The Taboo Alchemist

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Based on The Legendary Moonlight Sculptor By Nam Hee Sung

Warning : Gaje, Abal, Typo, OC, OOC, alur terlalu cepat, pasaran, mudah ditebak, banyak unsur- unsur dari anime / manga / light novel lain

Jangan lupa baca author's note !

Don't like don't read

.

.


Chapter 7 : Naruto VS Kobold cs

'AKU BERANGKAT ! BERSIAPLAH DUNIA ! AKU, NARUTO ! AKAN MENJADI KAISAR DI ROYAL ROAD INI !'

Dalam hatinya Naruto menanamkan tekad kuat untuk bisa menaklukkan Royal Road dan menjadi kaisar yang akan menyatukan dunia di bawah satu nama, NARUTO.

Perjalananpun dimulai dengan langkah yang bersemangat Naruto keluar dari gerbang besar benteng Serabourg.

.

.

"HAH HAH HAH..."

Tak ada habisnya, Naruto kini sedang melawan segerombolan kobold yang menyerangnya.

Satu mati, yang lain datang untuk menggantikannya. Mati satu tumbuh seribu.

SRRATTT CCRRAASSHH

Lagi – lagi serangan – serangan itu bersarang di tubuh Naruto. Kobold memang bukanlah lawan yang terlalu kuat. Mereka hanya berlevel sedikit diatas 20.

Tentu saja itu sudah cukup menyusahkan bagi Naruto yang hanya seorang diri. Levelnya baru saja naik ke angka 17, namun itu belum cukup kuat untuk bisa melawan segerombolan kobold yang kekuatannya cukup jauh diatasnya.

'Aku harus memikirkannya, strategi untuk bisa memecahkan masalah ini sebelum HP-ku habis.'

Naruto terkepung ditengah – tengah gerombolan kobold. Dan tidak ada jalan keluar dari kepungan itu selain kematian.

Tetapi tentu saja, kematian bukanlah hal yang dinginkan oleh setiap orang kan?

Jadi, apa yang harus dilakukan saat kau sedang terkepung dan tak ada jalan keluar selain kematian?

Kau hanya harus menerobos kepungan itu dan membuat jalan keluar yang baru kan?

"Cool, menurutmu berapa kemungkinan aku bisa lolos dari kepungan ini?"

Sambil menangkis dan menyerang balik. Naruto bertanya kepada Cool yang sedang enak – enakan di dalam tas.

"Hmm kau tanya pendapatku?"

"Tentu saja bodoh, memangnya aku bicara kepada siapa lagi kalau bukan denganmu?"

"Heh beraninya kau memanggilku bodoh. Kalau begitu ayo kita taruhan, apakah kau bisa lolos atau tidak. Aku berani bertaruh kau akan mati dengan tubuh yang tercabik – cabik menjadi bagian – bagian kecil!"

"HOOO kau bertaruh apa kepadaku ?"

"Kalau kau bisa lolos hidup - hidup, aku akan mengajarkan skill baru untukmu."

"Skill baru kah? Baiklah aku akan bertahan hidup dan akan kupastikan kau harus mengajari skill baru itu untukku! Dan kalau aku kalah dan mati maka kau bisa bebas pergi kemana saja. Bagaimana menurutmu?"

"Itu kedengarannya bagus. Aku setuju! Kita deal."

"OK, deal!"

Ditengah pertarungan yang mempertaruhkan nyawa itu. Ternyata Naruto masih sempat – sempatnya membuat taruhan bersama Cool.

Sebuah taruhan yang akan merugikan bagi Naruto dan Cool jika Naruto kalah. Seperti yang kita ketahui, Cool adalah eksistensi yang berwujud tak tetap yang akan terurai jika tertiup angin. Oleh karena itu dia tinggal di dalam sebuah labu reaksi untuk menjaga bentuknya.

Naruto mati, berarti ia akan menjatuhkan item. Dan Cool yang posisinya hanya bisa disejajarkan dengan item ini mungkin akan terjatuh jika Naruto mati. Dan akhirnya ia akan dipungut oleh kobold.

Ia tak sanggup membayangkan hal apa yang akan terjadi kalau saja kobold itu penasaran dan membuka labu reaksi tempatnya tinggal. Itu adalah malapetaka baginya.

Sedangkan Naruto, bila ia mati. Ia akan kehilangan sebagian poin statistik yang telah ia tingkatkan dengan susah payah. Tidak hanya itu, ia mungkin akan kehilangan item – item berharga seperti uang dan equipment yang ia pakai.

Semua yang timbul dari kematian hanya rasa sakit dan kerugian yang menyakitkan. Oleh karena itu, keduanya saling sepakat untuk membuat taruhan agar bisa membuat Naruto tak menyerah untuk bertahan hidup.

"Saaa, jadi apa yang harus aku lakukan kali ini?"

Mengamati situasinya dengan cermat, Naruto terus bertarung dan menghindari setiap serangan yang meluncur kepadanya.

Situasinya adalah hal yang sering disebut sebagai 'maju kena, mundurpun kena'. Sehingga setiap langkah, harus ia lakukan dengan hati – hati dan memperhitungkan jarak serang dari ayunan senjata para kobold.

Kobold yang menyerangnya ada sepuluh. Empat kobold soldier, empat kobold archer, satu kobold Warrior, dan sau kobold summoner.

Empat kobold soldier itu bersenjatakan pedang dan perisai, ada juga yang menggunakan celurit sebagai senjata. Mereka juga mengenakan armor kulit sederhana yang bernilai rendah. Merekalah yang saat ini sedang melakukan serangan jarak dekat langsung kepada Naruto.

Empat kobold archer ada di barisan paling belakang. Dengan busur dan anak panah mereka terus menerus menyerang Naruto dari jarak yang cukup jauh. Jauh dari jangkauan lemparan Naruto.

Kobold warrior ada di tengah – tengah formasi. Ia mengenakan equipment yang paling bagus diantara para kobold lainnya disini.

Pedang yang ia miliki cukup bagus apabila digunakan oleh pemula yang berlevel rendah. Dia juga memiliki perisai kulit yang cukup bagus. Ia bertugas memberikan komando kepada para kobold bawahannya.

Sedangkan kobold summoner berada di barisan belakang. Bersama dengan kobold archer. Ia hanya diam dan memperhatikan jalannya pertarungan. Ia bertugas memanggil bala bantuan apabila para kobold ini terdesak.

Equipment yang ia kenakan adalah equipment ringan yang dikhususkan untuk gerakan cepat yang bisa memudahkannya untuk kabur dengan segera.

Dengan analisa situasi yang baru saja dilakukan. Naruto bisa dengan mudah menyimpulkan kalau ia harus memutus komunikasi dari para kobold. Agar mereka tak memanggil bala bantuan, maka kobold summoner harus ia incar terlebih dahulu.

Kemudian baru ia akan menyerang kobold warrior untuk memutus rantai komando. Pastinya itu dilakukan untuk membuat mereka kocar – kacir.

Itu hanyalah penalaran sederhana yang Naruto miliki. Ia dengan sengaja tidak membunuh pemimpinnya dahulu karena ia yakin kobold summoner itu memiliki sifat independent.

Sehingga ia yang akan memutuskan sendiri apa yang harus ia lakukan bila kondisi mereka sedang terdesak. Dan apabila kondisi itu terpenuhi, ia bisa segera lari untuk memanggil bala bantuan yang akan menambah beban Naruto.

Para kobold archer hanyalah berlevel dua puluhan. Akurasi tembakan panah mereka sebenarnya tidaklah terlalu bagus.

Disisi lain, Naruto sangat percaya diri dengan kemampuannya dalam melempar. Meskipun avatarnya di dalam game hanyalah berlevel tujuh belas. Tetapi di dunia nyata, ia adalah mantan pelempar utama di tim baseball sekolahnya. Itu sudah seperti cheat tersendiri di dalam game virtual reality ini.

Oleh karena itu, setiap para kobold archer mau menembak, para kobold soldier harus menyingkir agar tak terkena tembakan panah.

Saat – saat itulah yang Naruto tunggu. Dengan teratur ia maju sedikit demi sedikit. Memperpendek jarak antara dirinya dengan barisan belakang musuh. Ia berusaha untuk membuat para musuh berada di jarak sedekat mungkin untuk mendapatkan efek maksimal.

GRAOOOO

Si kobold warrior mengeluarkan aumannya.

Para kobold soldier mulai menjauh dari Naruto. Itu artinya para kobold archer akan segera menembak.

Naruto tahu semua serangan panah pasti akan menuju kepadanya dari arah depan dan atas. Yang harus ia lakukan hanya menghindar dan menangkis semua tembakan yang ada sembari memperpendek jarak antara dia dengan kobold summoner.

TRANNKK TRANKK WUUSS

Layaknya sedang menari, Naruto dengan elegan menghindar dan menangkis setiap tembakan panah yang datang.

Ia memutar – mutar tombaknya dengan putaran tiga ratus enam puluh derajat di depan tubuhnya. Kadang ia menunduk kadang ia melompat. Entah bagaimana semua tembakan panah itu hanya sedikit menyerempet tubuhnya.

TAP

Naruto mendarat di atas permukaan tanah, setelah sebelumnya ia melakukan lompatan untuk menghindar dari serangan panah yang menuju ke arahnya.

Dengan segera ia melakukan sebuah gerakan yang sangat khas. Gerakan yang akan selalu ia lakukan ketika akan melakukan lemparan pamungkas.

Tangan kiri ia luruskan di depan dada. Tangan kanan mengambil ancang – ancang ke belakang. Tombaknya ia jepit diantara jari tengah dan telunjuknya. Kaki kiri ia tekuk dalam – dalam ke depan. Kaki kanan lurus ke arah belakang.

WUUUSSSS

Sebuah lemparan super ia lakukan. Tombaknya yang berdesain aerodinamis dapat membelah angin dengan mudah.

Dengan kecepatan tinggi tombak itu melesat menuju ke sasarannya, kobold summoner.

ZZRRRAATT

Akurasi tinggi yang Naruto miliki, terbukti membuatnya bisa dengan mudah mengincar jantung si kobold summoner.

Kamu melakukan serangan kritikal

Si kobold summoner telah tewas dengan tombak yang menancap di dadanya yang sebelah kiri. Membuat dirinya pecah dn terurai menjadi partikel – partikel cahaya berwarna abu – abu.

GRRRAAOOO

Kematian mendadak dari si kobold summoner membuat rekan – rekannya marah. Dengan segera mereka memberondong Naruto dengan hujan serangan panah.

Situasi berubah, ia tak mengira para kobold archer akan mengamuk hanya karena serangan kejutannya kepada kobold summoner. Terpaksa ia harus mengubah starteginya ke strategi cadangan.

Namun Naruto tak tinggal diam. Ia berlari menuju ke kawanan kobold soldier untuk menghindar. Maksud lainnya adalah untuk menjadikan mereka sebagai tameng untuk berlindung dari hujan serangan panah.

Sekali lempar dua burung jatuh. Itulah yang ada di pikiran Naruto kali ini. Sembari menggunakan kobold soldier sebagai tameng. Ia juga berniat untuk membuat persediaan panah dari kobold archer habis. Sehingga ia bisa menghabisi mereka dengan mudah.

Para kobold archer yang sedang marah hanya menyerang dengan menembakkan panahnya secara membabi buta. Mereka sama sekali tak memperhatikan kawannya yang mungkin bisa terkena serangan mereka.

Seperti yang Naruto perkirakan, para kobold soldier memiliki gerakan yang sedikit lebih lambat bila dibandingkan dengan Naruto.

Sehingga ia bisa dengan mudah menghindar dari serangan mereka yang tak tentu arah. Karena mereka juga sedang lari dengan panik untuk menghindar dari serangan anak panah para kobold archer.

Naruto menangkap salah satu dari kobold soldier. Bersembunyi di belakangnya, Naruto dengan cerdik menggunakan tubuh si kobold soldier sebagai tameng.

Naruto dengan sabar menunggu hujan serangan dari para kobold archer selesai. Keempat kobold soldier yang tadi bertarung dengan Naruto secara langsung, kini sedang tergeletak sekarat dengan beberapa anak panah yang tertancap pada tubuhnya.

Naruto dengan segera mengeluarkan senjata cadangannya. Sebuah pisau daging yang berhasil ia dapatkan dengan cara mengalahkan undead tipe armor hidup, kini akan ia gunakan.

Naruto berlari menuju para kobold soldier yang tergeletak.

Mendaratkan serangan kritikal ke tubuh – tubuh yang hampir kehilangan nyawanya itu.

SRRATT SSRRAATT

Dengan mudah Naruto menghabisi mereka. Selain itu Naruto juga mengambil anak panah – anak panah yang menancap di tubuh mereka dan melemparnya kembali ke kobold archer.

SEETT SSEETT

Anak panah – anak panah yang Naruto lemparkan dengan mudah menembus tubuh para kobold archer yang memiliki defense yang lemah.

Kini semua kobold telah mati kecuali si kobold warrior yang memiliki defense yang lebih tinggi diantara mereka semua.

Naruto dan kobold warrior kini berdiri berhadap – hadapan. Naruto berdiri dengan tegak, tubuhnya bermandikan darah. Entah itu darah Naruto sendiri atau darah dari para kobold yang berhasil ia bunuh.

Di tangan kanannya memegang sebuah pisau daging berukuran besar yang bisa menyayat – nyayat daging dengan mudah. Di tangan kirinya terdapat beberapa anak panah yang siap ia lemparkan kapan saja untuk membunuh musuhnya.

Sedangkan di hadapannya, berdiri gagah seorang kobold warrior yang tampak masih dalam kondisi prima.

Ia menggunakan armor kulit berkualitas menengah yang memiliki defense yang lumayan tinggi.

Di tangannya ia memegang pedang besi yang kelihatan agak berkarat dan ditangan kirinya ia memegang sebuah perisai kulit yang kelihatan masih bagus.

'Itu bisa jadi equipment yang lumayan untuk menambah defenseku yang lemah.'

Mereka berdua kini saling mengawasi setiap gerakan lawan. Menunggu lawan membuat pergerakan. Keduanya sedang menanti saat yang tepat untuk melakukan serangan.

Melangkahkan kakinya ke kanan secara perlahan dan seksama.

Naruto tetap tak mengalihkan direksinya dari si kobold warrior.

Melangkahkan kakinya ke kiri dengan hati – hati.

Kobold warrior berusaha mempertahankan jarak mereka.

Tak ada salah satu dari mereka yang mengambil inisiatif menyerang. Hanya saling mengawasi gerakan satu sama lain.

SEETT

Naruto memulai gerakan pertama. Dengan kecepatannya ia berusaha memperpendek jaraknya dengan si kobold warrior.

Kbold warrior tak tinggal diam. Ia dengan berani segera menjawab tantangan Naruto untuk bertarung dalam jarak dekat. Dengan armor dan perisainya ia merasa sangat percaya diri dengan kemampuan bertarung dan defensenya yang lebih tinggi dari Naruto.

WUUSSHH WUUSS

Beberapa anak panah dilemparkan oleh Naruto. Anak panah itu berfungsi sebagai pengalih perhatian untuk si kobold warrior.

TRANK TRANK

Dengan cekatan kobold warrior menangkis serangan anak panah yang menuju kepadanya. Perisai kulitnya secara otomatis ia gunakan untuk melindungi tubuhnya dari serangan yang muncul dari arah depan.

Perisai kulit yang menghalangi pandangan. Itu adalah tujuan Naruto, dengan pandangan yang terhalangi secara otomatis ia akan bisa memperpendek jarak tanpa ada halangan apapun.

Trik yang akan ia lakukan juga tidak akan kelihatan. Layaknya pertunjukan sulap.

Naruto melemparkan pisau daging miliknya jauh ke udara.

Ia dengan cepat mengganti senjatanya dengan dua rapier yang juga ia dapatkan setelah mengalahkan undead tipe armor hidup.

Begitu kobold warrior menurunkan perisai yang menghalangi pandangannya. Sebuah tusukan langsung datang menuju wajahnya.

Namun bukan warrior namanya kalau tak bisa menghindari serangan itu. Dengan refleknya yang terlatih ia bisa mneghindari tusukan tersebut disaat – saat terakhir. Tetap saja serangan itu masih sempat menyerempet kulitnya di bagian pipi.

Tak menunggu lama serangan kedua datang dari Naruto. Kali ini tusukan menuju ke perut.

Menggunakan perisainya, tusukan itu berhasil ia belokkan arahnya ke samping. Membuat tusukan itu hanya menyerang udara di sekitarnya.

TAP TAP

Keduanya mundur untuk menjaga jarak. Pertahanan dari kobold warrior ternyata cukup kuat. Ia bisa menghindar serangan Naruto dalam waktu sepersekian detik saja. Padahal sebelumnya pandangannya terhalangi oleh perisai.

Lagi – lagi keduanya saling mengawasi. Naruto kali ini tak mau menunggu lama. Ia langsung bertarung face to face dengan kobold warrior.

TRANKK TRANNKK

Keduanya saling tukar menukar serangan. Naruto sangat dirugikan karena ia dalam kondisi yang kelelahan dengan HP-nya yang kurang dari separuh.

Satu serangan ke dada ditangkis menggunakan perisai.

Serangan berikutnya mengarah ke kepala, dihentikan dengan pedang.

Serangan balik dari lawan mengarah ke kepala Naruto secara vertikal.

Ia tangkis menggunakan kedua rapiernya yang disilangkan di depan wajahnya.

DUUAAGGHH

Tanpa ampun perisai kulit si kobold warrior disentakkan dengan keras menuju ke badan Naruto.

Naruto yang belum sempat menahan karena kedua tangannya sedang menahan serangan dari pedang, harus terlempar ke belakang dengan keras.

*GRIN*

Naruto menyeringai, ternyata kobold warrior di hadapannya ini cukup kuat. Paling tidak ia berada di level akhir tiga puluhan. Cukup jauh diatas Naruto.

Itu bukan berarti Naruto akan kalah begitu saja melawan kobold warrior statistik yang ia miliki sebenarnya setara dengan warrior berlevel tiga puluhan.

Hanya saja yang membedakan kondisi mereka saat ini adalah HP Naruto yang lebih rendah. Apalagi ia sudah kelelahan, ditambah serangan yang menggunakan perisai barusan, membuat HP-nya sekarang menjadi kurang dari sepertiga HP aslinya.

'Sekarang apa yang harus aku lakukan. Ia sudah berada di tempat yang kutandai.'

Naruto sedang memutuskan langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya.

Apakah menunggu 'itu' datang? Atau ia harus terus melawannya?

Naruto hanya diam ditempat. Kobold warrior mengira Naruto telah menyerah.

Ia mengangkat pedangnya tinggi – tinggi. Berniat untuk menghabisi Naruto saat itu juga.

Naruto menunggu dengan harap – harap cemas. Ia khawatir kalau trik yang telah ia persiapkan akan gagal. Karena ini sudah terlalu lama dan 'itu' belum datang juga.

TRANKK TRAANKK

Dengan susah payah, Naruto menangkis serangan demi serangan yang dilancarkan oleh si kobold warrior.

Kedua tangannya mulai mati rasa. Setiap tangannya menangkis seranngan itu. Tangan Naruto akan bergetar layaknya senar yang sedang dipetik.

Pandangannya mulai tidak fokus. Kobold warrior yang sedang menyerangnya kini seolah menggandakan dirinya menjadi dua.

Naruto bahkan semakin lama semakin tidak kuat untuk mengangkat kedua tangannya.

Setiap serangan yang datang, ia akan berusaha menangkis sebisanya. Meskipun pada akhirnya kedua tangannya mulai kaku dan susah digerakkan.

Kedua tangannya juga terpental dengan mudah setiap serangan – serangan itu ia tangkis.

Situasi menjadi semakin sulit. Tatkala kobold warrior membuang perisainya, dan mulai menyerang Naruto dengan sekuat tenaga. Ia menyerang dengan menggenggam pedangnya dengan kedua tangan.

WUUNNGG SRRATTT

*Ding*

Kamu melakukan serangan kritikal !

Kobold warrior terjatuh. Bagian belakang tubuhnya memuncratkan darah yang sangat banyak.

Naruto saat ini sedang dalam kondisi yang sangat parah. Ia nyaris saja kehilangan nyawanya.

Tetapi untungnya, keberuntungan berpihak kepadanya.

Trik yang telah ia siapkan dengan matang kini telah membuahkan hasil.

'Itu' telah datang, menyelamatkan Naruto disaat – saat kondisi yang kritis.

Kobold warrior jatuh tersungkur.

Tubuhnya jatuh dalam keadaan tengkurap.

Sebuah pisau daging besar menancap di punggungnya.

Menembus armor yang ia kenakan.

Memotong tulang belakang dan juga rusuknya.

Sebuah serangan kritikal yang tak terduga.

Ini adalah trik bumerang jarak jauh yang telah ia siapkan sejak serangan pertama ketika melawan kobold warrior.

'Sudah berakhir...'

Naruto dengan sempoyongan mulai berdiri, ia mengorek – ngorek isi tasnya. Mencari perban dn juga ramuan penyembuh seharga 2 silver yang ia beli sambil menangis dalam hati.

Sebuah harga mahal yang harus ia bayar untuk sebotol ramuan yang bisa memulihkan separuh HP secara instan.

Namun itu hanya memulihkan HP. Luka – luka yang ia derita juga harus segera diobati.

Ia mulai melilitkan perban dengan susah payah ke luka – luka yang ia derita.

ZZRRAASS

Sebelum ia sempat melilitkan perban pada luka tebasan bersarang lagi di tubuh Naruto. Kali ini tebasan itu bersarang di punggungnya.

Di belakangnya terdapat sebuah siluet yang tampak mengerikan.

Itu adalah siluet dari kobold warrior yang telah terkena serangan kritikal barusan.

Naruto yang sedang kelelahan dan HP-nya berkurang telah menurunkan kewaspadaannya. Ia melupakan satu hal yang sangat penting.

Monster yang mati seharusnya pecah dan terurai menjadi pertikel – partikel cahaya berwarna abu – abu.

Dan ternyata si kobold warrior belum mengalaminya. Itu artinya ia masih hidup.

Dan kini ia sedang mengenggam pedangnya dengan kedua tangan. Ia baru saja mendaratkan sebuah serangan kejutan kepada Naruto.

Sedangkan Naruto, kini ia sedang syok akibat serangan itu. Dan saat ini ia merangkak menjauh.

IA KETAKUTAN !

Ternyata kobold warrior itu lebih kuat dari dugaannya.

Sekarang ia menyadari, satu serangan kritikal saja belum cukup untuk membunuhnya.

Dengan sempoyongan kobold warior itu terus saja mengejar Naruto. Tampaknya ia juga sudah mencapai batasnya.

Berkali – kali ia hampir terjatuh. Tetapi dengan segera, ia menumpukan kedua tangannya pada pedangnya. Mencegahnya untuk terjatuh lagi.

Pendarahan yang dialami oleh kobold warrior masih belum berhenti. Pisau daging besar milik Naruto masih tertancap di punggungnya.

Namun ia tak menyerah. Ia terus saja mengejar Naruto yang sedang merangkak menjauh darinya.

Naruto terus saja menjauh. Dengan rasa takut yang tinggi ia berusaha sekuat tenaga untuk kabur dari kobold warrior yang mengejarnya.

DUGG

Tangannya menyentuh sebuah benda yang sangat familiar baginya.

Sebuah tombak yang selalu menjadi partnernya selama ini.

ONYX STEEL SPEAR !

Tiba – tiba sebuah keberanian muncul lagi dalam benak Naruto.

Dengan luka semacam itu, ia hanya butuh satu serangan.

Satu serangan yang akan menyelesaikan semuanya.

Satu serangan yang akan membunuh si kobold warrior.

Satu – satunya serangan yang bisa ia lancarkan dalam kondisinya yang seperti ini.

Menggenggam kuat – kuat tombak hitam legam itu dengan kedua tangannya.

Naruto sekali lagi berdiri, berhadapan dengan kobold warrior.

Dengan kuda – kuda yang kurang sempurna, karena kondisinya yang kritis. Naruto kini sedang menyiapkan serangan terakhirnya.

Begitupun si kobold warrior. Ia dengan susah payah mengangkat pedangnya di depan tubuhnya dengan kedua tangannya.

Keduanya maju secara bersamaan.

Serangan terakhir yang akan menentukan hasil dari pertarungan panjang ini.

Telah dilakukan !

TAP TAP TAP

SRRAATT CRRASSHH

BRUGG TRINKK

Darah bercipratan ke udara. Sesosok tubuh jatuh, setelah keduanya saling mengadu serangan terakhir mereka.

Kemudian tubuh itu melebur menjadi partikel cahaya abu – abu yang beterbangan di udara.

Tubuh yang melebur itu ternyata adalah si kobold warrior. Dalam adu serangan pamungkas, ia yang menggunakan pedang sangat dirugikan ketika beradu melawan Naruto yang menggunakan tombak sebagai senjata.

Pada akhirnya ia kalah hanya karena jangkauan serang pedangnya lebih rendah daripada tombak milik Naruto.

'Huh pada akhirnya, aku menang hanya karena keberuntungan belaka ya?'

Disaat – saat terakhir, pedang dari si kobold warrior, ternyata masih sempat merobek sebagian armor kulit yang ada di dadanya.

Kini armor kulit milik Naruto hanya menggantung, menjuntai ke permukaan tanah akibat tali pengamannya masih terkait ke pinggang Naruto.

Tetapi untungnya luka yang ia terima tidak bertambah lagi, selain luka tebasan di punggungnya barusan.

Naruto dengan kesusahan berjalan lagi ke tempat dimana ia akan mengobati diri tadi.

Mengambil perban dan ramuan penyembuh yang belum sempat ia minum.

Kini ia menenggaknya dengan rakus seolah – olah itu adalah ramuan penyembuh terakhir di dunia.

Sambil mengikatkan perban dengan sdikit ramuan herbal ciptaannya ke luka – luka yang ia derita. Naruto merasa sangat bersyukur dalam hati.

Ia sangat bersyukur, sampai – sampai meneteskan air mata buayanya ke tanah.

Hal yang sangat ia syukuri selain selamat dari kematian adalah ia mendapatkan banyak item dari kobold – kobold yang baru saja ia kalahkan. Ditambah level, statistik dan penguasaan skillnya meningkat cuup banyak.

Melawan musuh yang jauh lebih kuat memang hanya membawa kesulitan. Tetapi imbalan yang ia dapatkan setelah melalui kesulitan itu dengan susah payah juga bukanlah sesuatu yang mengecewakan.

.

.

"Ne, Cool. Apakah kau masih hidup ?"

Naruto kini sedang dalam perjalanannya menuju ke cabang Arud River. Ini sudah hampir setengah bulan ia berjalan kaki dan menghadapi berbagai monster yng menghadang.

Namun dalam perjalanannya selama ini, kobold warrior merupkan musuh yang paling berkesan baginya. Setelah itu ia terkadang bertemu Orc, beruang, goblin, dan banyak lagi.

Tetapi memang yang namanya pertarungan hidup mati itu sangat menegangkan dan membuatmu ketagihan.

Setiap luka tebasan, setiap luka akibat panah, setiap luka akibat gada, setiap luka akibat perisai, setiap luka yang ia terima dari pukulan dan tendangan musuh.

Entah kenapa Naruto begitu menikmatinya. Apakah ia telah berubah menjadi seorang M ?

Entahlah, siapa yang tahu.

"Aku masih hidup dan tak akan pernah mati Naruto."

"Hoo jadi kau masih bisa hidup toh.."

"Tentu saja bodoh, memangnya makhluk fana seperti apa yang bisa membunuh makhluk super mulia sepertiku ini?"

"Aku..."

"EHH..."

"IYA AKUUU. Aku bisa membunuhmu dengan mudah kalau aku mau ! Kau mau mencobanya ?"

Naruto mengangkat labu reaksi tempat Cool tinggal. Ia memegang tutupnya.

Wajah Cool mulai berubah menjadi pucat. Tampaknya Naruto tidak bercanda kalau ia akan membunuh Cool jika ia mau.

"EHH tidak! Tidak perlu repot – repot mencobanya. Jadi katakan saja apa maumu !"

Naruto menyeringai dengan dengan jelas.

Kedua ujung bibirnya tertarik begitu lebar sampai menuju kuping bagian bawahnya.

Itu benar – benar seringai yang mengerikan. Cocok sekali bagi sosok yang akan menguasai dunia dengan tangannya yang penuh akan darah.

"Kau ingat kan taruhan yang pernah kita buat beberapa hari yang lalu ?"

Naruto dengan seringai bengisnya bertanya.

Cool yang menerima pertanyaan itu mulai meneteskan keringat dingin ditubuhnya.

Sepertinya ia lupa akan taruhan tersebut.

"Haa tentu saja aku ingat dengan taruhan 'itu'. Ini tentang 'itu' kan ?"

Dengan perkataan yang ambigu ia menjawab pertanyaan dari Naruto.

"Yaaa Benar. Ini tentang 'itu'. Kau tidak lupakan ?"

Aura intimidasi yang Naruto keluarkan semakin bertambah pekat. Cool menjadi semakin takut kepada Naruto.

"Ya aku pasti tidak akan lupa tentang 'itu'."

"Hmm, apakah kau tau akah 'itu' yang kumaksud ?"

"Ya 'itu' kan ?"

"Iyaa apa ?"

"Hehehe..."

sambil pasang muka polos Cool hanya cengar - cengir saja.

"Yang kumaksud adalah kau akan mengajariku skill baru jika aku berhasil selamat melawan kawanan kobold waktu itu bodoh!"

"Oh.. Jadi itu . Kau mau itu sekarang juga."

"Iyaa sekarang... Masa' seribu tahun lagi."

"Baiklah kalau begitu... Begini caranya..."


To Be Continued

Akhirnya selesai juga. Banyak reader yang bertanya – tanya hal yang sebagian besar sebenarnya saya juga belum bisa memastikan kejelasannya. Oleh karena itu akan saya jawab sebisanya saja.

Kemungkinan bagi Naruto untuk bertemu kembali dengan partynya Nara di masa depan bukanlah nol. Tetapi aku belum kepikiran untuk membuat mereka bertemu dalam waktu yang dekat.

Dan yang sering jadi pertanyaanku adalah, apakah Naruto disini benar – benar waras secara mental ? Aku akan menjawab dengan pasti. Naruto itu waras 1001%, dia hanya punya pandangan yang berbeda tentang dunia ini daripada orang – orang lain disekitarnya. Jangan heran kenapa saya menjawabnya dengan 1001% ya! (Naruto ngga akan masuk ke pusat rehabilitasi mental kok).

Statistik art bukanlah statistik yang hanya dimiliki oleh profesi yang berhubungan dengan seni saja. Statistik art dapat muncul ketika player mengagumi dan mengapresiasi sebuah karya seni.

"Kapan anda menyadari posisi sosial anda ?" Ngga ada alasan khusus yang membuat saya mengeluarkan pertanyaan barusan. Itu Cuma salah satu event yang menurut saya cukup menarik di LMS. Sehingga saya mengadopsi event tersebut ke dalam fict ini. Tetapi jawaban yang muncul di fic ini merupakan gagasan yang berasal dari perenungan yang mendalam dan menyeluruh di dalam pikiran saya lho. Termasuk juga pandangan dan pengalaman pribadi saya.

Skill alchemy Naruto bukanlah skill yang tanpa batasan, memang dalam pengaplikasiannya tergantung dari imajinasi. Dan imajinasi manusia itu tak ada batasannya. Tetapi yang membuat skill alchemy menjadi skill yang terbatas adalah kemampuan dari seorang alchemist untuk mewujudkan imajinasinya menjadi kenyataan. Semakin tinggi tingkat penguasaanya, maka semakin kompleks bentuk, wujud dan macam – macam reaksi yang bisa diwujudkan di dalam game.

Contohnya, penggunaan alkimia untuk merubah struktur tanah menjadi bentuk tangan atau sebagainya. Apabila tingkat penguasaannya semakin tinggi, maka yang bisa diwujudkan bukan hanya tangan yang biasa saja. Mungkin yang bisa diciptakan adalah tangan bersisik, berduri, bercabang – cabang dan sebagainya. Saya rasa itu penjelasan yang paling masuk akal menurut saya.

Saya minta saran nih. Saya berencana memasukkan OC atau sebuah skill, dan inspirasinya ada di dalam anime Ajin. Buat yang sudah nonton pasti tahu. Menurut reader sekalian bagaimana?

Apakah Sanji akan menikah dengan purin ? Ataukah Luffy dapat mengalahkan Big Mom ? Bagaimana nasib aliansi Kidd setelah bertemu Kaidou ? Apakah Jack si tandus masih hidup setelah melawan para laksaman legendaris angkatan laut ? mari kita saksikan kelajutannya di O*e P*ec*.

Oh ya... saya cuma membuat fict ini untuk mengisi waktu luang jadi jangan tanya soal jadwal rilis...

Saya kira cukup sekian dari saya. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan mengapresiasi karya yang telah saya buat