The Taboo Alchemist
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Based on The Legendary Moonlight Sculptor By Nam Hee Sung
Warning : Gaje, Abal, Typo, alur terlalu cepat dan membingungkan, banyak unsur- unsur dari anime / manga / light novel lain
Don't like don't read
Chapter 4 : Berburu Bersama Party
Sebelumnya di The Taboo Alchemist
Naruto berjalan pulang menuju ke kota benteng Serabourg. Untuk menikmati makanan dan tempat tidur yang layak untuk pertama kalinya.
Sebuah perasaan senang meliputi hati Naruto. Ia berniat untuk makan enak dan tidur di motel yang agak bagus sebelum ia log out dari Royal Road.
.
.
Ini sudah hari ke empat sejak Balckbeard memberikannya misi untuk pergi menuju ke cabang sungai Arud. Itu artinya tinggal tiga hari yang tersisa sebagai masa persiapannya untuk pergi keluar dari benteng Serabourg.
Kali ini Naruto sedang berjalan di tengah kota, di sekitar alun – alun kota.
Naruto banyak melihat player – player yang mempromosikan dirinya untuk membuat party dalam berburu.
Dia berjalan dengan tenang sambil membawa tombak dengan ujung yang berwarna hitam legam yang mengkilat terkena sinar matahari.
Itu adalah tombak yang ia dapatkan dari Basic Training Center.
Flashback Start
Sehari setelah Naruto mendapatkan berbagai skill ketika perburuannya. Naruto pergi menuju ke Basic Training Center dengan tujuan untuk melatih skillnya dulu.
Ia bertemu dengan berbagai orang berlatih disana, hanya mengayunkan pedang kayu selama seharian. Orang – orang itu mengenakan seragam yang sama. Mereka berpenampilan tinggi besar dengan pakaian yang seolah – olah akan robek karena tidak muat untuk menampung otot - otot kekar yang mereka miliki.
Orang – orang ini berlatih dengan sangat semangat. Seolah – olah semua latihan yang mereka lakukan hanya untuk berlatih dan mengayun pedang. Tanpa lelah mereka mengayunkan pedang mereka pada boneka jerami yang dijadikan sebagai objek latihan. Entah kenapa Naruto merasa iba pada boneka jerami itu.
Tapi tiba – tiba salah satu dari mereka berlari dengan cepat kepada Naruto. Orang dengan badan tinggi besar nan kekar dengan kumis tipis di wajahnya. Wajah yang ia miliki adalah sebuah wajah yang bila dilihat oleh anak kecil, akan membuat si anak kecil menangis tak terkira dan langsung lari kepada ibunya.
Si pria besar ini mendekati Naruto, ia menjabat tangannya. Mengangkatnya. Yang bisa Naruto rasakan adalah sebuah tangan yang besar dan kasar dengan kulit tebal khas tangan seorang pekerja kasar.
Dengan wajah yang tidak tampak manusiawi, pria itu memohon – mohon kepada Naruto untuk memberinya sepotong roti gandum sebagai makanan untuk makan siang nanti.
"Namaku adalah Geomchi5. Siapa nama anda ?"
Naruto agak bingung dengan situasi yang ia alami saat ini. Namun dengan segera Naruto segera menjawab..
"Ehmmm namaku Naruto."
"Ohh Naruto ya ! Bolehkah kami meminta bantuanmu ? Saat ini aku sedang kelaparan dan tak memiliki uang ataupun bekal untuk makan siang nanti. Kumohon. Dengan kemurah hatianmu, maukah kau memberiku sepotong roti gandum utnuk makan siang ?"
Begitu si orang ini memohon – mohon kepada Naruto. Kawan – kawannya yang tadinya sibuk memukul – mukul boneka jerami langsung berlari menuju Naruto. Sepertinya mereka juga memiliki kondisi yang sama.
Naruto menggunakan skill ekolokasinya untuk menghitung jumlah dari orang – orang yang sedang mengerubunginya. Dan ternyata itu sudah berjumlah lima ratus orang lebih !
"Mereka ini teman- temanmu ?"
Tanya Naruto kepada Geomchi5.
"Ya tentu saja ! Mereka adalah saudara seperguruanku."
Si Geomchi5 menjawab dengan semangat. Kemudian ia memperkenalkan rekan – rekannya.
Ia menarik seseorang yang nampaknya adalah yang tertua diantara mereka. Orang ini memiliki kumis dan jenggot yang cukup tebal.
"Perkenalkan ini adalah guru kami. Namanya adalah Geomchi1. Kemudian ini Geomchi2..."
Geomchi5 mulaimemperkenalkan orang – orang yang ternyata satu perguruan dengannya itu hingga sampai ke Geomchi505.
"Jadi, maukah kau memberikan roti gandum kepada kami ?"
Naruto terdesak, uang yang seharusnya digunakan untuk bekal perjalanannya malah akan dirampok oleh para Geomchi ini. Apalagi mereka sangat gigih dalam usahanya untuk memohon kepada Naruto.
Naruto yang tak punya kesempatan untuk kabur dari mereka, mulai menghitung uang yang dimilikinya. Yang ada dalam kantong uangnya saat ini adalah dua belas koin silver dan dua puluh koin copper. Dengan tidak rela Naruto memberikan lima koin silver dan lima koin copper untuk mereka.
Itu adalah uang yang pas untuk memberi makan mulut lima ratus lima orang hanya dengan roti gandum.
Hal itu membuat para Geomchi tersenyum gembira. Karena, paling tidak untuk makan siang kali ini. Mereka tak perlu takut game over karena kelaparan.
Dengan segera mereka secara serempak, mengucapkan terima kasih kepada Naruto.
"TERIMA KASIH BANYAK NARUTO !"
Sebanyak limaratus lebih orang mengucapkan terima kasih kepada Naruto. Membuatnya merasa sangat tidak nyaman.
"Kami tidak akan melupakan budi baikmu ini Naruto. Kalau kau membutuhkan bantuan kau bisa langsung menghubungi kami. Kami akan dengan segera datang untuk membantumu."
Si Geomchi1 berkata dengan penuh wibawa membuat Naruto agak merasa sungkan.
"Tak apa – apa kok. Sudah kewajibanku sebagai sesama player untuk saling membantu."
'Aku membantumu karena aku sedang terdesak tahu ! Kalau tadi aku bisa kabur, lebih baik aku langsung lari ke luar benteng daripada bertemu dangan kalian. Sungguh sial nasibku.'
Dalam hati Naruto menangis dalam hati karena uang untuk bekalnya baru saja dirampok oleh para Geomchi. Setelah para Geomchi pergi meninggalkannya Naruto berlatih sendirian di tempat berlatih untuk serangan jarak jauh.
Hal itu dilakukannya untuk membiasakan diri untuk menggunakan skill throwing miliknya. Ia menggunakan berbagai benda yang ada di Basic Training Center untuk latihan melempar. Benda – benda yang ada di sana semuanya ia gunakan untuk berlatih melempar, contohnya tombak, pedang kayu, pisau pendek, bahkan anak panah juga ia gunakan untuk latihan melempar.
Lempar...
Lempar...
Lempar...
Lemparan demi lemparan terus Naruto lakukan untuk membiasakan dirinya, supaya bisa melempar berbagai jenis benda sebagai senjatanya. Melempar dengan menggunkan berbagai benda sebagai objek untuk melempar bukanlah tanpa alasan. Selain itu Naruto juga menerapkan metode latihan unik yang hanya Naruto yang bisa melakukannya.
Dengan begitu seringnya ia mengganti objek untuk melempar, maka peningkatan skill throwingnya juga meningkat dengan pesat. Peningkatan skill throwing Naruto juga diikuti oleh peningkatan pada statistik strength, endurance, agility dan stamina.
Itu merupakan statistik yang sangat mendukung bagi perkembangan skill throwing. Dimulai dari strength statistik ini digunakan sebagai daya dorong untuk melemparkan objek lemparan ke target yang dinginkan juga untuk memperkuat efek dari lemparan.
Contohnya, benda yang digunakan oleh Naruto untuk objek lemparan adalah sebuah kerikil jika dilemparkan menuju ke tembok akan membuat sebuah lubang kecil yang bisa digunakan untuk mengintip. Namun akan menghasilkan sesuatu yang beda jika kau menggunakan batu sebesar kepalan tangan untuk melempar. Itu hanya akan menimbulkan retakan pada tembok.
Kesimpulannya strength juga mempengaruhi lemparan bergantung pada ukuran dan juga berat dari objek tersebut. Semakin berat objek maka semakin banyak banyak strength yang dibutuhkan hanya untuk mengangkatnya saja, sehingga efek strength pada lemparan akan menjadi berkurang. Begitupula sebaliknya, bila objek yang digunakan untuk melempar adalah benda kecil seperti kerikil. Maka efek yang dihasilkan strength pada lemparan akan semakin kuat hingga bisa menembus tembok sekalipun.
Peningkatan statistik strength juga berbaning lurus dengan peningkatan stamina dan endurance. Semakin sering kau berganti – ganti objek melempar dan terus melempar tanpa henti, maka secara otomatis tubuh akan mengalami peningkatan pada daya tahan dan stamina. Sehingga lama kelamaan kau menjadi terbiasa dan hanya memerlukan tenaga yang sedikit untuk melakukan sebuah kegiatan tertentu serta menyebabkan kau tak cepat merasa lelah.
Sedangkan peningkatan statistik agility hanya akan terjadi bila kau terus – menerus melempar dalam kondisi terus berlari melewati berbagai halangan untuk melakukan lemparan.
Naruto melakukan latihan ini dengan cara meletakkan berbagai benda untuk melempar secara acak di berbagai tempat di dalam ruang latihan. Ia juga meletakkan puluhan boneka jerami sebagai penghalang yang ditata secara acak juga. Dan menggunakan satu boneka jerami yang telah diberi tanda khusus pada mata, kepala, jantung, tangan,dan kaki.
Naruto akan secara acak berlari mengambil objek lemparan dan melewati boneka – boneka jerami untuk menembak satu sasaran yang telah ditentukannya pada boneka jerami yang telah ditandai. Ia terus melakukan itu secara berulang – ulang selama tiga hari.
Hingga tak terasa telah tiga hari penuh ia berlatih di Basic Training Center. Skill throwing miliknya meningkat hingga beginner level 4 lebih 50%. Itu artinya pada perburuan berikutnya di luar benteng, harusnya Naruto sudah meningkatkannya sampai tingkat medium.
Karena sudah mencapai hari ketiga, Naruto sudah merasa cukup dengan latihannya di Basic Training Center. Sebelum ia pergi dari situ, i berpamitan kepada instruktur yang telah berbaik hati mengijinkannya untuk berlatih dengan meminjamkan berbagai benda pendukung untuk latihannya.
"Pak Instruktur yang terhormat, terima kasih atas segala kebaikan hati anda selama ini kepada saya. Saya harap saya bisa bertemu anda lagi di waktu yang akan datang."
Dengan sungguh – sungguh Naruto mengucapkan rasa terima kasihnya kepada si Instuktur. Kedekatan yang telah mereka bangun selama tiga hari ini, sudah seperti guru dan murid kesayangan.
"Sudah cukup dengan kerendahan hatimu,Naruto! Sudah menjadi kehormatan yang besar bagiku untuk melatih calon petualang hebat sepertimu. Dan juga saat itu tiba, saat kau menjadi petualang yang hebat. Tolong jangan lupakan aku!"
"Tentu saja aku akan selalu mengingatmu pak instruktur!"
"Aku tahu mungkin akan sangat lama kita akan bertemu lagi. Sebagai hadiah perpisahan aku akan mengundangmu untuk makan malam di tempatku. Dan juga ini, kuberikan tombak kesayanganku untukmu."
*Ding*
Item : Onyx Steel Spear
Si instruktur memberikan sebuah tombak yang kelihatan sangat bagus kepada Naruto. Sebuah tombak hitam legam dengan panjang sekitar dua meter yang mata tombaknya begitu mengkilap ketika terkena sinar matahari.
Sebuah tombak yang melambangkan ketekunan dan kegigihan dari sang pemilik. Tombak yang selal dirawat penuh dengan kasih sayang. Bagaikan anak sendiri itu diberikan kepada Naruto secara suka rela.
"Tombak ini sangat bagus, pak instrutur. Bagaimana mungkin kau bisa memberikannya kepadaku begitu saja ?"
"Sebenarnya aku mau memberikanmu sebuah pedang, itu adalah hadiah yang diberikan kepada orang yang telah lulus dari Basic Training Center. Namun karena sebagian besar orang yang lulus adalah pengguna pedang, sedangkan kau tidak menggunakan pedang. makanya aku memberikanmu ini, tombak kesayanganku."
"Basic Training Center ya. Itu berarti tempat ini adalah tempat pelatihan dasar bagi para player. Itu artinya masih ada lagi tempat yang menyediakan pelatihan dengan level yang lebih tinggi dari ini."
Sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul di pikiran Naruto.
Dia telah mempelajari secara tidak sengaja bahwa dia bisa meningkatkan statistik dengan cara melempar secara terus menerus di Basic Training Center.
Oleh karena itu, dia telah berfokus meningkatkan statistiknya sebanyak mungkin di bawah bimbingan Blackbeard dan di Basic Training Center sebelum dia mulai serius.
Naruto punya alasan yang bagus tentang hal itu, meskipun dia mengakui bahwa hal itu mungkin terdengar tidak efesien untuk menghabiskan 3 hari untuk meningkatkan statistiknya pelan-pelan satu demi satu.
Sejauh yang player lain khawatirkan, mereka akan lebih suka membuang sedikit waktu untuk mendapatkan sebuah item yang meningkatkan statistik begitu sedikit.
"Tetap saja," pikir Naruto. "Hal itu tidak sama dengan berlatih keras untuk memperkuat garis dasar statistik dari karakter seseorang. Hal itu membuat sebuah perbedaan yang besar."
Jika beruntung, kau mungkin bisa mendapatkan item bagus saat berpetualang, tetapi statistik aslimu akan selalu sama, terlepas dari item apapun yang kau pakai. Misalnya kau meningkatkan 40 poin pada Strength, dan bayangkan akan seperti apa ketika kau memakai sebuah kalung +50 STR.
Statistik yang Naruto telah tingkatkan dibawah bimbingan Blackbeard dan di Basic Training Center akan membantu dia sampai ke menit-menit terakhir dari bermain game.
Naruto merenungkan makna dari kata-kata sang instruktur dan akhirnya bertanya, "Apakah anda tau berapa banyak orang yang menyelesaikan pelatihan dasar sampai sekarang?"
"530 disini. Dan salah satunya adalah Weed yang legendaris itu." Sang instruktur segera menjawab dengan bangga.
"Weed ? God of War Weed ? Yang benar saja, jadi rumor yang mengatakan bahwa ia memulai disini itu benar ya ?"
'Jadi begitu ya. Weed pasti juga mengetahui rahasia ini. Meningkatkan statistik dasar lebih penting daripada menggunakan item untuk membuatmu lebih kuat. Dia sungguh – sungguh hebat.'
"Tentu saja benar. Weed selama 4 minggu penuh terus menerus mengayunkan pedang kayunya ke boneka jerami itu. Sampai – sampai ia selalu menjadi pusat perhatian karena kegilaannya dengan kekuatan."
'Seperti yang diharapkan dari Weed yang legendaris. Ia begitu tekun dan bersemangat.'
"Terima kasih pak instruktur. saya tidak akan melupakan budi baik anda kepada saya."
"Oh ya Naruto. Makan malamnya akan diadakan tiga hari lagi di rumahku. Jangan lupa untuk datang ya!"
"Baik pak, saya pasti akan datang."
Naruto dengan segera pergi keluar benteng untuk pergi berburu. Tidak lupa sebelum pergi keluar benteng, ia melihat ke piramid raksasa dan patung Sphinx buatan Weed.
Keduanya merupakan mahakarya dari sang sculptor legendaris,Weed. Patung – patung yang banyak memberikan banyak peningkatan statistik secara sementara hanya dengan melihatnya.
Begitu Naruto sudah mendapatkan peningkatan pada statistiknya ia dengan segera pergi berburu keluar dari benteng Serabourg. Tujuannya masih sama, yakni berburu di hutan sekitar benteng Serabourg.
Flashback Stop
Naruto saat ini sedang berjalan – jalan dengan santai di tengah kota.
"Hey kamu, yang membawa tombak !"
Sebuah suara yang terdengar feminim masuk ke dalam indera pendengaran Naruto. Membuat Naruto mencari – cari sumber suara feminim tersebut berasal. Hingga yang ia temukan adalah sebuah party dengan anggota empat orang.
Ia menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan bahwa orang yang dipanggil adalah dirinya.
"Iya kamu, cepat kemari."
Yang memanggilnya adalah seorang gadis cantik dengan penampilan seperti orang asing. Gadis itu memiliki rambut pirang pucat yang diikat ekor kuda, rambutnya panjang hingga mencapai punggungnya. Ia juga memiliki poni yang lurus ke samping menutupi matanya yang sebelah kanan.
Gadis itu melambai – lambai memanggil Naruto.
Naruto berjalan mendekat kepada kelompok itu.
"Apakah kamu akan berburu ?"
Si gadis cantik itu memulai pembicaraan dengan Naruto.
"Ehhhmm iya, aku akan pergi berburu."
Naruto agak gugup, ia sebenarnya sangat jarang berbicara pada seorang gadis. Apalagi yang mengajaknya berbicara adalah seorang gadis manis berambut pirang.
"Sepertinya kau akan berburu sendirian ya? Bagaimana kalau kau ikut dengan party kami. Kami mempunyai seorang shaman, priestess, archer dan monk disini."
Naruto menengok ke belakang si gadis pirang. Ada seorang gadis yang tampak pemalu yang memiliki rambut hitam panjang, seorang pria berambut nanas dengan penampilan seorang ranger, dan pria gendut dengan roti gandum di tangannya.
Mereka semuanya menggunakan armor kulit sederhana. Semuanya terbatas pada serangan jarak jauh. Jadi mereka membutuhkan Naruto sebagai petarung jarak dekat untuk melindungi mereka.
'Bukan ide yang buruk, aku bisa memanfaatkan mereka sebagai support bagiku. Sehingga aku bisa bertarung dengan tenang tanpa perlu takut akan mati terluka. Karena mereka memiliki priestess yang bisa menyembuhkan luka, juga memberikan buff.'
"Kedengarannya bagus juga. Kalau begitu aku akan ikut dalam party kalian."
"Baguslah kalau begitu. Perkenalkan namaku adalah Ino, aku seorang priestess level 7 dengan keahlian pada penyembuhan dan buff perlindungan."
Si gadis pirang mengenalkan dirinya sebagai Ino. Naruto tak tahu itu adalah nama asli atau bukan. Karena entah kenapa nama gadis pirang ini sama dengan nama model terkenal yang biasa menghiasi majalah – majalah yang sering Naruto lihat ketika ia akan membeli manga di supermarket.
"Aku Hanabi, seorang shaman level 7, aku banyak menggunakan kutukan dan aku juga bisa melakukan penyembuhan yang sederhana."
Si gadis pemalu dangan rambut hitam memperkenalkan dirinya sebagai Hanabi. Entah kenapa ia selalu menatap Naruto dengan malu – malu.
"Aku Nara, level 6 Archer. Tampaknya kau cukup berani untuk berburu sendirian malam – malam begini."
"Hehe, aku Jouji, level 7 Monk."
Mereka mengatakan nama dan level mereka, dan sekarang adalah giliran Naruto.
"Aku Naruto, level -4."
(Penjelasan singkat : Pada chapter 2 level Naruto adalah -20, sedangkan pada chapter 3 Naruto berhasil naik level 16 kali. Sehingga level Naruto sekarang adalah -4)
"..."
Semua orang terdiam, nampaknya mereka kaget setelah mendengar perkataan Naruto.
"Lalu equipment apa yang kau pakai itu ?"
"Oh yang kau maksud tombak ini. Ini Cuma tombak biasa. Selain ini aku hanya memiliki pisau."
"..."
Sebenarnya setelah berburu beberapa hari yang lalu, Naruto punya cukup uang untuk membeli armor kulit yang cukup bagus, namun ia memilih untuk menggunakan uangnya untukmakan dan menginap di penginapan yang layak.
"Dan profesimu ?"
"Aku seorang alkemis."
"Ehhh alkemis! Aku belum pernah dengar ada profesi yang seperti itu. Lalu kenapa kau memiliki level -4 ?"
"Yahhh itu karena ada satu atau beberapa hal yang membuatku mendapatkan
level -4."
'Heh kalau aku mengatakan kalau sebelumnya aku memiliki level -20 pasti rahang di mulut mereka akan terbuka lebar dan tak bisa dikembalikan lagi ke tempat semula.'
"Apakah ini kali pertama kau pergi berburu ?"
"Ehhmm tidak, ini adalah yang kedua kalinya."
"OHH jadi kau punya pengalaman untuk berburu ya !"
"Ehhmm tidak juga sih."
"HHAAAHHH." Nara menghela napasnya kuat – kuat. Nampaknya ia mengalami depresi ringan.
"Jadi bagaimana nih ?"
Tampaknya mereka telah mengajak orang yang salah untuk bergabung. Naruto dengan level -4, tidak berpengalaman, dan juga profesi yang masih belum jelas asal usulnya. Itu telah melengkapi ketidakberuntungan yang didapatkan oleh mereka.
Kurangnya pengalaman bisa berakibat buruk pada saat pertarungan melawan monster pertamamu. Kau hanya akan panik, kehilangan ketenanganmu, tak bisa berpikir apa – apa dan akhirnya kehilangan nyawamu. Itulah hal yang pasti akan terjadi.
Party ini tahu rasanya. Karena mereka pernah mengalaminya sendiri.
Hewan – hewan di sekitar benteng meskipun terlihat cukup lemah. Tetapi mereka sebenarnya cukup tangguh bagi para pemula. Mereka bisa menjadi lawan yang sangat menantang bagi pemula yang bermain solo. (Solo = sendirian)
"Kita dalam masalah besar."
Nara hanya tersenyum paksa, ia tak tahu harus bagaimana lagi untuk menghadapi situasi ini.
Naruto yang menganggap dirinya hanya menyebabkan masalah akhrinya angkat bicara.
"Aku tak apa – apa kok, kalau keluar dari party kalian. Aku tak mau menyusahkan orang lain. Lebih banyak lagi."
"Aku minta maaf."
Ino mengakui kesalahannya dan membungkuk pada Naruto meminta maaf. Pada saat dia mengamati lagi, dia melihat Naruto menggunakan equip dasar.
҅Aku pikir dia kuat karena dia memiliki tombak besi itu. Ya ampun, dimana dia mendapatkan tombak itu? Itu tampak sangat bagus sekali...҆ Dia berkata pada dirinya sendiri.
Naruto keluar dari party dan menuju ke hutan sendirian. Nara dan Ino merasa bersalah karena mengeluarkan dia.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Mencari pengganti?"
Pengganti memang ada dimana-mana. Para player tersebar diseluruh Benua Versailles, dan justru monsternya yang tampak sedikit.
"Dengar, kita sudah sepakat dengan dia."
"Jika kita bertarung sebagai tim, pasti bisa, kan?"
"Aku pikir begitu, tetapi..."
"Kita coba saja."
"Hey Naruto ! Ayo kita berburu bersama."
"Levelku terlalu rendah, apa tak apa – apa membiarkan aku bergabung dalam party kalian?"
"Ya tak apa. Kita sekarang adalah seorang tim. Kau tak perlu memaksakan dirimu untuk terus di depan. kalau kau mau kau bisa sembunyi di belakang kami."
Nara menyarankan Naruto untuk bersembunyi saja bukannya aktif dalam perburuan. Karena di mata mereka Naruto hanya seorang pemula yang masih terlalu polos.
"Kau memang tak bisa mendapatkan banyak Exp kalau tak ikut aktif dalam berburu. Tetapi prioritasmu saat ini adalah untuk meningkatkan level. Cukup berdiri di belakang kami dan seranglah jika kau memiliki kesempatan kemudian kembalilah ke belakang kami. Itu akan sangat membantu kalau kau mengalihkan perhatian musuh dan membuat mereka bingung."
"Ohh begitu, baik. Aku mengerti."
Kebingungannya telah dibereskan, dan Naruto memutuskan untuk bergabung dengan party mereka dan berburu monster bersama-sama. Ini adalah kelompok yang dirancang untuk melawan monster-monster di sekitar Benteng, dan anggota timnya sudah pernah leveling tanpa dia.
Masalahnya adalah, mereka menyadari bahwa itu terlalu berbahaya jika hanya Jouji, seorang monk yang Agilitynya dalam menghindari serangan menutupi tingkat pertahanan yang rendah, bertindak sebagai petarung jarak dekat di barisan depan. Itu sebabnya mereka mencari seorang petarung jarak dekat.
Perburuanpun dimulai
Naruto dengan tenang mengamati mereka dari belakang.
"Ino bantu aku !"
Dari depan, Jouji yang bertarung sendirian meminta bantuan kepada Ino sang Priestess.
"Kekuatan suci bimbing kami menuju kemenangan. Blessing !"
Ino membantu dengan memberikan blessingnya kepada Jouji.
"Black Smoke !"
Sedangkan Hanabi membantu dalam penyerangan dengan menyebarkan kutukan – kutukan ringan kepada rubah.
Strateginya adalah membuat Jouji bertarung sendirian di depan , sedangkan Nara, Ino dan Hanabi menjadi support. Itu dikarenakan profesi Jouji yang merupakan monk yang memilki defense dan HP yang lebih tinggi daripada mereka dalam partynya.
Naruto dari belakang hanya mengamati, begitu melihat celah ia langsung menggunakan kesempatan itu untuk menyerang tanpa ampun.
"JOUJI ! Minggir!"
Mendengar instruksi dari Naruto, Jouji dengan segera langsung menjauh dari medan pertarungan.
Si rubah yang tak menyangka akan pergerakan Jouji hanya bisa tersentak kaget ketika ada sebuah tombak terbang lurus menghujam tubuhnya. Si rubah mati seketika.
*Ding*
Critical Hit
Sebuah jendela pesan muncul di depan Naruto. Critical Hit. Hanya akan muncul ketika serangan yang dilancarkan menghasilkan damage dua kali lipat karena menyerang di titik lemah lawan dengan serangan yang efektif di saat yang tepat.
"EEEHHHH SEKALI SERANG !"
Party Nara secara kompak terkejut akibat serangan Naruto yang menghasilkan one hit kill pada si rubah. Naruto di luar dugaan jauh lebih kuat dari yang mereka duga.
Rubah yang mati meninggalkan item drop berupa kulit rubah dan daging rubah. Kulit bisa digunakan sebagai bahan pembuat pakaian. Sedangkan daging rubah bisa digunakan sebagai bahan untuk masakan lezat.
Naruto hanya tersenyum senang melihat hasil karyanya itu.
"Nah, sekarang Jouji! Pancing para mangsa ke sini ! Kita akan segera melumatnya habis – habisan !"
Mereka yang tadinya kaget melihat Narut hanya tersenyum senang.
"Ayo Jouji ! Bawakan mangsa yang bisa menjatuhkan banyak item ya !"
Kali ini yang berhasil Jouji pancing adalah segerombolan serigala. Jumlah mereka hanya lima ekor. Itu mangsa yang cukup sulit untuk ditaklukkan.
Melihat ini Naruto ikut maju. Dengan gerakan yang lincah ia menyerang para serigala menggunakan tombaknya.
Menghindari serangan para serigala dengan indah, layaknya seorang penari yang sedang melakukan pertunjukan.
Serangan yang dilancarkan para serigala kepada Naruto hanya dapat menyentuh ruang hampa yang telah ditinggalkan oleh Naruto.
Sementara Naruto sibuk 'menari' dengan para serigala party Nara hanya bisa terkejut melihat pertarungan Naruto vs para serigala.
"Hey kalian ! Mau sampai kapan mau melongo begitu ! Cepat bantu aku !"
Naruto meminta bantuan pada mereka.
"I-Iya. Kekuatan suci bawalah kemenangan kepada kami, blessing!"
"Dirty slime!"
"Fire Arrow!"
"Big Arm!"
Dengan segera party Nara memberikan bantuannya kepada Naruto. Begitu serangan – serangan pendukung tiba Naruto segera menyingkir dari area serangan.
Ternyata serangan – serangan itu masih belum cukup untuk menumbangkan satu serigalapun.
Naruto maju menuju ke serigala yang tubuhnya penuh dengan tancapan panah - panah Nara. Naruto mencabut anak – anak panah tersebut dan melemparkannya kembali ke para serigala dengan jarak yang sangat dekat sembari ia menghindari serangan serigala- serigala lainnya.
Sembari di udara dalam keadaan berputar, Naruto melempar kembali panah – panah itu menuju ke tubuh para serigala. Menghasilkan serangan kritikal secara berturut – turut.
Serigala – serigala yang meati itu meninggalkan drop item yang cukup bagus seperti kulit, daging dan taring serigala. Mereka tersenyum senang melihat hasil buruan itu. Dengan segera sebagai pengumpul item Nara segera menyimpannya.
"Ayo kita berburu lagi!"
"Ayo kita berburu lagi!"
"Ayo kita berburu lagi!"
Begitu seterusnya mereka melanjutkan berburu tanpa kenal lelah. Hingga tanpa mereka sadari, dengan bergabungnya Naruto ke dalam party mereka telah membuat kecepatan mereka dalam berburu meningkat dengan cepat.
Setiap Naruto melakukan pergerakan entah kenapa mangsa mereka dengan segera akan mati menjadi cahaya abu – abu yang melayang dan meninggalkan drop item.
"Bagaimana ini bisa terjadi ?"
Jouji hanya bisa menganga tak percaya. Mangsa – mangsa yang dipancingnya akan segera menjadi cahaya abu – abu yang beterbangan begitu Naruto ikut turun tangan dalam pertempuran.
Begitu Naruto menghunuskan tombaknya, maka mangsa – mangsa akan mati dalam seketika. Saking cepatnya Jouji sampai menepuk pipinya berkali – kali untuk memastikan bahwa ia tak sedang bermimpi.
Hal yang sama juga berlaku kepada Nara. Ia begitu kaget akan pergerakan Naruto yang begitu cepat seperti kilat. Gerakannya seolah – olah ia telah membaca semua pergerakan dari para mangsa dan bergerak menuju ke arah yang paling tepat untuk melancarkan serangan fatal yang bisa membunuh mangsanya seketika.
Semua itu berkat skill echolocation milik Naruto, meskipun masih dalam tahap beginner. Yang artinya ia dapat mengetahui setiap pergerakan, setiap lokasi, detak jantung, aliran darah, bahkan pergerakan setiap serat otot dalam tubuh sang mangsa. Dengan begitu ia dapat dengan mudah mengetahui setiap pergerakan mereka dan langsung memberikan serangan fatal bagi mereka.
Apalagi statistik yang dimiliki Naruto yang sebenarnya telah setara dengan seorang Warrior biasa berlevel 30.
Setiap mengalami kenaikan level Naruto selalu mendistribusikan poin bonusnya ke statistik intelegent, strength, stamina, dan agility. Berkat itu dia dapat melakukan perburuan dengan mudah, bahkan tanpa harus menggunakan alkimia.
Melihat kemampuan Naruto, pengamatan tajam Nara langsung menyimpulkan bahwa statistik Naruto benar – benar berbeda dari pemain biasa. Atau tombak yang digunakan oleh Naruto adalah item yang benar – benar istimewa sehingga bisa meningkatkan damage sampai sedemikian banyaknya.
Secara terus menerus mereka berburu, dan semakin lama kecepatan berburu mereka semakin meningkat. Hingga akhirnya pada hari ketiga setelah mereka membentuk kelompok. Itu berarti hari ini hari terakhir Naruto di benteng Serabourg, kerajaan Rossenheim. Karena besok adalah hari keberangkatannya untuk melaksanakan misi kelas C dari Blackbeard.
"Ne, Jouji. Berapa HP-mu?"
"200 memangnya kenapa ?"
"Tak apa, bagaimana kalau aku sendiri saja yang ada di depan. kau kan petarung jarak menengah. Jadi lebih baik kau di belakangku saja."
HP Naruto sebenarnya 4 kali lebih banyak dari Jouji. Padahal ia dari tadi cukup sering terkena serangan dari para mangsa. Tetapi meskipu ia terkena sekalipun, damage yang ia terima jauh lebih sedikit daripada damage normal yang diterima Jouji ketika ia menjadi petarung garis depan.
Mungkin karena agility yang dimiliki Jouji sebagai seorang monk cukup rendah sehingga ia bisa terkena damage yang besar seketika saat terkena serangan dari musuh.
Statistik agility merupakan statistik utama yang sangat penting. Bagi pemilik profesi petarung jarak dekat seperti warrior ataupun knight. Statitik agility adalah statistik yang harus selalu ditingkatkan ketika mendapatkan bonus poin.
Karena statistik agility sangat berpengaruh pada reflekmu ketika bertarung. Sehingga itu akan membuatmu dapat menghindari serangan yang fatal dengan damage yang minimum.
Agility juga akan meningkatkan akurasimu dalam melakukan serangan. Sehingga kemungkinanmu untuk mendaratkan serangan kritikal dengan damage 2 kali lipat menjadi lebih besar.
Sekarang Naruto mengambil alih peran petarung jarak dekat yang dimiliki ole Jouji.
"Jouji, sekarang kau hanya perlu memancing mereka dengan serangan jarak jauh. Dengan begitu para mangsa pasti akan ke sini. Hal itu juga akan menguras stamina mereka supaya cept habis."
"Baik dimengerti !"
Secara tidak sadar Naruto telah mengambil alih peran ketua party, dan mulai mengkomando setiap penyerangan dan pertahanan dari party ini.
Sebuah kesalahan dilakukan oleh Jouji. Ketika ia memancing musuh, ia malah memancing mangsa yang salah.
Seekor beruang dengan sebelah mata yang terluka akibat cakaran binatang lain muncul akibat pancingan dari Jouji.
"Narutoooo tolong aku !"
"Tetaplah tenang Jouji. Aku akan segera membantumu ! Ino kau cepat persiapan untuk penyembuhan."
"Gawatt! Naruto, aku kehabisan MP. Bertahanlah sebentar. Aku akan me-recharge MP-ku dulu."
Cara yang umum dilakukan untuk me-recharge MP adalah dengan melakukan semedi untuk beberapa saat. Namun itu adalah hal yang bodoh bila dilakukan di tengah pertarungan, ketika ada seseorang terluka dan membutuhkan pertolongan dengan segera.
'Tidak akan sempat!'
"Jouji kau lari saja ! Aku akan mengatasinya!"
"Hanabi, lakukan pertolongan pertama pada Jouji ! Kau bisa melakukannya kan?"
"Tentu saja ! Dengan kekuatan suci. Sembuhkan dia, Healing Hand!"
Hanabi segera menyembuhkan Jouji.
Si beruang itu tampaknya telah menemukan hidangan lezat untuk makan siang. Ia terus menerus mengejar Jouji si gemuk untuk dimangsa.
"Nara! Lindungi Jouji ! Panah matanya !"
"Ya Naruto!"
Karena panik dan juga agilitynya rendah, serangan Nara tak ada satupun yang dapat mengenai si beruang.
"Kalau begitu mau bagaimana lagi! Kalian semua cepat lari ke benteng ! Di sana pasti aman! Aku akan menahan beruang ini supaya tidak mengejar kalian!"
"T-tapi Naruto ..."
"Tak ada tapi-tapian, cepat lari!"
Mereka segera mematuhi perintah Naruto untuk lari. Nara memapah tubuh Jouji dan berusaha pergi sejauh mungkin. Mereka lari tanpa memperhatikan Ino dan Hanabi.
Naruto segera maju menghadapi beruang mata satu itu. Beruang ini kemungkinan adalah monster bernama. Itu artinya ia adalah salah satu monster level bos di hutan ini.
Beruang dengan air liur yang menetes – netes berusaha mendaratkan cakaran – cakarannya ke tubuh Naruto. Namun Naruto memiliki agility yang tinggi di tambah dengan skill ekolokasi miliknya meskipun agak kesulitan ia dapat menghindari serangan dari si beruang.
Si beruang hanya memikirkan untuk memangsa Jouji. Karena ia terlihat paling lezat dibandingkan dengan yang lainnya. Dia berlari mengejar Nara yang sedang memapah Jouji.
Naruto tak menyangka si beruang akan mengabaikannya dan malah mengejar Jouji.
HHHYYYAAAATTT HHHYYYAAATTT
Tanpa efek yang berarti Hanabi dan Ino berusaha menghalangi usaha sang beruang untuk memangsa Jouji. Mereka hanya mengayun – ayunkan pisaunya ke segala arah dengan mata yang tertutup.
"TAK AKAN KUBIARKAN KAU MEMANGSA TEMAN KAMI!"
Si Beruang mengabaikan mereka. Dan lari menuju Jouji. Namun kedua kaki belakangnya dipegangi oleh Hanabi dan Ino.
"KAMI TAK AKAN MENYERAAAHHHH!"
Kontan saja hal itu membuat si beruang marah. Dengan ayunan kakinya ia menghempaskan Ino dan Hanabi.
GGGGGRRRRRR GGGGRRRRRAAAHHHH
Hanabi dan Ino yang terhempas hanya dapat merasakan tubuh mereka melayang lama sekali. Mereka hanya pasrah menantikan rasa sakit yang akan tiba akibat hempasan si beruang.
Namun rasa sakit itu tak pernah tiba. Yang mereka rasakan adalah aroma maskulin seorang lelaki yakni bau ketiak yang basah dan berkeringat. Aroma itu sontak membuat mereka berdua pingsan seketika.
Yang sebenarnya terjadi adalah Naruto menangkap mereka berdua. Ketika mereka terhempas dan melayang di udara. Masing – masing dari mereka ditangkap dengan masing – masing tangannya. Membuat mereka berdua jatuh dalam dekapannya. Naruto dengan lembut membaringkan kedua gadis itu di tanah.
"Mereka pingsan? TAK AKAN KUMAAFKAN KAU !"
HYYYYAAAAAHHH
Dengan kemarahannya yang menggebu – gebu. Ia langsung menyerang si beruang. Keduanya saling balas membalas serangan.
Satu tusukan di tangan kanan.
Tiga cakaran di dada.
Dua tebasan di perut.
Satu cakaran di wajah.
Satu tebasan di tangan kiri beruang.
Sebuah cakar melayang di udara. Cakar yang telah terpisah dari tangan si beruang.
GGGGGRRRRRAAAAA
Si Beruang meraung kesakitan. Tangannya baru saja dipotong tanpa ampun oleh Naruto.
Naruto mengabaikannya. Ia terus menyerang dengan membabi buta. Tebasan demi tebasan ia sarangkan.
Hingga akhirnya kombo terakhir Naruto. Kedua tangan ditepukkan di depan dadanya. Kemudian ia hentakkan kedua telapak tangannya ke tanah. Percikan – pecikan listrik menjalar dari tangan Naruto menuju ke tanah di sekitar si beruang.
Sebuah dinding tanah muncul di belakang si beruang. Si beruang terhuyung – huyung ke belakang akibat serangan Naruto. Dan akirnya menempel di dinding.
Ternyata dinding tanah itu bukanlah dinding biasa. Dari dinding itu muncul tangan – tangan yang terbuat dari tanah. Mencengkeram bagian – bagian tubuh si beruang. Membuatnya terkunci dan tak bisa bergerak lagi.
"WALL OF EXECUTION !"
Naruto melancarkan serangan terakhirnya. Tombak yang ia genggam dengan tangan kanannya ia lemparkan sekuat tenaga ke kepala si beruang.
SSSRRRAAATTTT JJJLLLEEEBBB
Kepala si beruang tertembus oleh tombak hitam Naruto. Membuat si beruang hancur menjadi partikel – partikel cahaya abu – abu yang beterbangan di udara.
Si beruang meninggalkan drop item yang cukup banyak, yaitu beberapa koin gold, daging dan kulit beruang.
*Ding*
Statistik baru : Perseverance
mengurangi kerusakan fisik yang ditimbulkan oleh musuh, dan bahkan meningkatkan HP player dalam jumlah kecil. Dapat berkembang secara otomatis dengan cara terus menerima serangan jarak dekat.
Strength meningkat 7 poin (+7 STR)
Offense meningkat 15 poin (+15 Ofs)
Agility meningkat 8 poin (+8 Agi)
Endurance meningkat 5 poin (+5 End)
Fighting Spirit meningkat 5 poin (+5 Fis)
Fame meningkat 50 poin (+50 Fame)
HP +250
MP +150
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Western Alchemy : Beginner : Level 3 | 75 %
Jangkauan dari alchemy semakin luas. Tergantung imajinasi, kamu dapat mengubah bentuk dari suatu unsur menjadi bentuk yang kamu inginkan. Damage +5%.
Skill baru : Lancer Mastery
Sebuah skill bertarung menggunakan tombak. +10% Atk. Damage +10%.
Naruto sekarang telah naik ke level 7, berkat berburu dalam party dan pertarungannya melawan monster bos beruang barusan. Pencapaiannya adalah yang tertinggi diantara player – player lain di dalam partynya.
Sekarang Naruto berusaha menyadarkan Ino dan Hanabi. Dia menepuk – nepuk kedua pipi mereka.
PUK PUK PUK PUKPUKPUK
Namun keduanya tak kunjung bangun. Naruto memutuskan untuk menunggu mereka sambil mengistirahtkan dirinya. Damage yang ia terima dari si beruang ternyata cukup besar. Hingga HP-nya sekarang hanya tersisa 10%.
Apabila tak segera diobati, cepat atau lambat Naruto akan mati dan game over. Selain itu ia akan mendapatkan penalty berupa tak bisa log in ke Royal Road dan mungkin kehilangan beberapa level, atau poin statistik serta penguasaan skill.
Jika kau kehilangan level, maka kau hanya tinggal berburu dan otomatis levelmu akan segera meningkat. Peningkatan level biasanya juga akan diikuti peningkatan pada statistik.
Namun kalau kau kehilangan penguasaan skill maka kau harus mengulangi latihan atau rasa sakit yang sama untuk mendapatkan skill tersebut. Tentu saja hal itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.
Lokasi mereka saat ini adalah de sebuah gubuk kecil di pinggiran hutan.
Ino dan Hanabi terbangun dari pingsannya.
"HHMMM bau apa ini ?"
"OHH kalian sudah sadar ternyata."
"EEHH kenapa kita ada disini ?"
"YA AMPUN, Naruto bagaimana bisa kau sampai terluka parah begini ?"
"Yah, aku melawan beruang itu sampai luka begini."
"T-terima kasih Naruto ! Kalau begitu ini ada ramuan untukmu."
Hanabi memberikan sebotol ramuan kepada Naruto. Itu adalah ramuan yang dapat memulihkan HP dan MP.
Tapi mereka tak menyadari bahwa pakaian yang mereka kenakan saat ini agak kendur. Sehingga bagian yang harusnya mereka tutupi jadi kelihatan.
Naruto menerima ramuan itu sambil perlahan – lahan darah mengalir dari lubang hidungnya.
"Ehh Naruto kenapa dengan hidungmu ? Ada darah yang mengalir lagi."
Naruto tak mampu untuk menjawab. Naruto tak bisa mengalihkan atensinya dari bagian tubuh yang harusnya ditutupi milik kedua gadis itu. Wajah mesum Naruto tak bisa menahan diri untuk terus bersembunyi.
Melihat gelagat Naruto. Akhirnya kedua gadis itu menyadari pandangan mesum Naruto ke tubuh mereka.
"KKKYYYYAAAAA, NARUTO HENTAI !"
PLAKKKK PLAKKKK
Naruto mendapatkan dua tamparan dari dua gadis di masing – masing pipinya. Kemudian Naruto ditendang keluar dari gubuk itu.
Begitu kedua gadis itu telah selesai mengeluarkan Naruto, mereka segera mambenahi pakaian mereka. Dan langsung kabur dari gubuk tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Naruto.
"Hey, tunggu dulu ! Dengarkan penjelasanku ! Aku bahkan tidak melakukan apa – apa pada kalian ! Hey tungguuu, dengarkan penjelasanku!"
Padahal yang sebenarnya Naruto lakukan adalah mengendurkan setiap bagian yang kencang pada pakaian kedua gadis itu. Salah satunya adalah melepaskan armor kulit yang mereka kenakan. Hal itu dilakukan supaya mereka dapat bernafas dengan nyaman dan dapat segera sadar dari pingsannya.
Bukan hanya itu Naruto juga membaui hidung mereka dengan bau – bau yang menyengat supaya mereka cepat sadar. Dan sumber bau yang Naruto gunakan untuk itu adalah kaos kaki tempurnya yang diletakkan diantara hidung mereka berdua.
Naruto membaringkan mereka berdua saling berhadap – hadapan dan meletakkan kaos kakinya di depan wajah mereka. Dan akibatnya adalah seperti yang bisa kita tahu barusan.
"Yahh mau bagaimana lagi. Seorang pahlawan memang sering disalah artikan setiap tindakannya."
Naruto yang memohon – mohon kepada mereka agar mau mendengarkan alasannya malah diabaikan. Akhirnya Naruto menyerah dan meminum ramuan penyembuh dari Hanabi.
T o Be Contiued
YYYEEESSSS akhirnya chap 4 selesai juga. Kuharap hasilnya tidak mengecewakan.
Kalau ada yang tanya, 'kok mirip waktu Weed bikin party sama Pale dkk ya?'
Saya bakal jawab 'emang dasarnya ambil dari situ. Tentu saja dengan perubahan di san – sini.'
Ya sudah sekian dari saya...
Thanks for Read
Jangan lupa kasih review ya...
