The Taboo Alchemist
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Based on The Legendary Moonlight Sculptor By Nam Hee Sung
Warning : Gaje, Abal, Typo, alur terlalu cepat, pasaran dan membingungkan, banyak unsur- unsur dari anime / manga / light novel lain
Don't like don't read
.
.
Chapter 5 : Titik Awal dari Sebuah Petualangan Besar !
Sebelumnya di The Taboo alchemist
Daftar Pertanyaan:
Siapa nama anda?
Naruto Uzumaki.
Apa profesi anda?
Tidak ada, aku hanya seorang NEET.
3. Apa yang anda lakukan?
Mengisi formulir ini.
Tiga hal apa saja yang paling anda kenang atau berharga yang telah anda lakukan dalam hidup anda?
Memukul wajah lawan di final penyisihan Koushien wilayah Tokyo.
Bermain Royal Road.
Menonton anime dan bermain game selama 5 hari tanpa istirahat.
Apa yang anda pikirkan tentang para politikus yang berkuasa?
Kenapa tidak kita kirimkan saja ke ISIS untuk dijadikan sandera ?
Atau tulis saja namanya di Death Note ?
Kapan anda menyadari posisi sosial anda?
Setelah aku menonotn anime Oregairu dan Tokyo Ghoul
Bagaimana anda mendeskripsikan diri anda sendiri dalam satu kalimat?
Aku adalah titik hitam kecil yang terletak di tengah – tengah kanvas putih bersih.
.
.
Aku adalah titik hitam kecil yang terletak di tengah – tengah kanvas putih bersih.
Aku hanya satu dari sekian banyak makhluk hidup yang telah Tuhan ciptakan di alam semesta.
Aku berbeda dari yang lain, makanya aku terkucilkan.
aku tak tahu apa yang menjadi penyebab aku di kucilkan.
Mungkin, Aku hanya menodai kanvas yang putih bersih ini.
Mungkin, Aku hanya bisa membawa masalah bagi orang lain.
Aku, keberadaanku, apakah terlahirnya aku ke dunia ini adalah dosa terbesarku ?
Apakah aku benar – benar dibutuhkan di dunia ini ?
Apakah akan ada orang yang menangisiku ketika aku menghilang dari dunia ini ?
Lalu apakah ada orang yang merasa kehilangan diriku bila Aku menghilang dari dunia ini ?
Atau apakah Aku hanya akan dilupakan begitu saja seelah menghilang dari dunia ini ?
Tapi itu semua tak penting bagiku.
Untuk saat ini, aku memang hanya sebuah titik kecil yang menodai kanvas yang putih bersih.
Tapi itu tak akan lama, sebentar lagi akan kuubah semuanya.
Aku akan berubah menjadi garis.
Dari garis menjadi sebuah bidang.
Dari sebuah bidang menjadi sebuah bentuk.
Dari sebuah bentuk menjadi sebuah lukisan yang sama sekali berbeda.
Sebuah lukisan yang akan mengubah sebuah titik kecil menjadi harta paling berharga yang dimiliki dunia.
Menjadi sesuatu yang layak ddiperjuangkan.
Menjadi sesuatu yang layak diperebutkan.
Menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan.
Menjadi sesuatu yang begitu didambakan oleh semua orang.
Menjadi sesuatu yang diimpi – impikan oleh semua orang.
Menjadi sesuatu yang tak bisa digapai orang lain.
Berdiri di puncak dunia.
SANG KAISAR YANG MENGUASAI DUNIA !
.
.
"Titik hitam kecil di tengah – tengah kanvas putih bersih huh..."
Naruto bergumam dalam perjalanan pulangnya dari rumah sakit.
Pemeriksaan yang barusan benar – benar yang terburuk. Tatapan merendahkan dimana – mana. Setiap langkahnya selalu diikuti dengan bisikan – bisikan yang menohok hati.
Sebuah diskriminasi tanpa dasar yang jelas ditujukan kepada Naruto. Apakah ini yang dinamakan 'titik hitam kecil yang terletak di tengah – tengah kanvas putih bersih' ?
Kau berbeda dari yang lainnya. Makanya orang – orang menjauhimu. Kau begitu berbakat, sampai – sampai tak bisa disaingi orang lain. Sehingga orang – orang menjauhimu. Kau tidak bisa disebut seseorang yang normal atau biasa makanya orang – orang menjauhimu.
Naruto kini tengah berjalan – jalan sendirian di sebuah distrik perbelanjaan.
Jangan salah sangka, Naruto bukanlah seorang penyendiri atau sesuatu yang bisa kau sebut anti-sosial. Dia hanya orang yang tersisih dari pergaulan. Dia hanya orang yang 'terpaksa' menjadi penyendiri.
Tetapi seorang enyendiri juga punya keuntungannya masing – masing. Contohnya kau tak perlu repot – repot membantu temanmu dalam ulangan, tak perlu repot – repot ikut ngumpul – ngumpul yang tidak jelas yang hanya mengeringkan isi dompetmu. Dan hasilnya kau menjadi mandiri dan isi dompetmu menjadi lebih awet.
Naruto memiliki sebuah konsep yang menurutnya sangat sesuai dengan hubungan antar manusia yang hidup pada masa kini yaitu 'manusia adalah makhluk individual yang akan menjadi makhluk sosial disaat mereka membutuhkannya'.
Itu artinya kau menjalin hubungan dengan orang lain ketika mereka memiliki sesuatu yang kau butuhkan. Dalam arti lain, sesuatu yang bisa menguntungkanmu, memuaskanmu, memenuhi kebutuhanmu.
Selama kau diuntungkan, maka kau akan menjalin hubungan dengan mereka. Dan ketika mereka sudah tidak menguntungkan bagimu atau kau sudah bosan dengan mereka kau hanya perlu meninggalkan mereka.
Konsep ini bukanlah suatu omong kosong belaka. Kau bahkan bisa melihatnya dengan matamu sendiri di sekitarmu.
Pasangan kekasih yang putus hubungan ketika salah satu dari mereka sudah saling bosan.
Mitra kerja di perusahaan yang meninggalkan rekannya jika perusahaan rekannya sedang diambang krisis.
Seorang yang dulunya dekat denganmu yang meninggalkanmu hanya karena kau tak memberinya bantuan untuk menjawab soal ketika ulangan.
Semuanya merupakan contoh kecil yangada di kehidupan sehari – hari. Yang bahkan kau tahu tetapi kau mengabaikannya karena itu sudah dianggap biasa. Inilah contoh realitas di masyarakat yang sudah menjadi hal umum.
Dan solusi sederhana yang Naruto miliki untuk hal ini adalah 'kalau kau tak ingin disakiti atau dirugikan oleh orang lain, maka janganlah menjalin hubungan dengan orang lain'.
Rasa sakit itu tak enak dan hanya membuat umur menjadi lebih pendek dan penuh penderitaan. Kau tak perlu bergantung pada orang lain. Karena sejak awal dan pada akhirnya kau hanya sendirian di dunia ini. Kau hidup hanya untuk dirimu sendiri bukan untuk orang lain.
Di dunia ini, yang namanya rela berkorban dan rela menolong adalah hal naif yang dilakukan oleh seseorang yang tak dapat melakukan semuanya sendiri. Ia hanya menolong orang lain untuk memenuhi kepuasan dan keinginan pribadinya.
Dengan menolong orang lain mungkin orang yang kau selamatkan akan merasa berhutang padamu. Dan kau tentu saja seharusnya bisa memanfaatkan orang yang telah berhutang padamu.
Pada akhirnya kau hanya ingin memanfaatkan mereka bukan ?
Selama kau diuntungkan satu atau dua pengorbanan memang harus dilakukan bukan ?
"Hei kau ! Kau Naruto kan ?"
Disaat – saat Naruto tengah menikmati kesendiriannya di tengah keramaian. Terdengar sebuah suara yang terdengar menyebalkan, memanggil Naruto.
Suara bernada keras yang membuat telinga sakit. Mendobrak menuju gendang telinga Naruto.
Naruto yang merasa terpanggil hanya diam saja, ia tahu betul si orang yang menjadi sumber dari suara ini. Tipe orang yang paling dibenci oleh Naruto. Diantara semua orang yang Naruto benci, orang ini adalah orang yang layak mendapat titel 'The Worst of The Worst Man in The World.
Ini bukanlah tanpa alasan. Sejak awal Naruto selalu dikucilkan karena terlalu berbakat. Dan salah satu provokator yang menyebabkan hal itu adalah orang ini. Makhluk keparat yang satu ini.
"Kau pasti Naruto'kan ?"
Sebuah suara yang memuakkan itu terdengar lagi. Naruto segera berjalan cepat di tengah keramaian. Ia berniat menghindari terjadi kontak dengan si sumber suara.
"Heyy Naruto ! Kenapa kau lari dariku ! Heyy tunggu !"
Naruto semakin mempercepat langkahnya. Lebih baik ia segera lari untuk bersembunyi. Karena Naruto yakin, pertumpahan darah akan segera terjadi bila mereka bertemu.
Bukannya Naruto takut atau apa. Naruto sebenarnya sangat percaya diri dengan kemampuan fisiknya untuk bertarung melawan orang itu. Hanya saja Naruto saat ini sedang tidak mood untuk bertarung dengan berandalan kota.
Naruto berlari. Melewati toko – toko. Di belakangnya terdapat rombongan yang dipimpin si orang keparat itu tengah berlari mengejarnya. Rombongan itu terdiri dari sepuluh orang pelajar dengan seragam yang tidak dikenakan dengan benar dan juga rambut yang dicat pirang khas berandalan.
Berlari melewati gang – gang sempit. Melompati tempat sampah. Memanjat pagar besi pembatas.
Terus berlari melewati trotoar jalan. Menerobos lautan manusia yang sedang menikmati teriknya sinar matahari yang menyengat.
Berlari melewati perempatan jalan ramai dengan orang - orang yang menyeberang akibat lampu merah. Tanpa pikir panjang langsung melompat ke atas sebuah mobil.
Naruto menyeberang jalan dengan cara melompati mobil – mobil yang sedang menghentikan lajunya karena lampu merah.
Begitu Naruto sudah sampai di seberang jalan. Rombongan pengejarnya juga sudah hampir sampai ke seberang jalan, tempat dimana Naruto berada.
'Cih, keras kepala sekali mereka ! Kalau begitu apa boleh buat, akan kuberikan pelajaran pada mereka !'
Naruto membatalkan rencananya untuk bersembunyi. Sekarang ia akan menghadapi mereka secara langsung. Dengan analisa yang cepat, Naruto dengan segera memastikan lokasinya saat ini. Dan Naruto yakin di dekat sini ada sebuah gang buntu yang jauh dari keramaian.
Denga sengaja Naruto memperlambat larinya. Tujuannya adalah supaya mereka tak kehilangan jejak Naruto. Juga supaya mereka dapat memperpendek jaraknya dengan Naruto.
Naruto berlari ke tempat yang sudah direncanakannya. Sebuah gang buntu, dengan posisi yang terjepit karena para pengejarnya sudah memperpendek jarak.
Naruto terus berlari, kini ia mempercepat larinya. Ia berlari seolah – olah ia dapat berlari di dinding dengan posisi horizontal.
Para pengejar yang mengira Naruto sudah kehabisan akal hanya terus mengejarnya. Mereka berniat untuk memojokkan Naruto ke gang buntu itu.
Namun kenyataan menampar mereka. Dengan kecepatannya, untuk sesaat Naruto berlari memanjat dinding yang tegak lurus dengan tanah. Kemudian ia melakukan sebuah lompatan akrobatik di udara.
Sebuah lompatan dengan putaran tiga ratus enam puluh derajat terjadi. Dengan indahnya Naruto mengubah posisinya. Dari yang tadinya tersudut, menjadi yang menyudutkan.
Kini kesepuluh berandalan itulah yang tersudut di gang buntu itu. Sedangkan Naruto kini menutup jalan keluar satu – satunya yang ada di situ.
Naruto diam sambil menyimpan kedua tangannya ke dalam saku, kini mereka saling berhadap – hadapan.
Kesepuluh berandalan ini sudah ngos – ngosan. Sementara Naruto, ia tidak kelihatan lelah sama sekali.
"Hah hah. Hey Naruto kenapa kau hah hah lari dari kami ?"
Dengan nafas yang tak beraturan si keparat – begitulah Naruto menyebutnya – bertanya kepada Naruto.
"HMM, Lari ? Siapa yang lari dengan pecundang macam kalian ?"
"Lalu kenapa kau hah hah berlari ke arah sini ?"
"Tentu saja aku mencari tempat yang sepi untuk menghajar kalian bodoh !"
"APA! BERANINYA KAU BERKATA BEGITU KEPADAKU !"
Perkataan Naruto dengan sukses berhasil menyulut emosi mereka. Tanpa aba – aba mereka bersepuluh mulai maju mengeroyok Naruto.
Tentu saja Naruto tak tinggal diam. Ia segera berlari untuk membuat ancang – ancang untuk melompat.
BATZZ BUUAAGGHHH
Sebuah pengeroyokan terjadi.
.
.
CUIHH
Air ludah yang bercampur darah baru saja Naruto keluarkan dari mulutnya.
Mengenai sebuah wajah yang sudah babak belur, yang kini sudah jauh berubah dari bentuknya yang semula.
"INILAH AKIBATNYA KALAU BERANI MEMBUAT MASALAH DENGANKU, PECUNDANG !"
Naruto tanpa belas kasih menginjak wajah yang sudah babak belur itu dan menekan – nekankan kakinya ke bawah.
Puas membantai lawannya. Naruto pergi begitu saja setelah merampas uang yang ada di dalam dompet – dompet dari pecundang yang baru saja ia kalahkan.
"Jangan pernah sekalipun muncul di hadapanku lagi. Kalau tidak, kalian tahu sendiri akibatnya."
Naruto pergi sambil mengipas – ngipaskan uang rampasannya.
Tampaknya ia baru saja memiliki uang tambahan untuk belanja kali ini.
.
.
Setelah melakukan pilah – pilih barang dalam waktu yang relatif lama. Naruto kali ini sedang berjalan ke meja kasir untuk melakukan pembayaran. Akan tetapi...
BRRAAAKK
Tiga orang berpakaian hitam – hitam dengan topeng kupluk terpasang di kepalanya, masuk dengan mendobrak pintu swalayan. Masing – masing dari mereka membawa senjata api berlaras panjang.
DORR DORR KYYYAAAA
Peluru – peluru timah dimuntahkan dari senjata api mengarah ke langit – langit. Secara otomatis orang – orang yang ada di dalam swalayan berteriak ketakutan.
"ANGKAT TANGAN KALIAN ! BERKUMPUL DISINI !"
Sambil menodongkan senjata apinya ke para pelanggan, salah satu dari pria bertopeng itu memerintahkan para pelanggan untuk berkumpul di depan meja kasir sambil mengangkat tangan.
Mereka dengan kasar mendorong para pelanggan untuk berkumpul di depan meja kasir. Ternyata tak disangka –sangka, orang – orang yang ada di dalam swalayan itu sebagian besar adalah perempuan. Sedangkan yang laki – laki hanya ada dua orang. Dan salah satunya adalah Naruto.
'SIAL ! LAGI – LAGI AKU TERKENA SIAL!'
Dalam hatinya, Naruto merutuki peruntungannya yang begitu menyedihkan. Dengan kegalauan yang melanda hatinya. Naruto segera menganalisa situasi. Apakah ia harus bertindak, atau menunggu bala bantuan dari luar tiba.
Setelah memikirkan matang – matang, ia akhirnya memutuskan untuk menunggu kesempatan.
Naruto hanya menurut saja ketika di dorong untuk berkumpul menuju ke meja kasir. Posisinya saat ini adalah di belakang sebuah rak dengan salah satu dari komplotan perampok mendorong – dorong tubuhnya menggunakan senapan berlaras panjang yang ada di tangannya.
BRAKK GRUDUG GRUDUG PYAKK
Saat di dorong oleh si perampok, dangan sengaja Naruto menyenggol sebuah rak berisi minyak goreng. Yang mengakibatkan beberapa bungkus minyak goreng dengan kemasan plastik tumpah ke lantai beserta isinya yang tumpah berceceran ke belakangnya.
Si perampok secara reflek langsung mengalihkan perhatiannya ke barang – barang yang jatuh dari rak.
Melihat sebuah kesempatan, dengan secepat kilat ia melakukan sebuah tendangan ke belakang. Dengan kaki kanannya, Naruto mengincar dagu dari si perampok.
DUAAGHHH
Si perampok pingsan seketika. Keributan yang Naruto buat secara otomatis menarik perhatian dari dua orang anggota perampok yang lainnya.
Dagu merupakan tempat yang langsung terhubung dengan pusat kesadaran yang dimiliki otak manusia. Dengan tendangan keras yang dilancarkan ke dagu secara tiba – tiba, Naruto dengan sukses telah membuat si perampok pertama tak sadarkan diri.
Naruto yang berhasil melumpuhkan satu dari tiga orang anggota komplotan perampok, langsung lari bersembunyi di belakang sebuah rak.
Naruto berlari memutar untuk bersembunyi, sembari menghindari sergapan para perampok. Ia juga menghindar dari jebakan yang baru saja ia buat.
Di genggamannya, kini terdapat senapan laras panjang yang baru saja ia rampas dari si perampok pertama yang telah pingsan.
Naruto dengan sabar menunggu di tempat persembunyiannya. Dari celah – celah tempat persembunyiannya, ia bisa menngintip anggota lainnya dari komplotan perampok itu berlari menuju si perampok pertama yang telah Naruto lumpuhkan.
Si perampok kedua tak tahu jebakan apa yang telah menunggunya saat ini.
"HEYY ADA APA DENGAN –"
Belum satu kalimatpun yang berhasil ia lontarkan. Si perampok kedua telah terpeleset akibat jebakan minyak yang telah Naruto siapkan.
SEETT JDUUAAGG
Kepalanya terbentur ke lantai. Naruto yang melihatnya segera tersenyum penuh kemenangan.
Jebakan minyak yang telah ia siapkan secara instan telah menuai hasil yang sangat memuaskan.
Naruto yakin seratus persen, jebakan minyak yang ia buat setidaknya akan menimbulkan gegar otak ringan bagi yang terpeleset di atasnya.
Tentu saja gegar otak ringan bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan. Segera setelah gegar otak ringan terjadi, efek yang ditimbulkan minimal adalah rasa pusing yang menyerang otak secara instan, yang otomatis akan menganggu keseimbangan tubuh atau bahkan pingsan seketika.
Dalam kasus ini, si peampok kedua setelah terpeleset dengan tidak elitnya di lantai.
Sekarang ia tinggal menunggu waktu sebelum perampok yang terakhir tiba ke lokasi teman – temannya.
Beberapa saat menunggu di tempat persembunyian. Naruto tak menemukan tanda – tanda bahwa si perampok yang terakhir akan datang menuju ke lokasi temannya.
'Sepertinya ia mulai ragu untuk mengambil tindakan. Lagipula mereka hanyalah amatir yang menggunakan senapan laras panjang untuk merampok.'
Naruto menyebut mereka sebagai amatir bukanlah tanpa alasan. Datang hanya dengan tiga orang, membawa senapan laras panjang yang harusnya digunakan untuk berburu di lingkungan dengan lingkup yang luas. Juga cara mereka memegang senapan juga tidak seimbang.
Padahal kalau mereka mau merampok di swalayan seharusnya mereka menggunakan pistol yang memiliki laras pendek. Selain mudah untuk dibawa, pistol juga lebih mudah di gunakan untuk baku tembak dalam jarak yang relatif dekat.
Hanya dengan melihatnya saja Naruto bisa langsung mengetahui kalau mereka semua hanya amatir yang mencoba merampok tanpa persiapan yang matang.
Dan kesalahan terbesar mereka adalah mereka tidak tahu kalau swalayan yang akan mereka rampok sedang dikunjungi oleh Naruto saat itu.
Naruto dengan hati – hati mendekat ke meja kasir. Dengan kewaspadaan tinggi ia berusaha sebisa mungkin untuk membuat si perampok ketiga tidak menyadari pergerakannya.
Sekarang jaraknya dari meja kasir hanya sekitar tujuh meter. Si perampok ketiga sama sekali belum menyadari keberadaannya.
Para sandera dikumpulkan di depan meja kasir menghadap ke pintu depan, membelakangi posisi Naruto. Sedangkan si perampok ketiga berada di sebelah kanannya agak jauh dari Naruto yang sedang bersembunyi, kini ia sedang berjalan mondar – mandir, panik karena kedua rekannya belum datang juga.
Naruto tersenyum, melihat tingkah dari amatir yang sedang kebingungan dengan ekspresinya yang sungguh lucu merupakan hiburan tersendiri bagi Naruto.
Tetapi itu hanya sementara. Naruto mulai menyusun strategi lagi untuk melumpuhkan si perampok terakhir.
'Hmmm kali ini apa yang harus kulakukan ya? Sebenarnya aku cukup ragu dengan senapan yang ku pegang ini. Baiklah, aku akan mengeceknya dulu.'
Naruto mengecek senjata laras panjang hasil rampasannya. Mulai dari larasnya, beratnya, merk-nya, juga pelurunya.
CKLEK
Naruto membuka tempat yang biasanya dimasuki peluru yang akan ditembakkan. Ternyata isinya adalah peluru mainan yang berupa bola – bola kecil yang terbuat dari plastik.
Hal ini kontan saja membuat Naruto terkejut. Karena ternyata pistol yang ia pegang adalah pistol mainan.
'Mung – mungkinkah senapan yang asli ada di tangan orang itu ? Kalau benar, situasinya bisa jadi gawat.'
Kekhawatiran Naruto bukanlah tanpa alasan. Orang amatir bersenjata yang tengah panik bisa – bisa melepaskan tembakan ceroboh yang kemungkinan besar bisa menimbulkan korban jiwa.
Naruto yang tidak ingin adanya korban jiwa, mulai berpikir keras. Memperhitungkan segala kemungkinan.
Mulai dari peluru nyasar yang bisa saja mengenai orang.
Perampok yang panik menyandera orang – orang dan mengancam akan membunuh mereka.
Atau perampok yang terdesak akan melakukan bunuh diri dengan cara menembakkan peluru dari pistolnya untuk menghancurkan isi kepalanya.
Segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi mulai membuat kepalanya terasa ingin pecah.
Ia ingin mencegah segala kemungkinan buruk yang menghantui kepalanya.
Dari segala kemungkinan yang terjadi, semuanya terdengar begitu buruk dan mengerikan. Naruto mulai panik. Ia bingung harus mengambil tindakan apa untuk menyelamatkan para sandera.
'EHH. I – ini...'
Naruto menemukan sesuatu yang mengejutkan di rak tempat Naruto bersembunyi. Sesuatu yang akan menjadi kartu truf untuk membalikkan keadaan dan menyelamatkan semua sandera.
.
.
Naruto mendekatkan posisinya ke si perampok. Dengan sembunyi – sembunyi ia berusaha memperpendek jarak supaya kemungkinan rencananya untuk berhasil meningkat pesat.
Begitu jaraknya mulai dekat, Naruto segera memulai aksinya. Di tangan kanannya ia menggenggam sebuah benda yang akan menjadi serangan pembuka bagi Naruto.
Naruto membuka tutupnya. Lubang yang terbuka karena tutupnya telah dilepaskan oleh Naruto, kini tertutup kembali akibat jempol Naruto yang menggantikan tugas si penutup.
Menunggu kesempatan ketika si perampok sedang berjalan mendekat ke posisinya. Dengan segera Naruto melakukan lemparan ajaib yang akan membuatnya menjadi terkenal di kemudian hari.
SSEETT WWUUSSHH SSEERRRR
Sebuah benda dilemparkan oleh Naruto. Benda itu tak lain dan tak bukan adalah sebuah botol merica bubuk dengan harga yang terjangkau dan ramah di dompet.
Tetapi itu tak ramah pada mata manusia. Dan manusia sial yang menjadi target lemparan botol merica bubuk itu adalah si perampok yang kurang beruntung.
AAARRGGGHHH
"MATAKU ! MATAKUUU!"
Si perampok yang tak mengira serangan kejutan dari Naruto hanya bisa merintih kesakitan.
Matanya terkena serbuk merica yang konon katanya bisa menyebabkan iritasi secara instan pada mata bila terkena olehnya.
Secara reflek kedua tangannya langsung memegangi bagian wajahnya yang terkena serbuk merica.
Menyebabkan senapan berlaras panjang yang ada di tangannya terjatuh dilantai.
DOORRR
Senapan itu meledak akibat terjatuh secara tiba – tiba. Tetapi untungnya tidak ada siapapun yang terkena muntahan peluru dari senapan itu. Karena pelurunya ternyata terbang bebas menuju ke atap swalayan.
Melihat kesempatan itu, tanpa basa basi Naruto segera berlari dengan kecepatan kilat.
SEETT DUAAAGGHH
Sebuah pukulan all out di sarangkan oleh Naruto ke ulu hati si perampok. Tak hanya itu, Naruto juga melakukan serangan kombo untuk benar – benar melumpuhkan si perampok.
DUUAAGGHH
Pukulan hook kanan atas dari Naruto bersarang ke tulang rusuk.
DDUUAAGGH
Tendangan vertikal dari bawah juga diluncurkan ke perut si perampok membuatnya terpental ke udara dengan ketinggian dua setengah meter.
DDDUUUAAAGGGHHH
Sebuah pukulan penghabisan dilancarkan oleh Naruto. Pukulan vertikal yang mengarah langsung ke perut itu efeknya menjadi berlipat ganda. Ketika si perampok alias si objek pukulan itu sedang terjatuh akibat daya tarik gravitasi bumi.
Pukulan yang dilancarkan Naruto benar – benar kuat. Sampai – sampai si perampok memuntahkan darah dari mulutnya. Mata si perampok kini hanya menampakkan warna putih, tanda bahwa kesadarannya kini telah lenyap.
"HOREEE KITA SELAMAT !"
Para sandera yang sebagian besar adalah wanita muda segera berlarian menuju Naruto, memeluknya. Tampaknya mereka benar – benar berterima kasih atas penyelamatan yang dilakukan oleh Naruto.
Tanpa Naruto sadari, kamera CCTV telah merekam setiap aksinya di swalayan itu.
.
.
CCTV sebuah program populer yang ditayangkan oleh stasiun televisi swasta di Jepang.
Acara itu saat ini menyedot perhatian penonton lebih dari biasanya. Itu karena episode terbaru mereka "The Hero" yang begitu spektakuler.
Seorang pria tangguh yang menaklukkan tiga orang bersenjata api dengan tangan kosong berhasil membuat penonton bersorak gembira. Bahkan senjata api yang digunakan oleh para perampok bukanlah apa – apa dihadapannya.
Dengan menggunakan seni bela diri campuran, Naruto mengalahkan para perampok dalam sekejap tanpa menerima luka sedikitpun.
Itu tampak seperti adegan sebuah anime shounen yang banyak mempertunjukkan kekuatan super yang dimiliki oleh manusia. Sebuah pertunjukan yang menampilkan kemampuan Naruto dalam olah fisik dan kecerdasan.
Para pemirsa menjadi liar saat melihat Naruto dengan brilian memanfaatkan setiap hal yang ada di swalayan untuk membekuk para perampok.
Dengan kecerdasan dan kekuatannya para perampok bahkan belum sempat memberikan perlawanan sebelum Naruto, dengan tangan kosong mengalahkan mereka semua sendirian.
Video yang berdurasi sekitar kurang lebih sepuluh menit itu mempunyai efek yang luar biasa. Tersebar di seluruh dunia melalui internet, menyebar di website negara lain.
.
.
Royal Road Log In
Naruto kini sedang memeriksa item – item yang berhasil ia dapatkan setelah mengalahkan undead tipe armor hidup.
"Identify!"
Kamu Gagal !
Kamu Gagal !
Kamu Gagal !
Sudah kesekian kalinya Naruto gagal. Ia berniat untuk menyerah setelah mengeceknya untuk yang terakhir kali.
"identify!"
Item : The Book of The Secret Movement Technique from The Master Alchemist :
Master Alchemist Van Hohenheim mencatat teknik pergerakan rahasia untuk mewariskannya kepada penerusnya.
Buku ini mengandung tiga gerakan dan satu langkah kaki.
Semua pergerakan yang dilakukan oleh manusia memiliki batas – batas tertentu. Oleh karena itu, demi melampaui batas – batas yang dimiliki oleh manusia. Van Hohenheim menciptakan berbagai teknik yang akan ia wariskan hanya kepada seorang alchemist.
.
"Warna ini..."
Naruto terkejut setelah mengetahui warna yang muncul ketika buku itu telah teridentifikasi.
Kitab Teknik Pergerakan Rahasia itu menyala merah ketika teridentidikasi.
Itu artinya buku skill tersebut adalah buku skill langka! Terlebih lagi itu merupakan buku skill kelas A.
"Terima kasih Master Van Hohenheim. Aku tak akan pernah melupakan budi baikmu!"
Naruto berterima kasih kepada Master Van Hohenheim yang telah bersedia mencatat skill – skill ciptaannya untuk mewariskannya ke alchemist penerusnya.
Naruto merasa beruntung. Profesi alchemist adalah profesi pendukung yang bertarung dengan jarak menengah. Itu sebuah keberuntungan tersendiri bagi Naruto yang masih level lima belas bisa mempelajari skill kelas A.
Apalagi itu khusus untuk alchemist. Karena sebagian besar skill teknik spesial hanya diperuntukkan bagi profesi – profesi tertentu seperti swordmaster atau warrior.
Naruto merasa sedang menerima rejeki nomplok. Hari – hari dimana ia harus berdiri di belakang untuk melakukan dukungan kini telah berakhir. Setidaknya itulah yang ada di dalam pikirannya.
Dengan kedua tangannya, Naruto menyentuh buku itu.
"Pelajari !"
*Ding*
Skill Baru Formless Movement Technique
Skill ini telah disesuaikan untuk alchemist oleh Master Van Hohenheim. Efek skill ini akan meningkat 1% seiring dengan peningkatan Western Alchemy.
Ini terdiri dari tiga gerakan, satu tarikan nafas, dan satu langkah kaki.
Buku skill yang baru saja digunakan itu berubah menjadi abu.
Naruto yang baru saja mendapatkan skill baru hanya bisa tersenyum lebar. Begitu lebar sampai – sampai kedua ujung mulutnya bisa mencapai pangkal telinganya.
"HAHAHAHAHA! INI HEBAT !"
Van Hohenheim adalah misteri yang baru saja terungkap sedikit kebenarannya. Tentu saja skill yang baru saja ia wariskan adalah sebuah skill yang tak diragukan lagi sangat berharga.
Namun setelah diperhatikan betul – betul yang namanya skill kelas A memang masih jauh dari jangkauan Naruto yang hanya di level 15.
Ketika membaca masing – masing penjelasan tentang tiap gerakan yang ada pada skill tersebut, Naruto terpaksa harus menerima pil pahit bernama kenyataan yang menyakitkan.
Gerakan pertama, yang mengkonsumsi MP terendah diantara tiga gerakan lainnya, ternyata membutuhkan 300 MP.
"APA – APAAN INI?"
Sekali lagi, ternyata kesialan masih membuntuti Naruto kemana saja.
Maksimum MP – nya masih terlalu rendah untuk dapat menggunakan skill tersebut. Itu berarti ia harus leveling lagi untuk lebih jauh meningkatkan MP – nya.
.
.
Ini adalah hari ke delapan dari masa persiapan yang Naruto butuhkan untuk menyelesaikan quest kelas C dari Blackbeard.
Sebuah quest pertama yang memberikan beban yang terlalu berat baginya yang baru saja mencapai level 15.
Tetapi kalau dilihat dari segi positifnya. Itu berarti kau akan bisa dengan cepat meningkatkan levelmu dengan berburu dalam perjalanan menuju lokasi terakhir dari quest ini.
Selesai dengan persiapannya, Naruto kini akan memulai perjalanannya untuk pertama kalinya menuju tempat yang belum pernah ia jelajahi.
Ini mungkin akan menjadi kali terakhir baginya untuk bisa melihat berbagai tempat yang ada di kerajaan Rossenheim, sebelum ia melakukan perjalanan jauh dan kemudia pergi menju ke lautan luas untuk menemukan tempat – tempat baru yang belum terjelajahi di tempat yang belum terpetakan atau tempat yang akrab disebut "New World".
Sebuah perjalanan besar menantinya. Perjalanan yang akan memakan waktu yang sangat panjang ini, entah kenapa membuatnya terasa sedih.
Ia akan meninggalkan benteng Serabourg untuk waktu yang belum ditentukan.
Ia rindu pada suasana benteng Serabourg yang begitu nyaman dan ramah kepada para pemula.
Ia juga rindu berlatih bersama dengan pak instruktur yang belum sempat ia temui untuk terakhir kalinya. Naruto tak tahu seperti apa nasib dari pak instruktur sekarang.
Ia begitu sedih mengetahui bahwa rumahnya telah diserang oleh undead tipe armor hidup yang sekilas nampak tak terkalahkan. Pak instruktur benar – benar orang baik yang layak mndapatkan gelar pahlawan tanpa tanda jasa.
Meskipun itu singkat, Naruto benar – benar tak bisa melupakan budi baik yang telah dilakukan oleh instruktur kepadanya.
Satu – satunya hal yang ia sesali, mungkin adalah ia belum bisa mengucapkan kalimat perpisahan dan ikut makan malam bersama di rumah pak instruktur.
Makanan buatan istri pak instruktur seperti yang Naruto ketahui, adalah makanan kelas atas yang akan membuatmu harus mengorek kantong dalam – dalam untuk membayarnya di restoran.
Dengan kesempatan untuk bertemu mereka yang sudah hilang. Naruto benar – benar menyesal tak bisa merasakan masakan buatan pak instruktur lagi.
Ini adalah saatnya untuk mengucapkan perpisahan. Dari benteng Serabourg ia akan pergi menuju selatan. Itu merupakan jalur yang terdekat untuk bisa mencapai laut.
Kemudian ia akan mengikuti petualangan bersama Blackbeard di New World.
Menjelajahi dunia dan menjadi raja bajak laut.
Tentu saja ia akan mengambil alih kapal Blackbeard disaat yang tepat telah tiba.
Memangnya siapa yang mau hidup selamanya di bawah kendali orang lain.
Mulai dari sini ia akan segera memulai perjalanannya.
Memandang patung Sphinx dan Piramida raksasa yang telah dibuat oleh sang Sculptor Legendaris Weed. Naruto berharap ia akan bisa bertemu dangannya suatu saat nanti.
Ia akan merebut titel legendaris yang telah Weed dapatkan, dan menguasai benua bagian utara.
Dimulai dari Morata, ia akan membangun pasukan besar untuk menaklukkan seluruh benua.
Kini Morata telah dikuasai oleh Weed dan pusat benua tak lama lagi akan jatuh ke dalam genggaman Guild Hermes.
Dan satu – satunya tempat yang belum dijamah adalah sektor kelautan dan juga New World.
Mulai dari sana ia akan memulai langkahnya untuk menaklukkan Royal Road dan menjadi kaisar.
'AKU BERANGKAT ! BERSIAPLAH DUNIA ! AKU, NARUTO ! AKAN MENJADI KAISAR DI ROYAL ROAD INI !'
Dalam hatinya Naruto menanamkan tekad kuat untuk bisa menaklukkan Royal Road dan menjadi kaisar yang akan menyatukan dunia di bawah satu nama, NARUTO.
Perjalananpun dimulai dengan langkah yang bersemangat Naruto keluar dari gerbang besar benteng Serabourg.
To Be Continued
YYYEEEAAAHHH
Akhirnya masa persiapan telah selesai. Waktunya memulai petualangan yang sesungguhnya.
Oh, ya. Aku minta maaf kalau terkadang ada nama – nama yang tak seharusnya muncul contohnya L*e Hy*n dan H*n*ta. Itu murni kesalahanku yang agak ceroboh dalam mengetik. Kadang – kadang aku juga mengutip langsung event dari LMS dan lalai dalam mengeditnya. Oleh karena itu, aku minta maaf yang sebesar – besarnya.
Jadi cukup sekian dariku. Terima kasih untuk yang telah menyempatkan waktu untuk membaca dan mengapresiasi karya buatanku.
Bye Bye. See You Again !
