The Taboo Alchemist

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Based on The Legendary Moonlight Sculptor By Nam Hee Sung

Warning : Gaje, Abal, Typos, OC, OOC, alur terlalu cepat, pasaran, mudah ditebak, banyak unsur- unsur dari anime / manga / light novel lain

Don't like don't read

.

.

Chapter 8 : Dragon fear

Sebelumnya di The Taboo Alchemist

"Oh jadi itu. Kau mau 'itu' sekarang juga?"

"Iyaa masa' seribu tahun lagi !"

"Baiklah kalau begitu...Begini caranya..."

.

.

Naruto kini sedang memegangi labu reaksi tempat Cool tinggal. Ia nampaknya sangat antusias untuk belajar skill baru dari Cool.

"Pertama, letakkan aku diatas tanah."

Naruto yang mendengar perintah dari Cool hanya diam dan menuruti perintahnya.

Dengan hati – hati menurunkan labu reaksi itu dengan perlahan dan meletakkannya di atas tanah.

"Yang kedua, lihat aku baik – baik. Pakai otakmu, jangan tutup telingamu. Dengarkan semua yang aku katakan dan jangan membantah."

Mendengar peringatan dari Cool Naruto hanya diam dan mengangguk – anggukkan kepalanya dengan patuh. Tampaknya kini ia sedang dalam good student mode.

Dia membuka matanya lebar - lebar. Memandang Cool yang tampaknya sedang mempersiapkan sesuatu.

Cool tampak sedang menarik nafas dalam - dalam. Kedua tangannya ia ayunkan ke belakang tubuhnya.

Dengan tenang, Cool menyiapkan salah satu skillnya. Begitu mulutnya terbuka...

GRRRRAAAWWWLL

Sebuah gelombang tak kasat mata muncul, itu adalah gelombang yang berasal dari raungan yang dilakukan oleh Cool.

Sebuah gelombang ultrasonik.

Menusuk pendengaran.

Menembus saraf.

Dan mematikan fungsinya untuk beberapa saat.

Naruto yang ada di dekatnya dan mendengar bunyi itu secara langsung dari jarak yang sangat dekat, langsung terjatuh begitu saja.

Sarafnya dimatikan fungsinya secara tiba – tiba, membuatnya terjatuh dalam kelumpuhan secara seketika.

Meskipun ia ingin berdiri, ia bahkan tak bisa menggerakkan kakinya tak bisa.

Meskipun ia ingin bergerak, ia bahkan tak bisa mengangkat satu jaripun yang ada di tangannya.

Meskipun ia melihatnya di depan mata, ia bahkan tak bisa melakukan apapun untuk bergerak.

Namun itu hanya untuk beberapa saat. Setelah dengan sabar menunggu, kini ia bisa menggerakkan anggota tubuhnya lagi.

"It-it-ITU LUAR BIASA ! Bagaimana kau bisa melakukannya!"

Dengan rasa penasaran yang melampaui batas, Naruto mengangkat labu reaksi yang berisi Cool didalamnya.

Memandangnya lekat – lekat. Ia bahkan sampai menempelkan wajahnya ke labu reaksi itu. Ia benar – benar penasaran atas skill baru yang akan segera ia pelajari ini.

Cool hanya bisa sweatdrop melihat kelalkuan Naruto yang terlalu out of character itu. Merupakan kesempatan langka, bisa melihat Naruto berkelakuan seperti itu.

Berusaha menormalkan ekspresinya, Cool dengan nada sombongnya menjawab pertanyaan Naruto.

"Heh tentu saja karena aku adalah makhluk agung yang tak terkalahkan. Kalau aku mau aku bisa melakukan sesuatu yang lebih dari itu. Kau bahkan tak akan punya waktu untuk terkejut untuk mengaguminya karena aku skill – skillku yng begitu menakjubkan."

Entah itu merupakan kebohongan atau sesuatu yang dilebih – lebihkan. Tetapi mengingat Cool yang selalu memberi bukti kalau perkataannya selama ini bukanlah sebuah bualan belaka. Itu pasti bukanlah candaan yang bisa dianggap remeh.

"Jadi, skill apa yang baru saja kau lakukan? Tubuhku mengalami kelumpuhan sementara akibat skillmu yang barusan. Seolah – olah seluruh tubuhku ini sedang diikat dengan sebuah rantai yang sangat kuat."

Itu adalah apa yang dikatakan oleh Naruto.

Mungkin agak dilebih – lebihkan. Akan tetapi, soal rantai yang membelenggu tubuh. Itu mungkin adalah deskripsi yang paling tepat untuk skill yang baru saja Cool tunjukkan.

Rantai yang Naruto maksud sebenarnya adalah status 'Fear' yang tiba – tiba muncul ketika Cool menunjukkan skillnya.

Itu adalah sebuah status yang membuatmu kesulitan untuk bergerak, meningkatkan resiko kegagalan ketika kau mengaktifkan skill, membuat akurasi seranganmu berkurang drastis, dan yang terakhir, defensemu akan berkurang secara signifikan.

Apapun yang ditimbulkan status 'FEAR' merupakan sebuah kerugian yang sangat fatal.

Apalagi jika skill itu diaktifkan secara tiba – tiba di tengah pertarungan. Itu bisa mengubah situasi pertarungan secara instan.

Musuh yang tak menyangka akan skill yang kau miliki pasti akan langsung terguncang.

Dan makhluk legendaris yang sangat langka dan mempunyai skill yang dapat mengubah situasi secara instan itu, adalah NAGA.

Makhluk legendaris yang merupakan pertanda dari sebuah bencana, kerusakan, dan kesialan.

Sangat sedikit orang yang bisa bertahan hidup setelah bertemu naga. Baik itu secara kebetulan atau disengaja.

Naga adalah makhluk legendaris yang tak selayaknya kau ajak bertarung. Yang akan menimpamu setelah bertarung melawan naga tak lain dan tak bukan adalah kematian yang menyakitkan.

Namun hal itu tak berlaku bagi seorang legendaris yang sangat kuat dan sangat terkenal di Royal Road. Orang itu dikenal sebagai Weed yang legendaris.

Ia tanpa takut melawan naga. Mengayukan pedangnya tanpa takut ke arah si naga.

Bergerak dengan gerakan yang begitu lincah dan mengagumkan di atas tubuh naga.

Dan melakukan serangan – serangan kritikal yang mempunyai dampak yang besar bagi si naga.

Itu adalah sebuah pertarungan yang membuatmu tak bisa mengalihkan matamu ketika kau menyaksikannya.

Membuatmu menahan nafas dalam – dalam ketika Weed berhasil menghindari serangan brutal dari si naga yang mengerikan.

"Kau pasti tidak mengiranya Naruto. Ini adalah skill Dragon fear. Skill yang membuatmu bisa mengguncang mental musuh dengan raungan seekor naga."

Dragon fear, seperti namanya itu adalah skill spesial yang umumnya digunakan ole naga ketika sedang dalam pertarungan.

Ini merupakan sebuah skill yang sangat menakutkan dan bisa menimbulkan ketakutan.

Akan tetapi skill ini tak akan memberikan pengaruh yang begitu berarti bagi orang yang memiliki statistik Persevarance dan Fighting Spirit yang tinggi.

Contoh konkrit dari player yang seperti itu adalah Weed. Dia bahkan bisa mengurangi damage yang ia terima dari skill Dragon fear yang dimiliki oleh Bone Dragon ke tingkat yang begitu rendah, hingga kau dapat mengira Dragon fear tak akan berpengaruh baginya.

Meskipun begitu, player yang memiliki Persevarance dan Fighting Spirit yang setara dengan Weed sangatlah sedikit.

Sehingga secara umum skill Dragon fear tetaplah skill yang sangat menakutkan bagi player manapun.

"Jadi itu yang disebut skill 'Dragon fear', ya ? Dari mana kau mempelajarinya, Cool ?"

Naruto tentu saja sangat penasaran dengan skill yang dimiliki oleh Cool. Sampai saat ini ia sama sekali tak mempunyai informasi yang cukup tentang identitas Cool yang begitu misterius.

"HEH, tentu saja aku tak perlu mempelajarinya. Itu adalah skill yang aku bisa lakukan dengan mudahnya. Skill ini telah ada sejak aku lahir dari transmutasi manusia yang kau lakukan. Aku memiliki bakat alami yang luar biasa kan ?"

Dia mengatakannya. Sebuah rahasia kecil tentang dirinya yang Naruto belum ketahui.

Rahasia tentang sebuah skill alami yang dimiliki oleh NPC.

Itu membuktikan bahwa efek transmutasi manusia yang Naruto lakukan, memanglah sangat luar biasa.

Buktinya adalah Cool yang mempunyai beberapa skill mengerikan yang akan sangat berbahaya kalau jatuh ke tangan player selain Naruto.

Cool sudah pasti merupakan aset berharga yang tak boleh Naruto sia – siakan begitu saja.

Dia adalah aset yang kan menjadi pondasi utama bagi Naruto untuk bisa menjadi kaisar di game Royal Road yang sangat populer di dunia.

Dan tak diragukan lagi Cool adalah makhluk spesial yang akan mengguncang kekuatan antar guild top rank Royal Road.

Bahkan kekuatan terbesar di Royal Road saat ini, Guild Hermes pasti akan merasa terancam dengan keberadaan Naruto dan Cool.

Namun itu jika hanya Cool, apa kau bisa membayangkan hal apa yang akan terjadi kalau Naruto menciptakan pasukan yang terdiri dari makhluk – makhluk yang ia ciptakan dengan transmutasi.

Akibat yang akan ia timbulkan di masa depan pastilah sangat mengerikan bagi Royal Road. Dan menjadi kaisar bukanlah hal yang tak mungkin untuk diwujudkn oleh Naruto.

'HAHAHAHA, Aku pasti merupakan seorang player yang sangat beruntung bisa mendapatkan sebuah profesi rahasia seperti Taboo Alchemist. Dengan menggunakan alkimia terlarang, aku pasti bisa menciptakan sebuah pasukan terhebat yang pernah ada dalam sejarah manapun dan menjadi player pertama yang bisa menjadi kaisar di Royal Road.'

Naruto tertawa keras di dalam hatinya, begitu melihat prospek masa depannya yang menjanjikan di Royal Road.

"Ya kau memang sagat luar biasa Cool. Kau pastilah merupakan anugerah terbaik yang telah Tuhan berikan padaku saat ini."

"Tentu saja itu memang benar. Ya tentu saja hal itu pasti sangatlah benar dan tidak akan bisa diragukan lagi."

GGGRRRAAAWWWLLL

Naruto meniru apa yang Cool lakukan. Melakukan raungan dengan suara yang sangat mirip dengan naga yang sedang mengamuk.

*Ding*

Kamu telah mempelajari sebuah skill legendaris yang dimiliki oleh para naga

'Dragon Fear'

Skill legendaris yang menyebarkan ketakutan dan bencana ke seluruh dunia.

Efek :

Menyebabkan ketakutan pada musuh

Meningkatkan Fighting Spirit milikmu dan sekutumu 200%

Selama 10 menit leadership akan meningkat 180%

Meningkatkan loyalitas pasukan kepadamu sebanyak 120%

Statistik Baru : Leadership

Memungkinkanmu untuk mengatur sejumlah pasukan di bawah kepemimpinanmu. Loyalitas prajurit kepadamu sangat berpengaruh dengan statistik ini.

Skill 'Dragon fear' tak diragukan lagi adalah sebuah skill yang sangat menguntungkan bagi Naruto. Dengan ini ia bisa menggunakannya untuk memimpin pasukan.

Menjinakkan makhluk yang susah diatur seperti Cool juga akan menjadi lebih mudah baginya.

'Mungkin aku harus mencobanya sekali.'

Naruto menghirup nafas dalam – dalam. Dadanya terangkat ke depan. Membuat dadanya membusung ke depan.

GRRRRAAAWWWLL

Sebuah gelombang kejut ultrasonik baru saja Naruto keluarkan. Cool yang tak mengira kalau Naruto mengaktifkan skillnya secara tiba – tiba, sontak saja terkejut.

"JANGAN TERIAK TIBA – TIBA BODOH!"

"Hehehe, aku hanya ingin mencoba skill baruku ini kok."

'Aneh sekali, kenapa dia tak terpengaruh dengan Dragon fear-ku? Apakah dia memiliki Persevarance dan Fighting Spirit yang tinggi ? Atau skillku yang masih terlalu rendah tingkatannya untuk bisa melumpuhkannya ?'

"Hemmm lebih baik ayo kita pergi ke cabang sungai Arud dan menyelesaikan quest ini !"

Naruto mengangkat labu reaksi tempat Cool berada. Kemudian ia masukkan ke dalam tas punggung ajaibnya.

.

.

ZRRASSSHH ZZRRRAASSHH

Satu persatu undead skeleton tergeletak tak berdaya di atas tanah. Serangan yang berupa tebasan dari pedang beratribut suci baru saja bersarang ke tubuh mereka.

Dengan segera mereka berubah menjadi partikel cahaya abu – abu dan menjatuhkan beberapa item yang yang sudah berkarat dan bernilai jual rendah.

Undead adalah makhluk beratribut kegelapan. Tentu saja mereka semua memiliki kelemahan yang sangat fatal yaitu mereka sangat rentan terhadap serangan beratribut cahaya atau atribut suci.

"Apakah ini sudah semuanya, Goju ?"

Seorang palladin dengan angkuhnya menginjak – injak item yang dijatuhkan oleh undead yang baru saja ia kalahkan.

Armornya yang berkilau terkena cahaya, seolah – olah menjadi penanda bahwa player dengan profesi palladin ini merupakan seorang player dengan kekuatan yang tak dapat dipandang sebelah mata.

Pedangnya ia sandarkan ke pundaknya. Menunjukkan ke superioritasannya terhadap player – player lain yang ada di dalam partynya.

"Kurasa ini sudah semuanya Taka. Kita hanya harus maju ke depan dan belok ke kanan untuk menuju ke sarang monster bos di dungeon ini."

Yang menjawab pertanyaan dari si palladin adalah seorang assassin yang mempunyai penampilan yang tertutup. Ia mengenakan jubah yang rombeng dengan sebuah tudung dan topeng yang menutupi separuh wajahnya.

"Hoy Karen, apakah kau sudah cukup istirahat ? Kami semua disisni sangat membutuhkan buff dan blessing darimu kau tahu? Jadi jangan sampai kau kehabisan MP-mu ketika sedang bertarung bodoh! "

Orang yang baru saja bicara adalah seorang berpenampilan seperti warrior dengan sebuah pedang besar dengan lebar yang melebihi tubuhnya sendiri tersampir di punggungnya. Namanya adalah Gekkou.

"Jangan panggil aku bodoh, bodoh! Mamangnya siapa yang akan mati di tempat menjijikkan sepeerti ini. Dasar gigi runcing!"

Si priestess yang baru saja menjawab dengan tidak ramahnya ini adalah Karen. Karen adalah seorang priestess dari Order of Freya. Sebuah Order yang memiliki penganut terbanyak di benua Versailles.

Karen adalah seorang player yang berpenampilan sangat menarik. Semua mata pria akan tertuju padanya ketika ia sedang berada di keramaian. Namun penampilannya yang menarik tidak diimbangi dengan pengendalian emosi yang baik. Sehingga ia sering dijauhi orang lain karena perangainya yang buruk. Ngomong – ngomong ia adalah seorang priestess berlevel 209.

"Sudah – sudah bertikai seperti ini bukankah hanya akan menimbulkan perpecahan diantara kita. Betulkan Taka-sama?"

Si assassin yang cinta damai mencoba sebisa mungkin untuk memberi nasihat untuk mencegah terjadinya perpecahan.

"Hmmm kau benar Goju. Ayo kita pergi kalahkan monster bossnya."

"Hai Taka-sama!"

Party yang beranggotakan empat orang ini dengan santainya pergi menuju ke sarang tempat si monster bos berada.

Tentu saja ini berkat Goju si assassin yang telah membukakan jalan dan membersihkan jebakan yang ada.

Ini semua demi kenyamanan dan keefisienan party ketika sedang berburu.

Dengan ini berburu menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Dungeon berlevel 200 sekarang bukanlah sebuah masalah besar dengan kerja sama yang apik dari setiap anggota party.

.

.

"Ne Nara. Bukankah ini sudah terlalu jauh. Kali ini kau mau membawa kami kemana?"

"Kita sedang mencari tempat berburu yang sering disebut – sebut sebagi kota langit, Lavias."

"Bukankah itu hanya mitos belaka. Memangnya mana ada kota seperti itu di atas awan?"

"Heh kau lupa? Ini Royal Road tau. Ini adalah game dimana semua kemungkinan dan imajinasi itu ada dan bisa diwujudkan disini."

"Yang kau katakan itu ada benarnya juga sih. Tapi kalaupun ada, bagaimana caranya agar kita bisa pergi kesana?"

"Hmm itu yang sudah kupikirkan sejak tadi. Bagaimana kita bisa pergi ke langit padahal kita tak bisa menggunakan skill terbang sama sekali."

"Skill terbang adalah skill eksklusif untuk seorang mage level tinggi kau tau!"

"Iya benar. Itu memang skill eksklusif untuk seorang mage. Entah kenapa aku menyesal tidak memilih profesi mage. Tetapi malah memilih profesi shaman."

"Yah apa boleh buat. Kita hanya bisa memilih profesi sekali saja. Dan merubah profesi di saat – saat seperti ini merupakan sesuatu yang disesalkan, kau bisa saja kehilangan penguasaan atas skill – skill yang telah kau miliki. Karena ada juga skill yang dikhususkan untuk profesi – profesi tertentu."

"Ngomong – ngomong soal penyesalan. Sepertinya kita masih mempunyai hutang untuk memita maaf kepada Naruto-san."

"Entah kenapa perkataanmu barusan malah membangkitkan kenangan burukku di masa lalu."

"Yap kau betul. Sepertinya kita telah berprasangka buruk kepadanya. Sekarang aku jadi merasa seperti orang yang benar – benar buruk."

"Aku juga tak menduganya. Sepertinya ia benar – benar orang yang baik. Buktinya ia merawat kita ketika kita pingsan ketika melawan beruang di hutan itu."

"Ya aku juga terlambat menyadari, kalau mengendurkan pakaian yang kencang merupakan salah satu metode untuk menolong orang yang pingsan. Ahhh aku benar – benar menyesal telah melakukan hal buruk kepadanya."

"Tapi mau bagaimana lagi. Sekarang kita telah kehilangan kontak dengannya. Lagipula kenapa saat itu kita tak mendaftarkannya sebagai teman, ya?"

"Yang kau katakan juga benar, ternyata aku juga baru sadar kenapa aku tidak mendaftarkannya sebagai teman, ya?"

"Hmm mungkinkah karena Naruto-san itu orangnya sebenarnya cukup sulit untuk didekati?"

"Ya, dia hanya berbicara kalau memang benar – benar diperlukan. Dan lebih suka diam saja ketika kita semua sedang ngobrol satu sama lain."

"Mungkin itu karena sebenarnya ia merupakan orang yang memiliki kesulitan dalam berkomunikasi?"

"Sebagian orang memang meiliki masalah seperti itu sih. Kukira itu memanglah hal yang umum di masa kini."

"Kalau begitu, bukankah kita harus menjadi temannya. Itu jug merupakan salah satu bentuk balas budi yang baik kan?"

"Aku setuju dengan pendapatmu. Lain kali, kalu kita bertemu dengan Naruto-san kita harus mengajaknya ikut bersama dengan kita. Berburu dengannya juga sangat menyenangkan. Jadi tak ada ruginya bagi kita untuk mengajaknya pergi bersama kita."

Semuanya mengangguk – anggukkan kepalanya.

Mereka semua setuju dengan pendapat yang baru saja mereka simpulkan dari perbincangan barusan.

GGRRAAWWLL

*Ding*

Kamu mengalami ketakutan

Kamu mengalami stunt sementara

Maksimum HP dan MP berkurang 20%

Strength menurun 35%

Agility menurun 20%

Wisdom menurun 15%

Vitality menurun 25%

Kamu mengalami kesialan.

Sebuah jendela pesan muncul dihadapan mereka. Jendela pesan yang menunjukkan kepada mereka bahwa saat ini mereka sedang mengalami kondisi ketakutan.

Itu merupakan sebuah kesialan yang amat besar bagi mereka. Dalam keadaan stunt seperti ini, musuh dapat menyerang mereka secara tiba – tiba, dan akibatnya mereka bisa saja kehilangan berbagai item dan mengalami kematian.

'S-s-siapa yang melakukan ini?'

'Kenapa bisa jadi begini?'

Dalam keadaan ketakutan yang ekstrem ini. Party Nara yang semua anggotanya jatuh karena efek stunt hanya bisa membatin dalam hati. Semua itu karena efek stunt membuat mereka lumpuh sementara. Bahkan mulut mereka juga ikut mengalami kelumpuhan akibat efek stunt tersebut.

"GYAHAHAHA!"

.

.

Beberapa saat yang lalu, sebelum kejadian sial menimpa party Nara.

"Hey Cool, kenapa konsumsi mana untuk skill ini sangat besar?"

"Tentu saja skill dengan efek yang kuat memilikikonsekuensi yang besar juga bodoh."

"Ya aku tahu itu. Jadi MP yang dibutuhkan akan semakin sedikit seiring meningkatnya penguasaan skill kan?"

"Memang umumnya begitu kan?"

"Iya iya."

SRAK SRAK

Naruto yang sedang bercengkerama dengan Cool mulai meningkatkan kewaspadaannya.

Dari arah jam enam, tepatnya di dalam semak belukar, terdengar bunyi – bunyi yang mencurigakan. Naruto dengan hati – hati mulai mendekatinya untuk mengecek keadaan.

SWWUUSSHH SWWUUUSSH

Dari semak belukar itu keluar puluhan anak panah yang melesat terbang menuju ke Naruto.

Dengan sigap Naruto lari bersembunyi di balik sebuah batu yang cukup besar untuk melindungi tubuhnya.

Namun tentu saja ada beberapa panah yang tanpa permisi juga ikut menancap ke tubuh Naruto.

ERRGGHH

Naruto dengan cepat mencabut ank panah – anak panah yang menancap ditubuhnya. Hal ini dilakukanuntuk mencegah terjadinya pendarahan yang berkelanjutan.

Tak lupa pula ia juga dengan kecepatan kilat mengeluarkan perban yang ia miliki untuk melakukan skill first aid miliknya.

SET SET

Dengan telaten dan sabar, ia mengikatkan perban – perban berwarna putih itu ke bagian – bagian tubuhnya yang terluka.

Kemampuannya untuk melakukan first aid sudah layak dibandingkan dengan seorang dokter kawakan berpengalaman puluhan tahun!

Hal itu sudah tak mengejutkan lagi. Karena Naruto sudah hafal dan bahkan bisa menggerakkan kedua tangannya tanpa harus diperintahkan oleh otak untuk mengikatkan perban ke tubuhnya.

Itu adalah hasil dari berbagai macam pertarungan yang telah ia lewati untuk bisa mencapai ke titik ini.

Luka yang ia dapatkan di setiap pertarungan, pasti akan langsung dia balut dengan perban dan ramuan herbal yang telah ia racik sendiri.

Ini juga merupakan suatu bentuk penghematan yang besar!

Dengan meracik sendiri ramuan dan obat – obatan yang ia butuhkan dengan menggunakan alkimia. Semua jadi terasa mudah.

Alkimia adalah sebuah skill universal yang bisa digunakan di berbagai bidang yang sangat vital dalam kehidupan sehari – hari!

"Arah datangnya dari situ ya."

Sambil mengintip dari samping batu, Naruto kini sedang mengamati arah datangnya serangan kejutan itu.

"Ini pasti saat yang tepat untuk menggunakan skill baruku."

Setelah melakukan pengamatan selama beberapa saat, Naruto kini sedang menyiapkan dirinya untuk menggunakan skill baru yang ia pelajari dari Cool beberapa waktu yang lalu.

HHHFFFFHHH

Sebuah tarikan nafas yang begitu dalam ia lakukan.

Udara dalam jumlah yang banyak, melesat masuk kedalam tubuh Naruto.

Udara dalam jumlah yang banyak itu berkumpuldi dalam dada Naruto. Membuat dadanya yang bidang, kini tampak menggelembung.

GGRRRAAAWWWLL

"Eeeekkk..."

Para monster yang bersembunyi di dalam semak belukar, saat ini langsung terkena efek stunt akibat skill Dragon fear yang Naruto lakukan.

Para monster yang memiliki persevarance dan fighting spirit yang rendah tak bisa menangkal efek dari skill dragon fear.

Melihat kesempatan yang terbuka lebar dihadapannya. Naruto langsung lari dengan kecepatan tinggi menuju ke arah para monster yang kini sedang mengalami lumpuh sementara.

Dalam keadaan berlari, Naruto juga tak lupa memasang sebuah masker khusus untuk menangkal gas beracun yang tersampir dilehernya.

"GYAHAHAHA."

Layaknya orang gila, Naruto lari dengan kecepatan yang mengerikan.

Melompati batu besar dihadapannya. Seolah – olah itu bukanlah halangan yang berarti baginya.

Melayang di udara. Layaknya seorang penari balet yang diikat dengan tali yang menggantung dari langit ke bumi.

Berlarian di udara. Bagaikan seorang atlet lompat jauh yang mempraktekkan teknik walking in the air miliknya.

Ini semua bukanlah perkataan yang dilebih – lebihkan.

Naruto saat ini sedang mempraktekkan skill barunya yang lain.

Itu adalah sebuah skill yang ia pelajari dari item 'The Book of The Secret Movement Technique from The Master Alchemist' bagian dari skill Formless Movement Technique.

Sky Walk!

Sebuah skill membuat si pengguna bisa berjalan, atau berlarian di udara sama seperti ketika sedang diatas tanah.

Skill ini mengkonsumsi 30% dari kapasitas MP yang Naruto miliki. Ini adalah sebuah skill yang boros MP.

Tetapi Naruto yang sekarang sedang dalam keadaan ingin untuk menyimpan MP. Sehingga tanpa pikir dua kali ia menggunakan skill skywalk miliknya ini.

Skill skywalk merupakan skill dengan konsumsi MP terendah dari pada skill lain yang lain yang Naruto pelajari dari item 'The Book of The Secret Movement Technique from The Master Alchemist'.

Sehingga untuk saat ini hanya skill skywalk yang bisa Naruto gunakan dalam pertarungannya saat ini. Dengan perasaan bangga Naruto berlarian di udara bebas.

Seolah – olah memiliki pijakan yang tetap di udara, Naruto dengan kecepatan larinya yang luar biasa.

Tanpa menunggu waktu yang lama, Naruto bisa dengan mudah mencapai tempat para kawanan monster yang sedang mengalami kelumpuhan.

Dengan lompatan yang luar biasa ia melompat, menghujam menuju ke tanah.

Menepukkan kedua tangannya di depan dada. Ia dengan segera menyiapkan skilllain miliknya yang sudah sangat familiar, yaitu Western Alchemy.

"Flower of Death!"

GRRRAAAKKK GGRREEKKK

Dengan alkimia aliran barat miliknya, Naruto menciptakan beberapa bunga tulip dengan ukuran sebesar tubuh manusia.

Bunga – bunga tulip yang memiliki ukuran tak wajar itu langsung mekar di bawah kaki para monster yang tak berdaya karena skill dragon fear milik Naruto.

Tanpa diduga bunga – bunga tulip yang terbuat dari tanah itu juga memiliki bagian – bagian runcing yang mirip dengan gerigi yang ada pada gergaji mesin.

Seolah sedang kelaparan. Bunga – bunga tulip itu langsung memangsa para monster yang ternyata adalah sekumpulan goblin archer yang bersenjatakan busur panah usang dan anak panah yang usang pula.

GRAUP KRAUK KRAUK GLEK GLEK

Sebuah suara yang mengerikan dari pencernaan tulip monster buatan Naruto terdengar di telinga para monster lain disekitarnya.

Mereka yang sudah sembuh dari efek stunt, kini harus berfikir ulang jika ingin menyerang Naruto tanpa persiapan yang matang.

Namun memang yang namanya moster dengan kecerdasan buatan, ia diciptakan dengan tujuan hanya untuk menyerang para player.

Dengan serempak, gerombolan goblin dan monster – monster lainnya segera berlari mengepung Naruto dari berbagai penjuru.

Dikepung dalam sebuah lingkaran besar yang terdiri dari berbagai monster penghuni hutan, Naruto tetap saja tak kehabisan akal.

"Flower of Death Mist"

SWWWUUSSSHH

Lagi – lagi Naruto mengeluarkan skill alchemy-nya. Kali ini bunga – bunga tulip yang ia ciptakan mengeluarkan kabut beracun yang ternyata adalah gas belerang yang mematikan.

Namun beberapa tipe monster juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap racun tipe tertentu, salah satunya adalah Deark.

Ketahanan mereka terhadap racun belerang cukup tinggi. Sehingga kabut gas belerang yang Naruto ciptakan tak memiliki efek apa – apa bagi mereka.

Para Deark yang tahan racun itu maju terus menuju Naruto tanpa halangan yang berarti.

Otomatis Naruto yang sedang dalam keadaan tanpa pertahanan tersentak kaget. Karena tak menyangka bahwa ada juga monster yang tahan terhadap serangan racun miliknya.

Apalagi saat ini ia sedang mempertahankan konsentrasinya pada pembuatan gas beracun untuk menangkal serangan dari monster lainnya.

Kedua telapak tangannya sedang menapak diatas tanah.

Itu artunya ia sedang dalam keadaan tak terlindungi dan tanpa senjata.

Dalam waktu yang sangat krusial Naruto harus membuat keputusan yang sangat penting. Yaitu, haruskah ia melepaskan alkimianya dan kabur dari sini, ataukah mengangkat senjatanya dan bertarung melawan mereka semua secara bersamaan.

Sebuah pilihan yang krusial harus ia tentukan. Hidup dengan memalukan karena kabur dari pertarungan atau mati dengan terhormat setelah berjuang sampai titik darah penghabisan?

Yang manapun tak ada bedanya bagi Naruto. Sejak awal ia dilahirkanpun ia sudah sangat memalukan.

Lagipula semua manusia lahir ke dunia ini dalam keadaan telanjang. Jadi semua orang itu terlahir dalam keadaan yang memalukan.

Dan juga ia tak pernah sekalipun menjalani hidupnya dengan perasaan bangga yang disebut orang – orang sebagai sesuatu yang terhormat.

Memangnya apa yang bisa diharapkan dari seorang sampah masyarakat seperti Naruto.

Tukang berkelahi, merampas uang, tidak bisa bergaul dengan orang lain, tak punya teman, dikucilkan.

Bagian mananya yang bisa disebut sebagai kehidupan yang terhormat ?

Pilihan yang mana saja tak masalah bagi Naruto.

Kalau begitu, bukankah ia hanya harus menikmatinya dengan bertarung sampai akhir?

Masa bodoh dengan hidup memalukan ataupun hidup dengan perasaan terhormat.

Yang harus ia lakukan hanyalah menikmati hidupnya dengan indah sampai akhir.

Dan salah satu cara untuk menikmatinya adalah dengan bertarung sampai hanya ada satu yang tersisa diantara mereka semua.

"HEHEHE...HAHAHAHA"

Naruto mengangkat kedua telapak tangannya yang sebelumnya menapak di permukaan tanah.

Tangan kanannya menuju kebagian punggungnya. Tempat dimana senjata andalannya, Onyx Steel Spear sedang menggantung dengan malas di singgasananya.

Dengan kuat, ia tarik tombak itu dari singgasananya.

Ia putar – putarkan di depan tubuhnya. Sekarang ia jadi terlihat seperti mayoret yang sedang memainkan tongkatnya dengan lihai dan anggun.

Abaikan saja kalimat yang barusan. Daripada terlihat anggun, Naruto yang sekarang malah tampak sangat beringas dan sangar.

Aura keganasan dapat dirasakan keluar dari tubuhnya.

Masker yang sebelumnya ia gunakan untuk menutupi wajahnya kini telah melorot dan memperlihatkan seluruh bagian wajahnya tanpa terkecuali.

Ekspresi yang tampak diwajahnya sekarang bukan lagi ekspresi seorang manusia normal.

Itu adalah ekspresi dari hewan buas yang haus akan darah dan pertarungan.

Rasa hausnya tidak akan reda jika ia belum melihat musuhnya tergeletak dengan darah yang berceceran di sekitarnya.

Inilah perasaan yang sebenarnya dari hewan yang sedang mencari kepuasan untuk menghilangkan dahaga yang menyiksa dan menyayat – nyayat dalam tubuhnya.

"HHEEEYYAA..."

Dengan kekuatan yang seolah tanpa batas, Naruto menyerang kawanan monster dihadapannya dengan beringas.

Serangan yang ia lancarkan seolah tak memiliki batas toleransi untuk musuh – musuhnya.

Para monster yang berusaha melawan Naruto kini hanya bisa bergidik ngeri melihat serangan Naruto terhadap kawan – kawan mereka.

Rasa solidaritas antar teman yang mereka miliki kini turun ke titik terendah. Tergantikan oleh rasa takut dan keinginan untuk menyelamatkan diri.

Hal ini memang aneh, kenapa monster dengan kecerdasan buatan juga memiliki rasa takut dalam dirinya ?

'Apakah teknologi yang melampaui akal pikiran manusia yang digunakan dalam pembuatan Royal Road juga bisa menciptakan karakter buatan yang tidak hidup juga memiliki akal dan emosi dalam pikiran mereka?'

'Semuanya tak penting. Saat ini aku hidup. Di sini. Dan bertarung sampai mati. Tak ada gunanya memikirkan emosi yang mereka miliki.'

Tanpa ampun Naruto terus saja melancarkan serangan kritikalnya kepada musuh.

Ia tak lagi mempedulikan keadaan lingkungan disekitarnya.

.

.

'D-dia sungguh keren. Bagaimana ia bisa melakukan gerakan semacam itu?'

'Gerakannya begitu liar dan bertenaga. Monster – monster itu hanya akan menjadi korban pembantaian bila bertarung melawannya.'

'A-apakah dia benar – benar manusia?'

'A-aku tak sanggup melihatnya lagi. Sungguh monster – monster yang malang karena bertemu dengan orang yang kejam.'

Disini adalah partynya Nara. Beberapa saat yang lalu mereka juga sempat merasakan efek stunt dari skill dragon fear yang Naruto gunakan.

Saat mereka mengalami kelumpuhan sementara, mereka juga sempat mendengar suara teriakan dan gemuruh tanah.

Dan begitu mereka sembuh dari efek stunt yang mereka alami. Itulah yang tampak dalam pandangan mereka.

Kini mereka sedang menyaksikan pertarungan para gladiator secara live.

Para gladiator yang dimaksud adalah Naruto dan para monster yang sedang ia lawan.

Karena mereka hanya melihat dari kejauhan, apa yang bisa mereka lihat hanyalah gerakan tubuh Naruto ketika sedang membantai monster – monster hutan yang malang itu.

Kalau saja mereka melihat ekspresi wajah Naruto yang sekarang. Mereka juga pasti akan lari terbirit – birit untuk kabur dari Naruto.

"Hey, teman – teman. Entah kenapa gaya bertarung pria itu kelihatan familiar bagiku? Atau itu cuma perasaanku saja?"

"Hmm kalau dipikir – pikir kau benar juga."

"Iya, gaya bertarungnya kelihatan seperti gayanya..."

"NARUTO-SAN!"

"Iya gaya bertarungnya memang mirip dengan Naruto-san. Begitu sembrono dan membabi buta. Serangannya tak dapat dihentikan dengan cara yang biasa saja."

"Dan juga tombak itu sangat mirip dengan tombak yang biasa Naruto-san gunakan."

"Tombak yang mengkilap saat terkena cahaya matahari. Sebuah tombak hitam legam yang kelihatan begitu kontras dengan cuaca cerah di siang hari yang panas ini."

"Kenapa kau jadi sok puitis begitu?"

"Entahlah, mungkin aku sebenarnya memiliki bakat sebagai pujangga."

*Sweatdrop*

"Yang terpenting, pertarungan itu sudah hampir mencapai klimaksnya. Pria yang kita kira sebagai Naruto-san itu kemungkinan sebentar lagi akan menang."

"Ya kau benar, lihat saja itu. Monster – monster itu berjatuhan dan dengan segera berubah menjadi partikel cahaya."

"Lalu apa yang akan kita lakukan kalau pertarungan itu telah selesai?"

"Hmmm kita akan..."

.

.

SRRRATTT JLLEEBB

Naruto tanpa mempedulikan pertahanannya terus saja mengayunkan tombaknya tanpa aturan sedikitpun.

Begitu tubuhnya terkena tebasan atau tembakan musuh.

Ia akan segera memabalasnya sepuluh kali lebih menyakitkan!

Para keroco yang terlebih dahulu melawannya kini telah tumbang. Mereka berubah menjadi partikel – partikel cahaya berwarna abu – abu. Tak lupa monster yang mati juga meninggalkan beberapa item.

Yang tersisa adalah para bos yang menunggu di belakang dengan harap – harap cemas.

Para bos yang dimaksud adalah wolf commander, deark warrior, goblin warrior, fighter bear, dan two tailed fox.

Mereka semua sedang menunggu saat yang tepat untuk bisa menghabisi Naruto.

Meski begitu, mereka sebenarnya juga khawatir dengan nasib anak buah – anak buah mereka yang saat ini telah tumbang setelah beradu serangan melawan Naruto.

Tak perlu waktu sedetik bagi Naruto untuk menunggu. Para bos yang sudah lama menunggu, sekarang mereka semua maju bersama – sama untuk melawan Naruto.

Jumlah mereka lebih banyak dari Naruto.

Mereka punya keuntungan yang besar saat ini.

Di lain pihak, Naruto kini telah mencapai batasnya.

Stamina, vitality, dan HP-nya telah merosot tajam dari keadaan semula.

Ini adalah saat – saat yang kritis bagi Naruto.

Akan tetapi MP-nya telah beregenerasi kembali.

Paling tidak sekarang ia bisa menggunakan salah satu dari skillnya untuk melawan mereka.

Para bos sudah berada dalam jarak serang Naruto. Item – item yang berserakan di sekitarnya ia ambil dengan segera.

Gigi- gigi Deark yang besar dan tajam. Item itu Naruto ambil dengan tangan kirinya.

Kemudian ia melemparkannya di udara dengan ketinggian sekitar tiga meter.

Mengangkat tombaknya kesamping tubuhnya, Naruto membuat sebuah melakukan ayunan yang sangat kuat. Seolah – olah dia sedang berusaha membuat home run dengan ayunannya itu.

TANGG TANGG TANGG

Gigi – gigi deark yang dilemparkan Naruto di udara, ia pukul sekuat tenaga ke arah datangnya para bos itu.

Gigi deark yang tajam dan besar memiliki ketahanan dan daya tahan yang cukup tinggi, sehingga itu tidak akan hancur begitu saja setelah Naruto pukul dengan sekuat tenaga.

Tentu saja itu sangat berbahaya bagi para bos monster yang sedang berlari ke arah Naruto.

Pukulan Naruto yang tak memiliki akurasi dan hanya melesat begitu saja ke arah mereka bisa memiliki efek yang fatal bagi mereka.

Oleh karena itu mereka berusaha menghindar sebisa mungkin. Salah satunya adalah dengan cara menyebar dan memisahkan diri secara individual.

Mereka berniat mengepung Naruto lagi dari berbagai sisi.

Serangan Naruto yang hanya asal – asalan hanya bisa menyentuh udara kososng saja.

Para musuh yang menjadi target telah menghilang dan berpencar menjadi beberapa bagian.

*GRIN*

Naruto menyeringai, melihat antisipasi mereka terhadap serangan Naruto begitu sesuai dengan perkiraanya.

Musuh lemah dalam jumlah yang banyak akan memiliki defense yang lebih tinggi.

Hal itu dikarenakan mereka akan saling melindungi satu sama lain untuk menangkal Naruto.

Itu seperti seikat lidi yang susah untu dipatahkan!

Oleh karena itu dengan keadaannya yang sedang kritis ini Naruto berniat untuk mengefisienkan pengunaan tenaganya.

Salah satunya adalah dengan memisahkan mereka menjadi beberapa bagian.

Kemudian ia akan menghancurkan mereka semua sekaligus dalam sekali serang.

Layaknya mematahkan sebatang lidi yang begitu kecil dan rapuh!

Ini adalah strategi yang biasa disebut sebagai Devide et Impera!

Pisahkan musuh menjadi kelompok kecil dan hancurkan mereka semua sekaligus!

Mungkin agak berbeda sih. Karena Naruto menggunakan kekuatannya sendiri untuk menghancurkan mereka.

Sedangkan Devide et Impera yang sebenarnya adalah mengadu domba musuh dan membuat mereka saling bertarung satu sama lain.

Mereka kini sudah masuk dalam jangkauan serangan alkimia Naruto. Jangkauan serangan alkimia Naruto saat ini dapat diandaikan dengan sebuah lingkaran dengan diameter 8 meter, dengan Naruto berada di pusatnya.

Menepukkan kedua tangannya di depan dada. Kemudian ia hentakkan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah.

"HEAVY THORNS!"

Duri – duri dengan ukuran sebsar pedang keluar dari dalam tanah. Teknik yang Naruto gunakan adalah rekonstruksi tanah dan mengubah bentuknya menjadi bentuk duri – duri yang besar.

Itu adalah serangan area yang bertujuan untuk membunuh musuh dengan tusukan – tusukan dari duri – duri sebesar pedang.

JLEB JLEB JLEB

Para monster yang tak menduga serangan yang Naruto lancarkan, tak punya waktu lagi untuk menghindar.

Tanpa bisa berbuat apa – apa, mereka efek dari serangan Naruto secara penuh.

Tangan tertusuk.

Bahu tertusuk.

Kaki tertusuk.

Perut tertusuk.

Duri – duri yang menancap di tubuh sekaligus memberikan damage yang berlipat ganda pada tubuh mereka.

Para bos monster dengan regenerasi HP yang rendah ini tak sanggup menahan efek dari serangan Naruto.

Mereka dalam keadaan kesulitan berdiri akibat pendarahan yang mereka alami.

Naruto tak hanya diam saja. Dengan segera ia melakukan serangan penghabisannya kepada mereka.

Naruto menusuk si wolf commander. Tanpa menunggu perlawanannya, Naruto mengayunkan tombaknya yang masih terdapat wolf commander yan menancap disitu ke arah monster – monster lainnya.

Dalam sekali libas kelima monster itu langsung terhempas ke udara. Dan jatuh dalam keadaan tak bernyawa.

Mereka berubah menjadi partikel – partikel cahaya abu – abu secara seketika. Meninggalkan beberapa itemyag cukup layak untuk diperjualbelikan oleh Naruto.

"HAH HAH HAH akhirnya selesai juga pertarungan ini. Jujur saja, ini sangat merepotkan untuk bertaurng melawan puluhan monster sekaligus di levelku yang belum mencapai angka 60 ini."

"Tak apa Naruto. Lama kelamaan kau juga sudah semakin kuat. Buktinya kau sekarang bisa menggunakan sky walk dan dragon fear secara berurutan. Itu artinya kapasitas MP-mu telah menigkat cukup banyak dari yang sebelumnya."

"Ya ya aku tahu itu. Sekarang aku hanya perlu untuk mengambil item – item yang telah kuabaikan saja dari tadi."

.

.

Di tempat yang agak jauh dari pertarungan Naruto, bersama party Nara.

"WOWW! Luar biasa. Dia bisa mengalahkan mereka semua sekaligus dengan sekali serang!"

"Dia memang luar biasa!"

"Bertrung dalam jangka waktu yang begitu lama melawan banyak monster sekaligus. Staminanya pasti sangat tinggi!"

.

.

"Goju! Menghindar!"

"Karen! Pergilah dari sini! Aku akan menahannya agar kau bisa kabur!"

"Taka, kita juga harus mundur! Biarkan Gekkou yang menahannya!"

"Gekkou maafkan kami! Kami akan segera bertemu denganmu lagi, begitu penalti 24 jam-mu selesai."

"T-tunggu, tunggu dulu kenapa harus aku ayang mengorbankan diri untuk kalian semua. Kenapa aku harus menahannya sendiri dan membuka jaln untuk kabur bagi kalian. OYYY setidaknya berikan aku teman untuk mati dasar bodoh! Aku tak mau mati sendirian saja!"

"Maafkan kami Gekkou. Kami akan menghitung lunas hutangmu pada kami nanti."

"TIDAAAAKKK"

Di sini party Taka. Mereka menghadapi monster bos yang terlalu kuat dan terpaksa harus mengorbankan Gekkou sebagai tumbal agar bisa kabur dari sana.

To Be Continued

Hyahahaha

Akhirnya selesai juga. Maaf saya tak bisa update minggu lalu. Itu semua berkta seminar – seminar untuk masuk universitas dan try out untuk SBMPTN yang begitu menyita waktu saya.

Pokoknya terima kasih telah mau menyempatkan waktu untuk melihat, membaca, dan mengapresiasi fic buatan saya ini. Buat yang mau tanya jawab, komen, saran, kritik dan lain – lain silakan lakukan dikotak review terima kasih.