The Taboo Alchemist
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Based on The Legendary Moonlight Sculptor By Nam Hee Sung
Warning : Gaje, Abal, Typo, alur terlalu cepat dan membingungkan, banyak unsur- unsur dari anime / manga / light novel lain
Don't like don't read
.
.
Chapter 5 : Jiwa yang Tersegel
Sebelumnya di The Taboo Alchemist
"Yahh mau bagaimana lagi. Seorang pahlawan memang sering disalah artikan setiap tindakannya."
Naruto yang memohon – mohon kepada mereka agar mau mendengarkan alasannya malah diabaikan. Akhirnya Naruto menyerah dan meminum ramuan penyembuh dari Hanabi.
.
.
"Fiiiuuuuhhh, rasanya benar – benar melegakan. Setelah pertempuran yang sulit, ditambah dengan kesalahpahaman barusan. Aku bersyukur, aku belum game over sekarang."
Naruto menghela nafas lega. Akhirnya HP-nya kembali normal setelah meminum ramuan penyembuh dari Hanabi. Dia beruntung mereka berdua hanya menendangnya sekali dan kemudian langsung kabur.
"Aku mendapatkan banyak damage dari beruang itu. Dan untungnya item drop hasil perburuan hari ini berada ditanganku. Jadi setidaknya, aku tidak rugi karena mereka meninggalkan aku begitu saja."
Naruto menghitung pendapatannya selama tiga hari ini berburu dengan party. Yang ia dapatkan adalah daging dan kulit dari kelinci ,rubah, serigala dan beruang. Juga ditambah tiga gold, lima belas silver dan dua puluh copper.
Berburu dengan party memang sangat menguntungkan. Selain meringankan beban kerja saat berburu, rekan – rekan satu party juga dapat memberikan berbagai dukungan yang dapat menyelamatkan nyawamu ketika sedang terancam.
Akan tetapi, semua hal pasti memiliki sisi buruk atau kekurangannya masing – masing. Seperti sisi lain dari sebuah cermin yang memantulkan wajah rupawanmu, yang hanya menampilkan bidang licin berwarna gelap yang kontras sekali dengan sisi yang lainya.
Berburu dalam party layaknya pedang bermata dua, yang dapat melukai tanganmu sendiri apabila kau ceroboh dalam menggunakannya. Party yang beranggotakan orang – orang yang lemah dan kurang berpengalaman. Ditambah lagi kau baru bertemu dan belum terlalu kenal dengan masing – masing anggota lainnya.
Hal itu menyebabkan kurangnya rasa percaya, kerja sama, kekompakan dan juga koordinasi kelompok. Sehingga berburu semakin berat dan melelahkan. Namun untungnya Naruto mampu mengatasi berbagai tantangan itu dan menyatukan seluruh anggota party.
Namun itu hanya sementara, ketika rasa saling percaya yang sudah dibangun dengan susah payah telah hancur. Akan butuh waktu yang sangat lama untuk bisa mengembalikannya seperti sebelumnya. Atau bahkan akan mustahil untuk mengembalikannya menjadi seperti semula. Jadi bukankah lebih baik menyerah saja dan cari jalan lain untuk menyelesaikan masalahmu, benar bukan ?
Pada saat ini pilihan yang Naruto ambil hanyalah menyerah saja. Ia tak mau repot – repot membuang tenaganya hanya untuk mengembalikan kepercayaan mereka kepadanya seperti semula. Pada akhirnya mereka hanya orang asing yang hanya ingin memenuhi hasrat masing – masing dengan bermain game. Hanya itulah anggapan Naruto kepada mereka.
Naruto pulang ke benteng Serabourg, ia berharap semoga ia tidak bertemu dengan partynya Ino di dalam benteng.
Begitu sampai di dalam benteng, ia teringat akan janjinya kepada pak instruktur bahwa ia akan ikut makan malam bersama di rumahnya.
Sebelum pergi ke jamuan makan malam. Naruto berbelanja barang – barang yang akan diperlukan dalam perjalanan nanti. Ia membeli beberapa bumbu untuk memasak, perban, ramuan herbal dan beberapa pisau untuk digunakan sebagai senjata dalam perburuan.
Naruto segera mencari rumah yang sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pak instruktur. Yaitu sebuah rumah dengan halaman yang agak luas dengan pagar tanaman sebagai pembatasnya. Rumah yang ia cari adalah rumah yang terbuat dari kayu yang memiliki atap genting dengan cerobong asap diatasnya.
"Apakah benar yang ini rumahnya? Kalau aku tidak salah ingat, seharusnya memang betul kalau ini adalah rumahnya. Tetapi, kenapa firasat tidak enak ini muncul di saat – saat seperti ini?"
Naruto kini berdiri di depan sebuah bangunan yang menurut perkirannya adalah rumah si instruktur. Namun pemandangan yang tampak dari rumah dihadapannya adalah rumah kosong yang tampak menyeramkan dari luar.
Tiang – tiang rumahnya patah. Kaca – kaca yang pecah berserakan di depan rumah. Daun pintu yang seharusnya bisa bergeser supaya terbuka dan tertutup, kini sudah tak berfungsi lagi. Karena benda yang seharusnya adalah daun pintu itu, kini sudah hancur berserakan di halaman rumah.
Apalagi pada saat malam hari begini, pada umumnya orang – orang pasti akan menyalakan lampu untuk menerangi rumah dan jalan. Namun rumah yang ada di hadapan Naruto kali ini, malah gelap gulita. Kosong. Seolah – olah rumah itu baru saja terkena angin topan dan penghuninya ikut terbang terbawa angin entah menuju kemana.
Sebagai pelengkap, di halaman rumah itu terdapat potongan – potongan tulang yang Naruto yakini sebagai tulang manusia. Lebih tepatnya itu adalah potongan tulang ruas – ruas telapak tangan manusia.
Naruto baru tahu kalau ada tempat semacam ini di dalam benteng Serabourg. Terlebih lagi, kenapa para warga kota baik player ataupun NPC
Naruto merasakan bulu romanya berdiri tanpa harus dikomando. Rasanya ia seperti sedang menahan buang air besarnya yang tidak pernah ia laksanakan sampai tuntas. Ingin ia kembali, tetapi dia memiliki janji yang harus ia tepati kepada pak instruktur.
Mungkin ini kelihatan konyol, tetapi janji dalah hutang. Dan Naruto sangat benci berhutang kepada orang lain. Tetapi ia lebih benci orang yang berhutang tanpa mau membayar dan cuma berjanji kalau ia akan segera melunasinya.
Keinginannya untuk menepati janji berhasil mengalihkannyadari firasat buruknya saat ini. Tanpa ragu ia mulai masuk ke dalam lingkungan rumah itu.
Dimulai dari halaman. Naruto berjalan lurus menuju pintu masuk yang menganga lebar. Dengan kewaspadaan tinggi Naruto terus berjalan sembari terus memperhatikan keadaan lingkungan sekitar.
Setiap langkah yang Naruto ambil adalah sebuah langkah yang penuh perhitungan dan kehati – hatian. Dengan memfokuskan konsentrasi untuk menajamkan kelima panca inderanya Naruto berjalan masuk menuju rumah yang telah rusak parah.
Pintu masuk baru saja Naruto lewati, kini yang ada dihadapannya adalah bagian dalam rumah yang seharusnya adalah ruang tamu. Hal ini dapat Naruto ketahui dengan adanya sebuah sofa dengan bahan kulit dan meja yang terjungkir dan bertebaran dimana – mana. Bahkan cangkir bekas kopi pecah berkeping – keping berserakan di lantai dan cairan kopi yang ada di dalamnya kini tumpah dan berceceran di lantai.
Di dinding ruang tamu juga terdapat banyak goresan – goresan yang sepertinya diciptakan dengan mengunakan benda tajam. Mulai dari goresan yang panjangnya hampir satu meter, sampai goresan – goresan kecil yang berukuran beberapa sentimeter saja. Tak lupa cipratan darah yang menyebar di lantai dan dinding.
Semuanya sudah jelas. Semua bukti yang ada menunjukkan bahwa ada pertarungan yang baru saja terjadi di tempat ini. Naruto semakin khawatir terhadap nasib si instruktur dan keluarganya.
Naruto terus masuk ke dalam rumah, ia memeriksa setiap bagian rumah untuk memastikan kalau – kalu ada orang yang selamat di dalam sana. Naruto terus mencari, menelusuri setiap ruang yang ada di rumah itu.
Tak disangka – sangka ternyata rumah itu cukup besar. Sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memeriksa isi dari rumah itu.
Hingga akhirnya Naruto menemukan sebuah ruangan yang terbuka. Ruangan itu adalah ruangan dengan banyak buku dan dokumen yang berserakan. Tetapi yang paling aneh bagi Naruto, adalah adanya dua baju zirah dengan berbagai macam ornamen yang menghiasinya tergeletak di lantai.
Baju zirah yang pertama tergeletak dengan posisi telungkup. Baju zirah yang pertama ini memiliki hiasan berupa helm dengan topeng yang menyerupai tengkorak manusia dengan helaian rambut pirang pucat di kepalanya. Di tangan kanannya, baju zirah ini memegang sebuah pisau besar yang sepertinya adalah pisau pemotong daging yang masih basah oleh noda darah.
Sedangkan aju zirah yang kedua tergeletak di lantai dengan posisi telentang. Baju zirah yang kedua ini memiliki jubah yang kelihatan cukup bagus. Di kedua tangannya baju zirah ini memegang dua rapier yang seharusnya tampak mengkilap ketika terkena cahaya rembulan yang masuk melalui celah – celah jendela rumah.
Lagi – lagi kedua rapier yang ada di tangan baju zirah yang kedua juga memiliki noda darah. Naruto menjadi semakin curiga. Hal – hal yang ada di rumah ini begitu janggal dan mengganggu pikirannya.
Untuk mematikan lagi apa yang sebenarnya terjadi. Narutopun akhirnya memutuskan untuk mendekat ke kedua baju zirah yang tergeletak itu. Ia berjaga – jaga karena mungkin saja itu adalah seseorang yang menggunakan armor dan berpura – pura mati untuk menghindari kecurigaan. Namun ...
ZZZRRRAATTTT
Sebuah tebasan melayang ke dada Naruto. Akan tetapi Naruto dapat mengelak dari tebasan yang melayang ke arahnya. Meski begitu sebagian baju yang dipakai Naruto telah robek kibat tebasan itu.
Dalam kegelapan di dalam ruangan yang penuh buku ini. Sesosok siluet muncul di hadapan Naruto.
Itu adalah siluet dari baju zirah yang memiliki hiasan berupa topeng tengkorak dan rambut di kepalanya. Cahaya merah mengerikan terpancar dari kedua lubang matanya. Darah menetes – netes dari pisau daging yang ada di tangannya. Tampaknya itu adalah darah dari korbannya yang sebelumnya.
Tanpa aba – aba si baju zirah bertopeng itu maju menyerang Naruto. Dengan gerakan yang cepat ia melakukan serangan bertubi – tubi ke arah Naruto.
Naruto menghindar dan menangkis dengan susah payah. Ia kewalahan dengan serangan tak beraturan yang dilancarkan si baju zirah bertopeng. Si baju zirah bertopeng menyerang Naruto dengan gerakan yang gesit dan lincah layaknya seorang warrior berlevel tinggi.
Naruto hanya bisa menghindar dan menangkis saja. Pertarungan di dalam ruang yang sempit sangat merugikan baginya, yang seorang pengguna tombak.
Serangan - serangan yang dilancarkan si baju zirah bertopeng begitu cepat dan akurat. Ditambah lagi serangannya memiliki power yang tinggi. Setiap Naruto menangkis serangan dari si baju zirah bertopeng selama beberapa saat, tubuh avatarnya semakin lama semakin merasakan efek dari serangan – serangan itu.
Tangannya bergetar kuat stiap serangan yang dilayangkan kepadanya ia tangkis menggunakan tombaknya. Getaran yang ia rasakan meyalur ke seluruh tubuhnya. Efeknya dari getaran itu Naruto tak dapat bereaksi dengan cepat terhadap serangan – serangan si baju zirah bertopeng.
Setiap serangan yang melayang ke tubuh Naruto ia terima dengan paksa. Akan tetapi ia tak menyarah begitu saja. Meskipun terkena efek serangan, sebisa mungkin ia juga membalas serangan dari si baju zirah bertopeng dengan menggunakan tombaknya.
TRAAANNKKK TRRRAANNKK TRRAANNKK
Tombak Naruto terus menerus menghujam ke badan si baju zirah bertopeng. Sedikit demi sedikit Naruto telah berhasil membaca pola dan kebiasaan si baju zirah bertopeng ketika mereka sedang terlibat dalam pertarungan.
Kebiasaan yang berhasil Naruto lihat dari observasiya selama pertarungan ini adalah si baju zirah bertopeng sering sekali melakukan serangan vertikal dari atas ke bawah untuk memotong lawannya. Organ yang sering diincar adalah lengan bagian atas.
Dalam adu senjata selama beberapa saat, Naruto telah berhasil membaca kebiasaan dari lawannya ini. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat, yaitu ketika si baju zirah bertopeng mengangkat tangannya ke atas untuk melakukan serangan kepadanya.
Dan saat yang ditunggu - tunggu itu tiba. Si baju zirah bertopeng mengangkat tangan kanannya ke atas. Membuat celah yang terbuka lebar pada pertahanannya. Dalam waktu sepersekian detik Naruto memusatkan kekuatannya ke tombaknya. Dalam jarak yang sangat dekat, Naruto menusukkan tombaknya menuju celah dari pertahanan si baju zirah bertopeng, yaitu bahu kanannya yang sedang terangkat keatas.
TRRAANNKK
Sebuah tusukan berhasil Naruto sarangkan. Akan tetapi bunyi yang dihasilkan dari tusukan itu membuat Naruto merasa bingung. Apalagi si baju zirah bertopeng tetap melancarkan serangannya ke Naruto.
Alhasil Naruto yang gerakannya terkunci karena masih memegang tombak, harus menerima damage serangan tersebut pada tangannya. Tangannya terluka, tetapi untungnya tangannya tidak terpotong habis oleh pisau daging yang mengerikan itu.
Naruto mundur sembari mencabut tombaknya yang tertancap di bahu kanan si baju zirah bertopeng.
'K - kenapa seranganku tak berefek kepadanya ? Seharusnya ia tak dapat menggunakan tangan kanannya lagi setelah kutusuk bahunya seperti itu.'
Sebuah perasaan takut muncul di dalam benak Naruto. Serangannya tak bisa memberikan damage kepada si baju zirah bertopeng.
Di saat Naruto tengah jatuh dalam perasaan takutnya si baju zirah bertopeng tanpa mau memberi kesempatan bagi Naruto untuk berpikir. Ia terus melayangkan serangannya kepada Naruto.
Sedangkan Naruto yang takut dan bingung harus bagaimana lagi, hanya bisa terus mundur dan akhirnya terpojok ke sudut ruangan. Tampaknya Naruto hanya bisa menang bila ia beruntung melawan monster satu ini.
Melihat kesempatan yang terbuka lebar di hadapannya, si baju zirah bertopeng dengan segera mengangkat tangan kanannya tinggi - tinggi. Ia berniat melancarkan serangan penghabisan kepada Naruto. Dan...
"HHEEEYYAAA!"
TTRRAANNKK
Sebuah serangan nekat dilancarkan oleh Naruto.
Dalam keadaan terdesak Naruto mengayunkan tombaknya ke bagian kepala milik si baju zirah bertopeng yang terlindungi oleh helm dengan topeng yang bermotifkan tengkorak.
KLONTANG KLONTANG
Helm tersebut jatuh. Sinar merah yang merah mengerikan yang tadi terpancar dari kedua lubang matanya, kini telah hilang.
Akan tetapi tempat di mana helm tersebut disematkan sebelumnya adalah tempat yang kosong, tidak ada kepala disana. Si baju zirah bertopeng sebenarnya adalah baju zirah kosong yang bisa bergerak sendiri. Di bagian yang berbentuk seperti kerah pada baju zirah itu terdapat sebuah simbol.
Sebuah simbol yang tak asing masuk ke dalam direksi Naruto. Pada bagian dalam baju zirah itu terdapat sebuah simbol yang tak asing bagi Naruto. Sebuah lingkaran transmutasi dengan motif segi enam dengan huruf – huruf kuno di dalamnya dan sebuah garis dengan bentuk seperti kail di tengahnya.
'I – itu tak salah lagi. Itu pasti adalah lingkaran transmutasi. Apakah baju zirah ini adalah hasil dari transmutasi yang dilakukan oleh seseorang ?' Naruto membatin.
Si baju zirah bergerak itu tak terpengaruh oleh serangan Naruto. Akan tetapi, seolah kehilangan kepalanya yang sesungguhnya. Si baju zirah tanpa helm ini terus menyerang Naruto dengan membabi buta.
Entah kenapa serangannya yang kali ini begitu ceroboh dan banyak celah. Ditambah akurasi dari serangannya berkurang drastis. Membuat Naruto dapat dengan mudah menghindari dan menangkisnya.
'Dia seperti undead skeleton yang telah kehilangan kepalanya. Meski tak punya mata, tubuhnya masih bisa bergerak normal seperti biasa. Akan tetapi, tetap saja kehilangan penglihatan akan membuatnya buta dan tidak bisa menyerang dengan benar.'
Naruto kini hanya sibuk menghindari serangan dari si baju zirah tanpa kepala.
"Heyy Cool, kau mendengarku kan? Apakah kau tahu sesuatu tentang ini?"
"Ya aku mendengarmu. Kukira kau telah lupa padaku. Jadi apa yang ingin kau tanyakan ?"
"Begini, seperti yang kau tahu kali ini aku sedang bertarung melawan baju zirah yang bisa bergerak sendiri, dan ia memiliki lingkaran transmutasi. Apakah kau tahu kelemahannya, Cool ?"
"Kau meremehkanku ? Tentu saja aku tahu kelemahannya ! Kelemahannya tentu saja adalah lingkaran transmutasi itu. Kau hanya perlu menghapusnya. Hanya dengan sedikit bagian saja yang terhapus itu saja sudah cukup untuk mengalahkannya."
"TERNYATA SEMUDAH ITU YA ! KAU MEMANG TAHU SEGALANYA YA COOL...!"
"HEH TENTU SAJA BODOH!"
"LALU KENAPA KAU TIDAK MEMBERI TAHUKU DARI TADI BODOH...!"
"ITU KARENA KAU TIDAK BERTANYA PADAKU BODOH...!"
Naruto cuma diam, ia tak membalas perkataan Cool. Karena sekarang ia sedang bertarung dengan si baju zirah tanpa kepala yang terus menyerangnya dengan membabi buta.
'Sekarang semuanya telah menjadi mudah. Akuhanya perlu untuk menghapus sebagian kecil dari lingkaran transmutasi itu untuk mengalahkannya.'
Si baju zirah tanpa kepala lagi – lagi mengangkat tangan kanannya. Ia berniat untuk membuat ayunan serangan yang lebar untuk membuat serangannya semakin kuat.
Celah pertahanannya terbuka !
Dengan segera Naruto melompat ke depan untuk memperpendek jarak mereka berdua.
TRRAAANNKK
Naruto menyerang tangan kanan si baju zirah bertopeng yang memegang pisau.
KLONTANG KLONTANG
Pisau daging yang digunakan sebagai senjata oleh si baju zirah tanpa kepala terjatuh ke lantai.
Naruto tanpa membuang – buang waktu dan kesempatan langsung menggunakan tangan kanannya untuk menghapus lingkaran transmutasi yang ada di kerah dari si baju zirah.
GREEKKK BRRUUGGHH
Si baju zirah jatuh tertelungkup. Sepertinya Naruto telah berhasil menghapus lingkaran transmutasi yang ada di kerah si baju zirah tanpa kepala.
*Ding*
Sebuah jendela pesan muncul.
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Spear Mastery : Beginner : Level 4 | 20%
+10 % Damage, +20 Offense
+ 10 Strength
+12 Agility
+5 Luck
+5 HP
Naruto tersenyum mendapati levelnya kembali meningkat.
SSRRRAATTTT
Sebuah serangan muncul lagi. Kali ini dari si baju zirah berjubah. Ia menyerang menggunakan dua rapier di masing – masing tangannya untuk menyerang Naruto.
Naruto berhasil mengelak lagi. Meskipun damage yang ia terima cukup besar untuk ukuran single hit.
Adu senjata kini terjadi lagi. Kali ini Naruto melawan Si baju zirah berjubah.
Si baju zirah berjubah ini memiliki kecepatan dan kekuatan yang lebih tinggi dari si baju zirah bertopeng yang baru saja ia kalahkan. Serangan – serangannya begitu akurat dan juga kuat.
Sekali lagi Naruto kewalahan dalam pertarungannya kali ini.
Tetapi meskipun begitu Naruto telah menebak akan menjadi pertarungan seperti apa kali ini. Karena itu ia telah mempersiapkan strategi sembari bertarung melawan si baju zirah berjubah.
Dalam sebuah kesempatan kecil di tengah jeda serangan Naruto mengambil pisau kecil yang ia simpan di sakunya. Melemparnya ke bagian tengah diantara kaki si baju zirah berjubah.
Pisau kecil itu menancap di lantai bersama dengan jubah dari si baju zirah berjubah yang ikut terkait ke pisau kecil itu.
Melihat kesempatan Naruto segera melancarkan serangan berupa sebuah tendangan terbang dengan tumpuan berupa ujung tombak yang membuatnya tampak seperti atlit lompat galah yang akan melompati pembatas setinggi puluhan meter.
DDUUAAGGHH
Si baju zirah berjubah terpental akibat tendangan dari Naruto yang bertambah kuat akibat tambahan momentum dari tolakannya.
Sebelum si baju zirah berjubah sempat bangun dari jatuhnya Naruto segera melakukan rencananya yang selanjutnya, yaitu menghentikannya gerak tubuh dari si baju zirah berjubah.
Naruto menepukkan kedua tangannya di depan dadanya dan kemudian menepukkan keduanya di permukaan lantai. Percikan – percikan listrik muncul dari kedua tangan Naruto dan merambat ke lantai, menuju si baju zirah berjubah.
"BUDDHA'S PALM !"
BBRRAAKKK
Sebuah telapak tangan besar muncul dari lantai. Tangan besar tersebut mendorong si baju zirah berjubah ke dinding ruangan. Si baju zirah berjubah tak dapat menggerakkan tubuhnya beserta kedua tangannya. Ia hanya bisa meronta – ronta di bawah tekanan dari telapak tangan besar yang menekannya ke dinding.
Naruto mendekati si baju zirah berjubah. Dengan segera ia melepaskan helm yang tersemat di bagian atas tubuh lawannya.
Seperti yang sebelumnya, di kerah dari baju zirah ini juga memiliki lingkaran transmutasi yang bentuknya sama. Naruto menghapus lingkaran transmutasi itu.
Akibat dari dihapusnya lingkaran transmutasi itu, si baju zirah berjubah berhenti meronta – ronta. Naruto kemudian mulai memeriksa ruangan ini.
BRRUUSSS
Tangan besar yang diciptakan Naruto hancur menjadi partikel debu.
SET SET DUAGGHHH BRRAAKKK
Tanpa diduga sebuah tendangan melayang ke kepala Naruto ketika ia sedang lengah. Bagian pinggang ke bawah dari si baju zirah berjubah meyerangnya ketika ia lengah.
Naruto terpental ke sudut ruangan. Setelah sebelumnya menabrak beberapa rak buku yang ada di ruangan itu.
Lembaran – lembaran buku melayang di hadapan Naruto. Naruto masih merasakan pusing akibat kepalanya terkena serangan telak dari kaki si baju zirah berjubah.
'Bagaimana bisa hanya dengan separuh bagian tubuh ke bawah ia masih bisa menyerangku ?'
Naruto memicingkan pandangannya. Samar – samar terlihat ada lingkaran transmutasi lainnya di pinggang bagian bawah. Bagian ini sebelumnya tertutupi oleh baju zirah bagian dada yang menutupi sampai ke bagian perut bawah. Kini setelah bagian itu terlepas, Naruto dapat melihat lingkaran transmutasi yang tersembunyi tersebut.
Naruto yang ternyata sudah mulai kehabisan staminanya setelah bertarung dengan waktu yang cukup lama mulai kelelahan.
Ia mulai kesusahan untuk berdiri. Dan pandangannya mulai kabur. Ia kesulitan untuk berkonsentrasi untuk mengincar kelemahan lawannya.
Kaki si baju zirah berjubah mulai berlari. Tampaknya ia akan melakukan tendangan melayang andalannya lagi.
STAP WUUSSSHHH
Kaki dari si baju zirah berjubah kini sedang melayang di udara. Entah karena apa ketika berada di udara kaki tersebut tiba – tiba membara karena terbakar oleh api. Mungkin itu adalah skill milik kaki si baju zirah berjubah yang akan di gunakan untuk menghabisi Naruto.
Naruto dalam keadaan linglung. Dengan mengandalkan keberuntungannya, ia melemparkan tombaknya. Niatnya adalah untuk membelokkan arah dari tendangan kaki si baju zirah berjubah.
TRRAANKK
Serangannya berbelok. Naruto dengan susah payah menjauh untuk membuat jarak dari kaki si penyerangnya.
Naruto menepukkan kedua telapak tangannya di depan dada dan kemudian menepukkan keduanya di telapak tangan. Lagi – lagi ia melakukan alkimia untuk menghentikan gerakan kaki si baju zirah berjubah.
Percikan - percikan listrik muncul dari kedua telapak tangan Naruto, dan kemudian merambat ke area kecil tempat kaki – kaki itu berpijak.
"MUD TRAP !"
ZZRRUUTT ZZRRUUTT
Sebuah genangan lumpur terbentuk. Naruto menggunakan alkimia untuk memanipulasi kerapatan dari suatu objek dan membuatnya menjadi lunak.
Kontan saja kaki yang terbuat dari logam itu akan dengan mudah tenggelam ke dalam lumpur. Semakin lama kaki itu terjebak semakin dalam dan akhirnya bagian pahanya sudah terhisap ke dalam jebakan Naruto.
Melihat jebakannya sukses, Naruto kembali melakukan alkimia. Ia memadatkan kembali jebakan lumpurnya menjadi lantai seperti semula.
Itu tampak seperti Naruto baru saja menjebak kaki dai si baju zirah berjubah ke dalam kubangan semen. Dan sekarang kubangan tersebut telah mengeras. Kaki – kaki itu tak dapat lari kemana – mana lagi.
Naruto berjalan mendekat. Sekali lagi ia menghapus lingkaran transmutasi yang ada pada armor bagian pinggang bawah itu.
BRRUUKK
Setelah Naruto menghapus lingkaran transmutasi itu, Naruto terjatuh dalam kelelahan. Dengan segera ia memakan persediaan roti gandumnya yang tersisa. Dan membalut lukanya dengan perban dan obat yang sebelumnya ia beli di kota.
*Ding*
Sebuah jendela pesan muncul lagi
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Skill Throwing : Beginner : Level 4 | 75 %
Spear Mastery : Beginner : Level 4 | 50 %
+15 Agility
+10 Strength
+13 Stamina
+3 Persevarance
+2 Endurance
Skill Baru : First Aid : Beginner : Level 1 | 10 %
Memungkinkan kamu untuk menghentikan pendarahan dan bisa meningkatkan HP orang yang terluka ketika dirawat.
Naruto tersenyum lebar. Begitu lebar, sampai – sampai kedua ujung mulutnya bisa mencapai bagian bawah telinganya.
.
.
Ini adalah pagi hari yang cerah di Tokyo. Kini Naruto sedang berjalan menuju ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Tentu saja, yang diperiksa tidak hanya fisiknya saja tetapi mentalnya juga.
"Sialan... Aku harus ke sini lagi."
Dipagi hari, Naruto sudah dalam suasana hati yang buruk.
Perdana menteri Jepang dengan kebijakannya yang tak bisa dibantah, telah mengeluarkan aturan yang tak diinginkan bernama 'Leave No One Behind', yang dirancang untuk memberantas orang anti-sosial dan yang tak bisa menyesuaikan diri pada masyarakat Jepang.
Seluruh kebodohan ini dibentuk berdasarkan teori bahwa mereka yang lahir dan dibesarkan dengan latar belakang yang buruk memiliki kemungkinan yang lebih tinggi melakukan tindak kriminal dan perceraian. Misalnya, keluarga-keluarga tanpa orang tua dan memiliki hutang yang besar untuk dibayar pada rentenir. Dan juga anak – anak yang lahir dari keluarga broken home seperti Naruto juga termasuk dalam hal itu.
Menurut hukum, semua warga Jepang yang berusia 20 atau lebih dengan kekurangan terlihat pada latar belakang mereka diharuskan mengunjungi psikiater secara rutin untuk pemeriksaan mental.
Singkatnya, Naruto masuk kategori itu karena kasusnya yang terlibat dalam beberapa perkelahian dengan orang – orang sebelum ia putus sekolah.
Jadi Naruto pergi ke 'Pusat Rehabilitasi Masyarakat Hebat'.
"Aku merasa seperti menjadi orang yang kurang waras. Masyarakat Hebat apanya, benar-benar payah." Menggumamkan keluhan disepanjang jalan, Naruto berjalan kedalam pusat rehabilitasi. Bangunan itu memiliki dekorasi interior yang romantis. Ruangan resepsi penuh dengan orang-orang berusia 17 tahunan yang juga datang untuk melakukan pemeriksaan mereka dibawah Aturan Sosial yang tidak kompeten, jadi dia harus menyia-nyiakan beberapa jam untuk menunggu giliran mendaftar.
"Hai, aku Naruto. Aku disini untuk melakukan pemeriksaan mental untuk program Leave No One Behind."
"Aku mengerti. Harap isi formulir ini." Seorang perawat mengenakan pakaian putih menyerahkan secarik kertas pada Naruto.
"Apa ini?"
Naruto kebingungan. Ini adalah pertama kalinya ia melakukan pemeriksaan jadi ia kurang mengerti prosedurnya.
"Kami akan membuat analisa lengkap atas kondisi mentalmu berdasarkan jawabanmu pada pertanyaan ini. Jika kamu jatuh pada kategori masyarakat yang tak bisa mencocokkan diri, kamu akan diperintahkan untuk masuk ke pusat rehabilitasi dan menerima pengobatan berkala. Dalam hal ini, pemerintah akan mengirim cek bulanan pada keluargamu untuk kompensasi."
Sungguh peraturan yang tak manusiawi. Pemerintah tak pernah melakukan apa-apa untuk mendukung mereka yang dirugikan ketika mereka mengalami penderitaan pada masa anak-anak, disiksa oleh orang tua mereka atau disisihkan disekolah.
Tidaaaaaaaaak... Sekarang mereka harus menerima rintangan jika mereka ingin mendaftar ke universitas ketika mereka lulus SMA. Yang lebih buruk lagi, mereka dianggap tak memiliki kualifikasi untuk menjadi pegawai negeri. Perang melawan Teror menjadi alasan yang sering dikemukakan oleh pemerintah.
"Baik, Nyonya." Naruto mengambil formulir itu dan mengisinya dengan cepat. Tak sekalipun penanya meninggalkan permukaan kertas tersebut. Naruto telah memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu selama bertahun-tahun, jadi jawabannya mengalir dari hatinya.
"Aku selesai. Bisakah aku pergi sekarang?"
Naruto melanjutkan perjalanannya ke ruangan lain untuk melakukan pemeriksaan fisik.
"Tentu. Ambil uang ini untuk mengganti biaya perjalananmu."
Setidaknya, pemerintah menunjukkan sedikit belas kasih. Naruto mengambil koin-koin itu dan meninggalkan rumah sakit jiwa. Sementara itu, formulir yang diajukan oleh dia mulai membuat keributan diantara psikiater ditempat itu.
.
,
Tsunade Senju, Ph.D. Psikiater tengah tertawa terbahak-bahak seolah-olah lehernya telah patah. Dokter yang karena sikapnya dia menerima julukan Ratu Es, tengah tertawa terbahak-bahak didepan publik, yang tentunya menjadi pemandangan langka bagi para perawat.
"Apakah dia akhirnya berhasil berkomunikasi dengan anjing peliharaannya?"
"Sepertinya begitu. Tak ada yang mustahil bagi Dokter."
Dr. Tsunade berimigrasi ke Amerika dengan orang tuanya, yang keduanya adalah diplomat, ketika dia masih muda. Dia lulus dari Harvard University di usia 20, dan mendapatkan gelar dokter sebelum dia mencapai usia 23.
Menggabungkan kecantikan dan kesopanan, namun penuh dengan harga diri yang tinggi, dia tidak pernah menunjukkan sikap kemanusiaan tingkat ini sebelumnya, yang mana menjadi topik perbincangan semua orang. Pada akhirnya, kepala perawat memutuskan untuk bertanya.
"Dr. Senju, apa ada yang lucu?"
"Lihat ini."
Tertawa terbahak-bahak hingga menangis, Dr. Cha memberikan apa yang dia pegang pada kepala perawat. Itu adalah sebuah formulir satu halaman yang telah diisi oleh seseorang untuk program Leave No One Behind. 7 pertanyaan singkat dan jawaban yang sama singkatnya.
Daftar Pertanyaan:
Siapa nama anda?
Naruto Uzumaki.
Apa profesi anda?
Tidak ada, aku hanya seorang NEET.
3. Apa yang anda lakukan?
Mengisi formulir ini.
Tiga hal apa saja yang paling anda kenang atau berharga yang telah anda lakukan dalam hidup anda?
Memukul wajah lawan di final penyisihan Koushien wilayah Tokyo.
Bermain Royal Road.
Menonton anime dan bermain game selama 5 hari tanpa istirahat.
Apa yang anda pikirkan tentang para politikus yang berkuasa?
Kenapa tidak kita kirimkan saja ke ISIS untuk dijadikan sandera ?
Atau tulis saja namanya di Death Note ?
Kapan anda menyadari posisi sosial anda?
Setelah aku menonotn anime Oregairu dan Tokyo Ghoul
Bagaimana anda mendeskripsikan diri anda sendiri dalam satu kalimat?
Aku adalah titik hitam kecil yang terletak di tengah – tengah kanvas putih bersih.
Perawat itu tampak terkejut ketika dia selesai membaca dokumen itu.
"Jangan bilang— ini adalah sebuah kutipan dari light novel ?"
"Bukan. Itu salah satu dari formulir yang diisi pagi ini. Tidakkah kamu melihat stempel konfirmasi di kanan bawah?"
"Orang gila."
"Kamu salah lagi. Jika dia gila, dia tidak akan mengamati masyarakat secara sinis dan tepat seperti yang dia tulis di jawabannya ini."
Terhadap akal sehat, Dr. Senju menyimpulkan dia normal secara mental. Dari sudut pandang psikiater, dia bisa mendengar jeritan kekecewaan yang muncul dari jawaban-jawaban itu.
Untuk bisa mencemooh masyarakat seperti itu, pria muda yang bernama Naruto Uzumaki ini pasti telah mengalami kehidupan yang tak berwarna dalam dunia yang kejam ini.
"Phew."
Kepala perawat hanya bisa mendesah.
Dia tidak punya alasan untuk menentang kesimpulan dokter. Meski demikian, dia berpikir bahwa entah itu Dr. Senju, yang telah mendapatkan gelas Ph.D Psikiater di Amerika Serikat dan diidolakan serta diakui secara global oleh dunia, yang berada diatas rata-rata, atau pria Naruto Uzumaki ini yang berada dibawah normal.
"Mereka berdua sama-sama tidak normal. Atau mereka yang normal, dan aku satu-satunya yang gila di ruangan ini. Mungkin juga bahwa, seluruh dunia telah menjadi gila", kepala perawat itu berpikir saat dia menjadi semakin bingung.
To Be Continued
Akhirnya selesai juga. Bagi yang sudah membaca, melirik, mereview, mem – PM saya buat tanya – tanya tentang story ini. Saya ucapkan terima kasih yang sebanyak - banyaknya.
Buat yang tanya soal jadwal rilis, saya nggak bisa ngasih kepastian soal itu. Karena saya adalah pelajar yang sibuk dengan persiapan ujian jadi akan rilis kalau saya punya waktu senggang saja.
Berikut ini adalah status karakter Naruto.
Nama Karakter : Naruto
Sekutu : Cool, Blackbeard
Profesi : Taboo Alchemist
Gelar : Tidak ada
Level : 15
Fame : 55
HP : 1200
MP : 200
Strength : 70
Agility : 56
Vitality : 40
Wisdom : 50
Intelligence : 50
Fighting Spirit : 30
Endurance : 47
Art : 28
Charisma : 12
Luck : 33
Offense : 69
Defense : 25
Magic Ressistance : Tidak Ada
Terima kasih banyak !
