The Taboo Alchemist

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Based on The Legendary Moonlight Sculptor By Nam Hee Sung

Warning : Gaje, Abal, Typo, alur terlalu cepat dan membingungkan, banyak unsur- unsur dari anime / manga / light novel lain

Don't like don't read


.

.

Chapter 3 : Perburuan

Sebelumnya di The Taboo Alchemist :

"Ayo kita berburu dan mendapatkan banyak uang Cool !"

"Ya !"

.

.

Naruto bersama Cool di dalam dekapannya pergi menuju hutan, di luar benteng Serabourg. Karena masih pemula Naruto hanya akan berburu di sekitaran benteng benteng Serabourg saja.

Umumnya, buruan yang ada di sekitar benteng adalah hewan – hewan dengan ukuran yang relatif kecil dengan level yang rendah. Contohnya kelinci, rubah, kijang, ataupun rusa.

Mereka adalah target termudah bagi seorang pemula seperti Naruto.

Baru sebentar berjalan di pinggiran hutan Naruto sudah menemukan beberapa kelinci yang sedang berkumpul bersama.

'Mangsa empuk di depan mata. Kali ini aku benar – benar beruntung.'

Naruto mengendap – endap mendekati mereka.

CRAKK

Sebuah ranting kering terinjak oleh Naruto. Menimbulkan bunyi berisik.

Mendengar itu para kelinci mulai berlarian karena takut pada Naruto.

"Ehhh, hey tunggu kau, kelinci – kelinci sialan! Diamlah di tempat dan biarkan aku menangkapmu !"

"Bodoh kau, Naruto. Memangnya siapa yang mau berhenti untuk ditangkap oleh pemburu. Dan lagi memangnya mereka mengerti bahasamu."

Cool menimbali perkataan Naruto dengan celaan yang kejam.

"Ahh sial. Seharusnya aku lebih berhati - hati tadi."

Naruto menyerah untuk mengejar mereka. Dia memutuskan untuk mencari mangsa yang lain saja.

Dengan pengalaman berburu yang rendah tentu saja Naruto perlu berlatih lebih keras ketika ia mulai berburu. Lagipula ini adalah pertama kalinya ia pergi berburu sendirian. Karena Cool bisa dibilang tak mempunyai peran apa – apa selain untuk teman bicara.

Berjalan lagi menyusuri hutan,

Berjalan...

Berjalan...

Berjalan...

"Ahhhh aku sudah muak. Dari tadi aku berjalan tidak menemukan satu mangsa pun. Sial. Sial. Siaaal."

Naruto frustrasi. Sudah beberapa jam ia berjalan namun tak pernah sekalipun buruannya menampakkan batang hidungnya.

GRRRR GRRRR

"Ehh bunyi apa itu tadi ? Apa itu bunyi perutmu Cool ?"

"Itu bukan bunyi perutku bodoh ! Memangnya aku punya perut !"

"Oy Cool. Kumohon, kali ini jangan bercanda. Sebab kurasa ada bahaya besar di belakang kita."

"Aku tidak bercanda bodoh! Tapi kurasa firasatmu benar Naruto."

"Hehehehe. Ayo kita lari dalam hitungan ketiga."

"Satu..."

"Dua..."

"LARIIIII !"

"Oyyy mana hitungan ketiganya ? Kau langsung lari begitu saja. Tapi tak apa, toh Cuma kau yang berlari disini."

Sementara Naruto sibuk berlarian tak tentu arah, Cool tetap santai dan menikmati pelariannya bersama Naruto kali ini.

Yah, karena Cool sekarang sedang di dalam tas. Dan hanya bisa berdiam diri disitu.

Lagipula Cool tak punya mata. Wujudnya hanya gumpalan kabut hitam yang memiliki mulut dan dua tangan. Jadi dia tak perlu repot - repot untuk mengintip makhluk seperti apa yang mengejar Naruto.

Makhluk yang mengejar Naruto tak henti – hentinya menggeram dan menggonggong.

Ternyata makhluk itu adalah seekor serigala berbulu abu – abu yang sedang kelaparan. Dia mengejar Naruto dengan kecepatan tinggi.

Tak lupa air liurnya yang menetes – netes terbang ke belakang karena Serigala ini sedang lari dalam kecepatan tinggi.

Dalam sekejap jarak mereka semakin memendek. Dan Naruto sudah masuk dalam jarak serangnya.

JDAKKK BRRUUGG

Naruto terjatuh, dia tersandung oleh akar pohon yang melintang di jalannya.

Melihat mangsa yang sudah tak berdaya. Si serigala menghentikan larinya. Dengan perlahan serigala itu mendekati Naruto.

Tampaknya ia bingung harus memakan Naruto mulai dari mana.

Apa ia harus mulai dari kaki, supaya Naruto tak bisa lari lagi.

Atau dari leher, supaya ia bisa makan dengan leluasa karena Naruto sudah mati.

Serigala itu berputar – putar mengelilingi Naruto. Mempertimbangkan bagian mana yang harus ia makan dahulu.

Naruto terus mundur menjauh dari sang serigala. Tentu saja ia ketakutan.

Meski sekarang Naruto ada di dalam dunia game. Naruto tetap takut dengan yang namanya dimangsa oleh hewan buas. Apalagi ini adalah game virtual reality. Dimana rasa sakit yang dirasakan oleh pemain juga akan dirasakan oleh tubuh sang pemain di dunia nyata.

Meskipun rasa sakitnya tidak akan seperti dimangsa oleh serigala di dunia nyata. Tapi tetap saja itu sakit.

Naruto semakin mundur dan mundur. Hingga akhirnya ia terpojok, karena di belakangnya ada pohon besar yang dikelilingi oleh batu – batu besar.

Riwayat Naruto akan segera berakhir. Dia akan mengalami game overnya yang pertama kali di Royal Road.

Namun, di saat terakhir Naruto sempat mengingat petuah dari Blackbeard yaitu

"Disaat kau terpojok dan nyawamu terancam, tetaplah tenang dan perhatikan kondisi di sekitarmu. Gunakan apa saja yang ada di sekitarmu untuk melawan. Bahkan meskipun itu cuma kerikil sekalipun."

'Blackbeard benar, aku harus tetap tenang. Serigala itu cuma berjalan perlahan. Dia pasti sedang meremehkanku.'

Naruto dengan cepat memperhatikan lingkungan sekitar. Ada tumpukan batu - batu besar yang bisa runtuh kapan saja, ada kerikil – kerikil yang berserakan di dekat kakinya, juga tanah yang dipijaknya, yang ternyata memiliki banyak tanaman merambat yang terikat ke tumpukan batu – batu besar tadi.

Melihat itu, tiba – tiba sebuah ide muncul di kepala Naruto. Dengan segera Naruto mengambil sebuah kerikil seukuran jempol kakinya.

Serigala itu curiga dengan pergerakan Naruto. Dan langsung berlari menerkamnya.

Namun itu masih kalah cepat dengan Naruto. Dalam waktu sepersekian detik Naruto melemparkan kerikil tadi ke mata si serigala. Membuatnya menggeram kesakitan.

Sementara Naruto dengan segera berlari kearah yang sebaliknya. Menuju ke bagian belakang si serigala. Naruto menarik seutas tanaman merambat yang mengikat ke tumpukan batu – batu besar itu. Dan...

GRDUKK GRDUKK

Batu – batu besar berjatuhan menimpa si serigala. Membuatnya mati seketika.

"Hah hah hah. Mati kau serigala keparat."

Naruto tampak kelelahan dan nafasnya tak beraturan.

Perburuan pertamanya sangat menegangkan dan melelahkan.

Tapi sensasi dari pertarungan ini benar – benar sesuatu yang tak akan bisa ia lupakan.

Berlari kabur dari musuh.

Mundur dan terus mundur hingga terpojok.

Rasa takut ketika akan terbunuh oleh musuh.

Konsentrasi penuh ketika mengamati kondisi sekitar ketika bertarung.

Satu lemparan yang membalikkan keadaan.

Sebuah tarikan yang mengakhiri hidup si musuh.

Dan sensasi gemetar karena kesenangan setelah melihat musuh mati di hadapanmu.

Itu adalah sensasi luar biasa yang hanya bisa didapatkan setelah melakukan pertarungan.

'Jadi, inikah yang namanya pertarungan. Royal Road, game virtual reality paling terkenal ternyata bukan cuma omong kosong belaka.'

Tampaknya Naruto begitu menikmati sensasi dari pertarungan barusan. Hingga ia tak menyadari bahwa ada jendela pesan yang muncul di hadapannya.

*Ding*

Sebuah jendela pesan muncul di hadapan Naruto.

Strength meningkat 2 poin (+2 Str)

Stamina meningkat 1 poin (+1 Sta)

Agility meningkat 1 poin (+1 Agi)

Vitality meningkat 1 poin (+1 Vit)

Intelegent meningkat 2 poin (+ 2 Int)

Statistik baru : Fighting Spirit

Kamu bisa menyebutnya kekuatan manusia super sementara, atau bisa membuat monster yang lebih lemah untuk berlutut hanya dengan kekuatan kehendak dari matamu saja. Bonus poin tidak bisa didistribusikan pada statistik ini, dan itu akan meningkat secara otomatis, tergantung pada tindakan karakter, atau terutama jika kamu bertarung dengan monster untuk waktu yang lama, atau sering berhadapan dengan monster yang lebih kuat daripada levelmu saat ini.

Statistik baru : Endurance

kamu cenderung menggunakan stamina yang sedikit untuk sebuah tindakan. Bonus poin tidak bisa didistribusikan pada statistik ini.

Skill baru : Throwing

Meningkatkan Attack Power pada serangan yang menggunakan lemparan. Meningkatkan Attack Speed pada serangan yang menggunakan serangan.

Skill Throwing : Beginner : Level 1 | 60 %

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Melihat ini Naruto tak bisa menahan keterkejutannya. Hadiah yang didapatkannya dari berburu kali ini cukup besar.

"Horee, Statistikku meningkat drastis. Level naik enam kali. Dan juga skill baru Throwing. Kelihatannya skill ini akan sangat berguna jika digunakan dalam serangan jarak jauh."

Naruto begitu senang hanya karena bisa mengalahkan satu serigala. Padahal dia hanya beruntung bisa mengalahkan serigala itu.

"Oyy Naruto. Kau baru mendapatkan apa saja dari mengalahkan serigala itu.? Kau kedengaran senang sekali."

Dari dalam tas Cool bertanya kepada Naruto.

Mendengar pertanyaan dari Cool, Naruto mendadak terdiam.

Sepertinya Cool mengganggu selebrasi kemenangan Naruto.

"Aku hanya mendapatkan beberapa poin untuk statistik. Dan kenaikan beberapa level."

Naruto menjawab dengan ambigu.

"Ohh begitu. Kenapa tadi kau tidak menggunakan alkimia utuk melawannya ? Dan lagi, kau punya pisau di balik punggungmu, kan ?"

Pertanyaan dari Cool membuat Naruto shock. Ia benar – benar lupa kalau ia memiliki pisau di balik punggungnya. Dan juga, kalau tadi ia menggunakan alkimia pasti ia bisa menang dengan mudah.

"Bagaimana kau bisa tahu. Kalau aku punya pisau di balik punggungku ? Padahal kau tak punya mata ?"

"Aku memang tak punya mata. Tetapi aku cukup peka terhadap keadaan sekitar."

Dengan sombong Cool mengatakannya.

"Dan lagi, Naruto. Kau lupa hal yang sangat penting lagi."

'Apa yang telah aku lupakan lagi kali ini ?'

"A - apa itu ?"

"Serigala tak pernah berburu sendirian ."

Mendengar perkataan dari Cool, Naruto sadar itu hal yang sangat penting. Kalau saja Cool tak mengatakannya, nyawanya bisa benar – benar terancam.

"Jadi maksudmu, sebentar lagi kawanannya akan segera tiba di sini ?" Tanya Naruto penasaran.

"Tentu saja. Sebentar lagi mereka akan tiba. Eh, ralat. Mereka sudah tiba di sini."

Naruto ketakutan mendengar perkataan Cool. Itu benar – benar sesuatu yang sangat berbahaya.

Melihat sekeliling, Naruto bisa melihatnya. Siluet – siluet dari makhluk yang tak bersahabat ini.

GGGGRRRR GGGGRRRR GGRRRR

Para serigala menggeram dari balik bayangan pohon – pohon di hutan. Secara perlahan mereka mulai muncul dari balik bayangan, mendekat ke posisi Naruto.

Game over sudah di depan mata. Dari siluetnya, tampaknya yang datang untuk memburunya adalah serigala – serigala yang berjumlah sepuluh atau sebelas ekor. Sebuah rombongan yang besar untuk berburu.

'Apakah serigala ini membentuk party untuk memburuku ? Biasanya serigala berburu dengan kisaran enam atau tujuh ekor dalam satu kelompok berburu. Apalagi ukuran mereka sangat tak biasa. Ukurannya sekitar dua kali lipat dari serigala – serigala pada umumnya. Gawat. Ini benar – benar gawat.'

Ketakutan muncul lagi di dalam hati Naruto. Kemungkinannya untuk menang sangat kecil untuk bertarung melawan kelompok serigala di hadapannya ini.

"Hey Cool. Apa yang harus kulakukan ? Mereka sangat banyak."

"Tenang saja, kau hanya perlu bertarung seperti tadi. Manfaatkan semua yang ada di sekitarmu. Dan gunakan itu sebagai senjata untuk mengalahkan mereka."

'Bicara saja sih, enak. Kau bahkan tak perlu keluar dari labu reaksi sialan itu.'

Naruto sekali lagi mulai mengobservasi lingkungan sekitarnya, ia saat ini berdiri di sebuah tanah yang cukup lapang dengan banyak pohon yang mengelilingi tempatnya berdiri. Di belakangnya terdapat bekas reruntuhan bekas pertarungan sebelumnya. Tanah tempatnya berdiri sekarang agak berdebu dengan batu – batu kerikil yang berserakan di mana – mana. Dan untungnya saat ini sedang tidak ada angin yang bertiup ke arah mereka.

'Aku punya rencana. Kali ini mungkin aku bisa menggunakan alkimia untuk mengalahkan mereka.'

Empat serigala maju. Tampaknya mereka ingin segera mematikan pergerakan Naruto.

Dengan segera Naruto menepukkan kedua telapak tangannya di depan dada, kemudian ia hentakkan kedua telapak tangannya ke tanah. Membentuk kepulan debu yang amat tebal.

Debu merupakan koloid yang bersifat padat yang memiliki sifat menghamburkan cahaya. Sehingga itu akan mengurangi masuknya cahaya pada mata para serigala yang terjebak di dalam kepulan debu.

Debu juga berfungsi untuk mengganggu pernafasan dan mengurangi sensitifitas dari penciuman para serigala. Membuat mereka tak bisa lagi mengandalkan penciuman mereka di dalam kepulan debu.

Ini merupakan rencana Naruto. Ia membuat kepulan debu untuk mengurangi jarak pandang dari para serigala. Juga untuk mengganggu penciuman mereka.

Para serigala yang terjebak di dalam kepulan debu menjadi kalang kabut dan mulai menyerang kawan mereka sendiri. Karena mereka tak bisa membedakan yang mana kawannya atau yang mana lawannya.

Melihat rencananya berhasil, Naruto segera melangkah ke strategi berikutnya. Serangan tanpa ampun yang tak bisa dihindari.

Dari luar kepulan debu, Naruto mengambil batu – batu untuk menyerang para serigala yang terjebak di dalam kepulan kabut.

"Hey Cool katamu kau cukup peka dengan keadaan sekitar, kan ? Jadi harusnya kau bisa memberitahuku letak posisi mereka."

"Akhirnya kau meminta bantuanku, dasar makhluk lemah. Berbahagialah, karena Cool – sama ini mau bermurah hati untuk membantumu."

Naruto hanya menanggapinya dengan diam. Padahal dalam hati Naruto sedang menahan kejengkelannya setengah mati.

'Ya ya. Terserah kau saja makhluk sombong. Kau tak bisa membaca situasi ya ? Di saat – saat genting seperti ini kau, masih saja bisa menyombongkan dirimu.'

"Ya Cool. Aku mohon. Sekarang ini aku sangat membutuhkan bantuanmu."

"Hehe baiklah kalau begitu. Kita mulai dar mana dulu. Yang di dalam kepulan debu ataukah yang berada di luar kepulan debu ?"

"Kita bereskan yang ada di dalam dulu!"

"OH.. Pertama, arah jam dua belas, lima puluh meter dari sini."

"Kedua, arah jam satu, lima puluh meter dari sini."

"Ketiga , arah jam dua belas agak ke kanan sedikit, lima puluh satu meter dari sini."

"Keempat, arah jam satu agak ke kanan sedikit, lima puluh satu meter dari sini."

Dengan segera Naruto menghujani para serigala yang ada di dalam kepulan debu dengan lemparan peluru – peluru batu yang sangat akurat menuju ke badan dan kepala para serigala.

Para serigala yang terjebak di dalam kepulan debu menerima damage yang berlipat ganda dari serangan Naruto. Karena serangan Naruto telah di tambahi efek dari skill throwing level beginner yang memberi tambahan efek lima persen damage pada lawan. Apalagi di dalam kepulan debu, mereka tak dapat membedakan yang mana kawan dan yang mana lawannya. Sehingga mereka jadi saling serang di dalam kepulan debu.

Sedikit demi sedikit damage yang diterima para serigala mulai bertumpuk, dan beberapa menit kemudian mereka mati.

Keempat serigala yang terjebak di dalam kepulan debu mati dengan badan yang babak belur karena efek lemparan peluru – peluru batu dan cakaran teman mereka sendiri.

Suasana berubah menjadi tenang akibat serigala – serigala yang terjebak dalam kepulan debu telah mati.

Serigala – serigala yang tersisa tersisa menggeram marah akibat kematian teman – teman mereka. Ketujuh serigala yang tersisa berlari memutari kepulan debu untuk menyerang Naruto.

Tiga berlari ke empat lainnya lari ke kiri. Mereka bertujuan untuk mengepung Naruto.

Menyadari bahaya yang mendekat Cool segera memperingatkan Naruto.

"Naruto, ada yang mendekat dari arah jam dua dan jam setengah sembilan."

'Mereka memecah kelompoknya menjadi dua. Jadi mau menyerang daridua arah, heh.'

Menyadari itu Naruto membuat jebakan sederhana dengan alkimianya.

Menepukkan kedua tangannya di depan dada. Kemudian menghentakkan kedua telapak tangannya di tanah. Ia menciptakan kepulan debu yang lebih besar. Tentu saja Naruto berniat mengurangi jarak pandang para serigala dengan menggunakan kepulan debu lagi.

Ia ulangi lagi menepukkan kedua telapak tangannya di depan dada. Kemudian menghentakkan kedua telapak tangannya ke tanah. Ia berniat menciptakan labirin sederhana yang terbuat dari tanah. Labirin itu dibuat untuk menjebak para serigala.

Sebuah labirin dengan pintu yang hanya bisa digunakan untuk masuk. Tetapi tak bisa digunakan untuk keluar.

Akibat debu dan dinding pembatas para serigala terjebak ke dalam labirin tanpa tahu jalan untuk keluar.

Para serigala yang tersesat tanpa tahu arah untuk keluar mulai berlarian tanpa arah yang jelas.

Sedangkan Naruto yang ada di luar kepulan debu. Sedang menempelkan telinganya ke dinding labirin buatannya. Tampaknya Naruto sedang berusaha mendeteksi keberadaan para serigala dengan menggunakan dinding sebagai media pendeteksiannya.

Begitu mengetahui masing – masing lokasi para serigala. Naruto menggunakan alkimianya untuk menciptakan duri – duri besar yang tumbuh dari dinding dan lantai labirin. Ia berusaha mengguanakan Mana-nya dengan efektif dan efisien untuk membunuh para serigala.

CRAASSSHHH CRRRRAAAASSHH

Para serigala yang terjebak dalam labirin dan kepulan debu mulai terkena jebakan duri membuat mereka menggeram marah dan mulai menggila di dalam sana. Namun akibatnya, mereka malah semakin banyak terkena duri jebakan Naruto.

Semakin lama para serigala mulai sekarat dan kehilangan tenaga mereka. Hal itu disebabkan karena luka – luka sobek pada kulit mereka membuat darah terus mengucur dan membuat mereka kekurangan darah. Apalagi dengan debu – debu yang mengganggu pernafasan mereka. Itu membuat mereka tak menerima cukup oksigen dari bernafas.

Serigala – serigala itu kini dalam keadaan pusing, linglung, dan lemas. HP (Health Point) para serigala pasti sudah mulai menipis.

Mengetahui itu dari mendengarkan suara mereka melalui dinding batu buatannya, Naruto hanya bisa tersenyum.

'Ini saatnya aku maju dan menghabisi mereka dengan tanganku sendiri.'

Naruto menunggu dengan sabar hingga para serigala benar – benar lemas. Ia juga menunggu hilangnya kepulan debu buatannya hilang tertiup angin.

Kepulan debunya telah hilang.

Naruto menepukkan kedua tangannya ke depan dadanya. Kemudian menghilangkan labirinnya. Sehingga yang ada di hadapannya hanyalah tanah lapang dengan serigala – serigala yang tergeletak lemas.

Dengan tatapan dingin Naruto mendekat menuju para serigala yang tergeletak itu. Di tangan kanannya terdapat pisau yang mengkilap akibat pancaran sinar matahari.

Naruto tampak seperti dewa kematian yang sedang bersiap untuk melakukan pencabutan nyawa.

Di setiap langkahnya Naruto memancarkan hawa intimidasi yang kuat. Membuat para serigala sekarat yang melihatnya hanya bisa pasrah akan kematiannya.

Serigala - serigala yang ada di hadapan Naruto, satu demi satu ia sembelih. Membuat mereka dengan segera menemui ajalnya.

Serigala – serigala yang telah disembelih oleh Naruto juga menjatuhkan beberapa item, seperti beberapa koin silver,kulit, taring, dan juga daging.

Melihat item – item yang dijatuhkan serigala – serigala malang itu. Naruto hanya bisa tersenyum bahagia. Karena sekarang ia tak perlu khawatir lagi soal uang dan makanan.

*Ding*

Sebuah jendela pesan muncul lagi

Strength meningkat 10 poin (+10 Str)

Stamina meningkat 10 poin (+10 Sta)

Vitality meningkat 10 poin (+10 Vit)

Intelegent meningkat 12 poin (+ 12 Int)

Wisdom meningkat 11 poin (+11 Wis)

Fighting Spirit meningkat 5 poin (+5 FiS)

Endurance meningkat 4 poin (+4 End)

Skill Throwing : Beginner : Level 3 | 80 %

Western Alchemy : Beginner : Level 3 | 10%

Skill Baru : Echolocation

Skill pelacak yang digunakan untuk memindai lokasi atau pergerakan melalui perambatan gelombang.

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Level Up!

Senyum Naruto semakin mengembang. Pertarungan melawan dua belas serigala dalam waktu yang relatif singkat barusan telah memberikan peningkatan yang sangat signifikan pada statistiknya.

Memang pada level Naruto yang sekarang ini, kalau player biasa ia pasti akan mati dengan segera bila melawan serigala – serigala yang baru saja Naruto lawan.

Namun berbeda bagi Naruto yang telah melalui pelatihan dari Blackbeard. Sehingga statistiknya lebih unggul daripada pemain pemula normal lainnya.

Sedangkan untuk level, memang level Naruto saat ini masih minus enam. Tetapi kemampuan bertarung dan statistik miliknya sudah setara dengan player berlevel tiga puluhan.

Tentu saja kemampuan Naruto itu kalau dilihat oleh player biasa akan nampak seperti ia menggunakan cheat untuk memperkuat pertarungannya. Sedangkan yang sebenarnya terjadi adalah semuanya berkat pelatihan dari Blackbeard dan panduan dari Cool yang selama ini ada bersamanya.

"Hey Cool, terima kasih atas bantuanmu. Kau sangat membantuku pada perburuan kali ini."

"Hmmpphh tentu saja sebagai makhluk yang rendahan kau harus selalu bersyukur atas segala bantuan yang telah kuberikan padamu selama ini."

Namun lama – kelamaan Naruto merasa aneh dengan makhluk yang disebut Homunculus di hadapannya ini. Homunculus yang bahkan tak punya mata dan telinga ini bisa mengetahui keadaan sekitar tanpa perlu keluar dari labu reaksi. Menimbulkan pertanyaan dalam benak Naruto, dan hal ini tak bisa ia tahan lagi. Naruto ingin segera mengetahui kebenarannya.

"Hey Cool, bagaimana caramu mengetahui hal – hal yang terjadi di lingkungan sekitarmu, bahkan tanpa perlu repot – repot keluar dari labu reaksi?"

"Hmm itu adalah rahasia. Tetapi kalau padamu mungkin aku bisa memberitahukannya padamu. Supaya kau bisa lebih mengagumi tuanmu yang agung ini."

'kenapa dia tak bisa menghentikan sikap sombongnya itu, padahal ia tak bisa berjalan sendiri.'

Naruto hanya sweatdrop mendengar perkataan Cool.

"Sebenarnya aku ini memiliki skill ekolokasi tingkat advance. Itu adalah skill untuk mengetahui pergerakan , lokasi, aliran darah, nafas,bahkan keadaan permukaan bumi. Semakin tinggi tingkatan skill ekolokasi yang kau miliki maka kau bahkan dapat mengetahui pergerakan musuh melalui pergerakan setiap serat otot, aliran darah, serta detak jantung musuh. Ini adalah sebuah skill yang sangat berguna bila digunakan dalam pertarungan. Bahkan skill ini adalah skill yang akan selalu aktif selama 24 jam. Sehingga aku tak perlu menggunakan mataku untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitarku."

Sebuah penjelasan yang panjang dan lebar baru saja keluar dari mulut Cool. Penjelasan tentang skill ekolokasi yang ternyata sangat mengerikan bila digunakan dalam pertarungan.

Dan Naruto secara kebetulan baru saja mendapatkannya !

Skill ekolokasi (Echolocation) sebuah skill yang menggunakan perambatan gelombang sebagai medianya.

Naruto baru saja mendapatkan skill yang melebihi kemampuan seekor paus yang memiliki sonar sebagai senjata untuk mencari mangsa.

'Apakah itu berarti aku baru saja mendapatkan skill yang luar biasa ? BENAR – BENAR MENGEJUTKAN ! Apalagi aku juga mendapatkan skill Throwing. AHHHH . Jadi teringat masa lalu, sebenarnya aku sangat benci untuk mengingatnya lagi.'

Flashback Start

1 tahun yang lalu, di bawah naungan langit musim panas yang menyengat.

Ini adalah tahun pertama Naruto bersekolah di SMA Konoha. Saat ini ia bergabung dalam klub baseball yang akan berpartisipasi pada babak penyisihan wilayah Tokyo Barat. Naruto didaulat sebagai pemakai nomor punggung satu dan menjadi ace bagi SMA Konoha setelah melalui berbagai seleksi yang ketat.

Naruto berhasil mengalahkan teman – teman satu timnya dalam penilaian untuk mendapatkan posisi ace dalam tim. Yang dikalahkan oleh Naruto bukan hanya teman – teman seangkatannya, namun juga kakak kelasnya yang telah menjadi ace sebelum masuknya Naruto ke tim baseball SMA Konoha.

Pertandingan demi pertandingan terlewati. Dengan Naruto sebagai ace SMA Konoha melaju dengan mulus ke final penyisihan wilayah Tokyo Barat.

.

.

Ini adalah inning ke sembilan babak final penyisihan distrik Tokyo Barat. Pertandingan kali ini mempertemukan SMA Konoha dengan SMA Amegakure. Tinggal selangkah lagi bagi SMA Konoha dan SMA Amegakure untuk menuju ke Koushien. Itu artinya inning kesembilan ini adalah penentu nasib mereka.

Skor sementara adalah 5 – 2 untuk keunggulan SMA Konoha. Dengan two outs dan no runner pada inning kesembilan. Kemenangan SMA Konoha sudah ada di depan mata.

Di tengah mound berdiri seorang pitcher dengan seragam putih hitam dengan logo SMA Konoha di dada bagian kiri dan topi bagian depan. Dia adalah Naruto, pitcher dan ace dari SMA Konoha kini ia bersiap melakukan lemparan penghabisan pada pertandingan ini.

Sedangkan lawannya adalah batter keempat, clean up dari SMA Amegakure, Hidan.

WUUUSSSSHHH

Naruto melempar bola.

GREB

Batter yang ada di dalam box tak bisa bereaksi terhadap lemparan slider Naruto.

Bolanya ditangkap oleh Catcher tanpa gangguan yang berarti.

"STRIKE 1!"

WUUUSSSSHHH

Naruto melempar bola.

GREB

Lagi – lagi batter yang ada di dalam box tak bisa bereaksi terhadap lemparan fastball Naruto.

Bolanya ditangkap lagi oleh Catcher tanpa gangguan yang berarti.

"STRIKE 2 !"

WUUUSSSSHHH

Naruto melempar bola.

GREB

Kali ini lemparan inside Naruto yang terlalu tinggi, membuat si batter dari Amegakure menghindari bolanya. Bukannya malah memukul bola.

Bolanya ditangkap lagi oleh Catcher tanpa gangguan yang berarti.

"BALL!"

"TEME, JANGAN BERCANDA KAU !"

Si batter Hidan, terpancing emosinya. Akibat lemparan incourse Naruto yang hampir mengenai wajahnya. Dengan kemarahan yang meluap – luap ia berlari menuju Naruto sambil membawa tongkat baseball. Sedangkan Naruto hanya diam di tempat.

Hidan yang sudah sampai di depan Naruto mengayunkan tongkat baseballnya ke wajah Naruto.

Secara reflek Naruto menghindar ke samping dan memukul wajah Hidan. Seketika Hidan langsung jatuh pingsan dengan darah yang mengucur deras dari hidungnya akibat pukulan telak dari Naruto.

Hal itu sontak memicu amarah para penonton dan pemain yang ada stadion itu. Hingga akhirnya terjadilah tawuran antara siswa – siswa SMA Konoha Dengan siswa – siswa SMA Amegakure.

Keesokan harinya

Sebuah artikel di koran menampilkan gambar kerusuhan akibat tawuran pada saat pertandingan baseball kemarin. Judul artikel tersebut adalah "TAWURAN SMA KONOHA VS SMA AMEGAKURE SAAT PERTANDINGAN FINAL PENYISIHAN TOKYO BARAT". Berita tersebut secara otomatis menyedot banyak perhatian orang – orang.

Beberapa hari setelah pertandingan itu, pihak asosiasi baseball SMA menjatuhkan sanksi kepada kedua sekolah yang terlibat dalam tawuran. Sanksinya adalah didiskualifikasi dari turnamen Koushien. Juga larangan bermain di turnamen resmi selama setengah tahun. Sehingga menimbulkan duka dan kekecewaan yang sangat mendalam bagi kedua belah pihak.

Sedangkan bagi Naruto, ia terkena sanksi tak boleh bermain baseball selama masa SMA-nya. Sungguh sebuah sanksi yang berat bagi Naruto. Padahal Naruto hanya mahir di bidang baseball, sedangkan nilai akademiknya pas – pasan.

Naruto saat ini sedang dalam perjalanan pulang dari sekolahnya. Akibat insiden itu Naruto selalu dijauhi dan dihina oleh teman – teman sekelasnya.

"DASAR PREMAN ! PERGI SAJA KAU! JANGAN KE SEKOLAH INI LAGI!"

"YA KAU BETUL BERANDALAN SEPERTINYA TAK PANTAS BERSEKOLAH DI SINI!"

"GARA – GARA KAU SEKOLAH KAMI GAGAL MASUK KOUSHIEN!"

"DASAR PEMBAWA SIALL!"

Itu adalah beberapa dari sekian banyak kata – kata yang sering ia dengar akhir – akhir ini. Memang menyakitkan bukan ? Padahal ia hanya membela diri. Tetapi sanksi yang diberikan padanya adalah yang paling berat.

Sekelompok preman mendatangi Naruto yang lewat di hadapan mereka tanpa ijin.

"HEY KAU! Jadi kau ya, Naruto Uzumaki yang terkenal itu. Ini kau kan ?" Kata mereka sambil menunjukkan koran dengan gambar Naruto di salah satu artikelnya.

Naruto yang melihat itu hanya bisa shock dan terdiam. Dia bingung harus menjawab apa, atas pertanyaan para preman di depannya.

"TEME! JANGAN SOK JAGOAN KAU! BERANINYA MENGABAIKAN KAMI!"

Para preman tersebut mulai memegangi kedua tangan Naruto. Naruto yang belum sempat bereaksi apapun, hanya bisa pasrah dan tak melawan.

Dia dipukuli, dikeroyok, dihajar habis – habisan. Padahal tempat pengeroyokannya ada di tempat anak – anak SMA Konoha sering lewat. Apalagi ini jam – jam pulang sekolah harusnya ada beberapa anak SMA Konoha yang melihat Naruto dikeroyok. Namun sampai akhir, sampai para preman puas menghajar Naruto. Tak ada satu pun anak satu sekolahan yang menolongnya.

Hingga di saat – saat terakhir sebelum ia kehilangan kesadarannya. Ia melihat teman – teman satu sekolahnya yang biasa lewat tempat itu, hanya menontonnya dikeroyok sambil tertawa – tawa puas.

Naruto hanya bisa meneteskan air mata kesedihan. Ia menangis dalam hati.

Naruto hanya bisa menyesali semua hal yang telah terjadi kemarin. Dia memendam semua rasa sedihnya sendirian. Karena ia tak punya teman untuk berbagi. Bahkan orang tuanya tak mempedulikan keadaannya. Karena orang tuanya juga sering saling bertengkar.

Bagi Naruto, baseball adalah tempat baginya untuk mengalihkan semua kesedihannya. Namun sekarang baseball juga telah direnggut darinya. Ia harus apa sekarang ?

Pada akhirnya Naruto memilih melairikan diri ke dunia anime dan game. Ia berubah menjadi hikikomori otaku yang hanya keluar rumah untuk membeli makan dan membeli berbagai benda yang berhubungan dengan anime dan game.

Sampai akhirnya ia bertemu dengan Royal Road. Game VRMMORPG pertama di dunia, yang berhasil mengalihkan kesedihan Naruto. Dari game busuk bernama dunia nyata menuju ke game penuh petualangan dan kesenagan.

Flashback End

"Yes, semuanya sudah kukumpulkan! Cool, ayo kita ke kota! Kali ini aku akan makan di restoran yang menjual makanan yang layak untuk dimakan. "

"Yah, terserah kau saja. Toh, aku tak butuh makanan. Makanan hanya di butuhkan oleh makhluk rendahan, seperti kau. Manusia."

Lagi – lagi Cool menjawab dengan nada angkuhnya. Sepertinya ia tak pernah kehabisan kata – kata untuk merendahkan orang lain."

Dan inilah hari pertama perburuan Naruto. Yang membuahkan hasil manis dari kerja keras dan otak cerdiknya. Masih tersisa waktu enam hari bagi Naruto sebagai masa persiapan sebelum melaksanakan quest level C dari Blackbeard.

Naruto berjalan pulang menuju ke kota benteng Serabourg. Untuk menikmati makanan dan tempat tidur yang layak untuk pertama kalinya.

Sebuah perasaan senang meliputi hati Naruto. Ia berniat untuk makan enak dan tidur di motel yang agak bagus sebelum ia log out dari Royal Road.


To be continued

FIIIUUUHHH akhirnya selesai juga, chap ketiga dari fanfic bertema adventure & fantasy buatanku. Gimana adegan fightnya apakah terlalu datar ? Kurang menegangkan ? Yahh harap maklumlah. Ane author baru yang baru coba – coba bikin fic.

Taboo Alchemist artinya adalah alkemis terlarang. Maksudnya, si alkemis telah melakukan hal yang terlarang. Dalam hal ini, sesuatu yang terlarang tersebut adalah transmutasi manusia. Contohnya adalah penciptaan homunculus, penciptaan chimera, penyegelan nyawa pada benda mati, atau penciptaan philosopher stone.

Semuanya bisa dilihat di anime F*llmet*l Al*hem*st kok. Silakan cari aja.

Oh ya. Sebelum membaca fic ini disarankan untuk membaca light novel The Legendary Moonlight Sculptor. Udah ada kok yang bahasa Indonesia. Dijamin ketagihan. Tokoh utamanya antimainstream dan yang penting pceritanya sangat menarik.

Untuk para pembaca yang punya saran buat ane, silakan klik review dan masukkan saran dan komentar anda di situ.

Thanks for reading guys