Mendengar perkataan Blackbeard, Naruto hanya bisa mendesah dalam hati.

'Haaahh, Sampai kapan penderitaanku ini akan berlanjut.'

Rute yang akan Naruto lewati adalah sungai Arud. Itu adalah sungai yang cukup panjang dan lebar. Konon katanya sungai itu juga memiliki spesies ikan monster yang berlevel cukup tinggi.

Dari sungai Arud kemudian mereka akan melewati desa Baran. Dari desa Baran selanjutnya akan mendaki gunung Uken. Setelah mendaki gunung Uken mereka harus mencari hulu dari sungai Uken menuju ke laut.

Itu adalah rute perjalanan yang cukup jauh. Mereka sengaja agak memutar untuk menuju ke laut.

"Jadi ayo kita bersiap-siap Naruto. Kuberi kau waktu kau untuk bersiap-siap selama 1 minggu. Ini peta menuju tempat pertemuan kita. Kita akan bertemu di percabangan sungai Arud."

"Anoo, kenapa kita tak berangkat ke sungai Arud bersama-sama?"

"Itu rahasia."

"Mungkinkah kau ingin agar aku sekalian barlatih dalam parjalananku kesana ?"

"Ya, mungkin begitu."

'Apa maksudmu menjawab dengan ambigu begitu?' Batin Naruto.

'Kalau begitu aku harus mencaritahu tentang rute perjalanan ini.'

"Lalu kapan kita akan bertemu di cabang sungai Arud ?"

"Hmm, dengan persiapan selama 1 minggu. Berarti kita akan bertemu dalam waktu 2 bulan lagi dari sekarang di cabang sungai Arud."

"Baiklah kalau begitu. Bolehkah aku minta uang dan roti gandum untuk bekalku ke sana ?"

"Hmm ? Uang ? Nih ?"

Blackbeard memberikan sekantong uang pada Naruto.

"Terima kasih. Tapi mana rotinya ?"

"Kau kan sudah kuajari berpedang dan memancing, jadi cari sendiri makananmu !"

"Haaahhh, bagaimana kau bisa sekejam itu kapten !"

"Ini adalah ujian bertahan hidup untukmu Naruto. Untuk menjadi seorang kru calon raja bajak laut kau haruslah kuat."

"Tapi setidaknya beri aku uang yang cukup untuk membeli beberapa item yyang cukup bagus. Bukannya malah memberiku uang copper-copper tak berguna ini. Ini bahkan takkan bertahan selama seminggu bila digunakan untuk membeli roti gandum."

Uang copper, mata uang terendah di benua Versailes. Semua negara di benua versailes menggunakan mata uang yang sama. Yaitu, copper, silver, dan gold. 1 gold sama dengan 100 silver. Dan 1 silver sama dengan 100 copper. Itu artinya 1 gold sama dengan 10000 copper.

Roti gandum merupakan makanan standar kelas rendah yang biasa dimakan oleh para player miskin. Harga 1 roti gandum yaitu 1 copper.

"Heh, kau kira aku mau memberikan uangku padamu dengan begitu mudahnya ? Uang adalah harta paling berharga bagi bajak laut. Kalau kau ingin uang maka kau harus bekerja dulu."

"T-tapi.."

"Tak ada tapi-tapian. Padahal aku sudah berbaik hati melatihmu. Bahkan aku bersedia merekrut pemula sepertimu dan memberikan uang saku padamu. Dan kau tak mau membalas kebaikanku ini ?"

'Ini orang sebenarnya ikhlas melatihku atau tidak sih ? Dari tadi dia mengungkit-ungkit perbuatannya padaku di masa lalu.'

"Baik kapten. Maafkan aku yang tak tahu diri ini."

"Baguslah kalau begitu. Aku ada permintaan padamu. Aku ingin kau tiba dalam waktu dua bulan di cabang sungai Arud."

Sebuah quest muncul dari Blackbeard.

Come to the fork of Arud River

Sebuah quest dari bajak laut Blackbeard. Dia memintamu untuk bertemu dengannya di cabang sungai Arud dalam waktu 2 bulan. Dia menginginkanmu untuk melakukan perjalanan dengan mengikuti rute yang telah ditandainya dalam peta itu. Di setiap tempat yang ditandai terdapat checkpoint. Di checkpoint itu terdapat iteem-item yang sengaja ditinggalkan oleh Blackbeard. Kau harus menemuinya sambil membawa item-item itu padanya.

Tingkat kesulitan : C

Hadiah : Tak diketahui

Persyaratan : Kamu harus cukup dekat dengan Blackbeard untuk bisa mendapatkan quest ini.

Batas waktu 2 bulan.

'Ehh aku baru tahu kalau dia seorang NPC. Hanya NPC yang bisa memberikan quest pada seorang player kan ? Dan lagi, ini quest pertamaku. Langsung level C pula.'

"Bagaimana, apakau kau mau menerimanya ?"

"Aye aye kapten. Aku pasti akan datang menemuimu 2 bulan lagi di cabang sungai Arud."

"Hahaha memang begitu seharusnya. Ya sudah aku mau pergi dulu. Jangan sampai gagal ya !"

Blackbeard pergi begitu saja. Dia meninggalkan Naruto dengan hanya menampakkan badan besarnya saja.

Pakaiannya yang sudah berlubang berkibar karena tertiup angin. Tak lupa dia menggendong tas besar di punggungnya.

Sepertinya tas itu berisi harta dan benda-benda berharga lainnya.

Di tempat dimana seharusnya terdapat tangan kirinya. Malah tergantikan dengan kait berwarna keperakan yang berkilau jika dilihat dari kejauhan.

Entah kenapa bajak laut kurang ajar satu ini meninggalkan kesan keren ketika pergi meninggalkan Naruto.

"Nah, sekarang aku harus kemana dulu ya ?"

Naruto sebenarnya bisa saja mengabaikan quest dari Blackbeard dan pergi begitu saja. Namun Naruto tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Karena dia pernah melihatnya. Sebuah peta. Yang Naruto yakini adalah peta harta karun.

Hal ini membuat Naruto meneteskan air liur. Dia tak bisa membayangkan, bagaimana kalau dia menemukan tumpukan harta karun di suatu pulau tersembunyi yang tak diketahui oleh siapapun.

Dan juga sensasi berpetualang di laut, bukanlah hal yang bisa diabaikan dengan mudah.

Dia membayangkan sensasi bagaimana menjadi seorang kapten yang berhasil mengelilingi dunia, mengumpulkan hartanya sendiri dan menjadi penguasa lautan dengan gelar raja bajak laut.

Itu adalah hal-hal yang begitu diimpi-impikan oleh Naruto. Oleh sebab itu dia akan ada dibawah Blackbeard dulu. Sebelum akhirnya dia akan merebut segalanya dari Blackbeard saat waktu yang tepat telah tiba.

Niat sejati dari seorang perompak, merebut, merampas dan jangan tinggalkan satupun benda berharga.

"Nampaknya aku akan pergi ke perpustakaan kota dulu saja."

Naruto berjalan-jalan ke kota, melewati berbagai tempat. Seperti toko-toko item yang dikelola oleh merchant. Para merchant sedang sibuk menawarkan barang dagangannya. Baik itu berupa item-item murah seperti kulit rusa, kulit kelinci, atau kulit rubah. Juga item-item kelas menengah yang cukup bagus. Seperti perisai, pedang, atau armor besi yang sepertinya cukup mahal untuk ukuran pemula seperti Naruto.

Restoran-restoran juga kelihatannya menyediakan makanan enak. Bahkan Naruto belum pernah sekalipun memasukinya.

Yah, ucapkan terima kasih pada Blackbeard yang selalu melatihnya sepanjang waktu di dalam game. Itu membuat Naruto tak memiliki uang sepeserpun untuk bisa masuk ke dalam restoran dan makan makanan yang layak untuk dimakan.

Tiap hari Naruto hanya makan dari hasil tangkapannya ketika berburu di kawasan hutan di pinggiran kota, dengan Blackbeard. Terkadang jika berburu sendiri Naruto tidak bisa membawa pulang apapun dalam perburuannya. Sehingga seringkali ia diberi hukuman oleh Blackbeard.

Memancingpun sama saja. Tidak tiap hari kau bisa mendapatkan banyak ikan. Bahkan setelah menunggu sampai berjam-jam lamanya menunggu umpanmu dimakan ikan. Belum tentu penantianmu itu akan terbalas dengan mendapatkan satu atau dua ikan yang bila dimasak belum tentu menghasilkan rasa yang memuaskan.

Oleh karena itu, di bawah bimbingan Blackbeard Naruto terus mengembangkan skillnya sebisa mungkin. Dari skill berburu sampai skill memasak. Hal itu dilakukannya agar dia bisa bertarung dengan baik. Dan mendapatkan kemenangan sempurna di tiap pertarungan melawan monster-monster kelas teri. Setidaknya itu cukup berat bagi Naruto yang masih pemula.

"Jadi ini ya, perpustakaan kota."

Yang dilihat oleh Naruto adalah sebuah bangunan megah. Dengan arsitektur yang memberikan kesan kuat akan keindahan dan ketelitian.

Itu bukanlah hal yang bisa kau temukan dimana saja. Sebuah bangunan yang memberi support bagi para player dengan berbagai informasi yang berguna bagi penyelesaian suatu quest. Sebuah bangunan yang melambangkan kecerdasan para pendahulu yang telah memulai gerakan pencerdasan bangsa.

"Wahh interiornya begitu megah. Rak-rak besar itu juga penuh dengan buku-buku. Pasti akan membutuhkan waktu yang lama bagiku untuk melakukan penggalian informasi dari rute menuju ke cabang sungai Arud."

Naruto dengan segera pergi menuju rak buku yang berisi catatan perjalanan yang sebagian besar adalah sumbangan dari para player yang dengan sengaja membuat catatan-catatan tentang petualangannya ke suatu daerah tertentu.

"Yang perlu kucari adalah rute perjalanan yang aman menuju cabang sungai Arud. Mengingat tingkat kesulitan quest ini adalah C. Maka seharusnya perjalanan menuju ke sana pastilah cukup berbahaya. Apalagi peta pemberian Blackbeard terasa sangat mencurigakan."

Peta yang diberikan Blackbeard adalah sebuah peta dengan penampilan yang lusuh. Seakan-akan bisa robek seketika jika kau terlalu keras saat membukanya.

Di dalam peta itu terdapat gambar beberapa wilayah di kerajaan Rossenheim. Dari sungai Arud dan cabangnya sampai gunung Lavias, desa Baran, gunung Uken, dan sungai Uken.

Juga terdapat sebuah rute yang tampaknya membuatmu harus memutar bila melakukan perjalanan untuk menuju cabang sungai Arud.

Itu adalah rute yang telah diberi 5 tanda silang. Yang berarti ada 5 checkpoint yang harus dilewati sebelum pergi menuju ke cabang sungai Arud.

"Jadi memang harus memutar untuk menuju ke sana ya. Kalau begitu aku harus mencaritahu tentang rute ini dan melakukan persiapan dengan biaya minim ini."

Naruto berkeliling-keliling di dalam perputakaan. Mencari catatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang yang sesuai dengan rute yang akan dilewatinya nanti.

Naruto secara acak mengambil sebuah buku yang tampak menarik perhatiannya. Sebuah buku yang berjudul "The Journey of Alchemist". Namun...

SRRREGGG

Rak besar bergeser dari tempatnya semula. Dan yang tersembunyi di baliknya adalah sebuah ruang rahasia.

Untungnya perpustakaan sedang sepi kali ini. Dan kemungkinan besar hanya Naruto-lah yang mendengar bunyi bergesernya rak besar itu.

Tentu saja hal ini menimbulkan rasa penasaran bagi Naruto. Tanpa aba-aba dia masuk ke dalam ruang tersembunyi.

Ruangan ini tampak cukup gelap sehingga orang harus hati-hati ketika melangkah di dalam sini.

Di dalam ruang rahasia ini terdapat banyak sekali dokumen-dokumen yang bertumpuk.

Dan yang paling menarik perhatian adalah sebuah lingkaran dengan segilima di dalamnya yang dihiasi dengan huruf-huruf kuno. Di pusat lingkaran tersebut terdapat batu yang disusun membentuk sebuah altar kecil dengan sebuah labu reaksi yang tertutup rapat diatasnya. Altar kecil itu dikelilingi oleh lingkaran-lingkaran kecil yang saling terhubung oleh sebuah garis.

Naruto begitu tertarik untuk melihat, seperti apa maksud sebenarnya dari altar tersebut.

SREGG BRUK

Naruto terjatuh, di bagian pusat lingkaran, agak dekat dari altar kecil yang berada di pusat lingkaran.

Karena penerangan yang buruk, serta ketidak hati-hatian Naruto, dia tersandung dan dari luka akibat tersandung itu, entah bagaimana mengeluarkan darah yang cukup banyak.

Darah Naruto mengalir ke setiap sisi lingkaran. Mengikuti garis-garis yang menyusun lingkaran tersebut. Namun, Naruto ternyata tidak menyadarinya.

Hingga hal yang mengejutkan terjadi, secara tidak sengaja tangan Naruto menyentuh sebuah lingkaran kecil yang terdapat di depan altar.

BZZZTTT CCRRAAATT

Percikan-percikan listrik muncul begitu Naruto menyentuh lingkaran kecil itu.

"ARGGHH"

Naruto tersengat oleh percikan-percikan listrik. Hal itu menyebabkan Naruto tak sadarkan diri selama beberapa saat, akibat dari efek stunt yang menyerangnya.

"Ehh apa yang baru saja terjadi ?"

"Yo, manusia. Kau sudah sadar ya ?"

"EH siapa itu ? Siapa yang bicara ?"

Penasaran, Naruto clingak-clinguk mencari sumber suara tak dikenal itu.

"Aku di sini, di atas altar."

Mendengar itu, Naruto langsng mengarahkan atensinya kearah altar. Yang ia lihat disana adalah labu reaksi yang tadinya kosong, terisi oleh gumpalan kabut hitam pekat. Yang anehnya memiliki mulut dan dua tangan.

"HAAH makhluk apa ini ?"

Itulah reaksi yangpertama kali muncul dari Naruto ketika melihat makhluk tak terdefinisi ini.

Bagaimana tidak aneh, makhluk ini mempunyai bentuk yang abstrak seperti bola yyang terbuat dari gumpalan awan dan memiliki tangan dan mulut pula.

"Hey. Jangan memandang rendah diriku. Dasar manusia rendahan ! Berkatalah yang sopan padaku. Aku adalah The Dwarf In The Flask, Sang makhluk abadi, Homunculus !"

"Dwarf ? Bagian mananya dari dirimu yang bisa disebut dwarf ?"

"Itu hanya salah satu sebutan yang diciptakan untukku, sang makhluk terhormat ini bodoh.!"

"Hoo, jadi aku harus memanggilmu apa ?"

"Karena kau telah memberikan sebagian darahmu untuk membangkitkanku. Maka kau akan kuijinkan untuk menjadi pelayanku. Silakan panggil aku dengan nama Homunculus-sama."

"Ehh, sejak kapan aku membangkitkanmu ? Perasaan tadi aku hanya terjatuh dan tersengat listrik. Dan begitu aku sadar kau sudah muncul dihadapanku di dalam labu reaksi ini."

"Yah mungkin terlalu bodoh untuk menyadarinya. Ketika kau terjatuh darahmu mengalir melalui garis-garis yang membentuk lingkaran transmutasi ini. Dan begitu kau menyentuhkan tanganmu pada lingkaran kecil di bawahmu itu. Maka kau telah melakuka transmutasi manusia. Khukhukhu."

"Transmutasi manusia ? Apa itu ?"

"Yah, singkatnya kau telah menciptakan manusia baru dengan menggunkan darahmu sendiri."

'Menciptakan manusia ? Royal Road sungguh mengerikan. Bahkan hal-hal seperti inipun ada.'

"Jadi kau tercipta dari darahku. Tapi aku kok tidak merasa kekurangan darah setelah melakukan pengorbanan untuk menciptakanmu ?"

"Kau hanya belum menyadarinya, manusia. Lihatlah levelmu saat ini. "

Mendengar instruksi dari Homunculus, Naruto segera membuka jendela statusnya.

"Open Stats Window."

Nama : Naruto

Sekutu : Blackbeard, Homunculus

Profesi : Taboo Alchemist

Gelar : tidak ada

Level : -20

Fame : 0

HP : 10

MP : 10

Strength : 35

Agility : 25

Vitality : 11

Wisdom : 13

Intelegent : 15

Charisma : 2

Luck : 1

Defense : 0

Offense : 5

Magic Resistance : tidak ada

"EEEHHH, LEVELKU MINUS 20 ! KOK BISA ? Apalagi aku belum pernah memilih profesi. Tetapi profesiku sekarang adalah Taboo Alchemist !"

Naruto kaget bukan main karena ini adalah pertama kalinya dia melihat bahwa ada game yang memiliki player dengan level minus. Dan lagi itu adalah irinya sendiri !

Royal Road bukanlah game biasa yang bisa dengan mudah diremehkan. Dalam pembuatan statistik player, profesi, level minus. Ini benar-benar pertama kali dialami oleh player seperti Naruto. Benar-benar unik !

"Hey Manusia, kau tahu ? Menciptakan manusia membutuhkan pengorbanan yang besar. Sedikit level dan statistik milikmu bukanlah sebuah pengorbanan yang terlalu besar untuk membangkitkan aku, sang makhluk abadi ini."

"T-tapi... Sejak kapan aku mendapatkan profesi Taboo Alchemist ini. Padahal aku belum memilih profesi apapun karena levelku yang bahkan belum mencukupi untuk membuatku dapat memilih profesi."

"Kau mendapatkan profesi rahasia ini ketika kau telah melakukan transmutasi manusia untuk pertama kalinya, manusia. Dan profesimu bukanlah sesuatu yang bisa kau tolak, sebab kau adalah orang pertama yang memiliki profesi alchemist."

"Baiklah, karena sudah terlanjur dan tak bisa ditolak mau bagaimana lagi. Jadi untuk menjadi alchemist, hal-hal seperti apa yang harus kupelajari ?"

"Pertama kau harus mengetahui konsep dasar dari alkimia yaitu konsep "Pertukaran Setara". Untuk melakukan transmutasi kau harus mengorbankan beberapa hal tertentu untuk mendapatkan hasil yang kau inginkan dengan transmutasi."

Untuk melakukan alkimia dibutuhkan pemahaman terhadap suatu unsur alam, zat-zat penyusunnya, berbagai karakteristik unik dari setiap unsur alam. Sehingga kau membutuhkan pengetahuan yang lebih untuk melakukan alkimia.

Alkimia dan transmutasi adalah hal yang tak bisa dipisahkan.

Transmutasi dalah hal dimana seorang alchemist membutuhkan metode atau cara tertentu untuk melakukan penguraian atau penghancuran, pembentukan kembali atau rekonstruksi, dan pemaduan berbagai unsur untuk menciptakan sesuatu yang baru atau penciptaan.

Hal yang paling dibutuhkan ketika melakukan transmutasi adalah media transmutasi itu sendiri. Transmutasi memerlukan lingkaran yang berfungsi sebagai media dasar untuk melakukannya.

"Secara garis besar aku dapat memahaminya. Jadi, bagaimana caranya membuat lingkaran transmutasi yang juga bisa digunakan dalam pertarungan ? "

"Hmm kau hanya harus menggambar lingkaran transmutasi di sebuah sarung tangan. Atau mentato tanganmu dengan lingkaran transmutasi."

"Hmm tato ya. Bisa kau berikan contohnya ?"

"Seharusnya disini tertinggal beberapa dokumen penelitian seorang alchemist. Kau hanya perlu mencarinya."

"Baiklah, aku akan mencarinya."

Naruto mencari contoh gambar lingkaran transmutasi di rak-rak dokumen hasil penelititan. Dan yang ia temukan adalah...

Kamu telah menemukan :

Ishvalan Alchemy Document

Ice Alchemy Document

Fire Alchemy Document

Fullmetal Alchemy Document

Western Alchemy Document

Eastern Alchemy Document

Homunculus Creating

Philosopher's Stone Creating

Yang dia temukan adalah berbagai catatan penelitian dari berbagai alchemist yang sepertinya telah melakukan berbagai penelitian tentang alkimia.

'Sepertinya aku menemukan dokumen-dokumen penelitian yang sangat berharga.'

"Hey, Homunculus lihatlah dokumen-dokumen ini. Yang mana ang harus aku pelajari terlebih dahulu ?"

"Mari kita mulai dar yang termudah dulu. Western Alchemy."

Western Alchemy atau alkimia aliran barat. Alkimia ini berasal dari negara Amestris yang sekarang sudah runtuh. Alkimia yang memfokuskan alkimia pada kekuatan tektonik dari bumi. Alkimia ini dibasiskan pada hal-hal yang berasal dari bumi itu sendiri.

"Jadi aku hanya perlu mentato tanganku dengan gambar lingkaran transmutasi'kan ?"

"Tidak sesederhana itu sih. Tapi memeang singkatnya begitu. Kau harus menggambar tato itu dengan keakuratan yang tinggi juga posisi serta presisi tiap garis yang harus diperhitungkan dengan tepat."

"Hmm itu mudah, asal ada contohnya aku bisa menggambarnya dengan mudah."

"Kau bisa melihatnya di dokumen itu."

Yang ditunjukkan oleh Homunculus adalah sebuah gambar dengan bentuk lingkaran berhiaskan huruf-huruf kuno, di dalam lingkaran itu terdapat segitiga dengan bulatan hitam di tengahnya.

Melihat itu Naruto segera mentato tubuhnya dengan gambar yang persis seperti contoh yang terdapat pada Western Alchemy Document.

Dia membuat tato di bagian punggung tangan kanannya.

"Kalau begitu akan kucoba sekarang. Eh hampir saja aku lupa. HP dan MP-ku hampir habis. Kurasa aku akan makan dulu. Sebelum mencobanya."

Naruto dengan segera mengmbil sebotol air dan sepotong roti gandum sisa untuk dimakan.

Krauk Krauk Kres Kres Gleg Gleg Gleg

Naruto makan dengan cepat.

Sebuah sesi makan tanpa kenikmatan sama sekali.

"Nah, saatnya mencoba bagaiman cara kerja dari alkimia barat ini."

Pertama adalah menepukkan kedua tangannya di depan dada. Kemudian Naruto menghentakkan kedua tangannya ke lantai. Membuat beberapa percikan listrik muncul dari tangannya. Dan yang terjadi adalah...

Blessshhh

Sebuah dinding tanah yang tidak terlalu besar muncul di hadapannya. Seolah-olah dia baru saja mengendalikan tanah.

"Wow, aku yakin orang-orang akan terkejut ketika melihat ini untukpertama kali."

"Hmm cukup bagus untuk ukuran pemula, manusia. Aku yakin kau memiliki bakat dalam alkimia."

"Hahaha kau tahu, aku sebenarnya memiliki bakat yang besar dalam mempelajari sesuatu!"

Dengan bangga Naruto menyombongkan dirinya. Dia berkacak pinggang, dan tanpa sengaja sikunya menyenggol dinding batu yang baru saja di buatnya...

Brukk Bruuss

Dinding batu yang di buat Naruto langsung runtuh begitu saja, dan berubah menjadi debu.

"Haaaaaahhhhh ?"

Melihat itu Naruto langsung melotot.

"Ternyata kau tak sebagus yang kukira, manusia."

ARRGGHH

Mendengar hal itu, Naruto hanya bisa frustrasi. Sambil menjambak rambut pirangnya.

"Hei, sepertinya aku punya ide bagus. Bagimana kalau kau langsung mempraktekkannya dalam pertarungan ? Itu juga bisa meningkatkan levelmu, kan."

Homunculus mengemukakan idenya. Sontak hal itu membuat pikiran Naruto kembali cerah. Seperti mendapat wangsit ketika kau menabur sesajen di pohon besar dan bertapa selama 40 hari nonstop.

"KAU BENAR. Kau memang cerdas Homunculus. Dengan itu aku juga bisa mendapatkan item dan menjualnya ke para merchant. Jadi aku tak perlu khawatir tentang kelaparan lagi."

Dengan segera Naruto mengemasi dokumen-dokumen berharga yang ditemukannya. Dia memasukkan dokumen-dokumen itu ke dalam tas magis pemberian Blackbeard.

Tas itu mungkin lebih tepat disebut karung goni, berkat penampilannya yang begitu menyedihkan.

"Kalau begitu ayo kita keluar, Homunculus."

Naruto dengan gembira keluar dari ruang rahasia itu. Meninggalkan Homunculus yang masih terjebak dalam labu reaksi di atas altar.

"Oyy Naruto. Kau harus membawaku. Aku tak bisa berjalan sendiri tahu !"

Homunculus berteriak-teriak memanggil Naruto. Sebab wujud fisiknya yang menyerupai kabut. Dia tak bisa keluar dari tabung seenaknya. Karena begitu keluar dari labu reaksi dan terkena angin, tubuhnya bisa terurai dan tak bisa kembali ke wujud semula lagi.

Oleh karena itu dia membutuhkan Naruto untuk membawanya keluar dari sini.

"Oh ya aku lupa. Kau tak bisa jalan sendiri ya, Homunculus."

Naruto kembali lagi ke dalam, dan membawa labu reaksi yang berisi Homunculus.

Begitu keluar dari perpustakaan, Naruto dan Homunculus langsung pergi menuju keluar benteng. Mereka ingin berburu untuk menaikkan level dan mendapatkan uang.

Sehingga mereka tak perlu khawatir lagi akan kelaparan dan kekurangan uang ketika mereka akan melakukan perjalanan untuk memenuhi quest dari Blackbeard.

Dalam perjalanan mereka juga mengobrol satu sama lain untuk lebih saling mengenal.

Namun yang tampak oleh warga kota ataupun player lain terhadap Naruto adalah seorang pemula berambut pirang berantakan dengan pakaian kumal, membawa tas karung goni, dan sebuah labu reaksi. Berjalan-jalan di tengah kota sambil berbicara sendiri seperti orang yang agak miring dalam hal kewarasan.

"Oh ya. Oy Homunculus ! Tidakkah kau merasa Homunculus itu terlalu panjang untuk disebut ?"

"Kau juga merasakannya ya. Nama Homunculus memang terlalu panjang untuk disebut. Mungkin aku harus membuat nama baru untuk diriku ini."

"Hmmm, nama baru ya. Kau butuh nama yang mudah diingat dan tidak kedengaran aneh bagi yang mendengar."

"Nama yang keren. Nama yang melambangkan keagunganku sang makhluk abadi yang tiada tanding ini."

"Homunculus = Ho-mun-cu-lus = Culus = Cools = Cool. Ya, Cool ! Cool, nama yang simpel dan mudah dingat bukan ?"

"Cool, ya. Sepertinya tak terlalu buruk untuk melambangkan keagunganku ini. Berbanggalah manusia ! Aku akan menganggap nama buatanmu ini sebagai persembahan pertamamu untukku."

"Hehe tak terlalu buruk ya. Memannya kau punya usul untuk namamu sendiri, Cool?"

"Hmm, tadi aku memikirkan nama seperti The Immortal Great King Buros, atau The Magnificent Khang, atau The God of Knowledge Toth, atau The Miracle Vegas. Ahhh terlalu banyak nama yang begitu kupikirkan. Makanya begitu mendengar usul darimu, yang ternyata tak terlalu buruk. Akupun menerimanya begitu saja !"

'Ternyata makhluk tak jelas yang sombong ini. Punya pikiran yang dangkal ya. Nama aneh buatanku langsung diterima begitu saja dengan senang hati. Ah biarkan saja. Asal dia tak membuatku repot, aku akan terus membawanya. Tapi begitu dia tak berguna lagi. Aku bisa menjualnya dengan harga tinggi.'

"Ngomong-ngomong dari kita pertama bertemu kau selalu memanggilku manusia. Bukankah aku sudah memberi tahukan namaku padamu ?"

"Mmangnya kapan kau memberitahukan namamu padaku, manusia ?"

"Ehh, kapan aku memberitahukan namaku, ya ? AAAHHH itu tak penting. Kalau begitu aku akan memberitahukannya padamu. Namaku adalah Naruto. Orang yang akan menjadi raja bajak laut dan menguasai dunia !"

"Heh sombong sekali kau. Ingatlah posisimu, manusia. Kau hanyalah makhluk rendahan. Namun berbanggalah ! Karena kau adalah pelayanku, sang Cool-sama ini. Pekataanmu barusan bukan hanya akan menjadi sekedar mimpi. Dengan kekuatanku yang luar biasa ini. Aku akan menjadikan perkataanmu barusan menjadi kenyataan. Tapi ingatlah bahwa kau masihlah pelayanku."

'Heh kita lihat saja nanti. Siapa yang akan menjadi tuan dan siapa yang akan menjadi pelayan. Dasar makhluk tak jelas !'

Naruto hanya menjawab perkataan Cool di dalam hati. Tentu saja, Naruto membawa Cool bukan hanya untuk menambah bebannya saja. Namun, dia akan mengeksploitasi Cool begitu waktu yang tepat telah tiba.

Beberapa saat kemudian Naruto dan Cool telah mencapai gerbang benteng dengan ini perburuan pertama mereka di luar benteng akan segera dimulai.

"Ayo kita berburu dan mendapatkan banyak uang Cool !"

"Ya !"


To Be Continued

Akhirnya chapter kedua telah selesai. Fic ini akan mengambil tema petualangan di darat dan di laut seperti O*e P*ece dan juga tentang berbagai unsur alkimia seperti di F*llme*al Al*hem*st. Usdah diperingatkan bahwa fic ini akan mengambil unsur dari berbagai manga / anime lain.

Ehmm, adegan fight kemungkinan besar akan muncul di chapter depan. Tapi ane masih kuatir. Sebagai author pemula, apa ane bisa bikin adegan fight yang bagus, ya?

Reader sekalian, ada yang bisa kasih saran untuk adegan fightnya? Kalau ada silakan PM atau masukkin review aja.

Thank's for Reading my fic.